I’m Telling You Chapter 4

hg

Title: I’m Telling You Chapter 4

Cast: Oh Sehun EXO

Park Jeon (OC)

Genre: Romance,School Life,Sad, Slice of Life

Rating: G (Untuk Semua Umur)

Length: Chaptered

Author: Claralaluchaipark aka TianiEXO

I’m Telling You

4 Bulan kemudian….

Jeon menatap bosan dari balik jendela kelas, hujan yang sedaritadi menemani pelajarannya hari ini disekolah. Jeon mengalihkan pandangannya kembali ke depan mencoba berusaha berkonsentrasi dengan Shira seosangnim yang menerangkan dengan berapi-api tentang pelajaran sastra Jepang.

Jeon sempat heran dalam pikirannya, kenapa Shira seosangnim terlihat bersemangat sekali? Seharusnya Ia terlihat malas karena suara hujan yang begitu deras menyamarkan suaranya yang dipaksa berteriak itu. Karena, tidak sanggup berkonsentrasi dalam pelajaran, Jeon lebih memilih kembali menatap hujan dari balik jendela kemudian secara tak sadar matanya tertutup perlahan-lahan.

Ia terlelap.

^^^^^^^^^^^

“Sehun, kau tidak ada jadwal hari ini?” Tanya ibu Sehun dengan gembira saat Sehun membuka pintu rumah.

“Tidak ada, selama 6 bulan ke depan kami libur. Agensi masih mengurus beberapa persoalan” jawab Sehun datar.

“Kau kelihatan tidak bersemangat, ibu tahu banyak terjadi masalah di grup kalian” ibu Sehun menghampiri Sehun sambil menepuk pundak Sehun yang sudah duduk di sofa.

“Iya, sebenarnya aku juga sudah menerimanya. Tapi ada masalah lagi yang lebih penting” ucap Sehun sambil menatap ibunya serius.

“Eh, masalah apa? Coba ceritakan” ibu Sehun penasaran.

“Aku sudah jatuh cinta” ucap Sehun pelan namun dapat didengar oleh ibunya yang sampai menutup mulutnya.

“Benarkah?” ucap ibu Sehun tak percaya.

“Iya, eonmma. Aku jatuh cinta pada seorang gadis SMA yang bekerja paruh waktu” terang Sehun.

“Kalau eonmma boleh tahu, bagaimana gadis itu?”

“Oh ya, aku belakangan ini selalu mengikutinya, ini fotonya” Sehun mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan segera menunjukkan sebuah foto gadis SMA yang tengah berjalan sambil membawa dua kantong sampah.

“Dia cantik” ucap ibu Sehun tanpa sadar.

“Eh, eonmma menyukainya?” ucap Sehun tak percaya sambil melihat ibunya.

“Dilihat dia adalah gadis yang baik”

“Namanya Park Jeon, umurnya 15 tahun. Ia bekerja paruh waktu di beberapa tempat, Ia tinggal di komplek rumah yanggi bersama ibunya” terang Sehun.

“Kau sudah mengikutinya sampai sejauh itu? Apa kau sudah mengajaknya berkenalan?”

“Sudah bahkan aku selalu menunggu dia di tempat kerjanya bahkan di tangga naik rumahnya”

“Hahhahha, Sehun kau terlalu berlebihan”

“Bukannya berlebihan eonmma, tapi aku sadar aku sudah terlalu jatuh padanya. Setiap kali aku melihat wajahnya, aku selalu ingin terus melihat wajahnya” ucap Sehun sambil menundukkan wajahnya yang memerah.

“Sial! Sekarang kenapa aku malah jadi ingin melihatnya?” Sehun mengacak rambutnya frustasi.

“Kenapa kau tidak pergi saja sekarang Sehun?”

“Dia sedang benci terhadapku” ucap Sehun murung.

“Hee, kenapa?”

“Karena….

FLASHBACK>>>

“Jeon, tolong antarkan ke meja nomor 12”

“Baik!” ucap Jeon sambil mengangkat nampan berisi secangkir kopi dan waffle.
Mata Jeon terbelalak sambil meletakkan secangkir kopi dan waffle di meja itu.

“Kau lagi?!” ucap Jeon kaget.

“Aku rindu wajahmu jadi, aku datang kesini untuk melihat wajahmu” ucap Sehun malu-malu.

“Kau hanya membuatku semakin terhina, omong saja kau ingin melihat terus wajah terjelek sedunia milikku ini” balas Jeon

“Bukan begitu, kau selalu salah paham sebenarnya aku ini….”

“Kalau begitu katakanlah, apa yang harus aku lakukan agar kau tidak mengikutiku lagi” potong Jeon.

“Aku mau kau jadi pacarku” ucap Sehun pelan sambil tertunduk.

“Hah? Kau bisa coba ulangi lagi?”

Sehun mengangkat wajahnya, “Cium aku” ucap Sehun dan membuat Jeon membulatkan matanya.

“Kenapa kau tidak melakukannya? Suatu penghargaan orang sepertiku meminta kau menciumku, kalau gadis lain pasti mereka akan melakukannya, bagaimana kalau k-“

Srrrrush

Jeon menumpahkan kopi dalam cangkir ke atas kepala Sehun dan itu membuat semua pengunjung café kaget dan menyaksikan mereka berdua.

“Aku tidak menyangka kau sejahat itu” Jeon kembali menaruh cangkir ke atas meja.

“Asal kau pikir, aku bukan gadis yang selalu ada dalam pikiranmu, tujuanku disini untuk mencari uang bukan untuk mendapat sesuatu dari laki-laki sepertimu” ucap Jeon sambil berlalu keluar dari café diiringi teriakkan dari bos café yang kebetulan mengangani kasir.

“Kau di pecat!” teriak pemilik café itu karena menyadari bahwa Sehun adalah pelangan VIP dan yang paling banyak membayar.

FLASHBACK OFF<<<

“Kau ini, itu sangat tidak sopan. Kalau seperti itu juga eonmma akan menamparmu berulang kali”

“Bukan begitu masksudku eonmma, tapi aku sudah tidak tahan lagi. Ia lambat merespon”

“Kau tahu salah satu rahasia para wanita?”

“Tidak, memangnya apa?”

“Seorang wanita itu kalau disentuh oleh pria yang tidak disukainya itu rasanya sangat menjijikkan. Sampai merasa bahwa lebih baik mati”

Sehun langsung memperlebar matanya.

“Kau harus minta maaf padanya”

^^^^^^^^^^^^^^^

Jeon menghembuskan nafasnya berat, udara malam memang sangat dingin. Dan yang membuatnya paling merasa berat adalah titipan barang dari teman-temannya untuk festival peringatan hari ulang tahun wali kelas mereka.

Ditambah lagi, cucian di laundry tempatnya bekerja sekarang sangatlah banyak dan membuat tangannya pegal-pegal.

Perutnya pun sekarang keroncongan karena jatah makan siang di laundry tempat Ia bekerja sangat tidak cukup baginya atau hanya Ia saja yang merasa seperti itu.

Jeon berhenti sebentar di jalan naik tangga, Ia menatap ke atas langit. Melihat langit yang dihiasi bintang-binang malam, tanda bahwa tidak ada hujan malam ini. Bintang musim dingin, mereka sangat tinggi dan sulit diraih, membuat Jeon ingin menatap mereka terus menerus.

“Kau sedang lihat apa?” suara yang sudah berbulan-bulan tidak Ia dengar kini dapat jeon dengar. Jeon segera mengalihkan pandangannya ke asal suara.

Sang pemilik suara yang sudah lama Ia tidak lihat, Oh Sehun.

Sedang duduk di tangga puncak menuju rumahnya sambil menopang dagu menatapnya. Sehun tersenyum membuat Jeon menghela nafas dan melangkah menaikki tangga.

Tinggal dua anak tangga, Jeon berdiri tegak menatap Sehun datar meskipun sebenarnya Ia merasa sangat berat akan tas titipan teman-temannya.

Sebenarnya apa mau Sehun? Tidakkah Ia merasa malu akan perkataannya yang lalu?

Ya, meskipun Jeon sudah hampir melupakannya, namun Jeon tidak membencinya. Jeon merasa Ia juga rindu akan keberadaan laki-laki di depannya ini. Perasaan rindu yang sulit digambarkan.

Sehun berdiri dan melangkah menuruni satu anak tangga, “ Aku datang untuk meminta maaf” ucap Sehun sambil menatap Jeon.

“Oh, kalau begitu aku sudah memaafkanmu” jawab Jeon.

“Jadi bisa kau minggir? Aku mau lewat” ucap Jeon lagi, Sehun bergeser sedikit ke samping membiarkan Jeon lewat. Setelah lewat satu anak tangga dari Sehun.

Jeon berbalik, “Sehun-ssi, aku tidak akan jatuh cinta kepadamu” ucap Jeon

“Kau percaya diri sekali, tunggu kenapa kau bisa tahu perasaanku kepadamu?!” ucap Sehun kaget sekaligus panik sambil membulatkan matanya.

“Aku tahu dari tatapanmu selama ini kepadaku, kau dengan jelas jatuh cinta kepadaku. Tapi, aku tidak akan jatuh cinta kepadamu. Itulah pemikiranku” ucap Jeon

“Begitukah?” Sehun tersenyum, kemudian sambil menatap Jeon “Kalau begitu aku hanya perlu merubah pemikiranmu saja, aku akan membuat kau jatuh cinta kepadaku”

Jeon membulatkan matanya tidak percaya dengan perkataan Sehun.

“Tas itu kelihatannya berat, berikan saja kepadaku. Biarkan aku yang membawanya” Sehun mengambil tas dari tangan Jeon.

“Terima kasih-“ Jeon membulatkan matanya kaget ketika melihat wajah Sehun yang sudah mendekat ke wajahnya sangat dekat, sangat dekat bahkan bibir mereka hampir bersentuhan.

“Disentuh oleh pria yang tidak disukainya itu rasanya sangat menjijikkan”

Sehun melebarkan matanya terkejut karena tiba-tiba teringat oleh perkataan ibunya.

“Hampir saja” Sehun kemudian menjauhkan dirinya dari Jeon. Kemudian berlaih menatap Jeon untuk sekedar melihat apakah reaksi Jeon kepadanya namun, mata Sehun terbuka lebih lebar dari sebelumnya “Haa” Sehun terpaku, melihat wajah Jeon yang bersemu merah.

Jeon segera mengambil tas dari tangan Sehun secara paksa, sementara Sehun masih terpaku dengan wajah Jeon.

“Pulang sudah!” ucap Jeon bergetar sambil berlari menjauhi Sehun yang sangat terpaku dengan dirinya, bahkan mulut Sehun terbuka menatap Jeon yang masih berlari.

“Dia sangat manis”

^^^^^^^^^^^

“Oh Jeon kau sudah pulang, kebetulan ibu baru memanaskan sayurnya” ucap ibu Jeon ketika melihat Jeon membuka pintu rumah.

“Se-la-mat mal-am” ucap Jeon gagap sambil mengatur nafasnya agar stabil karena Ia terlalu lelah berlari.

“Kau kenapa Jeon?”

“Ah tidak, aku ke kamar dulu” dengna cepat Jeon berlari memasukki kamar kemudian menutup pintu.
Segera saja Jeon meletakkan tasnya dan tas titipan teman-temannya, kemudian jatuh duduk tersungkur di balik pintu kamarnya.

“Aku sudah mengatakan hal yang benar”

“Iya aku mengatakan hal yang benar”

“Aku tidak mungkin berbuat kesalahan, aku melakukan yang menurutku benar”

“Aku tidak akan jatuh kepadanya….

“Tapi, mengapa jantung ini terus berdetak kencang? Kenapa aku tidak bisa melupakan wajahnya yang sebegitu dekat padaku tadi?” ucap Jeon dalam hati sambil merabah dadanya merasa degup jantungnya yang begitu sangat cepat.

“Mengapa aku…..

“Apa gejolak ini yang dinamakannya cinta?”

^^^^^^^^^^^^^

Hahhahahhahahhhhhhhhaaaa, kelamaan kah? Astagananafagaggagaggagaggagagagggaggaga!

Sekarang aku sibuk soal PR,Ulangan,Tugas Kelompok sih teman-teman jadi agak fakum begitu yaaa ^_^ mumpung lah
sekarang aku kelas IX SMP jadi ya begitulahhhh hahahhahahhahahhahha ^_^!

Terima kasih sudah mau membaca ^_^

Jangan lupa tinggalkan comment!!!!

Iklan

3 pemikiran pada “I’m Telling You Chapter 4

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s