When Sehun Get Bored With Luhan [2/2-END]

When Sehun Bored With Luhan

Title: When Sehun Get Bored With Luhan

Author: luhanwifey

Main cast: Oh Sehun (EXO-K) | Xi Luhan (EXO-M)

Support Cast: Kim Jongin/Kai (EXO-K)

Genre: yaoi, married life

Length: Twoshoot

Rating: PG-13

Disclaimer: the story is pure mine, but the cast not mine. They belong to their parents and their agencies.

Credit Poster: MyeonnieKim @ School Art Design

Author POV

Sehun merasa tidak pernah menyuruh Luhan untuk pergi dari rumah miliknya. Tapi, saat malam hari yang mana Sehun yakin Luhan sudah terlelap dalam tidurnya, Sehun mengendap-endap masuk kedalam rumah.

Tujuan awal Sehun datang kesana hanya ingin memastikan kalau Luhan baik-baik saja dan tidak melakukan hal aneh seperti bunuh diri atau memakan racun. Beruntung password rumah belum diganti oleh Luhan.

Begitu masuk, rumah terlihat kosong dan semua lampu nampak dimatikan.

Ini aneh, tidak biasanya Luhan mematikan lampu, pikir Sehun.

Sehun memutuskan untuk tidak menghidupkan lampu karena ia takut Luhan akan menyadari kehadirannya. Kemudian, Sehun melangkah pelan-pelan menuju kamar yang dulunya adalah tempat ia tidur bersama Luhan.

Saat membuka pintu kamar, suasana kamar tak jauh berbeda dari ruangan lain dirumah ini. Kosong dan gelap. Dengan terpaksa, Sehun menekan saklar lampu dan jreeeenggg…. tidak ada Luhan disana.

Pikiran Sehun mulai dipenuhi tanda tanya, kemana Luhan? apa kondisinya baik-baik saja? apa dia menjaga pola makannya? atau jangan-jangan dugaanku bahwa Luhan melakukan hal aneh itu benar?

Sehun segera pergi ke suatu tempat, kedai soju. Jika Luhan sudah sangat frustasi, biasanya ia akan ke kedai soju tersebut. Terakhir kali Luhan kesana adalah setahun yang lalu dimana orangtua Luhan hampir bercerai tapi untungnya tidak jadi.

“Sehun-ah, ada perlu apa kau kesini malam-malam? dan…. dimana Luhan? bukankah kau selalu bersama dia jika kesini?” tanya ahjumma pemilik kedai soju heran.

“a-anu, apa sebelumnya Luhan ada kesini?” tanya Sehun tak yakin. Dari tampang ahjumma pemilik kedai soju itu, ia seperti tak tahu apa-apa.

“tidak, terakhir kali waktu bersamamu tahun kemarin. Memangnya kenapa?” ahjumma itu balik bertanya pada Sehun.

Sehun menggeleng sambil memaksakan sebuah senyuman “aniyo, aku pulang dulu ahjumma. Annyeong” pamit Sehun.

“chankanman! apa kau sedang bertengkar dengan Luhan?” tebak si ahjumma.

Awalnya, Sehun berniat untuk berbohong karena ia pikir ahjumma tidak harus tahu mengenai kehidupan pribadinya dengan Luhan tapi hati Sehun menyuruhnya untuk memberitahu ahjumma sebenarnya.

“apa kau sudah mengirimkan surat perceraian itu?” tanya ahjumma setelah Sehun menceritakan semuanya dari a sampai z.

“belum, aku berencana mengirimkannya minggu depan” jawab Sehun jujur.

Ahjumma tersenyum “baguslah. Dari semua yang kau ceritakan, aku menganggapnya adalah sindrom pernikahan yang biasa terjadi setelah pasangan menikah kurang dari dua tahun. Salah satu pasangan akan mulai bosan dengan pasangannya, tapi itu hanya terjadi selama beberapa minggu dan paling lama dua bulan. Ahjumma pernah mengalami hal yang sama sepertimu tapi ahjumma langsung bisa mengatasinya” jelasnya.

“jadi, aku benar-benar mengalami sindrom itu? walaupun sesama namja bisa mengalami hal itu?” tanya Sehun tak percaya.

 

***

 

Sehun tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Sekarang, perkataan ahjumma saat dua minggu yang lalu menjadi benar.

Sehun tetap tinggal dirumahnya untuk menunggu Luhan tapi Luhan tak pernah datang.

Apa Luhan membenciku? aku tidak rela tapi…. arrrggh, aku pantas dibenci olehnya! pikir Sehun.

Sehun tidak berusaha mencari Luhan karena menurutnya ia pantas menerima semua ini. Ia tidak ingin menyakiti Luhan, tapi ia juga tidak ingin ditinggalkan oleh Luhan. Sehun tahu bahwa dirinya egois karena buktinya Luhan mau meninggalkannya disaat Sehun meminta hal itu. Dan Luhan melakukan itu semata-mata demi kebahagiaan Sehun.

Tapi, kini saat Sehun harus ‘menderita’ karena keputusan yang ia buat sendiri, ia ingin Luhan kembali padanya. Bukankah itu tindakan egois?

Tok tok tok

Bunyi pintu ruangan yang diketuk membuat Sehun kembali ke dunia nyata “ada apa?” kata Sehun setengah berteriak karena kesal kegiatan melamunnya diganggu.

“ada undangan untuk anda, sajangnim” jawab suara dari luar.

“silahkan masuk dan bawa surat itu ke mejaku”

Pintu dibuka dan salah seorang karyawan Sehun meletakkan sebuah amplop ke meja Sehun. Setelah itu, ia membungkukkan badannya 90 derajat lalu keluar dari rungan Sehun.

Sehun pun membuka amplop tersebut. Ternyata, isinya adalah undangan dari salah seorang teman lama Sehun yaitu Jongin. Ia dan Jongin adalah teman akrab saat di Junior High School, tapi sewaktu mereka di Senior High School mereka pisah sekolah.

Jongin adalah murid yang cukup nakal dan sering membangkang orangtuanya, menurut Sehun. Beberapa tahun yang lalu, Sehun mendengar bahwa Jongin membuka cafe dipinggiran kota Seoul dan kabarnya usaha Jongin itu berjalan cukup lancar.

Jongin merayakan lima tahun sejak cafe nya pertama kali dibuka.

Aku sudah lama tidak bertemu dengan Jongin dan aku juga bisa menyegarkan pikiranku dengan menikmati suasana yang asri dipinggiran Seoul

***

Sehun datang memenuhi undangan Jongin karena kebetulan Jongin mengundangnya dihari libur.

Ada beberapa teman lama mereka juga yang datang: Minseok, Jongdae, Chanyeol, si kembar dari keluarga Jo, Taemin, Minho, Jonghyun, Kibum, dan Jinki.

“hei! aku senang kalian semua datang, kukira akan sedikit yang datang tapi nyatanya tidak juga. Maafkan aku teman-teman, aku harus melayani pelangganku dulu. Ini hari libur dan biasanya pelanggan banyak datang” kata Jongin pada kami semua.

“tidak seru. Kupikir kau akan mengosongkan cafe untuk kami” canda Taemin.

Beberapa dari kami tertawa pelan mendengar candaan Taemin sedangkan beberapa yang lainnya tertawa sangat kencang sehingga mendapat perhatian dari para pelanggan Jongin. Chanyeol adalah salah satu dari yang tertawa sangat kencang dan bisa dibilang Chanyeol mempunyai tawa paling besar.

“Sehun-ah, kenapa semakin tua wajahmu semakin flat. Apa kau punya masalah?” tegur Chanyeol.

“aniyo, aku lebih baik tidak seperti kau yang semakin tua bertingkah seperti bayi” cibirku tapi Chanyeol hanya menganggapnya lelucon belaka.

Semua hal dianggap Chanyeol seperti lelucon. Mungkin, itu adalah salah satu penyebab Chanyeol belum menemukan pasangan hidup.

Ngomong-ngomong soal pasangan, Sehun jadi teringat dengan Luhan. Ia sangat rindu dengan Luhan, tapi tidak ada yang bisa dilakukannya selain mengharapkan keajaiban akan terjadi.

Selain Chanyeol, Jongin termasuk orang yang tertawa sangat kencang. Setelah tawa Jongin reda, ia segera menawarkan teman-teman lamanya untuk memesan makanan “apa kalian lapar atau haus? aku akan memanggilkan salah seorang pelayanku untuk mencatat pesanan kalian. Pesanlah sepuasnya karena kalian tidak perlu membayar”

“YEAH!” semuanya bersorak, kecuali Sehun. Ia hanya tersenyum kecil karena sebenarnya ia tidak bersemangat dan ceria seperti teman-temannya yang lain.

Tak berapa lama, seorang pelayan namja menghampiri meja mereka. Sehun masih dapat mendengar Jonghyun berbisik pada Kibum “ck, kenapa bukan pelayan yeoja saja?!”

Awalnya, Sehun sama sekali tidak memberikan perhatian pada pelayan namja itu.

“chogiyo, bisa saya catat pesanan anda?” tanyanya sopan.

Suara itu sepertinya sudah tak asing lagi bagi Sehun. Sehun segera menghadap kearah sumber suara dan menemukan…..

“Lu-luhan?”

Luhan kelihatan sama terkejutnya dengan Sehun, tapi Luhan hanya memilih untuk diam.

“kalian saling mengenal?” celetuk Minseok.

Sebelum pertanyaan Minseok dijawab, Sehun sudah menarik tangan Luhan duluan. Ia menyeret Luhan ke tempat yang agak sepi.

“Sehun-ssi, lepaskan! aku bisa berjalan sendiri!” gertak Luhan.

Sehun tersentak saat mendengar Luhan memanggilnya embel-embel ssi. Itu menunjukkan seolah mereka tidak pernah mengenal dan tidak pernah mempunyai hubungan.

“apa yang kau lakukan disini?” tanya Sehun dingin. Sebenarnya, pertanyaan itu bukanlah pertanyaan yang sangat ingin Sehun tanyakan. Ia ingin menanyakan apakah Luhan masih mencintainya tapi itu mungkin akan terlalu tiba-tiba jika ditanyakan sekarang juga.

“seperti yang kau lihat, aku bekerja sebagai pelayan disini” jawab Luhan tak kalah dinginnya.

“aku bisa menghidupimu lagi, jika kau mau” kata Sehun. Secara tak langsung, Sehun bermaksud mengajak Luhan untuk kembali padanya.

“mianhae, aku sudah memiliki Jongin. Aku….”

“apa maksudmu?” potong Sehun.

“dia sudah menjadi kekasihku, Sehun-ah” tiba-tiba Jongin datang dari arah belakang dengan nafas terengah-engah.

Kemudian, Jongin mendekap bahu Luhan dan membawanya masuk kedalam restoran. Sehun yang melihatnya hanya bisa tercengang dan diam ditempat.

***

Masa depan memang tidak bisa diprediksi, termasuk masa depan Sehun.

Sejak kembali dari acara Jongin, Sehun mengalami demam tinggi dan tidak bisa masuk ke kantor selama beberapa hari.

Orangtua Sehun baru tahu bahwa Sehun sakit saat salah seorang rekan Sehun dikantor menghubungi telepon rumah orangtua Sehun dan menanyakan keadaannya. Orangtua Sehun sangat kaget.

“Sehunnie, kenapa kau tidak pernah memberitahu eomma dan appa mu sendiri tentang keadaanmu? kau bahkan tidak memberitahu kami kalau kau ingin bercerai dengan Luhan” celoteh eomma Sehun. Ini sudah lima hari sejak Sehun sakit. Demamnya sudah sedikit menurun.

Sehun hanya diam sambil menggumamkan sesuatu dengan sangat pelan tapi masih dapat didengar “aku tidak ingin bercerai dengan Luhan, eomma”

“makanya lain kali beritahu kami jika kau punya masalah! satu lagi, jangan pernah terburu-buru mengambil tindakan!” omel eomma Sehun.

Sehun hanya diam, sementara appa Sehun angkat bicara “sudahlah, yeobo. Kasihan Sehun. Ia sedang sakit tapi kau terus-terusan mengomelinya” nasihatnya.

Eomma Sehun menghela nafas “baiklah. Sehunnie, kami harus keluar dulu sebentar. Apa kau tidak apa-apa sendirian?” tanya eomma Sehun.

“gwenchana” jawab Sehun pelan, ia seperti tak terlalu berniat bicara.

Sesudah orangtua Sehun melangkah pergi, Sehun mendengar suara kaki mendekati kamarnya “ada apa lagi, eom…. Luhan?!”

Sebelumnya, Sehun mengira kalau itu adalah eommanya yang akan kembali mengomeli atau sekedar mengingatinya untuk makan dan meminum obat. Tapi, ternyata itu Luhan! orang yang selama ini ia tunggu-tunggu kehadirannya.

“ke-kenapa kau bisa ada disini?” tanya Sehun ragu, masih belum percaya jika yang ia lihat benar-benar Luhan.

Luhan tersenyum penuh arti “pabo Sehun! kenapa kemarin kau tidak bilang saja kalau kau masih mencintaiku dan ingin aku kembali padamu?”

Dengan sisa kekuatan yang Sehun miliki, ia berusaha untuk bangkit dari posisinya saat ini.

“jangan paksakan dirimu!” saat Luhan mencegah Sehun untuk berusaha bangkit lagi, Sehun langsung memeluk Luhan.

“Lu, aku sangat mencintaimu dan kuakui kalau keputusanku untuk bercerai denganmu adalah hal paling bodoh yang pernah aku lakukan. Apakah kau juga masih mencintaiku?” ungkap Sehun, masih dalam posisi memeluk Luhan.

“tentu. Kalau aku tidak mencintaimu lagi, untuk apa aku susah-susah pergi kesini?”

 

FIN

 

Ya ampun, ending gaje /?

Mohon maaf untuk semua kegajean di ff ini . Jangan tanya Jongin nya gimana karena author pasti akan jawab kalau Jongin lagi sama author *plak._.

Iklan

4 pemikiran pada “When Sehun Get Bored With Luhan [2/2-END]

  1. “ya ampun ngakak sumvah :v sehun kena sindrom ya? Duh nak, makanya jangan gegabah, untung luhan belum diembat sama jongin. Eh~ btw jongin sekarang jones ya??? Ea~ sama eneng yuk bang :3 *apa ini?*

    keep writing ya istrinya luhan ( ^.^)//

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s