Forget?

Forget?

Author : Jung Seomi | Main Cast :  Bae Suzy, Kim Junmyeon,  Oh Sehun, Park Chanyeol, Kim Jong In | Genre : Fluff, Romance, Comedy

Happy Birthday Kim Junmyeon! Sorry late post 😀

————

Aku lupa, aku lupa dimana aku meletakkan ponselku, aku lupa dimana aku meletakkan dompetku, aku lupa dimana aku meletakkan jaketku, aku lupa mengerjakan tugas dari Kim Seosangnim. Aku lupa semuanya. Aku benci dengan sifat genetik yang di turunkan oleh ibuku, pelupa. Aku benci harus panik sendiri ketika aku tidak menemukan kacamataku di manapun, ternyata terletak di atas kepalaku.

Aku juga lupa janjiku ketika aku berkencan, aku lupa dimana pacarku mengajakku bertemu, aku lupa tanggal di mana dia ulang tahun. Sekalipun aku mengutuk berkali-kali sifat lupa menyebalkan ini, tetap saja, semuanya terasa benar-benar menyebalkan! Aku benci segalanya!

Kalian tau? Pelupa ini sempat menjadikanku gadis mengenaskan,

Begini ceritanya,

Dulu, aku punya pacar, namanya Kim Jong In, dia adalah pemuda tan yang sangat baik dan perhatian, dia juga memahami sifat lupaku. Aku mencintainya dan dia mencintaiku, dia sungguh overprotektif kepadaku. Tapi sayangnya, dia di jodohkan dengan gadis lain. kalian tau? Betapa sedihnya aku. Kami pun mencari solusi, akhirnya dia memutuskan mengenalkanku pada keluarganya, katanya ia ingin menolak perjodohan itu. Dia sangat yakin orang tuanya akan menyukaiku,

Namun sialnya, aku lupa di mana aku menaruh kertas bertuliskan alamat rumah Jong In, aku berputar-putar tanpa tau arah hingga malam hari, aku juga lupa membawa ponselku sehingga Jong In tidak bisa menghubungiku, pada akhirnya, keesokan harinya ia menemuiku dan marah-marah, dia bilang tidak ada jalan lagi untuk kami, kami memilih putus.

Setelahnya, ada seorang murid baru di kelasku, namanya Park Chanyeol. Kalian tau? Dia itu benar-benar tampan! Ish, lihatlah tubuh tingginya, senyuman idiotnya yang menurutku menawan, candaannya yang selalu membuatku tertawa. Dan betapa beruntungnya aku, dari sekian banyak orang yang menyukai Chanyeol, dia justru jatuh cinta padaku, Kalian tanya apa aku menerimanya? Tentu! Siapa sih yang akan menolak di terima pangeran tampan bin Kaya ? Oke, sedikit matrealistis di bagian akhir, bagaimanapun, aku tetap yeoja yang suka belanja kan?

Namun lagi-lagi, sifat pelupa ini membawaku ke jurang Sial. Park Chanyeol memintaku putus karena ia tidak tahan dengan sikap pelupaku ini. Aku bahkan tidak ingat kapan Chanyeol ulang tahun, dia bisa memahami itu, namun, ketika sikap ‘lupa’ ku yang bejibun di satukan, dia akhirnya tidak tahan, aku sering menangis sambil menelponnya kehingan uang, padahal aku menaruhnya di saku jaketku, aku juga sering membuatnya khawatir berlebih. Karena aku tau Chanyeol tak tahan lagi denganku, akhirnya aku pun mengajaknya putus. Dan seperti yang ku duga, dia langsung menerima tawaran ‘putus’ itu. Sepertinya nasibku memang menjadi gadis sendirian tanpa pacar.

Aku mencoba untuk tidak jatuh cinta lagi, itu menyedihkan dan menyakitkan, pada akhirnya nanti putus juga. Semua namja sudah enggan mendekatiku menyadari sikap lupa ku yang luar biasa. Bahkan begitu juga guru, aku sudah terlalu sering di hukum karena tidak membawa buku-karena lupa-, tidak mengerjakan PR, dan sebagainya. Aku hanya bisa terima nasib saja kalau sudah begitu. Aku sering pulang telat karena di hukum.

Di perpustakaan. Dihukum

Itulah yang sedang terjadi padaku. Menyedihkan sekali ya? Ini sudah biasa bagiku, aku adalah pelanggan setia ruang konseling bahkan guru berkacamata bulat yang menjabat sebagai konseler itu sudah menghafal muka cantik -pelupaku-

Dan ketika aku hendak menaruh buku sejarah joseon ke bagian paling atas di rak buku, aku tidak mencapainya. Aku merutuki diriku sendiri yang kurang tinggi. Hingga ada seseorang yang membantuku, aroma maskulinnya langsung menguar dan mencapai indera penciumanku, aku berbalik dan menemukan seorang pria juga melakukan hal yang sama, membersihkan perpustakaan.

“Kamu juga dihukum?” tanyaku. Ia mengangguk, aku merasa pernah melihatnya sebelumnya, tapi aku lupa di mana. Masih ingat? Aku ini pelupa!

“Kamu Bae Suji kan? Langganan konseling, pelupa tingkat tinggi?” tanyanya. Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal dan tersenyum malu.

“Sepertinya aku benar-benar terkenal” keluhku pelan karena malu, aku bisa mendengar ia terkekeh.

“Kalau kamu? Kamu siapa?” tanyaku. Ia menunjuk nametag di blazzernya. Oh Sehun, itu namanya. Semoga saja aku tidak lupa.

Setelah lama kami membersihkan perpus, akhirnya beres juga. Aku menatap hasil karya kami bangga. Aku melirik Oh Sehun di sampingku. Sialan sekali, aku kembali merasakan jantungku berdebar! Ini gila! Aku seharusnya tidak boleh menyukai pria manapun lagi. Namun jantungku yang berdegup dan darahku yang berdesir tidak bisa di ajak kompromi, reaksi alamiah yang tidak ingin aku alami benar-benar terjadi.

Aku pun menghindari Oh Sehun, sayangnya dia justru mendekatiku. Dan itu membuatku bimbang, di dekatnya membuatku gelagapan sendiri, bahkan lebih gelagapan di banding dekat dengan Jong In dan Chanyeol. Se Hun menyebalkan!

Akhirnya, dia menembakku, dia bilang dia bisa memahami sikap lupa ku. Dan aku pun akhirnya tersentuh, kami pacaran dan semuanya berjalan dengan baik, Sehun tipe pemuda yang sangat sabar. Dia benar-benar baik padaku. Dia perhatian, pengertian, setiap pagi, dia mengirimiku pesan tentang apa saja yang harus ku lakukan, ia juga sangat bersabar jika aku menelponnya karena lupa di mana aku menaruh dompetku dan datang mencarinya bersamaku. Aku benar-benar mencintai Se Hun!

Namun sial, Sehun justru di suruh orang tuanya pindah ke Jepang. Aku menangis sehari-semalam karenanya. Dan setelah ia meninggalkan Incheon. Kisah cinta kami berakhir di sana. Aku menghela nafasku lelah.

Kali ini, aku benar-benar tidak boleh jatuh cinta lagi, aku tak mau terluka dan menangis secara memalukan lagi. Aku tidak akan!

Namun kelihatannya, cuma mulutku yang konsisten dengan ucapan itu, jantungku kembali berdebar ketika ketua intra sekolah yang tampan, Junmyeon berdiri di dekatku, rapat intra sekolah menjadi hal yang mengerikan buatku, aku terus berkeringat dingin karena degupan jantungku yang menggila.

Dan sepertinya, kecantikanku benar-benar bisa menjerat banyak laki-laki tampan ke dalam pesonaku. Sayangnya, aku tau mereka pasti akan tetap meninggalkanku.

Namun lagi, aku tidak bisa menolak ketika sang Ketua Intra sekolah menawarkanku cintanya. Aku akhirnya pasrah karena membohongi perasaan sendiri itu tidak baik, wajah bak malaikatnya membuatku benar-benar tidak bisa untuk tidak terjerat pesonanya, senyumnya yang menawan dan suaranya yang halus ketika ia mengucapkan kalimat puitisnya tentang cinta benar-benar sudah menjeratku. Aku bahkan tidak sanggup berkedip menatapnya.

Dia juga berjanji tidak akan meninggalkanku selamanya, dia lebih overprotektif dari Jong In dan lebih pengertian di banding Se Hun, dia bisa memahami semua sikap burukku dan selalu sanggup membuatku tersentuh, dia suka sekali mengirimiku pesan dan sesekali menelpon bertanya apa aku melupakan sesuatu, apa dia perlu datang atau tidak. Ugh, beruntungnya aku! Dia benar-benar pria idaman, tampan ? Of Course. Kaya? Sangat! Dia lebih kaya di banding Park Chanyeol! Perhatian? Overprotektif? Aku suka segalanya yang dia lakukan untukku.

Baik, tuan Kim, Aku mencintaimu!

***

Malam hari di jalan Myeongdong selalulah ramai, Kim Junmyeon dan Bae Suzy juga salah satu pengisi keramaian di sana. Mereka terlihat seperti pasangan yang sangat manis mengingat perhatian Junmyeon dan kemanjaan Suzy. Mereka membeli beberapa barang yang Suzy suka, Sedangkan Junmyeon hanya menguntit sembari membawa begitu banyak barang yang di beli Suzy, ia benar-benar tipe lelaki yang membuat semua gadis iri pada si pelupa Bae Suzy.

Tiba-tiba, Junmyeon menangkap ekspresi gelisah Suzy dan ia pun bertanya.

“Kenapa? Kau lupa sesuatu?”

“Aku lupa membawa ponselku” ucapnya,Junmyeon mengeluarkan ponsel Suzy yang berwarna putih, dan menyerahkannya pada Suzy,

“Kau menitipkan ini padaku tadi” ucap Junmyeon.

“Benarkah?”

“Eum,”

“Aku lupa, Hehe” ucap Suzy menggaruk tengkuknya. Junmyeon terkekeh dan mengusak rambut cokelat Suzy. Ia kemudian tersenyum manis sembari menatap kedua mata obsidian Suzy.

“Kau lupa satu hal lagi” ucapnya serius. Suzy mengerutkan keningnya, bingung.

“Apa?”

“Hari ini hari ulang tahunku, Nona cantik yang pelupa” ucap Junmyeon sembari memamerkan Senyum. Suzy memasang pose berpikir sebelum ia mendongak cepat.

“Ah iya! Aku lupa! Aduh, bagaimana ini….” ucap Suzy. Junmyeon memegang pundak Suzy yang panik dan tersenyum kalem.

“Kau hanya perlu menuruti permintaanku, Suji-ah” ucap Junmyeon. Suzy pun langsung mengangguk mengiyakan, sembari menggigit bibir tipisnya.

“Katakan Junmyeon-ah!” Teriak Suzy semangat. Junmyeon tersenyum penuh arti, tangannya menjatuhkan belasan paperbag yang berisi belanjaan Suzy ke lantai, dan mendekatkan wajahnya kepada Suzy, tanpa mempedulikan situasi, tempat dan kondisi, pemuda itu menempelkan bibirnya dan menyapu bibir putih Suzy, sebenarnya awalnya gadis itu terkejut, namun akhirnya ia mengerti dan ikut memejamkan matanya.

-FiN-

AAAKKKKK!!! ABSTURDNYAAAAA!!!!!!!! GILEEEEE INI ABSTURD TINGKAT TINGGI! Ini FF yang bisa bikin penulisnya malu, ga nyangka aku bikin FF se absturd ini.

Ga genah, Suho OOC Banget, oyah, HBD Bang Leader!

Sekian!

Iklan

8 pemikiran pada “Forget?

  1. Bukan fan exo sih, tapi itu cowok-cowok-kecuali kai mungkin- favorit gueee
    Aduuuhh abang suhoo adek ga kuat bang-,-
    Huhu great fic author-nim
    Thank you!

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s