(ONESHOOT) I WAS BLIND BUT NOW I CAN SEE

fa9f74c8d654b5532bfec2a58b640241

Author: anonymouspark

Genre: Romance, Fluff.

Lenght: One Shot

Cast:

Park Chanyeol

Kim Hye So

Other Cast:

See the rest on this fic

Disclaimer: This is just a fanfic. Pernah di post di

https://anonymouspark.wordpress.com/2015/05/13/oneshoot-i-was-blind-but-now-i-can-see/#more-35

***

“Ternyata selama ini kedekatan kita bukan karena doa, melainkan kekeliruan takdir. Jika aku diberi kesempatan oleh takdir membuka mata ku sekali lagi untuk melihat dirimu, apa kau akan kembali dan seutuh nya hanya untuk ku?”

-Kim Hye So-

“Senja terlalu berani untuk mengingatkan ku untuk merindukan mu, untuk memiliki cinta mu. Dan aku pun tak bernyali untuk mengatakan aku rindu dan aku cinta padamu. Awalnya baik-baik saja bagi ku menjadi seorang teman yang baik bagi mu, jika takdir memberi kesempatan untuk kita, aku akan mengabdikan diri ku seutuh nya bagimu”

-Park Chanyeol-

***

Perempuan itu terjatuh disisi jalan saat dia keluar dari partemen lelaki itu. Dibawah hujan ditemani dengan gaun hitam selutut nya. Maskara nya yang rusak bukan karena hujan, melainkan karena air mata yang dia keluarkan sejak dia keluar dari pintu apartemen si lelaki.

“Kenapa Tuhan juga menentangku?!” Bisik si perempuan itu dalam hati bersamaan dengan air mata nya yang terus mengalir. Orang-orang yang berlalu melewati diri nya pun memberikan pandangan aneh. Memberikan tatapan kasihan terhadap perempuan itu, sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereka.

Perempuan itu mabuk. Perempuan itu benar-benar merasa terbuang. Jika seseorang memberi tahu bahwa hari ini adalah hari terakhir dia hidup didunia ini. Mungkin dia akan menjadi manusia yang paling berbahagia di dunia saat itu walau pun dengan keadaan fisik nya yang sehat. Tetapi, dia lebih kuat dari itu. Tidak ada satu pun alasan dia untuk runtuh karena seorang lelaki. Ralat, lelaki yang tidak berarti apa-apa untuk nya, tetapi lelaki yang berarti dunia bagi nya. Perempuan itu tidak berarti apa-apa lagi bagi si lelaki, tetapi perempuan itu harus menerima kenyataan yang ada.

Bagaimana bisa kamu menyia-nyiakan hidup mu bertahun-tahun untuk mencintai seorang lelaki? Mengetahui si lelaki itu selingkuh dengan sahabat mu hampir setahun membuat mu merasa sangat marah. Marah dan cemburu. Bahkan alkohol tidak bisa menghilangkan perasaan kecewa itu.

Si perempuan itu pun berdiri. Melepaskan stiletto dari kaki nya. Dia berjalan menuju lobi dan hampir bertabrakan dengan orang-orang. Dia memasuki lift dan menjatuhkan diri nya. Lagi. Dia mengerang kecil dan penglihatannya buram dan mencoba untuk berdiri lagi. Dia sangat ingin melihat siapa lelaki berdiri sebelahnya. Perasaan nya sakit mengingat mantan nya. Di pikiran nya, gadis itu mengingat flashback antara dia dan mantan nya. Dia menginginkan seorang lelaki  menemani dia sekarang.

“Ding”. Pintu lift terbuka. Perempuan itu melanjutkan perjalanan nya. Masih dengan air mata dan perasaan nya yang sakit. Dia pun menekan bel salah satu pintu apartemen disana, dan…

“Chanyeol…” teriak perempuan itu sambil menangis.

“Chanyeol…” teriak perempuan itu lagi dan lagi.

“Siapa disa—“ suara lelaki itu membuntu melihat perempuan yang malang terduduk di lantai luar apartemen nya. Dia pun langsung membuka pintu apartemen nya dan melihat perempuan yang sedang mendekam kedinginan itu. Chanyeol pun menangkup dagu perempuan tersebut, memiringkan wajah perempuan itu ke kiri dan ke kanan hanya untuk melihat apa kah ada memar di wajah perempuan tersebut. Perempuan itu pun tersenyum melihat tingkah lelaki didepannya itu. Chanyeol pun menelan ludah dan mencoba manahan hati yang sakit melihat gadis yang ada didepannya.

Chanyeol menjilat bibir bawah nya dan mencoba mengeluarkan beberapa kata dari mulutnya, tetapi dia tidak bisa. Sisi kiri pipi dari perempuan yang memiliki sedikit memar itu, apa pun akan dia lakukan agar memar itu menghilang. Bahkan saat melihat gadis itu melukai lutut nya, Chanyeol bisa merasakan kesakitan dari perempuan itu.

“Hye So-ya..” Chanyeol bersuara dengan serak dengan Hye So yang melihat nya dengan mata berkaca-kaca. Hye So lelah akan menangis dan dia mencoba untuk tetap tersenyum tetapi dengan wajah yang akan menangis.  Hye So tidak bisa menahan nya. Tetapi Hye So sendiri pun tidak bisa menjelaskan apa yang telah terjadi kepada Chanyeol. Chanyeol pun mengunci Hye So di pelukannya. Mendengar Hye So menangis, apalagi melihat Hye So menangis, itu sangat menyakitkan bagi Chanyeol.

“Keluarkan lah semua apa yang ingin kau keluar kan, Hye So-ya…” bisik Chanyeol di telinga Hye So dan mengunci Hye So lebih dalam lagi. Hye So pun menceritakan semua nya lalu menenggelamkan kepala nya di leher Chanyeol. Hye So menangis hingga pukul 01.30 dini hari. Tetapi ini tidak berarti apa-apa untuk Chanyeol. Asalkan dia selalu ada untuk seorang Hye So, itu sudah lebih dari cukup untuk Chanyeol.

Chanyeol pun menutup mata nya dan merasakan air mata nya jatuh. Dia merasakan sakit akan Hye So. Dengan pelan Chanyeol melepaskan diri nya dari Hye So saat Hye So mulai berhenti menangis. Dia melepaskan rangkulan Hye So yang ada di bahu nya dengan perlahan dan kepala Hye So yang beristirahat di leher Chanyeol. Chanyeol pun berjalan ke pintu dan mengunci pintu apartemen nya yang masih belum terkunci. Chanyeol mendengar Hye So meringis kesakitan. Chanyeol pun dengan  cepat menggendong Hye So dengan bridal style. Hye So pun mengunci  lengan nya ke leher Chanyeol . “Kau harus membersihkan dirimu dulu sebelum kau flu dan jika kau terus memakai pakaian basah ini kau akan demam nanti” bisik Chanyeol ke Hye So. Tetapi Hye So mengeratkan lengan nya ke leher Chanyeol.

“Ada apa?” tanya Chanyeol pelan. “Aku tidak ingin kau meninggal kan ku” bisik Hye So yang tidak ingin menjauhkan sandaran nya dari leher Chanyeol.

“Aku tidak akan kemana-kemana” ucap Chanyeol. “Janji?” balas Hye So dengan senyum kecil. “Janji!” balas Chanyeol dengan Hye So yang mulai menjauhkan sandaran nya dari leher Chanyeol. Chanyeol pun mendudukan Hye So di toilet dan memposisikan kaki Hye So agar tidak sakit.

“Aku akan meninggalkan beberapa pakaian ku dan kita akan membersihkan luka mu setelah kau mandi, okay?” ucap Chanyeol yang dibalas dengan anggukan kecil dari Hye So. Chanyeol pun menangkup kedua sisi pipi Hye So dan mencium pelan dahi Hye So. Chanyeol pun menjauhkan bibir nya dari dahi Hye So dan berkata “ini semua akan baik-baik saja”.

Setelah sejam Hye So membersihkan diri nya dan berganti pakaian dengan pakaian Chanyeol. Bau alkohol sudah hilang dari Hye So tetapi Hye So masih dalam keadaan kurang sadar. Hye So pun duduk di kamar Chanyeol dengan Chanyeol yang mulai membersihkan memar kecil di wajah Hye So dan luka kecil yang ada di lutut Hye So. Chanyeol pun meraih kedua tangan Hye So dan memegang nya erat. Dia ingin menanyakan apa saja yang terjadi pada Hye So. Namun sebelum Chanyeol mulai bertanya, Hye So pun membuka permbiacaraan terlebih dahulu.

“Dia…” suara Hye So yang pecah berusaha menahan air mata. Hye So mencobs menutup mata nya agar air mata nya tidak terjatuh tetapi ini sia-sia.

“Tidak apa-apa jika kau ingin menangis, menangis lah…” bisik Chanyeol. Chanyeol pun menenangkan Hye So dengan mengusap punggung Hye So pelan. Dengan nafas yang tidak beraturan Hye So pun melanjutkan cerita nya “dia…selama ini selingkuh…dengan…” Hye So pun tidak bisa melanjutkan kalimat nya. Mengingat sahabat nya sendiri yang mengkhianati dia. Chanyeol pun meremas pelan tangan Hye So dan menunggu Hye So melanjutkan ceritanya.

“Dia selingkuh dengan Jae Hee. Sudah hampir setahun. Aku terlalu bodoh untuk tidak menyadari semua ini.” Hye So pun mengunci mulutnya dan mulai bermain dengan jari Chanyeol. “kau tahu bagaimana aku yang selalu ingin berjalan di langit ke sembilan? Hanya berbahagia dan bermain dengan dunia walau pun kita mengetahui sesuatu hal yang buruk akan menimpa.”

“kenapa hal buruk itu harus tiba hari ini, aku telah kehilangan kedua orang tua ku. Dia, seperti satu-satu nya harapan ku tetapi aku kehilangan harapan ku lagi..” gumam Hye So dengan air mata nya yang keluar

Chanyeol, tidak bisa berkata apa-apa. Dia juga merasa sakit. Dia sakit karena Hye So menangisi lelaki lain. Sakit karena Hye So tidak pernah mengetahui  perasaan nya sama sekali. Kenapa dia tidak menyadari cinta dari Chanyeol tetapi orang lain? Dia terlalu cepat dan gamblang tentang cinta. Tetapi ini juga salah satu alasan Chanyeol sangat menyayangi Hye So. Dia merasakan sakit saat Hye So sakit dan merasakan Hye So yang sendiri. ‘Siapa aku bagi mu, Hye So-ya?’ tanya Chanyeol dalam hati. Dia hanya bisa memandang perempuan yang sedang duduk di atas kasurnya tersebut.

“Mungkin aku kurang baik untuk nya” keluh Hye So. “Aku tidak menyalahkan mereka. Memang, aku ku-kurang baik untuk nya.” Hye So mengangkat kedua bahu nya dan memisahkan tangan nya dari genggaman Chanyeol. Hye So melihat ekspresi wajah Chanyeol yang berubah. Kecewa dan marah.

“A-ada apa Chanyeol-ah?” tanya Hye So yang sadar akan perubahan Chanyeol. “Apa yang salah dengan diri mu?” jawab Chanyeol dengan nada dingin. Chanyeol pun mencoba mengontrol emosi nya dan menangkup bahu Hye So “kau harus tahu Hye So-ya, kau itu baik, terlalu baik. Banyak orang diluar sana cantik tetapi berbeda dengan kau. Hye So yang aku tahu cantik dengan cara nya sendiri. Banyak orang cerdas diluar sana, tetapi mereka tidak akan bisa melakukan hal-hal yang bisa kalu lakukan dengan cara mu. Kau itu spesial, Hye So-ya. Dengan caramu yang selalu peduli dengan orang-orang diluar disana. Kau selalu memerhatikan mereka terlebih dahulu dibanding diri mu. Kau mengagumkan. Kau itu menarik. Ini membuatku selalu ingin datang kepadamu dan mencuri sebuah ciuman dari mulutmu dari lelaki brengsek itu. Dan cara mu tersenyum kepada ku? Senyum itu tidak pernah gagal melelehkan hati ku. Jangan pernah lihat ke bawah, dan jangan pernah sesali bagaimana berakhir nya hubungan mu dengan si brengsek itu. Justru malah dia yang akan menyesal karena telah melepaskan gadis seperti mu.”

“dan aku ingin kau tahu, kau tak pernah melihat ku setiap kali kau bersama nya” ucap Chnayeol sebelum menjauhkan pandangan nya dari Hye So.

Hye So mengetahuinya. Chanyeol punya perasaan terhadap Hye So. Tetapi mereka mengira Hye So tidak pernah mengetahuinya. Hye So bukan lah bintang sekolah dan bukan murid terpintar di sekolah tetapi IQ Hye So tidak serendah itu. Idiot dimana pun tahu kalau Chanyeol mempunyai perasaan terhadapnya. Tetapi Hye So tidak pernah berani mengambil resiko apa pun. Hye SO takut apabila mereka berdua berhubungan, itu tidak akan berjalan baik. Bagaimana jika mereka berpisah dan tidak akan pernah berbicara lagi?  Ini akan membunuh Hye So perlahan jika ia menyakiti Chanyeol. Chanyeol adalah seseorang yang tidak ingin Hye So lepas.

Bahkan waktu pun tidak mendukung. Saat Chanyeol tidak berkencan dengan siapa pun. Hye So pun telah memiliki teman kencan. Begitu pun sebaliknya. Bagaimana pun mereka telah mempunyai perasaan masing-masing, tetapi mereka tidak pernah berani mengambil resiko.

“Chanyeol-ah” Hye Sp memanggil Chanyeol. Chanyeol pun mengalihkan pandangan nya lagi ke Hye So. “Apa yang aku coba bicarakan tadi hanyalah, kau itu sangat berarti bagaimana diri mu, Hye So-ya. Dan aku tidak ingin aku duduk disini dengan pikiran mu yang tidak masuk akal. Jika bukan aku siapa lagi?” balas Chanyeol dan mengalihkan pandangan nya lagi.

Hye So tersenyum kecil. “Chanyeol-ah~~~” Hye So memanggil Chanyeol dengan memiringkan dan mendekatkan wajah nya ke Chanyeol. Lutut Hye So lemas tepat berada di dada Chanyeol mulai merasa lemas. Hye So bisa merasakan detakan jantung Chanyeol yang berdetak lebih cepat. “Bisa kah kau menolongku?” tanya Hye So. Chanyeol pun mengangguk pelan.

“Kau janji kau akan melakukan nya?” ucap Hye So sambil mengeluarkan kelingking nya. Chanyeol pun mengangguk sekaligus menyatukan kelingking mereka. Hye So menunduk dan mendekatkan muka nya ke Chanyeol. “Cium aku” pinta Hye So sambil menatap Chanyeol. Hye So murung untk beberapa saat karena Chanyeol berusaha untuk menahan. Hye So berpikir, mungkin ini salah. Mungkin perasaan Chanyeol telah hilang beberapa tahun yang lalu.

Hye So tidak menyalahkan Chanyeol jika itu benar. Satu-satu nya manusia Hye So tidak ingin menjadi “mantan pacar” nya hanyalah Chanyeol seorang. Dia menginginkan dan sangat menginginkan Chanyeol. Tetapi disisi lain Hye So juga tidak ingin kehilangan Chanyeol.

“Maaf…” ucap Hye So mencoba merubah atmosfir yang ada. “aku mengerti jika kau tak ingin melakukan nya. Ini terlalu egois bagi mu, bukan?” Hye So menutup mulut nya dan melepas kan genggaman nya lagi dari Chanyeol yang ingin menggenggam tangan Hye So lebih lama lagi. Chanyeol memikirkan permintaan Hye So. Chanyeol telah menunggu selama berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk Hye So. Chanyeol menghabiskan waktu  menemukan cara untuk Hye So. Chanyeol tidak mudah belajr untuk memahami suatu keadaan. Chanyeol menatap Hye So yang sibuk menatap tangan nya sendiri. Chanyeol bisa melihat jika dia dan Hye So berhubungan lebih serius, mereka akan menjalani hubungan yang indah.

Chanyeol bisa membayang bagaimana bahagia nya mereka. Ini terlihat sangat jelas bagi Chanyeol. Hye So memiliki perasaan untuk nya dan.

“Seharusnya aku tidak pernah meminta mu untuk–…” ucapan Hye So berhenti saat Chanyeol menangkup wajah Hye So dan menyatukan bibir nya dengan bibir Hye So. Chanyeol mencium Hye So hingga punggung Hye So bersandar dengan tempat tidur Chanyeol. Tangan Chanyeol berpindah dari wajah Hye So ke kedua sisi bahu Hye So untuk menahan badan Chanyeol agar tidak menindih Hye So. Hye So menarik Chanyeol lebih dalam dengan mengalungkan kedua tangan nya ke leher Chanyeol dengan bibir mereka yang masih terkunci satu sama lain. Mereka menutup mata mereka masing-masing mencoba meluapkan perasaan yang mereka tahan selama ini. Setelah bertahun-tahun mereka menahan, bertahun-tahun mereka buta akan perasaan mereka. Buta akan orang-orang salah yang ada disekitar mereka, akhirnya mereka memberanikan diri mengambil resiko yang selama ini mereka takutkan. Memberikan satu persatu kesempatan setelah beribu kesempatan terbuang. Mereka berdua pun memisahkan bibir mereka. Chanyeol pun menyandarkan dahi nya di dahi Hye So. Chanyeol bisa merasakan perasaan Hye So. Chanyeol bisa merasakan Hye So menyayanginya. Walau itu pun tidak, Hcnayeol akan melakukan apapun agar Hye So bisa menyayangi nya lebih dan lebih dari ini. Untuk menjadikan Hye So milik seorang Chanyeol.

Hye So menutup kedua mata nya. Mencoba mencerna apa saja yang terjadi antara dia dan Chanyeol. Dia akui, dia tidak menyesalinya. Dia tidak menyesali telah mencium Chanyeol. Hye So merasa dia terbang melibihi dari langit ke-9.  Hye so merasa dia sedang berada dibawah surga. Hye so tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaan nya saat ini. Hye So menelan ludah terengah-engah berat bersama Chanyeol. Kedua tangan Hye So masih terkunci di leher Chanyeol dan kedua tangan Chanyeol dikedua sisi pinggang Hye So. Hye So bisa merasakan nafas Chanyeol di kulitnya. Chanyeol pun merasakan hal yang sama.  Mereka bertahan cukup lama dengan posisi seperti itu.

Hye So membuka matanya untuk menemukan lelaki yang sedang menatap nya penuh cinta dengan mata nya yang coklat kehitaman yang menjanjikan itu. Jujur saja, Hye So selalu menyimpan skenario seperti ini dikepalanya sudah lama. Dan dia menyadari skenario yang dibuat ini bukan hanya sekedar skenario. Ini benar-benar terjadi. Chanyeol pun ikut bersandar di tempat tidur nya dan menyamakan posisi nya dengan Hye So. Chanyeol mengunci Hye So lebih erat lagi. Chanyeol hanya butuh Hye So. Chanyeol hanya menginginkan Hye So saat ini.

“Menetaplah malam ini” bisik Chanyeol. Mereka berdua pun memang tidak ingin melepaskan diri mereka satu sama lain untuk saat ini. Hye So pun mengangguk sebelum dia tertidur didekapan Chanyeol dengan sejuta pikiran tentang lelaki yang sedang memeluknya hangat ini.

Saat Hye So telah terlelap, Chanyeol menjauhkan diri nya pelan dan menatap Hye So. Chanyeol menjilat bibir nya sebelum melanjutkan menatap Hye So. Chanyeol menyelipkan rambut Hye So yang menghalangi Chanyeol melihat seluruh wajah Hye So.

“Hye So-ya, diri mu sangat cantik dengan cara mu sendiri. Aku, tidak akan membuatmu menangis..” bisik Chanyeol pelan ditelinga Hye So. Tangan Chanyeol mengelus lembut pipi Hye So. “Aku mencintai mu Hye So-ya. Sangat mencintai mu. Aku telah mengatakan ini saat beberapa waktu lalu kita bertemu. Dan aku serius akan itu” bisik Chanyeol lagi.

“Aku juga mencintai mu, Chanyeol.” bisik Hye So masih dengan mata tertutup. Chanyeol terkejut karena Hye So belum tidur sepenuhnya. Hye So membuka matanya dan memberikan senyum kecil kepada Chanyeol dan mengunci Chanyeol dengan kedua lengan nya.

“Saat hari pertama kau menyatakan perasaan cinta mu kepada ku, walau pun waktu itu aku bersama lelaki lain, aku telah menetapkan hatiku untuk mencintai mu juga, Chanyeol…”

Chanyeol pun mendekat kan wajah nya dengan wajah Hye So dan menghabiskan celah yang ada antara mereka berdua. Mencium Hye So dalam sebelum mengunci Hye So dalam pelukan hangat nya.

 -Fin-

 Another shortfic from anonymouspark! Hope you like it! Feel free to comment, karena komentar kalian lah yang akan membantu ku dalam berkarya, jadi jangan takut untuk meninggalkan jejak disetiap post aku ya.

Sekian dan terimakasih. Xoxo~

Iklan

9 pemikiran pada “(ONESHOOT) I WAS BLIND BUT NOW I CAN SEE

  1. wah syukur deh mereka berani mengakui perasaan mereka daripada menyiksa diri sendiri kan.

    suka sama ceritanya tapi saya punya pertanyaan kan pas hye so di depan pintu itu bukannya udah nyeritain semuanya ke chanyeol kok pas di kamar nyeritain lagi, apa hyeso nyeritaain hal yang berbeda ya? hehehe agak bingung

    Disukai oleh 1 orang

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s