SILENCE

B4clh4LCUAAf4Xi

Originally writen by SEXYGEEK95

Cast: Kyungsoo // Hyuna (Oc) Genre: fluff  // Rating: PG-13 // Length : Ficlet

© do not plagiarism my story, Copy paste not allowed, please respect.

I own this story, and Cast belong their parent and agency.

Sorry For Typos and I’m not using EYD gays..

……….
Lebih baik kita saling berteriak dan berpelukan setelahnya daripada kita saling diam dan kau pergi.

 

Kyungsoo melirik seorang gadis cantik disampingnya, gadis itu terlihat menatap televisi yang saat ini berada beberapa meter didepan mereka.

“Tidak biasa – biasanya” batin kyungsoo.

Karena biasanya hyuna akan berteriak – teriak ketika kyungsoo memilih hari minggu mereka dengan tontonan menyeramkan seperti saat ini, gadis itu akan memintanya dengan berbagai cara agar mematikan film itu dan menggantinya dengan film roman picisan yang ia sukai.

Tapi bahkan hyuna tidak berkomentar apa – apa, tidak.berekspresi dan lebih parahnya seperti mengabaikannya.

Biasanya hyuna akan selalu menempel bagai perangko pada tubuh mungil kyungsoo, dia tidak akan membiarkan kekasihnya itu pergi sebelum jam 10 malam. Dengan kata lain hari minggu itu hari mereka berdua.

Kyungsoo masih penasaran, dia mencoba mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya, dia mencoba menebak – nebak apa yang membuat gadis itu diam, apa hyojin bertengkar lagi dengannya? atau sunbaenya leejoon yang bertingkah sok tampan itu mendekati gadisnya lagi? oh jika itu terjadi lagi kyungsoo bersumpah akan menjadikannya leejoon panggang esok hari.

“Hyun—-” belum sempat kyungsoo memanggil lengkap namanya panggilan gadis itu, sosok itu kini menjauh meninggalkan kyungsoo dan memasuki kamarnya.

Kyungsoo dengan ragu menyusul hyuna masuk, sebenarnya dia agak risih karena ini pertama kalinya ia melakukannya, dan betapa terkejutnya dia saat sebagian dindin hyuna dipenuhi oleh figura wajahnya yang entah kapan gadis itu ambil.

Kyungsoo mendekati hyuna yang menangis, seketika pikiran kyungsoo dipenuhi oleh pertanyaan.

Kyungsoo dengan ragu akhirnya memeluk gadisnya dari belakang “hey.. ada apa?” tanyanya selembut mungkin, tapi hyuna tetap menangis.

Akhirnya dengan sedikit tenaga yang harus ia keluarkan karena sepertinya hyuna enggan berbalik kearahnya dia bisa menatap mata indah itu yang kini dipenuhi oleh airmata.

“Ada apa?” hyuna masih diam.

“Hyuna…”

saat ini gadis itu menatap kyungsoo dengan sendu, kyungsoo tidak suka itu, kyungsoo bisa melihat kilatan kesedihan disana, siapa yang membuat gadisnya ini menangis? Siapa yang berani melakukannya!

“Bicaralah,” gadis itu tetap diam sambil terus menangis, “aku tidak tahu apa yang membuatmu seperti ini sayang” dan seolah tersihir akan kata sakral yang diucapkan kyungsoo barusan akhirnya aksi diam gadis itupun terhenti disitu.

“Kau bilang aku harus diam kan?” Katanya.

“Kapan aku mengatakannya?” Tanya kyungsoo karena dia merasa tidak lernah mengatakan hal seperti itu, atau dia tidak mengingatnya?

“Tadi malam, saat ulang tahun minah, kau bilang aku harus diam”

Oh ya, mata kyungsoo membulat dia mengingat sesuatu saat ini, kyungsoo memang menyuruhnya diam pada pesta ulang tahun minah semalam, karena hyuna begitu cerewet dan berteriak – teriak seperti orang gila saat kyungsoo yang ia katakan adalah hak miliknya sampai mati diundang secara spesial diulang tahun minah yang ia ketahui samgat menyukai lelakinya.

Tentu saja wanita mana yang tidak khawatir ketika miliknya secara gamblang telah direbutkan oleh beberapa gadis dan salah satunya adalah minah, seorang yang populer disekolahnya.

“Oh itu, ya karena kau telalu berisik menurutku, hanya percaya kepadaku hyuna, lagi pula kau berada disampingku kan semalam? jadi apa lagi yang harus kau takutkan?”

“Tapi aku benci saat dengan bangganya ia memberikan kue pertamanya untukmu, bagaimana mungkin aku tidak berteriak ketika dia dengan senyuman iblisnya itu menarikmu dari sisiku! dan kau juga sepertinya menyukainya, kau mengabaikan tatapanku kau…..” hyuna tidak mau lagi menjelaskan betapa sakitnya dia malam itu, sudah cukup dia tidak ingin berteriak lagi, dia masih ingat kata – kata kyungsoo yang terus berputar diotaknya “Bisakah kau tidak berteriak dan menghancurkan mood oranglain dan juga mood ku?”

“pergilah kyungsoo, aku tidak ingin melihatmu. Aku sakit” dan setelahnya hyuna menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut.

Kyungsoo menghela napasnya.
Perlahan dia membuka selimut yang menutupi tubuh hyuna.

“Jangan mendiamkanku seperti ini, aku minta maaf atas ucapanku malam itu, aku hanya terbawa emosi karena menurutku tindakanmu keterlaluan, tapi aku kira antara kita sudah membaik?”

hyuna menggelengkan kepalanya “tidak. Hatiku masih sakit”

Kyungsoo akhirnya memberanikan diri memposisikan dirinya disamping hyuna, dia membawa gadis itu dalam pelukannya “maafkan aku ya,”

tidak ada respon, kyungsoo menghela napasnya, seharusnya hyuna tau.jika kyungsoo tidak mencintainya dia tidak akan repot – repot meminta maaf berulang kali, oh harga dirinya bisa hancur berdebu apalagi ini demi wanita, iyakan? tetapi wanita inilah yang kyungsoo.cintai setelah ibunya.

“Lebih baik kita saling berteriak dan berpelukan setelahnya daripada kau mendiamkanku lalu pergi.” Ucap kyungsoo, dan hyuna menatapnya.

“Mungkin memang menyebalkan jika kau terus – terus berteriak, gendang telingaku akan pecah” hyuna mengerucutkan bibirnya dan kyungsoo mengecupnya “tetapi tidak masalah, meskipun gendang telingaku pecah sampai tidak bisa mendengar atau aku terkena serangan jantung karena terkejut dengan teriakan nyaringmu, tidam masalah, asalkan kau tidak merusak hatiku karena hanya disitulah tempatmu tinggal dan aku tidak ingin kau merusaknya lalu pergi, aku tidak ingin kau mempunyai hati baru untuk kau singgahi, hanya aku yang berhak, hanya kau yang harusnya berada didalamnya bukan minah, bukan oranglain.”

hyuna tercengang mendengar kalimat panjang dari seorang do kyungsoo. Manis seperti ice cream coklat yang ia sukai, “Benarkah?” Tanyanya, dan kyungsoo mengangguk.

“Jangan diam lagi, aku tidak suka kau pergi, aku mau kau tetap bersamaku, meskipun kau menghancurkan moodku setidaknya dengan alasan itu aku bisa menahanmu untuk memperbaikinya, iyakan?”

“dengan cara kita berpelukan?” tanya hyuna.

“Dengan setiap waktu yang kita lewati bersama lebih tepatnya, apapun itu asal bersamamu aku mau”

hyuna tersenyum dan memeluk kyungsoo.

Karena lebih baik kau berteriak dan menghancurkan moodku, daripada kau diam dan menghancurkan hidupku, aku mencintaimu kim hyuna.

Iklan

8 pemikiran pada “SILENCE

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s