I’m Telling You Chapter 1

hg

Title: I’m Telling You Chapter 1

Genre: Romance,Sad,School Life

Cast: Oh Sehun aka Sehun EXO

Park Jeon aka Jeon (OC)

Rating: G (Untuk Semua Umur)

Length: Chaptered

Author: Claralaluchaipark aka TianiEXO

Summary:

“Ku katakan kepadamu, untuk mencintaiku kan?”

Sebelumnya: Teaser

I’m Telling You Chapter 1

“Ya, kita panggil peserta selanjutnya dari kelas X-2, Park Jeon” ucap panitia perlombaan lari sebuah sekolah. Nampaknya untuk memperingati hari ulang tahun sekolah diadakan lomba lari antar kelas.

Seorang yeoja yang sedang menguap, melangkah menuju garis start setelah namanya dipanggil.

“Hei, kau tahu tidak yeoja itu tidak tahu mengurus diri sekali”

“Ia, apa dia tidak tahu. EXO oppa kan yang menjadi bintang tamunya”

Beberapa murid yeoja yang lainnya yang sedang menonton pertandingan berbisik soal penampilan Park Jeon itu.

Orangnya sendiri malah menggaruk rambutnya yang sangat gatal sehinggah membuat rambutnya yang kusam tambah berdiri.

Ia malah seperti orang gila sekarang, Ia menoleh ke bangku penonton teman sekelasnya yang memberikan kode dari jauh dengan maksud ‘rapikan rambutmu, itu memalukan’

Namun Park Jeon hanya menguap malas dan menggaruk rambutnya lagi.

“Hyung, yeoja itu sangatlah percaya diri dengan penampilannya. Mukanya pantas menjadi comedian hahahhahhahah” tertawa Sehun diikuti oleh Tao.

“Aku tidak percaya ada yeoja yang berpenampilan seperti itu. Mungkin Ia tidak tahu kita bintang tamunya” Baekhyun tertawa sembari memegangi perutnya takkala melihat yeoja yang Ia maksud adalah Park Jeon yang sedang menguap malas.

Park Jeon, yeoja kelas 1 sekolah terkenal yaitu Hanlim Art School tidak peduli terhadap penampilannya juga. Ia juga sebenarnya tidak mau mengikuti perlombaan lari antar kelas karena rasa ngantuknya setelah bekerja sampingan di tempat makan milik tetangganya.

Seharusnya Ia tidak datang hari ini, tapi karena si Kaeng ketua kelas berkacamata yang selalu tersenyum itu meneleponnya untuk mewakili kelas mereka mengikuti perlombaan lari.

Sebenarnya Ia tidak mau sih, tapi karena ini mengangkut harga diri kelasnya yang sudah bertaruh dengan para anak dari kelas X-5 lalu ditambah diimingi katanya, hadiahnya berupa uang sebesar 50ribu won yang akan diberikan oleh wali kelas mereka.

Karena tawaran hadiah uang yang menggiurkan itu membuatnya tidak peduli apapun yang terjadi, Ia harus memenangkan lomba lari ini.

Park Jeon atau biasa dipanggil Jeon itu kembali menguap malas sambil menoleh ke kelas lawannya yaitu kelas X-5 siapa lagi kalau bukan Sundi, Jung Sundi gadis yang terkenal karena prestasi berlarinya yang secepat tokoh anime eyeshield 21 kata teman-temannya meskipun di pelajaran Ia lemah.

Sundi berbalik menatap Jeon yang menguap sambil menatapnya, kemudian tersenyum meremehkan dan membuat jempol di tangan kanannya ke bawah. Sementara Jeon yang tidak begitu mengerti dengan maksud Sundi juga melakukan hal yang sama dan itu membuat Sundi berdecak kesal.

“Ya saya hitung mulai dari 3” suara sang wasit lomba atau apalah itu menyadarkan Jeon. Segera saja Jeon langsung focus, tetapi kemudian Ia menoleh ke teman-temannya yang duduk di bangku penonton yang menunjuk-nunjuk ke arah sepatunya,

Jeon mentautkan kedua alisnya bingung.

“Hah?” Jeon berucap pelan.

“TALI SEPATUMU” teriak ketua kelas mereka, segera saja Jeon menoleh ke bawah melihat sepatunya. Tali sepatunya terlepas, tidak terikat sama sekali.

“Aman saja” Jeon mengacungkan jempol ke arah teman-temannya di bangku penonton kemudian menatap lurus ke depan tanpa memperbaikki tali sepatunya.

“Haa, astaga, dia bisa terjatuh. Apa dia tidak mengerti perkataanku tadi” ketua kelas Jeon tampak memukul kepalanya sendiri.

“Hei, Jeon tali sepatumu” Rian dari kelas X-1 yang berada di sebelah Jeon menepuk pundak Jeon.

“Aman saja” ucap Jeon.

Semua peserta Nampak melakukan start panjang di belakang garis start.

“ 1 Bersedia, 2 Siap

3 Mulai!” teriak sang wasit.

Jeon segera berlari melesat sejauh mungkin, bahkan tidak mempedulikan peserta lain dibelakangnya. Banyak murid bersorak meneriakki nama Jeon mendukungnya, sementara Sundi yang ternyata tertinggal di belakang jeon hanya bisa mengangakan mulutnya melihat kemampuan lari Jeon.

Belum sampai 6 detik, Jeon telah sampai di garis start dan membuat teman-teman sekelasnya berteriak gembira sambil berpelukkan bersama kemudian berlari menuju Jeon yang sudah terduduk di depan garis start.

“Oh, Hyung aku tidak percaya yeoja itu bisa berlari sangat cepat” ucap D.O kepada Baekhyun yang juga terkaget.

“Itulah jangan meremehkan orang lain melalui penampilannya” ucap Luhan kepada Baekhyun dan D.O.

Jeon bahkan di angkat teman-temannya yang membanggakannya. Tampak ketua kelas dari kelas X-5 datang dengan wajah lusuh memberikan uang sebesar 100ribu won kepada ketua kelasnya Jeon.

Hari ini tampaknya kelas mereka akan makan bersama.

“Para juara 1 sampai 5 lomba lari putri antar kelas silahkan menuju ke podium untuk menerima hadiah special yang telah disiapkan oleh sponsor dan sekolah” suara dari monitor mengagetkan Jeon dan teman-temannya yang sedang merayakan bersama kemenangan Jeon.

Hadiah special?

Teman-temannya Jeon apalagi Jeon tidak tahu sejak kapan ada hadiah special. Tapi tidak tahu dari mana Jeon tidak sadar dirinya sudah berada di depan podium bersama pemenang lomba lari putri yang lainnya.

Sementara di bawah podium teman-temannya tersenyum menatapnya.

Tampak 5 anggota EXO yang menjadi bintang tamu menaiiki podium juga dan membuat histeris para murida perempuan termaksud para juara lomba lari yang lainnya kecuali Jeon. Ia juga fansnya EXO sih, tapi berteriak histeris bukanlah gayanya.

“Ya hadiah akan diberikan langsung oleh kepala sekolah, dan ada 2 hadiah dimana kalian harus memilihnya satu” ucap pembawa acara alias guru pelajaran Olahraga kelas 2, guru Han.

“Hadiah pertama sekaligus sangat special, yang pertama tiket nonton konser EXO dan dinner bersama 2 member EXO yaitu Chanyeol dan Kai”

Suara teriakkan murid yeoja menggema, ketika mendengar hadiah pertama disebutkan.

“Hadiah keduanya adalah uang sebesar 500ribu won dan kupon makan gratis di kantin sekolah selama setahun”
Kemudian pembawa acara berjalan menuju juara 5 lomba, untuk menanyakan hadiah apa yang akan dia pilih.

“Aku pilih hadiah nomor 1” ucapnya sambil bersemangat kemudian kepala sekolah langsung memberikannya dan membuat peraih juara lima itu memamerkannya di atas podium dan langsung membuat murid yeoja lainnya merasa iri, kenapa bukan mereka saja yang mengikuti lomba larinya?

“Aku juga hadiah nomor satu” begitupun juara 4 menyebutnya, ini adalah sunbae kelas 2nya Jeon.

“Aku juga sama dengan sunbae, hadiah nomor 1” ucap juara 3.

“Hadiah nomor 1 pastinya” ucap juara 2 yaitu Sundi membuat Jeon menelan ludahnya semuanya memilih hadiah nomor 1, apakah mereka tidak tertarik dengan hadiah nomor 2 yang terlihat lebih menggiurkan menurutnya.

“Dan ini juara 1 kita, Park Jeon. Hadiah nomor berapa yang kamu pilih?” Jeon menatap teman-teman sekelasnya terutama para yeoja yang memberikkan kode untuk memilih hadiah nomor 1.

“Aku pilih hadiah nomor 2” ucap Jeon santai dan membuat suasana ramai hening seketika.

Oh astaga, banyak murid tidak menyangka murid yeoja seperti Jeon dapat menolak hadiah nomor 1 yang sangat langkah itu dan lebih memilih hadiah nomor 2.

“Apa alasanmu memilih hadiah nomor 2?” pertanyaan pembawa acara membuat para murid menatap Jeon yang berada di atas podium serius.

“Aku lebih senang uang” jawab Jeon santai dan membuat para murid mengangakan mulutnya kecuali para guru yang tetap tenang.

Sang kepala sekolah langsung memberikan amplop dan sebuah kupon kepada Jeon.

Setelah itu tidak ada yang bertepuk tangan sama seperti pemenang lainnya menerima hadiahnya.

Suara tepukkan tangan berasal dari ketua kelas mereka Kaeng, kemudian diikuti oleh beberapa murid namja yang lain sedangkan para murid yeoja hanya bisa terdiam.

^^^^^^^^^^^^

“Aku tidak percaya, ada yeoja yang bisanya menolak hadiah pertama itu” ucap Tao kepada Sehun.

“Ya mungkin saja” ucap Sehun.

“Tidak usah dipikirkan itu orang lain” ucap Luhan sambil memasukki mobil yang telah menjemput mereka.

“Jeon, apa yang kau pikirkan? Astaga, kalau aku jadi kau sudah pasti aku akan pilih hadiah nomor 1!” ucap Ajung histeris sambil mengguncangkan bahu Jeon.

“Ia Jeon, aku juga akan sama dengan Ajung” tambah Cheon seketika itu juga teman yeoja sekelasnya mengerumuninya dan bertanya-tanya kenapa Ia tidak memilih hadiah nomor 1.

“Aku lebih senang hadiah nomor 2, itu saja” ucap Jeon sambil menguap.

“Sudalah jangan terlalu dipikirkan, aku mau pulang dulu. Aku mengantuk” Jeon berdiri sambil merangkul tas di belakang pundaknya namun seseorang menarik tasnya ke belakang.

“Kita rayakan dulu kemenangan kita, lagipula aku punya uang 100ribu won ditambah 50ribu dari wali kelas” ucap ketua kelas Jeon.

“Hei bukankah 50ribu itu punyaku? Seperti yang kau katakan di telepon” Tanya Jeon yang membuat sang ketua kelas hanya terdiam.

“Itu nanti akan diberikan 2 hari lagi” ucap ketua kelas dengan memandang ke tempat lain, takut Jeon mengetahui kebohongannya.

“Kalau begitu, ayo” ucap Jinggu teman mereka yang sangat gemuk mungkin terkena obesitas dengan semangat yang membara.

“Kita makan masakkan Cina saja” usul Jaerin ditambah anggukan kepala dari yang lainnya.

“Kalau begitu baiklah” seru ketua kelas.

^^^^^^^^^^^^^

“Astaga kau memesannya kebanyakan, Kaeng” ucap Jeon sambil menoleh ke Kaeng sang ketua kelas yang duduk di hadapannya.

“Tenang saja, jika kita tidak sanggup makan maka akan dihabiskan oleh Jinggu” jawab ketua kelas santai.

“Hn” Jeon berdiri dan melangkah keluar dari meja makan.

“Hei, Jeon kau mau kemana?” Tanya Ajung membuat Jeon menoleh sebentar.

“Membeli minuman, aku senangnya minuman kaleng cincau bukan jeruk” jawab Jeon kemudian lanjut melangkah.

Antrian di kasir tidak terlalu panjang memuat Jeon menjadi sangat legah, meskipun dia tipe orang yang suka menunggu tapi saat ini sangat tidak, Ia terlalu mengantuk.

Nampak namja tinggi didepannya ini tengah memesan sesuatu, entah juga namja ini tinggi atau tidak tapi jelaslah Ia lebih tinggi dari Jeon yang tingginya hanya 157 cm ini.

Namja di depannya kini telah berbalik, untuk meninggalkan kasir namun tanpa sengaja Jeon yang tengah mengantuk menginjak kakinya dan seketika juga membuat namja itu meringis.

“Oh, maafkan aku” Jeon membungkuk maaf.

“Kau, pikir sepatuku yang kau injak ini berapa harganya huh? Sehinggah kau hanya perlu meminta maaf” ucap namja dihadapannya ini angkuh, Jeon mengangkat bandannya menatap namja yang sulit sekali memberikan pengampunan lagipula namja ini siapa? sok-sok an sekali kalau sepatunya itu mahal.

Jeon menguap di depan namja itu, tanpa mempedulikannya setelah saja Jeon menuju ke kasir lalu memesan minuman cincaunya. Sementara namja yang diacuhkannya itu berdecak kesal.

“Hei, kau mengerti ucapanku?!” namja itu terlihat kesal sambil menutup jalan di depan Jeon.

“Orang kaya sepertimu bisa membelinya kembali” ucap Jeon malas kemudian menguap kembali lalu melangkah ke samping kanan namja itu dan berjalan meninggalkan namja itu.

“Dia, bukannya dia yeoja yang tadi di sekolah Hanlim. Oh! Yeoja yang tidak rapi itu!” ucap namja itu dalam hati sambil melihat jeon yang sudah berbelok ke kanan.

“Tidak usah dipedulikan, lagipula Ia sangat jelek juga, Oh Sehun” ucap namja yang ternyata bernama Sehun itu lalu berjalan menuju tempatnya.

Sementara Jeon yang sudah duduk di meja makan kelasnya, kini ikut menyantap makanan khas Cina yang berada di hadapannya. Kemudian dengan lahap karena Ia juga tiba-tiba lapar, memakan daging yang masih berada di dalam panci.

“Makanlah yang sedikit pelan, Jeon” tegur Lian yang duduk disebelah Jeon.

Jeon yang tengah mengunyah dagingnya itu tiba-tiba terbatuk.

“Sudah kubilang kan makan yang pelan” ucap Lian.

Bukan-bukan karena terlalu lahap makan makanya Ia terbatuk.

Tapi karena Jeon baru sadar,

Namja yang tadi Ia tidak sengaja menginjak sepatunya itu adalah

Oh Sehun dari EXO.

To

Be

Continue

^^^^^^^^^^^
Hahhahhaha, entah kenapa muncul ide bikin ini ff ^_^ (padahal ff lain masih menunggu untuk dilanjutkan -_- )

Soalnya kenapa tiba-tiba muncul dikepala aku ide ff ini, maaf ya teman-teman semua ^_^

Aman saja, ff ini akan dilanjutkan kok ^_^

Terima kasih telah membaca

Dan

Jangan lupa ditinggalkan comment ^_^!!!!!!!

Iklan

9 pemikiran pada “I’m Telling You Chapter 1

  1. Wow!!
    Kejadian langka!
    Ada cwe penggemar EXO yang nolak hadiah buat dinner sama Chanyeol dan Kai!
    Itu bener-bener mengagumkan..
    DAEBAKK!!

    Suka

  2. Ping balik: I’m Telling You Chapter 2 | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: I’m Telling You Chapter 2 | EXO Fanfiction Castle

  4. Ping balik: I’m Telling You Chapter 2 | Gallery of EXO School

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s