I’m Telling You Chapter 6

Untitledgh

Title: I’m Telling You Chapter 6

Genre: Romance,Sad,School Life

Cast: Oh Sehun aka Sehun EXO

Park Jeon aka Jeon (OC)

Jeon Jungkook aka Jungkook BTS

Kim Nari aka Nari Wassup

Rating: G (Untuk Semua Umur)

Length: Chaptered

Author: Claralaluchaipark aka TianiEXO

Summary:

“Ku katakan kepadamu, untuk mencintaiku kan?”

I’m Telling You Chapter 6

Jeon terus melihat keluar jendela mobil, sementara Sehun sibuk mencuri pandang kepadanya sambil berusaha fokus menyetir.

Di saat seperti ini, Sehun bahkan tidak bisa focus dengan jalanan yang ramai. Ia terus terpaku dengan wajah Jeon yang terus melihat keluar jendela.

“Kenapa dia tidak melihatku?” kesal Sehun dalam hati.

“Turunkan aku di perempatan sana, aku masih mau singgah ke suatu tempat” ucap Jeon sambil berbalik ke arah Sehun.

Sehun yang pura-pura focus dengan jalanan hanya mengangguk kemudian Jeon segera berbalik kembali menatap ke luar jendela.

“Dia tidak peka sekali” gerutu Sehun dalam hati.
Mobil Sehun pun menepi di perempatan yang ditunjuk Jeon. Jeon segera membuka pintu dan keluar.

“Terima kasih atas tumpangannya” Jeon membungkuk kemudian berbalik meninggalkan Sehun yang masih terpaku menatapnya dari dalam mobil.

“Aku benar-benar telah jatuh” ucap Sehun.

“Sebenarnya aku masih ingin melihat wajahnya” Sehun menyandarkan bahunya di kursi mobil yang berubah posisi menjadi posisi tidur.

“Aku ingin melihatnya” Sehun terus mengucapkan kalimatnya berulang-ulang kali.

“Aku merindukannya” Sehun mengacak rambutnya frustasi.

“Aku harus melihatnya!” Sehun segera bangkit dan menyalakan mesin mobilnya dan segera melaju ke tempat tinggal Jeon.

^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Ahhh, selamat tidur” ucap Jeon sambil menguap kemudian merebahkan dirinya di tempat tidur tepat di samping ibunya.

“Apa pintu depan sudah dikunci? Ahhh, pasti sudah” Jeon kemudian menutup matanya.
Belum sampai beberapa detik Jeon ingin terlelap, sebuah suara ketukan pintu berulang-ulang kali mengganggu telinganya.

“Siapa yang malam-malam begini, haduhh!” jengkel Jeon kemudian bangkit menuju pintu depan.

“Siapa?” Jeon ingin membuka pintu namun pintu sudah terbuka dahulu.

“Pintunya tidak terkunci ?” Jeon terkejut kemudian langsung menutup pintu kemudian menguncinya dua kali.
Setelah itu Jeon berbalik dan berjalan menuju kamar, tapi tiba-tiba suara ketukan di pintu yang sama terulang kembali.

“Haaaa, bikin tambah ngantuk saja” Jeon berjalan menuju pintu. Namun sebelumnya, Jeon mengintip melalui jendelanya.

“MAMA!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriak Jeon sambil terseungkur jatuh, teriakkan Jeon yang cukup besar di rumahnya itu membuat ibu Jeon segera terkaget dari tidurnya dan langsung berlari ke arah Jeon yang mengelus-elus dadanya.

“Ada apa Jeon?” ibu Jeon sedikit panik.

“Ahh, tidak ada apa-apa. Tapi tadi ada seorang namja di depan pintu” ucap Jeon.

“Di depan pintu? Memangnya siapa yang mau datang malam-malam begini”

“Aku tidak tahu”
Suara ketukan berulang-ulang kali kemudian muncul kembali, seketika Jeon dan ibunya saling menatap satu sama lain.

“Biar aku yang membukanya” Jeon berdiri kemudian berjalan menuju pintu

“Biar ibu saja” ibu Jeon mendahului Jeon

“Biar aku saja ibu, kalau orang ini bermaksud jahat, aku bisa membasminya” ucap Jeon sambil membuka pintu dengan pelan.

“Selamat malam” ucap Jeon pelan sambil melihat ke arah kiri dan kanan.

“Tidak ada orang” Jeon mengangakan mulutnya. Ini seperti di film horror saja, menurutnya.

“Jeon”

“Waaahhhh!!!!!!!!!!!!” teriak Jeon lagi sambil jatuh tersungkur ke belakang.

“Jeon ini aku Sehun” ucap Sehun sambil memamerkan senyumnya.

“Kau!” ucap Jeon jengkel.

“Kau hampir membuat aku, haaaa” kesal Jeon.

“Jeon, dia kan namja yang ada di TV” ibu Jeon berjalan mendekati Sehun yang berdiri tepat di depan pintu.

“Dia kan penyanyi ibu”

“Oh yang EXO itu ya? EXO? Benar kan?” ucap ibu Jeon sambil menunjuk-nunjuk wajah Sehun.

“Ia, aku Oh Sehun. Sehun EXO”

“Lalu ada apa kau datang kesini, malam larut begini?” Tanya jeon kepada Sehun yang masih tersenyum.

“Aku…” Sehun memalingkan wajahnya yang tiba-tiba memerah.

“Aku ingin melihat wajahmu” ucapan Sehun yang membuat Jeon menganga.

“Hanya untuk itu?”

“Menurutmu hal yang aku lakukan ini sepeleh, tapi aku tidak bisa tidur tanpa melihat wajahmu” ucap Sehun malu-malu.

“Oya, kau pacarnya Jeon?” terka ibu Jeon secara tiba-tiba

“Hei!” cekat Jeon

“Kurang lebih begitu, ibu” angguk Sehun sambil menggaruk kepalanya.

“Ibu?!” kaget Jeon.

“Karena kau pacarnya Jeon, masuklah dulu. Di luar dingin” ajak ibu Jeon yang membuat Sehun melepas sepatunya dan masuk ke dalam rumah Jeon.

“Ibu, kenapa bisa?” Jeon hanya menganga ketika melihat Sehun tengah duduk di lantai berhadapan dengan ibunya di meja kecil ruang tamu mereka.

“He?, kenapa malah dia diperbolehkan masuk?” Jeon sangat tidak percaya dengan tindakan ibunya.

“Kau tutup pintunya sana, angin malam sangat dingin” perintah ibu Jeon membuat Jeon hanya bisa pasrah dan pergi menutup pintu kemudian ikut duduk di sebelah ibunya.

“Kau sudah berapa lama pacaran dengan Jeon?” Tanya ibu Jeon membuat Jeon mengangakan mulutnya lebar-lebar.

“Sudah 4 bulan, ibu” jawab Sehun sambil tersenyum.

“Hei! Jangan asal mengarang cerita saja ya!” kesal Jeon.

“Tapi ibu, Jeon sangat dingin dan tidak perduli kepadaku. Padahal aku sungguh mencintainya. Aku sering mengutarakan perasaanku kepadanya tapi dia sangat tidak peka. Aku jadi merasa tidak dianggap oleh dirinya” ucap Sehun panjang lebar kepada ibunya Jeon.

Saat Jeon ingin menyela perkataan Sehun yang luar biasa tidak bisa dipercaya, ibunya Jeon segera menutup mulut Jeon menggunakan tangannya.

“Jadi begitu ya, memang Jeon ini sangat pendiam. Tapi kau tahu nak Sehun? Dia itu penggemar berat EXO loh” ucapan ibu Jeon yang satu ini segera membuat Jeon berdiri.

“Ibu!”

“Benarkah ibu? Aku tidak menyangka” Sehun tertawa

“Tapi sayangnya, dia tidak punya uang untuk membeli souvenir EXO bahkan album kalian pun Ia tidak punya. Tapi, Ia selalu menonton kalian dari TV dan menyanyikan lagu kalian” lanjut ibu Jeon.

“Aku bisa memberikan segala souvenir EXO, bahkan barang milikku bisa aku berikan semuanya kepadanya. Kalau album terserah dia mau berapa saja aku bisa membawakan untuknya ibu” semangat Sehun.

“Apa-apaan ini” Jeon merasa sudah terlalu berlebihan percakapan Sehun dan ibunya.

“Jadi katakan tujuanmu yang sebenarnya nak Sehun, kau sepertinya sudah lama memendamnya”

“Aku ingin pacaran resmi dengan Jeon” ucapan Sehun yang sungguh dan tulus tanpa ada keraguan sedikitpun itu membuat ibu Jeon langsung terserentak kaget begitu pula dengan Jeon.

“Kau gila ya?!” Jeon mulai kesal dengan Sehun.

“Terserah aku mau dipanggil apa, tapi aku ini serius. Jadi aku mohon ibu, biarkan aku berpacaran resmi dengan Jeon sampai kami nanti menikah” ucap Sehun lagi.

“Menikah!!!!!!?” suara Jeon meninggi.

“Jeon diamlah sedikit” cekat ibu Jeon.

“Tapi, dia dia” Jeon menunjuk Sehun panik. Ia tidak menyangka namja yang berada di hadapannya sekarang dapat mengatakan menikah dengannya.

“Apa kau yakin?” Tanya ibu Jeon kepada Sehun.

“Aku sangat yakin, ibu”

“Jeon itu kalau liburan tidak mandi dan sikat gigi selama 2 hari berturut-turut, Ia tidak suka cuci rambut, dia juga masih ngompol kadang-kadang, terus dia itu tidak suka sisir rambut dan senang sekali memakai pakaiannya berulang-ulang. Ia itu sering juga kentut sembarangan kalau ada kesempatan terus Ia sangat senang mengigau saat tidur, terus dia itu senang bermain lompat tali dan berlarian bersama anak kecil. Sifatnya itu sangat kekanakan, Ia masih terlalu polos,cengeng dan idiot” jelas ibu Jeon panjang lebar tentang segala sifat yang tidak baik milik Jeon kepada Sehun.

“Aku tidak masalah dengan semua itu ibu, aku tetap mencintainya meskipun dia sangat tidak suka kebersihan dan perawatan. Aku akan perlahan-lahan mengubahnya” ucap Sehun dengan sungguh-sungguh.

“Tapi, kau tahu Jeon itu orangnya sangat baik. Ia rajin berdoa dan bekerja, belajar pun Ia sangat rajin dan tidak pernah Ia lupa mengerjakan PR. Segala kebutuhannya Ia peroleh dengan uangnya sendiri, Ia pandai dalam hal memasak dan menjahit, Ia sangat suka menabung, sangat jujur dan tidak pelit. Ia disukai oleh anak-anak kecil” ibu Jeon kembali mengucapkan tentang sifat-sifat Jeon yang baik kepada Sehun.

“Ibu, tidak perlu mengatakannya sebanyak itu kepada orang yang baru dikenal” Jeon segera memaksa ibunya agar masuk kamar.

“Ibu, semua yang tadi ibu sebutkan itu sangat membuatku bahagia. Aku semakin serius bersama Jeon” ucap Sehun mantap. Perasaan tulus dan murni tersirat jelas pada wajah dan bola matanya.

“Kalau begitu, kau jalani saja dengan Jeon. Ibu setuju” ucapan ibu Jeon membuat Jeon membulatkan matanya sangat terkejut.

“APA!!!!!!!!!????”

“Terima kasih banyak ibu, kalau begitu aku sudah bisa pulang ke rumah sekarang” pamit Sehun.

“Kau menganggapnya serius?!” Tanya Jeon kepada Sehun.

“Ingat! Ini perintah dari ibumu untuk pacaran denganku. Kau tidak bisa menolak” senyum Sehun kemudian keluar rumah Jeon sambil menutup pintu.

^^^^^^^^^^^^^^^^

“Hunnie?!” kaget Nari ketika melihat Sehun menaikki mobilnya. Sehun barusan keluar dari komplek rumah kecil.

“Dia sedang buat apa ya disana” Nari merasa sangat penasaran. Namun Ia belum mendapatkan petunjuk apa-apa karena sangat kebetulan Ia melihat Sehun.

“Apa mungkin ini alasan dia memutuskan kontaknya denganku?”

“Aku tidak bisa tinggal diam. Kalau alasannya karena seorang wanita, aku tidak akan pernah memaafkan wanita itu” kesal Nari sambil memukul stir mobilnya.

^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Ada apa ini?” Tanya Jeon kepada Sehun yang tengah menunggunya dengan mobil.

“Aku mengantarmu ke sekolah” ucap Sehun sambil tersenyum.

“Haa, siapa yang memintamu?”

“Ini kan yang dilakukan seoarang pacar, memangnya kenapa?”

“Hah! Kau pikir kita ini pacaran?!”

“Bukan aku yang berpikir saja, ibumu juga sudah setuju”

“Ibu itu hanya aneh saja, dan kenapa kau memanggil ibuku seperti kau memanggil ibumu sendiri?”

“Ibumu kan calon ibu mertuaku”

“Kau gila ya!”

“Kalau kau masih terus protes, kau bisa terlambat masuk sekolah. Cepatlah naik” Sehun membukakan pintu mobilnya.

“Aku jalan kaki saja”

“Hei, naiklah. Ibumu yang menyuruhku untuk mengantarmu”

“Hah? Kau pikir aku percaya?”

“Aku yakin kau percaya, cepatlah naik” Sehun memamerkan senyumnya lagi. Membuat Jeon menyerah dan masuk kedalam mobil Sehun.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“APA! Jadi selama Hunnie bersama wanita jelek itu? Siapa wanita jelek penggoda sialan itu?! Berani-beraninya dia!” emosi Nari semakin memuncak.

“Aku harus memberinya sebuah pelajaran agar Ia sadar”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Jeon!” Sundi segera merangkul Jeon erat sehinggah membuat Jeon terbatuk-batuk.

“Kau kenapa sih?!” Jeon segera melepas rangkulan Sundi

“Katanya kau jadi pembimbing namja keren yang baru pindah itu ya?” Tanya Sundi antusias.

“Memangnya kenapa, kau mau berkenalan dengannya?”

“Kau bisa membaca pikiranku ya?” Sundi terkejut.

“Pikiranmu sama dengan yang lainnya jadi aku bisa menebakmu dengan mudah”

“Kalau begitu, Jeon ijinkan aku jadi pembimbingnya hari ini” rayu Sundi.

“Kau serius?”

“Iya, aku sangat serius!”

“Terima kasih banyak! Kau sangat membantuku Sundi. Kau memang yang paling terbaik. Aku serahkan kepadamu!” semangat Jeon karena hari ini Ia tidak perlu repot-repot membimbingi si murid baru itu.

^^^^^^^^^^^^^^

“Jeon!” teriak Ajung sambil memasukki kelas dengan sangat terburu-buru dan langsung duduk di tempatnya yang tepat disebelah Jeon.

“Kenapa kau begitu?”

“Ada seorang yeoja yang menitipkan surat padaku tadi didepan gerbang sekolah. Katanya surat ini untukmu” ucap Ajung sambil memberikan sebuah surat yang masih terlipat rapi kepada Jeon.

“Yeojanya itu sangat cantik loh! Sepertinya aku pernah melihatnya, wajahnya seperti artis!” ucap Ajung lagi.
Jeon segera membuka lipatan surat tersebut.

‘Kalau kau ada waktu sepulang sekolah, datanglah ke sebuah café di persimpangan jalan menuju sekolahmu. Ada hal penting yang harus aku bicarakan kepadamu. Pastikan kau datang’

Sehun

“Surat ini dari Sehun? Tapi kenapa?” batin Jeon.
Tanpa Jeon sadari Jungkook sedari tadi memperhatikannya.

^^^^^^^^^^^^^^^^

Bel pulang sekolah telah berbunyi, dengan cepat Jeon langsung keluar kelas setelah guru keluar. Ia harus cepat agar Jungkook tidak mencegahnya.

“Jeon! Kau masih ada tugas denganku” panggil Jungkook membuat Jeon membalikkan badannya secepat mungkin.

“Aku masih mau ke kamar mandi, kau tunggu saja di kelas”

“Baiklah” Jungkook kembali duduk di tempatnya.

20 menit kemudian, setelah kelas kosong.

“Dia lama sekali ke kamar mandinya” ucap Jungkook bosan, namun tiba-tiba suara langkah kaki mendekat.

“Jeon, kau lama sek-“ ucapan Jungkook terputus ketika melihat yang datang bukanlah Jeon namun seorang yeoja yang tidak Ia kenal sama sekali.

“Kau siapa?”

“Aku pengganti Jeon untuk hari ini na-“

“Tidak usah, hari ini aku tidak bersemangat” Jungkook segera memikul tasnya dan berjalan keluar kelas tanpa memedulikan ekspresi menganga yeoja itu.

“Jeon kemana ya?” Jungkook merasa gelisah secara tiba-tiba dan tanpa Ia sadari, Ia melihat selembar kertas bekas lipatan tepat di depan kakinya. Jungkook kemudian memungutnya dan membacanya.

‘Kalau kau ada waktu sepulang sekolah, datanglah ke sebuah café di persimpangan jalan menuju sekolahmu. Ada hal penting yang harus aku bicarakan kepadamu. Pastikan kau datang’</em>

Sehun

Jungkook merasa ada yang aneh dengan surat yang Ia baca.

Jeon!

Entah kenapa pikirannya tentang Jeon melintas secara tiba-tiba.

“Surat ini pasti untuk Jeon, aku harus ke café ini”

^^^^^^^^^^^^^^^^

Jeon memasukki café, dan kebingungan mencari Sehun namun tiba-tiba seorang yeoja yang memakai kacamata melambaikan tangan kepadanya. Yeoja itu berada di ruangan VIP yang tembus pandang dari luar.

Jeon segera melangkah menuju yeoja itu kemudian duduk di kursi dihadapannya.
Yeoja itu pun membuka kacamata hitamnya,

“Kau pesanlah sesuatu dulu” ucap yeoja itu,
Jeon segera membuka daftar menu café tersebut, jujur saja Ia tidak pernah masuk café ini.

Jeon membulatkan matanya ketika melihat daftar menu di café ini, bahkan sisa uangnya 3000 won tidak cukup untuk membeli secangkir the atau kopi di café ini sama sekali.

“Biar aku yang bayar” ucap yeoja itu kepada Jeon, membuat Jeon sedikit merunduk malu.

“Aku pesan Vanilla creamy 2” ucap yeoja itu kepada pelayan café tersebut yang datang ke meja mereka

“Baik nona”

Sementara menunggu pesanan Jeon memulai sebuah pembicaraan,

“Permisi, anda ini siapa? Kenapa mau bertemu denganku?” Tanya Jeon pelan.

“Kalau itu, kau pasti sendiri sudah tahu kan?”

“Tahu apa?”

“Aku ini, kekasihnya Hunnie”

“Hunnie?”

“Oh Sehun, Sehun!” ucap yeoja itu girang kemudian datanglah pelayan meletakkan dua buah gelas Vanilla creamy dihadapan Jeon dan yeoja itu.

“Namaku Nari, aku sangat mencintai Sehun” ucap Nari bersemangat.

“Nari-ssi, kenapa kau memanggilku?” Jeon masih bingung.

“Aku ingin memberitahumu satu hal” Nari mulai serius.

“Belakangan ini aku dan Sehun jarang berkomunikasi, aku tidak tahu mengapa Ia tiba-tiba menghindar dariku. Aku pun mencari tahu alasan kenapa Ia seperti itu”ucap Nari

“Ternyata Ia dekat dengan seorang yeoja yang tidak tahu diri berwajah buruk rupa” sambung Nari mulai terdengar nada menyindir.

“Dan yeoja itu adalah kau”

“Aku?” Jeon terkaget dengan ucapan Nari barusan yang menunjuk wajahnya.

“Karena kau wanita penggoda yang terus menggoda Sehun!” emosi Nari

“Aku tidak mengerti, maksudmu?”

“Kau bodoh atau munafik ya?! Sehun yang mengantarmu kesekolah tadi pagi itu pacarku!!!!! Kau menggodanya!” bentak Nari, seisi café memperhatikan Jeon dan Nari.

“Aku tidak menggodanya, dia sendiri yang terus mengikutiku” bela Jeon

“Dasar tidak tahu malu, kau masih mau bersandiwara disini?!”

“Aku tidak bersandiwara, yang kukatakan memang sebenarnya. Kalau perlu kau tanyakan saja kepada Sehun sendiri”

“Dasar wanita jalang!” Nari menyiram wajah Jeon dengan segelas Vanilla Creamy, kemudian Nari segera melancarkan tamparan ke wajah Jeon namun Jeon mencegah tangan Nari.

“Kau tahu, aku ini tidak pernah membuat sandiwara dan satu lagi” Jeon mencengkram tangan Nari sampai memerah membuat Nari merintih kesakitan.

“Aku bukan wanita jalang” Jeon segera menghempaskan tangan Nari kuat.

“Terima kasih atas minumannya” ucap Jeon sambil berlalu keluar café meninggalkan Nari yang semakin emosi dan merintih kesakitan memegang tangannya.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Jeon segera berjalan cepat menjauhi café tersebut, wajahnya dan sebagian rambutnya basah dan diliputi oleh cairan cream minuman yang tadi Nari siramkan ke wajahnya. Ia harus segera pulang untuk membasuh wajahnya, namun saat Ia sedang melangkah dengan cepatnya tangannya di tahan oleh seseorang.

“Jeon, kau tidak apa-apa?” seorang yang ternyata Jungkook itu membalikkan Jeon sehinggah Ia dan Jeon berhadapan.

“Aku baik-baik saja, tidak usah kau pedulikan aku” Jeon segera berbalik berjalan meninggalkan Jungkook.

“Aku tidak bisa tidak peduli denganmu!” Jungkook segera menarik tangan Jeon paksa sampai masuk ke dalam mobilnya.

“Lepaskan aku” Jeon berusaha melepas genggaman tangan Jungkook di tangannya.

“Turunkan aku!”Jeon memaksa namun Jungkook tetap tidak peduli.
Tanpa diketahui oleh Jeon, Tiba-tiba Jungkook memeluk Jeon dengan kedua tangannya.

“Kau kenapa?!” Jeon mulai panik

“Jangan pergi, tetaplah berada dalam pelukanku sampai nanti” ucap Jungkook pelan, kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Jeon.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Ada apa ini?! Kenapa ceritanya jadi begini! *Alay On -_-

Hahahhahahha saya juga tidak tahu kenapa jadi begini? Kenapa ya?

Ini mungkin karena efek dari ulangan bertubi-tubi jadi berpengaruh kepada chapter 6 ini ^_^

Hahahhahhahaha ^_^

Maaf kelamaan teman-teman semuanya.

Terima kasih sudah mau membaca

Dan

Jangan lupa tinggalkan comment! ^_^

Iklan

10 pemikiran pada “I’m Telling You Chapter 6

  1. Kyaaa sehun makin serius ajaa><
    Lanjut thorr, Nari mulai beraksi jadi makin penasaran.
    Aku udah baca dari awal chapter thor tp jeongmal mianhae aku baru bisa komen di chap 6 nya T.T
    Salam kenal ya thor! Chu~

    Suka

  2. Yah TBC -.-
    Thor lagi seru seru kok TBC
    Kan kagak seru
    BTW cerita nya seru banget thor aku baca dari chap 1 sampe 6 seru banget bikin gereget *alay*
    Next yeht

    Good luck !!!

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s