Waiting

RED-VELVET-YERI

Red Velvet Series #1

Waiting

EXO D.O Kyungsoo | Red Velvet Yeri

Romance,Fluff

Claralaluchaipark aka TianiEXO

 

“Kau pikir, aku ini hanya seorang anak kecil yang hanya bisa menunggu saja?”

Waiting

 

Yeri menopang dagunya, sesekali matanya melirik jam dinding yang berada di depannya. Yeri hanya bisa menghela nafas panjang. Ini sungguh keterlaluan, Ia disuruh terus menunggu seperti ini. Mengapa Ia bisa saja percaya akan janji lelaki seperti dia? Hah, anehnya Yeri tidak mengetahui hal sesederhana itu.

“Lama sekali” Yeri menundukan kepalanya, Ia sedikit malu, karena sedari tadi Ia belum memesan apa pun di café ini. Hanya segelas air putih yang sudah 16 kali Ia pesan.

Lelaki yang mempunyai bibir berbentuk hati itu, menyuruhnya menunggunya disini, di café ini. Katanya mau ada sesuatu yang ingin dibicarakan, tapi entalah Yeri tidak tahu apa itu.

“Apakah Ia menganggapku anak kecil? Sehingga membiarkan aku menunggu selama ini, bayangkan coba, aku menunggu dari jam 10 pagi sampai jam 1 siang ini!” kesal Yeri sendiri, membuat beberapa pengunjung café melirik ke arahnya.

Suara bel pintu café berbunyi, Yeri mengangkat kepalanya, berharap agar lelaki yang Ia tunggu yang masuk.

Ternyata benar.

“Disini!” panggil Yeri ketika namja yang ia maksud itu kebingungan melihat ke sekeliling café. Lelaki itu tersenyum ketika melihat Yeri, kemudian melangkah cepat ke arahnya.

“Kau lama sekali, buat apa saja?!” ucap yeri jengkel saat lelaki itu duduk di hadapannya.

“Aku tiba-tiba ada urusan penting, jadi maaf” Lelaki itu tersenyum lagi, Yeri hanya bisa memutar bola matanya.

Alasan yang sama dan berulang-ulang kali dilontarkan.

“Jadi apa yang mau kau katakan?” Tanya Yeri.

“Kau sangat tidak sopan, aku ini lebih tua darimu 6 tahun”

“Iya tuan Kyungsoo, sebenarnya apa yang mau kau katakan? Aku lelah menunggumu selama 3 jam!” Yeri mulai marah.

“Memang seharusnya, kau menungguku. Kau lebih muda dariku, jadi kau harus menunggu yang lebih tua darimu” balas Kyungsoo.

“Jadi, aku selalu diperlakukan seperti ini karena aku lebih muda darimu?!” Yeri bangun dari kursinya.

“Iya, kau masih anak kecil. Jadi kau harus menunggu lebih lama!” balas Kyungsoo sedikit dengan suara yang tinggi.

“Kau pikir, aku ini hanya anak kecil yang bisa menunggu saja?!”

“Iya, memang”

Yeri tidak dapat menahan luapan air matanya, hatinya terasa sakit. Lelaki dihadapannya ini masih menganggapnya hanya anak kecil. Ketika Ia mengatakan perasaannya dulu, Ia juga dianggap anak kecil oleh lelaki ini.

“Aku menyukaimu Kyungsoo oppa”

“Kau masih 12 tahun, kau hanya anak kecil saja”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Yeri terus menutupi dirinya dengan selimut, tidak peduli suara panggilan kakaknya yang menyuruhnya turun untuk makan malam. Sehabis mandi, Ia langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Memeluk bantal guling yang menjadi pelepas kesedihan hatinya.

“Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Aku selalu di anggap gadis kecil olehnya? Aku ini sudah berumur 16 tahun, bukan 12 lagi” Yeri terisak sambil mengingat apa yang terjadi tadi siang di café itu.

Yeri mengacak rambutnya.

“Dia sangat bodoh, bodoh, bodoh!!!!!!!” kesal Yeri sambil menendang-nendang di atas tempat tidurnya.

“Siapa yang dibilang bodoh?” suara lelaki yang membuatnya kesal tiba-tiba mengagetkannya.

“Haaaa!!!!” Yeri terkaget ketika melihat Kyungsoo berdiri di depan pintu kamarnya.

“Ada apa kau kesini? Jangan masuk kamarku!” cegah Yeri namun sudah terlambat, Kyungsoo sudah masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya.

“Kamarmu sangat berantakan untuk ukuran seorang wanita” Kyungsoo melihat sekeliling kamar Yeri.

“Memangnya siapa yang bersalah atas semua ini?! Kau yang membuatku merusak kamar ini!” gerutu Yeri dalam hati.

“Kau masih kesal padaku saat tadi siang?” pertanyaan Kyungsoo secara tiba-tiba membuat Yeri mematung seketika, tatapan Kyungsoo terhadap dirinya, membuat dirinya beku. Tatapan datar namun berhasil mendebarkan hatinya.

“Iya memangnya kenapa?!” ucap Yeri pura-pura marah namun sedikit tergagap.

“Aku minta maaf” Yeri membulatkan matanya, Kyungsoo meminta maaf kepadanya. Sungguh hal yang sangat tidak bisa dipercaya.

“Aku memaafkan-mu” balas Yeri sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan melihat ke samping, tidak berani menatap Kyungsoo.

“Kalau begitu, aku pulang” Kyungsoo segera berbalik dan berjalan menuju pintu kamar Yeri.

“Tunggu dulu!” cegah Yeri, Ia sungguh terkejut. Hanya itu saja? Tidak ada rasa terima kasih pun yang keluar dari mulut Kyungsoo.

“Kau sudah memaafkan-ku, jadi buat apa aku berlama-lama disini? Bisa-bisa, orang tua-mu berpikiran yang aneh-aneh” ucap Kyungsoo.

“Tidak, bukan begitu, apa hanya itu yang ingin kau katakan?”

Yeri berharap ada hal lain yang ingin Kyungsoo katakan. Semoga saja ada.

“Oh, yang tadi ingin kukatakan di café” Kyungsoo mengingat kembali.

“Kau tahu seorang murid wanita di sekolahmu, namanya Joy” Tanya Kyungsoo, membuat raut wajah Yeri berubah.

“Aku mengetahuinya, dia sangat terkenal di sekolah” jawab Yeri lemah, jangan-jangan Kyungsoo menyukai Joy. Itu akan membuatnya merasa patah hati untuk kedua kalinya oleh orang yang sama.

“Bisakah kau titipkan salam padanya? Itu permint-“ ucapan Kyungsoo dipotong oleh Yeri dengan secepatnya.

“Keluar segera dari kamarku, kalau kau ingin menyampaikan salam atau rasa sukamu kepadanya, jangan menyuruhku” ucap Yeri dingin sambil mendorong Kyungsoo.

“Kau kenapa? Apa yang terjadi denganmu? Hei!” Kyungsoo heran dengan semua yang diucapkan Yeri.

“Kau menyukai Joy, kan? Jangan membuatku menjadi perantara dirimu dengannya, aku ini bukan anak kecil lagi. Aku juga masih punya perasaan kepadamu!” mata yeri berkaca-kaca, masih mendorong-dorong Kyungsoo yang tidak bergeming dari tempat berdirinya.

Gadis ini, ternyata masih menyimpan perasaan kepadanya, itu membuat Kyungsoo sedikit terkejut.

“Yeri, dengarkan aku” Kyungsoo memegang tangan Yeri kuat kemudian memegang dagu Yeri, sehingga wajah Yeri juga ikut terangkat.

“Kau salah paham, yang ingin menitipkan salam itu bukan aku, tapi Kai. Kau tahu kan, kai itu menyukai Joy” perkataan Kyungsoo membuat Yeri seketika menunduk malu.

“Dan apa coba, tadi yang kau ucapkan itu. Tidak ku sangka, kau masih menyukaiku” Kyungsoo tertawa kecil membuat Yeri makin menundukkan keapalanya karena malu.

“Kau tenang saja, Yeri” Kyungsoo memegang kedua bahu Yeri, sontak Yeri mengangkat wajahnya menatap Kyungsoo yang tepat berada di depannya.

“Aku sebenarnya, juga menyukaimu. Tapi saat itu aku merasa kau masih terlalu kecil untuk menjalin hubungan pacaran denganku” Kyungsoo tersenyum ketika melihat Yeri memperlebar matanya.

“Tapi, kenapa kau terus bersikap acuh kepadaku? Kenapa?” Tanya Yeri.

“Itu karena aku ingin membuatmu menghilangkan diriku dari pikiranmu, tapi ternyata kau tidak bisa. Kau ini sangat tidak berbakat” Kyungsoo kembali tertawa melihat ekspresi wajah Yeri yang kebingungan.

“Jadi, selama ini kau menyukaiku?” Yeri bertanya takut-takut.

“Perasaanku sama dengan perasaanmu, jadi aku menyukaimu” jawab Kyungsoo membuat yeri ingin sekali meloncat-loncat kegirangan.

“Mau jadi pacarku?” Tanya Kyungsoo sontak membuat Yeri sangat terkejut, tanpa sadar, Yeri menganggukkan kepalanya.

“Kalau begitu” Kyungsoo mendekatkan wajahnya ke pipi Yeri, dan mengecupnya.

“Anggap saja, itu tanda kita mulai berpacaran. Aku belum bisa memberikan ciuman disini” Kyungsoo menunjuk bibir Yeri.

“Saat kau sudah berumur 20 tahun, baru aku akan melakukannya” Kyungsoo tersenyum, Yeri juga ikut tersenyum bersama Kyungsoo.

 

FIN

 

^^^^^^^^^^^^^^

 

HAHAHHAHAHHAHHAHA ^_^ aku buat ff ini, karena suwer dahhh, aku sekarang jadi penggemar beratnya Red Velvet, terutama lagi pas aku ngelihat Yeri yang ternyata hanya beda setahun denganku! Astaga, sih Yeri cantik sekali, kepengen jadi adiknya ^_^ (Khayalan tingkat dewa -_-)

Terima kasih sudah mau membaca,

Mohon maaf jika ada kesalahan,

Dan

Jangan lupa tinggalkan comment! ^_^

 

Baca Juga:

Red Velvet Series #5 : Automatic

Iklan

2 pemikiran pada “Waiting

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s