Love Sick Chapter 10

Untitledff

Love Sick Chapter 10

Romance,Sad,Life

Kim Jongin aka Kai EXO | Xi Luhan aka Luhan | Park Chorong aka Chorong Apink

G (Untuk Semua Umur)

Claralaluchaipark aka TianiEXO

‘Bad Feeling’

Love Sick Chapter 10

 

Chorong hanya bisa menatap keluar jendela selama perjalanan.

Ia tidak mampu berkata apa-apa. Sungguh sangat tidak bisa di percaya, Ia bertemu kembali dengan dua orang lelaki yang pernah mengambil bagian dalam hidupnya dulu.

Dengan sedikit keberanian, Chorong menoleh sedikit kepada Luhan yang tengah menyetir. Chorong memperhatikan wajah Luhan dengan penuh seksama, wajahnya tidak ada perubahan sedikit pun sama sekali. Matanya yang sedang focus tertuju pada jalanan sama seperti sedang mengerjakan tugas kuliah dulu.

Chorong tanpa sadar menyunggikan senyumnya sendiri, kemudian menghentikan aktivitasnya menatap Luhan, dan menghadap ke depan. Ikut focus dengan jalanan juga.

“Chorong” panggil Luhan menyadarkan Chorong yang tengah focus melihat jalanan.

“Ia?” Chorong sontak berbalik menatap Luhan, dan alangkah terkejut dirinya ketika Luhan langsung mendekatkan dirinya kepadanya. Telinga mereka bersentuhan satu sama lain.

“Kita sudah sampai di depan rumahmu” ucap Luhan sambil melepaskan sabuk pengaman Chorong, Chorong hanya bisa bernafas lega.

“Terima kasih” Chorong menunduk gugup kemudian membuka pintu mobil dan keluar. Luhan pun juga sama, Ia ikut keluar.

“Benarkan ini tempat tinggalmu?” Tanya Luhan kepada Chorong

“Oh memang ini tempat tinggalku” jawab Chorong, “Memangnya kenapa?”

“Hahahha, aku takut salah tempat. Soalnya aku juga baru seminggu di Jepang” ucapan Luhan membuat Chorong membulatkan matanya kaget.

“Seminggu? Kau sudah selama itu di sini?”

“Iya, aku mengurus bisnis keluargaku”

“Oh ya, bagaimana dengan bibi? Apakah dia baik-baik saja?” Tanya Chorong membuat Luhan sedikit menatap Chorong sendu.

“Ibuku sudah meninggal, baru sebulan yang lalu” Chorong merasa ada sesuatu yang menembus hatinya, tapi itu terasa ngilu baginya. Ibunya Luhan sangat baik terhadapnya, tapi Ia malah membohonginya dengan menjadi pacar Luhan.

“Aku minta maaf, aku tidak tahu apa-apa dan langsung menanyakannya padamu. Maafkan aku” ucap Chorong lirih.

“Tidak apa-apa. Tapi, kau tahu? Ibuku menyuruhku untuk bersama denganmu, di saat-saat terakhirnya” Luhan menatap langit, dimana bintang-bintang berkerlap-kerlip.

“Aku sebenarnya” Chorong tertunduk sambil melihat sebuah cincin yang melingkar di jari manis tangan kanannya.

“Aku belum menemukan jawaban yang pasti mengenai janji kita dulu, aku masih bingung, apakah aku harus bersama dengan dirimu saat kita bertemu kembali. Tapi, kau tahu ini terlalu cepat bagiku” Chorong menutup matanya setelah menyelesaikan perkataannya.

“Sudah pasti itu yang akan kau katakan, aku sudah menduganya sebelum aku bertemu denganmu” Luhan melipat kedua tangannya di dada, Ia terlihat kesal.

“Maafkan aku” Chorong makin menundukan kepalanya.

“Hn, baiklah. Akan ku maafkan, asalkan jadilah pembantuku selama 2 bulan” Luhan tersenyum menatap Chorong yang mengangakan mulutnya.

“Hei! Apa kau sudah gila? Aku baru bertemu denganmu beberapa menit yang lalu, dan aku langsung jadi pembantumu? Hal aneh apa lagi yang terjadi hari ini?!” Chorong menatap Luhan dengan tidak percaya, nafasnya terengah karena Ia tidak mengambil sedikit pun jeda pada ucapannya.

“Kau sedang berlatih rapp? Cepat sekali kau bicara” Luhan tertawa kecil.

“Rapp apanya? Aku ini sedang emosi, kau tahu” bela Chorong membuat Luhan yang semulanya hanya tertawa kecil menjadi terbahak.

“Kenapa tertawa? Memangnya ada yang lucu hah?!”

“Yang lucu itu wajahmu, kau terlihat sangat lucu kalau sedang marah. Hahahhaha, aku seperti melihat anak kecil saja”

“Dasar, kau memang tidak bisa diajak bicara serius” Chorong melipat kedua tangannya dan menatap kesal Luhan yang masih tertawa.

“Hahahhaha, baiklah-baiklah. Aku minta maaf. Jangan marah” Luhan menghentikan tawanya, “Jadilah pembantuku selama 2 bulan sebagai permintaan maafmu”

“Apakah aku harus jadi pembantu-mu? Pekerjaan-ku saja sangat rumit, malah aku tambah pekerjaan sampingan lagi” keluh Chorong membuat Luhan menghela nafas panjang.

“Kalau begitu, aku tidak akan pernah menerima permintaan maaf-mu seumur hidupku” Chorong sangat terkejut dengan perkataan Luhan.

“Baiklah! Aku akan menjadi pembantumu! Hanya dua bulan saja kan?”

“Mohon kerjasamanya Park Chorong” Luhan tersenyum

^^^^^^^^^^^^^^^

Kai memukul stir mobilnya dengan emosi, matanya berkilat marah.

Apa yang Ia lihat dihadapannya membuatnya sangat tidak suka. Chorong berbicara dengan gembira bersama seorang yang paling Ia benci di dunia. Luhan, ya lelaki yang juga menyukai Chorong itu membuatnya marah.

Hanya Ia, hanya Ia yang boleh menyukai Chorong. Chorong pada akhirnya harus menjadi miliknya.

Kai memijat kepalanya yang terasa berdenyut, “ Chorong noona, mengapa kau membohongi perasaanmu sendiri?”

“Mengapa kau, bisa berbicara lepas dengan lelaki itu? Kenapa tidak denganku?”

 

^^^^^^^^^^^^^^^

 

Chorong menguap lebar saat keluar dari halaman rumahnya, tiba-tiba Ia terkejut dengan sebuah mobil yang telah terpakir di depan jalan rumahnya.

Jendela mobil terbuka, dan terlihat siapa yang ada di dalam mobil tersebut,

“Hei, majikan-mu datang menjemput. Cepat sedikit!” teriak Luhan membuat Chorong menatapnya dengan wajah datar dan berlari kecil menuju mobil Luhan.

“Duduk di sampingku, jangan duduk di belakang. Aku nanti terlihat seperti supir-mu”

“Iya, iya” Chorong membuka pintu mobil dan langsung duduk di sebelah Luhan dan memasang sabuk pengamannya.

“Turunkan aku di depan halte saja” ucap Chorong kepada Luhan yang langsung menoleh kepadanya.

“Kenapa tidak masuk sampai halaman saja?”

“Kau tahu, akan timbul gossip bertebaran di sekitar lingkungan kerja baruku. Padahal aku kan karyawan junior” Chorong membuat beberapa gerakan tangan untuk menjelaskan perkataannya kepada Luhan.

“Baiklah” Luhan mengangguk.

“Heran, bagaimana bisa majikan mengikuti kata-kata pembantunya” ledek Chorong membuat Luhan menggunakan salah satu tangannya menjitak kepala Chorong.

“Hei, aku ini sedang bermurah hati pagi ini. Jadi, bersiaplah untuk kekejaman majikan di siang nanti”

“Ya, ya, ya”

“Jawab yang tegas”

“Baik, tuan Xi Luhan”

^^^^^^^^^^^^^^

Baru beberapa langkah menuju pintu masuk gedung kantornya, Chorong dihalangi oleh seorang lelaki yang ternyata adalah Kai.

“Permisi tuan, saya mau masuk” Chorong menundukan kepalanya, tidak berani menatap wajah Kai.

“Kalau berbicara, tatap lawan bicaramu” Kai memegang dagu Chorong sehingga Chorong dapat menatap wajahnya.

“Chorong noona, sekarang aku adalah atasan-mu disini. Jadi tolong hormati aku dan semoga kita dapat bekerja sama dengan baik” Kai tersenyum sambil melepas tangannya yang memegang dagu Chorong.

“Dan satu lagi, Chorong noona. Kalau berbiara dengan orang lain, kau harus menatapnya” Kai berbalik dan berjalan meninggalkan Chorong memasuki gedung kantor.

“Apakah aku akan merasa tersakiti lagi?”

^^^^^^^^^^^^^^^

Chorong merasa ada hal yang sangat aneh hari ini, tidak ada gossip yang bertebaran tentang dirinya. Padahal kemarin beberapa banyak orang melihat Ia dan Kai berpelukan di dalam lift. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?

Chorong menggelengkan kepalanya untuk tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi kemarin, Ia melnajutkan kegiatannya memotong beberapa potongan kain, anmun pekerjaan-nya tiba-tiba terhenti karena Riko datang menghampirinya dengan nafas terengah-engah.

“Chorong, kau tahu apa yang terjadi kemarin?!” Riko tersendat mengucapkan kata-katanya.

“Tenanglah sedikit baru bicara” Chorong menepuk pundak Riko.
Setelah cukup tenang, Riko pun mulai berbicara, “Kau tahu? Kemarin katanya presdir dari perusahaan besar ini datang ke sini!” Riko terlihat sangat berapi-api membuat Chorong menghela nafas melihat tingkah sahabatnya ini, dia sama seperti Luna.

“Iya aku tahu” jawab Chorong.

“Kau sudah tahu? Kenapa tidak memberitahuku?” Riko mengguncangkan bahu Chorong.

“Aku lupa” Chorong melepas kedua tangan Riko yang memegang bahunya.

“Katanya dia itu sangat tampan dan masih sangat muda” mata Riko terlihat cemerlang.

“Dan, apa kau juga tahu? Kemarin beberapa karyawan melihat Ia dan seorang wanita berpelukan di dalam lift” Riko berbisik kepada Chorong, Chorong sedikit terserentak dengan apa yang Riko katakan.

“Bagaimana kau bisa tahu hal itu?” Tanya Chorong kepada Riko.

“Dari seorang temanku, dibagian pemasaran tadi. Katanya presdir muda itu, menyuruh para karyawan itu untuk tidak menyebarkan apa yang mereka lihat. Dan alhasilnya, apa yang terjadi itu tidak menyebar. Hanya beberapa karyawan yang mengetahuinya, namun mereka lebih memilih untuk tutup mulut” jelas Riko masih tetap dengan berbisik.

Chorong menghembuskan nafasnya lega, Ia tidak perlu khawatir dengan gossip yang akan menerpa dirinya.

“Aku bersyukur Chorong, presdir kita ini sangat tampan dan muda. Aku ingin cepat-cepat bertemu dengannya” Riko mengatupkan kedua tangannya sambil tersenyum.

“Kembalilah ke tempat kerja-mu, aku ini sibuk tahu” Chorong mengibaskan tangan-nya menyuruh Riko pergi.

“Aku pergi dulu, yaa. Da da Chorong!” Riko tersenyum sambil melambaikan tangannya sebelum keluar dari ruangan, Chorong hanya tersenyum kecil melihat tingkah Riko.

“Kai masih mengerti keadaanku”

^^^^^^^^^^^^^^^^

Belum lama setelah Riko pergi, Chorong sudah selesai menyelesaikan pekerjaannya. Namuan, tiba-tiba salah satu rekan kerjanya menghampirinya,

“Chorong-san, tuan Kai menunggu-mu di ruangannya”

Chorong hanya bisa mengangakan mulutnya, bagaimana bisa Kai memanggilnya. Padahal dia kan hanya seorang karyawan biasa yang baru masuk kemarin dan langsung ingin menemuinya, seorang Presdir muda buat apa berurusan dengan karyawan baru?

Dengan langkah berat, Chorong menuju ke ruangan khusus presdir yang kemarin Ia secara tidak sengaja melihatnya. Suasana di sekitar ruangan presdir terasa sangat sepi, karena ada tulisan dilarang rebut. Tapi, tidak ada satupun karyawan yang berlalu lalang di tempat itu.

Chorong mengetuk pintu perlahan, namun tidak ada jawaban satupun. Setelah 5 kali mengetuk tidak juga ada jawaban. Chorong menggelengkan kepalanya sebentar, kemudian membuka pintu secara perlahan hingga Ia bisa melihat apa yang terjadi di dalam.

Mata Chorong terbuka lebar, entah kenapa matanya jadi terasa panas dan basah, sebelum air matanya menetes,

Chorong cepat-cepat menyekanya. Ia kemudian menutup kembali pintu dengan perlahan.
Badannya seketika lemas, Chorong berjalan cepat menuju lift kemudian masuk ke dalam lift seorang diri.

Di dalam lift tersebut, Chorong langsung terduduk. Ia menangis, memikirkan apa yang tadi Ia lihat. Nafasnya tercekat, Ia langsung sesegukan.

“Aku tidak menyangka Kai bisa berubah sejauh ini” isak Chorong

“Apa ini semua karena salahku? Kenapa harus aku yang selalu terlibat? Apa aku yang telah membuatnya jadi seperti tadi?”

“Naeun, apakah dia baik-baik saja? Kenapa Kai tega melakukan itu pada Naeun” Chorong tambah terisak, sesaat kemudian setelah melihat bahwa Ia hampir sampai ke lantai tempat kantornya, Chorong menghapus semua air matanya. Kemudian berusaha membuat ekspresi setenang mungkin.

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Cukup sudah” Kai mendorong seorang wanita yang ada di depannya.

“Tapi, aku sangat ingin lagi, Kai” wanita itu kelihatan kesal

“Aku sudah muak denganmu, pergilah!” usir Kai, wanita itu berkaca-kaca menatap Kai.

“Kai, kau tidak serius kan?” wanita itu tampak tak percaya.

“Pergilah! Sebelum aku memanggil keamanan untuk menyeretmu dari sini” ucap Kai dingin disertai ekspresi wajah yang datar.

Wanita itu tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia langsung berjalan keluar ruangan Kai.

Setelah wanita itu keluar dari ruangan Kai, Kai menghembuskan nafasnya kasarsambil mengacak rambutnya.
Kemudian Kai sedikit menyunggikan senyumnya,

“Kau lihat itu kan, Chorong noona? Hahahahha”

Kai mengambil ponselnya yang berada di meja kerja belakangnya, Ia melihat foto seorang wanita terpampang jelas di layar ponselnya.

“Ini semua salahmu, kau harus menebusnya”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Updatenya kelamaan karena saya sibuk menjelang UN -_-

Guahahahhahhahhaaa ^_^ gimana panjang kan, teman-teman? Kenapa Kai jadi gila seperti itu ya? Mungkin karena dia comeback dengan ‘Call Me Baby’ kali yaaa, waaahhh album EXO yang baru ini, ‘EXODUS’ membuat saya bergetar, lagunya keren-keren semua daaahhhh ^_^

Paling suka sama yang ‘My Answer’ yang ngena banget di hati (apalagi pas suaranya Baekhyun) sama ‘EXODUS’ (Suka dengan dance-nya yang membahana), sama Call Me Baby pastinya yang membuat aku mau berteriak saat ngelihat D.O.

Yaaaaa, meskipun saya masih sedih dengan keluarnya Luhan sama Kris. Tapi tenang saja (ngelirik Luhan disebelah) saya nggak akan berpindah bias. Karena bias saya hanya satu, yaitu Luhan yang saya harap saya jadi adiknya (Wohhhaaaaii -_-)

Yaaa, jadi curhat dahh teman-teman. Entah kenapa, sekarang teman-temanku yang pada EXO-L semuanya jadi pendiam, terus mereka nggak tahu apa-apa tentang comeback-nya EXO.

Terus pas aku Tanya, “sebenarnya kamu masih fans-nya EXO atau tidak-sih?” mereka menjawab, “aku sudah berhenti jadi EXO-L” dan itu membuat hati saya hancur berkeping-keping.

Memangnya kenapa mereka berhenti jadi EXO-L? apakah karena Luhan dan Kris keluar? Menurut saya itu sih tidak terlalu apalah, kita harus tetap mengsupport EXO apapun yang terjadi sebagai EXO-L.

Karena Baekhyun sama Taeyeon pacaran? Yaelahhh, pacaran sekarang sih nggak menentukan apakah mereka itu beneran jodoh apa nggak. Ya kan? Kalau dilihat dari struktur wajah, wajah-nya Baekhyun nggak mirip sama Taeyeon, yang artinya mereka bukan jodoh?

Kata mama-ku sih, orang yang berbeda jenis tanpa hubungan darah itu kalau wajahnya mirip itu tandanya jodoh (cihuuuuiiii ^_^ bandingin diri sama Luhan) yaaa ada juga finalis Miss Korea 2014 yang mukanya mirip banget sama Taeyeon bedanya di rambutnya aja sama tingginya. Aku saja sampai ngira, dia itu Taeyeon (hahahhahhaha)
Yaaa bukannya ya apalah begitu, saya tidak mau cari masalah sama yang ngeship BaekYeon. Ini hanya pendapat saya.

Beberapa waktu yang lalu juga ada bahas, bahwa Baekhyun dan Taeyeon putus? Mungkin itu penyebabnya, yang teriak pas bagian Baekhyun nyanyi ‘Call Me Baby’ yang di SBS,Mnet,KBS,MBC,Arirang, dll. Itu banyak sekali, mungkin fans pada senang yaaa ^_^
(HEEEEEEEEEE????? Kenapa malah ngobrol lebih banyak lagi?)

Terus karena EXO sudah bertambah umur? Heeeeeeeeeee, umur itu bukanlah masalah. Jika kamu beneran EXO-L mau sampai kapan-pun kamu akan tetap suka EXO meskipun usia mereka bertambah. Contoh yang baik itu kayak ELF fansnnya Super Junior, mereka tetap setia sama SUJU meskipun Sungmin udah keluar dan menikah, terus umur mereka juga bertambah kan?

Fansnya Shinwa juga, meskipun Shinwa sudah nggak muda lagi umurnya, tapi masih banyak sekali fans mereka.
Bagi fans EXO-L yang nggak tetap pendiriannya, setelah ngelihat banyak boyband baru yang lebih muda dari EXO muncul langsung ninggalin EXO, lebih baik jangan menjadi EXO-L.

Meskipun BTS sama Winner muncul, memang sih aku senang karena bias-ku di BTS Jungkook, sama di Winner SeungYoon. Tapi kalau mereka sama EXO, aku lebih memilih EXO, malah sekarang aku makin cinta sama EXO, begitulahhhh ^_^

Haduh! Maaf ya teman-teman, jadi ngobrol dan curhat banyak nihhh ^_^

Terima kasih telah membaca

Dan

Jangan lupa tinggalkan comment! ^_^

Iklan

Satu pemikiran pada “Love Sick Chapter 10

  1. mian selama ini aku jd siders soalnya baru ada paket internet…hehe…mian #curcol
    tapi aki makin penasaran sama chapter selanjutnya….ceritanya keren hehe….next chap thor…..figthing 🙂

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s