[Oneshot] My Best Brother

Image Image Hai comeback with me ^^ Hiatus beberapa bulan karena UAN SMA bikin strezz.. Tapi akhirnya saya bisa lega dan bisa membuat cerita baru disini. Kali ini saya menceritakan dua couple yang tidak asing lagi. Kisah ini sebagian dari kisah nyata selebihnya hanya fiktif belaka. Jadi aku harap kalian suka cerita ini ^^

Title: My Best Brother

Author : Kim Tae_Ah

Genre : Family,brothership

Poster by : KissMeDeer (PosterDesigner)

Rating : PG-15

Length : Oneshot

Disclamer : This’s official from me !!

Main Cast : Oh Sehun

Xi Luhan

Support Cast : (find it in the story)

Note : Remember to Don’t Copas or Bashing this story!! Just read and enjoy it!

******************

Happy Reading!!!

******************

Namaku Xi Luhan. Aku lahir di Beijing,China. Tepatnya 20 april 1989. Aku sangat suka bermain bersama anak-anak seusia ku. Terutama bola. Aku keturunan Korea-China. Ibu orang Korea sedangkan Ayah keturunan China. Sejak lahir aku tidak tau negara tempat kelahiran ibu ku.

Aku melihat Ayahku sedang mempersiapkan sesuatu. Dia terkadang membawa kertas-kertas,entah apa namanya. Menurutku Ayahku begitu sibuk.

“Ayah,apa yang ayah lakukan?” tanyaku dengan wajah polos.

“Ayah sedang mengurus pekerjaan. Dan besok kita akan pindah.”

 “Pindah? Kemana ayah?”

“Kita akan ke tempat ibu mu dilahirkan. Korea.”

“Korea? Tapi ibu sedang mengandung. Apa itu tidak apa-apa?” tanyaku dengan polos.

“Tidak apa-apa,Xiao Lu.” Ujar Ayah mengendongku.

“Aku penasaran Korea itu seperti apa.”

*******

Aku sudah berada di Korea. Selama perjalanan menaiki mobil aku sangat kagum melihat negara itu. Mungkin lebih baik dari tempat tinggal Ayah. Aku juga sering mendengar ibu berbicara bahasa Korea. Tapi aku lebih fasih berbahasa China dari pada Korea. Oleh karena itu, Aku ingin belajar banyak dari sang ibu.

Waktu semakin hari semakin berlalu. Sampai pada akhirnya ibu merasakan sakit pada perutnya. Aku yang tidak tau apa-apa hanya bisa menelpon Ayah dan memberitahu nya. Aku beruntung tetangga yang mengenal ibu datang ke rumah dan dengan segera ia membawa ibu.

Sekarang aku berada di luar kamar rumah sakit. Aku menunggu bersama seorang bibi baik hati. Ia tetangga Ibu, tapi semenjak ibu pindah ke China sang bibi tau bahwa ibu sedang mengandung ku. Oleh karena itu, saat aku ke Korea sang bibi senang melihatku.

“Luhan… apa kau senang memiliki seorang adik?” tanya sang bibi padaku.

“Tentu bibi. Aku harap ia laki-laki dan mirip wajahku agar kita bisa bermain sama-sama.” Ujarku dengan nada polos dan wajah tersenyum.

“Itu bagus sayang. Jaga adikmu baik-baik.” Ujar sang bibi. Tidak lama kemudian sang dokter keluar. Ia memberitahukan sesuatu pada bibi.

“Luhan… sepertinya doa mu terkabul.” Sang bibi tersenyum.

“Benarkah bibi?? Apa kita bisa melihat ibu??”

“Tentu bisa.”

Saat masuk kedalam ruangan aku melihat ibu tersenyum padaku. Aku juga melihat seorang wanita berpakaian putih dan sedang mengendong adik ku. Dan membawanya keluar

“Ibu.. siapa dia?? Kenapa dia membawa adikku keluar.?? Tanyaku dengan wajah ketakutan.

“Dia itu perawat. Dia membantu membersihkan adikmu.” Ujar sang ibu.

“Namanya siapa ibu?” tanya ku yang kini berada di samping ibu.

“Oh Sehun.” Ujar ibu tersenyum padaku.

“Waahh…. Sehun?? Ibu memberikannya nama Korea?”

“Iya.”

“Tapi ibu apa aku bisa melihatnya?”

“Nanti Luhan.. besok Luhan bisa melihat Oh Sehun.”

******

Waktu semakin berlalu. Kini aku berusia 12 tahun,sedangkan Oh Sehun berusia 7 tahun. Usia kami berbeda jauh dan dilahirkan di tempat berbeda pula. Tapi aku merasa unik karena tanggal dan bulan lahir kami tidak berbeda jauh. Aku lahir 20 april sedangkan Sehun lahir 12 April.

Aku sangat menyayangi nya. Apalagi ada yang mengatakan bahwa kami sulit dibedakan. Terkadang mereka menyebutku Oh Sehun. Itu sangat lucu. Dan ibu selalu mengajarkan bahasa Korea padaku dan Oh Sehun.

“Eomma… aku juga ingin belajar bahasa Ayah.” Ujar Sehun manja.

“Nanti Oh Sehun. Ibu pasti mengajarmu. ibu lagi mengajarkan bahasa Korea pada hyung mu.”

“Tenang eomma.. aku yang akan mengajarkan bahasa china pada Oh Sehun nanti.” Ujarku tersenyum.

“Serius hyung?? “

“Ne.” ujarku dengan bahasa Korea yang ku tau.

Hal ini kulakukan karena aku bersekolah di Korea dan hal itu menuntut ku belajar bahasa Korea lebih banyak dari sekolah dan dari ibu. Tapi hal itu tidak sulit bagiku. Karena aku cepat belajar.

********

Aku selalu bermain sepak bola dengan Sehun. Ia juga menyukai apa yang aku suka. Meskipun aku sebaliknya.

“Oh Sehun sini oper bolanya…”

“Baik hyung…”

“Sehun…Kita istirahat dulu..”

“Hyung… ayo kita beli minuman.”

“Minuman?

“Ne… aku haus.” Ujarnya sambil menunjukkan wajah imutnya.

“Kau mau minum apa?”

“Bagaimana kalau bubble tea?”

“Bubble tea? Minuman apa itu?” ujarku dengan wajah bingung.

“Aigoo.. hyung ikut saja aku. Tapi hyung nanti yang bayar ne.” ujarnya tertawa.

“Awas saja kalau tidak enak. Hyung tidak mau membayarnya.”

Tidak lama kemudian kami membeli bubble tea. Aku memesan sama dengan apa yang dipesan Oh Sehun.

“Bagaimana hyung? Enak kan?” tanya nya dengan senyum evil. Luhan hanya diam-diam tanpa menunjukkan ekspresi nya dan tetap meminum minumannya.

“Rasanya tidak enak.”

“Kau bohong hyung.. bagaimana mungkin tidak enak,sedangkan gelasmu sudah kosong.” Ujar Sehun. Melihat itu Luhan ikut tertawa.

“Jadi hyung.. apa cita-cita mu kelak?” tanya nya padaku.

“Aku ingin jadi pemain sepak bola terkenal. Kalau kau?”

“Aku ingin menjadi presiden.” Jawabnya dengan polos.

“Kenapa presiden?

“Karena bisa memimpin negara dengan baik dan menjadi panutan banyak orang.” Jawabnya dengan penuh semangat.

“Kalau begitu, kita harus sama-sama semangat untuk mewujudkan impian kita.” Ucapku menyemangati kami berdua.

“Ne. hyung!!! Chayo!!”

*******

Hari demi hari berlalu, begitu pun dengan bertambahnya usia kami berdua. Aku masuk di Universitas Seoul Art Perfomance. Entah apa yang membuat ku bisa masuk disana. Kata eomma, suaraku bagus. Jadi kenapa aku tidak coba disana.

Sedangkan Sehun adik ku ia masih SMA. Ia bukan lagi anak kecil yang manja. Ia tumbuh menjadi laki-laki seusia nya. Tapi kulitnya yang putih pucat kadang membuat teman-temannya menganggunya. Sampai akhirnya ia suka sendirian.

“Mereka menganggu mu lagi?” tanya ku padanya. Oh Sehun hanya mengangguk dan tetap diam.

“Jangan hiraukan mereka. mereka hanya iri padamu.” Ujarku menenangkannya. Setiap pulang sekolah ia selalu muncul dengan wajah yang diam dan kesal. Aku tidak pernah membiarkan orang lain menganggu nya.

“Hyung… aku ingin cepat-cepat lulus. Dan bisa masuk universitas yang sama dengan hyung.” Ujarnya dengan wajah dinginnya. Aku menepuk bahu nya dan tersenyum.

“Kalau begitu berusahalah dengan keras.”

“Ne. hyung!

******

Kini aku lulus dari Universitas Seoul Art Perfomance. Dan Sehun kini masuk universitas dan jurusan yang sama. Jujur waktu tidak terasa cepat berlalu. Kini aku bersama dengan temanku pergi ke toko supermaket di Seoul.

Rasanya sungguh aneh, dari tadi aku merasa ada seseorang yang memperhatikan ku. Bukannya aku penakut tapi itu sungguh aneh.

“Annyeong…” sapa pria berkacamata dihadapan ku.

“Annyeong.. maaf anda siapa?”

“Aku salah satu anggota agency SM Entertaiment.” Sapa paman di hadapannya.

“SM Entertaiment? Bukan kah itu agency tempat SNSD dilatih kan?” tanya ku dengan wajah terkejut.

“Benar. Ini kartu nama ku,kamu bisa datang untuk audisi.” Ujar paman berkacamata di hadapanku dan tersenyum.

“Gomawo ahjussi..” ujarku membungkuk dengan perasaan senang. Lalu paman itu pergi meninggalkan toko. Sungguh aku merasa beruntung bisa ikut audisi itu.

“Hei Luhan.. kenapa dengan wajahmu?” tanya temanku.

“Aniyaa.. Mana barang belanjaannya?”

“Ini.”

********

Malam hari tiba.. Aku mencoba melatih kemampuan ku. Aku bisa bernyanyi jadi aku putuskan untuk melatih lagu yang akan kutampilkan saat audisi nanti.

“Hyung… Kau sedang apa?” tiba-tiba Sehun masuk ke dalam kamar dengan wajah penasaran.

“Aku sedang mempersiapkan lagu untuk audisi nanti.”

“Audisi? Audisi apa?”

“Audisi untuk masuk di SM Entertaiment.” Ujarku tersenyum.

“Omo? SM Entertaiment?? Itu audisi dimana anggota Suju,TVXQ dan SNSD serta artis lainnya ditrainer kan?” wajah Sehun menunjukkan ekspresi tidak percaya.

“Ya. Tadi ada seorang ahjussi. Ia memberikan kartu namanya.”

“Waah… Kau beruntung hyung. Tapi dimana kau bertemu ahjussi itu?”

“Disupermarket. Saat hyung keluar sama teman hyung.”

“Hyung… Jika kau diterima,apa kau yakin ingin masuk?” tiba-tiba wajah Sehun berubah sedih.

“Kenapa kau bertanya begitu?”

“Karena jika kau sudah masuk dan menjadi traineer di dalam. Kau tidak akan punya waktu untuk bertemu keluarga. Dan itu terjadi selama hyung menjadi trainer.” Ujarnya dengan nada sedih. Aku yang mendengar hal itu menatapnya dengan perasaan sedih.

“Tapi setelah itu kita bisa bertemu dengan keluarga,bukan?” ujarku menenangkan suasana.

“Tidak semudah itu hyung.. Tidak tau sampai kapan kau menjadi trainer dan waktu mu tidak akan cukup melakukan hal itu.”

“Tenanglah Oh Sehun.. Aku tidak akan melupakan kalian.” Ujarku tersenyum. “Dan ngomong-ngomong aku kira kau mempunyai bakat menari kan?

“Dance?”

“Iya.. Kenapa kau tidak ikut juga audisi itu?”

“Audisi..”

“Tentu.. dengan itu kita bisa sama-sama.”

“Itu kalau aku diterima hyung.. Jika tidak?”

“Kita pasti diterima.. Ayo semangat!”

“Ayo! Kita latihan! Tapi apa kau sudah beritahu eomma?”

“Belum. Nanti akan kuberitahu.”

*******

5 hari kemudian. Sehun terpaksa bolos kuliah. Karena hari ini Aku dan Sehun akan mengikuti audisi SM.

“Kalian mau kemana?” tanya eomma yang sudah mempersiapkan sarapan pagi.

“Mau ikut audisi eomma.”

“Audisi? Audisi apa?” tanya eomma dengan wajah bingung.

“Aku pikir Luhan hyung sudah memberitahukan tentang itu pada eomma?” Sehun menoleh ke arah ku.

“Begini eomma, aku dan sehun ingin ikut audisi di SM Entertaiment. Agar kami bisa seperti Super Junior eomma.” Ujarku pada eomma dengan wajah tersenyum.

“Kalian ingin menjadi artis?” Aku dan Sehun hanya mengangguk.

“Tapi eomma… selama trainer kami pasti sibuk latihan dan tidak ada waktu luang yang banyak. Kami takut itu membuat eomma sedih.”

“Eomma memang sedih, tapi itu demi kebaikan kalian. Dan jalan kalian masing-masing.” Ujar eomma tersenyum pada kami berdua.

“Jadi eomma setuju kami berdua ikut?”

“Iya. Karena itu keputusan dan impian kalian.”

*******

Aku dan adik ku Oh Sehun kini tiba di gedung SM entertaiment. Kami berdua kagum dengan apa yang ada dihadapan kami berdua.

“Ayo Fighting!! Kita pasti bisa.” Ujarku menyemangati kami berdua.

“Ne hyung! Fighting !!

Sesampainya kami di dalam, kami melihat ada beberapa orang yang mengikuti audisi itu. Ada yang gagal dan ada juga yang masuk dengan wajah senang. Akhirnya giliran kami berdua.

Para juri melihat kami berdua dengan wajah heran dan kagum.

“Annyeong.. namaku Xi Luhan.”

????Annyeong.. namaku Oh Sehun.”

“Apa tujuan kalian mengikuti audisi ini?” tanya sang juri pada kami.

“Aku dan adik ku ingin menjadi seorang superstar.” Ujarku dengan tersenyum.

“Kalau begitu tunjukan bakat kalian.”

Pertama aku menunjukkan kemampuan menyanyiku pada juri. Tidak butuh waktu yang lama kini giliran Oh Sehun menunjukkan kemampuan dance nya. Akhirnya kami menunjukkan kemampuan kami. Dan tinggal menunggu hasil para juri.

“Xi Luhan dan Oh Sehun kami menyatakan kalian berdua di terima.” Ujar sang juri. Tentu hal itu membuat kami berdua melompat senang karena bisa masuk sebagai trainer.

“Gomawo.” Ujarku dan Sehun serempak membungkuk dihadapan para juri.

“Tunggu… Apa kalian berdua berasal dari china?”

“Ayah kami keturunan china sedangkan ibu kami keturunan korea. Nama ku di ambil dari ayah sedangkan adik ku Oh Sehun diambil dari ibu.” Ujar ku pada juri.

“Kalian benar-benar unik. Sungguh aku tidak bisa membedakan kalian berdua saat pertama kali melihat kalian.” Ujar sang juri. Sedangkan kami berdua tersenyum,karena hal itu sudah biasa.

*******

Tahun 2012 ini awal istimewa bagi kami semua. Teaser kami satu persatu keluar. Sampai pada akhirnya debut pertama kami What Is Love. Sungguh eomma bangga pada kami berdua.

Terutama aku dan Sehun bisa memiliki teman. Dan kami tergabung dalam grup EXO. Kami berjumlah 12 orang. Tapi kami terbagi dalam dua bagian. Aku masuk dalam grup EXO-M dimana kami akan mempromosikan diri kami di China sedangkan Oh Sehun masuk dalam grup EXO-K yang akan mempromosikan diri kami di Korea.

Tidak terduga awal debut dan sebelum debut kami, kami sudah memiliki fans yang tidak sabar menunggu kami tampil. Kami berharap EXO akan tetap bersama dan memiliki fans yang tetap mencintai kami. “WE ARE ONE. WE ARE EXO.”

-THE END-

*Akhirnya selesai…. Fiuhhh~ mianhae jika ceritanya boring tapi inilah cerita ku untuk Sehun dan Luhan. *

*Please don’t forget to leave your coment 🙂 *

Iklan

12 pemikiran pada “[Oneshot] My Best Brother

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s