[OneShot] Our Gift

tumblr_np7yjn03S91roxgsyo1_1280

Title: Our Gift

Author: anonymouspark

Genre: Romance.

Lenght: OneShot

Cast:

Park Chanyeol

Ahn Young Gi (OC)

Disclaimer: This is just a fanfic. Already posted here.

Previous story : Lullaby l Vacation l Couple l Yours l Offically Yours l All Yours l Best Gift Ever

A/N: sebelumnya fic ini dalam bentuk drabble (Chanyeol-Yeong Gi). Karena sekarang lebih panjang dari drabble jadi length cerita ini oneshot ya. All cast belong God. Poster made by me. Enjoy ❤

“Terima kasih sudah menjaga hadiah kecil yang diberikan oleh Tuhan untuk kita,”

Masa kehamilan adalah masa penuh berjuta rasa. Mulai dari kegembiraan seorang calon ibu dan ayah, rasa bahagia karena akan ada anggota keluarga baru yang mungil, serta rasa mual disertai berbagai gejolak emosi selama kehamilan. Tidak lupa dengan kemauan sang ibu saat hamil yang mau tidak mau harus dipenuho oleh ayahnya. Begitu pula yang dirasakan oleh Park Chanyeol. Awal kehamilan Young Gi mungkin terasa biasa saja, tetapi hari demi hari, Young Gi tidak bisa menahan keinginannya. Young Gi bisa mengidam apa saja, dimana saja dan kapan saja.

Malam itu malam yang sangat tenang bagi orang-orang untuk beristirahat setelah melakukan aktivitasnya selama sehari. Young Gi awalnya bisa tertidur karena Chanyeol menuruti Young Gi yang ngidam mendengarkan Chanyeol menyanyikan sebuah lagu dengan gitar sebelum dirinya tertidur. Setelah tertidur selama sejam, Young Gi kembali terbangun karena merasa lapar dan sangat ingin makan ramen buatan Chanyeol. Namun Young Gi tidak tega membangunkan suaminya yang tengah tidur dan terlihat sangat lelah. Jari Young Gi bermain di wajah Chanyeol saat melihat lesung pipi di wajah suaminya.

Chanyeol dapat merasakan sesuatu yang bergerak kecil di wajahnya. Perlahan Chanyeol membuka matanya dan menemukan istrinya sedang bermain dengan wajahnya. Dengan sigap Chanyeol mendekap istrinya dengan erat agar istrinya berhenti bermain dengan wajahnya.

Oppa,” Young Gi langsung menyapa Chanyeol saat sadar suaminya sedikit terbangun. “Kenapa Young Gi-ya?” ujar Chanyeol pelan karena bibir Chanyeol terkunci di leher Young Gi.

“Aku lapar, bukan hanya aku, tetapi anakmu ini oppa, aku ingin ramen buatan mu,” Young Gi mengerucutkan bibirnya berharap suaminya menuruti kemauannya tengah malam itu.

“Lagi?” tanya Chanyeol tidak percaya dengan permintaan Young Gi. “Lagi apanya. Terakhir kali aku makan ramen buatanmu 2 hari yang lalu, ayolah oppa, kau tahu ini kemauan anak mu, kalau ayahnya tidak mau menuruti kemauan anaknya, nanti—“

“Baiklah istriku, ibu dari calon anak-anakku, aku mengerti, akan aku buatkan ramen spesial untukmu dan calon anak kita,” Chanyeol mengecup ringan bibir Young Gi sebelum beranjak dari kamar. Senyum membelah di wajah Young Gi saat tahu Chanyeol kembali menuruti ngidamnya itu. Young Gi dengan perlahan berdiri lalu beranjak dari tempat tidur untuk menyusul dan menemani Chanyeol yang sedang memasak ramen.

Chanyeol tentunya langsung memasak ramen spesial buatannya untuk Young Gi dan calon anaknya. Meskipun hanya mitos bahwa ayah yang tidak mau menuruti keinginan ibu hamil kelak anaknya akan ileran, tetap saja Chanyeol tidak mau itu terjadi. Tetapi niat Chanyeol menuruti kemauan istrinya adalah tidak lain karena dia ingin membahagiakan istrinya yang sedang mengandung. Chanyeol merasakan seseorang sedang memeluknya dari belakang.

“Tunggu saja aku di meja makan, aku hampir selesai,” Chanyeol tidak ingin Young Gi yang sedang hamil kelelahan meskipun hanya menunggunya selesai masak ramen. “Oppa, aku ini ibu hamil, bukan orang tua, lagi pula aku tidak boleh terus bermalasan, aku ingin melahirkan normal nantinya, makanya aku harus banyak bergerak, tetapi kau selalu menyuruhku untuk tidak banyak bergerak,” Young Gi sedikit protes karena Chanyeol yang selalu cemas.

Chanyeol mematikan kompor saat ramen buatannya masak lalu membalikan dirinya agar bisa melihat wajah istrinya. “Baiklah istriku, aku mengerti, karena sekarang aku sudah selesai masak dan aku harus menaruh mie ini di mangkuk, aku ingin kau duduk dengan tenang di meja, aku tidak ingin dirimu kenapa-kenapa,” Chanyeol mencium kening Young Gi sebelum Young Gi berlalu ke meja makan. Setelah selesai dengan hidangannya, Chanyeol bergabung dengan Young Gi di meja makan.

“Hanya satu mangkuk?” tanya Young Gi yang melihat Chanyeol hanya membawa satu mangkuk ramen.

“Tentu saja, aku tidak lapar, jadi aku hanya membuatkan ini untuk mu dan calon anak kita,” ujar Chanyeol sembari mengelus lembut rambut Young Gi.

“Baiklah, aku makan ya,” Young Gi langsung menyantap mie ramen buatan Chanyeol. Chanyeol tersenyum senang saat melihat Young Gi menyantap makanannya dengan baik. Tentu saja Chanyeol senang melihat istrinya makan dengan baik karena Chanyeol dapat membayangkan bagaimana sehat anaknya nanti.

Young Gi yang sadar dilihat Chanyeol pun berhenti melahap mie ramennya. “Oppa, kenapa kau melihatku seperti itu,” tanya Young Gi penasaran.

“Aku hanya senang melihatmu makan dengan baik,” jawab Chanyeol. “Oh begitu, aku kira karena aku yang mulai terlihat gendut dan—“

“Gendut apanya, kau bahkan terlihat sangat kurus untuk ukuran ibu hamil,” Chanyeol tidak terima saat mendengar keluhan istrinya. Young Gi tentunya senang mendengar ucapan Chanyeol, tetapi Young Gi tahu Chanyeol berbicara seperti itu karena Chanyeol ingin menyenangkan hatinya.

“Makan lagi Young Gi-ya, masih setengah lagi, habis itu kita bisa beristirahat lagi,” Chanyeol menguap karena dirinya sangat mengantuk. “Oppa, aku kenyang, habiskan ini untuk ku,” Young Gi menggeser mangkuk yang berisi ramen.

“Young Gi, aku serius saat mengatakan kalau dirimu terlalu kurus untuk ukuran ibu hamil, jangan takut karena dirimu merasa gendut atau—“

“Habiskan ramen ini untuk ku dan calon anak mu ini,” Young Gi memotong pembicaraan Chanyeol. Mendengar ancaman istrinya, Chanyeol menatap mangkuk ramen sebentar sebelum menghabiskan ramen buatannya.

Young Gi kembali tersenyum usil saat suaminya itu mau menuruti kemauannya lagi dan lagi.

“Terima kasih suamiku, kau memang yang terbaik,” Young Gi bersandar manja di bahu Chanyeol. Mendengar istrinya yang mulai manja Chanyeol hanya bisa menghabiskan ramennya dengan senang hati.

“Ayo kita kembali ke kamar,” Chanyeol mengenggam tangan istrinya dan menarik istrinya untuk kembali beristirahat.

“Selamat malam, Young Gi,” Chanyeol mencium kening Young Gi. “Selamat malam anakku,” Chanyeol mencium perut Young Gi lalu mendekap badan istrinya agar istrinya tidak terbangun lagi untuk kesekian kalinya.

***

Esok harinya Young Gi bangun terlebih dahulu dibanding Chanyeol. Young Gi mengecup ringan bibir Chanyeol, mengangkat pelan lengan Chanyeol yang memeluknya, lalu beranjak dari tempat tidurnya. Sebelum beranjak ke kamar mandi Young Gi sempat berkaca. Dia melihat perutnya, lengan dan ukuran badannya yang mulai membeesar.

“Kurus apanya, bilang saja Chanyeol oppa hanya ingin menyenangkan hatiku dengan menyebut diriku kurus untuk seorang ibu hamil,”  gumam Young Gi pelan saat melihat dirinya di cermin kemudian berlalu ke kamar mandi.

Chanyeol terbangun tanpa Young Gi disisinya kemudian melangkah ke kamar mandi. “Young Gi-ya, kau masih lama di kamar mandi?” tanya Chanyeol.

“Iya oppa, perutku sakit dan sepertinya masih lama di kamar mandi,” jawab Young Gi.

“Baiklah kalau begitu, aku akan menggunakan kamar mandi belakang,” Chanyeol berlalu ke kamar mandi belakang. Setelah selesai Chanyeol berniat membuat sarapan untuk dirinya dan Young Gi. Young Gi keluar dari kamar bersamaan denga Chanyeol yang selesai dengan sarapan untuk dirinya dan Young Gi.

Chanyeol duduk disebelah Young Gi lalu memberi Young Gi segelas susu untuk ibu hamil. “Minum susu mu ini sebelum makan sarapan,”.

“Terima kasih oppa, kau memang yang terbaik,” Young Gi meminum susu yang dibuat Chanyeol secara perlahan.

“Karena hari ini adalah hari jumat, aku memutuskan untuk mengambil cuti hari ini karena tidak ada hal yang begitu berarti di kantor dan hari ini aku akan mengantar mu untuk pergi USG,” ucap Chanyeol sembari memakan sarapannya.

“Serius oppa? Baiklah kalau begitu kau akan menemaniku pergi USG hari ini. Kau tahu sendiri kan kalau hari ini tepat usia kandungan ku 7 bulan? Hari ini kita akan tahu apa jenis kelamin anak kita,” ujar Young Gi.

“Karena aku tahu kalau hari ini adalah 7 bulan usia kandunganmu makanya aku mengambil cuti hari ini, aku juga tidak sabar mengetahui jenis kelamin anak kita,” Chanyeol terlihat seperti tidak sabar. Young Gi senang melihat suaminya begitu bahagia setiap saat mengetahui perkembangan anaknya.

“Karena kau dan aku sudah siap sarapan, lebih baik kita bersiap-siap untuk ke dokter kandungan Young Gi-ya,” Chanyeol membantu Young Gi bangun dan membimbing istrinya ke kamar.

“Aku bukan orang tua, oppa,” Young Gi kembali protes saat Chanyeol memperlakukannya seperti orang tua.

“Aku tahu sayang, hanya saja aku sangat ingin menjaga istriku dan calon anakku dengan baik,” Chanyeol kembali berhati-hati membimbing Young Gi.

Young Gi hanya bisa tersenyum mendengar setiap alasan Chanyeol yang berhati-hati demi dirinya dan anak mereka yang berada dalam kandungan Young Gi.

***

“Selamat anak bapak dan ibu kembar. Kemungkinan jenis kelamin anak bapak dan ibu adalah laki-laki,” Young Gi dan Chanyeol mendengar penjelasan dokter saat proses USG berjalan.

Chanyeol dan Young Gi sama-sama senang mendengar penjelasan dokter dan melihat rekaman dan foto hasil USG. “Ibu terlihat sangat baik dalam nutrisi saat mengandung dan bapak sepertinya sangat menjaga ibu sangat baik, saya ikut senang dengan hasil USG. Hanya perlu menunggu 2 bulan lagi hingga nyonya Park melahirkan. Wah, pasti kalian sudah sangat menunggu ya,” ucap dokter Kim sembari menuliskan beberapa resep nutrisi untuk Young Gi.

“Tentu saja dokter, saya bahkan terbangun demi membuatkannya sup ayam, ramen, dan segala macam. Saya juga tidak pernah absen membuatkannya susu untuk ibu hamil karena istri saya juga sering lupa. Tetapi bagaimanapun saya melakukannya dengan senang hati karena saya juga tidak sabar dengan kelahiran anak pertama kami,” Chanyeol membenarkan ucapan dokter Kim.

“Wah nyonya Park Young Gi, kau sangat beruntung memiliki suami siaga seperti tuan Park Chanyeol. Baiklah kalau begitu ini beberapa resep dan nutrisi untuk kehamilan ibu, saya sarankan ibu banyak bergerak agar bisa melahirkan normal nantinya,” jelas dokter Kim.

“Apa kata ku, kau seharusnya membiarkan ku bergerak lebih banyak agar dapat melahirkan secara normal,” Young Gi kali ini membenarkan ucapan dokter Kim. Dokter Kim yang melihat pasangan muda itu hanya bisa tertawa.

“Diantara semua pasien, kalian berdualah yang paling saya sukai, baiklah kalau begitu, jangan lupa saran saya, saya tunggu lagi konsultasi kalian ya,” ujar dokter Kim.

“Baiklah dokter Kim, sampai bertemu,” pamit Young Gi dan Chanyeol bergantian.

***

Chanyeol dan Young Gi kembali berhenti di toko perlengkapan bayi untuk membeli beberapa perlengkapan bayi yang akan mereka butuhkan nantinya.

“Oppa, aku suka baju ini, bagaimana menurutmu?” Young Gi menunjukan Chanyeol baju pilihannya untuk calon bayi.

“Apapun yang kau pilih untuk anak kita kelak, aku tahu pilihan mu adalah yang terbaik,” Chanyeol hanya menuruti pilihan Young Gi. Tidak lupa Chanyeol juga membantu Young Gi untuk memilih perlengkapan bayi seperti keranjang bayi, tempat tidur bayi, baju bayi dan semua perlengkapan yang akan mereka butuhkan nantinya.

***

Chanyeol dan Young Gi beristirahat setelah lelah memilih dan membeli perlengkapan bayi. Chanyeol mendekap Young Gi yang terlihat sangat lelah.

“Young Gi ku terlihat sangat lelah,” Chanyeol mencubit ringan hidung istrinya. “Hm, aku terlalu banyak memilih saat membeli perlengkapan bayi kita tadi,” Young Gi kembali menguap.

Jemari Chanyeol bermain di rambut Young Gi dan mengusap lembut kepala Young Gi saat melihat istrinya menguap.

“Tidurlah, kau terlihat sangat lelah,” ucap Chanyeol sembari tangannya masih sibuk mengelus rambut Young Gi.

“Baiklah oppa, selamat malam,” Young Gi mencium ringan bibir Chanyeol sebelum terlelap. Setelah melihat Young Gi terlelap Chanyeol kembali berbaring. Jari Chanyeol mengusap perut Young Gi yang besar, lalu berbisik “Selamat malam anakku, semoga kalian mengerti keadaan ibumu yang sangat lelah sama seperti ayah yang mengerti keadaan ibu kalian. Ayah dan ibu tentunya sangat tidak sabar atas kehadiran kalian,” bisik Chanyeol tepat di perut Young Gi lalu mencium ringan perut Young Gi.

Chanyeol kembali melihat Young Gi yang tertidur sangat pulas. “Selamat malam Young Gi-ku, terima kasih telah menjaga hadiah kecil kita, telah menjaga anak kita, terima kasih untuk segalanya, jangan pernah takut dengan bagaimana ukuran badanmu, ingat selalu janji dan sumpah pernikahan kita, dengan begitu kau tidak perlu merasa takut dengan apa yang akan terjadi diantara keluarga kecil kita,” bisik Chanyeol tepat di telinga Young Gi berharap bisikannya dapat memberi sugesti kepada Young Gi, lalu tangan Chanyeol kembali mendekap istrinya.

Chan-Gi couple kembali lagi guys. Semoga kalian suka sama cerita mereka yang {kurang} romantis dan manis dari sebelumnya (menurut author sih begitu -_-).

Kalau kalian suka jangan lupa RCL ❤

Buat silent readers, ayo ikutan RCL ❤

Maaf sama ff lain yang masih aku gantung, aku sendiri masih berusaha untuk melanjutkan kisah mereka semua ❤

I think that is all. See you! Xoxo~~~~

ps: I feel unwell lately because of nothing. And just saw Chanyeol with his unwell condition too, I feel sad. Hope everyone that I love doing well out there, okay ❤

 click here for more story from me 

Iklan

13 pemikiran pada “[OneShot] Our Gift

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s