Moonlight

moonlight

Moonlight

Starred by Kris Wu And Written by Diramadhani

 Also inspired by EXO’s Moonlight

©Standard Desclaimer Applied

_____________

 

Satu hal yang aku tau ketika aku terjerat dalam magnet dirinya, aku menyukainya.

Senyumannya yang ramah, tawanya yang lepas, suaranya yang halus semuanya sanggup memasukkanku ke dalam jeratannya. Gadis itu duduk di atas pasir pantai yang putih tanpa celah. Aku mengenalnya dulu ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Dia gadis yang baik, dan seperti yang aku katakan padamu tadi, aku menyukainya.

Aku dan dia cukup dekat. Tak jarang kami bertukar pesan lewat telepon seluler. Tapi jangan berpikir bahwa pesan itu berisi roman atau semacamnya, sama sekali tidak. Kami hanya sahabat, dan mungkin akan terus seperti itu.

Angin berhembusan membuat pohon nyiur melambai, menerbangkan celah-celah helaian rambutnya yang terbingkai pita berwarna merah. Gadis itu menangis, di bawah langit bertaburan bintang dengan disertai suara gemuruh ombak, ditambah cahaya bulan yang utuh di  pertengahan Mei.

“Kris….” Dia berucap lemah, suaranya bergetar tanda dia menahan airmatanya untuk jatuh, aku menggelengkan kepalaku, memberi larangan padanya agar dia berhenti menangis. Namun dia tetap terisak, dan seperti hari yang lalu, pada akhirnya, dia jatuh ke dalam pelukanku.

Selalu sama, selalu seperti itu, debuman jantungku yang menggila akibat kontak fisik yang terjadi. Tapi aku tau, hanya aku yang merasakannya. Dia tidak akan pernah merasakan debaran yang sama, desiran darah yang sama, wajah memerah yang sama.

Dia masih menangis,

“Kau jelek ketika menangis, jadi berhentilah menangis.” Aku mengusap rambutnya. Aku ingin mendatangi laki-laki yang melukainya dan menghantamnya dengan tanganku sendiri, tapi aku tidak bisa. Karena laki-laki itu adalah satu-satunya orang yang ingin dilindungi oleh dia, gadis yang sedang berada di pelukanku.

Aku mengepalkan tangan kananku, perasaan ini sungguh mengganggu. Seharusnya aku berperan sebagai sahabat yang baik, namun karena perasaan konyol ini, entah bagaimana, semua menjadi lebih berat.

Aku hanya dapat mendukungnya, memberi semangat untuknya, memberinya sebuah senyuman palsu, dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja, berperan sebagaimana harusnya seorang sahabat bertindak.

Ya, akan terus seperti itu, aku hanya sahabatmu yang akan selalu siap tersenyum dan menjadi sandaran bagimu jika dia melukaimu. Namun kemilau kerlipan bintang dan sinar bulan yang utuh dan sempurna akan bersedia bersaksi, bahwa aku memiliki perasaan tulus itu padamu,

Perasaan tulus dan konyol bernama… Cinta.

***

Iklan

5 pemikiran pada “Moonlight

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s