Yes, You Are My Guardian!

cover ff yes you are my guardian

Tittle : Yes, She Is My Guardian! [ Chapter 1 / We Meet Again ]

Cast : Oh Sehun ( EXO ) and Jung Rein ( OC )

Genre : angst, hurt, romance, little bit comedy

Author : Chan

Length : Chaptered

Rating : PG – 15

Disclaimer : FF murni buatan saya. Ini karya dan ide saya sendiri, jadi mohon jangan memplagiat FF ini dalam bentuk apapun! And..don’t be a silent reader, please..Enjoy Reading, Guys!

Sumarry : Cerita ini adalah sebuah cerita sedih yang dibumbui dengan perasaan cinta tak berbalas. Bagaimana rasanya jika orang yang kau benci malah menjadi penyelamatmu? Rasa kekuatan cinta sekaligus mengharukan memang terlalu tragis untuk dikisahkan. Mereka hanya akan menjadi lembaran lama yang tak pernah diungkap. Seperti di dalam hati yang tak pernah bisa digambarkan. Karena mengkhianati hatimu sendiri lebih sakit dari apapun, camkan itu.

~o~

Uap panas terlihat mengepul di sekeliling cangkir putih berisi teh itu. Sesekali gadis itu menatap lurus ke arah jalan kecil bertumpuk salju itu. Jalanan terlihat lenggang untuk yang kesekian kalinya. Wajar saja, toh siapa yang nekat menerobos gundukan salju yang sudah seperti gunung saja. Tatapannya begitu tajam, seolah mengamati setiap aktivitas penduduk di sekitarnya. Dari kaca besar yang diletakkan di pojok kafe, sebenarnya lebih mirip dengan etalase kita bisa melihat jejeran toko dengan bangunan semi permanen sejauh mata memandang. Entah itu perasaan takjub atau apa, sedari tadi gadis itu hanya menatap lurus ke arah itu itu saja sambil sesekali menyeruput tehnya, takut kalau tiba – tiba menjadi dingin.

Tangannya ia gunakan untuk menopang dagu runcingnya, bahkan jelas sekali sweater kebesaran yang biasa ia gunakan nampak menutupi hampir semua tangannya. Hangat. Sengaja ia memakai sweater kebesaran, baginya itu lebih hangat daripada harus memakai berlapis lapis jaket, toh sekarang baru masuk awal musim gugur.

Gadis itu menatap lamat – lamat handphonenya, yang pasti tatapan matanya hanya mengarah pada kolom waktu. Jam sudah menunjukkan 11:59 dan 1 menit, gadis itu yakin seseorang yang ia tunggu akan muncul.

Dan, bingo! Tepat 1 menit seorang pria tinggi dengan kulit seputih salju serta tak lupa topi hitam senada dengan warna jaketnya. Di lengannya terpaut tangan kurus dengan kulit yang tak kalah putih, melingkar dengan sempurna di sela – sela lengan pria itu. Sudah dipastikan bahwa seseorang yang menautkan tangannya itu adalah seorang gadis. Mereka tampak bahagia bersama, bersenda gurau seolah dunia hanya milik mereka. Tak memerdulikan sekeliling mereka, mungkin dan tidak akan pernah.

Langsung saja ia mengikat rambut ikal coklatnya yang tadi ia biarkan tergerai. Kemudian memakai topi sampai sebatas hidung dan tak lupa kacamata tanpa lensa dengan frame yang cukup besar. Setelah dirasa siap, lantas gadis itu beranjak meninggalkan kafe retro yang barusan disinggahinya. Berjalan santai  tak jauh di belakangnya, gadis itu mengeluarkan handycam miliknya. Pura – pura sedang mengabadikan video, dengan ini ia bisa santai mengikuti mereka.

“Oppa”

Tiba – tiba mereka berhenti di pertengahan gang. Gadis itu sontak mencari tempat bersembunyi, berusaha agar tidak ketahuan. Cukup sampai disini, diantara gang kecil remang – remang. Gadis itu menelan ludahnya susah payah begitu melihat adegan yang ia benci lihat. Berciuman. Betapa tidak tahu malunya mereka. Segera gadis itu memalingkan wajahnya penuh benci, tangannya terkepal hebat, giginya menggertak sempurna. Suara derap langkah kaki terdengar, mungkin perempuan itu sudah pergi. Gadis itu menghela napasnya lega. Kemudian ia membalikkan tubuhnya yang semula menghadap tembok. Sudah saatnya ia pulang.

“Siapa kau? Dasar penguntit!”

Gadis itu menelah ludahnya tercekat, takut berhadapan dengan pria itu. Pria yang sedari diikutinya. Gadis itu hanya tersenyum canggung.

“Aah…itu, tadinya aku sedang ingin pulang ke rumahku. Aku tersesat dan sampai gang ini, iya begitu.” Jawabnya kikuk.

“Jangan berbohong penguntit! Memangnya aku tidak menyadarinya, apa? Sejak dari persimpangan lampu merah, aku sudah menyadari kehidaranmu yang janggal! Jangan mengelak!”

Gadis itu terpana, persimpangan lampu merah? Itu baru 5 meter dari café retro itu. Yang benar saja! Gadis itu langsung bersiap untuk melarikan diri, tapi pergerakannya sudah diketahui oleh pria itu. Langsung saja ia menahan kedua tangannya dan membenturkan bahunya ke tembok, membuat gadis itu meringis kesakitan.

Tatapan pria itu memburu, napasnya tersengal, marah mengetahui bahwa ia sedang dikuntit.

“Siapa kau sebenarnya? Siapa yang membayarmu untuk menguntitku?” pria itu bertanya marah. Ia paling tidak suka jika ada seseorang yang berani menguntitnya.

“Lepaskan aku! Aku tidak dibayar siapapun! Sudah kubilang aku tersesat!” berontak gadis itu.

“Ya sudah bila kau tak ingin mengakui identitas aslimu, baiklah aku yang akan memaksa!” ujar pria itu, kemudian ia melepas topi yang dipakai gadis itu kemudian membuangnya asal. Tergerailah rambut ikal coklat yang sedari tadi diikat gadis itu, belum puas lagi pria itu langsung melepaskan kacamatanya. Gadis itu hanya memalingkan muka, berusaha untuk tidak menunjukkan wajahnya.

Terlambat, pria itu sudah keburu mengenalinya. Matanya terbelalak hebat, gadis itu.

“Jung Rein!” seru laki – laki itu menatap kaget ke arahnya. Jung Rein adalah hoobaenya waktu SMA, dulu Rein adalah penggemar fanatiknya, maka tak heran jika pria itu menganggap Rein masih mengejarnya.

“Kita bertemu lagi, Oh Sehun” balas Rein dingin. Ia masih memalingkan wajahnya, menatap lurus benci karena identitasnya terbongkar semudah itu.

“Tidak lelah kah kau terus mengejarku seperti ini? Kita bahkan sudah lulus!”

“Aku tidak pernah mengejarmu lagi” Rein memberanikan menatap Sehun, tatapannya begitu dingin.

“Lalu apa maksud dari semua ini?”

Rein hanya tersenyum kecut kemudian membalasnya.

“Bukan apa – apa, sekarang tolong lepaskan aku!”

“Tidak, sebelum kau mengatakan yang sebenarnya!”

“Baik, aku akan mengatakan yang sebenarnya. Jauhi gadis itu! Dia hanya memanfaatkan kekayaanmu, dia hanya gadis penipu!”

Sehun yang mendengarkan hanya terbelalak tak percaya, tatapannya yang semula melembut kini menajam seperti tadi. Tangannya malah mencengkram bahu Rein lebih kuat dari sebelumnya, membuat gadis itu makin meringis.

“Apa kau bilang? In Jung tidak seperti itu! Jangan harap dengan ini kau bisa menggantikan posisinya, dasar gadis penguntit! Sadarlah bila aku tak pernah mencintaimu!” sehun menggertak kesal. Sedangkan Rein menggigit bibir bawahnya, berusaha untuk menahan tangisnya. Bulir air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. Hatinya terasa seperti ditusuk pisau, begitu sakit dibilang penguntit.

“Kau terlalu naif, Sehun. Kau tidak pernah dewasa” ujar Rein tak terima. Sehun memanas mendengarnya, segera saja ia melayangkan tamparan telaknya. Pipi mulus Rein kini memerah, sudut bibirnya mengeluarkan darah. Rein hanya terbelalak, tak berani membayangkan apa yang barusan terjadi.

Sehun hanya menatap tangannya yang memerah, ia juga tidak menyadari apa yang barusan ia lakukan. Menampar seorang wanita? Bukanlah perilaku Sehun. Tangannya mulai melonggar, dengan kesempatan ini Rein bisa lolos. Sehun benar – benar tidak bisa berkutik.

Tanpa banyak waktu, Rein merogoh sesuatu di kantongnya kemudian melampar ke arah Sehun. Sehun hanya bisa terpaku melihatnya, ia meremas foto itu kemudian membuangnya asal. Foto In Jung berciuman dengan laki – laki lain. Foto yang tak pernah ingin Sehun lihat.

Kini Sehun hanya bisa menatap nanar ke arah Rein. Bagaimana bisa pertemuan tak terduga selama 5 tahun bisa berakhir seperti ini?

-TBC-

Iklan

19 pemikiran pada “Yes, You Are My Guardian!

  1. Mf ru coment, br nemu ffx. Bagus saeng ffx. Rein trxt sk sm sehun smpai sk. Smpe nguntit gt. Hihihi. Tp aju sk rein stdkx dt dh bntu sehun skligus.

    Suka

  2. Jadi cinta bertepuk sebelah tangan.. sama kaya aku dongg. /curcol/ T^T
    Btw, bagus lho, eonni :> pengen tau end-nya gimana. Mungkin si Sehun bakal suka sama Rein atau si Rein tetep yang jadi tersakiti..
    Ditunggu apdet-nya 😉

    FIGHTING!!!^^

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s