Sakura [ Ficlet ]

sakura ff cover

Tittle : Sakura

Cast : Kim Joon Myeon (EXO) and Lee Ri Seul

Genre : Fluff

Rating : G

Author : Chan

Length : Ficlet

~o~

Semilir angin musim semi menembus kulit gadis itu. Rambut coklatnya yang sedikit bergelombang seolah terbang menyusuri hangatnya musim semi. Pakaian santai menjadi pilihan modenya, dress selutut tanpa lengan berwarna kuning disertai corak bunga sakura yang khas. Tak lupa kamera DSLR dikalungkan di leher putihnya, sudah ritual tersendiri baginya jika setiap musim semi harus mengabadikan bunga yang bersemi. Serta tas mungil pemberian seseorang turut melingkar manis di bahunya.

Senyumnya yang cantik semakin mengembang melihat daun daun yang mulai menguning. Sungguh demi apapun, itu adalah pemandangan terindah bagi Ri Seul, gadis berumur 20 tahun yang sedang menjalani masa kuliah. Sesekali gadis itu membidikkan kameranya, mengabadikan keindahan musim semi dalam berbagai efek kameranya. Bila sudah terlalu lama berjalan dan dirasa tungkainya sudah lemas, Ri Seul duduk bersantai di bawah pohon yang sedang menguning. Dalam keheningan, Ri Seul termenung dan menatap lurus dengan sedih. Dirogohnya ponsel yang sedari tadi didiamkan tergeletak di dalam tas mungil itu. Wallpaper bunga sakura adalah hal yang pertama kali dilihat saat membuka ponsel Ri Seul.

Perhatiannya tertuju pada nomor kontak seseorang yang mungkin bisa dikatakan sudah lama tidak menjalin komunikasi. Jari lentiknya hendak menyentuh layar yang terpampang jelas nomor kontak seseorang. Namun sedetik kemudian ia jauhkan jarinya itu dari layar ponselnya. Ya, perasaan bimbang memang sudah sewajarnya dirasakan Ri Seul, bahkan perasaan gugup juga menyertainya. Rasanya sungguh aneh, bahkan ini terasa lebih aneh sejak ia pergi meninggalkan Ri Seul. Ya, pada kenyataannya Ri Seul memang mencintai seseorang itu, seorang pria yang bernama Kim Joon Myeon. Rasa rindu itu masih membekas di hati kecilnya, terbersit keinginan untuk mencarinya di Jepang, yang menurut desas desus merupakan tempat ia menetap selama melanjutkan kuliahnya.

Rasa rindu itu terus memanggil manggil dari dalam hatinya, namun apa daya. Sebagai seorang wanita, Ri Seul masih punya harga diri. Mengejar seorang pria demi alasan rindu dan cinta? Ah, mimpu terburuk Ri Seul.

Ri Seul kemudian mendapat sebuah ide. “Ya, sepertinya aku ke Jepang tidak sepenuhnya untuk mencari dia, kupikir sedikit waktu untuk menikmati bunga sakura yang bermekaran terasa lebih baik”

~o~

Siapa sangka sekarang seorang Lee Ri Seul telah menginjakkan kaki di tanah Sushi ini? Dengan sedikit bantuan dari Hyeon mengenai info tentang Joon Myeon dan tabungan yang terkuras habis juga merupakan modal untuknya. Ya, setidaknya mengejar cinta sebelum ditinggalkan lebih baik daripada membiarkan tabungan di banknya terkikis karena mendapat potongan.

Kaca mata hitamnya yang masih bertengger manis di atas hidung mancungnya ia lepaskan. Pemandangan seumur hidup, jangan pernah dilewatkan. Jari – jarinya dengan lincah menarik koper berukuran sedang. Ri Seul memang tak membutuhkan koper besar, toh persediaan pakaiannya juga akan bertambah seiring lamanya ia di Jepang. Itu disebabkan karena rutinitasnya. Apa lagi kalau bukan berbelanja?

~oOo~

Ri Seul merebahkan tubuhnya di kasur, membiarkan mata coklatnya terpejam untuk merileksasikan diri. Perjalanan kurang lebih 5 jam – cukup melelahkan walau kerjaannya hanya tidur semata.

Dirinya hamper terlelap, tapi sejurus kemudian Ri Seul langsung bangun dan membuka kopernya.

“Aku bahkan sampai melupakannya! Lantas apa tujuanku kemari?” Ri Seul berteriak frustasi, sambil mengeluarkan semua pakaiannya. Bila serasa pilihan pakaiannya cocok, Ri Seul langsung meraih handuknya kemudian membersihkan diri dengan guyuran shower dingin. Pastinya tak ada waktu untuk untuk menunggui panasnya shower demi mendapat air hangat, bukan?

~OoO~

Disinilah Ri Seul, melangkahkan kaki jenjangnya menyusuri jalan setapak yang terletak di antara pohon sakura. Lihatlah pohon itu, bermekaran menciptakan warna yang indah. Berkali kali gadis itu mengucapkan ungkapan kagum. Akhirnya, karena Joon Myeon, Ri Seul bisa melihat bunga favoritnya – sakura.

Tak terhitung berapa kali suara jepretan kamera itu mengabadikan setiap keindahan bunga sakura. Sudah tak cukup kamera DSLR bagi Ri Seul, Ri Seul tak ingin berlama lama duduk bosan menunggui hasil cetakan fotonya. Bila ingin instan, gunakan Polaroid saja.

Bila dirasanya sudah puas berkeliling mengagumi keindahan sakura dan mengabadikannya. Ri Seul ingin mengunjungi suatu café yang bisa dibilang menarik karena semuanya tentang sakura. Mulai dari interior, eksterior, pelayan, barang – barangnya, dan tak lupa lagi makanan yang dibuat menyerupai sakura. Indah.

Ri Seul memegangi perutnya lemas, sudah berbunyi rupanya. Jarak dari kebun sakura ini menuju cafenya bisa dibilang lumayan jauh. Oleh karena itu, Ri Seul harus menahan rasa lapar yang terus menghantuinya. Salah sendiri, ia terlalu jauh memasuki kebun sakura itu.

Ri Seul hanya bisa menunduk sambil memasang wajah cemberut. Ri Seul bisa saja berlari karena ia memang memakai sneakers hari ini, namun entah mengapa kaki – kakinya memaksanya untuk tetap seperti ini.

Kejadian itu terus terjadi, hingga. Tatapan itu, meskipun dari kejauhan Ri Seul mengenali mata itu. Walau banyak hal yang ia rasa asing, namun tatapan itu mengingatkan Ri Seul padanya.

Oh God! Apa jangan – jangan itu memang dia?

Mata Ri Seul terbelalak melihat Joon Myeon menatapnya, mungkin ia juga sama terkejutnya. Entah apa yang terjadi, dunia serasa milik mereka. Tatapan itu diiringi detak jantung yang sama – sama tak beraturan seolah turut menyalurkan rasa itu lewat tatapan. Dunia seolah berhenti, bahkan seluruh anggota tubuh menjadi kaku.

Joon Myeon secepat mungkin menyadarkan dirinya. Sebisa mungkin menyesuaikan diri agar tidak terasa begitu canggung. Wanita itu, dia berhasil membuat Joon Myeon merasa tak berdaya. Joon Myeon tahu itu, karena memang dia yang pertama.

Entah ini karena tidak kesiapan mental untuk bertukar tatapan tiba – tiba, atau hanya alasan untuk menghilangkan rasa canggung?

Joon Myeon sontak melambaikan tangannya dan tersenyum ceria. Ri Seul masih bingung harus berbuat apa, akhirnya Ri Seul membalas lambaian tangan Joon Myeon dan memasang senyum termanisnya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Ucap Joon Myeon berteriak, karena jarak mereka memang tak bisa dibilang dekat.

Awal mulanya Ri Seul tak begitu jelas mendengarnya karena riuh ramai suara para pengunjung benar benar memekikkan telinga Ri Seul. Gadis itu hanya mengendikkan bahu seolah berkata ‘aku tak mengerti’.

Joon Myeon terkekeh pelan. “Bahkan pendengarannya masih sama buruknya.” Ujar Joon Myeon pelan yang tak mungkin didengar Ri Seul.

“Sifat – sifatnya pun masih sama. Kurasa yang berubah hanya tinggi dan kecantikannya. Ia bahkan terlihat begitu cantik dan manis dibandingkan 10 tahun yang lalu” tambahnya.

“Apa yang kau lakukan disini??” Tanya Joon Myeon, kali ini ia berteriak sampai terbatuk – batuk.

Ri Seul mengangguk ngangguk kecil, menandakan bahwa ia sudah mengerti.

“Aku sedang ingin berlibur melihat bunga sakura!” Balas Ri Seul dengan teriakan yang menggelegar, terlalu bersemangat. Tapi mendengar jawaban Ri Seul tadi sepertinya ia tak mungkin mengutarakan tujuan utamanya.

“Jinjja? Waah kukira kau ingin menemuiku karena merindukanku” Joon Myeon tersenyum jahil ke arah Ri Seul.

Sedangkan yang mendengar perkataan Joon Myeon hanya mencibir walau sebenarnya itu kenyataan.

“Mimpi saja sana!”

“hahaha sudah lah, jangan dianggap serius aku hanya bercanda. Padahal aku senang kalau kamu datang jauh jauh ke sini untuk menemuiku.” Ujarnya dengan ekspresi cemberut. Sungguh demi apapun, dirinya terlihat begitu menggemaskan.

Ri Seul sudah tidak tahan melihatnya. Debaran di hatinya makin terasa jelas. Wajah tampan, keren, dan menggemaskan datang di saat yang bersamaan. Sepertinya hatinya akan meledak begitu saja. Wajahnya saja sudah merah padam karena malu mengakui kenyataannya. Untuk mencairkan suasana canggung ini Ri Seul hanya melontarkan tawanya.

“Apakah kau menyukai sakura juga?”

“Sepertinya begitu, mereka terlihat cantik bersama”

Lidah Ri Seul bahkan kelu untuk sekedar mengucapkan nama Joon Myeon. Namun dengan segala usaha akhirnya tujuan itu tercapai.

“Joon Myeon!”

Yang dipanggil hanya menoleh sambil tersenyum tipis, mengalihkan pandangan dari jejeran pohon sakura.

“Mana sakura yang menurutmu paling cantik dan indah?”

“Kau ingin mengetahuinya?” Joon Myeon menyeringai tipis seolah memikirkan sesuatu yang hebat.

Ri Seul mengangguk ngangguk bersemangat, seperti anak kecil.

“Kalau kau ingin tahu, ikutilah arah jari telunjukku ini mengarah kemana.” Perintah Joon Myeon.

Ri Seul yang mendapat instruksi segera mengikuti arah telunjuk Joon Myeon.

“Naega?” Ucap Ri Seul bingung ditambah dengan tatapan bodohnya. Ya, tak salah lagi,  telunjuk Joon Myeon memang mengarah ke arahnya.

Joon Myeon tersenyum manis sebelum melanjutkan perkataannya.

“Yes, you are! You’re the most beautiful sakura for me! Kau lah sakura yang bersemi di hati ini! Saranghaeyo!! Would you be mine?”

Jangan ditanya lagi, Ri Seul yang mendengarnya hanya terdiam seribu bahasa. Namun senyumnya perlahan mengembang. Kalian tahu kan rasanya mendapatkan buah dari sebuah penantian?

Jawabannya juga pasti mudah ditebak…silahkan tebak sendiri ! ^o^

Quote : Kejarlah Cinta Sampai ke Negri Sushi. -_-

-END-

Author note: biarlah ff ini absurd, tapi yang jelas ‘Kejarlah Cinta Sampai ke Negri Sushi’ !

Iklan

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s