Find My Way Back To You (Chapter 2)

tumblr_nog2m8ih2M1roxgsyo1_500

Title: Find My Way Back To You

Author: anonymouspark

Genre: Comedy, Romance, Fluff.

Lenght: Chaptered.

Rated: PG-17

Cast:

Kim Jongin

Cho Hye Ra (Kayla)

Other Cast:

EXO

See the rest on this fic

Disclaimer: This is just a fanfic. Already posted here

A/N: This story really fresh from the oven (read:my brain). All of cast belong to God. Poster made by me.

Please do not plagiarize

Previous chapter: Teaser l 1st

Chapter 2

I KNOW YOU’RE NOT THE SAME ANOYMORE, AND THAT MAKES ME TO FIND ANY WAY TO BACK TO YOU AGAIN

“Bajingan kecil, kau adalah bajingan kecil yang pernah ku temui,” gumam Kayla disela-sela tidurnya. Jongin yang mendengar Kayla hanya tersenyum geli. Jongin pun membelai pelan rambut Kayla, wajah Jongin mulai mendekati Kayla, mengelus pelan pipi Kayla “Aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan mu dalam keadaan seperti ini,” bisik Jongin pelan. Nafas Jongin menyentuh wajah Kayla yang tidak sadarkan diri. Sekali lagi, Jongin hanya tersenyum miring melihat Kayla yang ada dihadapannya.

Chapter 2

Jongin mulai mengantuk setelah sekian lama melihat wajah tenang Kayla yang sudah tertidur pulas. Jongin melepaskan jaket yang ia pakai sebelum merebahkan dirinya disamping Kayla. Wajah Kayla terlihat lucu saat tertidur mendorong jemari Jongin untuk membelainya sekali lagi. Kayla sama sekali tidak terbangun saat jemari Jongin membelai leluasa wajahnya. Kayla terlihat jauh berbeda dari sebelumnya. Jongin mengakui bahwa Kayla memang terlihat lebih cantik dibanding pertemuan terakhirnya bersama Kayla. Jongin menyeringai kecil sebelum mendekatkan wajahnya dengan Kayla, menatap Kayla lebih dekat lagi. Memandang setiap sudut wajah Kayla hingga tatapan Jongin berhenti di bibir Kayla. Detik berikutnya berjalan dengan kabur lalu gelap.

***

Kim Jongin memang dikenal sebagai anggota EXO yang sangat suka tidur. Dimana pun dan kapan pun dia bisa tidur dengan waktu yang cukup lama. Tetapi satu hal yang selalu membuat Jongin terjaga dari tidurnya, yaitu ketika ponselnya bergetar atau berdering. Pagi itu Jongin mau tidak mau terjaga dari tidurnya akibat ponselnya bergetar. Tangan Jongin yang merangkul pinggang Kayla mau tidak mau melepaskan rangkulannya. Dengan malas Jongin mengangkat telepon masuk tersebut.

“Halo, Sehun-ah.”

Jongin-ah, kau dimana?”

“Aku? Aku sedang berada di suatu tempat.” Jongin tentunya tidak memberitahu Sehun dimana ia sekarang.

Aish. Aku serius. Semalam aku dengar dari manajer hyung bahwa kau menghadiri pesta reunian SMP mu. Mungkin kah kau bertemu dengan seseorang dan...” Sehun mencium ada yang tidak beres dan mulai menggoda Jongin

Jongin tidak menjawab Sehun lalu menoleh ke arah Kayla yang masih tertidur pulas. Pagi Jongin terasa begitu tenang saat melihat wajah damai Kayla yang sedang tertidur.

Ya Kim Kai! Apa masih disana?” Teriakan Sehun sukses menyadarkan Jongin dari lamunannya.

“Memang aku menghadiri pesta reuni itu dan aku hanya bersenang-senang dengan teman ku. Kau jangan pernah memikirkan yang macam-macam!”

Sehun tertawa sebelum menjawab Kai. “Tidak. Aku tidak peduli jika kau macam-macam.”

“Sehun kau—“

Ah! Sudahlah. Aku hanya akan mengingatkan mu bahwa kita ada jadwal di Radio Sukira. Paling lama 3 jam lagi kau sudah berada di apartemen. Sudah dulu ya.”

Jongin menjauhkan telepon genggamnya saat Sehun menutup telepon. Sebelah tangan Jongin mengusap dadanya yang telanjang lalu turun ke perutnya. Jongin tidak tahu kenapa pagi itu ia merasa sangat lapar. Lalu Jongin kembali menoleh ke arah Kayla. Ingin rasanya Jongin memaku dirinya disana agar ia bisa melihat wajah Kayla lebih lama lagi. Tetapi mengingat pesan Sehun tadi, Jongin dengan perasaan tidak rela bangkit dari tidurnya. Sebelumnya Jongin ragu ingin melakukan ini tetapi Jongin tidak bisa menahan dirinya. Bibir Jongin mencium sudut bibir Kayla dengan kilat.

“Selamat pagi, Kayla-ya.” Bisik Jongin kemudian berlalu ke kamar mandi.

***

Pagi itu Kayla bangun dari tidurnya dengan kepalanya yang sangat berat. Sudut mata Kayla seluruh isi ruangan. Kayla sadar, kini dia tidak berasa di apartemennya. Kayla mencoba memutar kembali pikirannya dan mengingat apa yang terjadi dengan dirinya semalam. Tetapi tidak ada yang Kayla ingat selain pesta reuni, lalu dia minum beberapa gelas. Kebiasaan buruk Kayla yang selalu kehilangan sebagian memorinya setelah minum beberapa gelas. Kedua mata Kayla melebar saat ia melihat dirinya hanya mengenakan pakaian dalam di balik selimut putih. Kayla kemudian bangkit dari tidurnya. Berharap dengan duduk otaknya bisa berfungsi dengan cepat. Tidak lupa Kayla menggeleng kepalanya berharap dia bisa mengingat semua yang terjadi pada pesta reuni semalam. Tetapi itu semua percuma. Kayla terdiam saat melihat pakainnya hanya tergeletak begitu saja di lantai. Kayla melamun, sungguh dia tidak tahu harus berbuat apa.

Ceklek’. Kayla menangkap suara dari ruangan kecil yang ada dikamar lalu ia menoleh ke arah suara tersebut. Seorang lelaki bertelanjang dada pun keluar dari kamar mandi. Saat melihat siapa seseorang tersebut kedua mulut Kayla terbuka sangat lebar. Bukan, Kayla bukan kagum melihat siapa seseorang tersebut melainkan ia terkejut melihat siapa lelaki itu. Kayla merasa dirinya tidak waras lalu mengambil tindakan seperti mencubit bahkan menampar pipinya agar kewarasannya kembali.

“Aw! Sakit.” Kayla meringis kesakitan saat dia menampar dirinya kembali untuk kedua kalinya. Kayla kembali menoleh ke arah lelaki yang sedang tertawa geli melihat tingkahnya barusan.

“Benar Kayla. Ini aku.”

‘Tidak mungkin.’

“Kau masih mengenal ku bukan? Kim Jongin.”

‘Ya Tuhan. Apa sebenarnya yang terjadi.’

Kayla terpaku melihat Jongin yang hanya mengenakan celana jeans. Badan Jongin yang setengah telanjang tersebut membuat Kayla mati akal. Bagaimana tidak, sebelumnya Kayla hanya melihat Jongin dengan keadaaan seperti itu di salah satu majalah dan kini Kayla melihat pemandangan indah tersebut secara langsung.

Jongin tersenyum geli sebelum ia tertawa melihat tingkah Kayla. Tentunya Jongin tidak heran jika Kayla akan bertingkah seperti itu, semua wanita normal pasti akan seperti Kayla jika setiap kali Jongin tidak memakai atasan apapun.

Tawa kecil yang keluar dari mulut Jongin berhasil menyadarkan Kayla dari lamunannya. Kayla langsung menutupi badannya yang hanya mengenakan pakaian dalam dengan selimut putih. Tidak tahu sudah berapa lama Kayla menenggelamkan dirinya di balik selimut, hingga Kayla merasakan kasur bergerak kecil. Kayla mengeluarkan sedikit kepalanya dan melihat Jongin sedang merangkak ke arahnya.

“A-apa yang akan kau lakukan?”

“Aku hanya ingin memeriksa apa kau baik-baik saja dan—“

“MENJAUHLAH DARI KU!” teriak Kayla tidak lupa mendorong Jongin.

Selimut putih kembali membalut Kayla dan gadis itu tetap bersembunyi tidak tahu sampai kapan. Terlalu banyak pertanyaan yang berputar di kepala Kayla.

  1. Pertama, kenapa dia bisa berada di hotel ini?
  2. Kedua, kenapa lelaki yang ia benci sampai itu bisa bersamanya pagi ini?
  3. Ketiga, kenapa lelaki itu keluar tanpa mengenakan atasan dan membuat Kayla menatapnya seperti orang bodoh?
  4. Kelimat, kenapa lelaki itu merangkak masih tidak mengenakan baju dan membuat keadaan semakin memanas?

Kayla tidak tahu apalagi pertanyaan yang membebaninya sampai tatapannya kembali melihat badannya yang hanya mengenakan pakaian dalam.

  1. KENAPA AKU HANYA MENGENAKAN PAKAIAN DALAM? DEMI CINTAKU KEPADA LEE MIN HO, KENAPA AKU TIDAK MENGENAKAN APAPUN SELAIN TANKTOP DAN BAWAHAN YANG SANGAT PENDEK. KENAPA PAKAIAN KU TERGELETAK DI LANTAI. KENAPA YA TUHAN KENAPA? APA SEBENARNYA YANG TERJADI?

Kayla tidak berhenti merutuk dalam hati. Dia sangat ingin keluar dari persembunyiannya lalu menginterogasi lelaki itu tidak lupa memaki lelaki yang sangat ia benci itu.

Jongin tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Kayla sampai gadis itu terus bersembunyi di balik selimut putih tersebut. Langkah Jongin berhenti di sisi kasur lalu Jongin duduk di sebelah Kayla.

“Kayla-ya. Kau tidak apa-apa?” tanya Jongin tidak lupa mengguncang pelan badan Kayla.

Kayla mau tidak mau keluar dari persembunyiannya lalu melihat Jongin yang masih belum mengenakan pakaiannya lalu berteriak.

“YA! PAKAI BAJU MU TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERBICARA DENGAN KU!”

Jongin bangkit untuk mengambil bajunya lalu kembali duduk disebelah Kayla setelah ia selelsai memakai bajunya.

“Aku sudah memakai baju. Sekarang bangunlah.”

Kayla kembali keluar dari persembunyiannya. Tidak lupa selimut putih masih membalut badannya yang hanya mengenakan pakaian dalam.

Jongin tersenyum sebelum menyapa Kayla.

“Selamat pagi, Kayla-ya.”

‘Kayla-ya? Apa maksudmu? Apa kau bertingkah seolah kau akrab dengan ku? Apa kau tidak ingat dosa mu terhadapku dulu begitu banyak?’

Kayla tidak kembali menyapa Jongin dan hanya memperlihatkan tatapan dinginnya. Tentu saja Kayla belum ingin melunak meskipun Jongin kini bertingkah manis kepadanya.

Jongin menghela napasnya berat. Dia tahu, dari tatapan Kayla yang dingin bahwa gadis itu masih menyimpan benci untuknya, atau mungkin dendam?”

“Kayla-ya, kau tidak apa-apa?” Jongin mulai berbasa-basi untuk mencairkan suasana.

Kayla mengalihkan pandangannya dari Jongin. Dia merasa tidak percaya oleh sikap Jongin yang sangat manis terhadapnya. Kayla yakin pasti ada alasan dibalik sikap manis Jongin. Kayla meraba badannya, dia sadar pagi ini dia tidak mengenakan apapun selain pakaian dalam, apa sikap baik Jongin terhadapnya karena ada modus tertentu? Apa Jongin melakukan sesuatu hal semalam? Atau apakah..,APA KAH AKU AKAN HAMIL ANAK JONGIN? Kayla bergidik ngeri sebelum kembali melayangkan tatapan heran kepada Jongin.

“Kau! Apa yang kau perbuat semalam?!”

“Aku. Kayla-ya, apa maksudmu?”

“Tidak usah berpura-pura tidak tahu. Tidak usah bersikap pura-pura bodoh meskipun kau memang kau itu bodoh. Katakan sebenarnya pada ku, apa yang kita perbuat semalam?!”

“Aku tidak—“ Jongin tidak melanjutkan kalimatnya saat menyadari pertanyaan Kayla yang janggal. Jongin tahu bahwa Kayla berpikir dia telah berbuat yang macam-macam. Senyum miring membelah di wajah Jongin setelah seribu keisengan terlintas di benaknya.

‘Apakah ini saatnya untuk kembali bersenang-senang?’ batin Jongin.

Kayla kembali bergidik ngeri saat melihat Jongin menyeringai kecil. Apa maksud lelaki itu tidak menjawab pertanyaannya dan hanya tersenyum miring. Apa sebenarnya yang ada dipikiran lelaki itu.

“Ya Kim Jongin! Jawab pertanyaan ku!”

“Sebenarnya terlalu banyak yang aku pikirkan tentang apa yang kita perbuat semalam.” Jongin menghentikan kalimatnya. Senyum Jongin melebar, seolah dirinya mengingat semalam yang terjadi adalah hal yang tidak bisa ia lupakan.

“Kim Jongin, kau—“

Kayla tidak melanjutkan kalimatnya saat kepalanya berada di genggaman Jongin. Jongin menangkup wajah Kayla lalu bibirnya mendekati telinga Kayla dan berbisik.

“Kau ingin aku menjelaskannya dengan teori, atau praktek?”

Kedua mata Kayla melebar setelah mendengar kalimat yang baru saja Jongin bisikkan. Kayla menelan ludahnya sebelum memberanikan diri untuk mendorong Jongin.

“Tidak usah bertele-tele dan cepat beritahu apa yang sebenarnya yang terjadi, atau—“

Telepon genggam Kayla yang berbunyi menghentikan mulut Kayla yang baru saja akan memaki Jongin.

“Halo, manajer Jung.”

“Kayla, kau dimana? Aku berencana akan mengunjungi apartemen mu, aku sudah di jalan jadi—‘

“Nanti saja manajer Jung. Aku sedang diluar sekarang.”

“Tetapi Kayla, ada sesi foto yang sangat penting siang nanti dimana aku harus mengatur ulang jadwalmu, tidak mau tahu aku hanya akan memberi mu waktu 2 jam lagi.”

“Tapi—“ Kayla berhenti berbicara saat manajer Jung menutup teleponnya. Kayla menghempaskan ponselnya sebelum menoleh ke arah Jongin dengan tatapan yang penuh benci.

“Kau berhutang banyak penjelasan kepada ku,” ujar Kayla geram dengan sedikit menahan emosinya sebelum bangkit dari tempat tidur. Kayla mencari cara agar selimut putih tersebut bisa menutup seluruh bagian tubuhnya.

“Tidak usah repot-repot aku juga sudah tahu isi dalam selimut itu.” Jongin menggoda Kayla.

Kayla kembali meredam emosinya lalu memastikan selimut putih itu menutup semua bagian tubuhnya. Setelah memastikan dirinya terbungkus rapi dengan selimut putih, Kayla berjalan ke kamar mandi.

Jongin melihat Kayla berjalan susah payah dengan selimut hotel yang cukup berat tersebut. Sebagian tubuh Kayla tidak tertutup selimut putih mengundang Jongin untuk kembali menggoda Kayla.

“Nice butt, darling.” teriak Jongin dari tempat tidur.

Kayla mengacungkan jari tengahnya sebelum membanting pintu kamar mandi. Jongin kembali tertawa karena ia merasa terhibur setelah menggoda Kayla.

Sebelum Kayla dan Jongin sama-sama siap untuk meninggalkan hotel, baik Jongin maupun Kayla tidak mengeluarkan suara mereka dan saling sibuk sendiri.

“Halo, manajer Jung. Kau akan ke apartemen ku satu jam lagi. Baiklah, aku sudah di jalan kembali ke apartemen ku.”

“Halo Sehun. Beritahu manajer hyung aku sudah di jalan menuju apartemen. Sampai bertemu.”

Jongin dan Kayla sama-saman menutup panggilan mereka. Kayla berjalan mendekati Jongin, tentu saja Kayla ingin menagih penjelasan Jongin yang menggantung tadi.

“Jelaskan. Sekarang. Aku beri kau 15 menit lagi.”

Jongin menggeleng tidak percaya sebelum membalas Kayla.

“Apa yang kita lakukan semalam bahkan membutuhkan waktu lebih dari 15 menit, sayang.”

Kayla memijat ringan kepalanya yang mendadak terasa sakit. Sungguh, Kayla ingin rasanya memaki, menyiksa bahkan membunuh lelaki yang kembali menggoda dirinya tersebut.

“Kau ingin mati?”

“Aku bahkan sudah merasakan indahnya mati bersama mu semalam, Kayla-ya.”

“Sudahlah. Aku tidak ingin berbicara dengan mu. Aku bahkan tidak peduli dengan apa yang kita perbuat semalam karena bagiku tidak ada artinya dengan keadaan ku yang mabuk—pokoknya aku tidak peduli!” teriak Kayla sebelum mengambil tas nya dan berlalu meninggalkan Jongin.

Jongin sangat ingin menahan lengan Kayla dan ingin mengerjai gadis tersebut tetapi mengingat jadwal yang mendesaknya untuk kembali ke apartemen, mau tidak mau Jongin harus melepas Kayla kali ini. Benar, hanya kali ini. Karena Jongin yakin, gadis itu akan menagih penjelasan atas semalam dan meskipun tidak, Jongin akan mencari cara apapun untuk membuat gadis itu berjalan kembali padanya. Jongin meraih ponselnya dari saku, memeriksa kontak Kayla yang sudah ia simpan. Tidak lupa beberapa foto Kayla yang ia curi saat Kayla tertidur.

‘I’ll find my way back to you again, Kayla.’

.

.

Halo semuanya. Oke request terbanyak ke-2 setelah HURT. Maaf kalau part ini pendek banget, sebenarnya aku lagi gak enak badan tapi terlalu malas untuk tiduran jadi aku coba nulis kelanjutan fanfic ini. Harap maklum kalau part ini pendek, setidaknya aku menyicil fanfic ini perlahan tapi pasti. Aku tunggu komentar dari kalian untuk kelanjutan fanfic ini. See you on next story. Xoxo~~

Silahkan kunjungi blog aku disini

Iklan

16 pemikiran pada “Find My Way Back To You (Chapter 2)

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s