Delay Death Chapter 6

Delay Death poster 3

Title: Delay Death Chapter 6

Author: kaigirlfriend

Main cast: Bae Suzy (Miss A) | Park Chanyeol (EXO)

Support Cast: Oh Sehun (EXO) | Seohyun (SNSD) | Son Naeun (Apink) | Kim Soohyun (actor) |

Genre: romance, angst

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Quotes: bisakah aku menunda kematian itu?

Disclaimer: the story is pure mine. the cast not mine. i’m just borrow it.

Credit Poster: Stella Lee at HSG


Suzy POV

“bogoshipo” aku terkejut begitu kata itu keluar dari mulut Chanyeol. Apa mungkin ia juga merindukanku seperti aku merindukannya? Ingin rasanya aku juga berkata ‘nado bogoshipo, Chanyeol-ssi’ tapi lidah ini begitu kelu sehingga aku hanya bisa terdiam didalam pelukan Chanyeol yang sangat hangat. Sangat hangat sampai-sampai aku tak mau Chanyeol melepaskanku dari pelukannya.

Tiba-tiba ada seorang ahjumma yang ingin masuk ke supermarket “ya, anak muda! Kalau ingin berpelukan jangan didepan pintu masuk!” sontak aku dan Chanyeol melepaskan pelukan kami dan kami jadi salah tingkah. Orang-orang yang ada disekitar kami menatap kami dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Chanyeol-ssi”

“Suzy-ah”

Ketika aku memanggil Chanyeol ternyata Chanyeol juga memanggilku. Oh ya, sejak kapan dia memanggilku ‘Suzy-ah’? bukankah dulu dia tidak pernah memanggil namaku? dia hanya memanggilku ‘kau’!

“kau duluan” kata Chanyeol mengalah.

Aku tambah salah tingkah. Sudah dapat dipastikan sekarang bahwa wajahku sudah semerah kepiting rebus. Oleh sebab itu, aku berusaha memalingkan wajahku dari Chanyeol agar ia tidak melihat wajah kepiting rebusku ini “kau duluan saja, Chanyeol-ssi”

“mmm… baiklah, sepertinya tidak enak jika kita berbicara disini. Bagaimana jika kita makan disana dulu?” ajak Chanyeol sambil menunjuk sebuah restoran yang terletak tak jauh dari depan supermarket.

Aku mengangguk dan kami pun berjalan ke restoran itu bersama-sama.

Saat berjalan ke restoran itu bersama-sama, Chanyeol menggenggam tanganku. Tubuhku bergetar hebat dan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Sepertinya hal yang paling aku takutkan terjadi … aku mulai menyukai Chanyeol.

Chanyeol POV

Aku mengajak Suzy ke sebuah restoran yang terletak tak jauh dari depan supermarket dan ia mengangguk. Kami berjalan ke restoran itu bersama-sama dan diluar kendali aku menggenggam tangan Suzy. Tapi dia hanya diam saja dan aku memutuskan untuk tetap menggenggam tangan Suzy sampai  kami tiba di restoran.

“kau ingin pesan apa?” tanyaku saat kami sudah duduk disalah satu meja yang ada disudut restoran.

“nggg… sebenarnya aku sudah makan tadi. Aku pesan hot chocolate saja” jawab Suzy. Nada bicaranya terdengar gugup.

Aku mengangguk tanda mengerti lalu segera memanggil pelayan dan memberitahu pesanan kami. Aku hanya memesan cappuccino karena tidak enak rasanya jika aku makan sedangkan Suzy tidak.

Saat pelayan itu sudah pergi, aku mulai membuka topik pembicaraan baru dengan Suzy “kau tinggal dimana sekarang?” tanyaku ragu. Aku takut menyinggungnya. Aku juga takut jika ternyata Suzy masih dendam denganku karena aku sudah memecatnya tanpa berpikir lebih dahulu.

“a-aku menumpang dirumah temanku” jawabnya. Ia tak berani menatapku langsung.

“mianhae” kataku tiba-tiba.

“untuk?”

“untuk semuanya. Aku sudah memecatmu seenaknya kemarin dan… sudah memelukmu tadi” Suzy terdiam, kemudian aku menanyakan sesuatu yang sudah aku pendam sejak lama “kemana orangtuamu?”

Aku menunggu respon dari Suzy tapi dia hanya menundukkan kepalanya. Baiklah. Mungkin ini pertanyaan yang sangat sensitif baginya. Seharusnya, aku tidak boleh menanyakan hal ini kepadanya. Tapi karena aku sangat penasaran dengan asal usul yeoja itu aku jadi keceplosan. Selama ini, aku hanya tahu bahwa namanya adalah Kim Suzy. Aku tidak tahu apapun tentangnya selain itu, bahkan umurnya saja tidak tahu. Yang jelas, aku rasa umurnya lebih muda dariku.

“kau tidak harus menjawab pertanyaanku yang tadi” aku cepat-cepat memperbaiki keadaan yang agak canggung ini “yang terpenting, apa kau sudah punya pekerjaan?”

Astaga! Kenapa mulutku hari ini tidak bisa dikendalikan? semua pertanyaanku sangat menyinggungnya. Kupikir, ia akan membenciku setelah ini.

“belum, tapi aku sedang berusaha mencari pekerjaan. Susah sekali mencari pekerjaan layak bagi tamatan SMA sepertiku di kota Seoul ini” curhat Suzy.

“kau bisa kembali bekerja padaku” tuturku, membuat Suzy membulatkan matanya “aku akan mengusahakan kejadian seperti kemarin tidak terulang lagi. Itu hanya salah paham. Jeongmal mianhae”

“kau jangan terus-terusan meminta maaf seperti itu padaku! kau terlihat seperti orang paling bersalah dalam kejadian ini! Sebenarnya, a-aku sudah memaafkanmu sebelum kau meminta maaf padaku” jelas Suzy. Aku merasa lega setelah mendengar penjelasannya. Itu berarti ia tidak dendam ataupun membenciku.

“bagaimana dengan tawaranku yang tadi?” tanyaku lagi.

Suzy mendongak kearah wajahku “akan kupikirkan dulu” jawabnya pelan tapi nada bicaranya terdengar tegas.

Aku mengangguk-anggukan kepalaku tanda mengerti. Pasti tida mudah baginya untuk membuat keputusan karena sebelumnya aku tidak bersikap baik padanya. Tapi aku benar-benar berharap ia kembali bekerja padaku “kalaupun kau menolak tawaranku, sering-seringlah mampir ke rumahku nantinya. Kau bahkan belum mengambil barang-barangmu yang tertinggal dirumahku” ujarku mencairkan suasana.

Suzy hanya menjawab “ne” kemudian kami asyik dengan kegiatan masing-masing saat pelayan mengantarkan minuman yang kami pesan. Suzy sibuk dengan hot chocolate nya yang dipesannya tadi, sedangkan aku sibuk menjawab pesan dari Seohyun. Seohyun ternyata datang kerumahku dan ia menyuruhku untuk segera pulang. Sial! Ditelefon tadi, dia tidak bilang kalau ia akan benar-benar datang kerumah. Lagian, ia memberitahuku kalau ia ada urusan dengan appa-nya. Jadi, aku tidak menduga ia akan datang.

Suzy yang melihat gerak-gerik anehku malah berkata “apa kau punya urusan lain? cepatlah pergi! nanti aku saja yang bayar minumannya”

Shiro! apa tadi ia bilang ia yang akan membayar minumannya? ia bahkan belum punya pekerjaan, mana mungkin aku menerima tawarannya itu “ani… biar aku saja yang bayar” aku segera berdiri dari tempat dudukku lalu menuju kasir untuk membayar pesanan kami.

Sebelum aku pergi dari restoran, aku mengucapkan salam kepada Suzy dan tak lupa untuk memberikannya nomor telefonku. Aku bahkan tak pernah terpikir untuk memberikan nomor telefonku padanya dulu, saat ia masih bekerja padaku.

Suzy POV

Chanyeol memberikanku nomor telefonnya dan ia bilang padaku bahwa ia akan menunggu jawaban dariku selama seminggu ini. Ia tidak bisa berlama-lama karena katanya ia sudah stress mengerjakan semua pekerjaan rumahnya sendirian. Aku dapat mengerti karena tidak mudah bagi seorang pemimpin perusahaan ternama di Seoul untuk mengurus rumahnya yang sebegitu besarnya sendirian.

Aku benar-benar bingung saat ini. Aku sudah menerima tawaran Sehun agar selalu bersamanya. Walaupun sebenarnya aku tidak terlalu bahagia hidup dengannya, tapi aku tidak ingin menyakiti hatinya. Disisi lain, Chanyeol menawariku untuk bekerja lagi padanya yang berarti aku tidak bisa hidup bersama Sehun.

Saat Chanyeol menawariku tadi, aku sudah sangat senang. Apalagi jia nanti aku menerima tawarannya itu.

Aku tidak bisa hidup dengan dua pria sekaligus. Jika aku memilih Sehun, dapat dipastikan aku jarang bertemu atau bahkan tidak bisa bertemu dengan Chanyeol lagi. Dan begitu sebaliknya. Jika aku memilih Chanyeol, rasa suka-ku pada Chanyeol akan semakin besar dan bisa-bisa aku malah melupakan Sehun. Lagian, jika aku bersikeras untu tetap bersama Sehun dan aku juga akan bekerja dengan Chanyeol… apa mungkin Sehun setuju? itu sama artinya dengan menduakan Sehun.

Sekarang, aku tidak mood lagi menyiapkan kejutan untuk Sehun. Aku memilih berjalan-jalan ketaman ‘bersejarah’ bagi aku dan Sehun. Mungkin disana aku akan menyadari sesuatu yang sangat penting.

Aku duduk disebuah bangku kosong yang ada ditaman sambil melihat orang yang berlalu-lalang disekitar taman. Tiba-tiba ada seorang yeoja duduk disebelahku. Aku tidak memperhatikan yeoja itu sampai ia berkata “apa kau ingin mati sekarang?”

“MWO?” aku kaget dan langsung menoleh menghadap yeoja itu. Ternyata dia Naeun!!

“apa yang kau lakukan disini?” tanyaku, masih kaget seperti tadi.

“sssttt… pelan-pelanlah kalau bicara! semua orang memperhatikanmu sekarang” bisik Naeun tepat ditelinga kananku.

Benar saja. Ketika aku kembali memperhatikan sekelilingku, semua orang sedang menatapku aneh “kenapa mereka menatapku seperti itu?” tanyaku bingung.

“Pabo!” Naeun menjitak kepalaku lalu ia melanjutkan perkataannya tanpa mempedulikan aku yang mengerang kesakitan karena jitakannya itu “semua orang didunia ini tidak bisa melihat, mendengar ataupun merasakan kehadiranku. Hanya kau yang bisa” lanjutnya.

“wow… berarti aku hebat! hanya aku didunia ini yang bisa melihat, mendengar dan merasakan kehadiranmu!” seruku narsis.

“cih, narsis sekali kau! kau dapat melihatku karena aku ini pencabut nyawamu!” Naeun mencibirku “jadi bagaimana? apa kau ingin benar-benar mati sekarang??”

“aku tidak ingin mati sekarang! aku sadar bahwa masih banyak impianku yang belum aku raih” jawabku tanpa menoleh kearah Naeun.

“ini pasti karena Chanyeol menawarimu untuk kembali bekerja dengannya, kan? kenapa sih kau mau saja mempertaruhkan nyawamu hanya untuk seorang namja?” Naeun membuatku tertegun. Apa aku benar-benar bersikap seperti yang Naeun bilang?

“darimana kau tahu hal itu?”

“aku selalu mengikutimu kemanapun kau pergi” jawab Naeun santai.

Aku terbelalak “kalau begitu, kau pasti tahu masalah yang sedang menimpaku sekarang. Menurutmu, aku harus memilih siapa? bisakah aku memilih dua-duanya?”

“YA! kau rakus sekali jika memilih dua-duanya! Ikuti saja hatimu… kau pasti bisa memilih salah satu diantara mereka” saran Naeun.

Aku memikirkan saran Naeun tersebut berulang kali. Ikuti kata hati. Tapi, aku masih bingung dengan apa yang hatiku katakan!

Ketika aku menoleh kesamping lagi, Naeun sudah tidak ada. Hufff.. dia seperti hantu. Datang dan pergi tiba-tiba. Eh? bukannya Naeun memang sejenis hantu ya? ah, dia kan pencabut nyawa. Pencabut nyawa sama saja dengan hantu.

Aku memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar taman, sekaligus menghibur diri. Aku teringat semua kenanganku dengan Sehun jika terus-terusan berada disini. Akibatnya, aku makin tidak tega meninggalkan Sehun padahal sekarang aku sudah yakin sekali hatiku akan memilih Chanyeol.

Bruukk

Tak sengaja aku menabrak seseorang “jwesonghamnida” aku meminta maaf pada orang itu. Ketika aku mendongak kearah orang yang aku tabrak “Soohyun oppa?” kataku kaget.

“Bae Suzy! kemana saja kau selama sebulan ini, huh? apa kau kabur kerumah Sehun?”

TBC

ada yang bisa nebak Soohyun itu siapanya Suzy? oh ya, Soohyun disini cuma jadi cameo LoL

Iklan

24 pemikiran pada “Delay Death Chapter 6

  1. Udahhlahhh suzy.. terima aja tawarannya chanyeol.. sama2 membutuhkan.. ehh soohyun dsini jadi kakanya suzyy? Asekkk makin semangat baca ff ini..
    Aku baca next chap yaa eonni

    Suka

  2. Kayanya aku pernah baca ff ini tapi di blog lain dan itu belom dilanjutin ya? Ternyata ketemu lagi dan disini udh tamat ternyata.
    Minta pw chap 10 nya dong thor? Author ada id line yg bisa dihubungin? 🙂

    Suka

  3. Kaak.., Duh, duh, duh, “KENAPA MAINCAST-NYA SUZYY” (۳˚Д˚)۳ ‘SangatTidakCucokk’ Sangatt Sangattttt Tidak Cocokk! Maaf yaah, kak, atau siapapun yg suka/mendukung ChanZy (Chanyeol+Suzy) Soal-nya aku nggakk suka Suzy.., -_- (pake’Bgtt)tapii.,Jalan cerita-nya udah mulai keliatan, Judul-nya Baguss, ^^Ceritanya panjang(aku lebih suka Cerita Panjang daripada Cerita Pendek:) ) Tapii,! MainCast-nya itu loohh=,= Laen kalii, MainCast-nya coba deeh,OC aja(?) *JustSaran* Gomapsumnidaa !!

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s