[FICLET] Possibility

possibility-pic

Possibility

by nanoeangel

Sehun, Kai [Kim Jongin]

[Characters are belong to themselves, plot and story are belong to me. Don’t copy and paste without my permission, don’t do plagiarism. Ever posted on my personal blog]

It’s not a question of can or can’t. There are some things in life you just do.” — Claire Farron.

“Jadi, hal apa yang membuatmu menginjakkan kaki di tempat ini, Sehun?”

Seorang pemuda bersurai merah bergumam pelan sembari mengayunkan langkah ke sebuah lemari buku. Tangannya dipenuhi jilid-jilid kertas yang menyerupai buku, siap untuk dijejalkan ke dalam lemari tersebut.

Tidak ada jawaban, hanya terdengar tarikan napas yang kian memberat.

Pemuda itu tidak memperdulikan. Ia masih fokus untuk mengelompokkan jilid tersebut, tanpa ada satu pun yang terabaikan dan salah.

“Terjebak dalam tumpukan jilid tebal bukan dirimu. Ada apa?”

Ya, pemuda tadi telah selesai dengan kegiatannya dan kini menarik kursi untuk didudukinya. Ia menumpukkan kepala di atas tangannya sambil memandang pemuda lainnya yang sedang menyibukkan diri dengan kertas dan pensil kayu. “Jangan sok serius, Sehun. Aku tahu kau mendengarku.”

Pemuda yang dipanggil Sehun itu menengadahkan wajahnya dan mendesah panjang. Diletakkannya pensil itu sembarang dan balas menatap pemuda di depannya. “Aku tidak bisa, Jongin.”

Jongin mengerutkan keningnya kemudian menyadari arah pembicaraan Sehun. “O-oh, halitu?”

“Aku sudah mencoba untuk berpikir jernih dan, yeah, I cannot do that,” Ada jeritan keputusasaan dalam suaranya. “Really.”

“Lalu?” Jongin melipat tangannya dan menatap Sehun jengah. Sungguh, ia bosan mendengar keluhan pemuda itu. “Kau belum berbuat apa-apa, ‘kan? Cari saja yang lain.”

“Aku tidak bisa, juga.” Sehun mengerang pelan lalu menarik ujung-ujung rambutnya dengan kuat. “Aku menyukainya, tapi aku tidak bisa mengatakannya. Aku–”

Dude, this is not a question of can or cannot,” potong Jongin. Ia beranjak dari duduknya ke samping Sehun. Ditepuknya sebelah pundak pemuda itu. “There are some things in life you just do. Jangan pernah ragu jika kau tidak ingin menyesal di kemudian hari.”

Decitan kursi terdengar menyakitkan ketika Sehun memutuskan untuk berdiri secara tiba-tiba. Ia memupukkan tangan di kedua bahu Jongin dan berkata, “Thanks. Kau memang yang terbaik, Jongin.” Sehun menarik ujung bibirnya, membentuk seringaian tipis. “Kudoakan kau semakin mancung,” dan ia memencet hidung tak bersalah milik Jongin lalu berlalu dari sana.

“Sial.” Jongin berdecih lalu tertawa lantang.

Tetapi kemudian tawa itu terdengar menyakitkan dan perlahan menghilang. Kata-kata yang diucapnya sembarang kini terngiang di telinga. Memang ada sesuatu dalam kehidupan yang kau harus lakukan tanpa berpikir panjang, tanpa ragu. Jongin membenarkannya.

Jongin tahu orientasinya berbeda. Ia tahu bahwa dalam dirinya ada rasa yang berbeda saat bersama Sehun. Tapi dengan kedok sahabat Sehun, yang harus dilakukannya adalah menjadi penyemangat untuk Sehun yang sedang bimbang untuk menyatakan perasaannya kepada Jinri. Menyakitkan memang, tapi…

It’s not a question of can or can’t, bukan?

—end—

Yah *liat ke atas* ide awalnya bukan seperti ini, tapi entah kenapa malah gini. Efek menulis jam dua malam mungkin. Omong-omong, saya new student writer here, salam kenal! *peluk-peluk*

Iklan

10 pemikiran pada “[FICLET] Possibility

  1. kak, baru baca (telat bertahun2) wkwkwkwk…

    aku setuju ma kak veli, masih sama dengan yang kemarin, aku suka diksinya kakak :v wkwkwk. Dan aku yakin disini sehun ga akan kepikiran sedikitpun soal rasa sukanya Jongin, gmnpun dia kan sahabatnya, sehun akan berpendapat kalo itu cuma afeksi sebagai sahabat kalopun dia tahu Jongin agak beda sama dia. Jadi, mungkin itu bakal jadi endless one sided love. Lah, aku ngomong apa sih -_- 😀 mengutarakan pendapat. Yeheeet hahahaha. keep writing, kak!

    Suka

    • Makasih udah baca diraa~ belum setahun kok haha
      Duh, diksiku belum pantas disukain, tapi makasih yaa 😀 *peluk* yah, apalagi jonginnya malah semangatin supaya sehun dapat pacar, ga ngenes kayak dia (lah?)
      Ohorat! Dira keep writing juga ya 😀

      Suka

  2. Well.. welcome! Veli 98 liner di sinii hehe salamm kenal! Aku suka banget sama plot twist ceritanya yang unexpected kayak yang… hah? seriusan jongin begini? aku pikir mereka bakalan yang: “mann, nyatain aja lahh ini gue udah punya pacar masa lo belom.” a la bro bro gaul gitu tapi ternyata ujung-ujungnya one sided love. yha bisa apa.

    aku suka bangeeet sama tulisan kamu. pendeek, tapi rapih. diksinya sederhana, juga eyd-nya apik aku sukaa. aduh maaf banget sekiranya aku kayak sok tahu gitu tapi emang menurut aku ini apik bangeeet.

    semangat semangaat!

    Suka

    • Hai veli! Saya Mila, 97line, salam kenal jugaaa~

      Makasih ya udah baca dan komen ^^ haha saya juga kaget ternyata jongin itu…(loh?loh?)
      Ini gak seberapa apik kok, tapi makasih banget ya ^^ gak sok tahu kok hihi tulisanmu juga apik banget (kayaknya saya pernah baca sekali, tapi ga komen (maafkan ): ))
      Kamu juga semangat yaaa~ terima kasih lagi xixi

      Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s