Sweet Lie [1st: Really Shocked]

Sweet Lie 01

Title: Sweet Lie

Author: luhanwifey

Main cast: Bae Suzy (Miss A) | Kris (EXO)

Support cast: find by yourself

Genre: romance, school life

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Quotes: i know you don’t like me

Disclaimer : mohon maaf bila ada kesamaan alur atau apapun dalam ff ini. saya tahu alur ff seperti ini sudah sangat pasaran-_- semua cast yang ada dalam ff ini adalah milik orangtua dan agensi mereka masing-masing ^^

Oh ya, ff ini khusus dibuat untuk Irha Castalina. Semoga kamu suka ya dan maaf kalau update nya lama.

Credit poster : Suzy Dream World Art

 

 

Suzy POV

 

“Suzy-ah, selama ini kau tidak pernah memberitahu kami tentang namja yang kau suka. Kau masih normal kan?” tiba-tiba Krystal mengalihkan pembicaraannya. Barusan ia bercerita tentang pacarnya yang sibuk mempersiapkan ujian yang masih agak lama sehingga Krystal tidak bisa sering bertemu dengannya lagi.

 

Tentu saja, pacarnya adalah Kai dan dia adalah senior kami disekolah. Tak berapa lama, ia akan melewati ujian untuk masuk ke universitas. Menurut cerita Krystal, Kai rencananya akan masuk Seoul University. Aku tak kaget saat mendengarnya. Kai adalah namja populer disekolah kami. Bukan hanya ketampanannya saja yang membuatnya bisa populer, melainkan kecerdasannya juga.

 

Aku harus mengakui hal ini: Krystal sangat beruntung mendapatkan Kai. Kai kelihatannya tidak main-main dengan hubungannya dengan Krystal.

 

Krystal melambai-lambaikan tangannya didepan wajahku “kau mendengarkanku?” tanyanya. Krystal sangat tidak sabaran, tidak bisa menunggu, manja, dan paling feminin antara kami.

 

Maksud kami disini adalah aku, Krystal, dan Sulli. Sebenarnya, Sulli sama saja dengan Krystal tapi setidaknya ia sedikit lebih baik dan terkadang bisa menjadi bijaksana. Kupikir, semua anak orang kaya seperti mereka dan aku merasa tidak termasuk diantara mereka.

 

“apa maksudmu? aku masih normal!” aku sedikit meninggikan suaraku. Ya, tentu saja aku normal. Jika aku sudah tidak normal, mana mungkin aku bisa mengirim surat cinta kepada Kris sejak kelas 1.

 

Aku hanya menuliskan inisial namaku disurat: B. Ia tidak mungkin mengira bahwa B adalah Bae Suzy karena ia tidak pernah mengenalku dan juga fakta bahwa Kris adalah namja yang sangat sangat populer membuatnya banyak menerima surat cinta. Siapa peduli. Ia mungkin saja langsung membuang surat-surat tidak penting dari dalam lokernya ke tempat sampah tanpa membaca sedikitpun isi suratnya.

 

“tapi, aku dan… Sulli tidak pernah mendengar kau bercerita mengenai namja yang kau suka!” seru Krystal. Ia tidak peduli walaupun orang-orang yang ada dikantin merasa terganggu dengan seruannya. Bahkan, ia tidak benar-benar peduli jika ada orang yang mengatakan hal buruk dibelakangnya!

 

“yaah, kecilkan suaramu!” Sulli menatap Krystal tajam. Seperti kataku tadi, Sulli terkadang bisa menjadi bijaksana.

 

“baiklah” Krystal menjawab acuh tak acuh.

 

Aku menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya “hmmm…. sepertinya aku sudah tidak bisa mengelak dari kedua sahabatku. Ini sangat rahasia. Aku menyukai seorang namja…” aku sengaja menggantungkan kalimatku.

 

“nugu?” Krystal dan Sulli refleks mendekat kearahku.

 

“dia adalah…….” aku kembali menggantungkan kalimatku.

 

“jangan membuatku menunggu!” Krystal kelihatan sedikit kesal.

 

“Kris sunbae” akhirnya, aku menyelasaikan kalimatku. Mereka tidak terlalu syok saat tahu aku menyukai Kris. Hampir semua yeoja disekolah menyukai Kris atau setidaknya mengaguminya. Malah, jika Kris menyatakan perasaannya pada salah satu yeoja disekolah yang sudah mempunyai pacar sekalipun, kemungkinan besar yeoja itu akan memutuskan pacarnya lalu menerima perasaan Kris.

 

“senang rasanya saat kau bilang kau menyukai Kris sunbae. Aku khawatir jika kau mulai menyukai salah satu diantara kami” goda Sulli.

 

“wah, kebetulan sekali! Kai oppa cukup dekat dengan Kris sunbae! aku bisa meminta bantuannya jika kau ingin dekat dengan Kris sunbae” usul Krystal.

 

Sebenarnya, aku ingin tapi …. “itu terdengar agak mustahil. Aku tidak populer disekolah ini dan tidak terlalu cantik” ungkapku.

 

Krystal dan Sulli terdiam untuk beberapa saat sampai mereka menyadari ekspresi wajahku menjadi sendu.

 

“mianhaeyo, chinguya. Aku salah karena sudah mengucapkan hal barusan” wajah Krystal menampakkan kalau ia merasa sangat bersalah padaku.

 

“gwenchana. Kau tidak salah karena tadi kau hanya menawarkan bantuan” jawabku.

 

Setelah itu, Krystal dan Sulli berusaha menghiburku dengan candaan mereka. Aku merasa sedikit lebih baik, tapi tiba-tiba rasa bersalah menghinggapiku. Selama ini, aku selalu berbohong dengan mereka bahwa aku adalah anak orang kaya dan aku tinggal diapartemen mewah.

 

Kenyataannya, orangtuaku hanyalah pedagang kecil-kecilan didaerah Gwangju dan aku tinggal di flat biasa.

 

Aku merasa beruntung karena sampai dengan tahun keduaku disekolah ini, tidak ada yang tahu tentang kebohonganku. Mereka merasa jika aku sama seperti mereka; anak orang kaya yang manja, suka menghamburkan uang, dan cenderung menyelesaikan masalah dengan harta yang mereka miliki.

 

***

 

Sekarang, sudah saatnya sekolah bubar. Semua murid dijemput dengan menggunakan mobil mewah dan tidak ada atau jarang yang dijemput terlambat karena yang menjemput adalah supir pribadi. Beberapa murid membawa mobil sendiri. Kurasa hanya aku seorang yang naik bus.

 

“Suzy-ah, kau pulang dengan apa?” tanya Sulli dari dalam mobilnya. Ia membawa mobil sendiri, sedangkan Krystal sudah pulang dari tadi dengan dijemput supirnya. Krystal tidak bisa membawa mobil sendiri.

 

“aku akan pulang dengan bus” jawabku santai.

 

“memangnya kemana supirmu?” tanya Sulli bingung. Omo! dia mulai curiga denganku!

 

“appa dan eomma menyuruhku untuk mandiri jadi mereka tidak pernah menyuruh supir menjemput dan mengantarku kemanapun, kecuali jika benar-benar terdesak” jelasku. Tentu saja itu semua bohong. Mana mungkin keluargaku punya supir pribadi karena keluargaku tidak punya mobil.

 

Sulli tersenyum “pasti kau sangat manja dulu sehingga appa dan eomma mu bertindak seperti itu”

 

“ani, uri namdongsaeng jauh lebih manja daripada aku” aku membela diri. Yang kukatakan barusan memang benar: adik laki-lakiku lebih manja daripada aku. Padahal, kami hanya beda dua tahun yang berarti umurnya sekarang sudah 15 tahun.

 

Woah, tak terasa tahun depan ia sudah memasuki bangku SMA.

 

Sulli terkekeh pelan “aku sangat penasaran dengan namdongsaeng mu itu. Tolong kenalkan dia padaku kapan-kapan. Mana tahu ia tampan, hehe” canda Sulli.

 

“terserahmu saja”

 

“Hey! Aku serius! Kau harus mengenalkannya padaku” potong Sulli.

 

Aku menggelengkan kepalaku pelan “aish. Kau kan sudah punya Minho!” ingatku.

 

“ya, ya” balas Sulli acuh tak acuh “aku duluan ya, Suzy-ah!”

 

“ne. Hati-hati dijalan, Sulli-ya!” aku melambaikan tanganku seiring melesatnya mobil yang dinaiki Sulli.

 

“fiuh….” aku menghela nafas lega. Akhirnya, Sulli dan Krystal pulang. Kecemasan dan rasa bersalahku karena berbohong pada mereka sedikit menghilang.

 

Aku pun pulang. Tapi, sebelum pulang aku diam-diam menyelinap ke loker anak laki-laki disekolah dan memasukkan sebuah amplop kedalam loker Kris. Lokernya selalu tidak dikunci.

 

Didalam loker Kris, aku melihat banyak amplop. Kebanyakan berwarna merah muda dan ada gambar love nya. Tanpa perlu membaca, aku sudah bisa menebak apa kira-kira isi amplop.

 

Surat cinta.

 

Cihhh, rasanya sangat kesal dan marah saat memandangi amplop selain amplopku didalam loker Kris. Bahkan, ada juga cokelat dan bunga disana!

 

Tanpa pikir panjang, aku membuang beberapa amplop yang 100% berisi surat cinta kedalam tempat sampah yang agak jauh dari loker anak laki-laki. Ya ampun, apa barusan yang aku lakukan? Jika ternyata pernah ada yeoja yang membuang amplopku, bagaimana? Ah, biarkan saja. Ini adalah balasan untuk yeoja yang pernah membuang suratku untuk Kris, kalaupun ada.

 

Tidak ada sedikitpun rasa menyesal saat aku membuang amplop-amplop tersebut.

 

Setelah itu, aku barulah pulang. Sebenarnya, aku tidak benar-benar pulang. Aku mampir dulu ke sebuah taman bermain yang sudah sering aku kunjungi sebelumnya. Taman ini adalah tempat yang selalu membuat hatiku tenang. Aku menemukannya saat pertama kali tiba dari Gwangju ke Seoul.

 

Ditemani dengan pemandangan anak laki-laki sekitar seumuran dongsaengku sedang bermain bola kaki, aku duduk dibawah pohon rindang lalu mengerjakan tugas sekolah.

 

Flat ku sangat kecil dan tidak ada ‘sesuatu yang sejuk’ yang bisa aku lihat didalam flat. Makanya aku memilih mengerjakan tugas disini. Ditaman ini.

 

***

 

Tak terasa awan sudah gelap, anak laki-laki yang tadinya bermain bola ditaman sudah pulang. Tinggal aku yang sedang berusaha menyelesaikan soal matematika dan beberapa pasangan yang sedang asyik menikmati waktu mereka ditaman ini.

 

Aku melihat jam. Ya ampun, ini sudah jam 08.30 waktu Korea selatan. Memang belum terlalu malam, tapi aku sama sekali belum pulang ke flat dan mengganti seragamku. Bisa-bisa aku dibilang bolos oleh security setempat karena masih memakai seragam sekolah.

 

Aku pun memutuskan untuk langsung pulang sebelum menyelesaikan soal matematika. Ugh, gara-gara soal ini, aku jadi lupa waktu.

 

Untuk sampai ke flat, biasanya aku akan berjalan lurus lalu berbelok ke kiri saat dipersimpangan. Tapi, kali ini berbeda. Aku berjalan lurus lalu belok ke kanan. Belok kanan maupun belok kiri sama-sama bisa sampai ke flat ku. Tapi, jika belok kanan, perjalanan akan sedikit lebih jauh.

 

Aku sendiri memilih belok kanan karena ingin mampir dulu ke supermarket. Ada beberapa barang cukup penting yang ingin kubeli.

 

Sedangkan jika aku belok kiri, akan ada minimarket. Barang-barang disana tidak selengkap yang ada disupermarket ini.

 

Setelah membeli barang-barang yang aku butuhkan, aku melanjutkan perjalanan menuju flat. Tak sengaja, aku melihat sosok yang sudah tak asing lagi bagiku diseberang depan dari posisiku sekarang.

 

Ingin memastikan penglihatanku, aku mendekat ke sosok itu. Ia barusan keluar dari sebuah bar. Ya, didaerah sini memang ada beberapa bar malam. Biasanya, aku melewati bar ini begitu saja karena tidak mau terpengaruh.

 

Sosok itu sedang diseret oleh seorang yeoja yang memakai pakaian ‘kurang bahan’. Ia kelihatan mabuk berat. Seragam yang ia pakai sangat berantakan dan kancing baju atasnya juga terbuka. Dan lebih parahnya, ada bekas lipstik wanita dipipi dan ditengkuknya.

 

Tiba-tiba ia mendongakkan kepalanya dan tak sengaja, mata kami bertemu.

 

“KRIS??!!”

 

Tanpa sadar, aku berteriak sangat kencang.

 

TBC

 

Mungkin author udah bilang pas di prolog ff ini kalau ff ini adalah ff lama jadi maklum ya kalau bahasa author hancur wkwk. Eumm, seharusnya author bisa ngelanjutin ff ini lebih cepat tapi author lupa terus buka WP dan hari ini baru sempat buka WP nya. Comment juseyo ❤

Iklan

6 pemikiran pada “Sweet Lie [1st: Really Shocked]

  1. suzy knpa bohong? apa dia takut gak punya temen? tp kayanya sulli krystal bakal nerima dia apa adanya kok /sok tau/ :3
    kris suka ke bar? ck~ msh sekolah tp kelakuannya ><
    suzy semangat ya ngejar kris nya keke next ya thor ^^

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s