So Close Yet So Far…

PicsArt_1406799256652[2]

Student ID: nurrinnocent

Title: So Close Yet So Far…

Main Casts: Kim Jongin and Jung Soojung

Support Casts:  Sehun, Do Kyungsoo,  Chanyeol,  Baekhyun, Suho, and Taemin

Genre: Fluff, Romance, Idol Life

Length: Oneshot

Rating: PG 13

 

Disclaimer: All the casts belong to themselves, SME, GOD & their parents. The story line is mine, NO BASH! and COPAST isn’t allowed without my permit.

all the pictures belong to its owners.

© Nurry Permana 2014

***

The Devil Dancer

            “Ketika kau berada didekatku maka seluruh sel otak ini akan berhenti bekerja, dan hati yang akhirnya mendominasi semuanya. Hanya seorang gadis gila seperti Jung Soojung yang mampu melakukan kejahatan itu.”

The Ice Princess

            “Aku tak bisa mencintai secara sederhana. Mencintai berarti antara aku dan kamu. Kita. Interaksi. Terlalu sulit jika menjelaskan bagaimana cara untuk mencintai seseorang sepertimu.  Aku mencintai Kim Jongin dengan segala kerumitan itu.”

Arcadians

“It’s not just about an overactive imagination, it’s that we believe in them.”

……….

Kim Jongin’s POV

“Sehun, apakah kau memesan kimbap tuna lagi?” Aku mengaitkan kedua alisku dan membawa bungkusan berisi makanan ini menuju Sehun yang masih melatih beberapa gerakan bersamaku.

Sehun terdiam, memasang wajah bodohnya lagi.

Dia berfikir sejenak, mengaitkan kedua alisnya lalu menggelengkan kepalanya pelan sebelum akhirnya membuka mulutnya dengan lebar seperti mengingat sesuatu “Ah….” sahutnya.

“Kau memesannya?” Perjelasku dengan sedikit nada kesal.

“Bukan, tapi seseorang telah memakai namaku.” Sahutnya dengan senyuman bodohnya itu.

“Bisakah kau antar itu?” Pintanya.

“Kau bercanda?” Jawabku sarkastik.

“Ayolah, kau lihatkan aku masih melatih beberapa gerakan. Apa kau ingin disaat kita debut nanti aku merusak semua konsepnya, eoh?” Dia tersenyum licik.

“Antar itu ke ruang latihan f(x), gomawo…” Sehun lantas melanjutkan latihannya.

Aku bergumam, mengumpatnya dan dengan malas menuju kepada seseorang yang secara tidak langsung telah membuatku kerepotan. Lagipula kalau saja mereka bukan para seniorku aku pasti tak akan pernah mau menjadi kurir sekantong plastik kimbap tuna ini.

Disaat aku dengan bodohnya berjalan membawa bungkusan ini, tiba-tiba saja terdengar suara seseorang seperti memanggilku. Bukan menyebut namaku, tapi hanya menggunakan desisan. Aku mencoba mencari darimana asal suarah itu.

“Sssh….kau membawanya?” Tanya gadis itu dengan wajah cerah seperti sedang sangat kelaparan. Dia, Krystal f(x).

Seorang gadis? Memesan dua porsi kimbap tuna? Batinku.

Dengan segera aku menyerahkan bungkusan itu untuknya.

Aku hanya mengenalnya sebagai Krystal f(x) karena memang hanya Suho dan Sehun saja yang lebih dekat dengan mereka. Lebih tepatnya bisa tertawa atau bercanda bersama mereka. Aku? Aku terlalu sibuk untuk mempersiapkan debut kami dan latihan sampai stok nafasku hampir habis. Tidak ada waktu untuk bersenang-senang.

“YAA!! JUNG SOOJUNG!! Cepatlah sedikit!!” Teriak seseorang, membuatnya segera beranjak dan mengucapkan sebuah kata tanpa menggunakan suara.

Go-ma-wo. Lalu dia tersenyum.

Itu untuk pertama kalinya aku mengenal seorang Jung Soojung. Gadis yang selalu kelaparan saat malam tiba dan dengan segala tingkah bodohnya itu. Bukan Krystal yang selalu terlihat angkuh diatas panggung dan selalu menggunakan ekspresi muka dingin seperti tak mempedulikan semua yang ada dihadapannya.

Jung Soojung, batinku.

Tanpa sadar sebuah senyuman mengembang.

……….

Jung Soojung’s POV

“Taemin oppa, bisakah kau kemari? Aku harus melatih beberapa adegan denganmu.”

“Baiklah, aku tunggu di ruang latihan f(x).”

Aku menekan tombol merah pada ponselku dan menunggu kedatangan Taemin oppa.

Aku harus melatih beberapa adegan dengannya dalam High Kick 3. Setelah beberapa jadwal f(x) yang padat aku menyempatkan untuk mampir sebentar di gedung SME untuk berlatih dengan Taemin oppa. Setelah 10 menit akhirnya dia datang dengan senyum bodohnya dan bergerak dengan gerakan tak jelas, baiklah dia memang salah satu dancer terbaik di SM. Aku hanya terperangah melihat tingkah lucunya itu.

“Maaf, aku tadi mampir sebentar untuk makan bersama sahabatku.”

“Ini aku bawakan kau tteokbokki.” Dia mengangkat bungkusan itu dan memberikannya padaku.

Setelah beberapa menit dia masuk, pintu ruangan itu terbuka. Seorang laki-laki masuk dengan sibuk memainkan ponsel miliknya lalu dengan seenaknya duduk bersama kami dengan masih sibuk mengarahkan pandangannya pada layar ponsel.

“Dia tak akan mengganggu latihan kita.”

Aku mengangkat kedua alisku.

“Yaa!” Teriak Taemin oppa membuyarkan konsentrasi laki-laki itu yang akhirnya memandang kearah kami. Dia terdiam.

“Begitukah tingkahmu didepan dua sunbae mu?” Tambah Taemin oppa.

“Uh?” Sahutnya kebingungan.

Lalu memandangku. Dia terdiam kembali.

“Dia Krystal” Taemin oppa memperkenalkanku.

“Aku tahu.” Jawabnya lalu tertawa dan memukul pelan lengan Taemin oppa.

Apanya yang lucu? Batinku.

“YAA!! KIM JONGIN!! Hentikan itu!” Taemin oppa berusaha menghindar dan mencoba membalas laki-laki itu.

Aku semakin terdiam. Laki-laki ini aneh. Ketika kau melihatnya untuk pertama kali maka kau akan menyangka bahwa dia adalah seorang yang pendiam, angkuh dan arogan. Tapi sebenarnya dia hanya laki-laki dengan semua sifat kekanak-kanakannya, tertawa dengan memukul siapapun yang berada disampingnya. Sepertinya aku pernah melihat dia. Aku mencoba mengingat, namun sepertinya ingatanku sama buruknya dengan nafsu makanku.

Kim Jongin…gumamku pelan sambil mengunyah tteokbokki dalam mulutku.

Tanpa sadar sebuah tawa kecil keluar dari mulutku dan memandangi pemilik nama itu.

……….

Kim Jongin’s POV

“Kai-ah…” Aku mendengarnya memanggil namaku diantara kerasnya dentuman musik dan teriakan penonton.

Dia memandangku, dengan senyuman hangat miliknya.

Membuat duniaku seakan terhenti.

Beberapa detik, lantas dia mempersilahkanku untuk menggenggam tangannya.

Kami membungkuk, memberikan salam terakhir dan ucapan terimakasih kepada seluruh penonton SMTown LA.

Itulah pertama kalinya aku sadar bahwa bidadari itu nyata, dan dia sedang berada didekatku.

Dan tepat disaat itulah Cupid telah lancang menancapkan panah cintanya tepat kearahku ketika jarak diantara kami terlalu dekat. Terlalu dekat. Ketika untuk pertama kalinya setelah beberapa lama kami saling mengenal, dia memberikan tangan itu. Kami saling menggenggam.

Sepertinya aku telah jatuh cinta.

……….

Jung Soojung’s POV

“Baiklah sekarang kau harus memeluk dia dan bayangkan bahwa tak ada yang bisa merebutnya darimu bahkan kematian sekalipun.” Teriak fotografer itu padaku untuk pemotretan album pink tape f(x).

Aku terdiam. Lalu perlahan menuju kearah laki-laki itu.

“Sorry, but…” Aku merasa sedikit gugup.

Dia hanya mengangguk pelan dan tersenyum, seakan mengerti maksudku sebelum aku menyelesaikan perkataanku.

Aku mendekatinya dan memeluknya.

Aku bisa mendengar detak jantungnya yang masih terdengar normal, dan sialnya aku terlalu takut jika dia akan mendengar detak jantung sialanku yang berdetak lebih kencang dari biasanya.

Beberapa detik.

Tapi, kenapa tiba-tiba aku merasa tenang?

Bahkan aku memeluknya lebih erat dan merekatkan wajahku tepat didadanya.

Disaat itu pula aku yakin bahwa cinta adalah tentang aku dan kamu. Kita. Interaksi. Setelah banyaknya ketidaksengajaan diantara kami berdua membuat kedekatan yang terbangun begitu saja. Aku mengenalnya, dan hal itu membuatku semakin ingin mengenalnya.

Ya, aku telah jatuh cinta.

……….

Author’s POV

“Jongin-ah, kau dimana? Aku sudah sampai ditempat yang kau bilang tadi.” Soojung terlihat kebingungan karena Jongin menyuruhnya untuk menemui laki-laki itu tepat di tempat dia sedang berada didalamnya.

Disebuah ruang latihan kosong tak terpakai di gedung SME.

Soojung memainkan ponselnya.

Sudah beberapa bulan ini dia terlihat lebih dekat dengan Jongin dibandingkan setelah Soojung mengetahui bahwa laki-laki itu adalah sahabat Taemin, orang yang juga dekat dengannya. Soojung merasa nyaman dengan Taemin begitu pula seperti dia berada didekat Jongin. Namun ada perasaan lain yang bahkan tak pernah ia rasakan ketika dia harus berada didekat Taemin ataupun laki-laki lain yang juga sangat akrab dengannya. Perasaan lain yang hanya dia rasakan ketika dia melihat seorang Kim Jongin berada didekatnya dan tertawa bersamanya.

Dia tak bisa menyebut hubungannya dengan Jongin hanyalah sebatas teman. Karena dia hanya bisa menangis didepan Jongin dan menceritakan semua kesedihannya. Dia hanya bisa memakan sesuatu bersama Jongin tanpa harus malu menghabiskan banyak makanan. Hanya didepan Jongin dia bisa memasang semua wajah bodohnya. Dia hanya bisa bertengkar dengan Jongin karena hal-hal kecil yang bahkan tak pernah dia permasalahkan ketika orang lain yang melakukannya. Dia hanya bisa bersikap kekanak-kanakan ketika berada didekat laki-laki itu.

Dia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa harus berhati-hati menjaga sikapnya, dan itu hanya bisa ia lakukan didepan seorang laki-laki bernama Kim Jongin. Hal itu terus berlanjut hingga akhirnya dia  bisa melihat sisi lain dari seorang Kim Jongin, menjadi seorang yang terlihat berbeda. Kai. Mereka dekat satu sama lainnya sebelum Jongin debut bersama groupnya sampai akhirnya dia mendapat kesempatan untuk debut. Hingga sekarang, hubungan mereka masih tersembunyi atas nama “persahabatan”. Mereka berdua mempunyai dua kehidupan untuk menjadi seorang Jung Soojung dan Kim Jongin serta Krystal dan Kai.

Kedekatan mereka selama beberapa tahun menjadikan mereka sadar bahwa memang hubungan pertemanan diantara mereka hanyalah kepalsuan. Soojung terlalu takut untuk mengutarakan semua perasaannya pada Jongin. Dia terlalu takut merasakan perihnya jatuh cinta. Dia hanya memendam semua itu dan berharap Jongin pun juga merasakan hal yang sama ketika berada didekatnya.

“So close yet so far….” Gumam Soojung.

[Author’s POV end]

Jung Soojung’s POV

Bersamaan dengan itu terdengar bunyi pintu terbuka. Terlihat Kyungsoo oppa berjalan membawa sebuah kartu berwarna merah mawar dengan ukuran cukup besar, tanpa sepatah katapun dia lantas memberikan kartu itu kepadaku dan pergi. Aku membaca sebuah tulisan pada kartu tersebut.

Hai, Krys! Atau aku harus memanggilmu dengan Sojung-ie?^^

Ah, mian…jangan cemberut!

Kau tahu?

Aku sebenarnya adalah seorang pengecut.

Apa-apaan ini?

Aku mengaitkan kedua alisku mencoba mencerna kalimat dalam kartu ini. Beberapa detik kemudian…

            Datanglah Sehun dengan tawa serta senyuman yang sangat menggangguku. Ada apa dengan laki-laki ini.

“Sehun-ah…” Percuma, Sehun juga pergi begitu saja setelah memberikan sebuah kartu lain untukku.

Ketika melihat film hantu bahkan aku tak punya keberanian untuk membuka mataku.

Aku masih tak mengerti tentang semua tulisan ini. Kemudian datanglah Suho oppa, tersenyum dan memberikan sebuah kartu lain.

Jika aku harus memakan sesuatu yang sangat pedas, airmataku pasti mengalir.

Lalu Chanyeol oppa pun datang dengan kartu lainnya, sebelum ia pergi Chanyeol oppa memberikanku sebuah acungan jempol dan tersenyum lebar.

Namun hal yang paling menyeramkan bagiku adalah ketika aku tidak dapat melihatmu dan senyuman hangat milikmu itu.

Dan yang terakhir pasti Baekhyun oppa, benar saja dia datang dan menggerakkan kepalanya kekanan dan kekiri seakan menggodaku yang masih tak mengetahui arti semua ini.

Meskipun aku tahu bahwa mungkin semua ini salah, tapi…

Aku mencoba mencerna setiap kalimat pada kartu ini, lalu membacanya perlahan sebelum kemudian berhenti pada kalimat terakhirnya. Tunggu, ini belum berakhir. Lalu apa lanjutan dari semua kalimat ini?

Setelah beberapa menit, akhirnya pintu ruangan ini terbuka lagi. Namun kali ini orang yang aku tunggu akhirnya datang dan menuju kearahku. Aku terdiam. Jantungku berdetak kencang dan bahkan seakan ingin keluar dari tempatnya. Dia berjalan kearahku dengan setangkai mawar merah di tangan kanannya.

“Hai Krys!” Dia tersenyum.

“Atau aku harus memanggilmu dengan Soojung-ie?” Godanya, bibirku mengerucut.

“Ah, mian…jangan cemberut.” Pintanya.

Aku tersenyum.

“Kau tahu?” Katanya.

Aku menggeleng.

“Aku sebenarnya adalah seorang pengecut. Ketika melihat film hantu bahkan aku tak punya keberanian untuk membuka mataku. Jika aku harus memakan sesuatu yang pedas, airmataku pasti mengalir.” Dia masih memandangiku dengan sedikit malu.

“Namun hal yang paling menyeramkan untukku adalah ketika aku tidak dapat melihatmu dan senyuman hangatmu itu.” Dia menggaruk pelan kepalanya malu.

Aku menghela nafas dan tertawa kecil.

“Meskipun aku tahu bahwa mungkin semua ini salah, tapi…” Dia mengulangi semua kalimat yang ada di kartu itu, memberikan bunga mawar merah untukku dan…

Jongin perlahan menggenggam sebelah tanganku dengan kedua tangannya.

“Jung Soojung, bisakah kita akhiri semua ini dan memulai sesuatu yang baru untuk hubungan lain?”

“Aku sudah terlalu lelah untuk menjadi sahabatmu.” Dia menunduk, menyembunyikan kedua pipinya yang mungkin sudah memerah seperti tomat karena malu.

“Mau kah kau menjadi milikku?”

Aku tersenyum, entahlah mungkin juga pipiku telah memerah karena semua perbuatan manisnya itu dan kata-katanya yang bahkan membuatku tak bisa berkata-kata lagi.

Mata kami beradu.

“Yes, I do…” Sahutku yakin.

Lantas dia memberiku sebuah pelukan. Pelukan yang selalu membuatku tenang. Membenamkanku dalam pelukannya.

Dan hari ini Kim Jongin telah menjadi milikku. Milik Jung Soojung.

[Flashback End]

……….

Author’s POV

Jongin memperhatikan layar ponselnya, terlihat gelisah menunggu seseorang yang tak kunjung datang untuk menemuinya. Dia menunggu seseorang yang sangat ingin ia temui disaat jadwalnya bersama EXO tak sepadat biasanya. Sudah hampir satu bulan dia tak bisa menghabiskan waktu berdua bersama kekasihnya karena kesibukan mereka masing-masing. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya pun dia melihat seorang berjalan perlahan menuju kearahnya.

Jongin memandangi gadis itu.

“Kau terlambat 10 menit, Jung Soojung.”

“Yaa! Jangan menggunakan nama itu.” Sahut Soojung kesal.

“Tak merindukanku?” Jongin memberikan seringai pada kekasihnya itu.

“No, I don’t.” Soojung tersenyum.

Jongin lantas menarik pelan tangan Soojung dan mendekapnya. Dia meletakkan dagunya tepat diatas bahu Soojung, memberikan sebuah backhug untuk kekasihnya itu.

“Sekarang bagaimana? Kau tetap tak merindukanku Krystal Jung?”

“No…Kim Kai!” Soojung tersenyum melihat tingkah Jongin dan semakin menggoda kekasihnya itu.

Jongin melepas pelukannya, memutar pelan tubuh Soojung untuk menghadap kearahnya. Mereka saling bertatapan. Jongin tersenyum licik. Soojung mengangkat sebelah alisnya dan menatap Jongin curiga.

“Kalau begitu terpaksa aku harus melakukan ini.” Jongin meraih pinggang Soojung.

Perlahan mendekat tepat menuju wajah Soojung. Soojung hanya menyeringai. Jongin bisa merasakan hembusan nafas Soojung. Soojung pun memejamkan kedua matanya dan tersenyum. Hidung mereka saling menyentuh satu sama lainnya.

Jongin pun mengarahkan hidungnya tepat perlahan menuju kearah kening Soojung dan mengecup pelan kening Soojung lalu tertawa.

“YAA!!” Teriak Soojung merasa telah dibodohi oleh kekasihnya itu.

“Bagaimana bisa aku memberi ciuman kepada seseorang yang bahkan tak pernah merindukanku?” Kata Jongin dengan nada sarkastiknya.

“I hate you, Kim Jongin.” Sahut Soojung.

“But I love you…” Gumam Soojung pelan.

“I do miss you!!! happy now?” Soojung mengerucutkan bibirnya.

Jongin hanya mengangguk.

Mereka berdua memutuskan untuk berjalan-jalan dipinggiran sungai Han dengan masker yang terpakai masing-masing pada mulut mereka. Hal itu hanya untuk menghindari kejadian yang tidak mereka inginkan. Sudah lama sekali mereka tak menghabiskan waktu bersama dan berjalan-jalan seperti ini. Dulu disaat mereka masih berteman dekat, mereka sering melakukan hal itu saat Jongin masih menjadi trainee, tapi sekarang berbeda karena mereka berdua telah menjadi publik figur dan mempunyai banyak penggemar yang mungkin saja akan dengan mudah mengenali mereka hanya dengan melihat kepala mereka atau punggung mereka saja.

Soojung tersenyum cerah ketika melihat pedagang tteokbokki yang masih buka disekitar pinggiran sungai Han. Jongin menghela nafas. Ia sudah pasti mengetahui maksud kekasihnya itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk membeli tteokboki itu dan membawanya disebuah taman dekat sungai Han untuk memakan tteokbokki bersama.

“Jongin-ah, apa kau tahu?”

“Eoh?” Sahut Jongin.

“Aku mendapatkan part yang sama sepertimu pada lagu terbaru f(x).” Kata Soojung sambil memakan tteokbokki.

“Benarkah?”

“Part yang mana?” Tanya Jongin semakin penasaran.

“Igeon jeonjaengi aniya aniya aniya….” Soojung menjadi Krystal untuk sejenak dan memeragakan serta menyanyi dengan lembut partnya tersebut dan kemudian…

“IGEON JEONJENGI ANIYAAA!!!! MAMAMAMAMA!!!!”Menirukan gaya Kai dalam lagu Mama, Jongin terdiam melihat tingkah kekasihnya itu lalu menusuk rice cake dalam tteobokkinya dan menyuapkannya kedalam mulut Soojung membuat beberapa kuahnya mengotori pinggiran bibir Soojung.

“YAA!!! Bagaimana jika aku tersedak?” Protes Soojung.

“Lihatlah, mukaku jadi kotor begini.” Soojung terlihat kesal.

Segera Jongin mendekat kearah Soojung, membuat gadis itu seakan kaku ketika melihat Jongin tiba-tiba saja mendekat kearah wajahnya dan….

Mengecup pelan bibir Soojung untuk membungkam kekasihnya itu lalu membersihkan kuah tteokbokki menggunakan jarinya dan mengusap pelan kepala Soojung. Soojung masih terdiam lalu melanjutkan untuk memakan tteokbokkinya.

Beberapa detik kemudian. Dia tersenyum dan menunduk malu.

“Soojung-ah, jangan pernah menunjukkan semua sikap lucu dan bodoh Jung Soojungmu itu sebagai Krystal kepada idol laki-laki lain, mengerti?”

“Why? You can’t make me!” Soojung menjulurkan lidahnya.

“Kau cemburu?”

“Kim Jongin cemburu?” Soojung tertawa.

“Tidak.” Elak Jongin.

“Hanya Kai yang bisa melawan Krystal, Kim Jongin.” Goda Soojung.

“Baiklah kalau kau menolak itu, aku akan mengembalikan rambut putihku yang sangat tidak kau sukai itu.”

Soojung lantas terdiam.

Dia kembali mengingat bagaimana dia sangat memarahi Jongin yang harus mewarnai rambutnya sesuai konsep overdose. Soojung sangat marah saat itu, tapi dia bisa berbuat apa? Soojung sangat membenci setiap Jongin harus menjadi Kai yang aneh dengan rambut reggae dalam konsep Wolf atau rambut putih acak-acakannya dalam konsep overdose beberapa minggu lalu.

Tapi, ketika Soojung tak menyukai itu maka Jongin tak akan mempertahankan hal yang membuat Soojungnya marah. Kai hanya bertahan beberapa minggu dengan rambut reggaenya itu, seperti sekarang juga ia telah merubah warna rambutnya menjadi dark brown setelah warna putihnya itu. Untuk Soojung,  apapun itu pasti Jongin lakukan.

Bukan hanya Soojung saja yang memprotes style aneh milik Kai. Jongin pun terkadang harus memprotes semua style aneh yang Krystal miliki. Seperti rambut ombrenya, merah, dan lainnya. Tapi berbeda dengan Jongin, seorang Krystal tak akan merubah stylenya ketika Kim Jongin belum bisa membuat Jung Soojung merubah style aneh Krystal yang Jongin benci. Inti dari semua itu, mereka selalu bertengkar oleh dua kepribadian yang mereka miliki.

“Kau mau aku mengembalikan style overdoseku?” “Eoh?” Goda Jongin.

“Lakukan itu, kalau kau berani!!!” Ancam Soojung.

“Lagipula aku lebih menyukai Kai yang sexy daripada Kim Jongin yang pemalu.” Ejek Soojung.

“Kau pikir aku tak menyukai Krystal yang dingin itu daripada Soojung yang gila?” Sahut Jongin.

“Tapi kau mencintai gadis gila itu bukan?” Soojung melirik Jongin tajam.

“Baiklah kau menang kali ini.” Jawab Jongin pasrah.

“Jongin-ah, akhir-akhir ini aku selalu khawatir karena banyak skandal hubungan para idol terbongkar.” Tiba-tiba saja Soojung teringat akan hal yang selalu membuatnya takut.

“Tenang saja, bukankah kita sudah berjanji dan mempunyai prinsip?” Jongin tersenyum.

“Selama kita menjauhkan hubungan emosional antara Kim Jongin dan Jung Soojung maka Kai dan Krystal akan aman. Tapi untuk membuat hal-hal kecil terjadi pada Kai dan Krystal sepertinya menyenangkan. Kaistal moments?” Jongin kemudian mengusap pelan lagi kepala Soojung.

“YAA!! KIM JONGIN!! Aku bukan anak kecil, jangan suka mengusap kepalaku, bisa-bisa aku nanti botak!” Protes Soojung.

“Baiklah kalau begitu kau ingin sebuah ciuman?” Goda Jongin.

Soojung terdiam lalu seketika beranjak dari kursi yang ia tempati dan berlari menjauh dari Jongin.

“YAA!!! JUNG SOOJUNG!!!!” Teriak Jongin sambil mengejar Soojung yang semakin menjauh.

Soojung memang menjadi milik Jongin, begitu pula sebaliknya karena mereka hidup didunia nyata dan hanya merekalah yang tahu serta memiliki hak atas perasaan mereka. Berbeda dengan ketika mereka harus berubah menjadi sosok lain, Kai dan Krystal dimana bukan hanya mereka yang berhak atas diri mereka masing-masing, namun mereka harus menjaga perasaan banyak orang yang telah mendukung mereka sehingga membuat nama mereka besar.

Ketika mereka harus menjadi Kai dan Krystal, maka hanya fisik merekalah yang bisa berdekatan dan bahkan mungkin sangat dekat. Namun secara emosional mereka harus berjauhan dan menjauhkan semua perasaan itu. Kai dan Krystal adalah sosok yang bisa memisahkan perasaan mereka untuk suatu profesionalitas bagi seorang Kim Jongin dan Jung Soojung.

So close yet so far…

******

 

A/N: Dis ff’s dedicated to all kaistal shippers [ARCADIANS], semua yang ada disini terinspirasi sama beberapa moment mereka berdua tapi aku bikin sesuai imajinasi seorang Arcadians tentunya haha…

Twitter/IG/Line: @nurrinnocent

Blog: sweetlollipop2810.wordpress.com

Jangan panggil Thor/Author-nim/Author! karena aku bukan Thor dengan palu yang bisa ngeluarin petir  ._. panggil nama aja atau Nurry Hyung, Nurry Eomma, Nurry Oppa, Nurry Eonni, Nurry, asal jangan Nurry Ahjumma/Ahjussi duh ._. wkwkwk

Iklan

6 pemikiran pada “So Close Yet So Far…

  1. Suka ff ini. Serasa nyata soalnya diambil dari beberapa bagian yg emang nyata. Tp kalo sampe ini beneran gimana ya???? Gpp sih aku suka mereka, mereka cocok. Over all ceritanya menarik dan mudah dicerna hehehe:)

    Suka

  2. Sukaaaaaaaa apalagi KaiStal di sini lucu banget tingkahnya. Diawali dari Krystal yang pake nama Sehun buat pesen kimbab, trus berlanjut ke momen momen yang emang pas banget.
    Hahahahahaha. Kaistal is real!!!

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s