Our Love Story in Seoul High School (Chapter 2)

Tittle                        : Our Love Story in Seoul High School  (Chapter 2)

Author         : Choi_Inji (Lee Junghee)

Length         : Chaptered

Genre          : romance, school life, family, sad (gagal), humor (maybe), gaje (banget)

Rating          : General

Main cast    :

–          Choi Inji                       (OC)

–          Kim Hyo Na                (OC)

–          Nam Jiyoung              (OC)

–          Choi Junghee              (OC)

–          Hwang Ahra                (OC)

–          Park Minjung               (OC)

–          Byun Baekhyun          (Exo K)

–          Lee Byung Hun           (Teen Top)

–          Lee Jinki                      (SHINee)

–          Lee Chunji                   (Teen top)

–          Park Chanyeol            (Exo K)

–          Kim Myungsoo            (Infinite)

Others cast : find it by your self

 List             : Chapter 1

Hai Chingudeul J, aku balik lagi.. wah, seneng banget dapet respon yang positif di chapter 1. Dan itu membuatku lebih semangat untuk melanjutkan ff ini. Gomawo ^^

Ah iya, karena ini banyak cast-nya, jadi otomatis ff ini berchapter-chapter. Aku harap chingudeul gak bosen dengan ff ini ya. Oh iya, disini aku gak ngasih side-side.an ya… biar kalian nebak sendiri si ini di-couple.in ama siapa. Ingat ya, ada 6 Couple. Ok J .Gomawo ^^

    Warning       : Typo banyak dan berserakan dimana-mana.

“DON’T PLAGIAT and DON’T BASH okJ”

~Happy Reading~

 

‘bukankah itu Jung Hee? Siapa namja itu? oh tidak, jung hee dalam bahaya’ batin Inji.

Inji melangkah mendekati Jung Hee.

Chapter 2

“apa yang kau lakukan padanya?” tanya Inji yang menjauhkan tubuh Jung hee dari seorang namja tadi.

“aku? Aku tidak melakukan apa-apa padanya.” Kata namja tadi yang bernama chunji.

“jinjja? Kalau begitu, menjauhlah darinya.” Ucap Inji dengan nada sinis.

“memangnya kau siapa ha?” tanya chunji. Inji melihat nametagnya yang bertuliskan lee chunji XI B.

“aku juga murid disini. Dan aku adalah SUNBAE-mu. Jadi, hormatilah aku sebagai sunbae-mu, dan hormatilah dia sebagai wanita. Kau mengerti?” ucap Inji tegas.

“heh, terserah kau saja. Aku juga akan pergi dari sini. BABO SUNBAE!” ucapnya lalu melangkah pergi.

“mmm.. gomawo eonni, kau telah menolongku.” Kata Jung Hee.

“kenapa kau diam saja? Harusnya kau melawan. Gwaenchana?” Ucap Inji.

“gwaenchana. Aku tak bisa melawannya. Dia.. dia..”

“dia? Dia apa?” tanya Inji

“ah, tidak. Mm.. eonni, nanti kita pulang bersama ya.” Ajak Jung Hee.

“ne. Berhati-hatilah. Aku ke kelas ya. Bye.” Ucap Inji sambil melambaikan tangannya dan melangkah pergi meninggalkan Jung hee sendirian.

Jung hee membalas lambaian tangan Inji dan segera berbalik menuju kelas.

“ehem.” Terdengar suara dehaman seorang namja. Jung hee mengangkat wajahnya, namun sedetik kemudian, ia kembali merunduk.

“kenapa kau tak katakan yang sebenarnya siapa aku padanya? Atau paling tidak, kau membela aku begitu.” ucap namja itu.

“tidak bisa chunji. Kau tau, ia sangat protektif padaku. Ia tak mengijinkaku berpacaran. Kau bisa mengerti? Lagipula, bagaimana aku bisa membelamu jika inji eonni melihatmu seperti ingin merampokku. Walaupun aku jelaskan bagaimana lagi, tetap saja ia tak akan percaya.” ucap jung hee. Ya, chunji dan jung hee

“aku mengerti. Tapi kenapa ia sangat protektif padamu?” tanya chunji heran. Jung hee menggeleng.

“aku juga tak tahu. Entahlah, untuk sementara ini, kita tetap harus menyembunyikan hubungan kita.” Ucap junghee. Chunji mengangguk. Jung hee hendak melangkah pergi. Namun dicegah oleh chunji.

“apa lagi chunji?” tanya jung hee.

“hey, aku belum jadi bicara karna kakakmu tadi.” ucap chunji.

“oh ne, kau ingin bicara apa?” tanya junghee.

“mm.. sebenarnya aku hanya ingin meminta bantuanmu saja.” Ucap Chunji

“bantuan? Bantuan apa?” tanya junghee.

“membantuku untuk mengerjakan tugasku.”

“tugas? Tugas apa? Masa’ baru masuk langsung diberi tugas?” tanya junghee kebingungan.

“tugas hukuman. Aku tadi terlambat 1 jam. Jadi, mmm… aku di beri hukuman soal yang sulit-sulit. Padahal aku belum memahami materi itu. Dan itu harus aku kumpulkan lusa. Hehe, kau mau ya. Aku mohon. Buing-buing.” Ucap chunji sambil menunjukkan aegyonya. Jung hee menghela nafas dan mengangguk.

“aa.. gomawo. Kau memang yeojachinguku yang paling baik. Aku tunggu besok sepulang sekolah ne?” tanya chunji. Jung hee mengangguk lagi.

“eh, tunggu dulu. Yeojachingu yang paling baik? Berarti yeojachingumu tidak hanya aku dong? Berarti masih ada yang baik, jahat dan paling jahat?” tanya junghee.

“bb..bukan seperti itu. maksudku.”

“hahaha.. aku hanya bercanda. Aku percaya padamu. Tapi kau juga harus buat aku lebih yakin pada cintamu ne? Biar aku lebih percaya padamu.” Ucap junghee.

“ne. Bye-bye chagi. Aku tunggu nanti ne.” ucap chunji sambil melangkah pergi. Jung hee tersenyum kecil dan beranjak dari tempatnya menuju kelasnya.

-.-.-.-

Inji berjalan menuju kelas sambil membaca buku yang baru saja ia pinjam dari perpustakaan. Sesekali ia tertawa karena isi ceritanya yang humor.

BRUKK

Inji jatuh tersungkur tak terkecuali buku kesukaannya itu. saat inji hendak mengambil buku itu, tiba-tiba buku itu sudah diinjak oleh sepatu si penabrak tadi. inji membelalakkan matanya dan mendongakkan kepalanya dengan tatapan kesal. Si penabrak itu ternyata namja. Namja itu membalas tatapan inji. Kemudian namja itu menyeringai dan pergi meninggalkan inji yang masih duduk gara-gara terjatuh tadi.

“dasar namja menyebalkan. Hah.. tak ada untungnya memarahinya ataupun kesal padanya.” Cibir inji sambil mengambil bukunya dan berdiri.

“hah.. ternyata dia naik kelas juga. Kukira tidak. Perilakunya seperti berandalan. Pintar pun tidak. tapi kenapa dinaik kelaskan ya? Hah, guru-guru disini aneh. Oh atau, jangan-jangan, guru-guru disini menaik kelaskannya karena dia tampan? Ya, aku akui dia memang tampan. Tapi itukan tidak adil. Hah, mungkin benar perkiraanku. Guru-guru disini kan rata-rata yeoja. Pantas saja. Hey, tunggu dulu. Kenapa aku jadi memikirkannya? Ah, tidak-tidak. Tidak mungkin. AAAAA…..” semua orang memperhatikan Inji. Inji yang merasa diperhatikan langsung menutupi wajahnya dengan bukunya karena malu dan berlari kecil.

-.-.-.-.-.-

Pulang sekolah

“Hee-ya!” panggil inji dari pintu gerbang.

“Inji eonni, kajja kita pulang.” Ajak jung hee.

~~~~

“mmm… eonni, aku boleh menginap di apartementmu tidak?” tanya jung heed.

“wae?” tanya inji.

“terkadang aku bosan berada di rumah. Ayah ibu pasti pulang malam. Pembantu-pembantu tak ada yang bisa diajak bicara. Sedangkan kau, kau tinggal di apartement. Aku kesepian eonni. Aku boleh menginap di apartementmu ya. Aku mohon. Boleh ya?” mohon junghee.

“hemm.. baiklah. tapi aku tak tanggung jika kau dimarahi ayah dan ibu, ne?” ucap inji. Jung hee meloncat kegirangan.

“yeay.. gomawo eonni. Eonni memang eonniku yang paling baik. Tenang saja, aku akan tanggung semua akibatnya eon.” Ucap junghee.

Apa kalian bertanya apa hubungan junghee dan inji?

Ya, mereka adalah kakak adik. Lebih tepatnya kakak adik tiri. Tidak kandung. Ayah inji menikah dengan ibu inji dan melahirkan inji. Lalu ayahnya menikah lagi dengan ibu junghee dan melahirkan junghee. Ibu inji terima, tapi inji tidak setuju dan tidak terima. Suatu hari, saat inji sudah menginjak usia remaja, ibu inji sakit keras dan berpesan pada inji untuk menjaga junghee sebaik mungkin, karena bagaimanapun jung hee adalah adiknya. Inji berjanji pada ibunya. Dan pada saat itu juga, ibu inji menghembuskan nafas terakhirnya.

Setelah kepergian ibu inji, inji menjadi lebih mandiri dan menjadi yeoja ramah, ceria dan pintar walau agak tomboy. Ia juga menjadi lebih penyayang terutama kepada jung hee. Namun, sikapnya kepada ibu junghee masih tidak berubah. Hingga ayah inji memutuskan agar inji tinggal di apartement yang sudah dibuatkan ayahnya. Inji menerima dengan lapang dada keputusan ayahnya itu. jung hee sangat sedih karena harus berpisah dengan inji, ia juga ingin ikut dengan inji. Tapi tak diperbolehkan oleh orang tuanya. Dengan alasan, Junghee masih terlalu kecil. Junghee sering merasa bosan karena tak ada yang bisa diajak bicara. Orang tuanya selalu pulang malam. Ya, jabatan orang tua jung hee dan inji adalah presdir di beberapa perusahaan.

-.-.-.-.-.-

Apartement Inji

Bukk..

“hah, lelahnya.” Keluh junghee yang langsung merebahkan dirinya di sofa dan berangin-angin menggunakan AC.

“lelah? Ck. Dasar manja. Baru jalan 3 km saja capek, apalagi sampai rumahmu.” Ejek inji.

“ya! Eonni, kau menyebalkan. Aku kan baru pertama kali jalan 3 km jauhnya. Sedangkan kau, sudah hampir 2 setengah tahun kau jalan 3 km jauhnya.” Balas junghee. Inji tersenyum mendengar ucapan adiknya dan berjalan menuju kamarnya untuk ganti baju. Beberapa menit kemudian, inji keluar dari kamarnya sambil membawa baju.

“sudah selesai berangin-anginnya?” tanya inji.

“apa’an sih eonni.” Jawab junghee. Inji tersenyum dan menyodorkan baju yang dibawanya.

“pakai ini.” ucap inji.

“gomawo. Tapi, apa eonni punya rok? Apa eonni selalu memakai celana?” tanya junghee

“rok? Hemm.. kurasa tidak. Sudahlah, pakai saja. Kau ini banyak bicara.” Kata inji sedikit membentak.

“ne, ne. Eonni jelek.” Ejek junghee.

“terus, aku peduli begitu? no way” ucap inji.

“eonni menyebalkan.” Ejek junghee lagi. Inji menjulurkan lidahnya membalas ejekan junghee. Junghee pun mengganti bajunya. Setelah selesai,

“hey, kau mau kubuatkan sesuatu? Aku lapar. Kau lapar tidak?” tanya inji.

“tentu saja eonni. Aku juga punya rasa lapar. Tapi, Aku ingin memasak bersama eonni. Boleh ya eon, plisss…” ucap junghee memohon.

“ne, kajja” jawab inji. Inji dan junghee pun menuju ke dapur. Dan mulai memasak disana.

Di dapur

“eonni, kau mau masak apa?” tanya junghee.

“mm.. molla, mungkin ikan dan sup. Apa kau mau?” tanya inji. Junghee mengangguk.

“geurae, kalau begitu kau ambil ikan dan beberapa sayuran di dalam kulkas ne.” Perintah inji. Junghee pun melangkah menuju kulkas. Junghee pun membuka pintu kulkas.

“ya eonni!” teriak junghee.

“mwo? ada apa junghee?” tanya inji sambil melangkah mendekat.

“kapan terakhir kali kau berbelanja? Kenapa di kulkasmu tidak ada isinya?” tanya junghee agak membentak.

“jinjja? Oh, mianhae. Kukira masih ada ikan dan sayuran. Hemm.. kalau begitu, kita beli saja. Kajja.” Ajak inji.

-.-.-.-.-

Di swalayan

“hemmm… kita beli apa saja ya?” tanya inji pada junghee yang mendorong kereta dorongnya.

“beli ikan dan sayuranlah tentu saja.” Jawab junghee.

“ne, kau benar. Kajja.” Ajak inji.

Di tempat ikan dan sayuran

Junghee sibuk memilih sayuran yang akan dijadikan sup sedangkan inji sibuk memilih ikan yang enak untuk dimakan bersama sup.

“yang ini, ah.. ini jelek. Kurasa sebentar lagi busuk.” Komentar inji.

“yang ini, bagus.. hah? Ya, sayang mahal sekali harganya.” Komentar inji lagi.

“aha, ini dia!” ucap inji hendak mengambil ikan tersebut. Namun, pada waktu yang bersamaan, ikan itu juga hendak diambil oleh seseorang. Hingga ikan itu dipegang oleh 2 tangan orang yang berbeda. Inji mendongakkan kepala berniat untuk mencari tau siapa pemilik tangan itu.

“NEO!!” seru keduanya (inji dan seorang yang misterius). Keduanya saling bertatap sengit.

“hey, kau! Kau harus bertanggung jawab karena telah mengotori bukuku.” Bentak inji.

“bukumu? Jelas-jelas itu buku perpustakaan sekolah.” Ucap orang yang ternyata namja yang menginjak buku perpustakaan kesukaan inji.

“tapi itu kupinjam. Jadi untuk sementara, buku itu jadi MILIKKU.” Ucap inji dengan menekankan kata milikku.

“hah, terserah. Aku mau pulang.” Ucap namja itu dengan mengambil ikan tadi lalu melangkah pergi.

“hey, hey. Tunggu. ITU IKANKU.” Teriak inji yang kemudian menjadi pusat perhatian. Inji tak menghiraukannya. Yang ia pedulikan saat ini hanyalah namja tadi dan ikannya. Inji mengejar namja tadi. inji pun berlari dan akhirnya ia berhasil menghadang namja tadi.

“hey, kau menghalangi jalanku MISS CHOI.” Ucap namja tadi dengan menekankan kata miss choi.

“sorry MR. BYUN, tapi ikan itu milikku. Karena aku yang pertama melihatnya.” Kata inji.

“tapi aku yang pertama kali mengambilnya. Jadi, aku yang berhak mempunyai ikan ini.” balas namja bermarga byun itu.

“tidak bisa, ikan itu milikku.” Ucap inji sambil mengambil paksa ikan itu dari tangan namja tadi.

“hey, tidak bisa. Ini milikku.” Balas namja tadi sambil menarik kembali ikannya.

“milikku.”

“milikku.”

“milikku.”

“EONNI.” Teriak junghee. Inji pun menghentikan aksi merebut ikan dengan namja itu dan segera menoleh ke arah junghee. sedangkan namja itu mengambil kesempatan emas ini untuk kabur. Dengan membawa ikan itu tentunya.

“hey, kau! Mau kemana kau?” teriak inji. Namun namja tadi sudah hilang.

“awas kau byun baekhyun. Akan KUBALAS kau. Heh.” Ucap inji kesal. Ya, namja yang tadi menginjak buku perpustakaan kesukaan inji dan merebut ikan darinya itu bernama byun baekhyun. Salah satu namja yang dibenci inji. Salah satu? Ya, salah satu. Karena baekhyun punya banyak teman. intinya, baekhyun punya geng. Geng yang sangat dibenci inji. Namun namja yang paling dibenci oleh inji dari geng itu ya, BYUN BAEKHYUN.

“eonni.” Panggil junghee sambil menepuk pundak inji.

“MWO? KAU TAHU, GARA-GARA KAU, NAMJA MENYEBALKAN ITU KABUR. DAN KAU TAHU DIA KABUR DENGAN MEMBAWA APA? DENGAN MEMBAWA IKANKU!!” bentak inji yang sudah terlanjur emosi. Namun ia lampiaskan pada junghee. Dan lagi-lagi, inji menjadi pusat perhatian.

“ssstt… eonni,” ucap junghee lirih dengan menempelkan jari telunjuknya di bibirnya.

“MWO?” bentak inji lagi.

“eonni, gara-gara kau kita jadi pusat perhatian.” Ucap junghee. Inji pun menyadari semua itu. sedetik kemudian ia melengkungkan sebuah senyuman.

“jeosonghamnida. Maaf kalau saya mengganggu kenyamanan anda semua. Saya mohon maaf.” Ucap inji sambil membungkuk. Junghee pun ikut membungkuk dan mengikuti inji yang sedang melangkah pergi.

“hah, eonni. Kau ini.” kesal junghee.

“hiks..hikss..” isakan inji.

“eh, inji eonni. Kau kenapa? Apa yang terjadi padamu? Maaf kalau aku membentakmu tadi. aku tak bermaksud begitu. aku hanya..”

“bukan.. aku menangis bukan karna kau.. hikss…” ucap inji sambil menyeka air matanya.

“lalu kenapa?” tanya junghee kebingungan.

“namja tadi.” ucap inji

“namja? Nuguya?” tanya junghee kebingungan.

“hiks.. byun.. hiks.. baekhyun..” jawab inji terisak-isak.

“byun baekhyun? Nuguya? Apa kau disakiti olehnya? Mana-mana yang sakit?” tanya junghee yang masih kebingungan.

“anio.. hiks.. dia tak menyakitiku.. hiks.. Tapi hikss. membawa.. hiks.. ikanku.. huwaaaa…” tangis inji semakin kencang.

“aigoo.. aigoo.. sstt.. eonni, jangan menangis disini.” Kata junghee menenangkan inji. Namun inji semakin kencang menangisnya.

“geurae, akan kubelikan yang lebih bagus dari itu. sekarang eonni diam ne.” Kata junghee. Seketika inji terdiam.

“jinjja? Yakseok? Aaa… gomawo..” kata inji senang.

“omo! Eonni ku ini memang benar-benar aneh.” Ucap junghee. Inji tersenyum-senyum gaje.

“kajja.” Ajak junghee.

-.-.-.-.-.-.-

 “haha, yeoja babo. Kau tak akan pernah bisa kalah dariku.” Ucap baekhyun dengan bangga.

“ya baekhyun! Cepatlah!”

.

.

.

TBC

Gimana? Mmm.. disini emang belum muncul semua couple. Tapi, nanti disaat-saat tertentu akan ada semua. Ok, gitu aja dulu. Gomawo sudah baca. Dan, PLEASE RCL and DON’T BASH.

Iklan

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s