[Ficlet] Evanished

Evanished

“Kalau kau melihat tetesan air hujan menempel di kaca jendelamu, kau akan mengingatku. Sugestikan itu di kepalamu.”

Park Chanyeol – OC

_________________

Aku tak pernah membayangkan kalau aku bisa sampai sebenci ini melihat hujan.

Terimakasih kepada guyonanku bersama salah seorang temanku, dulu. Temanku yang tak akan bisa kutemui lagi.

Hari itu, kawan konyol ku yang sok-keren, Park Chanyeol, berkunjung ke rumahku. Dia kerap datang kemari jadi aku tidak kaget begitu melihat tampangnya berbingkai kusen pintu rumahku. Dia mengenakan kaus oblong putih dan celana rumahannya yang basah kuyup. Kutebak dia mendadak disiram hujan dalam perjalanan kemari.

Aku menggeleng tidak percaya mengamati kondisinya, Chanyeol memang bodoh. Harusnya dia membawa payung atau mantel; sudah jelas bahwa hujan akan berkunjung malam itu.

“Hai, Jii, apa kau merindukanku?” tanyanya; ketika kutatap matanya, kurasakan ada kesungguhan di sana. Saat itu aku nyaris berpikir bahwa Chanyeol benar-benar serius menanyakan pertanyaan itu, seolah tujuannya berbasah-basah kemari adalah untuk mendengar jawabannya. Tapi kutepis gagasan itu, kutatap dia dengan pandangan gerah, lantas kuhadiahkan kepalanya dengan sedikit pukulan kecil agar dia mendapatkan kembali akalnya.

“Huh. Dinginnya….” dia berkomentar, mengucapkannya seolah kalimat sebelumnya tidak pernah ada. Dia bawa badannya masuk ke rumahku. Tanpa perlu permisi, ia langsung menjatuhkan diri di kursi panjang ruang tengah. Aku berdecak melihatnya, lantas kuulurkan selembar handuk untuk rambut hitamnya yang basah.

“Jii-ah, kau punya kopi instan, kan?” tanyanya sembari mengusap kepalanya.

Aku mendudukkan diri di sebelahnya, kemudian merebut handuk di tangannya dan menggunakannya untuk mengurangi kadar air di rambut Chanyeol. Karena aku gemas setengah mati memperhatikan cara Chanyeol melakukannya sendiri. Lelaki itu tersenyum dengan sepuluh gigi depannya padaku, lebar sekali hingga diameternya tak lagi normal, aku sempat kelabakan atas tatapannya itu, lantas aku berkata, “Aku tahu aku cantik. Berhentilah menatapku.”

Chanyeol tertawa mendengarnya. Kalau dipikir-pikir, itulah kali terakhir aku mendengar Chanyeol tertawa sebegitu bebas. Aku beharap aku punya rekaman untuk momen itu.

“Jii-ah….” panggilnya, mengingatkanku akan pertanyaannya yang belum kujawab.

“Apa kau pikir rumahku ini gerai kopi gratis, eh?”

“Tidak, sih.” akunya.

Aku berdecak, tapi tubuhku bangkit untuk menuju dapur dan menyeduh secangkir kopi. Aku selalu gagal menolak permintaan Chanyeol, seperti biasanya.

Kuberikan padanya cangkir kopi itu. Chanyeol berterimakasih; dan pada detik itu, kurasakan hal yang berbeda darinya. Seolah dia ingin mengatakan sesuatu yang buruk kepadaku. Aku selalu membaca Chanyeol dengan benar; tapi untuk kali itu saja, aku berekspektasi bahwa diriku salah.

Chanyeol bangkit dari sofa. Dibawanya tubuh jakung itu ke dekat jendela, lalu ia menyibak tirai yang mengganggu pandangnya.

Di luar gelap. Saat itu waktu menunjukkan pukul delapan malam. Mata hitam kelam Chanyeol sibuk menelusur pemandangan di balik jendela. Lelaki itu menerawang kaca jendela itu begitu lama; sampai aku bertanya-tanya apa yang dia harapkan selain keberadaan tetesan-tetesan air yang mengumpul diatas kaca jendela.

Sedangkan cangkir kopi masih digenggam erat oleh sebelah tangannya, isinya masih utuh tak tersentuh, kepulan asapnya mulai berkurang, cairan pekat itu kehilangan kandungan kalornya dan aku mulai khawatir untuk itu. Kopi lebih nikmat diminum dalam keadaan hangat.

“Jii,” panggilnya, namun dia tidak menatapku.

“Hm?”

Dia membalikkan badannya, dengan begitu, lelaki itu menubrukkan pandangan matanya dengan milikku. Dan dadaku berdebum untuk jantung yang terpacu begitu kencang, kadang aku berandai jika saja Chanyeol mampu mendengarnya. Mata hitamnya benar-benar telah menghipnotis keseluruhan dari diriku.

Lelaki itu lantas berucap, “Kalau kau melihat tetesan air hujan menempel di kaca jendelamu, kau akan mengingatku. Sugestikan itu di kepalamu.”

Aku tertegun.

Itu hal yang normal bagi Chanyeol untuk menggombal dan bercanda duapuluh empat jam sehari. Tapi aku kehilangan jejak atas indikasi candaan dalam kumpulan frasa yang barusan dia utarakan. Dan itu membuatku kaku konyol di tempat.

“Hah?”

Ketika aku bertanya begitu, Chanyeol tertawa lebar selebarnya; meski kurasa dia tidak tertawa dengan hatinya.

Kupikir dia memang benar-benar bercanda. Tapi kepalaku benar-benar telah tersugesti akan ucapannya. Meski saat itu aku sama sekali belum menyadarinya.

Bahkan sampai sekarang, jika aku melihat tetesan air hujan di kaca jendela manapun, kedua mataku turut mengeluarkan cairan; pun dadaku merasakan ngilu berkepanjangan yang menyakitkan.

Karena seminggu setelah kunjungan itu, lelaki itu terbang ke Jerman untuk mengunjungi ayahnya yang menikah lagi. Ucapan selamat tinggal kami begitu klasik. Kupikir semua akan baik-baik saja, dia hanya akan pergi dua minggu. Setelah itu dia akan kembali.

Namun sebanding dengan keyakinan itu, Chanyeol tidak pernah kembali.

Ya, setelah sebuah kecelakaan pesawat merenggut dirinya dariku. Merenggut sahabatku. Merenggut orang yang kucintai segenap hatiku.

***

Hi guys! Gatau kesamber apa tiba-tiba nulis ini. Secara jari doang yang kerja otak nurut aja jalannya lah malah jadi kek gini, auah. Maafkan aku bang Chanyeol; kusakiti dirimu huuuuu 😥 Dan itu judul demi apa gaada nyambungnya blas ma cerita -_- stuck tau.

Btw, Selamat Menunaikan Ibadah puasa yak bagi yang menjalankan ^^

Diramadhani.

Iklan

10 pemikiran pada “[Ficlet] Evanished

  1. dada saya sesak kak, napas saya naik turun dan mata saya udah berkaca2 dan serius nih ff sama sedihnya dengan saya.

    beberapa hari ini saya ngerasa tertekan banget, yang biasa selalu ceria masih tetap ceria di hadapan orang lain walaupun hanya kepura2an aja *malahcurcol T.T saya stop disini pokonya ff kak ini dapet banget feelnya

    Suka

  2. gua kira ini bakal jadi yg kek apa itu pernah baca di broadcast bbm yg ternyata cowoknya udh meninggal waktu perjalanan dan yang minta kopi itu arwahnya :3
    tiba-tiba merasa kasian ama bang yeolli secara dr dlu yg kena kecelakaan pesawat dia mulu -_-

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s