Fate

fate

Fate

Author : Jung Seomi | Cast : Park Chanyeol & You | Genre :  Angst, fantasy, romance, joseon era (?)

“You are My angel, thanks for saving my life from the cruel fate”

©Story Belongs To Jung Seomi | The Cast isn’t hers

_________________

 

Hai! Readerdeul! Author yang palaknya stress ini bawa FF Fantasy! Sering sih bikin Fantasy, tapi ini fantasy pertama yang lattarnya Jeoseon -_- aku juga ga nyangka bakalan bikin kek gini, udahlah

Enjoy Ya!

——

Izinkan aku bercerita tentang kisah ku padamu. Izinkan aku ungkapkan isi hati kecil ini sekali saja. Biarkan aku mengatakan apa yang ingin kuucapkan sekarang,

Dunia ini dingin, sangat dingin. Tak ada selimut yang mau menghangatkanku. Dunia ini gelap, tak ada cahaya yang sudi menyinariku.Ingin aku tenggelam di samudra luas dan kemudian tak perlu hidup lagi. Ingin aku hidup menjadi seperti yang lainnya. Tertawa, tersenyum, berteriak, dan… bahagia.

Sekelebat rasa iri mengitariku. Aku bukan orang yang di izinkan bahagia sepanjang hidupku. Aral selalu mencegat dalam setiap langkah kakiku. Dalam setiap nafas yang berhembus, di situlah letak nafas dan airmataku.

Aku tak di izinkan, tak di perbolehkan bahagia. Aku di tertawai dan di buang, sebagai sampah masyarakat. Ingin aku menangis di pelukan ibu, namun ibu telah memalingkan wajah cantiknya.

“Hei,  kau menangis hah?” Suara lain terdengar di telingaku. Dia berdiri tegap dengan siluetnya yang bisa nampak jelas di mataku.Wajahnya kian mendekat, dan aku bisa melihat jelas dirinya kini. Ia tertawa, menertawaiku.

“Kalau kau hanya berbuat jahat padaku seperti mereka, pergilah” usirku. Dia tak beranjak. Dia tetap berdiri di tempatnya dengan tatapan dinginnya. Aku bergidik ngeri.

Tak lama, sel tempat aku di penjara terbuka, kayu-kayu itu berhamburan dan terlempar ke segala arah, aku terkejut hingga terjungkal kebelakang. Aku menatapnya ngeri. Dia barusaja merusaknya dengan palu besar di tangannya.

“Pergilah, pergilah ke sebuah telaga terdekat, berendamlah disana, bersembunyilah disana, tak akan ada yang melukaimu” ucapnya. Aku tercengang.

“Mak-maksudmu?” Tanyaku tak percaya.

“Pergilah! Jangan berbalik! Kau akan selamat!”

Ia mengusirku. Aku akhirnya menurut dan meninggalkan tempatku. Selama laju lari kedua kaki ini, bayangan wajahnya selalu terpancang jelas di kepalaku. Melayang-layang dan terbang di sana.

Aku melihat telaga dan menceburkan diri. Aku berusaha menahan nafas disana. Dari tempat ini, kudengar derap kaki yang begitu banyak menuju ke dalam sel, kemudian terdengar lagi derap kaki di sertai gelak tawa. Aku semakin tercengang.

Setelah derap kaki itu menghilang, aku keluar dari telaga. Aku berlari kembali ke dalam Sel. Aku melihatnya, pemuda yang membebaskanku terkapar di lantai. Dengan panik, kakiku reflek mendekat.

“Sadarlah!” Teriakku panik. Ku tatap wajah tampannya yang berlumuran cairan merah kental. Badanku gemetar, seluruh romaku meremang, airmataku bergulatan dan memaksa keluar dari ujung mataku. Hatiku merasa perih.

Ia menatapku lemah, kemudian ia menunjukkan senyumannya. Bodoh! Ia masih sempat tersenyum di saat seperti ini? Apa dia gila?

“Jangan bergerak! A-aku akan menolongmu” ucapku takut. Tanganku gemetaran melihat darah yang mengalir lancar tanpa hambatan di seluruh tubuhnya.

“Dulu, anda pernah menolongku, nona? Kau ingat bocah ingusan yang di maki-maki oleh tuannya dan di siksa mati-matian? Aku tak akan melupakan wajahmu, nona, hari itu, aku jatuh cinta padamu.

” ucapnya lirih. Aku tercengang mencoba mencerna ucapannya.

“Namaku Park Chanyeol, terimakasih dulu menolongku, aku hanya ingin membalas budimu, karena aku terlambat, wajah indahmu kini penuh dengan luka siksaan, maafkan aku, kini, tak akan ada lagi yang menyiksamu.” Ucapnya lagi. Ia masih berusaha memamerkan senyumnya. Sedangkan aku kalang kabut melihat tubuh sekarat di hadapanku.

“Kau menolongku? Jangan bodoh! Kau mengorbankan nyawamu? Aku bahkan hanya membebaskanmu hari itu! Aku tak mengorbankan apapun!” Ucapku. Aku mulai terisak.

“Kau membuatku bisa hidup dengan baik nona, kini giliranmu, hiduplah dengan baik” ucapnya.

“Jangan lupa makan, jangan lupa mengganti hanbok mu setiap hari, jangan lupa mengobati semua lukamu, kau adalah gadis yang paling cantik di dunia noona,” ucapnya.

“Hei! Jangan katakan itu! Aku juga menyukaimu! Hei! Buka matamu!!!!!” Teriakku kesetanan. Ia mulai menutup kedua matanya. Tubuhnya melemas dan nafas terakhirnya terhembus.

“Hei! Bangun! Buka matamu! Hei!!!!” Aku berteriak tak jelas. Airmata mengalir deras di sepanjang pipiku!

“Chanyeol! Bangun!” Teriakku. Aku panik setengah hidup dengan tangan gemetar dan takut. Aku tahu Chanyeol tak akan bangun selamanya.

Kisahku tak pernah bahagia, kenapa dulu aku harus menolongnya jika akhirnya justru dia yang mati disini? Park Chanyeol, aku bahkan tak ingat kapan aku menolongmu. Kenapa takdir begitu kejam mempertemukan kami jika harus berakhir seperti ini?

Oh Tuhan, bahagiakan dia di sisi-Mu, selamat jalan, Park Chanyeol… Terimakasih…

-FiN-

Iklan

5 pemikiran pada “Fate

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s