Opaque

IMG_20140408_214605

Opaque

Author : Diramadhani /Jung Seomi |Cast : Oh Sehun,Lu Han | Genre :  Comfort, Hurt |Rating : T

©Story is Belongs to Diramadhani, The Cast isnt hers.

“It started with a forbidden Love,”

Warn! Typo! Sedikit mengandung tema boyslove. Tapi bukan FF yaoi/boyslove ._. entahlah deh 😀

__________

 

Mengabaikan cinta itu salah. Awalnya, aku pikir, cinta hanya seonggok ketertarikan yang bermula ketika dua pasang mata berpandangan, kemudian berubah menjadi nafsu dan saling menginginkan. Cinta adalah magnet yang bodoh dan menggelikan.

Aku telah menerima karma dari segala pendefinisianku yang dulu akan apa yang disebut dengan Cinta. Aku tahu, kenapa cinta dianggap suci dan murni. Aku tahu, kenapa banyak tetes airmata yang telah terkorban karena cinta. Aku merasakannya sekarang.

Di saat keterlambatan mengunjungiku. Aku adalah orang yang paling bodoh di dunia ini. Rasanya aku ingin tenggelam di laut lepas sembari menertawakan diriku sendiri. Aku menyesal. Cinta ternyata tidak sesederhana yang kubayangkan.

Hari itu pertama kalinya aku bertemu dengannya. Aku bertatap mata dengannya. Dulu aku tak tahu apa-apa dan membiarkan diriku terjerat dalam rekahan senyum yang hari itu dia tunjukan padaku. Desiran darah dan kegugupan yang hari itu langsung mendatangiku seketika kuabaikan. Aku membiarkan diriku terus-terusan menatapi dirinya tanpa sepengendalianku, aku membiarkan isi pikiranku menuju ke arahnya tanpa keinginanku, aku membiarkan jantungku berdegup tak menentu tanpa kehendakku. Mengawali buramnya kisah baru dalam hidupku.

Semenjak aku menyadari apa yang terjadi denganku, aku benar-benar tahu bahwa semua ini Salah. Aku tak pernah tahu, bahwa semua ini tumbuh menjadi cinta. Aku salah, sangat salah. Aku bodoh karena meremehkan sebuah rasa ketertarikan. Aku bodoh karena terlalu meremehkan perasaan yang semakin dalam tumbuh di dalam sana. Ingin aku berteriak kepada dunia, kenapa harus ada cinta di dunia ini?

Aku tak tahu, kenapa aku harus jatuh cinta sekarang? Dan kenapa itu harus kepadanya?

Ingin aku pergi, berpaling, menghindar dan kemudian aku pergi dan lari sejauh mungkin, memendam namanya dan senyumnya yang telah menyihirku. Namun kian kali aku mencoba, aku akan selalu gagal dan terus gagal. Aku tidak pernah bisa berkutik jika ia sudah melemparkan senyum terbaiknya padaku, senyum lembut yang membuat jantungku berpacu dengan kencang.

“Hei Sehunna, kau sakit?” Suara lembutnya menerpa telingaku, seolah permainan harpa langit yang indah dan mengalir sempurna, tak bisa ku tahan debaran jantung yang begitu menggema di rongga dadaku. Aku tak bisa menghentikannya, yang bisa kulakukan hanya berharap pada Tuhan dia tak akan mendengar detakan jantungku.

Aku menggeleng sebagai jawaban, ku sertakan senyumku untuk meyakinkannya. Ia pun membalasnya dengan senyum. Aku merasa dunia berhenti berputar dan aku hanya bisa melihatnya sekarang. Aku sudah gila, setidaknya itu yang harus kuucapkan kepada diriku sendiri.

Angin berhembus membelai surai cokelat madunya, ia tertawa dengan lepas. Tawa yang selalu bisa memberikan kesejukan untukku. Aku terdiam berdiri melihatnya. Menatapnya dari ujung rambut cokelatnya, turun ke dahi nya, sepasang mata rusa berlapis obsidian yang indah, hidung bangirnya, bibir mungilnya, dagunya, hingga ujung kakinya. Dia sempurna. Sungguh, bagaimana bisa Tuhan menciptakan mahkluk sesempurna dirinya?

Aku merasa bergetar, sadar akan kesalahan terbesar yang benar-benar telah ku perbuat. Perasaan salah ini, aku benar-benar tahu dia tak akan membalasku. Aku yang gila di sini. Biarkan aku pendam semua itu sendiri, biarkan dia tidak tahu, menjadi sahabat terbaiknya sudah cukup bagiku.

“Sehunna! Kemarilah!” teriaknya memanggilku, aku pun mendekat sembari tersenyum.

“Ada apa hyung?” tanya ku. Ia tersenyum penuh arti.

“Hahaha, lihatlah mereka, gadis-gadis cantik yang sedang berlalu lalang itu! Wah… mereka sangat cantik, taruhan yuk, siapa yang bisa dapatkan salah satu dari mereka akan menang!” ucapnya ceria. Aku tercekat, udara terkumpul di tenggorokanku enggan di keluarkan. Aku merasa sesak tiba-tiba seolah oksigen di dunia ini terenggut habis. Aku berusaha mengumpulkan suaraku untuk bicara

“Hahaha, tentu hyung, aku yakin aku akan menang, aku lebih tinggi, lebih tampan, lebih cerdas, lebih kuat, tentu saja kau akan kalah” ejekku, sebisa mungkin agar tidak telihat kaku. Aku melihat wajahnya terlipat, aku tahu ia kesal. Tapi wajah kesalnya sungguh terkesan indah bagiku.

“Sehun, aku membatalkan taruhannya” ujarnya sebelum meninggalkanku. Aku menatap punggungnya yang jauh dengan nanar.

Kemudian Ia berbalik lagi menghadapku dan tersenyum, kemudian ia memegang tanganku dan menariknya menjauh. Aku tercekat, aku menatap tangan yang menggenggam erat tanganku sembari membawanya pergi, aku menatap punggungnya dengan sedih, punggung yang tak boleh ku rengkuh kedalam pelukanku. Rambut cokelatnya yang sedikit panjang untuk ukuran lelaki, yang harusnya sudah dipangkas terhembus angin. Aku terus menatapnya dalam bawah sadarku. Namun saat aku mulai sadar, Aku menggeleng kuat-kuat.

Perasaan salah, yang tak mungkin akan terbalas. Aku tak boleh membiarkan ini terus berkembang, ini salah, sangat salah.

Aku sungguh berdosa telah menyukainya, aku sungguh bodoh telah menyukainya, aku sungguh gila telah jatuh hati padanya.

Maafkan aku Luhan Hyung, aku memang bodoh dan payah. Maafkan aku menyimpan perasaan ini. Izinkan aku  menyimpannya tanpa lupa menguncinya rapat-rapat. Aku akan selalu mencintaimu hyung, kau akan selalu berada di bagian paling dalam hati kecilku. Maafkan aku terlalu bodoh hyung…

Iya, kisahku memang sedih. Tapi aku tidak menyesal telah jatuh cinta kepadanya, sesakit apapun itu, kubiarkan perasaan ini tersimpan, terlalu sayang untuk di buang. Aku akan pergi jauh darinya dan suatu hari nanti aku berjanji, aku akan kembali menjadi diriku yang berbeda.

-FiN-

As always, castnya mereka berdua lagi, Hun sama Han, aku gatau kenapa cuma ngefeel kalo yang main mereka berdua 😥 Maaf mengangkat tema ini,

No Bash! No Flame!

Iklan

9 pemikiran pada “Opaque

  1. Yap, diksimu sukses bikin aku terbawa suasana 🙂
    Pairing ini emang cocok kok kalo dijadiin cast untuk fanfic bergenre boyslove :3 Haha
    Kutunggu karya yang lain. Keep writing ^^!

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s