Radial

Radial

R A D I A L

by putrinurr

Ficlet

staring : Kim Minseok (Xiumin) and Hara (OC)

Parental Guide Under 13

_

Ketika semuanya bercampur aduk menjadi satu asa,

hanya bayang dirimu yang sanggup menarikku keluar dari lingkaran hitam ini.

 

Minseok menggenggam revolver hitam milikya erat. Rahangnya mengeras sedangkan pandangannya tak pernah beralih dari sosok wanita berambut panjang yang kini tak dapat melihat apapun disekitarnya.

 

Wanita itu adalah malaikatnya, ia adalah mentari pagi Minseok. Ia akan mengutuk dirinya sendiri jika berani menghilangkan nyawa wanita itu. Tetapi kini tak ada yang bisa pria itu lakukan selain membunuh gadis itu saat ini juga. Salahkan pekerjaan keji dirinya yang harus menjadi pembunuh bayaran namun jangan pernah salahkan hatinya yang jatuh cinta pada target kelompoknya kali ini.

 

“Apa yang kamu tunggu?” Suara berat milik Hyuk memecah keheningan yang Minseok ciptakan sedari tadi. Pria berjas hitam dengan kacamata hitam gelap yang membingkai wajahnya itu merangkul Minseok, “Biasanya kamu selalu menyelesaikan tugas ringan seperti ini kurang dari sepersekian detik tetapi sekarang kenapa begitu lama?” bisiknya dengan penuh penekanan seakan tak puas dengan kinerja Minseok hari ini.

 

Pandangan Minseok kini kembali teralih pada wanita yang duduk beberapa meter dihadapannya. Kedua mata wanita itu ditutup dengan kain hitam sedangkan kedua tangan dan kakinya diikatkan sangat erat dengan kursi yang ia duduki. Dan anehnya, sedari tadi wanita itu tak pernah memberontak seperti target Minseok yang lain, ia sangat tenang.

 

“Aku akan meninggalkan kalian lima menit dan ketika waktu yang kuberikan habis, kuharap satu nyawa sudah menghilang dari raganya,” perintah Hyuk sambil menepuk-nepk pundak Minseok dan menatap pria itu tajam sebelum melangkah keluar dari ruangan.

 

Ketika terdengar suara pintu tertutup, Minseok menghela napasnya yang terasa begitu sesak. Ia menatap revolver dalam genggamannya yang kali ini terasa begitu dingin dan asing. Ia tidak percaya, libur cuti yang bosnya berikan hanyalah sebuah jebakan untuknya. Ia tidak percaya jika pertemuan dengan mentari hidupnya itu justru malah membawa petaka.

 

“Xiu, aku tahu kamu disana,” ucap wanita itu—Hara. Minseok maju beberapa langkah mendekati Hara, ia menyembunyikan revolver miliknya dibalik punggung. “Aku tidak apa-apa,” ucap Hara lagi seakan ia tahu apa yang ingin Minseok tanyakan.

 

“Hara-ssi—” Napas Minseok tercekat ketika setetes air mata membasahi pipi Hara. Ia benar-benar merasa menyesal saat ini. Minseok mengangkat tangannya, menyentuh pipi Hara lembut dan menghapus air matanya yang tumpah. Hati Minseok benar-benar hancur berkeping-keping saat melihat Hara menangis seperti ini.

 

“Maaf membawamu dalam permainan ini. Maaf karena aku tak jujur padamu. Maaf—”

 

“Tidak perlu,” potong Hara cepat. “Aku tahu kesalahan mendiang ayah dulu pada ayah bosmu. Seperti yang ia bilang, nyawa harus dibayar dengan nyawa dan kurasa inilah jalannya. Kita berdua sama-sama terjebak dalam lingkaran hitam yang sama dan aku takkan menyalahkanmu atas apapun setelahnya.”

 

“Aku bisa melepaskanmu saat ini juga. Aku membawa ponsel, telepon polisi dan minta mereka menyelamatkanmu, Hara,” tawar Minseok dengan suara rendah.

 

“Bisa lepaskan ikatan pada kaki, tangan, dan penutup mataku?” pintanya keluar dari topik. Minseok menurut dan melakukannya setelah sebelumnya memasukkan revolver itu disalah satu saku jasnya.

 

Kini keduanya saling bertukar pandang. Minseok dapat melihat jelas setiap lekuk wajah Hara ditengah ruangan yang agak remang. Mata wanitanya itu agak bengkak, mungkin sejak tadi di tengah diamnya itu ia sedang menangis. Minseok tak dapat memaafkan dirinya sendiri.

 

“Revolvernya, Xiu.”

 

“Tidak.”

 

“Waktumu hampir habis.”

 

“Aku tidak peduli.”

 

Hara secara tiba-tiba mengeluarkan revolver miliknya dibalik saku jaketnya lantas menempelkan ujungnya yang dingin tepat di kanan keningnya. “Kalau begitu, aku yang akan melakukannya!” serunya lantang.

 

“APA KAMU TIDAK WARAS? CEPAT TURUNKAN!” pekik Minseok kesetanan. Bersamaan dengan itu, pintu ruangan tersebut terbuka, menimbulkan suara dentuman yang keras. Hyuk berjalan masuk seorang diri dengan raut wajah penuh rasa kecewa bercampur kesal dan tanpa pikir panjang, Hyuk mengarahkan revolver miliknya kearah Minseok lantas tanpa aba-aba menarik pelatupnya hingga suara tembakan menggema ke seluruh ruangan disusul dengan bunyi tembakan kedua yang sama kerasnya.

 

“Aku menyayangimu, Hara.”

 

“Aku tahu.”

 

“Terima kasih karena sudah mengeluarkanku dari lingkaran hitam ini.”

 

Minseok tersenyum, ia meraih tangan Hara dan menggenggamnya erat. Ia mengutuk dirinya sebab tak bisa menjaga wanitanya namun disatu sisi ia bahagia. Tidak ada yang lebih membahagiakan dari ini, ia dan Hara pergi bersama menuju alam yang lebih kekal berdua terlepas dari segala lingkaran hitam yang membelit keduanya.

Iklan

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s