Our Love Story in Seoul High School (Chapter 3)

Gambar

Tittle             : Our Love Story in Seoul High School  (Chapter 3)

Author         : Choi_Inji (Khaerisma)

Length         : Chaptered

Genre          : romance, school life, family, sad (gagal), humor (maybe), gaje (banget)

Rating          : General

Main cast    :

–          Choi Inji                       (OC)

–          Kim Hyo Na                (OC)

–          Nam Jiyoung              (OC)

–          Choi Junghee              (OC)

–          Hwang Ahra                (OC)

–          Park Minjung               (OC)

–          Byun Baekhyun          (Exo K)

–          Lee Byung Hun           (Teen Top)

–          Lee Jinki                      (SHINee)

–          Lee Chunji                   (Teen top)

–          Park Chanyeol            (Exo K)

–          Kim Myungsoo            (Infinite)

Others cast : find it by your self

List               : Chapter 1 l Chapter 2

Hai Chingudeul J, aku balik lagi..

Masih seperti biasa, disini aku gak ngasih side-side.an ya… biar kalian nebak sendiri si ini di-couple.in ama siapa. Ingat ya, ada 6 Couple. Ok J .Gomawo ^^

Warning       : Typo banyak dan berserakan dimana-mana.

DON’T PLAGIAT and DON’T BASH okJ”

~Happy Reading~

 

Chapter 3

“haha, yeoja babo. Kau tak akan pernah bisa kalah dariku.” Ucap baekhyun dengan bangga.

“ya baekhyun! Cepatlah!” teriak seorang wanita paruh baya.

“ne eomma.” Jawab baekhyun.

“baekhyun? Apa yang kau bawa ini hah? Aku memintamu untuk mengambil cumi-cumi bukan ikan.” Kata eomma.

“ha? Tapi di daftar ini tertulis ikan eomma.” Elak baekhyun.

“mwo? jinjja? Ah, mian, aku sudah rabun. Kalau begitu kembalilah untuk mengambil cumi-cumi dan kembalikan ikan ini. kita tak butuh ikan.” Perintah eomma baekhyun.

“mwo? aaa.. ne.” Ucap baekhyun pasrah.

‘hah menyebalkan. Sudah susah-susah merebut ikan dari yeoja babo itu, malah harus dikembalikan. Menyebalkan sekali.’ Gerutu baekhyun dalam hati.

-.-.-.-.-.-

Di apartement (malam hari)

Inji sibuk membaca buku kesukaannya tadi . ya, walaupun masih ada bekas injakan namja yang bernama byun baekhyun tadi di sampul buku itu. sedangkan junghee, junghee sibuk memainkan game di tabletnya. Namun, lama-kelamaan ia bosan. Ia memandang inji yang sedang asik membaca buku kesukaannya itu.

“eonni.” Panggil jung hee.

“hemm..” balas inji.

“eonni, bisakah kau meletakkan bukumu itu dan mengobrol denganku?” tanya junghee kesal. Inji menoleh pada adik tirinya itu. sedetik kemudian ia tersenyum dan meletakkan bukunya di meja samping tempat tidurnya.

“ne. Apa yang ingin kau bicarakan hee-yaku sayang?” tanya inji. Jung hee terkekeh geli.

“eonni. Tadi kau bicara soal byun baekhyun. Siapa byun baekhyun itu? chingu eonni? Atau sahabat eonni? Atau jangan-jangan namjachingu eonni?” tanya junghee penuh selidik.

“mwo? hey, kenapa kau bisa bicara seperti itu?” tanya inji.

“hehe. Lalu siapa byun baekhyun itu?” tanya junghee.

“dia itu namja seangkatanku. Dia kelas XII B.” jawab inji.

“oouww.. apa kau menyukainya?” tanya junghee.

“mwo? apa kau bilang? Wekk.. aku tak akan pernah menyukainya. Dia itu musuhku hee-ya.” Jawab inji.

“musuh? Aku baru tahu kalau eonni punya musuh. Memang kenapa eonni bermusuhan dengan namja yang bernama byun baekhyun itu?” tanya junghee lagi.

“dia itu menyebalkan. Dari pertama masuk sekolah sampai sekarang dia tak henti-hentinya menjailiku dan teman-temanku. Maka dari itu, aku membencinya. Lagian, aku juga bingung. Kenapa orang seperti dia dinaik kelaskan ya? Pintar tidak, rajin tidak. Dia malah paling malas dan paling babo.” Jelas inji panjang lebar.

“tapi eon, walaupun kau bilang dia paling malas dan paling babo, tapi tetap saja dia ada pintarnya dan rajinnya. Mungkin dia unggul di bidang lain.” Terang junghee.

“hemm.. kau benar juga. Dia hebat dalam hal bernyanyi dan dance. Dia juga pintar memainkan alat musik.” Jawab inji tidak sadar.

“ehem.. katanya musuh, koq perhatian ya?” sindir junghee.

“apa’an sih? Perhatian? Ya nggaklah. Suka aja enggak malah benci banget.” Kata inji.

“eh eon, aku kasih tau ya. Jangan terlalu benci, ntar karma lo. Ntar jadi cinta. Oo.. eonniku masuk kategori ‘BENCI JADI CINTA’ hahahaha” tawa lepas junghee.

“neo!” inji pun menggelitiki junghee. Junghee semakin tertawa kencang.

“ahahaha.. ampun eonni.. ahahahaha.. ok ok, aku tak akan menyindirmu lagi.” Ucap junghee yang sukses menghentikan glitikan inji. Junghee pun berhenti tertawa.

“hey, chunji tadi siapa?” tanya inji tiba-tiba.

“chunji? Dd..da..dari mana eonni tau?” tanya junghee.

“bukankah aku tadi menolongmu dari serangannya? Tentu saja aku tau. Aku tadi juga sempat melirik nametagnya.” Jawab inji.

“ooo..oo.. itu. ya, ya chunji itu.. ee.. chunji itu chinguku.. ya, chinguku. Dia dulu sunbaeku di JHS. Dan ternyata, ia juga jadi sunbaeku disini.” Jawab junghee gelagapan.

“jinjja? Lalu kenapa kau mejawab pertanyaanku dengan gelagapan? Kau bohongkan padaku. Hey, ingtlah, eonnimu ini tak pandai dibohongi. Apalagi olehmu yang tak pandai berbohong. Biar kutebak, chunji itu bukan hanya sunbaemu namun juga NAMJACHINGUMU. Aku benar kan?” tanya inji dengan nada santai.

“mmm.. kau memang benar eon.” Jawab junghee pasrah.

“sudah berapa lama?” tanya inji.

“mm.. pada waktu itu, aku masih di JHS. Lalu, saat itu aku ikut menghadiri acara kelulusan sunbae. Pada saat aku akan pulang, chunji oppa mencegahku dan menyatakan perasaannya padaku. Aku tak bisa menjawab karna aku terlalu gugup. Akhirnya aku kabur. Namun, di lain hari, aku bertemu dengannya lagi. Dia tetap ramah padaku dan mengajakku untuk berjalan-jalan. Pada saat itu juga, chunji oppa menanyakan apakah aku mau jadi yeojachingunya atau tidak. Walaupun aku masih gugup, tapi aku senang. Karena aku juga menyukainya. Dan pada saat itu juga aku mengangguk yang berarti aku mau. Dan ternyata, aku malah 1 sekolah bersama dia di SHS.” Jelas junghee panjang lebar.

“ck. Aku hanya bertanya sudah berapa lama kau berpacaran, tapi kau menjawabnya terlalu detail. Malah menjelaskan semuanya padaku. Padahal aku tak memintanya. Tapi walaupun begitu, aku tetap menjadi pendengar yang baik.” Ucap inji.

“emmm.. apa eonni marah kalau aku berpacaran?” tanya junghee yang masih agak takut melihat inji.

“memang aku pernah memarahimu? Aku tak akan memarahimu sampai kapanpun. apapun keputusanmu jika itu tidak membuatmu sedih, aku akan selalu mendukungmu.” Ucap inji bijak.

“tapi.. bukankah selama ini eonni tidak mengijinkanku untuk berpacaran?” tanya Junghee.

“ne, dan masih sampai sekarang.” Jawab Inji.

“masih? Maksudnya?”

“maksudku, aku tidak akan mengijinkanmu berpacaran jika hal itu membuatmu sedih. Lagipula, sekarang kau sudah besar. Aku yakin kau sudah pintar dalam memilih pasangan.” Ucap Inji.

“Eonni.. eonni jangan begitu. aku tidak akan sedih. Aku yakin, Chunji tidak akan menyakitiku. kau memang eonniku yang paling baik.” Kata junghee seraya memeluk inji.

“tapi, aku harus berpesan kepadamu. Jika chunji menyakitimu, bicaralah padaku. Aku akan selalu melindungimu. Arraseo?” ucap inji. Junghee pun mengangguk dan memeluk inji lebih erat.

‘aku hanya tak mau kau merasakan apa yang pernah kurasakan junghee’ batin inji.

-.-.-.-.-.-

“hyona-ya, cepatlah!” teriak L.Joe yang sudah menunggu hyona dari tadi.

“tunggu sebentar.” Balas hyona. Tak lama kemudian, hyo na keluar dengan sepedanya.

“kajja joe-ya.” Ajak hyona tanpa memberhentikan sepedanya.

“ck. dasar anak itu. selalu saja bangun terlambat. Hah.. kenapa aku menyukai gadis malas itu?” tanya L.Joe pada dirinya sendiri.

“joe-ya, kau mau disitu terus? Nanti kita terlambat. Cepat. Kajja.” Teriak hyona dari kejauhan. L.Joe pun mengayuh sepedanya dan menyusul Hyona yang sudah di depan.

~~~~~~

“kau. Kenapa kau masih terlambat bangun huh?” tanya L.Joe kesal.

“hehe, kan sudah kubilang kemarin. Susah mengubah sifat burukku itu.” jawab hyona enteng.

“sebenarnya apa yang kau lakukan pada malam hari hingga kau selalu bangun kesiangan?” tanya L.Joe penuh selidik.

“kau kenapa sih? Jangan mencurigaiku begitu dong. Kau kan tahu kalau aku itu suka tidur. Bahkan aku bisa tidur berjam-jam jika tak ada yang membangunkan.” Jawab hyona

“hah, kau mau dibangunkan atau tidak, itu sama saja.” Ucap L.Joe. hyona hanya nyengir.

“hey, apa temanmu yang bermata kecil itu juga naik kelas?” tanya hyona.

“mata kecil? Nuguya? Temanku yang bermata kecil banyak. Aku juga bermata kecil.” Jawab L.Joe.

“aigoo.. menurutku temanmu yang bermata kecil ya Cuma Byun Baekhyun. Aku kan hanya mengenalnya. Ah, ani. Aku juga mengenal jinki dan kawab baru di gengmu itu mm… park chanyeol, ne?” tanya hyo na.

“ne. Park chanyeol. Hey, tapi, jinki juga bermata kecil.” Elak L.Joe.

“ani, bukan bermata kecil, tapi sipit.” Elak hyona dengan mantap.

“hah, ne geurae.” Jawab L.Joe pasrah.

“hey, kau belum jawab pertanyaanku joe-ya.” Ucap hyona agak kesal.

“pertanyaan? Oo.. pertanyaan apa baekhyun naik kelas?” tanya L.Joe. hyona mengangguk.

“jelas. Dia itu pintar. Pasti dia naik kelas.” Jawab L.Joe

“pintar? Pintar apa? Di kelasmu saja dia nomor 2 dari bawah.” Elak hyona. L.Joe terkekeh.

“ya! Kenapa kau malah tertawa? Aku benarkan?” tanya hyona.

“biar kuberitahu kau sesuatu. Jangan melihat orang itu dari matamu namun dari hatimu. Karena mata itu bisa meracuni pikiranmu. Hanya hati, yang dapat jujur padamu.” Kata L.Joe bijak.

“wwwaaaahh.. kau dewasa sekali.” Puji hyona.

“tapi, aku masih bingung dengan perkataanmu.” Ucap Hyona kebingungan. L.Joe mendengus kesal.

“makanya, jangan tidur saja yang ada dipikiranmu. Yang lain juga harus dipikir.” Kata L.Joe sedikit membentak. Hyona mengerucutkan bibirnya.

“tapi aku penasaran L.Joe. beritahu aku. Aku mohon. Buing-buing.” Ucap hyona sambil menunjukkan aegyonya pada L.Joe.

“baik, tapi aku hanya mengatakannya sekali. Jadi kau harus memasang telingamu dengan benar dan perhatikan baik-baik. Byun baekhyun yang kau sebut orang bermata kecil itu, tidak bodoh, dia pintar bahkan lebih pintar dari jinki ataupun inji yang selalu ia musuhi. Namun, ia tak mau menunjukkan kepintarannya pada orang banyak. Itu karena ia sangat rendah hati. Sudah jelas? Arraseo?” tanya L.Joe. hyona mengangguk.

“mm.. rendah hati? Aku tak pernah tahu bahwa baekhyun itu baik. Dia selalu jail.  Dia jahat. Sangat jahat.” Ucap hyona.

“sejahat apa? Kau perlu tahu. Mm.. sebenarnya ini adalah rahasia geng. Tapi karena kau adalah orang yang sangat kupercaya dan juga sebagai yeojachinguku, aku akan memberitahumu. Apa kau mau berjanji padaku agar tak memberi tahu yang lain termasuk inji?” tanya L.Joe. hyona mengangguk mantap.

“bagus. Kupegang janjimu. Jadi, baekhyun itu. ya, dia anak konglomerat. Tentu saja dia kaya. Namun, dia tak mau tinggal bersama orang tuanya. Dia ingin hidup mandiri. Dia paling benci dengan bodyguardnya yang selama ini mengekangnya. Hingga ia memutuskan untuk tinggal di apartementnya. Namun tak semudah itu, ia harus membujuk orang tuanya agar mau melepas baekhyun. Namun jika orang tuanya selalu memintanya untuk membantunya, ia akan kembali untuk membantu orang tuanya. Baekhyun adalah orang paling hebat yang pernah kutemui di dunia ini. ia menutupi semua kehampir sempurnaannya. Dan itu berhasil. Buktinya, selama ini, hanya aku dan jinki yang tahu rahasia besar baekhyun.” Ucap L.Joe panjang lebar.

“waw.. aku tak pernah tau itu. tapi kenapa dia mengorbankan kepintarannya dengan menjadikan dia nomor 2 dari bawah untuk tingkat kepintaran?” tanya hyona.

“satu-satunya hal yang kuketahui alasan mengapa dia meakukan itu. dia ingin menjadi namja layaknya namja biasa yang bisa hidup bebas dan tak ada pengekangan. Dan dia mencoba semua tingkah laku para namja yang ia lihat.” Ucap L.Joe lagi.

“berarti, baekhyun dulu tidak seperti sekarang? Pasti dia lebih sopan dan bertata krama layaknya para konglomerat. Aku benarkan?” tanya hyona. L.joe hanya mengangguk dan tersenyum.

“lalu, bagaimana dengan masa depannya?” tanya Hyona

“maksudmu?” tanya L.Joe balik.

“ya… bagaimana dengan masa depannya jika di SHS dia mengorbankan kepintarannya?” tanya Hyona.

“bukankah sudah kubilang? Baekhyun itu anak yang pintar. Sangat pintar. Dan dia juga anak konglomerat. Tentu saja masa depannya terjamin.” Terang L.Joe. hyona mengangguk-anggukan kepalanya dengan memasang mulut berbentuk ‘O’.

“tapi, apa baekhyun punya saudara?” tanya hyona.

“molla. Dia tak menceritakan tentang saudaranya.” Jawab L.Joe.

“ow.. mm.. kurasa baekhyun terlalu jahat.” Ucap hyona tiba-tiba dengan nada childishnya.

“maksudmu? Jahat? Jahat bagaimana?” tanya L.joe kebingungan.

“iya, dia jahat. Dia sering sekali menjaili teman-temanku. Terutama In Ji. Kasihan sekali dia. Ah, sampai-sampai mereka bermusuhan. Untung saja mereka tidak satu kelas, coba kalau satu kelas, yang ada kelas mereka hancur.” Ucap hyona sambil bergidik ngeri.

“ya, entahlah sampai kapan mereka bisa berdamai. Bagaimana denganmu? Kau sering dijaili olehnya?” tanya L.Joe.

“Dia tak mungkin menjailiku karena ia tahu kalau aku yeojachingumu. Mungkin ia takut kalau dimarahi kau.” Jawab hyona. L.Joe terkekeh.

-.-.-.-.-.-

Di sekolah

L.Joe dan hyona memakirkan sepedanya.

PUK. Seseorang menepuk pundak L.Joe. L.Joe dan hyona menoleh.

“annyeong Joe-ya, annyeong chingunya yeoja babo.” Sapa seorang namja dengan wajah ceria.

“annyeong baekhyun-ah. Eh, tadi kau memanggilku apa? Chingunya yeoja babo? Siapa yeoja babo?” tanya hyona.

“sudahlah, lebih baik kau ke kelas sekarang. Kita bertemu lagi nanti.” Kata L.Joe.

“geurae. Annyeong joe-ya, annyeong baekhyun-ah.” Pamit hyona sambil melngkah pergi. L.Joe menoleh pada baekhyun yang masih memasang wajah ceria. L.Joe memandangnya penuh keheranan.

“kau kenapa? Ceria sekali.” Ucap L.Joe bingung.

“memang tidak boleh ya kalau orang ceria? Bukankah kita harus selalu mengawali hari dengan ceria dan semangat?” tanya baekhyun masih dengan wajah cerianya.

“ya kau benar. Tapi baru kali ini, wajah ceriamu ini beda sekali.” Ucap L.joe.

“hah, sudahlah. Kajja kita ke kelas. Mungkin jinki sudah menunggu.” Ajak baekhyun.

-.-.-.-.-.-

Sebelum Pelajaran

Inji melangkah masuk menuju kelasnya.

“sepi. Kemana semua orang?” tanyanya pada dirinya sendiri. Inji pun mengangkat tangan kirinya berniat melihat jam tangan yang terpasang di tangannya.

“padahal 10 menit lagi masuk. Kelas IPA tidak ada, kelas olahraga tidak ada, kelas…”

DUAARRR

“AAAAAAA….”

Inji yang baru melangkahkan kaki itu terkejut setengah mati karena mendengar suara letusan balon yang ia injak sendiri.

“BWAHAHAHA…. SAENGIL CHUKKAE HAMNIDA!! HEI YEOJA BABO, TIUP LILINNYA, JANGAN LUPA MAKAN KUENYA JUGA YA. AHAHAHA” teriak baekhyun dari pojok meja belakang yang menjadi tempat persembunyiannya tadi. inji pun geram.

“Byun Baekhyun….. AKU TIDAK BERULANG TAHUN HARI INI!!!” teriak inji.

“jinjja? Oh begitu ya? Ya sudah kalau begitu. aku akan..”

“KELUAR!” teriak inji lagi sembari menunjukkan tangannya ke arah pintu.

“memang aku akan keluar. Tidak kau suruh pun aku akan keluar! Sampai jumpa di lain kesempatan Miss Choi!” ucap Baekhyun sambil melenggang pergi dengan berjalan santai. Inji pun semakin geram. Tapi tak ia hiraukan hal tersebut.

Inji segera menuju bangkunya. Dan segera duduk di kursinya tersebut. Tapi…

‘WWEEBEKK…WEBEKK…’

“AAAA…”

Sekali lagi Inji teriak. Dan segera berlari ke belakang kelas menghindari katak-katak yang sedang melompat-lompat itu. katak? Ya, yang menyebabkan Inji berteriak adalah katak-katak yang berasal dari laci bangku Inji.

“BWAHAHAHA… mm.. mianhae. Kurasa katak-kataknya Chanyeol ketinggalan.” Ucap Baekhyun.

“ini semua pasti kerjaanmu kan? bawa pergi katakmu itu. mereka menjijikan.” Ucap inji.

“menjijikkan ya? hmmm” ucap baekhyun yang nampak berfikir sebentar. Baekhyun pun segera mengambil salah satu katak dan berniat untuk menakut-nakuti Inji. Sedangkan Inji, karena sudah tahu niat Baekhyun, Inji segera mengambil sapu yang ada di belakangnya.

“jjj…jangan mendekat. Jauhkan katak itu! jauhkan! Atau.. atau kau akan aku pukul dengan sapu ini.” ucap Inji.

“coba saja kalau bisa!” ucap baekhyun sambil menyeringai.

TEEETTTT

Baekhyun dan Inji menoleh bersamaan. Inji merasa lega. Sedangkan baekhyun memasang wajah datar.

“huft.. kau tidak dengar? Bel sudah berbunyi. Sana masuk kelas!” ucap Inji.

“aku santai saja. Seharusnya kau yang aku begitukan. Kau ini kan terkenal dengan yeoja disiplin, kenapa kau tak ke ruang musik sekarang?” ucap Baekhyun.

“musik? OH TIDAK!! Gomawo baekhyun!” ucap Inji tak sadar yang langsung buru-buru berlari menuju ruang musik. Baekhyun memasang wajah heran.

“benar-benar disiplin. Eh, tadi dia berterima kasih kepadaku? Hmmm.. biarkan saja. AIK.. kenapa tasnya tak ia bawa?” tanya baekhyun pada dirinya sendiri.

‘hmm.. apa aku bawa saja? Kan sekalian, aku bisa melihat kemampuannya di bidang musik. Kkkk.’ Kata baekhyun dalam hati.

SKIP

Ruang Musik

‘just a smile and the rain is gone

can hardly believe it (yeah)’

“suara siapa itu? merdu. Ya, merdu sekali.” Ucap baekhyun pada dirinya sendiri. Baekhyun pun berusaha mengintip dari jendela. Sedetik kemudian, ia tahu siapa yang menyanyi. Baekhyun pun membelalakkan matanya.

“Inji?”

.

.

.

.

TBC

Gimana? Gak banyak cincong Cuma mau bilang “PLEASE RCL and DONT BASH” gomawo J

Iklan

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s