HURT (CHAPTER 11)

IMG_1216

Title: Hurt

Length: Chaptered

Genre: Romance, Slight Angst, OC.

Cast:

Anna Choi (Choi Ji Eun) as OC

Park Chanyeol as EXO Chanyeol

Kim Jongin as EXO Kai

Wu Yi Fan as Kris

Other Cast:

Ariel Choi (Choi Eun Ri) as Anna Choi Sister

Oh Sehun as Sehun EXO

Byun Baekhyun as Baekhyun EXO

Kim Junmyeon as Suho EXO

Do Kyungsoo as D.O EXO

Kim Jongdae as Chen EXO

Kim Minseok as Xiumin EXO

Zhang Yixing as Lay

Huang Zi Tao as Tao EXO

Luhan as Luhan 

 

A/N: This story really fresh from oven (read:my brain). All of cast belong to God. Poster made by me.

Disclaimer: This story just a fiction. Already posted in my own blog here

Please do not plagiarize

DO NOT TAKE ALL OF IDEAS FROM THIS FANFIC

Previous chapter: prologue l 1st l 2nd l 3rd l 4th l 5th l 6th l 7th l 8th l 9th l 10th

Sebelumnya:

Chanyeol sendiri hanya terdiam melihat sesi foto Anna dengan Kyungsoo berjalan dengan mulus dan manis. Ada perasaan janggal saat melihat Anna dan D.O tertawa lepas. Ada perasaan tidak rela saat bibir D.O mengecup kening Anna.

‘Aku sungguh iri, tapi aku bisa berbuat apa. Yang bisa aku lakukan hanya bersabar. Iya, bersabar…’ batin Chanyeol dalam hati.

Chapter 11

Mengapa perubahan sedikit dari dirimu mampu mengguncang hebat perasaan ini

30 menit waktu yang dibutuhkan Anna untuk beristirahat dan bergantian pakaian, Produser Kim yang sudah selesai dari istirahat pun kembali ke monitor, “Baiklah, sesi foto berikutnya kita hanya mengambil di lapangan sekolah dengan pasangan Anna dan Chanyeol Park,” produser Kim mengarahkan kembali sesi foto.

Baik Chanyeol dan Anna sama-sama tidak percaya kalau giliran mereka selanjutnya. Anna dan Chanyeol sama-sama terdiam sejenak sebelum melanjutkan langkah mereka ke lapangan sekolah untuk sesi foto berikutnya.

Baik Anna dan Chanyeol sama-sama berjalan ke lapangan sekolah dari arah yang berbeda. Chanyeol terlihat rapi dengan pakaian turtleneck* dan coat* panjang selutut beserta payung di tangannya. Begitu pula dengan Anna terlihat dewasa tetapi tetap terlihat manis dengan dress hitam polos selutut dengan coat selutut dan mengenakan stocking hitam tebal pada kaki.

Anna yang lebih dahulu sampai di lapangan menunggu Chanyeol yang masih merapikan lipatan turtlenecknya. Setelah selesai merapikan lipatan pakaiannya, Chanyeol melanjutkan langkahnya menuju Anna. Perlahan Anna melihat langkah Chanyeol semakin dekat dengan dirinya. Anna melihat Chanyeol sangat tampan dan dewasa. Anna tidak dapat membohongi dirinya kalau ia sangat gugup karena harus kembali berdekatan dengan Chanyeol. Lagi.

Chanyeol berjalan pelan mendekati Anna sambil menatap Anna dengan senyum simpulnya. Produser Kim yang melihat Chanyeol sangat menyukai apa yang dilakukan Chanyeol. Tetapi beda dengan Anna, dirinya malah ragu saat langkah Chanyeol mendekatinya. Anna bingung apakah dirinya harus tersenyum atau hanya terpaku melihat kehadiran Chanyeol.

Chanyeol tentunya sangat bingung melihat Anna yang tidak memiliki ekspresi saat sesi foto bersama dirinya. Sangat berbeda saat Anna memiliki sesi foto dengan Kyungsoo tadi. Anna terlihat lepas dan terbuka saat bersama Kyungsoo tetapi tidak dengan Chanyeol, bersama Chanyeol, Anna terlihat kembali menutup dirinya dan menahan dirinya.


“Boleh kah aku mencuri mu diantara ribuan rintik hujan yang menginginkan mu?”

Anna mendengar bisikan Chanyeol seolah bisikan lelaki itu adalah godaan paling berat yang pernah dia dengar. Chanyeol seperti membuat Anna untuk sulit untuk bernapas. Anna yang mendengar Chanyeol hanya bisa menggigit lebih keras bibir bawahnya. Bagaimanpun Anna harus bisa mengontrol hati dan pikirannya bersama lelaki ini. Sesi foto mereka pun berakhir saat Chanyeol mengalungkan tangannya bebas di pundak Anna, lalu berlari bersama Anna. Tentunya Chanyeol dengan Anna tidak lupa untuk berakting, Chanyeol dan Anna sama-sama tertawa lepas seolah-olah mereka sedang melarikan diri dari hujan deras.

Produser Kim memberikan tepuk tangannya untuk Anna dan Chanyeol. Terlihat dari wajah produser Kim kalau dia bangga dengan hasil foto Anna dan Chanyeol.


Setelah 10 menit selesai dengan berganti pakaian dan riasan. Baik Sehun dan Anna sudah sama-sama memakai pakaian dari sponsor dengan sesuai konsep mereka hari itu. Anna denga summer dress motif bunga dan cardigan cokelat polos dengan vintage flat shoes. Sehun sendiri memakai baju kaus hitam v-neck dan kemeja kotak-kotak diluar dengan sneakers. Sesuai konsep Nylon Amerika yang dimana siswa sekolah tidak mengenakan seragam. Sehun dan Anna kembali diarahkan oleh produser Kim untuk sesi foto berikutnya.


Dimulai dengan Anna dan Sehun mengambil posisi duduk di bawah pohon. Sehun mulai memainkan jarinya pada senar gitar sedangkan Anna hanya mengikuti Sehun seolah-olah dirinya bernyanyi dan Sehun mengiringi Anna dengan gitar. Disela-sela foto, Sehun mencoba untuk mulai pembicaraan dengan Anna.

“Kau bisa bernyanyi? Jika benar bisa aku bisa memainkan satu lagu dengan gitar,” Sehun memulai pembicaraan.

“Benarkah? Aku akan bernyanyi jika kau benar-benar mau mengiringiku,” jawab Anna menggoda Sehun. Anna tahu Sehun bercanda saat dirinya mengatakan bisa bermain gitar. Terlihat dari luar seorang Oh Sehun adalah orang yang sangat iseng.

Sehun menutup kedua bibirnya saat mendengar jawaban Anna. Harga diri Sehun jatuh saat dia mendengar jawaban Anna. Sehun merasa percaya tidak percaya kenapa gadis ini bisa tahu bahwa dirinya bercanda mengenai bisa memainkan gitar. Sehun yakin bahwa sesi foto inilah pertama kalinya pertemuan dirinya dengan seorang Anna Choi dengan jarak yang dekat.

Melihat wajah Sehun yang mulai serius dan tegang, Anna tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa.

“Kenapa wajahmu bisa seperti itu Sehun? Ekspresi seriusmu sangat lucu,” Anna masih tidak bisa menahan tawanya saat melihat wajah Sehun.

“Kau—, maksudku, kenapa kau bisa tahu kalau aku hanya bercanda? Kau sangat serius tadinya tetapi kini dirimu kini tertawa lepas. Ada apa dengan dirimu?” tanya Sehun masih heran dengan seorang Anna Choi.

“Sebenarnya… Aku bisa meramal, aku bisa melihat hal gaib…”  Anna menjawab pertanyaan Sehun dengan wajah serius. Anna perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Sehun, tepat di telinga Sehun, Anna berbisik, “Ada seseorang duduk di sebelah mu, orang itu—“

“Apa-apaan kau?! Jangan menakuti ku seperti itu,” Sehun memotong kalimat Anna sebelum dirinya benar-benar takut.

Anna melihat Sehun mencoba menahan diri dari rasa takutnya hanya bisa mengeluarkan tawanya lebih lepas lagi. Sehun tidak menerima saat Anna mengerjainya kembali pun menangkup wajah Anna dengan tangannya yang kosong. Wajah Sehun mendekati Anna bersamaan dengan air wajah Anna yang juga berubah. Baik Sehun dan Anna sama-sama terdiam dalam posisi seperti itu.

“Bagus! Sesi foto kalian untuk hari ini selesai! Terima kasih Sehun dan Anna. Istirahat 15 menit sebelum sesi foto berikutnya yaitu Anna Choi, Baekhyun Byun dan Jongdae Kim,” perintah produser Kim.


“Anna, Baekhyun, dan Chen. Kalian disini adalah sahabat Anna saat SMA. Disini konsep kalian cukup simpel, kalian hanya perlu berakting seolah-olah kalian teman dekat. Terserah bagaimana improvisasi kalian saat berpose nantinya. Disini kita masih fokus dengan sponsor baju sekolah dan sepatu seperti yang kalian pakai. Hanya itu saja, silahkan mengambil posisi masing-masing. Bekerjalah dengan baik,” produser Kim mengarahkan Anna, Chen dan Baekhyun sebelum berlalu kembali ke monitor.

“Aku tinggal sebentar ya aku rasa aku harus ke kamar mandi,” pamit Chen sebelum sesi foto mereka benar-benar dimulai.

Baekhyun dan Anna mulai mengambil posisi di halaman sekolah. Baik Anna dan Baekhyun masih sama-sama belum mengeluarkan suara. Anna sendiri masih diam karena masih ada beberapa riasan yang masih harus dia perbaiki sedikit. Berbeda dengan diam Baekhyun, dirinya merasa takut untuk memulai pembicaraan dengan Anna mengingat dirinya dulu pernah usil dan menertawakan Anna pada saat hari pertama rapat di Nylon Korea.

Anna yang selesai dengan riasannya mengalihkan pandangan ke Baekhyun. Melihat wajah lelaki itu ada tahi lalat di dekat mulutnya, Anna yakin dengan mitos bahwa orang itu bisa saja lebih cerewet dari biasanya. Tetapi tidak dengan Baekhyun, Anna melihat Baekhyun sangat diam.  Melihat Baekhyun canggung, Anna berniat untuk mengenalkan dirinya terlebih dahulu dengan Baekhyun, “Hai, aku Anna. Senang bertemu denganmu, semoga kita bisa bekerja dengan baik,” Anna mengulur tangannya pertama untuk berjabat tangan dengan Baekhyun.

“Oh iya, aku Baekhyun. Senang juga bertemu denganmu, benar, semoga kita bisa bekerja dengan baik,” Baekhyun menerima jabatan Anna. Baekhyun tentunya merasa sangat senang tetapi juga heran karena melihat Anna menyapa dirinya terlebih dahulu.

Chen melihat Anna dan Baekhyun berjabat tangan pun langsung berlari menuju Anna dan Baekhyun dan melepaskan kedua tangan tersebut lalu langsung menjabat tangan Anna, “Aku Chen, senang bertemu denganmu,” Chen memberi Anna senyum termanisnya. Melihat kedua lelaki yang terlihat lucu dan konyol tersebut Anna hanya bisa mengeluarkan tawanya.

“Karena semua sudah berada di posisi, silahkan berakting sesuka kalian, mulai dari sekarang,” teriak produser Kim dibelakang monitor.


Produser Kim melihat hasil foto dari Anna, Chen dan Baekhyun mengangguk kepalanya menandakan dirinya kembali puas dengan kerja Anna, Chen dan Baekhyun. Saat mereka sama-sama mulai melangkah, saat Baekhyun memulai pembicaraan dan saat Chen menyambut ucapan Baekhyun dengan tawanya dan juga Anna yang terlihat kesal mendengar kedua sahabatnya itu, terlihat improvisasi yang sangat bagus antara mereka bertiga.

“Oke! Sesi kalian selesai, kerja yang bagus! Saya sangat menyukainya! Sesi foto selanjutnya dilakukan setelah makan siang. Terima kasih kepada semua tim yang telah bekerja dengan baik. Sampai berjumpa setelah makan siang nanti,” produser Kim dan tim satu persatu mulai meninggalkan lokasi sesi foto.


Finally guys chapter 11 lahir. Wait.. kenapa chapter 11 nya pendek banget?!

Ya! Selamat datang di Hurt Chapter 11 Short Version (lagi). Kenapa short? Well terlalu banyak alasan tetapi aku terlalu malas untuk mengumbarnya, so don’t ask why 😉

Hurt chapter 11 full version bisa kalian temukan di blog ku sendiri tentunya dengan postingan yang di proteksi. Gimana cara dapat passwordnya? Tinggalin komentar kalian mau aku kirim passwordnya via apa boleh email/mention twitter. Akan aku respon secepat mungkin! Oke, mungkin untuk chapter berikutnya (chapter berisi konten konsep berjalanannya proyek majalah Nylon) bakal bikin kalian kesal karena aku akan memprotek bagian itu. Yang mau bersabar dengan itu, aku ucapkan terima kasih 🙂

I’ve tried my best to make this chapter, hope you like it ❤

Don’t forget to check other stories from me 🙂

See you! Xoxo~~~

ps: love me right trying to kill me with their sexiness *let die*

MORE STORIES FROM ME CLICK HERE

Iklan

31 pemikiran pada “HURT (CHAPTER 11)

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s