Delay Death Chapter 8

Delay Death poster 3

Title: Delay Death Chapter 8

Author: kaigirlfriend

Main cast: Bae Suzy (Miss A) and Park Chanyeol (EXO-K)

Support cast: Seohyun of SNSD | Naeun of Apink | Sehun of EXO-K

Genre: romance, fantasy, sad, hurt

Length: Chaptered

Rating: PG-15

Quotes: bisakah aku menunda kematian itu?

Disclaimer : the story is pure mine. the cast not mine. i’m just borrow it.

Credit Poster: Stella Lee at HSG

 

 

Suzy POV

Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya ketika Chanyeol menciumku. Dari ciumannya ini, aku merasa kalau ia menyukaiku. Ah, tidak mungkin! Chanyeol tidak mungkin menyukaiku karena ia sudah mempunyai Seohyun!

Buru-buru kulepaskan ciuman kami karena aku menyadari makan lama, ciuman kami makin dalam dan aku takut jika aku hanya membiarkannya begitu saja, hal-hal yang tidak kuinginkan akan benar-benar terjadi.

Chanyeol menatapku dengan tatapan sendu. Ia seperti ingin meminta sesuatu tapi ia memendam ‘sesuatu’ itu dalam-dalam “kenapa?” tanyanya.

“a-apa maksudmu, Chanyeol-ssi?” tanyaku ragu-ragu. Aku tidak mengerti apa yang ditanyakan Chanyeol barusan.

“saranghae. Suzy-ah, jeongmal saranghae. Apa tadi kau tidak mendengarnya?”

“aku mendengarnya…..” tapi, aku tidak yakin kalau kalimat itu benar-benar keluar dari mulutmu, lanjutku dalam hati.

“jadi, apa kau tidak mencintaiku? hmmm… ani, apa kau tidak punya perasaan sedikitpun padaku?” raut wajah Chanyeol berubah seketika.

Tidak! aku malah sangat mencintaimu! jawabku dalam hatiku yang paling dalam. Tapi, lidahku ini terasa kelu untuk mengucapkannya.

Tidak ingin membuat Chanyeol bingung, aku menarik wajahnya agar lebih dekat dengan wajahku lalu mencium bibirnya. Ya ampun! apa yang kulakukan? sebegitu memalukannya ‘first kiss’ ku karena aku mencium namja yang aku cintai duluan. Setelah ini, aku yakin Chanyeol akan berpikir bahwa aku adalah yeoja yang agresif. Sudahlah. Walaupun dimata Chanyeol nanti, aku adalah yeoja agresif…. bukankah Chanyeol tetap mencintaiku? aigoo… Bae Suzy, kenapa kau jadi narsis begini?

Aku tidak menyangka Chanyeol merespon dengan baik ciumanku ini. Ia melumat bibirku dengan lembut dan penuh kasih sayang. Aku yakin, Chanyeol sudah sadar sekarang bahwa aku sangat mencintainya. Ketika aku merasa pasokan oksigen disekitarku habis, aku melepaskan ciuman kami. Aku yang memulai, aku juga yang mengakhiri.

Saat aku membuka mata, pemandangan yang pertama kali aku lihat adalah Chanyeol tersenyum padaku “gomawo sudah menerimaku, Suzy-ah” ujar Chanyeol.

“ani! seharusnya, aku yang berterima kasih padamu karena kau sudah mau mencintai yeoja yang banyak kekurangan seperti aku” kataku malu-malu.

Chanyeol terkekeh melihat tingkahku “dimataku, kau yeoja yang sangat sempurna”

Aku menggaruk tengkuk ku yang sebenarnya tak gatal sama sekali dan dapat kurasakan semburat merah muncul dikedua pipiku. Aku salah tingkah hanya karena ucapan Chanyeol barusan. Untuk menutupi salah tingkahku ini, aku berujar “Cha-chanyeol, aku akan memasak sarapan pagi dulu”

“hmmm… sekarang, kau sudah berani ya memanggilku tanpa embel-embel ssi? kenapa tidak sekalian saja panggil aku chagi atau yeobo?” belum sempat aku menjawabnya, Chanyeol sudah memotong “kita makan direstoran saja pagi ini. Mulai hari ini, kau bukan pelayan lagi disini. Kau adalah calon Ny. Park”

Aku kaget sekaligus senang. Itu berarti Chanyeol benar-benar ingin menjalin hubungan yang serius denganku! ah, senangnya.

Aku langsung berlari menuju kamarku untuk mengganti baju sekaligus untuk mengekspresikan rasa senangku juga. Dikamar, aku berteriak tidak jelas saking senangnya. Aku tidak peduli jika Chanyeol mendengarnya. Yang penting, Chanyeol mencintaiku.

**

Disinilah kami sekarang; disebuah restoran bintang 5 yang tentunya sangat mewah. Sebenarnya, dulu aku sering kesini ketika sedang bosan dengan makanan dirumah. Padahal, menu makanan dirumahku selalu berbeda. Ya, aku baru sadar bahwa tindakanku dimasa lalu itu sangat membuang uang.

Setelah pelayan mencatat pesanan kami dan pergi, aku langsung berkata pada Chanyeol “Chanyeol-ah, kenapa untuk sarapan pagi saja makan disini? disini terlalu mahal, padahal masih banyak restoran yang lebih murah dan rasa makanannya sama saja”

Chanyeol tersenyum “aku ingin mengajakmu makan disini karena ini adalah restoran favoritku”

Aku menganggukan kepalaku. Oh, ternyata ini adalah restoran favorit Chanyeol batinku. Tiba-tiba, ada sesuatu yang mengganjal dipikiranku “Chanyeol-ah, bukannya kau sudah dijodohkan oleh orangtuamu dengan Seohyun?”

“ne. Tapi, aku sama sekali tidak menyukainya. Aku akan berusaha mengatakan hal ini pada orangtuaku secepat mungkin” jawab Chanyeol, lalu ia menggenggam kedua tanganku erat.

“aku mempercayaimu, maukah kau mempercayaiku juga?” tanyaku kemudian.

Chanyeol menaikkan sebelah alisnya, bingung. Aku pun menceritakan semuanya pada Chanyeol bahwa aku benar-benar Bae Suzy, anak dari pemilik Bae Corporation. Aku kabur dari rumah karena merasa tidak dipedulikan lagi, lalu aku juga menceritakan mengenai Sehun. Tapi, aku sama sekali tidak menyinggung masalah ramuan aneh itu. Kurasa ini bukan saat yang tepat untuk menceritakannya.

Anehnya, Chanyeol bukannya prihatin ataupun terharu mendengarkan ceritaku. Ia malah tertawa!

“ckck, kenapa kau malah tertawa? menyebalkan sekali!” gerutuku.

“haha… ceritamu itu lucu seperti di drama-drama” balas Chanyeol, masih tertawa.

Aku hanya diam. Awalnya, kupikir Chanyeol akan marah setelah mendengarkan ceritaku karena aku sudah membohonginya. Untunglah, dia malah tertawa.

Tidak berapa lama, datang seorang pelayan membawa pesanan kami. Kami pun langsung melahap makanan yang sudah kami pesan itu.

Saat sedang makan, Chanyeol bertanya padaku “Suzy-ah, apa kau marah?”

“ani, aku hanya kesal” jawabku.

“hufff, sama saja. Mianhaeyo, chagiya” Chanyeol meminta maaf.

Aku tersentak mendengarnya memanggilku chagiya, tapi aku juga senang dipanggilnya begitu. Aku berusaha menormalkan raut wajahku “gwenchanayo. Kenapa kau bisa mencintaiku…. secepat ini?” tanyaku tiba-tiba.

Chanyeol sedikit terkejut “cinta tak butuh alasan dan cinta selalu datang tiba-tiba, tidak bisa diperkirakan”

Aku tertegun. Jawaban Chanyeol memang sangat benar.

**

Sudah dua minggu sejak aku dan Chanyeol mengungkapkan perasaan masing-masing. Hidup kami berubah 180 derajat dan sejauh ini tidak ada masalah yang berarti. Tapi, kemarin Chanyeol menyuruhku untuk menemui orangtuaku karena sudah hampir 2 bulan aku tidak menemui mereka.

Sayangnya, aku belum siap menemui mereka. Ada sesuatu didalam diriku yang melarangku untuk menemui mereka. Lagian, aku yakin orangtuaku tidak benar-benar mempedulikanku. Jika mereka benar-benar mempedulikanku, pasti sekarang banyak berita dimedia tentang anak dari pengusaha Bae yang menghilang.

Saat aku sedang menonton tv diruang tengah, handphoneku berbunyi. Pasti Chanyeol yang menghubungiku karena aku baru mengganti nomor handphone dan satu-satunya orang yang tahu nomor handphoneku yang baru hanya Chanyeol. Aku membaca pesan dari Chanyeol tersebut.

Hari ini aku tidak bisa pulang ke rumah karena pekerjaanku dikantor menumpuk. Mianhaeyo, chagi. Nae jeongmal saranghae

Aku tersenyum ketika membaca kalimat terakhir dipesan Chanyeol.

Geure. Jangan lupa jaga kesehatanmu! Nado saranghae ^.^

Aku langsung menekan tombol “send” setelah aku tertawa geli karena membaca pesan yang aku ketik sendiri. Aku menunggu balasan pesan dari Chanyeol selama beberapa menit, tapi tidak ada. Biasanya, Chanyeol selalu cepat membalas pesan dariku. Hmmm… mungkin dia sedang banyak pekerjaan jadi tidak sempat membalas pesan dariku.

Detik, menit dan jam berlalu. Waktu terasa sangat lama bagiku saat ini. Jika ada Chanyeol bersamaku, dua minggu akan terasa seperti beberapa jam saja.

Aku pun memutuskan untuk berjalan-jalan ke taman yang ada dikompleks ini. Taman yang ada dikompleks tak kalah indahnya dengan taman yang biasa aku dan Sehun kunjungi. Bedanya, taman ini lebih sepi dan sangat jarang ada pedagang kaki lima yang berjualan disini. Maklum, kompleks tempat rumah Chanyeol bisa dibilang tempat tinggal orang-orang dari golongan menengah keatas. Kebanyakan rumah disini sudah punya taman, jadi jarang ada orang yang mengunjungi taman ini.

Omong-omong tentang Sehun, aku sudah lama tak menghubunginya. Apalagi, aku menukar nomor handphoneku –entah untuk keberapa kalinya- jadi ia pun tak mungkin bisa menghubungiku. Sekarang, aku tidak ingin memikirkan Sehun lagi. Aku hanya ingin memikirkan diriku sendiri dan…… Chanyeol.

“waktumu tinggal 20 hari lagi!” kata seseorang.

Tanpa menoleh kesumber suara, aku dapat menebak kalau orang itu adalah Naeun. Oh ya! aku hampir lupa tentang kematianku ini. Aku bahkan belum memberitahukannya pada Chanyeol!

“oh ya, dari kemarin, aku tak sempat memberitahumu kalau kau tidak boleh memberitahukan kepada siapapun mengenai kematianmu ini, termasuk kepada Chanyeol! Jika kau melanggar, mianhaeyo…. aku akan mencabut nyawamu saat itu juga!” kata Naeun tiba-tiba. Nada bicaranya sangat serius dan berbeda dari biasanya sampai-sampai bulu kuduk ku bergidik ngeri.

“kalau begitu, bagaimana bisa aku tetap hidup?” protesku, walaupun sebenarnya aku ketakutan.

“sudah kubilang, carilah seorang namja yang tulus mencintaimu dan mau mengorbankan nyawanya untukmu! jika ada namja yang mau mengorbankan nyawanya untukmu, sudah pasti namja itu tulus mencintaimu” jelas Naeun.

Aku mengangguk mengerti. Namja itu pasti Chanyeol. Tapi, apakah Chanyeol tulus mencintaiku? bisa saja kan Chanyeol mencintaiku untuk alasan tertentu? argggh… kenapa tiba-tiba aku memikirkan hal ini???

Saat aku menoleh kesamping, Naeun sudah tidak ada. Ya, Naeun memang seperti itu; datang tanpa diundang dan pulang tanpa pamit.

Setelah beberapa kali mengelilingi taman ini, aku pulang kerumah. Diperjalanan pulang, ada mobil yang rasanya tak asing berhenti didepanku.

“Seohyun-ssi?” kataku saat si pengemudi mobil keluar.

“ne, ini aku. Ternyata memang benar ya kalau kau dan Chanyeol sudah jadian?”

Aku tertegun. Darimana Seohyun tahu? apa mungkin Chanyeol yang memberitahunya?

Seolah menjawab kebingunganku, Seohyun berkata “bukan Chanyeol yang memberitahuku, aku tahu sendiri. Aku hanya ingin bilang padamu, jauhi Chanyeol! Dia sudah milikku! kami akan menikah sebentar lagi. Bukankah kau sudah memiliku Sehun?”

Perkataan Seohyun membuatku terkaget-kaget. Tapi, belum sempat aku menjawab, ia sudah masuk kedalam mobilnya lalu berlalu begitu saja.

Aku meneruskan perjalanan pulang kerumah dengan perasaan campur aduk. Aku tidak yakin Chanyeol memberitahu semuanya pada Seohyun! kemarin, Chanyeol sudah berjanji padaku untuk tidak memberitahu siapapun tentang diriku dan hal-hal yang sudah aku ceritakan padanya. Apa aku saja yang terlalu percaya padanya?

Begitu aku sampai dirumah, aku terkejut arena ada Chanyeol juga disini “Chanyeol-ah? kenapa kau bisa ada disini?” tanyaku bingung sekaligus untuk meyakinkan diriku sendiri bahwa yang sedang aku lihat benar-benar dirinya.

“wae? kau tidak suka? aku ada disini karena aku merindukanmu!”

“tapi bukannya…. ah, sudahlah! aku senang kau disini” jawabku jujur lalu aku langsung memeluk Chanyeol untuk menyalurkan semua yang sedang aku rasakan saat ini.

Chanyeol POV

Setelah Suzy melepaskan pelukannya, aku langsung bertanya “darimana saja kau?”

“aku berjalan-jalan sebentar mengelilingi taman kompleks. Disana sangat sepi”

Aku tersenyum sambil mengelus puncak kepala Suzy. Ia pasti bosan dirumah terus. Tiba-tiba saja pikiranku melayang dikejadian saat aku masih dikantor.

Flashback

Geure. Jangan lupa jaga kesehatanmu! Nado saranghae ^.^

Aku tersenyum saat membaca pesan balasan dari Suzy. Makin lama, yeoja itu makin berani mengungkapkan perasaannya padaku. Hari ini aku memang tidak bisa pulang ke rumah karena pekerjaanku dikantor masih banyak.

Saat aku ingin membalas pesan dari Suzy, ada seseorang yang masuk seenaknya kedalam ruanganku. Ternyata yang masuk adalah eomma. Memangnya, siapa lagi yang berani masuk keruangan direktur perusahaan selain eomma, appa dan….. Seohyun?

“ada apa eomma datang kesini? tumben sekali!” tanyaku agak curiga.

“kau ini! eomma-mu datang bukannya disambut tapi malah ditanyai dengan curiga seperti itu!” eomma menghela nafas “maksudku datang kesini untuk beranya langsung padamu, apa benar kau berpacaran dengan yeoja bernama Kim Suzy?”

“darimana eomma tahu?” tanyaku kaget.

“ternyata benar. Kau tidak perlu tahu aku dapat informasi ini darimana! bagaimana latar belakang yeoja itu?”

Aku ingin memberitahu eomma bahwa Kim Suzy sebenarnya adalah Bae Suzy, anak dari pemilik Bae Corporation. Tapi, aku sudah berjanji pada Suzy untuk tidak memberitahukan hal ini pada orang lain “mollaseo” jawabku akhirnya. Aku bingung harus menjawab apa.

“huh, sudah kuduga kalau yeoja itu dari golongan menengah kebawah. Sebenarnya, eomma tidak bermaksud melarangmu bersama yeoja itu. Eomma merestui kalian, asalkan kau bisa menjelaskan baik-baik pada Seohyun”

“jinjayo? aku akan menjelaskan baik-baik pada Seohyun!” ujarku bersemangat.

“YA! kau ini seperti tidak tahu Seohyun! dia keras kepala dan sangat sulit  menghalangi keinginannya!”

Aku hanya menganggukan kepalaku. Eomma sudah merestui hubunganku dengan Suzy. Sedangkan appa, aku yakin jika eomma setuju, appa juga akan setuju. Sekarang, aku tinggal membujuk Seohyun tapi aku yakin itu bukanlah hal yang mudah.

“Chanyeol-ah, apa kau sudah mempersiapkan keberangkatanmu ke Jepang untuk besok?” tanya eomma.

“MWO? ke Jepang? besok?”

“hhh… ternyata kau belum tahu. Besok kau harus berangkat ke Jepang untuk memantau proyek kita dengan salah satu rekan perusahaan yang ada di Jepang” jelas eomma.

“berapa lama aku di Jepang nanti?” tanyaku lagi.

“paling cepat 3 minggu dan paling lama bisa sampai sebulan” jawab eomma.

Aku kaget. Sebenarnya, aku sudah sering pergi keluar negeri untuk mengurusi proyek perusahaan. Tapi, kali ini situasinya berbeda. Aku sudah mempunyai Suzy.

“waeyo? apa kau tidak tega meninggalkan kekasihmu? masa ia tidak bisa menunggumu selama sebulan saja?” goda eomma.

Aku hanya diam. Kuharap Suzy bisa mengerti posisiku sekarang ini.

“kalau begitu, kau pulang saja kerumah. Siapkan barang-barangmu untuk keberangkatan besok. Pekerjaanmu dikantor biar eomma urus” ujar eomma.

“jeongmal? ah, gomawo eomma” aku berpamitan pada eomma lalu bergegas pulang kerumah.

Flashback End

 

Author POV

“Suzy-ah, ada sesuatu yang sangat penting yang ingin kubicarakan padamu” Chanyeol membuka pembicaraan.

“apa itu?” tanya Suzy antusias.

“ada dua hal. Yang pertama, besok aku akan pergi ke Jepang. Mian baru mengatakan hal ini padamu sekarang. Aku baru tahu hari ini….” dan yang kedua adalah eomma merestui hubungan kita, lanjut Chanyeol dalam hati.

“yang kedua?”

“rahasia!” seru Chanyeol. Ia merencanakan memberitahu hal yang kedua saat ia pulang dari Jepang nanti.

“aigoo…. ternyata kau senang bermain rahasia-rahasiaan!” Suzy berpura-pura kesal “emmm, berapa lama kau pergi ke Jepang?” tanya Suzy kemudian.

“tiga minggu. Kau mau kan menungguku?” Chanyeol memastikan.

Suzy mengangguk sambil memaksakan senyumannya “tentu. Aku akan menunggumu”

Chanyeol tersenyum “gomawo”

“a-anu… Chanyeol-ah, aku kekamarku dulu ya!” kata Suzy terburu-buru.

Chanyeol mengangguk tanpa merasa curiga sedikitpun pada Suzy.

Dikamar, Suzy menangis tanpa suara. Hanya air matalah yang keluar begitu deras membasahi pipinya.

Mianhaeyo Chanyeol-ah, aku tidak bisa menunggumu selama itu. Saat kau kembali nanti, aku sudah tidak ada lagi didunia ini.

TBC

 

Gimana? chapter kali ini lebih panjang kan dari yang biasanya? ^.^

ff ini bakal end saat chapter 10. Berarti tinggal 2 chapter lagi. Setelah itu, rencananya author mau nge-post ff baru lagi. Enakan yang cast nya Kris atau Kai ya?

Ummm, dichapter 10 ff ini bakal di password. Mianhae 😦

Sebenarnya, author nggak bermaksud buat ngasih password untuk di WP ini karena readers nya nggak terlalu banyak jadi siders nya juga nggak banyak. Tapi, karena dipost di WP lain, jadi disini harus dikasih password juga. Kalau nggak, kan percuma aja.

Next chap bakal author update sesudah ada yang comment ya, hehe =D

Iklan

41 pemikiran pada “Delay Death Chapter 8

  1. Oh itu alasan suzy toh:’ ternyata orang tuanya chanyeol ga masalah tau seohyunnya ini nih-,,- sedih ih suzy jangan kemanamana plis jangan meninggal hiks😢

    Suka

  2. Aduhhh>.< makinnn serruuu waktunya suzy udah tinggal sedikittt ehh si chanyeol malh kejepang! Aduuhhh diluar dugaan bgt dehhh iniii
    Baca next chap yaa eonnii^^

    Suka

  3. wuahhh kasian ya suzy… disaat ada tujuan hidupnya suzy dihadapkan dengan kematiannya yg hanya tinggal menghitung hari… semoga gak sad ending… nice thor.. XD
    ijin baca y thor 😀

    Suka

  4. mian yha thor bru coment sekarang, abis kepepet sm kuota sih.. 😀
    ini keren, kasian suzy.. 😦
    ntar chanyeol pulang dari jepang suzy udh gk ad, ya.. 😦
    ini mirip fil 49 days.. 😀
    thor minta pw donk

    klo milih kris ap kai, aku milih kris 😀

    Suka

  5. Chanyeol bakalan pergi ke jepang selama 3 minggu?
    Berarti pas chanyeol pulang, suzy udah nggak ada? 😦
    And sehun gimana nasibnya?
    Next chapnya jangan lama2 yah thor, and ntar aku minta pwnya yg chap 10 yah thor 😉

    Suka

  6. Sedih baca part terakhir yg pas chanyeol pulang dri jepang suzy udh ngak ada lgi di dunia ini 😥
    aku sih… Pengen nya ff baru author cast nya Kai oppa 🙂
    Oh ia thor ntar aku minta pw yg chap 10 nya ya.. 😉
    keep writing thor^^

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s