The Letter – Last Letter

Title: The Letter Author Anonymouspark – Lenght Ficlet – Disclaimer I just own the story, poster also belongs to me. Already posted here   Genre Fluff (maybe) – A/N  This story isn’t based on Davichi’s song

Cast:

Chanyeol EXO and OC

Previous story: 

1st letter l 2nd letter l 3rd Letter l There’s No Letter To Be Read l 4th letter

Summary:

I want to write a last letter for you because I want to say good bye…

Setelah tiga minggu Sera menghabiskan musim dingin di Korea, kini tersisa 1,5 bulan lagi waktu yang tersisa untuk Sera berada di Korea sebelum ia kembali ke Los Angeles. Selama tiga minggu itu Sera mencoba memenuhi daftar liburannya yang telah ia susun jauh hari di Amerika sebelum ia berangkat ke Korea.

“Ke konser EXO sudah, sungai Han sudah, Namsan Tower juga sudah…”

Sera kembali memeriksa daftar liburan, mencontreng beberapa kegiatan yang sudah ia lakukan. Masih banyak daftar liburan yang ia belum ia laksanakan. Bibir Sera mengerucut, ia sangat ingin mencontreng semua daftar kegiatan yang sudah ia susun tersebut. Tetapi bagaimana ia bisa memenuhi semua kegiatannya itu mengingat kondisi tubuh Sera yang tidak mengizinkannya untuk berpergian.

“Aku sangat ingin memenuhi semua ini, tetapi—“

Sera tidak sanggup melanjutkan kalimatnya saat kepalanya kembali merasa sakit. Kali ini sakit di kepala luar biasa hingga membuat Sera berteriak.

“Sakit. Ibu…”

Isak tangis Sera keluar. Sakit kepala yang menyerangnya kali ini memang sangat menyiksa Sera dari sebelumnya. Memang sudah satu minggu ini Sera hanya beristirahat di rumah karena kondisi tubuh Sera yang lemah ditambah dengan keluhan sakit kepala yang mehinggapi Sera belakangan ini. Sudah beberapa tindakan seperti pergi ke dokter lalu mengkonsumsi beberapa obat sakit kepala yang sudah diresepkan oleh dokter. Terakhir kali Sera konsultasi dengan dokter mengambil tindakan CT-Scan otak Sera dan mengambil darah Sera untuk memastikan apa penyakit yang diderita oleh Sera. Tetapi belum sempat dokter menjelaskan hasil CT-Scan dan hasil darah, Sera meminta ibu dan ayahnya untuk mengantarnya kembali ke rumah karena Sera memang tidak suka berada di rumah sakit.

Ibu terbangun dari tidurnya saat mendengar suara lirih Sera yang berteriak. Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi ibu untuk bangkit dan menghampiri Sera. Saat langkah ibu memasuki kamar Sera, ibu menemukan Sera terduduk di sisi tempat tidur dengan jemari Sera yang menarik kuat rambutnya. Ibu menenangkan Sera sebelum meraih telepon genggam yabg berada di sakunya untuk menghubungi ayah Sera.

Sera merasa lega saat ibu mendekapnya. Ia merasa sedikit tenang setelah berada di dekapan sang ibu. Penglihatan Sera yang kabur melihat tangan ibu bergetar dengan hebat. Disisi lain Sera merasa sedih karena sudah membuat ibunya panik.

“Halo. Ayah dimana?”

“Aku baru saja selesai membelikan makan siang untuk mu dan Sera.”

“Ayah. Anak kita kembali merasakan sakit kepala yang luar biasa yah, bagaimana—“

“Ibu jangan panik. Kita akan bawa Sera ke rumah sakit lagi. Ayah tutup telepon dulu ya.”

Ayah memutuskan panggilan dari ibu terlebih dahulu sebelum melajukan mobil dengan kecepatan yang tinggi.

***

“Orang tua atau wali atas pasien Choi Sera silahkan mengikuti saya ke ruangan dokter Kim untuk dibacakan hasil CT-Scan dan hasil tes darah yang baru saja kita lakukan.”

Ayah yang tadinya terduduk lalu bangkit dan mengikuti perawat langkah perawat yang memanggilnya tadi. Ibu menatap Sera, tangan ibu menyisir lembut rambut anak gadisnya tersebut. Tidak lupa ibu berdoa jika ayah nantinya kembali membawa kabar yang baik.

***

“Setelah melihat beberapa gejala yang Sera alami seperti sakit kepala yang hebat, mual dan muntah yang tidak diketahui sebab dan akibat, tidak lupa bahwa nona Choi Sera pernah mengalami masalah seperti penglihatannya yang mulai kabur dan berbagai keluhan yang ia ceritakan sebelumnnya mendorong kami, tim dokter untuk melakukan tindakan CT-Scan dan memeriksa darah pasien.” Dokter menjelaskan riwayat penyakit Sera sebelum menceritakan hasil akhir yaitu apa sebenarnya penyakit yang di derita oleh Sera. Kemudian dokter mengeluarkan berkas hasil CT-Scan dan darah yang baru saja dilakukan.

“Setelah melakukan CT-Scan bisa dilihat pada gambar otak Sera terdapat berupa benjolan yang cukup besar. Itulah penyebab dari sakit yang Sera rasakan selama ini. Maka dari itu, hasil akhir dari pemeriksaan yang kami lakukan yaitu, Sera mengidap kanker Otak – stadium 3.”

Tuan Choi terdiam. Dirinya merasa percaya tidak percaya setelah mendengar penjelasan dari dokter. Tetapi tuan Choi berusaha untuk tetap tenang.

“Lalu dari dokter sendiri, apakah tidak ada tindakan lain untuk anak saya?”

“Saya bersama tim dokter akan melakukan hal yang terbaik agar nona Sera bisa segera pulih.”

Ayah menghela napasnya yang berat. Mendengar sugesti dokter tadi mampu meringankan beban pikirannya.

“Terima kasih, dokter. Terima kasih.”

***

Ibu tidak bisa menahan rasa sedihnya saat mendengar penjelasan Ayah. Ayah sebagai kepala keluarga dengan segala upayanya untuk menenangkan ibu Sera.

“Menangis bukanlah hal yang tepat. Aku tahu kau sedih. Begitupun aku. Tetapi tidak  ada yang bisa kita lakukan selain memberikan Sera yang terbaik, bukan?”

Dalam pelukan ayah, ibu hanya bisa mengangguk. Ibu membenarkan kalimat yang baru saja ia dengar dari ayah. Bahwa larut dalam kesedihan tidak akan membantu Sera agar bisa cepat pulih dari penyakitnya.

***

Senyum tipis yang hanya bisa Sera berikan kepada ibu dan ayah saat ia mendengar kabar buruk mengenai dirinya. Bukan, senyum tipis Sera bukan berati ia senang dengan penyakitnya. Melainkan ia tersenyum untuk meyakinkan kedua orang tuanya bahwa ia kini baik-baik saja, dan akan baik-baik saja. Sera tidak ada niat untuk melukai kedua orang tuanya lebih dalam lagi setelah mendengar pernyataan dari kedua orang tuanya.

“Sera-ya, anak gadis yang paling ayah sayangi. Ayah akan melakukan yang terbaik untukmu. Jadi kau jangan khawatir.”

“Benar Sera, ibu tidak hanya membantu mu secara lahir, batin ibu selalu mendoakan mu, nak.”

Sisi kiri Sera, ayah dengan lembut menyisir rambut Sera dengan jemarinya. Sisi kanan Sera, ibu menggenggam tangan Sera.

“Aku berjanji akan berjuang demi kalian. Ibu, ayah…”

***

Kondisi Sera bisa membaik, memburuk atau stabil setelah menjalani pengobatan di rumah sakit. Sera mau tidak mau harus menyukai rumah sakit yang akan membantunya untuk pulih dari penyakit yang di deritanya. Sejauh ini Sera memang masih menolak kemoterapi karena ia tubuhnya masih bisa menerima metode pengobatan biasa. Selalu ada berita bahwa orang yang mengidap kanker bahwa usianya tidak akan lama lagi. Begitu pula yang keluar dari mulut dokter saat menjelaskan penyakit Sera bahwa Sera hanya memiliki waktu 5 bulan lagi. Tetapi Sera mencoba menyangkal berita tersebut dengan mengikuti pengobatan dengan benar.

27 Desember. Dua hari natal sudah berlalu. Natal pertama Sera di rumah sakit. Sera juga ingat sudah sebulan sejak ia bertemu dengan idolanya, Park Chanyeol. Mengingat hal tersebut mendorong Sera untuk mengambil buku yang sudah disiapkan ibunya. Buku harian yang tidak lupa diselipkan oleh ibu kertas yang ia gunakan setiap kali akan menulis surat untuk Chanyeol. Detik berikutnya Sera mulai sibuk dengan surat yang akan dia tulis untuk Chanyeol.

27 Desember 2014

Dear Chanyeol…

.

Yang mau baca kelanjutan cerita ini silahkan klik link ini: The Letter – Your Last Letter

.

.

Halo~ aku kembali dengan kelanjutan seorang lucky fans dengan Park Chanyeol. Ya kira-kira 2-3 chapter lagi mungkin cerita ini akan tamat. Terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti cerita (yang rada ngawur) ini. See you on next story, xoxo~

Iklan

17 pemikiran pada “The Letter – Last Letter

  1. huuwwaaa kak wulan knp tiba2 coba sera sakit? yg aku tahu sblmnya klu sera ketemu chanyeol dlm keadaan sehat, tp apa sera gak akan ketemu chanyeol? next izin baca kak…

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s