Red Envelope [Spec Sehun’s Day]

redenvelope

Red Envelope

Jung Seomi Storyline

Oh Sehun | Kim Seorin

Fluff, Romance

©FanFic is purely made by Jung Seomi. Cast is not hers.

Warn! Absturd! Typo! 

“Hai, tuan Oh” sapa Jongin sembari menepuk pundakku. Aku menoleh dan menatapnya sejenak sebelum menatap lurus kedepan. Tatapanku tertuju menuju mereka yang berjalan di koridor sekolah. Pada jam istirahat, koridor sekolah tidak pernah sepi.

“Sehunna, kau mau berdiri mematung di situ atau ke kantin mengambil makanan?” tanya Jongin sembari melempar senyum kepadaku. Aku hanya mengangguk pelan sebagai jawaban. Kemudian, aku melangkah duluan di ikuti oleh Jongin di belakangku.

Aku mengambil paket makanan di kantin sekolah bersama Jongin. Kemudian membawa paket makanan kami dan mengambil tempat di meja kantin yang kosong. Kami pun akhirnya makan dalam tenang. Namun akhirnya perhatianku tidak menuju makanan yang kini sedang ku santap. Perhatianku terenggut oleh seorang gadis yang sedang tertawa di ujung kantin.

Aku menatapnya dengan sendu. Pada kenyataannya, cintaku padanya tidak pernah terbalas sedikitpun. Mengalami cinta yang bertepuk sebelah tangan bukanlah sebuah hal yang menyenangkan. Selama ini, aku hanya bisa menatapnya dari jauh. Memperhatikannya dengan jarak yang terpenggal begitu jauh. Membiarkan semua perasaanku mengalir pada dia yang terletak begitu jauh dariku.

“Sehunna, kajja, kembali ke kelas!” ajak Jongin. Namun aku menolaknya halus “Kau pergi duluan Jonginna, aku harus pergi ke suatu tempat” ucapku. Jongin pun mengangguk dan berlalu menghilang dari penglihatanku.

Aku segera berjalan meninggalkan kantin dan berhenti di Koridor sekolah. Aku berjalan menuju sebuah loker yang pada pintunya tertulis nama ‘Han Inhae’. Ku buka pintu berwarna silver itu. Kuletakkan lagi sebuah amplop di dalam lokernya. Kemudian aku menutup loker itu dan pergi meninggalkannya.

***

Aku mengintip lagi dan melihatnya sedang menatap amplop yang berada di lokernya dengan tatapan jengah. Kelihatannya, ia sudah bosan menerima amplop berwarna merah itu lagi dan lagi dariku. Ia kemudian memasukkan amplop merah itu kedalam tasnya.

Aku pun segera pergi ke luar sekolah dan menuju tempat parkir mengambil motor ku. Aku segera menungganginya untuk meninggalkan sekolah. Karena aku yakin hujan akan segera menyapa Seoul siang hari ini. Aku tak mau mengambil resiko pulang kehujanan karena terlalu lama berada di sekolah.

“Stop!” aku menghentikan kendaraan beroda dua yang ku kendarai. Dia menghentikan ku. Dia Han Inhae, Gadis yang membuatku merasakan bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan. Aku menatapnya dengan tatapan bertanya

“Hei. Sehun-ah… Kita teman kan? Antar aku pulang, aku tidak mau pulang dengan badan basah kuyup” ucapnya dengan mata memelas. Dan tatapan itu jelas-jelas membuat perasaan ku kacau seketika, jantungku berdebar-debar lima kali lebih cepat, darahku berdesiran dan ku rasa aku berhenti bernapas. Seharusnya, dia tak perlu menatapku dengan tatapan seperti itu untuk meminta tolong. Karena aku akan dengan senang hati memberinya tumpangan. Aku merasa keberuntungan menjemputku hari ini.

Aku mengangguk mengiyakan. Dan dengan senyum cerah nya yang menjadi candu bagiku, dia menaiki bagian belakang motorku. Aku segera menghidupkan mesin dan melaju secepatnya karena kami sedang bertanding melawan kecepatan hujan yang akan segera datang. Ah, aku mendapatkan satu keberuntungan lagi, berkat hujan yang akan datang. Aku harus berterimakasih kepada Hujan.

“Sehunna, aku tadi mendapat amplop lagi, warnanya merah seperti biasanya, isinya masih sama, I love you, katanya” ucap gadis yang di belakangku.

“Apa kau penasaran akan sosoknya? Siapa yang memberikannya padamu?” tanyaku. Perasaanku harap-harap cemas.

“Aku tidak mau bertemu dengannya” ucap gadis yang berada di belalangku. Aku berusaha menahan rasa kecewaku dengan sangat amat. Tentu, aku sangat sedih, mengetahui fakta bahwa perasaan nyata ini benar-benar hanya ada padaku. Dia tak pernah merasakan hal yang sama.

“Ke-kenapa?” sekuat tenaga aku menahan air mata yang berkumpul melapisi mataku, bahkan hampir menetes. Aku berusaha membuat suaraku setengang mungkin, tanpa getaran yang akan membuatnya tahu aku sedang menahan tangis.

“Aku menyukai orang lain”

Rasanya aku ingin jatuh di ngarai tak berujung mendengarnya

***

Aku masih tetap meninggalkan surat bersampul merah di lokernya. Seperti apa yang setiap hari aku berikan padanya. Terlihat aku seperti pengecut? Ya, aku memang pengecut! Lantas, kenapa jika aku pengecut?

Aku tahu apa yang berada di hatinya, itu sebabnya aku tak mau mengakuinya. Takut akan fakta yang mungkin akan di ucapkan dari bibir tipisnya.

Namun, hari ini di tanggal duabelas april, aku akan mengucapkan segalanya secara nyata. Aku sudah muak bersembunyi di balik amplop merah itu. Meskipun kenyataan pahit yang mungkin akan ku telan, aku tidak peduli.

Temui aku di balkon sekolah, jam 12 siang.

***

“Dia, pengirim amplop merah itu ingin bertemu denganku” ucap Inhae sembari mengambil tempat duduk di hadapanku. Aku menghentikan acara makanku dan mendongak menatapnya. Aku bergumam kecil.

“Um”

“Aku benar-benar penasaran kepadanya. Tapi aku takut jika ini akan melukainya. Haruskah aku datang?” tanyanya. Tanpa berpikir lama, Aku  mengangguk. Dia menatapku penuh tanya.

“Datanglah, setidaknya dia mendapat kepastian” ucapku. Aku kembali melanjutkan acara makanku. Aku dengar dia menghela nafasnya panjang.

“Aku akan datang, Sehunna… lagi pula, aku rasa cintaku pada orang yang ku suka sekarang juga tak terbalas” ucapnya sedih. Melihat air mukanya, aku ingin sekali menemui siapapun itu yang mengisi hatinya. Bagaimana bisa dia membiarkan Inhae mengalami Cinta bertepuk sebelah tangan? Sungguh, dia benar-benar jahat.

“Kau akan menerimanya?” tanyaku.

“Entahlah” dia mengedikkan bahunya.

***

Aku sudah berada di atas balkon sekolah ketika raja siang telah tepat berada di atas kota Seoul. Jarum panjang berada di angka sebelas sedangkan jarum pendek menempati angka dua belas tepat. Aku terus menatap arloji yang melingkar di tanganku dengan tidak sabar.

Hingga suara derap kaki mendekat. Aku rasa dia Han Inhae. Dan benar, gadis itu datang dengan terengah-engah

“Maaf aku datang terl- Oh Sehun?” Ia memenggal ucapannya dan membulatkan matanya melihat aku berdiri di balkon sekolah.

“Sedang apa kau disini, Sehunna?” tanyanya. Aku menghela nafasku berusaha menguatkan diri. Kemudian aku mendekatinya dan berdiri tempat di hadapannya

“Aku yang mengirimi amplop merah itu padamu” ucapku jujur.

“Apa?! Kau yang melakukannya?” tanyanya tak percaya. Matanya sangat terlihat kilatan terkejut.

“Eum.”

“Kau manusia paling bodoh yang pernah hidup di dunia ini” ucap Inhae sembari tertawa hambar. Ku kerutkan keningku tak mengerti. Maksudnya?

“Ya! Wae? Kau mau menolakku kan? Katakan saja, tak perlu tidak enak hanya kita teman. Tapi berjanjilah kita tetap terman, Inhae-ah, aku tahu kau menyukai orang lain, tapi biarkan aku lega dengan kalimat ini” ucapku. Aku memegang kedua pundaknya. Kutatap kedua obsidian beningnya.

Aku kemudian memeluknya dengan cepat. Aku sempat merasakan dia tercengang. Aku menghirup sebanyaknya udara aroma tubuhnya, aku tahu aku memang nekat, tapi hanya sekali saja, izinkan aku melakukannya. “Sebentar, kumohon hanya sebentar” pintaku. Dia terdiam.Tak membalas dan juga tak menolak

Kemudian aku melepaskan pelukan tak terbalas itu,

Aku tahu dia tak pernah mencintaiku.Dan kenyataan itu begitu pahit bagiku, sangat pahit, lebih pahit dari pil obat yang di jual di apotek depan rumahnya. Ia kemudian menendang kakiku. Aku semakin bingung di biatnya.

“Kau bodoh Oh Sehun! Ketahuilah, orang itu yang kusuka adalah dirimu! Kau ini pabbo!” ucapnya. Aku membulatkan mataku. Apa yang barusan di ucapkan olehnya? Ia kemudian memelukku yang masih dalam mode tercengang dan tak percaya.

“Aku menyukaimu Sehunna, selamat ulangtahun” ia mengulum senyumnya.

-FIN-

HAPPY B”DAY MA BELOVED SEHUN! AAAAAAAKKKK >_< AKU GILAAAA HARI INI>>>> PACARKU *PLAKK* ULANG TAHUN

-___- Fangirl kumat 😛

Udah, aku meninggalkan FF super absturd ini untuk kalian~ Daaaahhhh~ :*

Iklan

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s