Dandelion : Prolog

dandelion_Title :  Dandelion : Prolog

Author : doremigirl

Casts : Oh Sehun | OC

Genre : romance, angst, sad

Rating : PG-15

Length : chaptered

Disclaimer : This fanfiction is purely mine. Already published at One Cup of Dreams

Jalan pikiran Oh Sehun selamanya tak akan pernah bisa bersahabat dengan pikiranku.

Banyak yang sudah laki-laki itu lakukan, dan semuanya tak pernah bisa kumengerti. Dari sekian banyak laki-laki yang sudah kukenal, hanya dialah laki-laki paling rumit, dengan semua logikanya.

Aku menarik napasku panjang, lalu menatap tas karton yang berada di atas meja. Tepat di belakang tas karton itu, Sehun menautkan jemarinya sambil menatapku.

Sunyi sudah menyelimuti ruangan ini selama hampir lima menit. Seharusnya aku memanfaatkan waktu yang tersisa untuk sekadar melemparkan lelucon, atau mungkin bercakap-cakap tentang bagaimana kabarnya.

Sesaat kemudian aku mengenyahkan ideku untuk bertanya tentang kabarnya. Hanya orang bodoh yang akan bertanya seperti itu. Ia jelas-jelas tidak dalam keadaan yang bisa disebut baik, dan aku terlampau sering mengunjunginya, sehingga itu adalah pertanyaan yang tak perlu.

“Mungkin seharusnya aku di dudukkan di kursi pendeteksi kebohongan saja.” Sehun tiba-tiba membuka pembicaraan. Aku terdiam, sementara ia mengerlingku sambil tersenyum tipis.

“Ingat saat kita berada di ruang bimbingan konseling? Kau pernah berkata bahwa guru-guru di sana seperti alat pendeteksi kebohongan,” lanjutnya dengan tenang.

Aku menatap kedua iris hitam kelamnya, berusaha mencari maksud tersembunyi di balik kalimatnya. Namun, aku hanya menemukan binar matanya yang tak pernah berubah dari dulu.

“Untuk apa duduk di sana?” tanyaku.

Sehun berkedip sekali, lalu menatapku. Sesaat kemudian ia berkata, “Because everybody needs the truth, Hyo.Ia kemudian tersenyum, seakan jawaban seperti itu harusnya sudah muncul di otakku.

Menit-menit selanjutnya berlalu dengan percakapan tentang hal yang remeh. Ia bertanya tentang banyak hal, dan aku menjawabnya. Kudapati binar matanya yang indah, dan aku terus teringat tentang beberapa tahun yang lalu.

“Your time’s up, mr. Oh.” Seorang laki-laki berpakaian lengkap memasuki ruangan. Sekilas kulihat sebuah pistol melingkar di pinggangnya.

Sehun menatap laki-laki itu dengan tenang, lalu tersenyum tipis padaku. Ia kemudian berdiri. Tangannya sempat mendorong tas karton itu ke hadapanku.

Thank you for visiting, Hyo. Aku rasa aku memang butuh beberapa hal di dalam sana. Sayang sekali aku tak dapat menyimpannya,” katanya. Aku mengambil tas karton berisi album foto miliknya itu.

Ia menatap album foto dalam tas itu, lama. Senyum tipis kembali tersungging di bibirnya. Namun, kudapati binar rindu di matanya.

Sesaat kemudian, ia beralih memandangku dengan tatapan yang sama.

I think you must let her out first, Daniels,” kata Sehun pada laki-laki berpistol itu, masih dengan nada yang tenang. Ciri khas Sehun dari dulu. Ia adalah orang yang begitu stabil.

“Jadi.. sampai jumpa?” tanyaku ragu.

Sehun mengangguk. “Sampai jumpa, Hyo.”

Kemudian, aku keluar dari ruangan itu dengan sedikit berlari. Aku ingin cepat keluar. Aku ingin menangis.

Andai aku datang lebih cepat, ia tidak akan seperti ini.

.

A / N :  Hai, semua! Ini adalah fanfic pertama aku di sini, dan aku langsung bawa fanfic chaptered. Sebelumnya, salam kenal, semua. 🙂

Ini masih sebatas prolog. Kita mungkin akan masuk ke chapter satu dalam waktu…. (fill in the blank) Hehe..

Let me know about what you think about my piece. Thank you!

Iklan

11 pemikiran pada “Dandelion : Prolog

  1. Aku ga sengaja nemu ini ff castnya sehun dan aku tertarik baca dan keknya seru deh

    Jadi aku baca chap selanjutnya ya
    Hwaiting ^^

    Suka

    • Hai. 🙂 Makasih, ya sudah baca dan komen. Aku jadi seneng banget, nih. Hehe.. Ada, kok. Blog pribadi aku: onecupofdreams.wordpress.com Silakan kalau mau berkunjung ke sana. :))

      Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s