It’s Love, Sehun-ah

sehun

Its Love, SeHun-ah

Written by Jung Seomi – Casted by Oh sehun & you – Genre : Hurt/comfort – Rate : T

It’s Love, Sehun-ah, it’s Thing that called Love”

_________

Hanya satu kalimat yang di ucapkan seseorang bernama Kim Junmyeon terus menghantuiku. Kalimat itu sebenarnya tak lebih dari candaan padaku. Dulu, aku tertawa mendengarnya. Baru, ketika karma mulai menghampiriku, aku mulai menyadarinya.

Aku adalah seorang pemuda yang cukup sempurna, aku punya segalanya, lahir di keluarga kelas atas, wajah tampan, otak dengan intelegensi tinggi, dan seperti yang kau duga, aku benar-benar arogan, tapi siapa peduli? Arrogan itu menyenangkan.

Aku hidup tanpa menghargai orang lain, semena-mena dan berprinsip, “apapun akan kulakukan asal aku bahagia” dan dengan uang yang ditumpuk orang tuaku, semua berjalan dengan baik.

Hingga hari itu Junmyeon hyung, anggap dia satu-satunya makhluk yang ikhlas berteman denganku, menanyaiku.

“Apa kau pernah jatuh cinta, Sehun-ah?” Dan ketika pertanyaan itu terlontar olehnya, yang kulakukan adalah tertawa sekeras-kerasnya, kemudian berkata

“Cinta? Hanya makhuk idiot keparat yang tak punya otak yang menyimpan perasaan itu” kataku santai, dan setelahnya, Junmyeon hyung pun berkata.

“Hati-hati Sehun-ah, orang-orang sepertimu-lah yang paling mudah tersakiti” dan ucapan itu kurespon pula dengan tawa. Dan aku tidak sadar, pada akhirnya itu terjadi padaku.

***

Pada pertengahan musim gugur yang terjadi hujan lebat, di tengah hujan di bawah atap hijau halte Bus, supir sialan yang di bayar ayahku berkata tidak bisa membawaku pulang hari ini karena berbagai alasan.

Akhirnya akupun berdiri di bawah halte, melihat seorang gadis yang terlihat sangat kedinginan di ujung halte, wajahnya pucat dan seolah merintih, sialnya, aku hanya berada di tempat itu sendirian bersamanya, aku mengeratkan mantelku dan enggan membaginya. yang kulakukan hanyalah menontonnya yang kedinginan, tanpa berniat beranjak, menatapnya malas sembari terus melipat tangan di dada.

Aku mengamatinya dari atas sampai bawah, wajah pucatnya yang terlihat sangat menyedihkan, dari hidung bangirnya, mata hitamnya, rambutnya yang basah, dan semuanya sebelum tersenyum sinis. Dan Bus sialan itu datang, aku melangkah masuk dan ia pun begitu.

Lebih sial lagi, hanya tersisa dua tempat duduk saja di bagian kanan bus. Aku harus rela berbagi tempat duduk dengannya? Tch, menyusahkan saja! Tidakkah kalian lihat dia basah!

Dia tetap nekat duduk di sebelahku. Dan itu membuatku mual.

“Kau basah bodoh,” ucapku sinis, dia hanya menatapku dengan tatapan memohonnya. Matanya terlihat bening meski wajahnya sudah memucat.

Aku menghela nafasku dan membiarkan dia duduk. Setelah sampai, aku segera keluar dari Bus. Hal yang seharusnya kulakukan setelahnya, memecat ahjussi sopir yang menyebalkan itu. Meski dia minta maaf, tak akan pernah kudengarkan!

***

Keesokan harinya, di sekolah aku kembali melihat gadis jelek itu lagi dia terlihat pucat seperti kemarin, dan kemudian pingsan ketika jam olah raga, menyedihkan. Dan entah kenapa kakiku bisa-bisanya berjalan ke arahnya tanpa sepengaturanku untuk menolongnya. Namun akal sehatku sudah membawaku sadar dan aku membawa kakiku kembali agar tidak mendekat.

Katanya dia demam,

Aku sengaja mencuri dengar tadi, hei, untuk apa aku mencuri dengar? Apa aku sudah gila?

Sepulang sekolah, aku harus naik Bus lagi karena semalam aku memecat sopir pribadiku, aku malas menyetir karena aku bukan penyetir yang baik, aku tidak mau sabar menunggu lampu lalu lintas berwarna merah dan itu membahayakan, kalian tau kan?

Dan aku kembali bertemu dengannya, keadaannya tak seburuk sebelumnya, entah darimana aku merasa sedikit lega, dan dorongan dari mana aku tak tau, aku menaruh tubuhku di sampingnya.

“Oh Sehun? Mana sopirmu?” tanyanya melihatku menduduki kursi di sampingnya.

“Semalam aku memecatnya” ujarku dingin. Dia menghela nafasnya kasar.

“Kau tidak cari tempat duduk lain?”

“Tidak”

“kau aneh”

“berani mengataiku aneh?” tanyaku, aku mengangkat sebelah alisku. Dia menghela nafasnya dan memutar bola matanya. Berani sekali dia!

***

Setelahnya, aku selalu merasa diriku mulai tak waras karena sering sekali mencoba mendekatinya. Terkadang aku heran saja dengan sikap baruku, seorang Oh Se Hun bersikap seperti ini, aku mencoba tak mengindahkan semua ini, dia sudah sedikit membuatku gila, bahkan mata sialan ini terkadang meliriknya tanpa sepengaturanku.

Kemudian, yang lebih aneh, ketika aku berada di dekatnya, ada perasaan berdebar aneh dan kemudian seolah sebuah hasrat membuncah di sertai desiran darah yang mengalir begitu cepat, aku tak tau aku kenapa, yang jelas seperti itulah keadaannya.

Aku bahkan selalu mencari cara berada di dekatnya, entah aku selalu nyaman dengannya. Oh, apa ini yang di sebut cinta? Namun kelihatannya, apa yang ku lakukan seperti tak pernah ada di dalam film? Bukankah begitu? jika cinta, kenapa aku senang sekali membuatnya terkena masalah, di hukum kemudian dia kesal padaku dan membuatku tertawa. Aku suka melakukan itu.

Namun aku mendapat pukulan telak pada dua minggu setelahnya, ketika pagi itu aku hendak mengerjainya, ku dengar dia sedang perjalanan ke bandara incheon untuk pergi bersama kedua orang tuanya yang pindah tugas ke Belanda.

Perasaanku kacau, kalut, takut dan panik. Ada desakan kekhawatiran menyelubungi diriku dan membuat aku tanpa berpikir menggerakkan kakiku dengan cepat menuju Bandara di Incheon. Nafasku tersenggal keringatku mengucur karena takut dan panik. Terus kupercepat frekuensi gerak kakiku agar mau diajak berlari lebih cepat. Tujuanku hanya satu, bertemu dengannya.

Dan dengan kondisi kacauku, aku melihatnya di sana, sedang berjalan  sendirian, aku lega karena aku belum terlambat. Aku memanggil namanya dan dia berbalik menatapku.

“Se Hun?” tanyanya. Aku mendekat dan reflek meraih tangannya

“Jangan pergi” ucapku lemah. Dan dia menautkan alisnya, kemudian menatap tangannya yang berada di cekalanku

“Kenapa? kenapa aku tidak boleh pergi?” tanyanya. Kenapa? Aku sendiri tak tau, hanya saja ada bagian dari diriku yang tidak ingin dia pergi.

“Ah, tidak hanya saja…” ucapanku menggantung aku gelagapan mencari alasan, aku berlari kemari karena sepenuhnya gerak reflek, aku tak tau alasannya, jikapun aku tau, aku tidak mau mengakuinya

Namun suara pesawat dinyatakan siap membuat dia mengalihkan perhatiannya.

“Ah, Se Hun, maaf aku harus pergi” ucapnya. Aku sendiri masih kelabakan, dia segera pergi, tanganku naik hendak mencegahnya, mulutku terbuka hendak berteriak, namun aku menahan semua itu, aku memang tidak punya alasan melarangnya pergi. Jadi yang kulakukan hanya menatap nanar punggungnya yang semakin menjauh.

Akhirnya pesawat itu lepas landas dan meninggalkan tempat ini. Entah melihat lepas landasnya pesawat itu, seolah ada bagian diriku yang hilang.

***

Dan ketika aku mulai mengakuinya, semua sudah terlambat, mungkin dia kini berada di Amsterdam seperti yang mereka katakan, beberapa orang membincangkannya dan mereka bilang dia baik-baik saja. Aku sedikit lega mendengarnya.

Terkadang, aku merasakan ada sebuah perasaan yang mengekangku dan membuncah, perasaan itu mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengan gadis itu lagi. Namun aku tak bisa melakukan apapun selain mengakuinya, perasaan itu bernama rindu.

Rindu berasal dari cinta. Dan cinta tidaklah bodoh, semua ini terjadi begitu cepat dan membingungkan. semuanya murni kesalahanku yang terlalu arogan dan berharga diri setinggi-tingginya sehingga melakukan tak mau mengakui semua ini disebut dengan ‘Cinta’

Yah Junmyeon hyung, kau benar. Orang-orang sepertiku yang enggan mengakui perasaan adalah kami yang mudah tersakiti.

Dan sekarang yang dia katakan padaku hanyalah

“Se Hun-ah, cinta itu refleksi dari benci. Cinta itu suci, Sehun-ah, jangan pernah mengelak perasaan itu. Tidak ada salahnya jika kau memiliki perasaan pada orang lain.Itu memang kodrat manusia untuk jatuh cinta pada manusia lain, tidak ada cinta yang memalukan, Se Hun-ah” itulah yang hyung ucapkan padaku.

-FiN-

Hai semua /bow/ aku kembali dengan  cerita sedih lagi , Oh SeHun lagi, ga bosen-bosen bikin FF ber maincast suami sendiri deh /plaak/

Maaf kalo kurang ngefeel (?)

XOXO!

Iklan

13 pemikiran pada “It’s Love, Sehun-ah

  1. Nah kan, kena batunya kan Hun
    Makanya jgn arogan kkkk
    Buatin sequelnya donk authornim
    Sehun nyusul cwek itu ke Amsterdam, trus bkin dia berjuang abis2an buat ngedapetin hatinya tu cwek 😺😺

    Suka

  2. Lhoo,,?? Udh toh yaah..?:P hehehehet Mian.., tapii, aku kayak-nya masih bingung deh kak, yg pas Di-Bus,, Cewek-nya kan, bilang:”Oh Sehun, kemana supirmu???” /*gitulah intinya*/ naah, dia(Si Ceweknya ..) Tau darimana Nama-nya Sehun?? Truss, kook, si Cewek itu, bisa barengan sekolah sm Sehun?? Apa anak baru, atau baru kenal?? Hehehh, #maafkanakuygbanyaktanyainiyakaak ._. Oiya, btw, aku suka looh, kaak!!>< Gomapsumnidaa~ 🙂 ^^ \('-' ) ……

    Suka

    • Iya, jadi gini ceritanya, Sehun sama cewenya itu temen sekelas, nah pas di halte itu (pas yang cewe kedinginan) mereka ketemu, kan? itu pas pulang dari sekolah. So, ofc if they kown each other,

      By the way, thanks for reading and commenting :3

      Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s