[Special For Suho’s Birthday] More Than Words

morethanwords

Title: More Than Words | Author: doremigirl | Genre: soft romance(?) | Rating: G

Starring Kim Joonmyeon (Suho EXO)

.

Mocchacinno dingin itu, mungkin adalah refleksi dirimu sekarang.

.

Cahaya membuatmu bersinar hari ini. Ia bertingkah seakan tidak ada hal lain yang mampu diteranginya selain dirimu. Lampu yang menaungimu terlihat begitu cemerlang, kendati biasanya lampu itu bisa mati secara tiba-tiba. Listrik yang mengalirinya dalam sekian ampere terkadang bisa terputus tanpa alasan yang jelas.

Seperti biasa, kau duduk di belakang meja itu. Tepat di samping jendela kecil yang selalu terbuka. Dengan senyum yang menghangatkan, serta di sisi lain terasa menguatkan. Senyum itu seperti terpatri di wajahmu. Seakan senyum itu sudah menjadi bagian dari topeng yang biasa kaupakai sehari-hari.

Ada segelas mocchacinno yang menemanimu duduk sendirian di bawah lampu labil itu. Mocchacinno dingin, untuk dirimu yang terlihat hangat. Segelas cairan berwarna cokelat terang itu seakan ikut menampung semua perasaanmu. Entah itu kesal, senang, marah, atau sedih.

Biasanya kau tak banyak berbicara. Mungkin, kau sudah kenyang dengan semua cercaan atau komentar pedas tentang dirimu, mereka, atau kalian. Kau sudah lelah menjawab semua cercaan itu. Lelah mengendalikan ucapanmu, kendati kau ingin sekali melemparkan sumpah serapah pada mereka.

Gelas kaca itu berputar kecil di tanganmu. Kau memutarnya seakan kau sedang memutar sebuah wine. Minuman di dalamnya harganya tidak sampai seperempat dari segelas wine, namun kau berlagak seolah mocchacinno itu adalah minuman yang sama berharganya dengan wine usia tahunan.

Kemudian, aku teringat tentang seorang anak kecil yang pernah duduk di bangku yang sama, dengan sebuah jus apel yang selalu ia sesap perlahan. Anak kecil itu akan bermain-main sejenak dengan buih yang berada di permukaan jus, sebelum akhirnya menghabiskan jus apel yang berada dalam gelas berukuran sedang tersebut.

Di bangku yang sama, anak laki-laki itu selalu berceloteh betapa inginnya ia menjadi seorang astronot. Ia berkata dengan semangat yang memercik, layaknya serentetan kembang api yang ditembakkan ke udara. Anak laki-laki itu berkata bahwa ia ingin sekali berfoto di bulan seperti Neil Armstrong, manusia pertama yang berhasil menginjakkan kakinya di satelit bumi.

Selang beberapa waktu, anak laki-laki itu masih duduk di bangku yang sama. Uniknya, ia tidak lagi ingin menjadi seorang astronot. Ia ingin menjadi seorang penyanyi yang multi-talenta. Ia sempat berkata bahwa ia sudah direkrut menjadi seorang trainee di sebuah label. Umurnya masih enam belas tahun saat itu.

Anak laki-laki itu, tujuh tahun kemudian memulai debut-nya, kemudian secara perlahan berubah menjadi dirimu.

Tak banyak yang berbeda dari anak laki-laki itu dan dirimu. Kalian tak ubahnya adalah orang yang sama. Secara fisik, kau lebih tinggi. Rahang itu terlihat lebih tegas. Bahu yang dulunya kecil itu kini sudah melebar.

Namun yang berbeda adalah, tak kutemui lagi laki-laki yang selalu membuatku penasaran karena ocehannya.

Sebaris kalimat itu tak kau ungkapkan sedikitpun. Kalimat itu tergantikan pada kalimat yang kautulis di fanboard. Kalimat itu tergantikan pada sederet ucapan terima kasih yang kau haturkan pada semua orang saat acara penghargaan. Kalimat itu bahkan tergantikan pada pesan singkat yang kaukirim pada orang yang terus menguntitmu.

Mocchacinno dingin itu, mungkin adalah refleksi dirimu sekarang. Kau menjadi seorang laki-laki yang bahkan tak kurasakan jiwanya, kendati ragamu berada di sini.

Aku berharap, suatu saat mocchacinno itu akan berubah menjadi sebuah kopi hangat. Perlahan melelehkan hatimu yang sudah beku karena keadaan. Aku berharap aku dapat menemui laki-laki yang sama, dengan tujuh tahun yang lalu. Laki-laki yang selalu mengoceh tentang impian, realita, dan hidup yang terdengar rumit.

Aku berharap aku dapat menemui senyum hangat yang sama di bawah lampu redup itu. Karena kutahu, kau tak pernah butuh lampu yang terang. Secercah cahaya bintang cukup untuk membuatmu bersinar.

Karena senyum itu – senyum yang kurindukan – adalah senyum yang mampu membuat semua orang berbalik melihatnya.


A fanfiction for my baby boo Suho. :”

Niatnya mau bikin yang lebih panjang daripada ini, tapi  yang ada topiknya malah bercabang dan nggak relevan sama intinya. Hiks.

Kata adikku, aku menyia-nyiakan foto Suho untuk fanfiction sependek ini. :”) Maugimana lagi, ini pikiran aku lagi terpecah belah gara-gara ukk, dan galau masalah exo.

Aku bikin ini karena aku sudah capek sama senyumnya Suho yang akhir-akhir ini terlihat dipaksakan. Jangan dipaksakan, birthday boy. Cry if you want to. I’ll lend my shoulder for you.

I extremely miss his laugh and smile.

916c4435bf55952061b9d4976a661d7e

Iklan

Satu pemikiran pada “[Special For Suho’s Birthday] More Than Words

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s