Reality

reality

Reality

Author : Jung Seomi | Cast : Byun Baekhyun, OC | Genre : Fluff, Romance | Rating : T

©FanFic is Mine. Cast isn’t mine

“Finally, i can meet you here.”

FanFic special Byun Baekhyun’s Day. Happy B’day Loudy Prince, Byun Baekhyun!

—————-

Sejenak, Baekhyun berpikir, kehidupannya terlalu datar dan hanya berisi hal yang membuatnya menjadi bosan setengah hidup, pada pagi hari, ia bangun dan mempersiapkan diri dengan blazzer dan sepatu untuk berangkat ke sekolah, menunggu Bus di halte, kemudian menaiki mesin berbahan bakar solar itu ke sekolah, setidaknya butuh sepuluh menit untuk sampai di sana.

Setelah itu, ia akan menaruh tas di kursi kelasnya, lalu melamun sambil membiarkan Seosangnim berpidato di depan kelas, jika sudah disuruh, dengan patuh ia akan mencatat materi yang sudah di pampangkan dengan spidol di papan tulis putih itu, kemudian pergi ke kantin saat jam istirahat, kembali ke kelas dan melakukan hal yang sama, hingga pukul dua siang, ia akan kembali menuju rumahnya. Bukankah terlihat membosankan?

Baekhyun sebenarnya bisa saja mengubah hidupnya menjadi sedikit berwarna, dengan mencari teman mungkin? Namun ia terlalu malas berurusan dengan sosial, terkadang akun-akun seperti SNS menjadi pelariannya ketika bosan. Namun tetap saja, tetap terlihat membosankan.

Ia berteman dengan dunia buram, dunia maya. Tak ada yang nyata di sana, hanya orang-orang yang lari dari melelahkannya hidup, atau hanya mereka yang memiliki hidup nyata yang membosankan, Baekhyun contohnya. Ia berteman dengan beberapa orang, kemudian dekat dengan mereka, menggunakan emoticon seperti senyuman dan tawa padahal pada kenyataannya, dia hanya menampilkan wajah datar. Namun siapa yang tahu? Dunia maya hanya maya, buram.

Baekhyun dengan malas membuka smartphonenya, beragam notifikasi sudah menunggu untuk di buka, rata-rata dari orang yang sama sih, seorang gadis yang sudah dua bulan ini di kenalnya melalui SNS, bercakap setiap hari dari bangun tidur sampai tidur lagi. Entah mengapa, Baekhyun nyaman-nyaman saja dengan gadis itu. Lagipula, gadis itu memiliki wajah yang cantik, manis dan menarik, aduh, Byun Baek, sejak kapan otakmu berpikir tentang gadis cantik?

Ia membalas satu-persatu pesan yang di tinggalkan oleh gadis yang berasal dari Gwangju tersebut, sedangkan dirinya berasal dari seoul. Dan setelah membalas pesan itu, muncul sebuah video call. Ia pun mengangkatnya dan menunjukkan senyum lebarnya, ia bisa melihat gadis di seberang juga tak jauh berbeda ekspresi dengannya, senyuman lebar ala iklan pasta gigi.

“Oppa, besok kau ulang tahun kan? Ayo bertemu”

“Betemu?”

“Aku akan Ke Seoul besok pagi, temui aku di stasiun.”

“Baiklah”

***

Entah kenapa kemarin ia hanya menjawab satu kata, Baiklah. Ia sendiri merasa bingung kenapa menyetujui saja ide gila gadis cantik yang meminta bertemu dengannya itu. Bukannya ia tidak mempercayainya, hanya saja, ya –hanya saja. Ia takut ia kehilangan kalimat ketika benar-benar berhadapan secara langsung dengan gadis yang sudah dekat dengannya melalui SNS itu. Terkadang, sebuah maya menjadi nyata terlihat begitu Canggung.

Baekhyun sudah standby di Stasiun meski kenyataannya kereta baru akan datang satu jam lagi. Ia hanya mondar-mandir sembari tersenyum pasta gigi ketika ada yang menatapnya aneh, pikirannya menuju lagi pada pertanyaan Apa yang harus kulakukan jika kami bertemu. Dan itu hampir membuatnya gila.

Ia mengacak rambutnya frustasi, ia sudah mondar-mandir di sini selama lima belas menit, dan waktunya untuk bertingkah aneh masih tersisa empatpuluh lima menit. Ia memang sedikit tidak beres semenjak kemarin, semenjak menyetujui keinginan itu.

Ia takut ia kehilangan kontrol ketika bertemu nanti, biasanya, hanya melalui video call, ia bahkan merasakan jantungnya berdegup kencang di dalam rongga dadanya, apalagi, ketika ia gadis itu menampilkan senyuman padanya, ia sendiri bahkan hampir pingsan mendadak ditempat, Oh Tuhan, berikan dia kekuatan untuk berhadapan nanti.

Ia melirik arlojinya, setengah jam lagi kereta akan datang, ia akhirnya menghela nafas panjang dan memilih duduk di kursi berjajar yang di sediakan pihak stasiun, kakinya gemetar tanda ia gugup, padahal belum bertemu kalian Baek,

Hingga suara pemberitahuan kereta akan datang, Baekhyun sudah sedikit tenang, ia meneliti setiap orang yang keluar dari dalam kereta sebelas gerbong tersebut, saking sibuk mencari objek yang kelihatannya mungkin, ia sampai tertabrak beberapa orang,

Hingga akhirnya, ia menemukan seorang gadis cantik dengan kacamata hitam, higheels yang tak terlalu tinggi, kemeja simple dan panjang berwarna putih di tutup jaket berwarna cream, dan jeans panjang, berjalan ke arahnya,

Baekhyun hampir tidak bisa bernafas melihat gadis itu berjalan ke arahnya, sungguh, sangat cantik. Perfect, dan sempurna. Wajah cantik itu limaribu kali lebih indah di banding dalam video call atau foto profil SNSnya. Hingga gadis itu berhenti tepat di hadapan Byun Baekhyun

“Park Hyora?” tanya Baekhyun, gadis itu melepas kacamata hitam yang melindungi matanya, mengekspos obisidian indahnya, ia tersenyum kepada Baekhyun tanpa rasa bersalah, padahal ia hampir membuat pemuda itu kehabisan oksigen dengan senyum menawannya.

“Baekhyun oppa?” tanya nya balik.

Keduanya saling melempar senyum, terlalu bingung untuk berucap, setelah dua bulan mereka saling kenal dan berkirim pesan melalui SNS, sekarang mereka berada di depan dan saling berhadapan, melempar senyum. Semua ini tak sekedar lagi maya, ini nyata.

Hingga akhirnya Hyora yang memilih mendekat, ia berdiri di hadapan Baekhyun dan memeluk namja itu. Membuat Baekhyun membeku seketika, terlalu cepat, terlalu aneh, dan terlalu canggung, Hingga Baekhyun tak bisa merasakan tubuhnya sendiri saking bahagianya.

“Selamat ulang tahun oppa, senang bertemu denganmu”

-FiN-

 

 

Iklan

5 pemikiran pada “Reality

  1. Daebakk.. Aish masa Cuma ketemu di sosial media aja.. Dan baru kali ini ketemunya?
    Tapi thor, masa ga ada adegan romantisnya kek :v yaudalah Keep Writing buat author yo

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s