Me and My Misadventures (Ficlet: Special EXO 2nd Anniversary

__png___chanyeol___exo_by_himayeollie-d6fud7m

BYoon present 

✘ Me and My Misadventures ✘ 

Starring by EXO’s Chanyeol and EXO’s Baekhyun 

Genre: Friendship | Rating:  Teen | Length: Ficlet

Attention! This story is mine but all cast belongs to their agency. Don’t copycat and plagiat without permission! Sorry for typo and bad story. 

Silent readers? Go away! 🙂

©BYoon 

Hana, dul, go!” 

Suara tepukan dan teriakan mendominasi lapangan sekolah pagi ini. Hari ini guru olahragaku mengadakan pengambilan nilai cabang atletik. Cabang pertama yang dilombakan adalah lari maraton. Cukup mengasyikkan.

Aku melakukan beberapa gerakan pemanasan sebelum Lee seongsaenim menyerukan namaku. Ya, aku lebih senang mengerjakan sesuatu sebelum orang lain menyuruh. Rasanya tidak ada beban.

“Untung saja cuaca pagi ini cukup bersahabat” ucap salah seorang temanku berambut pirang, Jongin.

“Bodoh! Jika panas menyengat seperti ini tentu saja kita akan kehausan nantinya” sahut seorang lelaki bertubuh jangkung, Sehun.

“Apa peduliku” ujar Kai seraya menjulurkan lidahnya kepada Sehun. Kedua anak ini benar-benar.

“Park Chanyeol!”

Kulihat Lee seongsaenim menepuk-nepukkan kedua tangannya. Kurasa sekarang adalah giliranku.

Aku berjalan menuju garis start dan melakukan sedikit pemanasan sebelum bertanding. Ada tiga orang selain diriku. Jung Krystal, si gadis California. Kim Myungsoo, si mata segaris. Dan, oh–Byun Baekhyun, lelaki pendiam penghuni perpustakaan.

Ah, mereka bukanlah lawan yang harus kutakutkan. Lagipula kemampuan berlariku jauh lebih cepat dibandingkan dengan mereka. Hanya satu yang menjadi masalah. Aku belum berkoordinasi dengan rekan yang akan kuberi tongkat estafet di genggamanku ini.

Choi Minho, ia berdiri di sisi lapangan yang berbeda. Bersama dengan yang lain. Astaga, bahkan aku dan Minho saja tidak begitu dekat. Bagaimana bisa kami menyelesaikan pertandingan ini dengan lancar? Huh, sepertinya aku akan mendapat nilai buruk pada cabang ini.

Lee seongsaenim memberi aba-aba pada kami agar melakukan posisi awalan. Kutekuk sebelah lututku hingga menyentuh tanah dan menempelkan kedua telapak tanganku pada permukaan tanah.

Kuluruskan pandanganku sembari menggenggam erat tongkat estafet yang kubawa. Dapat kulihat dari sudut mataku bila Baekhyun melakukan posisi awalan yang salah. Ia seakan tidak bersungguh-sungguh. Namun guru olahraga berambut putih itu tetap saja tak menegurnya. Apa-apaan ini.

Aku segera bangkit dan berlari sekuat tenaga begitu Lee seongsaenim meniupkan peluitnya. Suasana kembali riuh. Aku dapat mendengar sebagian dari teman-temanku menyerukan namaku. Ah, aku begitu populer.

Kubulatkan kedua mataku begitu mendapati  Krystal berada satu langkah di depanku. Hei, kenapa aku baru menyadarinya? Kupercepat langkahku hingga kini aku kembali merebut posisi pertama. Huh, rasakan itu!

Kulihat Minho mengulurkan tangannya kepadaku. Bersiap menerima tongkat yang kugenggam. Dan entah kenapa teriakan demi teriakan semakin terdengar jelas di telingaku.

Tidak, kurasa mereka tidak sedang menyorakiku. Nyatanya semua pandangan tertuju pada sesuatu di belakangku. Tanpa pikir panjang aku menoleh. Aku melihatnya. Baekhyun jatuh terduduk dan sedetik setelahnya–ia terkapar.

Langkahku terhenti. Entah atas dorongan apa aku berlari dengan arah yang berlawanan. Tetap dengan pandanganku yang tertuju kepada Baekhyun. Ia terkapar di sana. Tak ada seorang pun yang menghampirinya.

Aku terduduk di samping Baekhyun. Kuguncang-guncangkan tubuhnya berulang kali namun sama sekali tak ada respon. Wajahnya pucat pasi. Peluh bercucuran membasahi wajahnya. Tunggu, bukankah Baekhyun mengidap penyakit anemia?

“Byun Baekhyun!” seru Lee seongsaenim seraya menghampiriku dan Baekhyun dengan wajah panik. Ada beberapa petugas kesehatan yang mengikutinya.

Beberapa petugas itu menggotong Baekhyun dan menidurkannya pada tandu. Entah kemana para petugas itu membawa Baekhyun pergi. Yang jelas, aku masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

“Aku menghargaimu, Park Chanyeol. Kau rela menghampiri Baekhyun dan mengorbankan pertandingan ini” ucap Lee seongsaenim seraya menepuk bahuku.

Rela mengorbankan pertandingan ini? Ah, rasanya tidak. Lagipula aku menghampiri Baekhyun karena refleks. Aku sama sekali tak bermaksud membantunya.

“Lalu bagaimana dengan nilaiku?” tanyaku khawatir.

“Tenang saja. Aku akan menambah nilaimu jika kau ingin melakukan satu hal” ucap Lee seongsaenim yang membuat sebelah alisku terangkat.

“Apa?” tanyaku penasaran.

“Antarkan Baekhyun pulang”

-o0o- 

Sial, kenapa aku harus melakukan hal seperti ini. Guru olahraga itu menyuruhku agar mengantarkan Baekhyun pulang. Dan kabar buruknya, aku tidak boleh mengantarnya pulang dengan mengendarai mobilku melainkan dengan sepeda Baekhyun.

Bayangkan saja, di bawah terik matahari yang menyengat aku harus mengayuh sepeda ini ke rumah Baekhyun yang berjarak  empat kilo meter dari sini. Lengkaplah sudah penderitaanku.

“Chanyeol-ssi”

Kulihat Baekhyun menghampiriku dengan menundukkan wajahnya. Ah, kurasa ia masih tidak memiliki tenaga untuk berdiri.

“Apa tidak apa-apa jika kau mengantarkanku pulang?” ucapnya lirih.

Aku sedikit mendengus. Apanya yang tidak apa-apa, semua ini hanya kulakukan karena keterpaksaan. “Demi tambahan nilai aku harus melakukannya. Cepat naik”

Kurasakan sepeda yang kunaiki terasa begitu berat. Heu, berat badan Baekhyun tak sebanding dengan tinggi badannya.

Dengan sekuat tenaga aku mencoba mengayuh sepeda ini. Jalan yang berliku serta tak beraturan cukup melengkapi penderitaanku ini. Ya! Kenapa sama sekali tak ada angin berhembus di saat seperti ini?

Belum sampai setengah perjalanan, kurasakan sesuatu melingkar pada pinggangku. Ragu-ragu, aku melirik ke bawah. What the… Baekhyun memelukku? Aku menoleh ke belakang dan mendapati Baekhyun tertidur pulas dengan posisi kepalanya yang menyandar pada punggungku.

Oh my, beberapa orang menatap kami tak percaya. Aku yakin sekali mereka menganggap kami layaknya–errr–sepasang kekasih?

Ah, baguslah. Kesialanku menumpuk sudah untuk hari ini.

FIN 

Iklan

7 pemikiran pada “Me and My Misadventures (Ficlet: Special EXO 2nd Anniversary

  1. Hah, rani-ah, keren,… hahaha, masa iya kesannya malah aku baca FF yaoi *otak yaoi gue kumat* -___- udah…
    Hahaha, Chanyeol-chanyeol… kalo ga mau ngebantu ngapain lari kesono coba -__- parah… wks… Btw, makasih bantuin aku ya… 😀

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s