HURT (CHAPTER 3)

IMG_1216

Title: Hurt

Cast:

Anna Choi (Choi Ji Eun) as OC

Park Chanyeol as EXO Chanyeol

Kim Jongin as EXO Kai

Wu Yi Fan as Kris

Other Cast:

Ariel Choi (Choi Eun Ri) as Anna Choi Sister

Oh Sehun as Sehun EXO

Byun Baekhyun as Baekhyun EXO

Kim Junmyeon as Suho EXO

Do Kyungsoo as D.O EXO

Kim Jongdae as Chen EXO

Kim Minseok as Xiumin EXO

Zhang Yixing as Lay

Huang Zi Tao as Tao EXO

Luhan as Luhan 

 

Genre: Romance, Slight Angst, OC.

A/N: This story really fresh from oven (read:my brain). All of cast belong to God.

Disclaimer: This story just a fiction. Poster made by me.

Please do not plagiarize

Previous chapter: prologue l 1st l 2nd

Sebelumnya di chapter 2:

“Penerbangan mu lebih cepat 30 menit” ucap Kris saat melihat boarding tiket Anna. “Iya”jawab Anna singkat.

‘Penumpang Korea Airlines dengan kode penerbangan KR-353 dipersilahkan memasuki pesawat melalu gate 3’

“Waktu ku telah tiba,” ujar Anna. Anna pun berdiri yang diikuti Kris. Anna memandang Kris sebentar lalu tersenyum.

“Jika aku tidak sibuk aku akan menghubungi mu, kau pastikan telepon mu aktif, jika kau sedang ada masalah juga—“

“Aku akan memberikan mu berita langsung sebisa ku” ucap Anna memotong pembicaraan Kris.

“Baiklah kalau begitu,” ucap Kris sebelum memeluk Anna. Anna membalas pelukan Kris yang terasa lebih hangat dari sebelum nya.

“Aku pergi dulu ya,” pamit Anna sebelum melanjutkan langkah nya ke terminal untuk masuk pesawat,

Baik dirinya dan Kris sama-sama melambaikan tangan saat pandangan mereka tak bisa terlihat satu sama lain.

Chapter 3

“Bukan dirimu yang aku takutkan, bukan dirimu yang ku benci, tetapi memori tentang mu, dan alasan kenapa kau membuatku membenci mu”

 

Anna yang sudah berada di pesawat pun merasa sedih meninggalkan Kris yang masih menunggu penerbangan nya. Sebelum pesawat lepas landas pun Anna mengeluarkan ponsel nya, membuka salah satu aplikasi chatting, berniat mengirim Kris video singkat untuk menghibur lelaki yang telah menemani liburnya di Indonesia.

“Pesawat aku akan take-off beberapa menit lagi. Aku berangkat dulu. Seperti yang aku bilang kalau aku akan memberitahu mu segala apa yang aku lakukan saat kita tidak bersama, wish me a safe flight Kris, wish you have safe flight too, bye bye!” ucap Anna sebelum mengakhiri video singkatnya itu.

“Nyonya, silahkan matikan telepon genggam Anda karena pesawat akan lepas landas, terima kasih,” tegur pramugari yang melihat Anna masih asik dengan ponselnya.

“Iya, saya mengerti,” jawab Anna lalu mematikan telepon genggamnya lalu menyimpan telepon genggamnya di saku celananya.

‘Kris, terima kasih telah menemani ku selama ini, terima kasih telah menjadi teman baik ku, terima kasih telah mengerti aku, dan terima kasih telah mencintai ku. Sekarang kita tidak bersama, tentunya aku akan merindukan mu, mohon doakan ku Kris, seperti biasa dirimu yang selalu menenangkan ku setiap aku sedih, aku harap doa mu juga dapat menenangkan hatiku, aku pergi dulu’ batin Anna dalam hati sembari melihat keluar jendela pesawat.

***

Penerbangan Kris menuju Beijing masih menunggu 30 menit lagi. Baru beberapa menit yang lalu dirinya berpisah dengan Anna, tetapi Kris tidak bisa membohongi dirinya kalau dia sudah merindukan Anna. Kris duduk termenung mencoba mengingat momen dirinya bersama Anna sejak dia bertemu gadis itu hari pertama syuting film hingga kemarin saat dia menghabiskan liburannya bersama Anna di Bali. Namun khayalan Kris bersama gadis yang ia sayangi itu buyar ketika telepon genggamnya berbunyi.

“Pesawat aku akan take-off beberapa menit lagi. Aku berangkat dulu. Seperti yang aku bilang kalau aku akan memberitahu mu segala apa yang aku lakukan saat kita tidak bersama, wish me a safe flight Kris, wish you have safe flight too, bye bye” ucap Anna didalam video singkat yang dia kirim. Kris hanya tersenyum melihat video singkat yang dikirim oleh Anna. Tidak berniat untuk membalas video singkat itu karena Kris tahu pesawat Anna pasti sudah lepas landas.

‘Aku pasti mendoakan mu tanpa kau memintanya Anna, aku berdoa agar dirimu baik-baik saja di Korea nanti, perasaan mu akan baik-baik saja bersama dengan kenangan yang susah payah bagi dirimu untuk melupakannya, jaga dirimu baik-baik’ ucap Kris dalam hati, mendoakan gadis yang dia sayangi itu.

***

Pesawat Korean Airlines yang mengantar Anna ke Korea Selatan pun mendarat sempurna di Incheon International Airport. Anna menghela napas nya yang terasa berat mengetahui dirinya kini telah berada di Korea.

“Anna, aku akan mengambil bagasi terlebih dahulu karena ada jadwal rapat mendadak malam ini. Jadi kau langsung ke bagian imigrasi sedangkan aku mengurus bagasi. Aku tinggal dulu ya,” ucap Manajer Cha meninggalkan Anna yang masih berjalan malas ke terminal Bandara International Incheon. Anna mau tidak mau pun mempercepat langkahnya ke imigrasi agar segala urusan mendadaknya di Korea ini bisa cepat selesai dan dirinya bisa beristirahat dengan tenang.

***

Anna yang baru saja keluar dari terminal bandara langsung ditarik manajer Cha untuk mempercepat langkahnya. Anna hanya menuruti manajer Cha yang terlihat panik itu. Terlihat mobil dan supir yang telah menunggunya diluar terminal. Dengan sigap supir langsung mengurus koper Anna dan memasukkannya ke mobil. Anna yang melihat manajer Cha berlari panik pun hanya memberi manajer nya itu tatapan heran.

“Ada apa manajer Cha sehingga kita harus tergesa-gesa begini?” tanya Anna sembari duduk di mobil.

“Langsung ke gedung Nylon, Gangnam. Ini alamatnya,” ucap manajer Cha kepada supir tanpa menghiraukan pertanyaan Anna terlebih dahulu.

“Baiklah, aku mengerti,” jawab supir lalu melajukan mobil ke alamat yang diberikan manajer Cha.

Manajer Cha yang berniat menjawab pertanyaan Anna pun harus tidak jadi karena harus mengangkat telepon masuk.

“Iya produser Kim, kita sudah di Incheon dan sudah menuju gedung Nylon Korea. Nanti jika sudah mendekati lokasi akan saya beritahu Anda,” ucap manajer Cha sebelum memutuskan sambungan telepon. Anna yang melihat manajer Cha yang tidak mengacuhkan dirinya pun hanya bisa menyandarkan dirinya di kursi mobil.

Terlihat manajer Cha masih sibuk dengan tablet nya terlihat sangat sibuk dengan mengatur ulang jadwal Anna Choi. “Kau istirahat lah untuk beberapa jam selagi kita masih diperjalanan menuju Gangnam, karena kita akan ada rapat mengenai proyek valentine bersama Nylon, apa kau sudah baca dokumen nya?” tanya manajer Cha yang masih sibuk dengan tablet.

“Apa? Rapat? Dengan Nylon? Hari ini juga? Jadi kita sekarang bukan ke apartemen?” tanya Anna tidak percaya mendengar apa yang baru saja dibicarakan manajernya.

“Untuk semua pertanyaan mu itu, aku hanya bisa memberi 1 kata, iya! Iya kalau kita akan ada rapat hari ini dengan Nylon,” jawab manajer Cha.

“Tapi bukannya di dokumen aku membaca kalau rapat akan diadakan lusa? Kenapa malah hari ini?” tanya Anna yang masih menyangkal bahwa hari ini dirinya harus ke gedung Nylon.

“Aku tahu, tetapi ada beberapa halangan karena boygroup yang akan menjadi pasangan mu di sesi foto nanti memiliki masalah dengan jadwal mereka,” jawab manajer Cha singkat.

“Memangnya hanya mereka yang memiliki masalah dengan jadwal? Aku juga manajer Cha! Apa kau tidak lelah dengan penerbangan Indonesia-Korea yang kita tempuh selama 10 jam tadi? Dan sekarang kita harus menuruti mereka? Apa kau sama sekali tidak bisa membantah mereka?” ujar Anna mencoba mendesak manajer Cha.

“Tidak semudah itu masalahnya Anna. Karena proyek ini mendadak merubah segala perencanaan nya makanya kita harus hadir rapat ini. Bukan hanya pihak kita, kedua belah pihak juga mendapat kan rencana yang berbeda, jadi bersabarlah sedikit, hanya rapat sebentar lalu kita akan beristirahat, oke?” ujar manajer Cha mencoba menenangkan Anna.

“Terserah kau saja,” balas Anna yang terdengar kesal. Anna pun menyandarkan kembali dirinya dikursi, mencoba menutup matanya untuk beristirahat, sebelum dirinya sampai di gedung Nylon.

***

Tidak terasa 2 jam berlalu cepat karena disepanjang perjalanan dari Incheon menuju Gangnam Anna tertidur sangat pulas. Manajer Cha yang melihat Anna masih tertidur pun membangunkan Anna.

“Anna, kita sudah sampai di gedung Nylon, ayolah bangun” ucap manajer Cha membangungkan Anna berkali-kali. Mau tidak mau Anna pun bangun dari tidurnya. Setelah keluar dari mobil mereka pun langsung memasuki gedung Nylon. Saat memasuki lift Anna melihat dirinya sedikit berantakan. Anna merasa kalau dia harus merapikan dirinya sedikit sebelum memasuki ruang rapat.

“Manajer Cha, rapat di ruang mana?” tanya Anna.

“Diruang produser, kenapa?” manajer Cha kembali bertanya kepada Anna.

“Tidak, aku hanya ingin pergi ke toilet sebentar sebelum rapat, jadi kau duluan lah ke ruangan produser sedangkan aku memperbaiki penampilan ku terlebih dahulu,” balas Anna sembari mengaca dan merapikan sedikit demi sedikit rambutnya yang terlihat sedikit berantakan.

‘Ding’. Pintu lift pun terbuka. Anna dan manajer Cha keluar dari lift, “Baiklah, aku akan langsung ke ruangan produser untuk mengkonfirmasi bahwa kita sudah sampai, nanti saja staff disini dimana letak ruangan produser,” ucap manajer Cha sebelum berlau meninggalkan Anna.

“Baiklah,” jawab Anna kepada manajer Cha sebelum melanjutkan langkah nya ke toilet. Di toilet Anna pun langsung mengeluarkan sisir dan bedak untuk memperbaiki penampilannya yang terlihat sedikit berantakan. Setelah selesai menyisir rambut dan memoles sedikit bedak di wajahnya Anna pun keluar dari toilet. Anna yang merapikan ujung baju nya tidak sadar dengan seseorang yang tergesa-gesa berlari ke arahnya.  Untung saja Anna tidak terjatuh ke lantai karena dengan sigap orang yang menabrak Anna itu langsung menangkap badan Anna. Anna tidak sadar siapa yang menabraknya karena menutup matanya ketika dia merasa dirinya akan jatuh. Dengan perlahan Anna membuka matanya dan melihat siapa orang yang hampir saja mencelakai dirinya. Seorang lelaki dengan rambut hitam yang terlihat tampan, tetapi juga terlihat sedikit menyebalkan.

“Kau baik-baik saja?” tanya lelaki itu.

“Sampai sekarang baik-baik saja karena kau menangkap ku, kalau saja tidak kau akan ku tuntut karena telah mencelakan ku,” jawab Anna dengan judes. Lelaki yang melihat kejudesan itu pun hanya tertawa kecil melihat respon Anna.

“Dan bisa kah kau melepaskan ku, sekarang juga?” Anna yang sadar bahwa dirinya masih berada di posisi dimana lelaki itu terlihat memeluknya itu meminta agar lelaki itu melepas dirinya.

“Oh maaf nona, tapi tidak ada terima kasih setelah aku menyelamatkan mu?” tanya lelaki itu setelah melepaskan Anna.

“Bukannya sudah kewajiban kalau kau yang harus menolongku?” Anna kembali bertanya judes sebelum berlalu dan meninggalkan lelaki itu.

‘Gadis yang aneh. Saat gadis lain menemuiku seperti tadi mungkin bagi mereka adalah sebuah mimpi indah, tetapi tidak dengannya, dia lucu,’ batin Kai, melihat sosok Anna yang judes itu berlalu.

***

“Maaf menganggu, aku ingin bertanya dimana ruang produser, saya keperluan dengan rapat yang diadakan hari ini,” tanya Anna ke salah satu staff Nylon yang lewat.

“Oh ruang produser? Kau lurus lalu belok kanan, nanti kau bisa menemui ruangan produser disana,” jawab staff tersebut.

“Oh oke, terima kasih,” jawab Anna lalu melanjutkan langkahnya ke ruangan produser. Saat Anna tiba didepan ruang produser Anna pun langsung memasuki ruangan itu, tetapi tidak ada siapa-siapa didalam ruangan itu. Anna yang merasa bingung langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi manajer Cha.

“Manajer Cha, aku sudah berada di ruangan produser tetapi tidak ada siapa-siapa, dimana sebenarnya—“

“Maaf aku lupa memberitahu mu, rapat pindah di meeting room dilantai 2. Kau turunlah segera,  kita bertemu disini,” jawab manajer Cha.

“Tapi—“ manajer Cha memutuskan panggilan sebelum Anna sempat menyelesaikan kalimatnya. Anna pun yang langsung keluar dari ruangan produser itu pun langkah nya berhenti ketika melihat seseorang masuk ke ruangan produser.

“Kau lagi! Mau apa kau?” tanya Anna yang sedikit emosi melihat lelaki yang menabraknya tadi. “Aku? Aku ada keperluan dengan produser, kau sendiri?” lelaki itu bertanya kembali.

“Bukan urusan mu,” jawab Anna kemudian berlalu dari lelaki itu. Lelaki itu berniat mengejar Anna namun tidak jadi karena ponselnya berbunyi.

“Baiklah manajer Kim, aku akan segera kesana,” ucap Kai sebelum memutuskan panggilan.

“Hei, tunggu aku!” teriak lelaki itu mengejar Anna lalu menyamakan langkah nya dengan Anna.

“Berhenti mengikuti ku,” ujar Anna tanpa melihat lelaki itu. “Siapa yang mengikuti mu, aku ada keperluan yang mau tidak mau menyamakan arah dengan mu,” jawab Kai tidak terlalu mengacuhkan kejudesan Anna.

Mereka pun memasuki lift bersama-sama. Melihat lelaki disebelahnya, Anna merasa sangat jengkel. Saat keluar dari lift, Kai yang memang tidak berniat mengikuti Anna mau tidak mau menyamakan langkah nya lagi dengan Anna. Langkah Anna yang berhenti mendadak didepan meeting room mengejutkan Kai. Anna berbalik dan melihat tajam Kai, “APA MAU MU?” teriak Anna. Mau tidak mau Kai yang panik dengan reaksi Anna langsung membungkam mulut Anna yang berteriak. Anna yang tidak rela dibungkam pun mencoba melepas diri dari Kai dengan menggigit tangan Kai.

“Argh! Sakit!” teriak Kai sembari mengelus-elus tangan nya.

Orang-orang yang berada didalam ruang rapat pun merasa tergaduh dengan suara Kai dan Anna. Manajer Cha dan manajer Kim yang mengenali suara mereka pun langsung keluar.

“Anna, apa yang terjadi, kenapa lipstik mu dan rambut mu berantakan,” tanya manajer Cha. Bersamaan dengan itu manajer Kim pun menghampiri Kai, “apa yang terjadi dengan mu? Ya! Tangan mu kenapa?”

“Dia menggigit ku karena menyangka aku mengikutinya dan memiliki niat yang jahat,” jawab Kai yang masih mengelus tangannya.

“Anna Choi, bagaimana kau bisa begitu sadis dengan calon pasangan mu di proyek ini,” ucap manajer Cha yang menegut Anna.

“Lupakan lah,” balas Anna yang berlalu memasuki ruang rapat. Anna sempat membeku didepan pintu ruang rapat. Melihat orang-orang yang ada didalam ruang rapat. Anna pun mengedarkan pandangannya ke seluruh sisi ruangan itu, dan melihat orang yang sangat dia hindari. Anna pun sadar bahwa yang akan menjadi pasangannya adalah boygroup yang bernama EXO. Anna tahu jelas karena dia mengingat satu wajah dari 10 lelaki tampan yang sangat disukai adiknya, Park Chanyeol.

TBC

Hai! Tadinya aku udah janji kan? Jadi aku usaha tepat janji nih hehe. Terimakasih yang udah mau komen sama sama baca. Maaf kalau chapter ini pendek dan fail comedy tadinya aku emang gak enak badan, tapi takut ditagih sama kalian dalam mimpi hehe.

Siders ku tersayang, semoga kalian juga suka sama kelanjutan cerita ku, semoga mata hati kalian terbuka untuk mengomentari post aku.

Tadaaaa! EXO nya udah keluar tuh gak ngumpat lagi. Penasaran sama kelanjutan mereka? Jangan lupa komentar dibawah yah!

Sekian dari anonymouspark untuk hari ini. See ya! Xoxo~~~

ps: aku gak tau salah apa aku sama kamu sehingga kamu judge aku. Aku pura-pura gak peduli karena aku gak mau ribut dan aku gak tau kamu siapa. Jadi kalau kamu membaca ini my dear stalker, maaf kan jika ada salah satu dari postingan aku yang menyinggung (meskipun semua postingan aku gak ada apa-apa sih). Aku disini hanya untuk berbagi cerita dan berteman, bukan mencari popularitas, bahkan tidak ada secuil  dari identitas aku yang aku sebar. Jadi ubahlah anggapan kamu yang menganggap aku seperti itu. Terima kasih 🙂

BTW GUYS! KAI DI L.A DAN AKU KEPIKIRAN BIKIN FF DENGAN PLOT LAIN *LOL*

more ff from me? visit me!

Iklan

16 pemikiran pada “HURT (CHAPTER 3)

  1. Gak kebayang kalo aku gtu! tampilan yang begitu mengenaskan trus di hadapan ada member exo! kagak kbyang malu nya kayak gmana!! ya ampun baekkk. kamu gak bleh ngetawain orang lain kayak gtu. cusss read next chapter

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s