HURT (CHAPTER 8)

IMG_1216

Title: Hurt

Cast:

Anna Choi (Choi Ji Eun) as OC

Park Chanyeol as EXO Chanyeol

Kim Jongin as EXO Kai

Wu Yi Fan as Kris

Other Cast:

Ariel Choi (Choi Eun Ri) as Anna Choi Sister

Oh Sehun as Sehun EXO

Byun Baekhyun as Baekhyun EXO

Kim Junmyeon as Suho EXO

Do Kyungsoo as D.O EXO

Kim Jongdae as Chen EXO

Kim Minseok as Xiumin EXO

Zhang Yixing as Lay

Huang Zi Tao as Tao EXO

Luhan as Luhan 

 

Genre: Romance, Slight Angst, OC.

A/N: This story really fresh from oven (read:my brain). All of cast belong to God.

Disclaimer: This story just a fiction. Poster made by me. Already posted here

Please do not plagiarize

Previous chapter: prologue l 1st l 2nd l 3rd l 4th l 5th l 6th l 7th

Sebelumnya:

“Ada apa sih?” tanya Chanyeol. “Hyung liat saja sendiri,” Kai berlalu membiarkan Chanyeol agar bebas melihat tablet yang ada di tangan Tao.

‘Kumpulan berita mengenai hubungan Anna Choi dan aktor Wu Yi Fan’

Chanyeol ternganga dalam waktu yang lama melihat artikel yang keluar.

‘Apa? Anna dan Kris hyung berpacaran? Apa yang sebenarnya terjadi?’ batin Chanyeol tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.

Chapter 8

Kebetulan yang mengantarmu kepada ku, dan aku sangat beruntung akan itu

Chanyeol terdiam dan membeku di tempat saat melihat kalimat yang tertera pada tablet Tao, tentu saja dirinya percaya tidak percaya dengan berita yang baru saja dia lihat itu.

‘Apa? Anna dan Kris hyung berpacaran? Apa yang sebenarnya terjadi?’ batin Chanyeol tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.

Chen yang melihat Chanyeol membeku di tempatnya itu pun heran, dengan sengaja Chen menepuk pelan pundak Chanyeol, “Ya Chanyeol! Kau kenapa terdiam begitu? Apa kau juga terkejut melihat calon pasangan mu di sesi foto itu adalah kekasih Kris hyung?” Chen tertawa kemudia berlalu meninggalkan Chanyeol yang masih terdiam.

Chanyeol yang mulai sadar dari lamunannya itu langsung duduk di sebelah Tao dan meraih tablet Tao lalu menyibukkan dirinya dengan tablet Tao.

“Hyung, aku belum selesai membaca berita itu,” teriak Tao saat Chanyeol berhasil meraih tablet miliknya itu. Chanyeol sendiri tidak menghiraukan omongan Tao tetap membaca berita terkait mengenai Anna dan Kris.

“Film ‘School Abroad: China, I am coming!’ telah dirilis”

“Melakukan promosi film bersama, aktor Wu Yi Fan dan aktris Anna Choi semakin dekat?”

“Terlihat aktor Wu Yi Fan bergandeng tangan dengan aktris Anna Choi menguatkan berita bahwa mereka memiliki hubungan yang spesial”

“Promosi Film ‘School Abroad: China, I am coming!’ masih berlangsung, Wu Yi Fan dengan Anna Choi cinta lokasi?”

“Anna Choi mengunjungi Indonesia dalam rangka membesuk ibu nya yang sakit, Wu Yi Fan mengunjungi Indonesia untuk menemani sang kekasih?”

“Berikut ini foto makan malam romantis Anna Choi dengan Wu Yi Fan di Bulgari Hotel dan Resort”

Chanyeol menjatuhkan tablet Tao di kursi setelah selesai membaca berita terkait mengenai Anna dan Kris. Tao yang melihat Chanyeol selesai membaca berita tersebut pun langsung mengambil kembali tabletnya untuk melanjutkan membaca. Chanyeol terlihat membeku lagi setelah selesai membaca berita tentang Anna dan Kris. Tao yang melihat Chanyeol pun heran kenapa hyung nya itu bisa termenung seperti itu.

“Hyung, kau seperti percaya tidak percaya dengan berita itu? Apa kau cemburu? Aku kira kau tidak peduli dengan gadis yang akan menjadi pasangan mu di sesi foto nanti?” Tao sengaja menggoda Chanyeol yang terdiam.

“Cemburu apanya? Hanya saja aku tidak menyangka kalau dia ada sangkut paut nya dengan Kris hyung, ah sudah lah aku malas mendengar mu mengoceh. Kenapa hari ini sangat panas ya? Apa pendingin ruangan mati? Atau suhu pendingin ruangan yang terlalu tinggi? Kenapa aku haus begini,” Chanyeol meracau tidak jelas saat mendengar Tao mencoba menggodanya dengan alibi cemburu. Chanyeol pun berlalu ke dapur, mengambil gelas dan air dingin dari kulkas lalu meminumnya. Air dingin yang memasuki tenggorokan Chanyeol pun langsung melegakan Chanyeol yang merasa panik sesaat.

“Chanyeol kau tidak akan berkemas-kemas untuk besok?” Baekhyun yang ke dapur untuk mengambil stroberi di kulkas mengingatkan teman sekamarnya itu untuk berkemas.

“Ah! Benar! Aku akan berkemas sekarang,” Chanyeol berlalu meninggalkan Baekhyun yang masih sibuk dengan stroberinya.

Langkah Chanyeol sampai di kamarnya dan menemukan Kai sedang tiduran di kasur Baekhyun. Chanyeol tidak menghiraukan kehadiran Kai langsung mengambil koper, baju-baju dan semua peralatan yang akan dia butuhkan di New York nantinya.

Kai yang melihat Chanyeol masuk ke kamar juga tidak terlalu menghiraukan hyung nya itu dan tetap menyibukkan dirinya dengan ponsel. Chanyeol yang selesai memasukkan baju-bajunya ke dalam koper pun berlalu untuk mengambil peralatan lainnya. Melihat Kai yang sedang serius melihat ponselnya pun mengundang keheranan Chanyeol.

“Kai-ya, kau terlalu serius dengan ponsel mu itu, video porno? Lagi?” Chanyeol tidak tahan menggoda Kai yang terlihat sibuk dengan ponselnya.

“Apa-apaan hyung ini selalu menggoda ku dengan video porno. Lagi? Memangnya kau melihat ku menonton itu untuk hari ini? Dan jangan berbicara seolah-olah kau tidak suka atau tidak pernah, kau masih normal, bukannya hyung?” Kai membela diri saat Chanyeol menggoadanya.

“Maaf Kai, dan tidak usah bawa perasaan seperti itu, tetapi aku sungguh heran kau terlihat sangat serius menatap ponselmu itu,” ujar Chanyeol yang masih sibuk memasukkan barang-barangnya ke koper.

“Aku hanya melihat berita mengenai Anna Choi dan Kris hyung,” balas Kai masih sibuk dengan ponselnya.

“Itu lagi, apa kalian tidak lelah membahas gadis itu,” Chanyeol mulai lelah mendengar member lain membicarakan Anna Choi.

“Hyung, kau benar-benar tidak peduli dengan gadis itu? Sama sekali? Yah, aku heran denganmu. Bagaimana dirimu akan berpasangan dengan gadis itu nantinya, atau kau ingin aku berganti posisi dengan mu? Tetapi sayangnya tidak bisa,” Kai kembali mengeluh.

“Bukannya aku tidak peduli, hanya saja—“

“APA-APAAN INI? KENAPA BISA SEPERTI INI?” Kai terkejut melihat apa saja yang baru dia lihat di ponselnya.

“Ada apa Kai? Porno lagi?” Chanyeol kembali menggoda Kai dan tertawa kecil. “Bukan video porno hyung, tetapi video semi porno,” balas Kai masih terlihat tidak percaya dengan apa yang baru dia lihat.

“Ya kau! Kai! Jika kau benar-benar ingin menonton porno pergi sana jangan berbuat dosa di kamar ku!” Chanyeol merasa risih dengan apa yang dibicarakan Kai.

“Bukan itu hyung, tetapi ada Anna di dalam video ini, dan—“

Pembicaraan Kai terpotong saat Chanyeol bangkit dari tempatnya dan menghampiri Kai lalu merebut ponsel Kai dari tangannya. “Ya hyung—“

“Psstt, aku pinjam ponsel mu sebentar,” Chanyeol mendiamkan Kai sebelum dia mengomel terlalu jauh. Mata Chanyeol kembali sibuk dengan ponsel Kai. Ternyata Kai tidak berbohong kalau dia sedang menonton semi porno. Dia melihat video kiss scene Anna dengan Kris.

Di video itu Anna terlihat menangis mengetahui kalau hari itu adalah hari terakhirnya di Cina dan harus meninggalkan Kris. Terlihat Anna tidak tahan menahan kesedihannya saat dia harus kembali ke Amerika karena dia telah menyelesaikan studi ke Cina selama satu semester itu. Kris mau tidak mau harus melepas Anna karena dirinya tidak bisa ikut dengan Anna karena dia masih memiliki beberapa urusan di Cina dan tentunya tidak mudah bagi Kris ikut dengan Anna. Kris pun meminta Anna menunggunya apapun yang akan terjadi setelah mereka berpisah. Anna yang sangat sayang dengan Kris itu pun setuju. Melihat Anna menuruti kemauan Kris, dirinya pun tidak bisa menahan dirinya untuk memiliki Anna. Sosok Kris mendekati Anna, kedua tangan Kris menangkup pipi Anna dan mata Kris menatap mata Anna lembut. Kris sungguh tidak ingin kehilangan Anna pun mencium bibir Anna pelan, Kris dengan segala keegoisannya dengan Anna pun memilih untuk menjadikan Anna adalah milik Kris seutuhnya. Dengan perlahan Kris menjatuhkan Anna di atas kasur lalu mencium dalam Anna. Anna sendiri mengabulkan keegoisan Kris. Tanpa ragu Anna mengalungkan tangannya ke leher Kris. Sebelah tangan Anna meremas pelan rambut Kris untuk memperdalam ciumannya dan memberi tahu Kris dengan sengaja bahwa dirinya juga menginginkan Kris sebelum dirinya kembali ke Amerika. Kris yang merasakan respon yang bagus dari Anna pun memindahkan tangannya sebelah untuk membuka kancing baju Anna, dan sebelah tangan Kris menahan dirinya agar tidak menindih Anna. Kris membuka dua kancing teratas baju Anna dan adegan mereka pun berakhir.

Setidaknya itu lah ringkasan singkat yang Chanyeol lihat dari video kiss scene antara Anna dengan Kris. Chanyeol kembali terdiam setelah melihat video itu.

“Ya! Apa-apaan ini?! Hanya itu?” Kai tidak percaya adegan itu berjalan begitu cepat. Chanyeol kembali ke alam sadarnya saat Kai berteriak tepat disebelah telinganya.

“Ya! Jika kau ingin nonton video porno pergilah ke kamar mu,” Chanyeol terdengar sangat kesal setelah melihat video Anna dengan Kris. “Hyung, jangan berlebihan seperti itu, tapi aku senang melihat adegan mereka hanya sebatas itu, hyung aku ke kamar dulu, aku ingin terlihat tampan di depan Anna Choi besoknya,” Kai berlalu meninggalkan Chanyeol yang kembali menyibukkan dirinya dengan koper.

Chanyeol merebahkan badannya setelah selesai mengemas barang-barangnya untuk ke New York besok. Chanyeol berniat untuk tidur lebih awal hari itu tidak bisa menutup matanya. Pikiran Chanyeol ntah melayang kemana. Dia kembali membayangkan adegan Kris dan Anna tadi, percaya tidak percaya dengan adegan yang dilakukan oleh gadis yang dia temani sehari tadi.

‘Kenapa harus ada adegan seperti itu? Kenapa harus Kris hyung? Kenapa aku sangat iri dan ingin berada di posisi Kris hyung? Dan kenapa aku harus peduli dengan gadis itu dan semua yang aku dengar dan aku lihat hari ini? Membingungkan!’ batin Chanyeol. Tidak ingin larut dengan apa yang terjadi hari ini pun Chanyeol mengepalkan kedua tangannya dan berdoa agar dia bisa tertidur pulas tanpa pikiran yang mengganggunya.

***

Kai yang tidak bisa tidur lebih awal malam itu menjatuhkan dirinya disebelah Sehun dan Tao yang terlihat sibuk dengan ponsel mereka. Kai melenguh berat lalu mengambil makanan kecil yang ada di ruang tengah. Sehun penasaran melihat Kai bertingkah aneh.

“Kai kau kenapa? Seperti lesu? Tidak biasanya kau makan malam begini?” Sehun penasaran melihat teman sebayanya itu.

“Aku merasa lelah hari ini padahal kita tidak memiliki kegiatan apapun hari ini,” Kai kembali melenguh lalu menyandarkan dirinya di kursi.

“Kenapa? Apa ada hubungannya dengan Anna Choi? Kau begitu kagum dengannya?” ujar Sehun tahu alasan kenapa Kai bisa lesu seperti itu.

“Jangan sok tahu, tetapi kenapa kau bisa berbicara seperti itu? Kenapa kau mengira aku bisa seperti ini karena gadis itu?” Kai heran dengan kalimat yang dia dengar dari Sehun.

“Mungkin aku bodoh, tetapi aku tidak begitu idiot untuk tidak mengetahui bahwa dirimu sangat menyukai gadis itu. Kau mendapatkan gambar gadis itu di internet dan selalu melihat foto gadis itu. Bahkan telinga ku sudah bosan dengan dirimu yang selalu memuji gadisi itu,” Sehun menjelaskan Kai alasan kenapa dia bisa berbicara seperti itu.

“Benar sekali, kau sangat benar! Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa begitu kagum dengan seorang Anna Choi, tetapi saat melihat gadis itu, aku merasa bahwa aku pernah melihat dirinya sebelum, ntah dimana, aku merasa Anna adalah seseorang dari masa lalu ku,” ujar Kai.

“Benar, aku sudah mendengar itu untuk keseribu kalinya,” ucap Sehun masih sibuk dengan ponselnya.

“Hanya saja aku tadi tidak percaya melihat gadis itu berciuman dengan Kris hyung,” Kai masih tidak bisa melupakan adegan yang dia lihat tadi.

“Benar—, BENARKAH? DIMANA?!” Sehun tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnnya.

“Ah sudahlah! Cari saja sendiri. Aku akan beristirahat saja, kalian beristirahat juga lah,” Kai berlalu meninggalkan Sehun dan Tao.

“Baiklah,” jawab Sehun dan Tao secara bergantian.

***

Anna yang selesai dengan belanja melanjutkan perjalanannya kembali ke apartemen. Sampai di apartemen, Anna langsung mengemasi pakaian dan beberapa barang yang akan dia perlukan di New York nanti. Anna tidak membawa baju banyak karena dia berniat untuk menetap di rumah nya saat di New York nanti, meskipun beberapa hari dia akan menginap di hotel.

Selesai berkemas Anna berjalan ke dapur untuk mengambil makanan ringan lalu kembali duduk di ruang tengah. Di ruang tengah mata Anna kembali menangkap buku yang dikirim ibunya tadi. Buku itu terlihat seperti note namun ukurannya sebesar buku diary. Anna mengambil buku itu dan berniat untuk membaca isinya, namun Anna kembali mengurungkan niatnya. Anna memang tidak ingin dirinya larut dalam sedih mengingat dia besok akan pergi ke New York. Note itu kembali dijatuhkan Anna di atas meja dan Anna kembali berjalan ke kamar untuk beristirahat.

Di atas kasur, Anna susah memejamkan matanya. Dirinya kembali mengingat saat dia pergi ke makam bersama Chanyeol, dia mengingat saat Chanyeol mengelus pelan pipinya, dia mengingat saat Chanyeol memberinya bunga untuk makam adiknya, Anna juga mengingat saat lelaki itu tersenyum bahagia dan menawari dirinya untuk menemani Anna berbelanja. Anna yang tahu bahwa perasaannya berlarut dengan lelaki itu pun hanya menggeleng kepalanya. Dengan mengepalkan kedua tangannya Anna berdoa, berharap dia bisa tidur pulas tanpa pikiran yang akan menganggunya.

***

EXO dan manajer Kim datang terlebih dahulu di banding Anna dan manajer Cha. Setelah selesai dengan urusan imigrasi, mereka memasuki terminal bandara dan disambut dengan kehadiran produser Kim dan tim dari majalah Nylon yang ternyata sudah tiba duluan di banding mereka.

“Selamat datang kalian semua dan manajer Kim, ngomong-ngomong manajer Cha belum sampai?” tanya produser Kim.

“Belum, mungkin sebentar lagi, apa perlu saya menghubungi manajer Cha lagi?” manajer Kim menawarkan bantuan untuk menghubungi manajer Cha.

“Bagus sekali, tolong dihubungi ya manajer Cha, kalian duduklah sebentar sebelum memasuki pesawat sekitar 45 menit lagi,” produser Kim berlalu kembali dengan tim majalah Nylon untuk membicarakan hal-hal yang kurang untuk sesi foto.

“Baiklah,” jawab semua member EXO dan manajer Kim bersamaan.

Manajer Kim langsung menelpon manajer Cha, “Cha Hye Ri, bukan, maksud ku manajer Cha, kau dimana sekarang?” manajer Kim menelepon manajer Cha untuk menanyakan kebaradaan manajer Cha dan Anna.

Chanyeol yang melihat manajer Kim menelepon manajer Cha terlihat seperti teman lama pun heran.

‘Apa-apaan ini? Kenapa manajer Kim berbicara dengan manajer Cha tidak menggunakan bahasa formal? Apa terjadi sesuatu diantara mereka?’ batin Chanyeol yang penasaran apa yag terjadi diantara manajer Kim dengan manajer Cha.

***

Pagi itu Anna terbangun karena manajer Cha yang membangunkannya. Anna sendiri heran kenapa dirinya bisa bangun telat.

“Kau kenapa bisa terlambat bangun? Bukannya kau beristirahat seharian kemarin, tapi—“

“Aku mandi dulu manajer Cha,” Anna berlalu meninggalkan manajer Cha yang belum selesai memberi Anna ceramah pagi.

Anna yang selesai pun langsung menarik manajer Cha keluar dari apartemennya. Sampai di lift Anna merasa ada yang tinggal, Anna kembali berlari ke apartemennya.

“Ya! Anna kau kemana—“

Anna berlari kencang ke pintu apartemen lalu membuka apartemennya. Anna langsung berlari ke ruang tengah dan mengambil buku kecil yang dititip ibunya kemarin untuk dikembalikan ke kamar Ariel.

“Aku hanya mengambil ini,” ucap Anna mendekati manajer Cha.

“Aku kira ada apa, ayo kita pergi, mereka semua sudah bandara,” manajer Cha menarik Anna agar berjalan lebih cepat. Manajer Cha melepaskan tangan Anna saat ada telepon masuk,

“Halo, iya manajer Kim, kita sudah menuju bandara, ditunggu ya,” ucap manajer Cha dalam sambungan. Anna mendengar manajer Cha berbicara dengan manajer Kim pun heran.

‘Apa yang terjadi antara manajer Kim dan manajer Cha? Kenapa mereka terdengar sangat akrab sekali?’ batin Anna.

***

Anna dan manajer Kim sampai di bandara dan langsung berlari ke dalam bandara untuk check in dan mengurus urusan imigrasi. Beruntung sekali imigrasi tidak terlalu ramai hingga tidak ada yang menyusahkan langkah mereka. Hingga berada di terminal Anna hanya melihat produser Kim, tim dari majalah Nylon, manajer Kim dan tentunya EXO. Melihat kehadiran Anna, produser Kim langsung menyambut Anna dan meminta seluruh tim untuk berkumpul.

“Baiklah, disini saya akan menjelaskan kenapa terminal ini hanya berisi saya, tim saya dan tim Nylon, manajer Kim dengan EXO dan manajer Cha dengan Anna. Jadi dari tim Nylon Amerika sendiri menyediakan fasilitas agar penerbangan selama 20 jam dari Korea ke Amerika hanya memiliki 1 transit dengan waktu transit yang singkat. Kita semua akan naik US Airlines yang sudah dipesan Amerika. Untuk tempat duduk sendiri mereka sudah mendatanya dari server. Jadi kalian mohon duduk di bangku yang sudah ditentukan di tiket. 10 menit lagi kita akan memasuki pesawat. Sebelum kita terpisah di pesawat saya hanya berpesan semoga hingga Amerika kita selamat dan kita semua akan bekerja dengan baik. Terima kasih,” produser Kim selesai menjelaskan secara detail sebelum mereka berangkat.

‘Kepada seluruh penumpang US Airlines dengan kode penerbangan US789 dipersilahakan untuk memasuki pesawat melalu gate 2’

Semua yang berada di terminal langsung bergegas untuk memasuki pesawat. Satu persatu sudah memasuki pesawat termasuk Anna. 6B adalah dimana tempat Anna duduk. Pandangan Anna mencari dimana seat 6B. Mengingat seat 6B Anna terlihat murung karena berarti dia tidak berada di tepi jendela. Langkah Anna sampai di tempat duduk barisan 6 dan Anna cukup terkejut melihat siapa yang ada di seat 6A.

‘Kenapa harus lelaki itu yang duduk di sebelah ku, kenapa harus Park Chanyeol yang duduk disebelah ku, kebetulan macam apa yang terjadi?’ batin Anna tidak percaya dan mau tidak mau dia menjatuhkan dirinya disebelah Chanyeol.

***

Chanyeol yang senang mendapat bangku 6A karena dia tahu kalau dia duduk di dekat jendela pesawat. Chanyeol pun bertanya-tanya siapa yang akan duduk disebelahnya. Dia berharap yang duduk disebelah nya adalah salah satu membernya. Tetapi melihat langkah perempuan itu berhenti di barisan bangkunya, Chanyeol terkejut.

‘Anna Choi duduk disebelah ku? Kenapa harus Anna Choi? Ini kebetulan atau apa?’ batin Chanyeol yang masih tidak percaya Anna lah yang akan menemaninya selama penerbangan.

***

Sebelum pemberitahuan lepas landa Anna sempat mencuri untuk melihat jendela pesawat. Dia sangat menginginkan duduk di tempat Chanyeol. Melihat Anna seperti itu Chanyeol tidak tega hati pun menawarkan Anna untuk bergantian tempat duduk dengannya.

“Kau ingin duduk disebelah jendela?” Chanyeol menawarkan Anna.

Anna tentunya senang mendengar Chanyeol yang ingin mengalah untuk dirinya. Anna terdiam beberapa saat sebelum menjawab “Bisakah?”

“Tentu saja,” jawab Chanyeol dengan senyum membelah di wajah nya. Tentu saja Chanyeol tidak bisa menahan dirinya untuk tersenyum saat melihat Anna yang berbinar-binar dan mendengar suara Anna yang sangat lembut. Chanyeol pun melepaskan sabuk pengamannya lalu mempersilahkan Anna duduk disebelah jendela.

“Terima kasih,” jawab Anna sembari tersenyum kecil

Melihat Anna tersenyum meskipun kecil membuat perasaan Chanyeol senang. Chanyeol tidak ingin memastikan perasaan apa itu, tetapi dirinya hanya bisa membiarkan perasaanya larut.

***

Kai melihat adegan dimana Chanyeol berganti posisi dengan Anna hanya melenguh berat. Kai yang tadinya berpikir akan duduk dengan Anna namun ternyata tidak dan kini dia terjebak dengan hyung-nya yang paling cerewet, Chen.

“Ya Kai! Pesawat akan lepas landas, pakai sabuk mu segera,” Chen menceramahi Kai sebelum pesawat lepas landas.

“Iya hyung, tidak perlu cerewet,” jawab Kai dengan murung.

‘Chanyeol hyung, kau seolah mendapatkan jackpot, kau mendapatkan peran penting saat sesi foto hingga kini kau duduk selama penerbangan dengan gadis ku, aku sungguh iri dengan mu,’ batin Kai.

***

Selama penerbangan menuju Dallas, dimana mereka akan transit sebelum sampai di New York, beberapa dari mereka tertidur karena kekenyangan setelah makan dan beberapa dari mereka ada yang masih terjaga.

Chanyeol dan Anna selama penerbangan tidak bersuara. Chanyeol sendiri merasa heran kenapa dirinya bisa diam saat bersama Anna tetapi bisa sangat berisik dengan orang lain. Anna yang merasa lelah pun tertidur dengan kepalanya menyandar ke jendela pesawat. Selama penerbangan Chanyeol sesekali mencuri pandangan untuk melihat Anna. Melihat Anna dari sisi lain Chanyeol merasa senang. Sekarang melihat Anna tertidur seolah-olah Anna memberikan kebebasan baginya untuk memandang Anna lebih lama, Chanyeol merasa lebih senang. Namun itu tidak berlangsung lama saat seseorang memukul pelan pundak Chanyeol, dan Chanyeol menerima note kecil dari manajer Cha.

‘Aku melihat Anna tertidur tadi dan jika ada turbulensi saat Anna tertidur, tolong usap punggung tangannya, jangan takut jika dia akan terbangun, Anna mudah tertidur jika punggung tangannya diusap’ Chanyeol membaca isi note dari manajer Cha.

Tentu saja note dari manajer Cha bukanlah doa, tetapi beberapa menit setelah note terjadi turbulensi yang cukup mengguncangkan.

Anna pun menegakkan kepalanya, namun matanya masih tertutup. Chanyeol yang awalnya ragu langsung memberanikan diri untuk mengambil tangan Anna dan langsung mengusap punggung tangan Anna. Melihat Anna kembali tertidur dan nyaman dengan usapan dari Chanyeol, Chanyeol membenarkan posisi tidur Anna, dengan perlahan Chanyeol menyandarkan kepala Anna di bahunya. Anna bergerak kecil namun tidak menunjukan dirinya terbangun. Chanyeol dapat merasakan Anna nyaman berada di bahunya. Begitu dengan Chanyeol. Harum sampo Anna membius Chanyeol hingga bibir Chanyeol menyentuh puncak kepala Anna.

‘Aku merasa beruntung karena kebetulan yang sangat tidak terduga ini, tidur yang tenang hingga kita sampai, Anna ku’ batin Chanyeol dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

 TBC

 Chapter 8 lebih panjang guys. Setelah beberapa rintanganya seperti charger laptop yang nge hang gak tau kenapa, akhirnya part ini lahir. Author senang sendiri karena akhirnya chapter 8 ini lahir :’)

Yang udah baca dan komentar makasih <3, jangan bosan kasih komentar dan baca postinganaku.

Buat siders, hayo komentarnya biar aku bisa nulis lebih panjang lagi :’)

Aku pernah bilang kalau tulisan ini tiba-tiba aja kan? Emang benar segala Anna-Chanyeol momen aku juga masih gak percaya kenapa bisa nulis kaya gitu -_-

Karena besok pagi aku harus work out, buat yang komentar besok aku balas yaaa ❤

I think that is all from me, see you! Xoxo~~~

ps: I JUST LOVE EXO. Ok.

more ff from me? check me

Iklan

15 pemikiran pada “HURT (CHAPTER 8)

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s