Our Love Story in Seoul High School (Chapter 6)

Gambar

Tittle            : Our Love Story in Seoul High School  (Chapter 6)

Author         : Choi_Inji (Khaerisma)

Length         : Chaptered

Genre          : romance, school life, family, sad (gagal), humor (maybe), gaje (banget)

Rating          : General

Main cast    :

–          Choi Inji                       (OC)

–          Kim Hyo Na                (OC)

–          Nam Jiyoung              (OC)

–          Choi Junghee              (OC)

–          Hwang Ahra                (OC)

–          Park Minjung               (OC)

–          Byun Baekhyun          (Exo K)

–          Lee Byung Hun           (Teen Top)

–          Lee Jinki                      (SHINee)

–          Lee Chunji                   (Teen top)

–          Park Chanyeol            (Exo K)

–          Xi Luhan                      (Exo M)

Others cast : find it by your self

List   : Chapter ( 1 l 2 l 3 l 4 l 5 )

Hai Chingudeul, aku balik lagi..

Masih seperti biasa, disini aku gak ngasih side-side.an ya… biar kalian nebak sendiri si ini di-couple.in ama siapa. Ingat ya, ada 6 Couple. Ok J .Gomawo ^^

 

    Warning       : Typo banyak dan berserakan dimana-mana.

“DON’T PLAGIAT and DON’T BASH okJ”

 

~Happy Reading~

 

“hosh, hosh, hah, sudah kuduga kalian disini. Aku menung..”

“ssstt.. diamlah L.Joe. kemari dan nikmati pemandangan ini.” ucap chanyeol.

“ha? Pemandangan? Apa yang kalian mak..”

“sst.. kajja, aku tunjukkan padamu.” Ucap hyona sambil menarik tangan L.Joe.

Chapter 6

Sekarang, UKS dipenuhi oleh baekhyun dan kawan-kawan juga Inji dan kawan-kawan. Dan tak lupa jung hee, adik Inji. Jiyoung dan kawan-kawan serta Chanyeol dan kawan-kawan  sekaligus jung hee menikmati pemandangan itu dengan mengitarinya. Apa yang mereka lihat? Ya, mereka melihat baekhyun sedang tidur dengan tangan kanannya menggenggam tangan kiri Inji sehingga seperti memeluk Inji yang juga tertidur pulas. Dan wajah mereka pun berdekatan dan saling menghadap.

SATU DETIK

DUA DETIK

TIGA DETIK

Inji mulai membuka matanya, begitu juga dengan baekhyun. Mereka pun saling membelalakkan mata mereka.

“KYAAAAA…” teriak mereka bersamaan. Inji dan Baekhyun terbangun.

“Baekhyun?” ucap Inji terkejut.

“BWAHAHAHAHAHA” tawa teman-teman Inji dan Baekhyun meledak. Jung hee pun ikut tertawa.

“kkk..kalian? kenapa kalian ada disini?” tanya baekhyun.

“hahahahaa… kau, hahaha.. lucu sekali pertanyaanmu. Tentu saja untuk menjemput kalian.” Ucap chanyeol.

“ll..lalu.. m.. jj..jadi kalian…” ucap Inji terputus-putus.

“melihat kalian tidur bersama? Tentu saja. Cukup lama. Dan aku berhasil mengabadikan moment so sweet kalian. Ah, kalian memang pasangan model terbaikku. Oh, mungkin aku harus jadi fotografer. Ya, itu benar, aku jadi fotografer, dan kalian jadi modelku. Itu pasti daebakk.” Ucap jiyoung sambil membayangkan jika dia menjadi fotografer.

“ya jiyoung! Kau benar-benar…” ucap baekhyun terputus.

“benar-benar apa? Benar-benar pandai? Ah, gomawo baekhyun-ah. Aku malu kau memujiku seperti itu. oh iya, kalian ingin lihat hasil pemotretanku? Bagus loh. hahahaha” tawa jiyoung meledak. Jung hee, chanyeol dan jinki ikut tertawa. L.Joe hanya menyeringai.

“waah, eonni. Kau bilang kau membenci baekhyun sunbae. Kenapa kau malah tidur dengannya? Pegangan tangan segala lagi. Hahaha” ucap jung hee.

“hey anak kecil. Diam.” Ucap Inji kesal. Jung hee mengerucutkan bibirnya.

“eh, BTW, jung hee benar. Kenapa kalian bisa tidur sambil berpegangan tangan seperti itu?” tanya ahra.

Inji dan baekhyun saling berpandangan.

 

Flashback

Inji mengisyaratkan kalau ia sudah tak mau makan dengan tangannya. Baekhyun pun meletakkan tempat makan itu di meja dekat kasur Inji.

“apa agak mendingan? Kau demam. Apa pusingmu sudah mereda?” tanya baekhyun khawatir. Inji mengangguk lemah.

“mm.. lebih baik kau tidur saja, agar cepat sembuh. Ah iya, sebelum itu, kau harus minum obat. Sebentar ne.” Ucap baekhyun. Baekhyun mengambil obat pemberian chanyeol yang diletakkannya di atas meja.

“Igo, Minum obat ini dulu!” perintah baekhyun. Inji terbangun dan baekhyun menyerahkan segelas air dan obat demam. Inji meminum obat itu. setelah selesai, Inji menyerahkan gelas yang sudah kosong kepada baekhyun. Baekhyun menaruh gelas itu di atas meja.

“tidurlah.” Perintah baekhyun halus.

Inji pun tertidur. Baekhyun menarik selimut untuk menutupi Inji.

“dingin..” Inji mengigau, namun juga fakta #aneh banget nih author. Author : emang, masbuloh?

Baekhyun menggenggam tangan Inji. Ternyata memang dingin. Inji pun kembali tenang. Tak lama kemudian, baekhyun pun ikut tertidur dengan menggenggam tangan Inji yang dingin.

Flashback end

Inji dan baekhyun saling mengingat apa yang terjadi tadi. seakan kembali teringat, merekapun saling memalingkan wajah mereka, entah karena malu atau apa, tapi yang jelas, muka mereka memerah. Sedangkan yang lain menatap mereka dengan bingung, namun juga agak senyum-senyum gaje seakan mengerti apa yang terjadi tadi.

“arraseo. Jika kalian tak menceritakan pada kami, kami tidak apa-apa.” Ucap Hyona mengerti.

“wah-wah-wah, menambah moment.” Ucap L.Joe tiba-tiba. Semua orang yang ada di UKS itu pun menoleh pada L.Joe dengan tatapan bingung.

“kenapa kalian melihatku seperti itu?” tanya L.Joe ketakutan.

“moment? Apa maksudmu?” tanya jiyoung. L.Joe terkekeh.

“kalian akan tahu. Akan aku beritahu besok. Tapi aku tidak janji jika besok itu.”

“haish. Kau ini. main rahasia-rahasian dengan kami.” Ucap ahra

“memang kau siapa? Teman kami saja bukan.” Ejek L.Joe

“mereka itu temanku. Berarti temanmu juga.” Ucap hyona. L.Joe terkekeh.

“kalau tak mau menganggap kami sebagai teman juga tidak apa-apa. Kalian kira hanya kalian apa yang punya moment? Aku juga punya tahu. Wekkk” ucap jiyoung yang ternyata tahu dengan apa yang dimaksud L.Joe.

“hey, begitu saja marah. Ya sudah. Mungkin banyak moment yang aku kumpulkan dari pada moment yang kau kumpulkan.” Sombong L.Joe

“ani.. pasti banyak aku”

“aku”

“aku”

“aku”

“DIAM!!!” teriak Inji dan Baekhyun bersamaan.

Hening

“Hey, ini sudah siang. Kajja kita pulang.” Ucap hyona yang memecah keheningan.

“ne, aku juga sudah lapar. Kami pulang dulu ne chingudeul. Annyeong. Kajja hyona-ya.” Pamit L.Joe sambil melangkah pergi.

“ne, annyeong chingudeul.” Pamit hyona sambil melambaikan tangan dan melangkah pergi menyusul L.Joe.

“eemmm… aku, aku juga akan pulang. Hehe.” Ucap ahra sambil cengengesan.

“kau mau pulang dengan siapa?” tanya chanyeol tiba-tiba.

“eoh? Ah, aku pulang sendiri.”

“sendiri? Dengan apa?”

“jalan kaki.”

“jalan kaki? Memang tidak jauh?”

“mmm.. aku naik bus.”

“kenapa kalian tak pulang bersama? Memang jalan menuju rumah kalian berlawanan? Tidak kan?” mendengar perkataan chanyeol yang bertubi-tubi, ahra pun semakin kesal.

“aigoo.. kenapa kau banyak tanya hah?” tanya ahra kesal. Chanyeol terkekeh.

“hehe. Mianhae. Eh, BTW, dimana rumahmu?”

“kenapa kau bertanya lagi?”

“aku hanya bertanya. Barangkali rumah kita searah. Jadi, aku bisa pulang bersamamu. Kau kan bisa punya teman pulang dan tak sendirian lagi.” Ucap chanyeol. Ahra memutar bola matanya malas.

“dengar ya, aku bisa pulang sendiri dan tak perlu ditemani. Aku malah lebih suka pulang sendiri. Camkan itu, SENDIRI.” Ucap ahra dengan menekankan kata sendiri. Ahra pun keluar dari UKS dengan menghentakkan kakinya. Chanyeol yang menyadari itu, segera berlari menyusul ahra.

Ahra yang aneh. Dalam sehari, dia bisa menyukai seorang namja lucu dan tampan menurutnya. Namun dalam sehari juga, ia bisa kesal pada namja tersebut. Ahra adalah orang yang hampir seperti Inji, suka ketenangan dan tak suka keributan. Namun, ia tak menyukai perpustakaan dan juga buku. Karena itu, ia selalu tidur saat pelajaran, terutama saat pelajaran sejarah. Ia tidak akan tidur jika pelajaran Bahasa Inggris dan Science. Namun, dia tak pernah mendapat nilai jelek.

Sebenci-bencinya ia pada buku, ia tetap mempunyai cara yang lain untuk belajar. Contohnya, merekam penjelasan gurunya atau merekam suaranya sendiri atau orang lain tentang materi pelajaran. Dan kemanapun ia pergi, pasti ada headshet di telinganya. Bukan lagu yang ia dengar, melainkan penjelasan tentang gurunya. Ia adalah murid tercepat dalam hal menghafal.

Guru-guru di sekolah tak pernah menghukumnya karena percaya bahwa ahra adalah anak yang unik namun cerdas. Walaupun selalu tidur dalam pelajarannya, tapi tetap mendapat nilai yang hampir sempurna dan tak pernah jelek.  Ahra adalah gadis cantik yang dikagumi oleh para namja disekolah. Bukan hanya namja, bahkan para yeoja juga. Karena dia unik.

~~~

 “emm.. eonni, aku hanya ingin bilang padamu. Aku akan menginap di apartementmu sampai kau lulus.” Ucap jung hee.

“mwo?” ucap Inji terkejut.

“hehe. Tenang saja, Aku sudah minta ijin kepada appa dan eomma. Dan mereka mengijinkanku. Lagipula, appa dan eomma mengerti bahwa aku kesepian di rumah.” Ucap jung hee.

“dasar anak eomma.” Ejek Inji.

“ya eonni! Kau juga anak eomma.” Balas jung hee

“tapi aku tak manja.” Balas Inji lagi. Jung hee

“aaa… lebih baik, kita pulang.” Ucap jiyoung.

“ne.”ucap singkat Inji.

“tunggu dulu! Kau tak berterima kasih kepadaku? Kau tau, kau ini sangat berat. Aku harus menggendongmu dari lapangan basket sampai UKS. Kau kira itu dekat? Dan kau ingin pulang tanpa memberikan apapun untukku? Minimal kau mengucapkan terima kasih.” Protes baekhyun.

“oh, kau ingin aku berterima kasih baekhyun? Baiklah. aku akan berterima kasih. GOMAWO. Dan satu hal lagi, kau ini menolongku ikhlas tidak? Kau ingin mendapatkan imbalan hah? Kalau mau pamrih jangan kepadaku!” bentak Inji yang kelihatannya tidak memperdulikan demam dan pusingnya. Baekhyun dan Inji saling menatap tajam.

“miss choi, aku hanya ingin mengajarimu sopan santun. Kau ini tidak tahu sopan santun ya? Seharusnya kau berterima kasih kepada orang yang telah menolongmu. Bukannya malah ditinggal pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.” Protes baekhyun lagi.

“mr. Byun, bukankah aku sudah berterima kasih padamu? Apa itu belum cukup? Kau ingin aku mengucapkan apalagi? Memberimu apa?” baekhyun diam.

“kau diam kan? itu tandanya kau kalah. Sekali lagi, GOMAWO.

~~~

Ahra memasang headshet di telinganya. Ia berjalan sambil menirukan suara yang ia dengar.

Puk. Seseorang menepuk pundak ahra. Ahra berbalik dan mendapati chanyeol dengan wajah lelahnya.

“ya! Hosh.. Hosh.. Kenapa kau meninggalkanku Hosh.. Hosh..?” tanya chanyeol dengan nafas terengah-engah.

“meninggalkanmu? Siapa yang memintamu untuk mengejarku?” tanya ahra, kemudian ia berbalik dan melanjutkan jalannya.

“yeoja aneh. Tapi, hemmm… ya, dia unik.” Ucap chanyeol sambil senyum-senyum gaje. Chanyeol tersadar dan berlari kecil mengejar ahra. Kemudian ia berjalan beriringan di samping ahra.

“kau sedang mendengarkan apa?” tanya chanyeol. Ahra tak menjawab.

“hey, aku sedang bicara padamu.” Ucap chanyeol dengan suara agak keras. Ahra masih tak menjawab. Chanyeol melepasskan headshet dari telinga ahra.

“WOY, KAU MENDENGARKANKU TIDAK?” ucap chanyeol di telinga ahra yang membuat ahra melonjak kaget.

“ish, kau ini. kembalikan head shetku.” Ucap ahra sambil berusaha merebut headshetnya. Chanyeol tak menghiraukannya. Kemudian chanyeol memasang headshet di telinganya. Lima detik kemudian, ia mengernyitkan alisnya.

“kau merekam penjelasan guru?” tanya chanyeol sambil melepaskan headshet dari telinganya. Ahra merebutnya dan memasang kembali di telinganya.

“jawab aku nona hwang.” Ucap chanyeol. Ahra berhenti. Ia melepas headshetnya dan menyimpannya ke dalam tas yang ia gendong ke samping. Sedetik kemudian, ia berbalik.

“kau mau apa tuan park?” tanya ahra dengan wajah ceria lebih tepatnya di ceria-kan. Chanyeol tersenyum lebar.

“hehe, ingin pulang bersamamu.” Ucap chanyeol yang berjalan mendekati ahra.

“geurae, tapi hanya pulang.” Ucap ahra kembali ketus.

“hey, kenapa aku tak boleh akrab denganmu? Kau ini menyebalkan sekali. Tadi kau baik padaku. Bahkan kau berbicara sopan kepadaku. Kenapa sekarang kau berubah drastis?” tanya chanyeol.

“mianhae, tuan park. Itu karena aku belum mengenalmu. Dan sekarang kau sudah tau watak asliku. Jadi, kalau tak suka dengan watak asliku, lebih baik kau jauh-jauh dariku.” Ucap ahra ketus hendak pergi namun ditahan oleh chanyeol.

“arraseo. Aku suka watak aslimu. Aku boleh berteman denganmu kan?” tanya chanyeol.

“hemm.. biar kupikir sejenak. Kau adalah teman segengnya bacon. Mm.. pasti kau akan jail dan nakal. Aku tak suka namja nakal, apalagi jahil. Ya, benar. Baru saja aku bertemu denganmu, tapi kau sudah menyebalkan padaku. Mm.. bagaimana ya?” ucap ahra sambil menimang-nimang.

“aish, sudahlah. Aku tetap akan jadi temanmu walaupun kau melarangku.” Ucap chanyeol mantap.

“ya sudah.” Ucap ahra santai dan mengacuhkan chanyeol dengan melangkah pergi.

“ya, ya! Aish.” Chanyeol menggerutu. Sedangkan ahra, dia terkekeh karena tingkah chanyeol. Tentu saja chanyeol tidak melihat kekehannya. Ahra membelakanginya. Namun ia segera hilangkan wajah cerianya itu dengan wajah datar karena ia tahu chanyeol mengejarnya.

-.-.-.-.-

Baekhyun dan Jinki  pulang dengan jalan kaki. Baekhyun menoleh pada jinki dan mendapati jinki sedang menatapnya sambil tersenyum-senyum gaje.

“ada apa denganmu?” tanya baekhyun heran. Jinki masih tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“aish, kenapa teman-temanku sekarang jadi gila?” ucap baekhyun frustasi.

“hey, enak saja kau bilang. Aku dan yang lain tidak gila. Tapi kau yang gila.” Ucap jinki.

“eoh? Apa maksudmu? Aku gila?” tanya baekhyun bingug. Jinki mengangguk.

“jelas kau gila. Jika tidak, kenapa kau sering menjahilinya? Lalu kenapa kau mau menolongnya tadi saat ia pingsan? Lalu kenapa kau terlalu khawatir saat dia masih belum sadar? Lalu kenapa kau lega saat dia terbangun? Lalu kenapa kau membantunya membuka makanan dan menyuapinya? Lalu kenapa..”

“AAAAAA…. DIAM.. AKU BILANG DIAM!!!” bentak baekhyun dengan menatap tajam ke arah jinki. Jinki pun segera mengunci mulutnya rapat. Baekhyun pun kembali memandang jalan.

“hah… kenapa semua orang mencurigaiku? Apa aku ada yang salah?” tanya baekhyun kepada jinki. Jinki mengangguk-angguk mengerti.

“hemmm.. menurutku, kau memang salah.” Ucap jinki. Baekhyun menoleh pada jinki.

“aku salah? Sebutkan apa salahku.” Ucap baekhyun.

“kami memang mencurigaimu karena selama ini kau selalu berbuat jahat pada Inji. Dan hari ini, kau berbuat baik padanya. Jelas saja kami mencurigaimu. Oh ne, kau juga pernah bilang bahwa kau membencinya. Mmm.. tapi kurasa, kau sudah tak membencinya. Aku benarkan? Kenapa kau tak lagi membencinya? Kau menyukainya ya?” ucap jinki menggoda.

“kau ini. hah.. entahlah jinki. Apa selama ini aku terlalu jahat padanya?” tanya baekhyun. Jinki pun mengangguk.

“seberapa jahat?” tanya baekhyun. Jinki menghela nafas.

“aish. Menurutmu seberapa jahat orang yang pernah menempelkan permen karet di kursimu? Menumpahkan jus di bajumu dengan sengaja? Membasahi lantai hingga kau terjatuh? Menginjak buku kesanyanganmu hingga bukumu kotor? Memasang balon sehingga tidak sengaja terinjak olehmu hingga kau menjadi terkejut dan juga menaruh beberapa katak di dalam lacimu dan kau terkejut lagi. Dan…” ucap jinki membocorkan semua tindakan baekhyun terhadap Inji.

“ne, ne. Arraseo. Ya, mm.. kurasa aku terlalu jahat. Apa menurutmu aku harus berbaikan dengannya?” tanya baekhyun.

“mmm.. sulit untuk meminta maaf dengan perempuan seperti itu. walaupun dia pintar, baik hati dan pandai bergaul, tapi tetap saja, dia keras kepala.” Ucap jinki.

“kau tau sekali tentangnya.” Ucap baekhyun curiga.

.

.

.

TBC

Gimana? Penasaran? Hehe. Seperti biasa. Aku hanya ingin bilang “PLEASE RCL and DONT BASH”

Iklan

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s