To Be Loved

Title: To Be Loved Author: Anonymouspark – Lenght: Ficlet – Disclaimer: I just own the story, poster also belongs to me. Already posted here   Genre: Fluff (maybe) – A/N:  This story isn’t based on Michael Buble song

Cast:

Park Chanyeol and OC/You

Summary:

As long as you can picture me in your mind, you can see me with your mind and your heart. It’s enough. And don’t forget this: I’ll always love you and I’ll always be ready to be your pair of eyes

Langkah pertama. Langkah kedua. Langkah ketiga.

Nah, ini dia. Langkah gadis tersebut berhenti saat dengkulnya itu menyentuh kursi yang ada di belakang halaman rumah. Dengan perlahan namun pasti ia menjatuhkan badannya di kursi, hingga punggungnya bersandar. Tampak gadis itu tersenyum kecil sebelum menutup kedua matanya. Hidungnya yang menghirup udara segar pagi membawa pikirannya melayang entah kemana. Tidak hanya kali ini, setiap kali ia selalu membayangkan bagaimana indahnya fajar yang menyuguhkan butiran udara segar, bagaimana indahnya luna yang terpancar setelah surya mulai menenggelamkan dirinya, bagaimana indah langit malam bersama bintang dan bulan. Terlalu banyak ciptaan Tuhan yang ia kagumi. Tetapi yang selalu terekam oleh gadis itu hanyalah beberapa. Dan ia sangat bersyukur, atas alam semesta yang telah di ciptakan Tuhan. Tidak lupa, ia selalu bersyukur atas takdir yang selalu diberikan Tuhan untuknya.

***

Langkah kaki itu berjalan dengan cepat menuju halaman belakang rumah setelah tuan rumah mempersilakan dirinya untuk masuk. Hingga langkah kakinya terhenti saat melihat gadisnya itu sedang menikmati udara segar pagi. Sungguh, tidak ada alasan lain bagi lelaki itu untuk bahagia selain melihat senyum dari wajah cantik gadisnya tersebut. Lelaki itu sengaja berdiam diri, memaku dirinya disana dan membiarkan gadisnya tenggelam bersama pikirannya tentang alam yang sangat ia kagumi. Lelaki itu tahu benar bagaimana gadisnya itu sangat kagum dengan alam sudah diciptakan begitu sempurna oleh Tuhan. Hanya dengan bersyukur, gadis itu bisa melihat langsung alam yang sangat ia puja. Namun dia tidak bisa membiarkan gadisnya berlama-lama tenggelam dengan pikirannya itu karena waktu jadwal kuliah yang sudah mendesak mereka.

***

“Tebak siapa yang datang?”

Hye Sung itu dapat merasakan kedua tangan usil menutupi kedua matanya yang masih tertutup. Ia tertawa kecil sebelum telapak tangannya menyentuh punggung tangan lelaki usil tersebut.

“Siapa lagi kalau bukan kau, manusia yang sudah dinobatkan menjadi lelaki paling usil di dunia ini, Park Chanyeol.”

Hye Sung dapat mendengar kekasihnya itu tertawa kecil sebelum ia menjauhkan kedua tangan Chanyeol lalu membuka kedua matanya. Gelap.

Chanyeol mengambil posisi duduk di sebelah Hye Sung, kedua lengan Chanyeol mengarahkan badan Hye Sung agar bisa berhadapan dengan dirinya. Kedua tangan Chanyeol turun lalu menggenggam jemari Hye Sung.

“Hye Sung ku terlihat menawan seperti biasanya.”

Senyum membelah di wajah Hye Sung. Tidak seperti gadis lain yang akan salang tingkah bahkan menyangkal jika lelaki memuji kecantikan mereka. Hye Sung selalu bersyukur setiap kali lelakinya itu memujinya dengan kata-kata yang indah.

“Ya Tuhan. Bahkan kini kau tersenyum dan kadar cantik mu semakin bertambah, Hye Sung-ah!”

Ucapan Chanyeol memang selalu berlebihan. Tetapi Hye Sung tidak pernah muak dengan itu. Hye Sung menyukai setiap kata yang keluar dari mulut Chanyeol. Bagaimana lelucon Chanyeol yang selalu menjadi penyemangat dan hiburan yang begitu menyenangkan baginya.

“Terima kasih, Chanyeol oppa. Bagaimana kabar mu hari ini?”

Ibu jari Chanyeol yang mengusap punggung tangan Hye Sung berhenti. Chanyeol mengangkat kedua tangan Hye Sung lalu meletakkan telapak tanga Hye Sung dipipinya. Kehangatan yang keluar dari kedua telapak tangan kekasihnya tersebut seolah memberi Chanyeol semangat.

“Bagaimana? Tentu saja kabar ku baik-baik saja. Aku memang harus sehat setiap harinya karena setiap hari aku akan menjaga gadisku satu-satunya ini, jadi kau jangan mengkhawatirkan ku, oke?”

Senyum Hye Sung semakin mengembang. Tidak lupa jemari Hye Sung mengusap lembut setiap sudut wajah kekasihnya tersebut, memastikan ucapan yang keluar dari lelaki itu benar adanya.

“Syukurlah. Tidak ada yang bisa membuat ku bahagia selain mengetahui kabar mu baik-baik saja, oppa.”

Kedua tangan Chanyeol meraih jemari Hye Sung yang masih meraba wajahnya. Saling menautkan jemari mereka sebelum sebuah kecupan mendarat di kedua punggung tangan Hye Sung.

“Aku juga bersyukur Hye Sung-ah, karena hari ini aku masih bisa melihat senyum manis di wajah cantik mu itu.”

Chanyeol memang tidak pernah lelah memuja Hye Sung. Karena untuk saat ini Chanyeol belum menemukan cara lain untuk membahagiakan kekasih yang sangat ia sayangi itu. Bibir Chanyeol mengecup sudut bibir Hye Sung sebelum membantu gadisnya bangkit dari kursi.

“Siap untuk pergi?”

“Tentu saja.”

Tidak lupa Chanyeol mengeratkan genggamannya di jemari Hye Sung sebelum langkahnya menyamai langkah Hye Sung. Chanyeol siap menjadi kedua mata bagi Hye Sung pada hari itu.

Yang mau baca kelanjutan mereka, aku bikin oneshot dari cerita ini: [OneShot] To Be Loved – I Can See You With My Mind. Happy reading ♥

Hai! Aku hadir sama cerita baru. Cerita lama bukannya gak aku lanjutin, sengaja aja sih bikin baru biar kalian gak bosan. Gitu. So, I hope you like it 😉

ps: maaf gak bisa balas komentar satu persatu, I feel bad but I hope you understand ♥

Iklan

19 pemikiran pada “To Be Loved

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s