Swan Origami [Spec Sehun’s Day]

swanorigami

Swan Origami

Jung Seomi Present Special for Sehun’s day

Oh Sehun, Xi Luhan (HunHan)

Angst, Sad, Friendship

©The story is owned by Jung Seomi. HunHan is owned by Sment

Warn! HunHan Friendship Fict! It isnt Yaoi it just FRIENDSHIP okay? Dislike? Dont Read!

.

“Aku menyesal belum sempat mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya, dan aku menyesal belum mengajarinya cara membuat origami angsa yang benar-benar diinginkannya. Aku menyesal atas semua ucapan datar dan kasar yang pernah kuucapkan. Aku menyesal atas segalanya.”

.

 

“Hyung, ajari aku membuat origami sepasang angsa cantik seperti itu hyung” ucap Sehun sembari mengeluarkan tampang memelasnya lagi, teman Luhan yang satu ini memang benar-benar mengesalkan. Dan sialnya, dia merupakan teman terdekat Luhan. Konyol sekali.

“Tidak mau, belajar sana sendiri” ucap Luhan malas.

“Hyung, ayolah.” Pinta Sehun sedih. Luhan menggeleng tidak mau.

“Aku akan mengajarimu segala macam origami yang kau mau, asalkan bukan angsa itu”

“Kenapa?” tanyanya kecewa. Luhan menggeleng. Pemuda berusia dua puluh empat tahun itu meninggalkan Sehun yang mematung di tempatnya. Menatap kepergian Luhan dan punggung yang menjauh itu.

Sahabatnya itu memang dingin, dan bahkan selalu dingin dan mengacuhkannya. Tapi mereka cukup dekat karena Luhan terbuka, hanya kepada Sehun. Hanya kepada Sehun Luhan mengatakan keluh kesahnya. Hanya kepada sahabat terbaiknya, Oh Sehun.

———-

“Kudengar kau mengajarkan origami angsa itu pada Baekhyun hyung, tapi kenapa kau tidak mau mengajarkannya padaku hyung? Apa yang membuatmu tidak menginginkanku untuk membuatnya?” tanya Sehun. Air mukanya sangat sedih dan kecewa.

Luhan menatap Sehun datar. “Ya, aku tidak mau kau membuat origami itu, aku tidak mengizinkanmu” ucap Luhan tegas.

“Kenapa hyung?”

“Tidak ada alasan untuk tidak mengizinkanmu bisa” ucap Luhan sangat dingin. Sehun menghela nafasnya dan membuangnya kasar.

“Hyung,”

“Pergilah Sehunna, tak ada gunanya kau memintaku”

Sehun pun mengikuti intruksi Luhan pergi meninggalkan kelas itu. Sehun menatap taman sekolah yang luas. Ia mengeluarkan sebuah kertas lipat dan melipatnya menjadi sebuah angsa. Ia ingin membuat angsa berpasangan seperti yang Luhan buat. Namun Luhan tidak mengizinkannya. Dan Sehun tidak tahu kenapa. Perasaannya sangat sedih bahwa bahwa Luhan memilih mengajarkannya pada Baekhyun. Sehun menghela nafasnya kasar.

——

“Kau putus dengan kekasihmu? Hyung?” tanya Sehun. Ia duduk di sebelah Luhan dan memberikan secangkir bubbletea pada sahabatnya itu

“Tidak Sehun, kami hanya break” elak Luhan halus. Ia tidak dingin seperti biasanya.

Sehun tersenyum kemudian mengepalkan tangannya di depan dada “Semangat hyung!”

“Eum.” Jawab Luhan singkat

“Hyung?”

“Heum?”

“Besok aku ulang tahun hyung, aku hanya ingin kau mengajarkan angsa itu kepadaku hyung, kumohon” ucap Sehun memohon dengan sangat. Wajahnya benar-benar menunjukkan ekspresi memelas seolah ini adalah cara terakhirnya dan jika di tolak Luhan, dunianya akan hancur seketika

“Aku bilang tidak bisa Oh Sehun” ucap Luhan tegas

“Aku mohon hyung, aku bahkan akan memberikan segalanya demi kau mau mengajarkannya padaku”

“Baiklah, besok datang kemari” Luhan akhirnya menyerah menolak. Ia mengiyakan keinginan Sehun. Entah kenapa, selama ini ia tidak suka Sehun bisa membuat origami itu, entah kenapa ia tidak ingin. Dan ketidak inginan itu hanya terhadap Sehun. Karena Sehun teman terbaiknya, ia tidak ingin Sehun bisa membuat origami itu, entah kenapa

“Serius Hyung?”

“Eum.” Luhan mengangguk

——–

12 April

Pagi itu, Sehun terbangun saat alarm di kamarnya berjeritan berusaha memanggilnya dari alam mimpinya. Ia pun segera membuka matanya. Ia kucek sepasang mata itu sejenak. Ia kemudian bangkit dari posisi berbaringnya. Di tatapnya kalender dengan semangat.

Ia segera berlari ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Kemudian, ia segera mengambil baju casual yang cocok. Namun sebelum berangkat, ia mengecek ponselnya. Eomma mengiriminya SMS selamat ulang tahun karena telepon tak terjawab. Sedangkan Luhan? Sehun tak menemukan pesan Luhan, Luhan adalah tipe orang yang tak suka mengucapkan selamat ulang tahun. Banyak hal aneh pada Luhan.

Ia segera menunggang motornya meninggalkan rumahnya. Ia sangat senang dan bersemangat, ia mengemudikan motornya cepat.

Namun, kejadian itu terjadi

Ciitt… Brak!

Sehun harus merelakan kepalanya terbentur cukup keras setelah motor sportnya menabrak sebuah van. Sehun menahan kesadarannya sembari menatap darah yang mengalir di sepanjang tubuhnya. Sebelum semua mengabur dan dia benar-benar kehilangan kesadaran

——-

POV Changed

——-

“Kemana anak itu? Aku sudah di sini hingga dua jam! Tapi dia tidak datang! Bukankah dia yang ingin aku mengajarinya? Sesampainya dia disini, aku tak akan mengajarinya membuat origami itu” gerutuku sembari menatap arlojiku yang terus berputar. Ia berdecak kesal kepada Sehun yang menyebalkan dan tidak segera datang.

Hingga beberapa menit kemudian aku menerima telepon dari Baekhyun

Sehun mengalami kecelakaan

Rasanya duniaku runtuh di sekitarku. Kakiku enggan di gunakan untuk menopang tubuhku. Aku melemas.

——–

“Sehun, ini aku, Luhan, ini aku, bangun lah Sehun… Aku akan mengajarkanmu origami itu” ucapku lemah. Aku menggenggam tangan Sehun erat. Aku takut kehilangan sahabat terbaikku itu. Aku benar-benar takut.

Aku selalu berkunjung kerumah sakit setiap hari. Menjenguk keadaan Sehun, apa teman menyebalkanku itu membaik.

Dan hari itu, seperti sebuah keajaiban datang berkunjung. Sehun sadar dari komanya. Aku sangat bersyukur kepada tuhan. Aku menangis haru dan segera datang keruangan Sehun. Dia terlihat sedang bercakap-cakap dengan seorang dokter.

“Hei! Sehunna!” teriakku riang. Aku bahkan tidak pernah sebahagia ini sebelumnya.

“Siapa dia, dokter?”

Rasanya dunia sekitarku hancur seketika. Aku menatap Sehun tidak percaya. Sang dokter menatapku iba, dia mengatakan Sehun kehilangan ingatannya secara permanen.

Sehun tak akan pernah mengingatku. Sehun tak akan lagi mengenaliku. Aku hanya makhluk asing sekarang baginya. Aku tak lebih dari itu.

“Aku bukan siapa-siapa, Sehunna, kita hanya teman yang tidak dekat” ucapku sebelum meninggalkan ruangan itu penuh dengan luka.

Aku menutup kedua mataku dan menangis di koridor rumah sakit. Kusandarkan tubuhku pada tembok di belakangku. Aku menangis pilu dalam kalut hatiku.

——–

Aku menyandarkan kepalaku pada batang pohon oak tua yang masih kokoh. Aku menutup mataku mencoba menikmati belaian lembut angin menerpa permukaan wajahku. Perasaan kalut ku bercampur aduk tidak jelas. Antara sedih, bingung, kecewa dan lega. Semuanya terjadi begitu saja. Aku tidak bisa menolak akan realitas yang telah di tulis oleh takdir. Semuanya begitu kelas dan itu menyakitku.

“Kau duduk di sana lagi, Siapa namamu kemarin? Umm…. Luhan Hyung?” tanya suara yang sangat ku kenal, sembari menaruh tubuhnya di sampingku. Aku meliriknya.

“Kau sudah baikan, Oh Sehun?” tanyaku. Ia mengangguk.

“Itu bagus” ucapku getir. Kelihatannya, ia menyadarinya.

“Maaf hyung, aku tidak ingat apapun tentangmu” ucapnya sedih. Aku tertawa.

“Tidak papa, tidak ada yang istimewa di antara kita, kita juga bukan teman yang dekat sebelumnya” ucapku sembari mengulum senyum. Ia membalas senyumanku. “Aku benar-benar minta maaf”

“Aku bilang, ini benar-benar baik-baik saja” ucapku meyakinkan. Ia pun mengangguk.

“Aku akan pindah ke Jepang hyung” ucapnya. Aku menoleh cepat.

“Je-jepang?”

“Eum. Menyusul orang tuaku di Jepang, mereka tidak mengizinkanku sendirian di Korea.”

“Ah, aku mengerti” ucapku sembari sekuat tenaga mengulum senyumku. Ia pun juga ikut tersenyum sebelum ia berdiri. “Aku pergi dulu” ucapnya. Ia tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan tempat ini. Aku menatap kepergiannya sedih. Dia melupakanku. Semua tentangku, tentang kami, tentang kita, tentang masa lalu indah kami, dia tak mengingat semuanya. Semua berawal dengan sebuah kecelakaan kecil yang merenggut ingatannya. Merenggut kenangan bahagia diantara kami berdua.

———

Aku menatap ombak pantai yang bergulung-gulung dengan suara khasnya. Pasir putih yang langsung bersentuhan denganku benar-benar terlihat bersih. Aku menatap lautan di hadapanku. Aku mulai berpikir, apa yang Sedang Sehun lakukan? Apa kabarnya? Apa dia baik-baik saja? Apa suatu hari nanti dia mengingatku?

Aku menyesal. Sangat menyesal.

Aku menyesal belum sempat mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya, dan aku menyesal belum mengajarinya cara membuat origami angsa yang benar-benar diinginkannya. Aku menyesal atas semua ucapan datar dan kasar yang pernah kuucapkan. Aku menyesal atas segalanya.

Semoga dia bahagia dengan sahabat baiknya yang lain. Ya, bahagialah Sehun,

Selamat ulang tahun….

-FIN-

Iklan

4 pemikiran pada “Swan Origami [Spec Sehun’s Day]

  1. Sehun amnesia T^T
    Luhan jahat T^T Kalau kamu ga nolak permintaan Sehun sebelumnya mungkin Sehun ga bakalan kecelakaan T^T
    Okay, I know this fanfic isn’t Yaoi ‘-‘
    Kutunggu karya lainnya. Fighting ^^!

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s