I’m Telling You Chapter 2

hg

Title: I’m Telling You Chapter 2

Genre: Romance,Sad,School Life

Cast: Oh Sehun aka Sehun EXO

Park Jeon aka Jeon (OC)

Nari aka Nari Wassup

Rating: G (Untuk Semua Umur)

Length: Chaptered

Author: Claralaluchaipark aka TianiEXO

Summary:

“Ku katakan kepadamu, untuk mencintaiku kan?”

Sebelumnya: Teaser | Chapter 1

I’m Telling You Chapter 2

“Haduuh, banyak nyamuk sekali malam ini” Jeon menepuk-nepuk kaki dan tangannya karena dipenuhi oleh banyak nyamuk yang siap menerkam dan menghisap darahnya, itu dramatis sekali.

“Ibu, nyamuk apa ini? Kenapa bekas gigitannya sangat sakit seperti digigit semut dan gatal sekali” Tanya Jeon kepada ibunya yang berada di depannya yang sedang tengah menjahit celana olahraga sekolahnya yang tidak sengaja terobek saat Jeon berlagak sok-sok an untuk meniru gerakan elastic badannya Victorya F(x) saat Ia pulang sekolah tadi.

“Itu namanya nyamuk hutan, dia banyak di tempat tinggal berdempetan disini” ucap ibunya masih tetap focus menjahit celana olahraga miliknya.

“Pasti gara-gara ulah si orang yang disebelah kita ini (maksudnya tetangga di sebelah kanan rumah Jeon)” ucap Jeon sambil menunjuk arah kanan kepada ibunya.

“Jangan menerka-nerka itu kesalahan orang lain, nyamuk itu berada dimana-mana Jeon”

“Tapi seandainya jika kita punya AC pasti tidak aka nada nyamuk, aku bahkan bisa tidur nyenyak tanpa perlu menghirup asap obat nyamuk bakar itu” celoteh Jeon.

“Jeon, kau baru bisa membeli sebuah AC kalau kau sudah sukses”

“Iya sih tapi itu masih terlalu lama ibu, andai saja aku bisa mengambil kerja paruh waktu lebih banyak lagi” lirih Jeon membuat ibunya berhenti menjahit sesaat kemudian menatap Jeon sedih.

“Maafkan ibu, ibu tidak bisa membiayaimu sekolah sampai-sampai kau harus bekerja demi membiayai sekolahmu sendiri. Ibu bukanlah orang tua yang pantas” ucap ibu Jeon membuat Jeon berhenti memainkan jarinya sesaat.

“Ibu tidak perlu bicara seperti itu, lebih baik kita nonton tv. Tampaknya dramanya telah mulai” Jeon segera menuju TV kecil yang berada di atas sebuah meja.

“Waaahh benar bu, dramanya telah dimulai!” seru Jeon sambil menunjuk-nunjuk TV, ibunya yang sudah Nampak menyelesaikan jahitannya pun mengalihkan pandangan menuju layar TV yang menampilkan drama kesukaan Jeon dan ibunya.

^^^^^^^^^^^^^^

“Aku tidak percaya, benarkah ada yeoja yang menolak hadiah dinner bersamaku? Apalagi itu gratis” ucap Chanyeol terkaget setelah mendengar cerita dari Baekhyun.

“Astaga mereka mulai lagi kegilaan mereka” desah D.O

“Aku juga sangat tidak percaya, mengingat popularitas kita sekarang. Mana mungkin ada yang bisa menolak hadiah dinner dan konser kita” ucap Kai.

“Sudalah, kalian seperti baru pertama kalinya mengalaminya saja” sergah Luhan.

“Memang benar hyung, dimana-mana pasti semua yeoja tidak pernah menolak hadiah seperti itu” balas Kai.

“Mungkin dia salah satu anti fans kita, jadi dia tidak tertarik” Sehun membuka pembicaraan.

“Terlebih tadi yeoja itu menginjak sepatu baruku ini” batin Sehun

“Benar juga” angguk D.O

“Dan untuk apa kita membahas orang yang kita tak kenal?”

^^^^^^^^^^^^^

Jeon mengikat tali sepatunya asal-asalan yang penting menurutnya tidak cepat terlepas, setelah menyalam ibunya Ia segera berjalan menuju tangga turun dari komplek rumah berdesakkan yang menjadi tempat tinggalnya.

“Jeon hati-hati disekolah” tegur bibi San saat melihat Jeon menuruni tangga.

“Ia, selamat pagi bibi San” balas Jeon sambil tersenyum. Bibi San adalah salah satu tetangganya yang rajin bangun pagi setelah Nenek Song dengan Eren keponakannya yang masih kelas 4 SD, dan Bibi Mika bersama dengan anak perempuannya yang lebih muda dari Jeon 5 tahun.

Mereka semua ramah dan baik hati, itulah yang membuat Jeon betah tinggal di komplek rumah berdesakkan seperti ini daripada tinggal bersama bibinya yang berprofesi sebagai dokter.

Bahkan ibunya sampai memaksanya tinggal bersama bibinya, namun Jeon memberikan alasan bahwa Ia suka rumah yang
dekat sekolah.

Rumah?

Untuk orang sepertinya ini masih disebut rumah, tapi kalau orang lain yang tergolong kaya pasti menyebut ini lebih pantas disebut kandang burung merpati, istilah yang paling rendah.

Jeon selalu berjalan kaki menuju sekolahnya Hanlim, karena rumahnya yang dekat sekaligus upaya untuk penghematan uang. Dan jalan kaki juga menambah kesehatan.

Kenapa Ia bisa masuk Hanlim?

Ahn, Jeon bahkan tidak menyangka Ia bisa lulus tes masuk sekolah Hanlim ini. Mengingat, sekolah ini pernah menyekolakan beberapa idola terkenal. Contoh saja, Krystal F(x) dan Subin DalShabet yang baru lulus tahun lalu.

Yang jelas, yang harus Ia lakukan adalah belajar dengan giat. Syukurlah, kalau Ia bisa mendapatkan salah satu dari 20 beasiswa selama SMA bagi para murid berprestasi.

Jeon menguap setelah sampai di depan gerbang sekolahnya yang masih terbuka lebar, beberapa murid berjalan santai memasukki gerbang sekolah mereka.

Tentu saja, ini masih jam setengah tujuh yang berarti Jeon berjalan kaki dari rumahnya adalah 20menit. Dengan langkah agak malas, Jeon memasukki sekolahnya selama jalan menuju kelasnya Ia bertemu dua penjaga sekolah yang nampaknya sudah menjadi penjaga sekolah di sekolah ini selama 100 tahun, dilihat dari fisiknya saja mereka sudah menjadi kakek-kakek, menurut Jeon.

Jeon pun menyapa kedua penjaga sekolah yang sudah lansia itu, dari dulu memang kebiasaannya menyapa orang yang lebih tua darinya yang tentunya Ia kenal.

Kalau Ia menyapa orang yang tak Ia kenal, mana mungkin. Orang itu akan menjulukinya gila.

“Hei!” Sundi tiba-tiba merangkul pundak Jeon dan sesegera saja membuat Jeon terbatuk.

“Lepaskan” Jeon melepas rangkulan sok akrab dari Sundi di pundaknya.

“Iya aku tahu. Hei kau tahu tidak?” ucap Sundi semangat kepada Jeon dan membuat Jeon menghela nafas malas, Ia tidak terlalu akrab dengan Sundi dan sekarang malah Sundi sok sok an akrab dengannya.

“Aku tahu apa yang kau tahu” ucap Jeon sambil menguap, membuat Sundi mentautkan alisnya bingung karena Ia tidak mengerti apa yang Jeon ucapkan.

“Katanya: ‘jangan sok-sok an akrab denganku’ ” Rian tiba-tiba datang memulai pembicaraan diantara Jeon dan Sundi.

“Ya sudah, apa yang mau kau katakan?” Tanya Jeon kepada Sundi yang masih kebingungan sejenak.

“Hari ini kan konsernya EXO, karena aku mendapatkan tiket gratis kemarin dan secara tidak sengaja ayahku malah membelikanku sebuah tiket lagi. Jadi aku mau mengajakmu kesana” ucapan Sundi membuat Jeon merasa kepalanya agak pening.

“Hah? Kau bilang mau mengajakku kesana?” ucap Jeon tak percaya, Sundi yang tidak terlalu akrab dengannya mau mengajaknya nonton konser EXO bersama. Kenapa tidak mengajak temannya yang lain?

“Hei, Sundi kau jangan gunakan tipu muslihatmu ke Jeon lagi. Kau ingat kita pernah satu SMP waktu itu, kau juga mengajak Tara nonton konser Infinite eh, ternyata kau meninggalkannya sehinggah Ia tersesat” ucap Rian panjang lebar.

“Sudalah, nanti baru aku pikirkan. Aku harus ke kelas” Jeon berjalan meninggalkan Sundi dan Rian.

“Jeon, nanti istirahat aku ke kelasmu!” teriak Sundi sebelum Ia mendapat jitakan dari Rian yang mengatakan bahwa suaranya terlalu keras.

^^^^^^^^^^^^^^

“Hei, Sehun kau mau kemana?” Tanya Chen ketika melihat Sehun keluar dari ruangan latihan.

“Mau membeli sepatu untuk konser sebentar” jawab Sehun sambil menutup pintu.

“Tunggu, bukannya kau baru membelinya 2 hari yang lalu?” ucapan Chen membuat Sehun berhenti keluar seutuhnya dari pintu.

“Sudah rusak, aku mau membelinya lagi” Sehun menutup pintu latihan.

“Kalau saja yeoja itu tidak menginjaknya, mana mungkin aku harus susah payah membelinya” ucap Sehun kesal, bukan susah payah maksudnya uangnya. Namun, sepatu baru kesukaannya itu yang diacarinya susah payah.

Meskipun hanya diinjak sekali, namun bukan namanya Oh Sehun kalau menggunakan sepatu bekas injakan sepatu lain yang kotor.

“Oh! Hunii, kau akhirnya keluar”seorang yeoja berparas cantik segera meraih lengan Sehun dan memeluknya erat.

“Nari, kau kenapa ada disini?” Tanya Sehun sambil terkejut melihat yeoja berparas cantik yang ternyata adalah Nari itu.

“Panggil aku noona, Sehun pabboyaji!” ucap Nari gemas.

“Bisa gawat kalau kita berdua terlihat media, kiata kan terkenal skandal” ucap Sehun.

“Ya! Kau tidak ingin terlibat skandal denganku?” ucap Nari kesal.

“Sudalah” Sehun segera menarik Nari masuk ke dalam sebuah mobil hitam yang terlihat mewah, kemudian mobil itu melaju meninggalkan area parkir.

^^^^^^^^^^^^^^

“What The Hell?! Sundi mengajakmu menonton konser EXO sebentar malam?!” ucap Ajung histeris yang membuat beberapa murid yeoja berkumpul di tempat duduk Jeon dan Ajung yang kebetulan semeja.

“Iya, apa aku harus ikut dengannya?” Tanya Sundi beberapa teman yeojanya mengiyakan sementara beberapa yang lainnya tidak.

“Ikut saja, aku akan jalan denganmu Jeon” ucap Ajung semangat.

“Betulkah? Kalau begitu aku menyetujui ajakan Sundi kalau kau ikut jalan bersamaku” ucap Jeon.
“Hei, guru Sang sudah datang!” seru Hyungi teman namja Jeon yang suka berpatroli mengelilingi kelas-kelas tanpa alasan yang jelas.
Segera saja semua murid yang tengah ribut kembali ke tempat duduknya masing-masing, dan suasana hening menyelimuti kelas seketika.

^^^^^^^^^

“Kau mau membeli sepatu barumu ya?” Tanya Nari sambil mengikuti Sehun yang tengah melihat-lihat sepatu yang harganya sangat berkelas.

“Iya, sebenarnya aku sudah membelinya. Tapi ada seorang aneh yang menginjaknya” ucap Sehun.

“Siapa orangnya?” Tanya Nari penasaran.

“Yang pasti sangat berbeda jauh darimu”

“Maksudnya apa?”

“Orang yang menginjak sepatuku itu adalah orang yang jelek dan tidak terawatt, kalau kau sangatlah cantik dan rapi” ucapan Sehun membuat Nari tersenyum seketika.

“Meskipun kau lebih mudah dariku 2 tahun, tapi kau bisa mengucapkan kata-kata yang membuatku terlena” ucap Nari.

“Biasa saja” balas Sehun kemudian memanggil salah satu karyawan di tokoh elegan itu.

“Aku mau yang ini, cepat kemaskan”

^^^^^^^^^^^^^

“Hei, dia yang menyuruh kita menunggu ke sini, malah dia yang terlambat” gerutu Ajung sementara Jeon hanya terdiam sambil memainkan jari-jarinya membentuk segel seperti di jurus dalam anime Naruto kesukaannya.

“Jeon! Ajung!” seru Sundi sambil berlari menuju Jeon dan Ajung.

“Kau ini lama sekali, konsernya akan dimulai 30 menit lagi” kesal Ajung.

“Ahn, maafkan aku. Oh ini, Jeon tiketmu” Sundi memberikan tiket kepada Jeon.

“Ayo kita masuk” ajak Sundi sambil merangkul lengan Jeon dan Ajung, memasukki tempat konser EXO.

“Huaaahh, tak kusangka sebanyak ini yang menontonnya” ucap jeon sambil menganga memperhatikan begitu banyak yeoja yang datang menonton dan masih banyak yang lain berdatangan dari pintu masuk, untung mereka mendapatkan tempat duduk yang berada di posisi yang tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh untuk dapat melihat dengan jelas EXO di atas panggung.

“Sepertinya kau baru pertama kalinya pergi menonton konser” ucap Sundi kepada jeon yang dibalas Jeon dengan anggukan mengiyakan.

“Oh! Itu, mereka sudah mulai!” seru Ajung sambil berdiri yang membuat Jeon menutup telinganya sebab seruan Ajung sangatlah keras.

“Kita ikut bergabung ya?” tampak Rian bersama Jaerin dan beberapa teman mereka yang berjumlah 3 orang datang menghampiri Jeon,Ajung dan Sundi.

“Masih ada tempat kosong disebelah Sundi” Rian menunjuk tempat kosong di sebelah Sundi.

“Terserah” jawab Sundi santai.

Dan sesegera mungkin Jeon membuka mulutnya lebar-lebar.

“Kaeng!?, kau ternyata seorang fanboy!?” ucap Jeon terkaget setelah melihat ketua kelasnya Kaeng yang ternyata berada dibelakang 3 yeoja temannya Rian dan Jaerin.

“Bukan” sergah Kaeng secepatnya sebelum membuat Sundi dan Ajung ikut berbicara.

“Konser akan dimulai 10 detik lagi” suara monitor yang menggema di seluruh pelosok tempat konser menyadarkan Jeon dan teman-temannya agar ikut berkonsetrasi di dalam konser.

Namun Jeon tetap memperhatikan Kaeng ketua kelas mereka yang selalu berlagak manly di depan para murid yeoja yang menjadi fansnya atau bukan dan ternyata sekarang Kaeng duduk ditengah-tengah para yeoja sambil memegang lightstick berukiran ‘EXO’ yang menyala berwarna silver.

“Hei! Eonnie, jangan terlalu menatap oppaku seperti itu! Apakah kau menyukainya?” tiba-tiba salah satu dari tiga orang yeoja yang bersama dengan Rian dan Jaerin berdiri sambil bercakak pinggang di depan Jeon dan membuat Jeon tersadar dari perhatiannya kepada Kaeng.

“Hah?” Jeon tampak ingung sebelum satu jitakan dari Ajung menyadarkannya.

“Dia hanya masih terkejut setelah mengetahui kalau Kaeng datang menonton konser EXO, dan ngomong-ngomong kau ini siapa?” ucap Ajung setelah menjitak kepala Jeon dan membuat Jeon meringis kesakitan sambil mengelus-elus puncak kepalanya.

“Aku ini adalah adik perempuan satu-satunya oppaku Kaeng, namaku Kim Daeng” ucapan yeoja yang ternyata adiknya Kaeng itu membuat Jeon menutupmulutnya menahan tawa.

Astaga,

Namanya Daeng?

Itu sangatlah lucu!

“Hei, Jeon kenapa kau menutup mulutmu seperti itu?” Sundi yang Nampak menyadari perilaku Jeon itu membuat Jeon segera menetralisir dirinya agar tidak tertawa lebar.

“Iya?” Jeon berbalik menatap Sundi disebelah kirinya.

“Kau tampak aneh” ucap Sundi dan membuat Jeon mengalihkan perhatiannya kea rah depan, kea rah panggung.

“Hn, ngomong-ngomong juga, kau ini kelas berapa. Daeng?” Ajung memulai pembicaraan dengan Daeng alias adik perempuan Kaeng membuat Jeon dan Sundi kut mengalihkan perhatiannya kepada Daeng yang ternyata sudah duduk kembali di tempatnya yang bersebelahan dengan Kaeng.

“Aku kelas 2 SMP” jawab Daeng biasa-biasa saja dan membuat Ajung hanya mengangguk mengerti kemudian bersamaan dengan Jeon dan Sundi mengalihkan pandangannya ke depan menatap panggung yang sebentar lagi akan dipenuhi oleh para member EXO.

^^^^^^^^^^^^^^^

Konser masih berlangsung, tapi sudah berlangsung selama satu setengah jam dan sekarang kini EXO membawakan lagu mereka yang berjudul ‘Black Pearl’ dan para fans lainnya masih terhanyut dalam suara merdu para member EXO beserta dancenya.

Terkecuali dengan Jeon yang sudah mulai mengantuk dan hampir tertidur jika Sundi tidak membawa beberapa snack dan minuman ringan.

Selanjutnya lagu EXO yang akan dibawakan adalah salah satu track no.2 mereka di album baru mereka yang berjudul ‘Moonlight’ dan seketika para yeoja berteriak histeris takkala diumumkan bahwa salaha satu member EXO akan turun panggung dan mencari salah satu fans yang beruntung untuk naik ke panggung bersama dengan para member EXO dan tepat siapa salah satu member yang bertugas untuk memilih salah satu fans beruntung.

Itu

Adalah

Sehun,

Oh Sehun

Yang Jeon tidak sengaja menginjak sepatunya karena terlalu ngantuk

Dan

Terlebih lagi

Ia berjalan menuju ke tempat duduknya.

Sehun

Berjalan

Menuju

Ke

Tempat

Duduknya

Sekarang!

^^^^^^^^^^^^

Huahhhh ^_^ setelah sekian lama abad, akhirnya saya bisa memposting chapter 2nya ^_^ hehehhehhe

Maaf ya chingudeul semua kenapa aku jarang-jarang ngebuka notebook untuk membuat ff ataukah mempostingnya , ya itu karena

Ibuku yang sudah memberi jadwal agar membuka notebook hanya pada hari sabtu saja dan jika aku mempostingnya dilain hari Sabtu berarti aku mempostingnya dengan keberuntungan penuh di warnet sepulang sekolahh -_-

Oh ya! Saya juga saking bodohnya jadi lupa deh untuk mengucapkan,

“Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi para teman yang merayakannya ^_^”
Meskipun sudah lewat, tapi makna lebaran bukan hanya pada hari lebaran saja tapi untuk dibawa setiap hari sebagai pendoman hidup. Mohon maaf lahir dan batin yaa ^_^.

Maaf teman-teman karena ada kesalahan kebanyakan di ff ini dan aku tidak bisa membalas semua comment para teman semua -_-“

Terima kasih telah mau membaca

Dan

Jangan lupa tinggalkan comment ^_^!!!!!

Iklan

16 pemikiran pada “I’m Telling You Chapter 2

  1. apa sehun bakal milih jeon? atau malah milih temen nya jeon si kaeng(?) /loh/ wkwkwk
    kalo sehun sama jeon aku penasaran nanti pas dipanggung gmna…trs reaksi member exo pas ngeliat jeon….
    next nya aku tunggu ya ^^

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s