Our Love Story in Seoul High School (Chapter 5)

Gambar

Tittle               : Our Love Story in Seoul High School  (Chapter 5)

Author         : Choi_Inji (Khaerisma)

Length         : Chaptered

Genre          : romance, school life, family, sad (gagal), humor (maybe), gaje (banget)

Rating          : General

Main cast    :

–          Choi Inji                       (OC)

–          Kim Hyo Na                (OC)

–          Nam Jiyoung              (OC)

–          Choi Junghee              (OC)

–          Hwang Ahra                (OC)

–          Park Minjung               (OC)

–          Byun Baekhyun          (Exo K)

–          Lee Byung Hun           (Teen Top)

–          Lee Jinki                      (SHINee)

–          Lee Chunji                   (Teen top)

–          Park Chanyeol            (Exo K)

–          Kim Myungsoo            (Infinite)

Others cast : find it by your self

List Chapter : 1 l 2 l 3 l 4

Hai Chingudeul J, aku balik lagi.. Mian, untuk chapter ini kalian nunggu lama. biasa… sibuk dengan pekerjaan.. sok sibuk ya? ya gak pa pa lah..

udah ah, yang jelas masih seperti biasa, disini aku gak ngasih side-side.an ya… biar kalian nebak sendiri si ini di-couple.in ama siapa. Ingat ya, ada 6 Couple. Ok J .Gomawo ^^

 

    Warning       : Typo banyak dan berserakan dimana-mana.

“DON’T PLAGIAT and DON’T BASH okJ”

 

~Happy Reading~

 

Chapter 5

“Yeoja babo? Ireona. Jangan pingsan disini. Hey, Yeoja babo!” Inji tak bergeming.

“Aigoo… INJI IREONA!” teriak baekhyun. Inji tetap tak bergeming.

Melihat kondisi Inji yang sepertinya tak sadarkan diri, Baekhyun pun menggendong Inji sampai UKS. Sesampainya di UKS, Baekhyun pun membaringkan Inji ke tempat tidur. Dilihatnya wajah Inji. Pucat. Ya, itu pikir baekhyun.

“chanyeol! Kau bisa tolong aku? Periksa keadaannya!” ucap Baekhyun dengan menunjuk seorang yeoja yang sudah berada di tempat tidur.

Chanyeol adalah penjaga UKS. Jadi, jika ada yang sakit, maka dia yang akan menanganinya. Cita-citanya memang menjadi seorang dokter.

Chanyeol mendekati Inji dan segera memeriksa keadaan Inji.

“apa dia baik-baik saja?” tanya baekhyun tiba-tiba. Chanyeol menganggukkan kepalanya.

“dia hanya kelelahan. Apa yang terjadi?” tanya chanyeol

“dia dihukum oleh jang seongseonim. Dan hukumannya, berdiri di depan bendera dengan posisi hormat.”

“wah, kasihan sekali.”

“ya.. begitulah.. dan dia pingsan karena ada yang melempar bola basket ke arahnya.”

“penderitaan yang bertubi-tubi”

“ya.. mm.. kasihan juga dia. Masalahnya, aku tadi sempat…”

“sempat mengganggu dan mengejeknya kan?” tebak chanyeol. Baekhyun mengangguk.

“aku tahu baek. Untuk sementara waktu, biarkan dia beristirahat. Jangan penuhi otaknya dengan semua ejekanmu, ne? Aku ingin kembali ke kelas. Apa kau akan menemani Inji? Ya.. mungkin sampai teman Inji datang. Ah iya, kalau dia sudah siuman, cepat berikan air putih. namun jika dia merasa pusing atau demam, beri saja obat ini.” ucap chanyeol panjang lebar.

“ne. Gomawo chanyeol!” ucap Baekhyun.

“ne. Cheonma. Jaga dia dengan baik.” Chanyeol segera keluar dari UKS dan kembali ke kelas.

Baekhyun mengalihkan pandangannya ke Inji. ‘pucat’ masih itu yang ada di pikiran baekhyun. Baekhyun meletakkan air putih dan obat yang ada di tangannya ke meja dekat Inji tidur. Lalu, Baekhyun mengambil sebuah kursi dan diposisikan kursi itu disamping tempat tidur Inji yang kemudian ia duduki kursi tersebut. Baekhyun menatap Inji dalam.

“hah.. merepotkan saja kau ini. heh.. lucu sekali. Jika kau tahu yang ada di sebelahmu ini adalah musuhmu sendiri, kau pasti akan menendangku sampai Afrika. Kau tahu? Kau itu cantik kalau kau tidak cerewet. Jika boleh aku berkata sejujurnya, kau itu sangat cerewet. Sangat sangat sangat sangat sangat cerewet. Walau dari luar kelihatannya kau sangat dingin, tapi di dalam kau sangat cerewet. Aku heran, kenapa kau bisa disukai banyak namja disini? Padahal kau tidak terlalu cantik. Yah, cantik jika diam. Yah, kau memang pintar. Tapi tetap saja kau babo. Kau tidak feminim. Kau juga tidak terlalu tomboy. Tapi lebih ke tomboy. Yah, itu menurutku. Ya… itu pemikiranku tentangmu. Bagaimana pemikiranmu tentangku? Apakah dipikiranmu aku seorang namja yang jail? Jahat atau bagaimana? Aku ingin sekali tahu. Tapi tak mungkin kalau kau mengatakannya padaku. Apalagi langsung. Tapi aku yakin, pasti ada positiv thinking darimu tentangku. Iyakan?”

“geurae. Cepat sadar yeoja babo. Aku masih ingin menjailimu. Kau tahu.”

CKLEK.

“INJI!” teriak jiyoung. Ia masuk bersama jinki dan L.Joe.

“aigo. Inji. Ya bakhyun-ah! Kenapa dia bisa pingsan? Kau apakan dia ha?” tanya jiyoung dengan membentak.

“mwo? hey, kau dan yeoja babo ini harus berterima kasih padaku, karena aku membantunya dengan menggendongnya sampai sini. Dia ini berat sekali. Badanku pegal karena menggendongnya tadi.” kata baekhyun sambil meregangkan tubuhnya.

“menggendongnya?” ucap L.Joe sambil menyeringai. Baekhyun melihat L.Joe dan menjadi salah tingkah sendiri.

“ii..ii.iya, menggendongnya. Kalau aku tak menggendongnya, yang ada aku dikira tak berperikemanusiaan.” Ucap baekhyun. L.Joe menahan ketawanya sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Jinki dan jiyoung hanya saling menatap sambil memasang wajah kebingungan. Sedetik kemudian, jinki dan jiyoung sama-sama mengangkat bahunya. Jiyoung kembali menoleh pada Inji.

“emm.. aku harus membeli makanan. Aku ke kantin dulu ne, jaga Inji ne.” Ucap jiyoung sambil melangkah pergi.

“aku.. aku ikut denganmu jiyoung.” Ucap jinki sambil mengejar jiyoung yang belum jauh dari situ.

Kini hanya ada L.Joe, baekhyun dan Inji yang masih belum membuka matanya saja di UKS. L.Joe masih senyum-senyum tak jelas sambil menatap baekhyun. Baekhyun risih ditatap L.Joe.

“kenapa kau melihatku seperti itu? kk..kenapa kau senyum-senyum sambil menatapku seperti itu? atau jangan-jangan, kau mulai suka padaku? Oh tidak, aku tahu aku tampan. tapi kau jangan menyukaiku. Aku mohon. Aku masih normal joe-ya. Ampun. Aku mohon jangan menyukaiku. Aku tidak menyukai sesama jenis. Lagian, kau kan sudah punya hyo na. Aku mohon, jangan menyukaiku.” Ucap Baekhyun sambil menutup matanya dengan mengacungkan tangannya seperti posisi memohon #tahu ya? Aku harap tahu. Itu loh, kalau orang-orang yang beragama kong hu chu atau hindu, saat menyembah gitu.

L.Joe masih senyum-senyum tak jelas, namun sekarang sudah memalingkan wajahnya dan tak lagi menatap baekhyun. Baekhyun membuka sebelah matanya.

“kau gila?” tanya baekhyun tiba-tiba.

“BWAHAHAHAHA..” tawa L.Joe akhirnya meledak.

“kau, kau kenapa? Apa kau benar-benar gila? Kenapa tertawa seperti itu?” tanya baekhyun.

“bwahahaha.. kau, kau.. hahaha.. baekki.. kau..hahaha” ucap L.Joe yang masih saja tertawa.

“kau? Kau? Kau apa? Bisakah kau berhenti tertawa dan bicara dengan jelas?” tanya baekhyun.

“ne, ne.” L.Joe menghentikan aktivitas tertawanya. Ia menghela nafas beberapa kali. Baekhyun memandangnya dengan wajah penasaran.

“kau, kau, kau menyukainya kan?” tanya L.Joe sambil menyeringai.

“mwo? menyukai siapa? Nuguya?” tanya baekhyun bingung.

“CHOI INJI. Yeoja babo-mu.” Jawab L.Joe masih menyeringai.

“mwo? suka? Cih, kenapa aku menyukai gadis tomboy dan Babo seperti dia? Masih banyak yeoja yang lebih cantik dan seksi daripada dia.” Ucap baekhyun kesal.

“jinjja? Kau tak akan mengelak setelah mendengarkan ini” ucap L.joe sambil mengeluarkan handphonenya dari sakunya.

“hah.. merepotkan saja kau ini. heh.. lucu sekali. Jika kau tahu yang ada di sebelahmu ini adalah musuhmu sendiri, kau pasti akan menendangku sampai Afrika. Kau tahu? Kau itu cantik kalau kau tidak cerewet.

“bb… bukankah itu..”

“yap, benar sekali.. perkataanmu barusan kepada yeoja cantik yang sedang terbaring disini.”

“bb.. bagaimana bisa?”

“hey, aku L.Joe. aku ini cerdik. Kurekam semua perkataanmu. Aku tidak sengaja lewat dan melihatmu dengan chanyeol sedang berbicara dan inji yang sedang berbaring di tempat tidur. Dan kau tahu? Perkataanmu tadi bagus sekali. Aku merekamnya dari awal sampai akhir. Kau mau dengar?”

“Jika boleh aku berkata sejujurnya, kau itu sangat cerewet. Sangat sangat sangat sangat sangat cerewet. Walau dari luar kelihatannya kau sangat dingin, tapi di dalam kau sangat cerewet”

“kau.. berani sekali kau. Hapus rekaman itu!”

“oups.. sayangnya, aku tak mau teman. aku ingin menjadikan ini sebagai moment.”

“moment?”

“iya moment. Ahahaha.. kau lihat saja besok. Haish sudahlah, jawablah pertanyaanku. Kau menyukai Inji kan?”

 “lalu kenapa kau baik padanya?” tanya L.Joe masih menyeringai.

“itu.. itu.. karena, mm.. itu karena aku masih memiliki jiwa manusiawi.” Ucap baekhyun dengan muka meyakinkan. L.Joe mengangkat sebelah alisnya. Namun sedetik kemudian, ia kembali menyeringai.

“jinjja? Tapi bukankah kau bilang kau membencinya? Kau sering menjahilinya dan mengejeknya. Kukira kau mulai menyukainya.” ucap L.Joe.

“ya joe-ya! Bukankah sudah kubilang, aku tak menyukainya. Dia babo.” Ejek baekhyun.

“jinjja? Berarti kalau suatu saat dia diambil oleh namja lain kau tak apa?” tanya L.Joe.

“kau ini bicara apa? Jelas aku akan berkata, yes, i’am totally sure.” Jawab baekhyun.

“kuperingatkanmu, kau tak akan tahu apa yang akan terjadi kelak, bisa saja INJI adalah JODOHmu, jadi aku hanya menyarankan, berhati-hatilah dengan ucapanmu tadi. ARRASEO?” ucap L.Joe sambil melenggang pergi meninggalkan baekhyun yang masih terbengong.

“eh.” Baekhyun menoleh ke arah Inji yang ternyata sudah bangun dari pingsannya.

“Inji?” baekhyun mendekati Inji yang memegangi kepalanya.

“eh, aku dimana?” tanya inji yang hendak duduk. Baekhyun membantu Inji duduk.

“kau di UKS. Tadi kau terkena bola basket. Jadi aku membawamu kesini.” Ucap baekhyun.

“oh, gomawo.” Ucap Inji dengan suara parau dan tak menyadari bahwa namja itu adalah baekhyun, musuhnya.

“mm.. gwaenchana?” tanya baekhyun khawatir.

“pusing.” Keluh Inji. Ya, Inji tak tahu bahwa yang ada disampinya saat ini adalah baekhyun karena dia masih pusing dan tak bisa melihat dengan jelas benda ataupun makhluk (?) disekitarnya.

Baekhyun mengecek dahi Inji, ternyata Inji demam. Dengan segera, Baekhyun mengambil obat pemberian chanyeol yang ia letakkan di meja beserta air putih yang sudah disiapkan oleh chanyeol dan memberikannya pada inji.

“minumlah obat ini dulu, mmm.. sebentar lagi jiyoung membawa makanan. Tunggu sebentar ne? Setelah kau minum obat ini, Kau istirahat dulu.” ucap baekhyun masih dengan wajah khawatir.

Selang beberapa menit,

CKLEKK

“Inji? Kau sudah bangun? Syukurlah. Mm.. ini, aku bawakan makanan untukmu.” Ucap jiyoung sambil menyerahkan makanan yang barusan dia beli.

“gwaenchana Inji-ya?” tanya jinki yang berada di samping jiyoung. Inji mengangguk-angguk lemah sambil meminum segelas air pemberian jiyoung. Inji mulai membuka tutup tempat makan pemberian jiyoung. Namun keadaannya yang masih lemah, ia jadi susah membuka tutup makanan itu. baekhyun yang melihat itu, langsung merebut tempat makan itu dan membuka tutupnya.

“sup?” tanya baekhyun sambil mengernyitkan dahinya. Jiyoung mengangguk.

“aku tadi bingung ingin membeli apa, lalu aku tanya jinki. Dan katanya, kalau orang sakit itu lebih baik makan sup.” Ucap jiyoung mantap. Baekhyun mengangguk-angguk mengerti. kemudian baekhyun mengambil sendok dan mengambil nasi dan sup dengan sendok itu.

“buka mulutmu.” Perintah baekhyun. Inji pun membuka mulutnya. Baekhyunpun menyuapi Inji. Jinki menoleh pada jiyoung. Jiyoung yang merasa diperhatikan langsung menoleh pada jinki.

“mwo?” ucap jiyoung tanpa bersuara. Jinki menggerakan kepalanya mengisyaratkan untuk keluar. Jiyoungpun mengikuti jinki keluar dari UKS.

 

Luar UKS

“aaa… so sweet!” ucap jiyoung yang melihat baekhyun menyuapi Inji dari luar.

“aku baru tahu, kalau baekhyun bisa romantis seperti itu.” ucap jiyoung kemudian.

“entahlah. Mmm.. kurasa, dia tak sepenuhnya jahat kepada temanmu itu. benarkan?” tanya jinki.

“he’em. Kau benar. Ternyata dia juga bisa baik ya. Huft. Aku harap dia dan Inji bisa berkawan baik. Aku tak suka melihat mereka bermusuhan. Aku benci permusuhan.” Ucap jiyoung dengan menggembungkan salah satu pipinya. Jinki tersenyum.

“eh, geundae, apa kau tak marah lagi padaku?” tanya jinki tiba-tiba. Jiyoung menoleh dan menatap tajam jinki. Sedangkan jinki malah cengengesan.

“hah sudahlah. Lupakan yang lalu. Aku malas berkelahi denganmu!” ucap jiyoung

“jinjja. Wah,  aku bisa menjailimu setiap hari kalau begini.” Ucap jinki hampir tidak terdengar. Tapi itu tetap terdengar oleh jiyoung.

“mwo?” tanya jiyoung pura-pura tak mendengar.

“ah aniyo. molla.” Jawab jinki santai dan melenggang pergi.

Sejujurnya, Jiyoung yang melihat jinki pergi merasa agak kecewa. Baru saja ia akrab dengan malaikatnya, tapi malaikatnya tiba-tiba pergi. Ya, ini semua salahnya.

“HEY JIYOUNG-II.” Panggil jinki dari kejauhan. Jiyoung menoleh ke arah jinki.

“BESOK KITA BERTEMU DI PERPUSTAKAAN NE? AKU TUNGGU KAU DISANA.” Ucap jinki dengan agak berteriak. Mendengar hal itu, jiyoung mengembangkan senyumnya. Namun cepat-cepat ia hilangkan.

“enak saja. Mau apa kau? Mau menjahiliku lagi?”

“ya sudah kalau tak mau. Aku tak keberatan. Kalau mau, kita ketemuan disana!” jinki melenggang pergi. Jiyoung yang melihat hal itu malah menggerutu.

“apa-apa’an dia? Menyebalkan sekali.”

“aaa.. daripada menggerutu tak jelas begini lebih baik aku kembali ke kelas.” Baru selangkah ia berjalan, namun ia membalikkan badannya lagi.

“tapi, bagaimana dengan Inji? Jika aku minta baekhyun untuk menjaga Inji, yang ada Inji malah semakin tersiksa. Aduh, bagaimana ini? aish.. jinjja. Baekhyun? Kembali ke kelas? Inji? Baekhyun? Kembali ke kelas? Inji? Baek..”

“hey, kau sedang apa? Kau tak kembali ke kelas?” tanya baekhyun yang masih di ambang pintu. Dan itu mengagetkan jiyoung yang kebingungan.

“oh? Baekhyun? Ahaha.. mm.. bb..bbaa..bagaimana aku bisa kembali jika temanku sakit?”

“kembalilah ke kelas. Tenang saja, aku yang menjaganya.” Mendengar hal itu, jiyoung membulatkan matanya.

“mwo? kk..kau serius?”

“wae? Kau meragukanku?”

“ani.. hanya saja. Mm.. aneh. Aku hanya tak ingin temanku tambah sakit karena kau”

“kau ini.. kalau kau tak mau kembali ke kelas, ya sudah aku saja. Kau yang jaga inji. Tapi, kudengar, setelah ini adalah pelajaran Biologi. Dan ada tugas yang belum kau kumpul. Dan jika kau tidak mengumpulkan tugas itu langsung darimu kepada Kim seongseonim, kau akan dihukum. Aku benarkan?”

“aaa… kkk..kken..kenapa kau bisa tahu? Darimana kau tahu?”

“dari siapa lagi kalau bukan jinki.”

“nuguya?” tanya jiyoung yang masih ragu-ragu dengan apa yang didengarnya. Pasalnya, kenapa jinki tahu tentangnya? Apa diam-diam jinki memerhatikannya.

“haish, sudahlah. Yang jelas urusanmu sekarang, adalah kembali ke kelas.”

“tt..tapi Inji..”

“PALLIWA!!!” bentak baekhyun.

“aahh.. ne.. jaga Inji dengan baik.”

Jiyoung langsung berlari menuju kelas karena takut ketinggalan pelajaran lagi.

-.-.-.-.-.-.-

Pulang sekolah

Kelas XII A

Semua murid keluar. Kecuali hyona, ahra dan jiyoung. Hyona yang merasa Inji tak ada langsung berjalan mendekati ahra yang masih berkemas. Sedangkan jiyoung, ia masih sibuk berkemas dan masih memikirkan hal tadi. soal jinki yang mengajaknya bertemu di perpustakaan dan perkataan baekhyun yang juga tentang jinki. Dan parahnya, ia lupa akan Inji.

“hey, aku belum melihat Inji dari tadi.” ucap Hyo na mengejutkan Ahra.

“ne. Aku juga. Aku malah bertemu namja lucu tadi. dia baik, namun sayang, dia temannya bacon.” Ucap ahra dengan memasang wajah Bete-nya.

“mwo? namja lucu? Nuguya? Eh, temannya bacon? Maksudmu? L.Joe?” tanya hyo na terkejut.

“ish, jangan terlalu khawatir tentang L.Joe. iya, aku tahu dia namjachingumu. Dan aku tak akan merebutnya darimu. Tenang saja. Lagian, bukan L.Joe yang kutemui. Namun PARK CHANYEOL.” Ucap ahra dengan penekanan park chanyeol.

“park chanyeol? Namja tinggi itu? anggota baru di geng mata kecil itu?” tanya hyona bertubi-tubi.

“ne. Dia tampan hyona, dia juga baik. Tak seperti bacon.” Ucap ahra. Hyona hanya membulatkan matanya yang membuat ahra bergidik ngeri. Namun sedetik kemudian…

“bwahahahaha. Ahra sedang FALLING IN LOVE. Bwahahaha…” Ucap hyona. Ahra yang mendengar itupun mengelus-elus tengkuknya yang tak gatal dan senyum senyum malu.

“hyona-ya, diamlah.” Kata ahra dengan wajah kesal namun juga malu.

“EONNI!” panggil Jung hee yang masuk kedalam kelas XII A, kelasnya Inji. Ketiga makhluk (?) itu menoleh pada jung hee.

“eoh, eonnideul, kalian belum pulang? Mm.. inji eonni dimana?” tanya junghee to the point.

“kau? Kau siapa?” tanya hyona.

“ah jeosoeonghamnida. Aku lupa mengenalkan diri. Choneun Choi Junghee Imnida. Adik Inji eonni. jeoseonghamnida, aku tadi tidak sopan memanggil sunbaenim dengan eonni-deul. Sekali lagi, jeoseonghamnida.” Ucap junghee sambil membungkukkan badannya beberapa kali.

“aigoo.. kau lucu, sopan pula. Sama seperti eonnimu. Gwaenchana, kau boleh memanggil kami dengan sebutan eonni. BTW, kenapa Inji tak pernah mengenalkanmu kepada kami? Sahabat macam apa dia?” gerutu hyona.

“ahaha.. Inji eonni kan tinggal sendiri di apartement dan jarang pulang ke rumah. Jlagipula, bukankah Inji eonni sering cerita tentang keluarganya?” tanya junghee.

“ne. Aku juga sudah tahu tentangmu. Kau pintar dan cantik. Yang kenyataannya memang benar.” Ucap jiyoung.

“huft, yang diceritakan hanya kau jiyoung-ii, aku tidak.” Gerutu hyona lagi.

“mm.. kurasa kau sudah diceritakan olehnya. Kau saja yang lupa.” Balas ahra.

“ne itu benar” ucap jiyoung.

“haish sudahlah.” Hyona akhirnya menyerah.

“tunggu, bukankah kau mencari Inji ya? Iya Inji ada di UKS. HA? OH TIDAK, AKU LUPA KALAU INJI ADA DI UKS. AIGOOO.. CEPAT-CEPAT KITA HARUS KE UKS.” Teriak jiyoung yang mulai sadar akan Inji. Jiyoung pun berdiri yang sudah menggendong tasnya. Jung hee, hyona dan ahra hanya menatapnya bengong.

“aish, kenapa kalian malah bengong. Kajja, kita harus jemput Inji.” Ucap jiyoung yang bergegas pergi meninggalkan ketiga yeoja cantik di dalam kelas. Sedetik kemudian, ketiga yeoja itu mengikuti jiyoung ke UKS.

~~~

UKS

“INJI! Kajja kita pul..”

Jiyoung membelalakkan matanya.

“ya jiyoung-ii, kau ini jangan cepat-cepat.” Protes ahra.

“sssttt… diamlah.” Ucap jiyoung dengan menempelkan jari telunjuknya di bibirnya.

“ada apa eon…. ni… oh, ii..ii..itu, itu eonni ku?” ucap junghee terputus-putus saking terkejutnya.

“ssstt.. ne, itu eonnimu. jangan buat suara. aku akan mengabadikan moment ini. kkkk..” ucap jiyoung lirih sambil mengeluarkan handphonenya dari saku roknya.

CLIK

CLIK

CLIK

“kkkk… selesai. Dari depan, samping kanan dan samping kiri. Ah, mianhae ne, inji, baekhyun, kalian memang pasangan yang romantis untuk menjadi foto modelku.” Ucap jiyoung sambil tersenyum-senyum licik.

“ah, aku juga ingin eon. Kirimkan itu padaku ya, aku nanti akan memberimu e-mailku.” Ucap jung hee.

“hey, kalian jahat sekali. Lebih baik kita..” ucapan hyona terputus.

“hay semua. Kenapa kalian berkumpul disini? Oh iya, kalian menjemput Inji ya? kami juga ingin menjemput baekhyun.” Ucap chanyeol. Jinki menatap satu persatu dari ke-empat yeoja itu.

“kenapa kalian seperti menahan ketawa? Apa ada yang lucu dengan kami?” tanya jinki. Mereka berempat menggeleng.

“lalu? Apa yang kalian ketawakan?” tanya jinki. Mereka berempat menunjuk sesuatu yang mereka ketawakan. Jinki dan chanyeol membelalakan matanya. Sedetik kemudian, mereka ikut tersenyum gaje.

“hosh, hosh, hah, sudah kuduga kalian disini. Aku menung..”

“ssstt.. diamlah L.Joe. kemari dan nikmati pemandangan ini.” ucap chanyeol.

“ha? Pemandangan? Apa yang kalian mak..”

“sst.. kajja, aku tunjukkan padamu.” Ucap hyona sambil menarik tangan L.Joe.

.

.

.

.

TBC

Gimana? Penasaran? Hehe. Seperti biasa. Aku hanya ingin bilang “PLEASE RCL and DONT BASH”

Iklan

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s