HURT (CHAPTER 6)

IMG_1216

Title: Hurt

Cast:

Anna Choi (Choi Ji Eun) as OC

Park Chanyeol as EXO Chanyeol

Kim Jongin as EXO Kai

Wu Yi Fan as Kris

Other Cast:

Ariel Choi (Choi Eun Ri) as Anna Choi Sister

Oh Sehun as Sehun EXO

Byun Baekhyun as Baekhyun EXO

Kim Junmyeon as Suho EXO

Do Kyungsoo as D.O EXO

Kim Jongdae as Chen EXO

Kim Minseok as Xiumin EXO

Zhang Yixing as Lay

Huang Zi Tao as Tao EXO

Luhan as Luhan 

 

Genre: Romance, Slight Angst, OC.

A/N: This story really fresh from oven (read:my brain). All of cast belong to God.

Disclaimer: This story just a fiction. Poster made by me. Already posted here

Please do not plagiarize

Previous chapter: prologue l 1st l 2nd l 3rd l 4th l 5th

Chapter 6

“Mengapa Tuhan mempertemukan kita dengan cara seperti ini?”

Sudah dua minggu Anna berada di Korea. Selama dua minggu itu Anna disibukkan dengan kegiatan yang sudah terjadwalkan oleh manajer Cha. Hari berlalu cepat, percaya tidak percaya lusa Anna akan memulai proyek majalah Nylon dimana dirinya akan berpasangan dengan EXO.

“Anna, seperti yang telah diberi tahu produser Kim bahwa sesi foto untuk majalah Nylon akan dilaksanakan dalam waktu dekat, kita akan mengambil sesi foto pertama kali di Amerika, beruntungnya dekat  dengan rumah orang tua mu, di New York. Jadi baik aku dan manajer Kim telah sepakat dan telah mengatur ulang jadwal mu dengan jadwal EXO bahwa lusa kita akan berangkat langsung dari Bandara Internasional Incheon langsung ke Bandara Internasional John F. Kennedy. Jadi untuk jadwal mu yang besok sengaja aku kosongkan dan kau bisa beristirahat sekaligus berkemas untuk lusa,” manajer Cha mencoba menjelaskan jadwal Anna secara rinci yang telah dia susun ulang.

“Baiklah manajer Cha, kau tidak ke apartemen ku hari ini?”

“Tidak, aku ingin melepas rindu dengan keponakan ku sebelum aku meninggalkannya, lagi pula kebanyakan baju ku ada di rumah kakak ku, jadi malam ini aku tidak menginap di apartemen. Kau tidak apa-apa kan?” tanya manajer Cha. Mobil yang mengantar Anna pun sampai di depan apartemen.

“Tidak apa-apa manajer Cha, kalau begitu sampai bertemu lusa,” pamit Anna sebelum keluar dari mobil.

“Oke, sampai bertemu besok,” ucap manajer Cha.

***

Malam yang tenang dimana orang-orang seharusnya bisa beristirahat, Anna pada malam itu malah tidak bisa memejamkan matanya. Anna sendiri tidak tahu kenapa dirinya bisa terjaga. Tentunya Anna yang terjaga bukan karena dirinya sibuk bermain dengan ponsel. Anna yang tidak bisa tidur hanya bisa menatap langit kamarnya. Anna menghela napasnya berat sebelum mencoba memejamkan matanya. Mata Anna yang mulai terpejam pun mau tidak mau kembali membuka matanya saat mendengar panggilan masuk.

‘Kris’

Dengan malas Anna mengangkat panggilan masuk dari Kris. “Halo Kris?” ucap Anna membuka pembicaraan via telepon itu.

“Hai Anna, maaf dua hari ini aku tidak menghubungimu, karena dua hari ini aku sangat sibuk dengan syuting, dan aku—“

“Tidak apa-apa Kris, tidak usah basa-basi, ini bukan seperti dirimu benar-benar kekasih ku, bukan?” balas Anna yang lelah mendengar meminta maaf semenja Kris sibuk dengan proyek film barunya. Anna tentunya bukan marah dengan Kris yang sibuk dan tidak sempat menghubunginya, hanya saja Anna tidak ingin perasaan Kris berlarut dengan dirinya.

Telinga Kris seolah terbiasa mendengar Anna berkata seperti itu hanya bisa tertawa kecil. Kris menjauhkan telepon genggamnya lalu meminta panggilan video. Anna yang melihat Kris meminta panggilan video melenguh kesal sebelum menjawab panggilan video Kris.

“Hai Kris, karena aku lelah menolakmu makanya aku dengan senang hati mengangkat panggilan video mu, dan kau bisa lihat sendiri wajah ku yang sangat kacau karena kelelahan,” Anna memainkan kamera depan ponselnya sesekali menunjukan pipinya, hidungnya dan keningnya. Anna yang terlihat narsis, Kris hanya mengeluarkan tawanya.

“Bukannya aku sudah memberitahu mu bahwa ada versi mu lebih buruk di banding sekarang,” goda Kris. “Benarkah Kris, kapan aku terlihat jelek? Aku tidak pernah menyangka kalau aku pernah jelek, Kris kenapa kau baru memberitahu ku sekarang?!” tanya Anna dengan wajahnya yang terlihat kesal. Melihat Anna yang mulai cerewet, Kris hanya bisa tertawa. Kris sangat merindukan dirinya berada disamping gadis itu. “Hey nona Choi, aku hanya bercanda, kau selalu terlihat cantik di mataku dan—“

“Kris aku mengantuk mendengar mu berbicara seperti itu,” Anna memotong pembicaraan Kris sembari menguap. Kris terlihat sangat kesal mendengar jawaban Anna. Melihat Kris kesal bagi Anna adalah suatu hiburan.

“Jika aku disana, aku akan menggelitiki pinggang mu hingga mati rasa,” ucap Kris mengancam yang dibalas Anna dengan tertawa. “Makanya kunjungi aku disini, kesiniah,” balas Anna.

“Aku akan kesana jika kau mengatakan kalau kau merindukan—“

“Aku merindukan mu Kris,” Anna memotong pembicaraan Kris. Mendengar Anna yang merindukan dirinya, Kris terdiam. “Baiklah aku akan pesan tiket penerbangan ke Korea lusa,” ucap Kris dengan nada dan raut wajah yang serius.

“Kris, jangan! Aku hanya bercanda! Benar jika aku merindukan mu tetapi aku tidak ingin kau ke Korea sungguhan Jangan rusak jadwalmu hanya karena kau ingin menemui ku, lupakanlah permintaan aku tadi, serius,” Anna menahan Kris agar Kris agar tidak menemuinya di Korea.

“Aku bukan ke Korea hari ini, sayang. Aku akan kesana lusa, masih dua hari lagi. Aku bisa lusa karena syuting ku selesai besok. Jadi aku akan—“

“Dua hari lagi aku juga tidak berada di Korea,” ucap Anna memotong pembicaraan Kris. “Jika tidak di Korea, lalu kau akan kemana?” tanya Kris penasaran.

“Aku akan ke New York untuk sesi foto majalah Nylon,” jawab Anna singkat. “Sesi foto? Dengan majalah Nylon? Berarti kau akan pergi ke New York bersama EXO?” tanya Kris yang semakin penasaran.

“Iya Kris, aku akan ke New York untuk sesi foto bersama mereka—“

“Sampai kapan?” Kris memotong pembicaraan Anna.

“Aku sendiri tidak tahu sampai kapan, yang aku tahu lusa aku akan ke New York untuk memulai proyek itu, kenapa Kris?” Anna kembali bertanya dengan Kris. Anna cemas melihat ekspresi wajah Kris yang mulai berubah.

“Tidak apa-apa. Anna, aku rasa aku harus beristirahat sekarang, kau juga, selamat malam,” pamit Kris sebelum memutuskan panggilan.

Tidak ingin pusing dengan sikap Kris, Anna pun kembali mencoba memejamkan matanya. Tidak tahu berapa lama hingga Anna benar-benar lenyap di dunia mimpinya.

***

Esok harinya Anna kembali terbangun oleh panggilan masuk. Kali ini panggilan masuk datang dari manajer Cha. Anna pun langsung mengangkat panggilan masuk tersebut.

“Ada apa manajer Cha?” tanya Anna. “Aku sedang berada di dekat apartemen mu karena aku harus membeli sesuatu dan jika kau mau titip sesuatu akan ku belikan,” tawar manajer Cha. Anna mencerna ucapan perkataan manajer Cha lalu berpikir apa yang dia inginkan. Tatapan Anna jatuh di jam dinding, melihat masih pukul sembilan pagi, Anna meminta manajer Cha untuk membelikannya sarapan.

“Belikan saja aku sarapan, terima kasih manajer Cha, sembari menunggu mu aku akan mandi, jika aku tidak membukakan mu pintu, kau tahu sendiri kan kode masuk apartemen ku, dan juga aku titip kau mengambil beberapa surat yang ada di kotak surat ku. Terima kasih dan sampai jumpa manajer Cha,” ucap Anna sebelum memutuskan panggilan dengan manajer Cha.

***

Anna yang selesai mandi melihat manajer Cha duduk di ruang tengah.

“Kau membelikan aku apa untuk sarapan ku?” tanya Anna sembari melihat isi barang bawaan manajer Cha. “Ini aku membeli mu bubur di tempat biasa, dan ini beberapa surat mu yang ku ambil dari kotak surat tadi,” manajer Cha memberikan surat yang dia ambil tadi.

“Terima kasih manajer Cha, tapi kenapa kau bisa berada di sekitar apartemen?” tanya Anna penasaran.

“Aku hanya ada keperluan membeli bubur ini untuk kakak ku dan menemui manajer Kim,” balas manajer Cha sembari menutup mulutnya dengan tangan kirinya yang kosong.

“Kau? Menemui manajer Kim? Untuk apa? Jangan bilang…” Anna menggoda manajer Cha yang terlihat malu.

“Bukan seperti itu Anna Choi! Kita hanya mencocokan kembali jadwal mu dengan EXO. Bukan apa-apa, jadi jangan berpikir yang macam-macam ya,” protes manajer Cha.

“Lalu kau janjian dengan manajer Kim disini?” tanya Anna kembali.

“Tidak, dia memang tinggal disebelah blok apartemen mu,” mulut manajer Cha kembali dia bungkam. Memang manajer Cha kalau sedang gugup dia bisa terlihat jujur. “Ah! Sudahlah! Aku akan kembali ke rumah kakak ku sekarang juga, sampai bertemu besok!” pamit manajer Cha sebelum keluar dari pintu apartemen Anna.

“Baiklah manajer Cha, hati-hati dijalan!” teriak Anna yang terlihat senang setelah mengerjai manajer Cha.

Anna teringat sesuatu ketika manajer Cha bilang kalau manajer Kim tinggal di sebelah blok apartemennya. Anna yang masih tidak mengerti dengan perkataan manajer Cha pun langsung mengambil ponselnya dan menghubungi manajer Cha.

“Manajer Cha, kau bilang manajer Kim tinggal disebelah blok apartemen ku, apa ini berarti EXO juga tinggal disebelah blok?” Anna langsung bertanya saat manajer Cha langsung menjawab panggilan darinya.

“Tidak, dia tinggal disana sendiri, meskipun terkadang dia menginap di apartemen EXO, kenapa?” manajer Cha kembali bertanya.

Anna menghela napasnya yang berat. Mendengar ucapan manajer Cha, Anna merasa sangat lega. “Tidak, bukan apa-apa, hanya..” ucapan Anna terpotong karena dia sendiri tidak tahu mau berbicara apa.

“Hanya apa, Anna?” manajer Cha bertanya karena semakin penasaran dengan jawaban Anna yang menggantung.

“Bukan apa-apa, hanya saja kau terlihat lebih akrab dari yang ku kira dengan manajer Cha,” Anna menggoda manajer Cha lagi sebelum memutuskan panggilan.

***

Setelah selesai dengan sarapannya, Anna berniat membuka isi surat yang diberikan manajer Cha tadi. Sebagian surat yang tidak terlalu penting Anna dipisahkan dengan beberapa surat yang penting. Tatapan Anna jatuh kepada satu amplop besar yang terlihat berisi note kecil. Melihat pengirim amplop besar itu adalah dari ibunya, Anna langsung membuka dokumen itu.

Ternyata benar kalau amplop besar itu berisi buku note kecil. Lalu dibelakang note itu terselip surat dari ibunya.

“Anna, ibu tidak tahu kenapa note ini bisa ada dengan ibu, atau mungkin saja ibu yang salah taruh, ibu bukannya merasa sedih dengan note ini, hanya saja ibu merasa jika dirimu ingin membacanya atau mengembalikan buku ini jika kau mempunyai jadwal di New York lagi, maka bawalah note kecil ini dan letakkan kembalikan ke kamar Ariel. Ibu dan ayah selalu mendoakan kesehatan mu ya nak. Jika ada apa-apa teleponlah kami.”

Selesai membaca pesan singkat ibu nya tatapan Anna kembali terjatuh pada note kecil yang berada di tangannya. Tentu saja mau tidak mau Anna kembali teringat dengan Ariel. Namun kali ini Anna tidak ingin berlarut dalam kesedihan untuk saat ini. Anna pun menyimpan note kecil itu. Mengingat hari ini Anna tidak memiliki jadwal dan teringat Ariel, Anna berniat untuk mengunjungi makam Ariel sebelum dirinya terbang ke New York.

Anna pun langsung bangkit dari ruang keluarga dan pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap pergi ke makam Ariel.

***

Chanyeol yang baru saja selesai dengan acara radionya berniat mengunjungi manajer Kim yang kini berada di apartemennya. Memang diantara dengan member lain, Chanyeol lah yang paling banyak memiliki jadwal on air mau pun off air. Berbeda dengan Kyungsoo yang memiliki jadwal sibuk lainnya, tetapi lebih sibuk pada syuting. Chanyeol yang sampai di apartemen manajer Kim langsung menekan tombol berharap manajer Kim langsung membukakan pintu. Chanyeol langsung mengambil ponsel dan menghubungi manajer Kim melihat tidak ada respon dari pintu apartemen manajer Kim.

“Manajer Kim, kau dimana? Aku di depan pintu apartemen mu dan telah menekan tombol berkali-kali, tetapi tidak ada respon,” Chanyeol berbicara terdengar sedikit kesal.

“Aku sedang berada di kafe dekat apartemen ku, mau aku susuli atau—“

“Aku akan menyusul mu kesana,” ucap Chanyeol lalu memutuskan panggilan dan berlalu menuju kafe yang dimaksud manajer Kim.

***

Anna yang sudah mengenakan gaun hitam pun siap untuk pergi ke makam adiknya. Anna menyisir rambutnya yang hitam legam sebelum meninggalkan kamarnya. Setela mengambil kunci mobil yang berada di ruang tengah, Anna melanjutkan langkahnya keluar apartemen. Anna berniat membeli minum sebelum ke makam Ariel pun memberhentikan mobilnya di basement bangunan yang terletak di sebelah apartemennya. Anna pun berjalan ke kafe untuk membeli minum menemui manajer Kim yang baru saja akan keluar dari kafe.

“Hai Anna, sedang apa kau disini?” tanya manajer Kim. “Iya, aku disini untuk membeli green tea, manajer Kim sendiri?” Anna kembali bertanya.

“Aku tadinya sendiri untuk membeli Americano dan menunggu seseorang namun sepertinya orang itu lupa dengan jalan ke kafe ini dan baterai hp ku habis, makanya aku tergesa-gesa keluar, sampai bertemu nanti ya Anna,” jelas manajer Kim. “Baiklah manajer Kim sampai bertemu lagi, tetapi tunggu dulu, kau ada janji dengan manajer Cha? Jika iya, aku akan membantu mu—“

“Tidak, aku tidak punya janji dengan manajer Cha, aku pergi dulu ya,” manajer Kim berlalu meninggalkan Anna, tentunya manajer Kim bingung dengan apa yang baru saja Anna ucapkan tadi.

***

Chanyeol lupa dimana kafe yang dimaksud oleh manajer Kim pun bingung karena dia merasa telah memutari daerah apartemen untuk kesekian kalinya. Tentu saja Chanyeol berlari dengan menutupi wajahnya agar tidak ada yang mengenali dirinya. Chanyeol yang lelah dengan berlari dan menutupi wajahnya pun menyerah. Chanyeol pun mengambil ponselnya berniat menghubungi manajer Kim, namun hanya operator yang menjawab panggilan Chanyeol. Berkali-kali Chanyeol menghubungi manajer Cha, namun tetap saja operator yang menjawabnya. Chanyeol yang sibuk dengan ponselnya tidak sadar bahwa wajahnya kini tidak memakai masker.

“CHANYEOL OPPA! ITU CHANYEOL OPPA!!!” teriak sekelompok gadis dari kejauhan. Chanyeol yang merasa horor meliha sekelompok gadis itu pun berlari. Tentu saja Chanyeol berlari untuk menghindari mereka. Chanyeol yang berlari kencang pun menemukan jalan menuju basemen dan menyembunyikan dirinya di mobil entah siapa pemilik mobil itu.

***

Selesai membeli green tea, Anna pun langsung kembali ke menuju basemen untuk melanjutkan perjalanannya ke makam Ariel. Anna melihat seorang seperti sedang main petak umpat disamping pintu masuk mobilnya. Anna mendekati seseorang itu lalu memegang pundak orang tersebut.

“OH KAMCHAGIYA!” teriak Chanyeol ketika sadar ada seseorang yang memegang pundaknya. Chanyeol pun membalik badannya dan melihat siapa yang mengejutkan dirinya barusan.

“Kau?!” ucap Chanyeol dan Anna secara bergantian.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Chanyeol. “Aku? Tentu saja aku ingin pergi dengan mobil ku, kau bermaint petak umpat disamping mobil ku,” balas Anna.

“Oh jadi ini mobil mu, baiklah…” ucap Chanyeol menggantung lalu tersenyum. Anna dapat melihat ada sesuatu dibalik senyum Chanyeol.

“Tadi diperjalanan, ada sekelompok gadis yang mengejar ku, aku berniat menemui manajer Kim, tetapi—“

“Oh baiklah, terserah kau berbicara apa, bisa kah kau minggir? Karena aku ingin melanjutkan perjalanan ku dan—“

“Biarkan aku ikut dengan mu,” Chanyeol menawari dirinya untuk ikut dengan Anna.

“Apa?” tanya Anna bingung mendengar Chanyeol yang meminta ikut dengan dirinya.

Kya chapter 6 akhirnya lahir. Semoga kalian suka ya. Terimakasih sudah baca dan komentar ❤

Buat siders, semoga kalian juga suka dan berniat meninggalkan jejak kalian agar penat author hilang ❤

Yang masih penasaran sama apa yang bakal terjadi sama Anna-Chanyeol, silahkan komentarnya sist, karena aku nulis ini benar-benar apa yang ada di otak aku, bukan draft lama yang tersimpan.

I think that is all for today. Double chapter sama Young Gi-Chanyeol kan hehe. See you! Xoxo~~~

ps: I SAW CHANYEOL WITH SEOJUN ON RETURN OF SUPERMAN, OH MY GOD I AM SO READY TO BE MOTHER OF MY FUTURE CHILD WITH CHANYEOLLIE *excuse my craziness guys*

Iklan

15 pemikiran pada “HURT (CHAPTER 6)

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s