[Ficlet] Another Heartbreak

tumblr_nosgzq8rHG1roxgsyo1_1280

Title:  Another Heartbreak

Author: anonymouspark

Genre: Sad

Lenght: Ficlet

Cast:

Park Chanyeol

Song Hye Jin (OC)

Disclaimer: This is just a fanfic

A/N: Based on this heartbreak feeling, Poster made by me. Maaf plot cerita yang menyedihkan. Happy reading ❤

Do not plagiarize

Previous of this fict: Heartbreak

Terima kasih telah mengajari ku bagaimana rasanya jatuh cinta dan patah hati

Kau yang pernah aku sayang,

Ada beberapa hal.

Aku berharap aku telah mengatakan.

Tapi ini bukan segalanya.

Ini bukan seperti apa yang kamu pikirkan.

Aku hanya ingin berterimakasih kepadamu.

Terima kasih.

Terima kasih telah memberikan ku beberapa kenangan

yang akan berlangsung selamanya.

“Hyejin-ah, mau kah kau menjadi kekasih ku?” tanya Chanyeol gugup. Hyejin terdiam mendengar pernyataan cinta Chanyeol. Tetapi Hyejin sendiri tidak bisa menahan senyumnya. Hyejin tersenyum melihat Chanyeol yang terlihat gugup. Kegugupan Chanyeol adalah hal terlucu yang pernah Hyejin lihat. Hyejin pun terdiam, masih belum yakin dengan jawaban yang akan dia berikan kepada Chanyeol.

“Maaf, oppa, aku tidak bisa…” jawab Hyejin dengan suara yang pelan namun terdengar sangat jelas bagi Chanyeol. Chanyeol terdiam saat mendengar jawaban Hyejin. Namun Chanyeol tidak bisa melakukan apa-apa, dirinya pun tidak akan memaksa Hyejin untuk membalas cintanya. Hyejin yang melihat air muka Chanyeol yang terlihat sedih itu hanya bisa tersenyum kecil.

“Tidak apa-apa Hyejin-ah, kau tidak perlu membalas perasaan ku, aku hanya butuh kau tahu kalau aku—“

Ucapan Chanyeol terpotong saat Hyejin mengalungkan kedua tangannya di leher Chanyeol lalu mencium bibir Chanyeol. Chanyeol tentunya terkejut karena Hyejin menciumnya setelah jelas-jelas gadis itu menolaknya. Hyejin pun menjauhkan bibirnya dari bibir Chanyeol. Melihat wajah bingung Chanyeol, Hyejin tertawa kecil.

Oppa, aku bahkan belum sempat menyelesaikan ucapan ku, maksud ku memang aku tidak bisa, aku.. aku tidak bisa menolakmu oppa, tentu saja aku ingin menjadi kekasihmu,” ucap Hyejin sembari tersenyum usil melihat Chanyeol. Tidak butuh waktu yang lama bagi Chanyeol yang mendengar pernyataan Hyejin tadi. Senyum pun membelah di wajah Chanyeol. Tanpa menunggu lama Chanyeol menangkup wajah Hyejin lalu mencium gadis yang sudah menjadi kekasihnya itu. Chanyeol dapat merasakan Hyejin tersenyum disela ciuman mereka.

Bagi Hyejin, kenangan paling indah adalah saat Chanyeol meminta Hyejin untuk menjadi kekasihnya.

Terima kasih telah menjadi cahaya bagiku

di ujung terowongan gelap kehidupan ini.

Posisi Chanyeol memang senior saat mereka masih di bangku SMA. Mereka sama-sama mengambil jurusan musik. Hyejin yang lebih berkonsentrasi dengan vokal sedangkan Chanyeol dengan aransemen musik. Hyejin meskipun dengan vokal, sering sekali dirinya mendapat tugas untuk menguasai tidaknya salah satu alat musik. Hyejin yang mengetahui kekasihnya hebat dalam segala alat musik pun meminta Chanyeol untuk mengajarinya gitar. Tidak hanya mengajari dirinya, tetapi mereka sering berduet dan menyanyikan lagu artis lainnya dalam versi mereka.

Bagi Hyejin seorang Chanyeol yang selalu mengajarinya dalam bermusik adalah cahaya untuknya dalam kegelapan.

Terima kasih untuk tidak pernah menyerah pada diriku,

yang pernah memberi ku harapan, keberanian, dan perselisihan.

Meskipun kau meninggalkan ku dengan sejuta pertanyaan...

Pada dasarnya sebuah kehidupan tidak lah mudah, pasti ada masa senang mau pun susah. Begitu pula pada sebuah hubungan. Harapan yang membuat mereka bertahan, keberanian yang memperkuat hubungan mereka, namun ada juga perselisihan dan kebosanan yang akan memisahkan mereka. Pada suatu hari di musim dingin Chanyeol meminta Hyejin untuk melepaskan dirinya lalu meninggalkan Hyejin sendirian. Tidak, Hyejin tidak sendiri, Chanyeol meninggalkan Hyejin dengan sejuta pertanyaan, alasan mengapa dia berjalan jauh tanpa memperdulikan perasaan Hyejin.

Bagaimana jika dirimu telah memberikan lebih?

Bagaimana jika kita sudah memberikan lebih terhadap hubungan ini?

Dan aku membiarkan pikiranku berjalan.

Merajalela dengan pikiran tentang dirimu.

Kenangan indah antara Hyejin dan Chanyeol tentu saja itu alasan mengapa Hyejin bertahan dengan hubungannya meskipun Chanyeol mencoba untuk mendorong jauh dirinya. Hingga setelah Chanyeol benar-benar mendorong Hyejin secara langsung, pikiran Hyejin masih penuh oleh kenangan dirinya saat bersama Chanyeol.

Aku bertanya pada diri sendiri jika pernah dirimu berpikir memikirkan aku?

Aku ingin tahu apakah dirimu pernah menginginkan ku lebih.

Sulit bagi Hyejin untuk tidak memikirkan Chanyeol. Ingin sekali dirinya untuk egois dan berani menghadap Chanyeol. Apa yang sebenarnya terjadi antara mereka berdua. Apa yang salah dengan hubungan mereka. Apa hanya Hyejin yang peduli dengan hubungan mereka? Bagaimana dengan Chanyeol sendiri? Apa arti hubungan mereka bagi dirinya?

Tapi kemudian, aku merasa hampa

dan semua pertanyaan ku terjawab.

Karena kau telah meninggalkan ku.

“Perlahan-lahan, dan kemudian sekaligus.”

Secara bertahap kehadiran mu adalah hal langka,

dan kemudian dirimu tidak pernah ada sama sekali.

Hyejin membiasakan diri hidupnya tanpa seorang Park Chanyeol. Tidak ada pilihan lain selain melanjutkan kehidupannya, tentu nya tanpa kekasihnya itu.

Di mana keberadaan mu hari ini?

Dimana hatimu hari ini?

Aku tahu di mana diriku berada …

Di telapak tangan dirimu yang hangat.

Jantung mungil berada dan bersandar disana,

bergetar dan bingung

dengan cara dirimu meninggalkannya,

dingin dan sendirian,

begitu tiba-tiba.

Memang Chanyeol telah meninggalkan Hyejin. Tetapi Chanyeol meninggalkannya dengan sebagian hatinya yang pernah dia titipkan dulu. Hyejin masih merasa separuh hatinya masih digenggam oleh Chanyeol.

Terima kasih.

Terima kasih karena sekarang diriku merasakan sakit yang mereka semua pernah ceritakan.

Dulu Hyejin hanya mendengar kisah patah hati dari temannya, dulu Hyejin hanya membayangkan bagaimana rasanya sakit hati itu, kini dia merasakan hal itu sendiri.

Terima kasih karena sekarang aku merasakan kehangatan yang mereka semua pernah katakan.

Terima kasih karena sekarang aku merasa seperti apa rasanya  tanpa kehadiranmu.

Terima kasih karena sekarang aku merasa seperti apa rasanya menahan untuk tidak menyentuhmu dan mencium mu hangat.

Terima kasih.

Karena dirimu sekarang aku tahu beberapa hal tentang cinta, dan juga beberapa hal tentang hati yang patah.

“Aku akan melepaskan dirimu Chanyeol, perlahan namun pasti,” ucap Hyejin sembari tersenyum kecil. Tentunya dengan dirinya yang masih menyembuhkan patah hatinya.

Yeah Chanyeol still leaves me with another hearbreak. Maaf kalau chapter ini membuat kalian baper *gak maksud deh, I swear you guys*. Semoga kalian suka. Terimakasih yang sudah baca post ini karena secara tidak langsung kalian juga telah mendengarkan keluhan hatiku.

Silahkan komentar yang ingin kelanjutan mereka.

Well aku post ini sebelum aku bobok siang, jadi aku komentar aku balas nanti ya. Another ff will be post tonigh, so, be ready!

See you! Xoxo~~~

Check my blog for more stories

Iklan

14 pemikiran pada “[Ficlet] Another Heartbreak

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s