I’m Telling You Chapter 3

hg

Title: I’m Telling You Chapter 3

Genre: Romance,Sad,School Life

Cast: Oh Sehun aka Sehun EXO

Park Jeon aka Jeon (OC)

Nari aka Nari Wassup

Rating: G (Untuk Semua Umur)

Length: Chaptered

Author: Claralaluchaipark aka TianiEXO

Summary:

“Ku katakan kepadamu, untuk mencintaiku kan?”

Sebelumnya:Teaser | Chapter 1 | Chapter 2

I’m Telling You Chapter 3

KYAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Suara teriakkan para fans membuat Sehun sedikit terganggu, untung dia memakai alat pembantu pendengaran meskipun pendengarannya masih sangat baik-baik saja.

Ia juga merasa kesal, kenapa pada konser mereka ini. Ia yang terpilih untuk turun memilih seorang fans yang beruntung. Dan itu membuat Sehun merasa sangat tidak beruntung.

Mana ada Ia mengenal salah satu fansnya yang sebegitu banyaknya? Apalagi jika Ia asal-asalan memilih dan yang dipilihnya adalah sasaeng fans yang akan menyerangnya ataukah berteriak membahana sampai membuat telinganya bergetar ataukah fans yang langsung pingsan dan berharap untuk digendongnya ala bridal style? Atau jangan-jangan fans yang dipilihnya secara tiba-tiba menangis dan minta agar Ia harus menghiburnya hinggah fans itu tidak menangis lagi.

Benar-benar merepotkan.

Namun rasa merepotkan yang meliputi dirinya itu hilang seketika ketika melihat seorang yeoja yang sudah pernah Ia temui sedang duduk di antara tengah bangku penonton sambil memakan popcorn dan menguap.

Tiba-tiba dorongan untuknya dalam membalas dendam akibat yeoja yang menginjak sepatunya itu muncul.

Sehun tersenyum senang, dan ketika opening lagu ‘Moonlight’ Ia turun panggung dan segera mungkin berjalan menuju yeoja yang sedang menguap itu.

^^^^^^^^^^^^^^

Jeon menatap setengah mati Sehun yang sedang mendekat ke arahnya dengan senyuman miring, matanya tambah terbelalak takkala suara teriakkan yang begitu menggema di telinganya.

“Bodoh! Dia kenapa berjalan kesini?” Jeon berkeringat dingin sementara Ajung yang disebelahnya terus berteriak bahwa Sehun yang akan memilihnya sebagai lucky fans.

Tangan Sehun sudah hampir berhasil meraih tangan Jeon, namun Jeon dengan sekuat tenaganya segera menarik tangan Ajung yang sedang bebas itu kemudian mendekatkannya kepada Sehun, sehinggah Sehun ternyata meraih tangan Ajung bukan tangannya.

Sehun Nampak terkaget sambil menatap Jeon kesal, dan itu membuat Jeon menundukkan kepalanya sementara Ajung hanya berteriak histeris karena Sehun memilihnya. Sebenarnya Ia tidak tahu maksud Sehun yang sebenarnya yaitu memilih Jeon untuk membalas perbuatan Jeon.

^^^^^^^^^^^^^^^

“KYAAAAAAA!!!!! aku tidak menyangka Sehun oppa memegang tanganku, serasa aku adalah yeoja paling beruntung di dunia ini” ucap Ajung sambil memegang kedua pipinya yang merah, sementara Sundi yang berjalan disebelah Ajung hanya menggerutu kesal, kenapa harus Ajung yang mendapatkan kesempatan langka itu bukan dirinya.

Dan Jeon hanya bisa memegang dadanya dan menghela nafas bersyukur, karena bukan Ia yang dipilih Sehun meskipun Ia tahu tadi sebenarnya Sehun mau meraih tangannya.

Tapi, kenapa ya?

Padahal kejadian menginjak sepatu Sehun sudah berlalu 2 hari yang lalu. Untuk ukuran seorang yang terkenal seperti

Sehun pasti sudah melupakannya begitu saja, karena Ia adalah orang biasa yang tidak dikenalnya.

Dan sangat aneh sekali, Sehun mengingatnya?

Dan tunggu dulu, apa tadi maksud Sehun untuk membalas perbuatannya yang tidak sengaja menginjak sepatunya itu?

Aneh sekali, kehidupannya pada bulan Mei ini.

Dan itu membuatnya serasa ingin makan permen kapas di seberang jalan sana.

^^^^^^^^^^^^^^

Sehun mendengus kesal, sambil menatap lantai ruangan latihan dance di apartemen milik ibunya. Setelah konser, Ia tidak pergi ke dorm untuk mengistirahatkan diri namun langsung menuju ke apartemen pribadi milik ibunya yang sekarang kosong karena ditinggal ibunya yang pergi ke Singapura selama 2 bulan untuk bertemu bibinya disana.

Kenapa yeoja itu menghindar?

Seharusnya yeoja itu seperti yeoja lainnya yang memperebutkan tangannya untuk di pegang.

Dan kenapa yeoja itu malah menyerahkan tangan yeoja disebelahnya?

Sehun masih tidak menyangka ada yeoja seperti yeoja yang Ia temui di konser tadi. Ya, yeoja yang sama yang telah menginjak sepatu barunya yang super mahal itu.

Keringatnya mengucur deras dari wajahnya, rambutnya kebasahan. Membuat namja yang sekarang berada di ruangan latihan dance ini terlihat sangat tampan dan memesona bagi setiap yeoja.

Sehun, melampiaskan rasa kesalnya karena kejadian cepat di konser tadi dengan berlatih dance yang sudah dihafalnya dengan baik.

Ia juga tidak tahu mengapa dirinya bertindak sejauh ini hanya untuk seorang yeoja yang bahkan Ia tidak kenal sedikitpun, palingan hanya bertemu dengan yeoja itu 3 kali di kesempatan yang berbeda.

Kenapa Ia kesal dengan kejadian di konser tadi?

Kenapa juga Ia tiba-tiba tidak bisa menghilangkan bayangan yeoja itu dari pikirannya?

Kenapa saking kesalnya, Ia berlatih dance padahal seharusnya Ia istirahat karena kelelahan akibat konser tadi?

Dan kenapa juga jantungnya berdegup kencang?

Apa karena latihan dance ini?

Sehun menghela nafas lagi, kemudian menoleh ke jam dinding yang tergantung di dinding sebelah kanannya. Jam 1 malam.

“Sepertinya aku harus keluar”

^^^^^^^^^^^^^^^

Jeon memandang sederetan kursi pelanggan café di hadapannya. Aneh sekali seperti biasanya, café ini kalau sudah jam 1 malam seperti ini akan terasa sepi palingan 2 atau 3 orang yang datang untuk berkunjung seperti memesan Mocca,Capuccino,Coklat panas, Kopi barista ataukah bubble tea dan berbagai makanan ringan atau venue yang ringan juga.

Dan sekarang sangat banyak orang yang datang terutama pasangan kekasih.

Jeon menguap, kalau begini mana mungkin kerja paru waktu midnight miliknya akan berkahir dengan cepat agar Ia bisa cepat pulang untuk tidur kemudian bangun pagi untuk ke sekolah.

Jeon segera membuyarkan renungannya sementara ketika seorang pelanggan namja tinggi sudah berdiri di hadapannya yang bertugas sebagai kasir dan pencatat pesan itu.

“Selamat malam, anda mau pesan apa tuan?” ucap Jeon datar sambil mengangkat wajahnya menatap pelanggan di hadapannya ini.

Pelanggan namja tersebut menatapnya kaget dan seketika itu juga Jeon menatapnya kaget juga.

Ia bertemu kembali dengan Sehun?

Di Café ini?

Astaga!

^^^^^^^^^^^^^^^^

“Selamat malam, Tuan anda mau pesan apa?” Sehun hanya menganga tanpa membuka mulut melihat yeoja yang sedaritadi Ia pikirkan ini berada di hadapannya sekarang.

Suatu kebetulan yang tidak bisa diduganya sama sekali.

“Selamat malam, Tuan anda mau pesan apa?” Tanya Jeon kembali kepada Sehun yang masih menatapnya terkejut.

“Oh, aku mau pesan bubble tea rasa Choco” ucap Sehun, segera saja Jeon mengetikkan jarinya di keyboard computer.

“Satu bubble tea choco” ucap Jeon kepada seorang pegawai di belakangnya.

“6000 won, tuan” ucapJeon tetap datar, padahal Ia sama terkejut dengan Sehun.

Sehun kemudian mengeluarkan kartu, dan memberikannya kepada Jeon. Kemudian dengan cepat Jeon menggesekkan kartu tersebut di alat pembacanya dan mengembalikkanya bersama dengan struk belanja kepada Sehun.

Saat kedua jari mereka tidak sengaja tersenggol, saat itu juga Sehun menyadari bahwa ada sengatan listrik yang menjalar di seluruh tubuhnya.

Dan

Rasa aneh apa ini,

Setelah Jeon menyerahkan bubble tea kepada Sehun, Jeon kembali focus dengan pelanggan yang berada di belakang Sehun.

Sehun tidak terlalu kerepotan juga, sebab sudah jam 1 malam. Mana mungkin ada fans yang mengikutinya kecuali itu adalah sasaeng fans yang mempunyai tenaga dan waktu ekstra.

Setelah mendapat tempat duduk, Sehun tidak bisa mengalihkan pandangannya terhadap yeoja yang selalu berada di pikirannya itu.

Tanpa sengaja tadi, Ia membaca name tag di seragam kerja yeoja itu.

‘Park Jeon’

Nama yang cukup menarik. Dan Sehun kini merasa dia harus tahu lebih banyak tentang yeoja itu.

Meskipun Ia sendiri tidak tahu kenapa Ia berbuat sejauh ini hanya untuk seoarang yeoja tak dikenal.

^^^^^^^^^^^^

Huahahhahahhahhahha ^_^ selesai dah chapter 3nya ^_^! Di chapter ini konfliknya mulai muncul sedikit (dimana memangnya? -_- )

Saya ngebayangin Sehun pas rambutnya basah saat berkeringat itu kerennya sekaliiii!!!!!!! Pasti pas bagian itu

Sehunnya tampan sekali tuhhh ya ^_^ (Di tabok Luhan -_- )

Nanti mulai chapter 4 akan membuat saya jantungan sendiri disini sebagai authornya. Karena akan ada bagian-bagian yang mendebarkan hahahhahahha.

Terima kasih telah membaca

dan

Jangan lupa tinggalkan comment!

Iklan

4 pemikiran pada “I’m Telling You Chapter 3

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s