Fanboy (Ficlet: Special 2nd EXO Anniversary)

-Kyungsoo-do-kyungsoo-do-36037853-500-434

BYoon present 

✘ Fanboy ✘ 

Starring by EXO’s D.O and EXO’s Kai 

Genre: Friendship  |  Rating: Teen  |  Length: Ficlet 

Attention! This story is mine but all cast belongs to their agency. Don’t copycat and plagiat without permission! Sorry for typo and bad story. 

Silent readers? Go away! 🙂

©BYoon 

“Kyungsoo, temani aku ke kantin”

Aku menatap Sehun yang mulai memamerkan wajah memelas. Ah, tolong berhenti memasang wajah seperti itu. Aku tidak tahan melihatnya.

“Kenapa tiba-tiba kau mengajakku? Kemana Luhan?” tanyaku.

Sehun menghela nafas berat. “Dia sedang tidak ingin berbicara denganku”

Aku tertawa renyah. Ya, mereka selalu seperti ini. Layaknya sepasang kekasih. Aku saja sampai heran dibuatnya.

“Baiklah” ucapku pasrah.

Kami beringsut dari bangku kemudian melangkahkan kaki menuju kantin. Sejujurnya aku selalu merasa tersindir jika berjalan bersama dengan Sehun. Betapa tidak, tiap ia berbicara aku harus mendongak untuk melihat wajahnya. Postur tubuh kami jauh berbeda. Dia tinggi sedangkan aku–ya, aku tak ingin membicarakannya. Intinya, berjalan dengan Sehun bagaikan berdiri di samping tiang listrik.

Kedua mataku membulat begitu mendapati seorang lelaki berkulit gelap melangkah ke arah kami. Ia nampak mengedarkan pandangannya, mencari sesuatu. Ah, sepertinya aku tahu apa yang dia cari. Begitu ia hampir menatapku, aku langsung bersembunyi di balik punggung Sehun.

“Kyungsoo, apa yang kau–“

“Ssst, jangan sebut namaku” ucapku memotong kalimat Sehun.

“Sehun!” seru seseorang yang memiliki suara cukup familiar. Ah, anak itu.

“Akh, hei Kai!” ucap Sehun balas menyapa.

Ya! Sudah kuduga bocah hitam itu akan menghampiri kami. Aku memberi kode kepada Sehun agar ia tidak merubah posisinya. Mati aku kalau sampai Kai tahu aku bersembunyi di belakang Sehun.

“Kau melihatnya?” tanya Kai yang kupastikan sudah berada di hadapan Sehun.

“Melihatnya? Siapa yang kau maksud?” Sehun justru balik bertanya. Ah, bagus! Tetaplah bersandiwara seperti itu Sehun.

“Tentu saja Kyungie” ucap Kai antusias.

Apa? Kyungie? Nama hewan peliharaan apa itu? Buruk sekali.

“Kyungie?” ulang Sehun.

Dapat kudengar Kai mendesah berat. “Maksudku Kyungsoo”

What the …jadi yang ia maksud Kyungie adalah aku? Hah, julukan apa itu? Menjijikkan sekali.

Sehun tertawa cukup puas mendengarnya. Ah sial! Awas saja nanti kau Sehun.

“Kyungie? Kau sudah mempunyai sebuah julukan untuk Kyungsoo rupanya. Jika dia disini, kurasa ia akan menyukai panggilan itu” ucap Sehun dengan nada menyindir.

Aku sedikit memukul punggung Sehun. Huh, kenapa ia justru memanas-manasiku di saat seperti ini.

“Tentu saja. Aku juga berharap begitu. Sampai bertemu lagi, Sehun”

Aku sedikit merubah posisiku begitu menyadari jika Kai telah berjalan melewati kami. Ia masih terlihat kebingungan. Kuharap aku tidak bertemu dengannya hari ini.

“Kau mendengarnya kan, Kyungie?” ujar Sehun seraya tertawa puas.

“Hey, aku tidak suka nama itu! Tolong jangan panggil aku dengan sebutan menjijikkan seperti itu” ucapku gusar.

Sehun–masih dengan tertawa terpingkal-pingkal–menepuk bahuku pelan. “Ayo, kita ke kantin”

Aku mendengus sebal. “Tsk, dasar”

Belum sampai aku berjalan lima langkah, badanku seakan tertarik ke belakang. Lenganku terasa terapit sesuatu dengan kuat. Aku menoleh dan saat itu juga kedua mataku membulat.

“Kai?!” seruku tak percaya.

“Kyungie, kau kira aku tidak tahu kau bersembunyi di belakang Sehun?” ucapnya seraya merekahkan senyumnya kepadaku.

Kulihat Kai mengapit lenganku dengan sebelah tangannya. Astaga, ini menjijikkan sekali. “Ya! Lepaskan tanganku!”

Bukannya mengindahkan perkataanku, Kai justru semakin mempererat apitannya. “Aku ingin makan siang denganmu hari ini. Kau mau bukan, Kyungie?”

Ya! Apa-apaan bocah ini! Sungguh, aku bulu kudukku seketika berdiri begitu ia memanggilku dengan sebutan itu. Akh, dia benar-benar tidak waras!

“Tidak! Kubilang tidak ya tidak!” seruku tepat di telinganya.

“Hey, Kyungsoo! Bersenang-senanglah dengan fanboy mu!” seru Sehun.

Kulihat Sehun menjulurkan lidahnya kepadaku kemudian berlari meninggalkanku dan Kai. Astaga, jadi Sehun berkomplot dengan bocah hitam ini? Argh, sialan!

“Ayo, aku sudah membuatkan bekal untukmu. Kau pasti menyukainya” ucap Kai memecah keheningan.

Tanpa ragu ia menarikku menjauhi tempat ini. Aku memberontak namun nyatanya ia jauh lebih kuat dariku. Aku menghela nafas dengan berat berkali-kali.

ANDWAE!” 

FIN 

Iklan

16 pemikiran pada “Fanboy (Ficlet: Special 2nd EXO Anniversary)

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s