Because You Are My Sister

chapter1

Tittle : Because you are my sister

Author : @Firna297

Main Cast :

Do Kyungsoo (D.O of EXO)

Oh Ji hyun (OC)

Oh Ji eun (OC)
Kim Jong In (Kai of EXO)

and others

Length : Chapter

Genre : Romance, Family, School life

Disclaimer : cerita ini milik saya, dilarang plagiat dan copy paste. Don’t bash and comment after reading!.

 

Oh Jihyun memasuki sekolah barunya hari ini,

dia menatap banner didepannya yang terpampang jelas dan berisikan ucapan selamat datang kepada siswa-siswi yang akan menjadi murid baru Seoul Senior High School.

Banyak yang beranggapan masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling menyenangkan. Benarkah? Tapi entahlah.

Untuk kali ini jihyun memutuskan bersekolah ditempat yang sama seperti eonnienya, jihyun memiliki eonnie kandung yang mempunyai umur berjarak 2 tahun dengannya. Jihyun memiliki eonnie yang bernama Oh Ji Eun dan sekarang berada ditingkat terakhir.

“jihyun-ah, kajja kita masuk. Aku akan menunjukkan dimana ruang kelasmu”. Tawar jieun dengan senang hati.

“kajja eonnie… aku berharap bisa betah disekolah ini”
Disaat dua bersaudara ini berjalan ada seorang namja tinggi nan imut yang menghampiri mereka.

“Ji Eun nugu?”

“Oh ini nae dongsaeng. Luhan kenalkan dia jihyun. Jihyun dia luhan yang sering aku ceritakan padamu”

“ah … annyeong haseyo. Woahh kalian terlihat mirip, kalian cocok jika menjadi saudara kembar.”

“anyeong luhan sunbae, senang bisa berkenalan dengan sunbae”balas salam jihyun dengan sopan.

“kau tidak perlu seformal itu, aku dan eonnie mu berteman sejak lama jadi kau cukup memanggilku luhan oppa saja”Ucapnya.

“eonnie .. aku bisa menuju kelas ku sendiri, eonnie tidak perlu mengantarku”Ucap jihyun meyakinkan ji eun.

“benarkah? kalau begitu dari sini kau tinggal lurus saja, dan diujung sana nanti ada tangga menuju lantai 2 kau ikuti saja jalan itu lalu kau akan tau kelasmu berada”

“ne .. sampai bertemu nanti pulang sekolah eonnie, luhan oppa. Annyeong”pamit jihyun dengan tersenyum simpul.

Dengan langkah pelannya jihyun menyusuri jalan yang ditunjukkan ji eun tadi. Sembari berjalan jihyun melihat-lihat brosur yang menunjukkan semua denah dan fasilitas sekolah barunya tersebut.

Bruk!

Jihyun baru saja mengalami skenario dimana yang sering terdapat didalam drama-drama. Memasuki sekolah baru dan secara tidak sengaja menabrak seseorang.

“auu .. “Pekik jihyun karena merasakan pantatnya yang menyentuh lantai dengan keras.

“aishh?”desis D.O sebal.

D.O mencoba bangkit tanpa menolong jihyun.

“Jwoseonghamnida” ucap jihyun berulang kali.

Setelah melihat jihyun baik-baik saja, D.O mencelos pergi dari hadapan jihyun. Sedangkan jihyun cemberut seketika.

‘mwo?? Kenapa dia cuek sekali. Semoga suatu hari nanti aku tidak mendapatkan pria yang cuek seperti dia’batin jihyun kesal.

 

_ _ _ _ _ _

 

D.O Pov

Untuk saat ini aku memilih untuk bersekolah di Seoul Senior High School karena seseorang yeoja yang selalu berada didalam hatiku sejak dulu saat berada di junior high school. Dihari pertama sekolah entah kenapa aku telah mendapat kesialan sendiri, entah kenapa aku tiba-tiba ditabrak oleh seorang yeoja yang membuatku terkejut karena yeoja tersebut memiliki wajah yang mirip dengan yeoja yang aku kagumi selama ini.

Aku berharap yeoja yang selalu aku kagumi selama ini bisa menjadi milikku setelah semua perjuangan yang selama ini aku lakukan untuk mendapatkannya.

D.O Pov End

_ _ _ _ _ _

 

“Annyeong ….”ucap jihyun setelah menemukan ruang kelasnya dan bertemu dengan seorang namja yang terlihat kebingungan seperti mencari sesuatu.

“ahh .. annyeong”balas pria tersebut dengan senyumannya yang membuat siapa saja tergila-gila.

“apa kau sedang mencari ruang kelas?”Tanya jihyun sopan.

Namja tersebut mengangguk menyetujui dan menunjukkan secarik kertas kepada jihyun.

“kau berada di kelas 1A? woahh kebetulan sekali, kita satu kelas”ucap jihyun senang karena merasa mempunyai teman yang ia ketahui bahwa satu kelas dengannya.

“jinjjayo? Wahh senang bertemu denganmu. Perkenalkan namaku Jongin tapi orang-orang selalu memanggilku kai, terserah kau ingin memanggilku apa”

“ne senang berkenalan denganmu jongin-ah, kau bisa memanggilku jihyun”balasnya dengan menjabat tangan kai.

“jihyun-ah, kau teman pertama ku disini apa kau mau sebangku denganku?”tawar kai yang membuat jihyun sedikit berpikir lalu menganggukkan kepalanya.

“geure .. kajja kita masuk”.

_ _ _ _ _ _ _

 

Jihyun Pov

 

Aku tidak pernah menyangka awal masuk sekolah akan menjadi hal semenarik ini. Kini aku duduk dibangku dekat tepi jendela yang menghadap taman sekolah yang membuat suasana belajarku akan semakin menarik dan satu lagi yang semakin membuatku semakin senang adalah teman pertamaku disekolah ini yang saat ini berada duduk disebelahku.

Bel masuk pun berbunyi yang otomatis membuat semua murid duduk pada tempatnya masing-masing. Kini pandanganku terpaku pada satu objek yang duduk tepat di depan bangku jongin.

‘omo … dia kan yang secara tidak sengaja aku tabrak? Jadi aku satu kelas dengannya?’batinku.

Entah kenapa aku merasa tertarik ketika melihatnya tapi segera kugelengkan kepalaku cepat menampiknya.

“jihyun-ah waeyo, kau melamun?”Tanya jongin menyadarkanku.

“ahh ani … gwencana”

Terlihat songsaenim yang bertugas mengajar telah berada didepan kelas dengan tersenyum sebagai ucapan selamat datang. Setelah melakukan perkenalan dan sedikit menceritakan tentang sekolah kini songsaenim mengadakan sebuah kuis untuk kami semua.

Dalam kuis tersebut songsaenim memberikan setiap anak selembar kertas yang berisikan soal matematika dan jawaban yang diminta harus berbeda-beda setiap anak. Pada akhir penilaian akan diumumkan nilai terbaik dan akan mempresentasikan hasilnya tersebut didepan kelas.

‘woahh … kenapa ini tepat sekali dengan kesukaanku. MATEMATIKA’batinku senang.

Aku mulai mengerjakan soal-soal tersebut dengan lancar dan mudah, entah sejak kapan aku selalu dikenal dengan otak encerku dan dapat berpikir dengan cepat. Bukannya aku ingin menyombongkan apa yang ada dalam diriku melainkan inilah yang terjadi. Sejak awal sekolah sampai sekarang aku selalu mendapatkan juara 1 pada setiap ujian kelas atau perlombaan.

Bangga? Ya aku sangat bangga pada diriku sendiri, sampai-sampai aku ingin menyumbangkan semua pengetahuanku kepada seluruh manusia diluar sana. Disaat libur sekolah atau waktu luang aku selalu berkunjung kebeberapa panti asuhan, disana aku bisa membagi ilmu ku untuk anak-anak yang kurang beruntung.

Setelah merasa yakin dengan semua jawaban yang telah aku kerjakan, aku segera menyerahkan kepada songsaenim. Setelah aku mengumpulkan terlihat namja yang aku tabrak tadi juga mengumpulkan.

“jihyun-ah kau benar-benar selesai mengerjakan semuanya?”Tanya jongin yang sedikit berbisik kearahku.

Aku menganggukkan kepalaku menyetujui dan menginstruksikan padanya untuk segera menyelesaikannya.

Ketika hasil diumumkan betapa terkejutnya aku jika mendapat nilai sempurna. Dan bukan aku saja yang mendapat nilai sempurna tapi juga namja yang pernah aku tabrak tersebut juga mendapat nilai sempurna.

‘ternyata dia juga pintar’batinku sedikit menatapnya.

“wahh tidak disangka kalian memang murid andalan, tidak salah jika para guru sering membicarakan kalian karena kejeniusan yang kalian miliki. Sekarang jihyun dan kyungsoo kalian bisa secara bergantian mempresentasikan hasil kerja kalian dihadapan teman-teman kalian”ucap songsaenim.

‘oh namanya kyungsoo, nama yang bagus.’batinku kembali.

Terlihat kyungsoo memberikanku isyarat untuk terlebih dahulu mempresentasikannya.

Akupun secara cepat tapi pasti mempresentasikan cara pengerjaan yang menurutku mudah dimengerti oleh kebanyakan orang.

 

Jihyun Pov End

 

_ _ _ _ _ _

 

D.O Pov

 

Sudah aku kira jika aku mendapatkan nilai sempurna kali ini tapi yang membuatku terkejut karena tidak aku saja yang mendapatkan nilai sempurna tapi jihyun juga.

Ya .. aku mengetahui namanya ketika songsaenim menyebutnya. Tapi entah kenapa dia selalu menarik perhatianku karena wajahnya, kenapa aku seperti mengenal wajah itu.

Kini giliranku untuk mempresentasikan hasilku dihadapan teman-teman. Sesekali aku melihat dari sudut mataku jika jihyun tengah menatapku dalam yang membuatku sedikit jengah.

 

D.O Pov End

 

_ _ _ _ _ _

 

Meski tidak terlihat jelas dari raut wajah masing-masing, mereka saling terkesan dengan hasil presentasinya. Tepuk tangan tanda applause ditujukan pada keduanya, mereka sama-sama berhasil menunjukkan kejeniusan mereka .

“woahh daebak!!! Kepintaranmu tidak bisa diragukan lagi jihyun-ah”ucap kai bangga melihat jihyun.

“ahh gomawo, tapi tidak seperti itu juga”jawab jihyun sedikit menggaruk lehernya yang tidak gatal itu.

“apa kau tidak lapar?”Tanya kai pada jihyun.

“aku lapar, kajja kita ke kantin”

Kai dan jihyun pun melenggang keluar kelas tetapi langkah jihyun terhenti ketika melihat D.O hanya berada ditempat duduknya, tidak sepert yang lainnya berhamburan keluar kelas.

“kyungsoo kau tidak ingin bergabung dengan kami, aku dan jongin akan ke kantin”ajak jihyun.

“ani pergilah”jawab D.O tanpa memandang jihyun. Jihyun sedikit mendengus kesal karena sama saja dia tidak dihargai ketika berbicara.

“biarlah dia, jika tidak mau bergabung dengan kita”sambung Kai tiba-tiba.

Jihyun pun akhirnya pergi dari hadapan D.O . Sepeninggalan jihyun tiba-tiba kyungsoo sedikit menghembuskan nafasnya kasar.

“kenapa dia jadi sok kenal denganku, semoga dia tidak menjadi pengganggu hidupku”ucapnya setelah itu ia beranjak dari tempat duduknya menuju perpustakaan. Disana dia bisa menenangkan pikirannya dengan membaca buku-buku yang bisa dia baca.

Dilain tempat terlihat Kai dan Jihyun telah menyelesaikan makannya. Mereka sedikit berbincang-bincang tentang kepribadian mereka.

“jongin-ah apa yang membawamu untuk bersekolah disini?”

“karena aku rasa menyukainya, dari semua pengamatanku sekolah ini memiliki extra kulikuler basket yang bagus dan setiap tahunnya meluluskan siswanya dengan nilai yang lumayan baik menurutku. Bagaimana denganmu?”

“aku setuju dengan alasanmu, aku bersekolah disini karena matematikanya. Aku dengar setiap tahunnya sekolah ini selalu memenangkan olimpiade matematika dan itu semua membuatku tertarik. Ditambah lagi eonnie ku juga bersekolah disini.”

“kau mempunyai eonnie?”

Jihyun menganggukkan kepalanya dan melihat sekitar seperti tengah mencari sesuatu.

“nah itu dia eonnie ku, yang berambut lurus lalu berpita pink dan disebelahnya ada laki-laki yang menurutku cute sekali, sampai aku iri terkadang melihatnya”

“benarkah? woahh kalian terlihat mirip dan kalian sama-sama cantik”puji Kai yang membuat jihyun merona karena malu.

“ahh kau bisa saja jong! . jika kita pergi bersama orang sering mengira kami kembar padahal kita hanyalah kakak beradik”

“jihyun-ah…”panggil seseorang yang tak lain adalah Ji Eun.

“wae eonnie?”

“nanti kita tidak dapat pulang bersama, aku harus mengerjakan tugasku bersama luhan. Kau tidak apa jika pulang sendiri?”

“tentu saja tidak apa-apa. Aku biasa pulang sendiri menggunakan bis”

“oh kau teman jihyun?”Tanya Ji Eun pada Kai.

“ne nuna, jongin imnida. senang berkenalan denganmu”

“tidak perlu sekaku itu, oh ya jongin kau harus tau ini. Jika kau berteman dengan jihyun kau harus lebih bersabar ne?”

“mwo?”ucap kai dan jihyun bersamaan.

“Jihyun itu cerewet, bawel dan dia suka melakukan hal sesuka hatinya”ucap Jieun yang membuat Jihyun melototkan matanya. Sedangkan jie eun berlari kabur dari tempatnya sebelum jihyun menerkamnya.

“yakkk eonnie!! Apa yang kau bicarakan eoh?”teriak jihyun memberengut sebal.

Kai tidak dapat menahan tawanya melihat pertikaian kecil jihyun dan jieun. Sampai-sampai jihyun memberengut juga pada Kai.

“Ya!! Jangan tertawa mengejekku seperti itu!”

“ne ne .. jika kau marah seperti ini semakin menggemaskan tau”

“Ya! Sekarang jangan menggodaku”ucap jihyun kesal bercampur malu.

“kau setiap hari naik bis?”

“ani … terkadang jika ada appa aku bersama eonnie diantar appa, kalau tidak biasanya supir dirumahku yang mengantarkan.”

Kai menganggukkan kepalanya mengerti. “bagaimana nanti pulang sekolah kau pulang bersamaku dan berangkatlah bersama ku”

“mwo!! Ah tidak perlu itu akan merepotkanmu, aku bisa berangkat dan pulang sendiri”

“bukannya rumah kita searah, itu tidak akan merepotkanku. Aku senang bisa berangkat bersamamu, bukankah kau bilang kita teman. Jadi aku tidak menerima penolakan”ucap Kai tegas.

 

Jihyun menimang-nimang ajakkan jongin dan akhirnya ia menyetujuinya“geure … selama itu tidak merepotkanmu”.

 

_ _ _ _ _ _

 

“jongin-ah kajja masuk kerumah dulu”ajak jihyun setelah jongin mengantarnya pulang.

“lain kali aku akan mampir”.

Jihyun menganggukkan kepalanya mengerti.

“geure.. hati-hati ne. Gomawo untuk tumpangannya”

“ne … besok aku akan menjemputmu, jadi tunggulah aku”
Jihyun melambaikan tangannya ketika mobil jongin berjalan meninggalkan rumahnya.

“kau sudah pulang nak..”sambut Nyonya Oh ketika jihyun membuka pintu.

“ne eomma”

“bagaimana hari pertama sekolahmu? Pastinya menyenangkan “

Jihyun menganggukkan kepalanya “sangat menyenangkan”.

“kau tidak pulang bersama eonnie mu?”

“ani .. eonnie harus mengerjakan tugasnya bersama luhan oppa di sekolah, jadi eonnie bilang akan pulang agak larut”

Nyonya Oh mengerti dan menyuruh Jihyun untuk mengganti pakaiannya lalu beristirahat dikamarnya.

 

_ _ _ _ _ _

 

“woahh lihatlah anak eomma seperti nya sedang bahagia, sedari tadi terlihat senyum-senyum sendiri”ucap Eomma Kai ketika melihat anaknya senyum-senyum sendiri dikamarnya.

“eomma …”
Kai beranjak dari tempat tidurnya lalu memeluk eommanya. Eomma kai yang tidak mengerti pun bertanya pada kai apa yang membuatnya terlihat sangat bahagia itu.

“apa yang membuatmu bahagia seperti ini jongin?”

“eomma aku tidak menyesal bisa bersekolah disana, aku menemukan seseorang yang aku cari selama ini.”

“dia gadis yang periang, baik dan pintar. Dia teman pertama ku disekolah, saat mengenalnya aku langsung tertarik melihatnya eomma.”
Eomma kai mengerti karena jarang-jarang sekali kai menceritakan seorang gadis kepada eommanya, ini kejadian yang sangat langka.

“apa kau menyukainya?”

“aku rasa aku mulai menyukainya eomma, meskipun aku baru mengenalnya. Aku yakin dia yeoja yang baik.”

“jika kau menyukainya, ungkapkan dan jagalah dia sepenuh hatimu”
Kai menganggukkan kepalanya mengerti dan tetap memeluk eommanya.

‘semoga kau mendapatkan gadis yang kau sukai itu jongin’

 

_ _ _ _ _ _

 

 

“eonnie apa kau sibuk?”Tanya jihyun yang menghampiri eonnienya dikamarnya.

“ani .. aku baru saja ingin istirahat. Oh ya bagaimana hari pertama sekolahmu?”

“menyenangkan eonnie, mungkin aku akan betah disini.”

“eonnie ikut senang jika kau senang tinggal disini. Kau tau eonnie sangat kesepian tau kau tinggal di London. Eonnie kira kau akan meneruskan sekolahmu disana.”

Sebenarnya jihyun dan jieun mulai kecil tinggal di London, tapi ketika junior high school jieun harus mengikuti sang appa ke korea sedangkan jihyun bersama eommanya di London. Baru kali ini jihyun pulang ke korea, karena segala urusan di London telah selesai.

“eonnie, aku menyayangi mu lebih dari apapun. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian disini”.
Jieun terharu mendengar ucapan dongsaengnya tersebut dan memeluknya.

“eonnie bangga mempunyai dongsaeng seperti mu, eonnie janji akan menjaga mu selalu”

“aku juga menyayangimu eonnie”

Jihyun pun akhirnya menceritakan semua yang terjadi ketika hari pertamanya sekolah. Jieun pun menyimak dengan senang hati, sampai-sampai ia terkejut dengan akhir cerita jihyun yang menceritakan tentang D.O.

“eonnie kau tau, aku satu kelas dengan namja yang cuek nya minta ampun, dia juga menyebalkan. Masa ketika aku mengajaknya ke kantin bersama dia malah mengacuhkanku. Dan yang paling membuatku terkejut dia juga siswa yang berprestasi eonnie. Dia jago dalam hal matematika. Tapi entah kenapa aku sedikit tertarik dengan kepribadiannya.”

“hmm lihatlah dongsaeng eonnie rupannya telah menemukan orang yang disukainya. Apa kau benar-benar menyukainya?”

“entahlah eonnie, aku tertarik saja ketika pertama kali bertemu dengannya. Tetapi dia terlihat terganggu atau tidak suka ketika aku mendekatinya.”

“mwo??? Atas dasar apa dia tidak suka padamu. Jelas-jelas kau ini baik, cantik, pintar dan semuanya ada di dirimu. Namja macam apa dia” ucap jieun dengan mendengus kesal.

“molla, semakin kesini aku semakin tertarik mengenalnya eonnie”

“memang siapa dia?”

“dia bernama kyungsoo tapi entah kenapa banyak yang memanggilnya D.O”

JDERR!!! Bagai disambar petir ketika mendengar nama kyungsoo disebut jihyun.

“kyungsoo!!”pekik jieun yang membuat jihyun penasaran kenapa eonnienya tersebut terkejut.

“apa kau mengenalnya eonnie?”Tanya jihyun.

“an..anii, Cuma saja namanya tidak asing bagiku”.

“eonnie sepertinya kau lelah, istirahatlah aku akan pergi ke kamarku. Selamat malam eonnie”

“ne selamat malam”.

‘kyungsoo? Tidak mungkin dia sekolah di sana, tapi aku yakin jika itu benar-benar kyungsoo. Apa yang akan aku lakukan jika jihyun tau semuanya? Aku tak ingin melihat jihyun sedih jika tau semuanya’pikir jieun dengan gelisah.

 

FLASHBACK

“Jieun-ah sepertinya kyungsoo menyukaimu”ucap luhan yang membuat jieun terkejut.

“ahh … mana mungkin, kau ada-ada saja. Dia sudah aku anggap dongsaengku”

“tapi lihatlah perhatiannya padamu selama ini”

“apa kau cemburu eoh???”

“ani!!! Ngapain aku harus cemburu”
Setelah berkata seperti itu luhan pergi dari hadapan jieun. Sedangkan raut wajah jieun telah berubah sendu.

‘aku berharap kau akan mengatakan kata ‘cemburu’ padaku. Apa kau tidak tau jika aku menyukaimu lebih tepatnya mencintaimu’.

“nuna apa yang kau lakukan disini sendirian?”Tanya kyungsoo dengan mengagetkan jieun.

“aku sedang jalan-jalan saja, kau sendiri sedang apa disini?”

“hmm … nuna apa aku boleh mengatakan sesuatu padamu, apa kau mau berjanji padaku jika aku telah mengucapkan ini kau tidak akan menjauhiku”

“geure .. apa yang ingin kau katakan?”

“nuna sudah sejak lama aku ingin mengatakan ini padamu, aku menyukaimu … ani tapi mencintaimu. Biarlah orang berkata apa tapi tetap saja aku mencintaimu setulus hatiku. Maukah nuna menjadi yeojaku”ucap kyungsoo yang membuat jieun terkejut bukan main.

‘jadi benar apa yang dikatakan luhan?’

“tapi ini tidak bisa kyungsoo”

“wae? Apa perbedaan umur? Aku tidak pernah memasalahkan semua itu nuna.”

“kyungsoo maafkan aku, tapi aku tak bisa. Aku telah menganggapmu sebagai dongsaengku. Kau pantas mendapatkan yang lebih dariku, lupakan perasaanmu padaku dan carilah yeoja yang bisa menerima mu. Mianhae … jeongmal mianhae”.

“nuna meskipun begitu kau akan selalu berada dihatiku, aku tidak bisa melupakanmu apalagi mencari yeoja lain. Seberapa besar kau memintaku menjauhimu aku tetap tidak bisa!”ucap kyungsoo yang sedikit berteriak karena jieun dengan perlahan pergi dari hadapan kyungsoo.

‘kyungsoo kau anak yang baik, kau pantas mendapatkan seseorang yang lebih dariku. Kau tidak pantas mendapatkan yeoja yang jahat sepertiku’

 

FLASHBACK END

 

“apa dia tau jika aku bersekolah disana, dan mengikutiku?. Semoga dia telah melupakan perasaannya padaku”

 

_ _ _ _ _ _

 

“jieun kau tau, bocah yang bernama kyungsoo itu sekolah disini. Tadi aku tidak sengaja melihatnya dikelas yang sama dengan kelas dongsaengmu”ucap luhan berbisik disela-sela pelajaran berlangsung.

“ne arra. Dia seumuran dengan jihyun”

“kau tau?? Aku rasa dia tetap pada pendiriannya untuk menyukaimu. Sampai sekarangpun dia masih mengikutimu, apa sampai sekarang kau tak punya rasa dengannya?”

Jieun menghela nafas nya kasar.

“tentu saja tidak, aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri. Lagian jihyun pernah bercerita padaku jika ia tertarik pada Kyungsoo”

Luhan terkejut mendengar cerita jieun, luhan sedikit melotot yang menurut siapapun masih terlihat sipit meskipun melotot tersebut.

“mwo!! Kau tidak bercanda? Bagaimana bisa 2 bersaudara terlibat dengan 1 namja. Bukankah namja yang selalu bersama jihyun itu namja chingunya?”

Jieun telah menampakkan wajah kesalnya ketika luhan membicarakan 2 bersaudara yang terlibat dengan 1 namja tersebut.

“nugu? Apa yang kau maksud itu kai? Aku sama seperti mu jika merasa kai lah namja chingu jihyun, tapi jihyun selalu bicara jika kai hanya temannya saja”

“apa kau juga merasakan jika kai menyukai jihyun? Dari tatapan, perilaku dan hal-hal kecil lainnya yang membuat ku mengira jika kai adalah namja chingunya”sambung jieun yang mendapat anggukan keras oleh luhan.

“ne aku setuju! Aku rasa kai memang menyukai jihyun. Tapi hanya saja jihyun tidak menyadarinya”

‘itu seperti mu Lu … kau tak pernah menyadari jika selama ini perasaan ini hanya untukmu’batin jieun yang diam-diam menatap luhan yang telah berkonsentrasi kembali pada pelajaran.

_ _ _ _ _ _

 

ONE YEAR LATER

 

Waktu istirahat pun tiba dimana kebanyakan dari murid sekolah selalu berhamburan ke kantin untuk mengisi perut masing-masing. Tetapi tidak berlaku bagi D.O, dia sering menghabiskan waktu istirahatnya di perpustakaan atau di taman. Beberapa hari ini D.O telah bertemu dengan jieun, perasaan senang pun menghampirinya. Tetapi sampai saat ini lah jieun seakan menghindar dan seolah tidak mengenal D.O, meskipun begitu dengan tekad bulatnya D.O tidak pernah menyerah.

Dan jihyun kini juga telah mengakui pada dirinya sendiri jika dirinya tertarik pada D.O. setiap kesempatan yang ada jihyun selalu mengajak bicara D.O meskipun pada akhirnya D.O akan mengabaikannya. Perasaan sedih sering menghinggap pada hati jihyun, Kai yang selalu berada disampingnya tersebut juga ikut merasa sedih karena meskipun kai mencintai jihyun, jihyun akan tetap mencintai D.O. sampai saat ini pun kai belum memberanikan dirinya untuk mengungkapkan semuanya pada jihyun.

“kau serius sekali membacanya, apa itu menarik”Tanya jihyun tiba-tiba datang dihadapan D.O yang membuat D.O menghembuskan nafas kasar seperti terganggu.

“apa kau tak punya kerjaan lain selain mengikutiku?”ucap D.O dengan sarkatis. Siapapun yang mendengarnya pun pasti akan sakit hati tapi tidak dengan jihyun.

“aku tidak mengikutimu, aku hanya kebetulan saja kesini dan bertemu denganmu”.

“apa kau benar-benar menyukaiku? Meskipun aku selalu mengabaikanmu”

“tentu saja, sudah berapa kali aku bilang jika aku akan tetap menyukaimu apapun yang terjadi”
Tatapan D.O yang garang dan sinis itupun tidak mengubah pendirian jihyun, bagaikan baja jihyun tidak akan runtuh oleh apapun. Meskipun hatinya sering merasakan sakit karena perkataan D.O tetapi tidak membuat jihyun runtuh begitu saja.

“sudah berapa kali aku mengatakan padamu jika jangan pernah menyukaiku, karena itu percuma. Aku tidak akan bisa menyukaimu sesuai harapanmu. Dan aku tegaskan kembali jika hanya ada satu yeoja yang sampai saat ini selalu ada di hatiku dan itu bukanlah kau!!”ucap D.O dengan penekanan pada kata “KAU”.

“apa yang membuatmu membenciku seperti itu, apa salahku padamu?”

“kau Tanya salahmu? Salahmu sangat banyak!. Kau selalu saja mengganggu hidupku, dan menghancurkan segalanya. Aku peringatkan sekali lagi, berhentilah menyukaiku karena sampai kapanpun aku tidak akan bisa menyukaimu kembali!”

Setelah berkata seperti itu D.O beranjak dari tempatnya keluar dari perpustakaan dengan wajah yang merah padam.
‘kau tau apa kesalahan terbesarmu? Kenapa kau memiliki wajah yang mirip dengannya’batin D.O tanpa tau jika jihyun adalah adik kandung jieun.

Dengan tatapan sedih jihyun mulai meninggalkan perpustakaan, dengan melamun jihyun tetap menyusuri koridor-koridor sekolah. Terlihat derap langkah seseorang seperti berlari terdengar mendekati jihyun.

“Ya!! Kemana saja kau! Aku panik mencari mu kemana-mana”Tanya Kai dengan nafas tersenggal-senggal.

“aku baru saja dari perpustakaan”ucap jihyun singkat tanpa melihat wajak kai.

“wae!! Bisa aku tebak, kau seperti ini karena D.O kan?”Tanya Kai mulai geram melihat yeoja yang disayanginya harus seperti ini.

“apa dia akan bahagia jika melihatku tidak ada disekitarnya? Apa aku terlihat begitu menyebalkannya”Tanya jihyun yang kini telah menatap kai.

“apa yang kau bicarakan? Sudah berulang kali aku katakan jika kau harus segera berhenti, jika tidak kau akan sakit hati. Aku yakin jika dia akan menjadi namja terbodoh dan dia akan menyesalinya suatu hari nanti”

“1 tahun sudah, dan sekarang kita telah berada ditingkat kedua. Apa aku harus berhenti?”
Kai yang mendengar nya tidak dapat berkata-kata, mendengarnya antara percaya dan tidak. Jika jihyun benar-benar berhenti itu artinya kai punya kesempatan untuk mengambil alih hati jihyun.

“ikutilah kata hatimu …”

“jongin-ah, bagaimana denganmu? Bukannya kau sering bercerita tentang yeoja yang kau sukai? Apa kau telah mendapatkannya?”

“aku rasa sulit untukku mendapatkannya”
Kening jihyun mengkerut seketika mendengar ucapan kai seperti telah patah semangat.

“wae? Apa yang kurang darimu? Yeoja seperti apa dia sampai-sampai kau sulit mendapatkannya”

‘seharusnya aku yang bertanya padamu jihyun, kurang apa diriku jika dibandingkan dengan D.O. dan yeoja seperti apakah dirimu yang membuatku sulit mendapatkanmu?’

Ucap kai yang sayangnya hanya bisa dia ucapkan dalam hatinya saja.

“Dia yeoja yang sempurna menurutku, tapi sayangnya dia tidak pernah menyadari perasaanku terhadapnya, meskipun berulang kali secara tidak sengaja aku telah mengungkapkan perasaanku padanya.”

“mwo??? Seperti itukah? Aku rasa dia sangat beruntung memilikimu yang mengejar-ngejarnya. Kau namja yang sempurna jongin, jika dia tidak dapat menjadi milikmu carilah yeoja yang benar-benar tulus untukmu. Yeoja itu pasti akan menyesalinya jika tau kaulah namja yang cocok untuknya”

‘benarkah aku sesempurna itu? tetapi kenapa sulit sekali aku memilikimu. Apa kau yakin jika suatu hari nanti akan menyesal jika tau yang sebenarnya?’

Lagi-lagi kai hanya bisa bicara dalam hatinya saja tanpa bisa mengucapkan langsung. Kai memandangi wajah jihyun dengan dalam yang membuat suasana hatinya selalu damai. Sedangkan jihyun yang merasa aneh pada kai pun heran.

“jongin…. jongin”panggil jihyun berulang kali tetapi sepertinya Kai melamun.

“jongin-ah!”panggil jihyun lagi yang membuat kai tersadar seketika.

“ahh mian … aku rasa sedikit kelelahan jadinya sedikit melamun.”
Jihyun pun mengeluarkan sesuatu dari balik jas sekolahnya dan diberikan nya pada Kai.

“minumlah .. kau pasti haus setelah berlari-lari untuk mencariku. Mian… kau jadi seperti ini”ucap jihyun dengan menyerahkan sebuah minuman untuk kai. Kai pun menerima dengan senang hati, kai meneguk sampai habis minuman yang diberikan jihyun. Jihyun pun tersenyum dan mendapati keringat kai yang membanjiri wajahnya, lalu ia berinisiatif untuk menyeka keringat tersebut.

“gomawo”ucap kai dengan senyum simpulnya yang menurut jihyun sangat manis. Jihyun menganggukkan kepalanya menanggapi.

_ _ _ _ _ _

 

Jieun tengah berjalan-jalan mengelilingi sekolah sebelum ia meninggalkan sekolah nya tersebut untuk melanjutkan ke universitas. Banyak kenangan yang telah ia buat selama ini, salah satu nya bersama luhan. Saat ini luhan tidak bersama jieun karena ada urusan keluarga yang harus luhan selesaikan.

Ketika berjalan di koridor kelas yang sepi jieun secara tidak sengaja bertatapan dengan D.O yang entah mengapa disaat jam pelajaran seperti ini berada diluar kelas. Jieun pun mengalihkan pandangan dan berjalan berlainan arah dengan D.O. D.O pun tak ingin kehilangan kesempatan bertemu jieun pun mengikutinya dan menarik tangan jieun.

“nuna … “
Jieun pun berhenti dan melihat pergelangan tangannya digenggam D.O. jieun mencoba melepaskannya tetapi D.O malah mengeratkan pegangannya.

“waeyo … tolong lepaskan”

“ani .. sebelum nuna menjawab pertanyaanku, kenapa selama ini nuna menghindariku”

“menghindarimu?? Aku rasa tidak menghindarimu”

“jangan berbohong … aku tau nuna menghindariku.”
Merasa pegangan D.O mengendor jieun pun memanfaatkan untuk melepaskan tangannya dari D.O dan berhasil.

“kyungsoo-ah berhentilah menjadi seperti ini, diluar sana ada yeoja yang menunggumu. Buat apa kau membuang-buang waktumu untukku.”

“meskipun nuna melarangku, aku tidak akan berhenti. Aku akan tetap mencintai nuna sampai kapanpun itu.”

“apa yang nuna maksud tentang yeoja yang menungguku?. Ahh aku tau maksud nuna yeoja itu jihyun?. Aku tidak menyukainya, seberapa besar dia mencari perhatianku aku tetap tidak bisa Karena dihatiku hanya ada nuna.”

“jika kau berkata seperti itu dan menyakiti hati jihyun kau sama saja menyakiti ku kyungsoo”
D.O tidak mengerti apa yang dikatakan oleh jieun barusan. Jieun pun melanjutkan perkataannya dan menjelaskan semuanya pada D.O.

“kau harus tau ini, jihyun adalah adik kandungku. Pasti kau telah mengira karena jihyun memiliki wajah yang hampir mirip denganku. Aku tidak ingin melihat dia tersakiti, dia adikku yang paling aku sayangi didunia ini. Dan kau kyungsoo … kau sudah aku anggap seperti adikku sendiri”

Expressi terkejut pun terlihat dari wajah D.O.

“mwo?? Bagaimana bisa?”

“kyungsoo jika kau benar-benar mencintaiku, apa kau bisa mengabulkan permintaanku”

“aku memang benar-benar mencintai nuna, tapi apa yang nuna minta dariku?”

“tolong rahasiakan ini pada jihyun jika kau mengenalku, dan aku minta kau tidak menemuiku kembali. Aku yakin jika kita berjodoh, suatu saat akan dipertemukan kembali. Apa kau bisa mengabulkannya? Aku mohon …”pinta jieun dengan sungguh-sungguh.

“ani … aku tidak bisa mengabulkan permintaan nuna yang satu ini. Nuna menyuruhku untuk menjauh? Mian nuna aku tak bisa”

Setelah berkata seperti itu D.O melangkah pergi jauh dan beberapa kali jieun memanggil namanya tetapi tetap tidak D.O gubris.

 

_ _ _ _ _ _

 

“jongin-ah , liburan musim panas kau berencana berlibur kemana?”Tanya jihyun pada jongin yang terlihat sangat menikmati waktu-waktu senggang seperti ini.

“molla, kau sendiri?”

“nado nan molla”

“kau tak berlibur bersama eonniemu?

Jihyun menggelengkan kepalanya. “ani … jieun eonnie sibuk mempersiapakan untuk ujian masuk universitas”.
Jongin mengerti dan seolah mendapatkan ide yang cemerlang.

“jihyun-ah bagaimana kalau kau ikut denganku berlibur”

“kemana?”

“ke pulau jeju, kemarin eomma mengajakkku berlibur dan kemarin aku bilang jika ingin mengajakmu. Eomma seperti nya senang bisa bertemu denganmu, bukankah selama ini kau belum sempat bertemu dengan eomma”

“woahh jinjjayo? Aku mau …”ucap jihyun girang.

“tapi kau harus meminta ijin pada orang tuamu, kemungkinan besar disana kita sekitar 4 hari”

“geure … eomma pasti memperbolehkanku. Kapan kita berangkat?”

“akhir pekan ini kita berangkat, kau bisa mempersiapkan barang-barangmu”
Jihyun mengangguk mengerti dan terlihat sekali jika jihyun senang atas ajakan jongin. Jonginpun ikut tersenyum senang melihat jihyun senang. Jongin terasa terpanah melihat senyuman jihyun yang sangat murni tersebut yang membuat detak jantung jongin berdetak tidak karuan.

 

_ _ _ _ _ _

 

 

“jihyun-ah sini nak, ada yang ingin kami katakan”ucap eomma jihyun yang disana telah ada appa dan jieun.

“kebetulan aku juga ada yang ingin dibicarakan eomma”.

“kau ingin bicara apa jihyun-ah”Tanya jieun penasaran.

“aku ingin minta ijin berlibur bersama jongin dan eommanya ke jeju, boleh ya?”
Jihyun mencoba merajuk dan membujuk eomma appanya.

“jeju? Berapa lama kau disana?”Tanya appa jihyun yang sedikit khawatir.

“sekitar 4 hari, tapi appa, eomma dan eonnie tidak usah khawatir aku tidak berlibur berdua saja kok”.

“geure, kau boleh berlibur bersama keluarga jongin tapi ada syaratnya”

“mwo?? Kenapa ada syaratnya?”

“meskipun begitu kau akan senang dengan syarat ini”sambung jieun yang membuat jihyun mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“appa dan eomma telah memikirkan ini secara matang-matang dan kami memutuskan untuk membuat acara pertunangan untukmu jihyun-ah”
Jihyun terkejut seketika mendengar eommanya berbicara tentang pertunangan untuknya.

“pertunangan?? Aku!!! Kenapa aku, bukan kah eonnie saja yang harusnya lebih dahulu”

“eonnie mu sudah sangat setuju jika kau terlebih dahulu untuk menjalankan pertunangan. Lagian teman eomma ini sangat menyukaimu jihyun-ah, sejak saat pertama kali bertemu dia ingin kau menjadi menantunya”

“eomma!!! Kenapa harus aku?? Aku masih kelas 2 SMA, dan siapa yang akan menjadi calon tunanganku itu?”

“appa yakin kau tak akan menolak jika tau siapa yang akan ditunangkan denganmu, eonnie mu bercerita jika kau mengaguminya dan menyukainya”

Jihyun tidak dapat berpikir kali ini, ia terkejut yang membuatnya tidak dapat berkata-kata lagi.

“nugu …?”

“Dia Kyungsoo”ucap eomma jihyun dengan jelas yang membuat jihyun terkejut untuk kedua kalinya.

“kyungsoo???”pekik jihyun yang membuat semuanya disana sedikit tertawa melihat expresi jihyun yang terkejut.

“bagaimana? Jika kau menyetujuinya eomma akan memperbolehkanmu pergi berlibur jika tidak eomma tidak akan mengijinkan”

“eomma bagaimana bisa begitu … “ucap jihyun merajuk lagi memohon agar tidak ada acara pertunangan.
Jihyun menimang-nimang keputusan kedua orang tuanya. Disatu sisi dia senang disisi lain dia takut jika melihat D.O karena sampai sekarang pun D.O tidak menyukainya.

“eomma … appa… eonnie … tapi kyungsoo tidak menyukaiku, bagaimana acara ini tetap berlangsung”

“kau tidak dapat membaca hati seseorang jihyun-ah, mana tau suatu hari nanti kyungsoo menyukaimu”sambung jieun mencoba meyakinkan.

Jihyun tidak dapat berkata apa-apa lagi jika mendengar keputusan kedua orang tuanya tersebut, dia hanya bisa diam dan menunduk.

“kami anggap kau menyetujuinya, kapan kau akan berangkat berlibur?”

“akhir pekan ini”

“baguslah, kami semua telah merencanakan pertunangan kalian diadakan besok lusa”

“mwo!!! Besok lusa?? Kenapa cepat sekali eomma”

“tenang saja kau tak perlu khawatir, semua nya telah disiapkan oleh keluarga kyungsoo. Satu lagi kau tak perlu khawatir karena kyungsoo sudah tau kok rencana ini”.

Jihyun berjalan gontai ke kamarnya, dikepalanya masih terngiang-ngiang bayangan pertunangan yang akan dia laksanakan bersama D.O. jieun yang meliat rasa khawatir pada dongsaengnya tersebut segera menyusul jihyun ke kamarnya.

“eonnie … aku tak tau harus bagaimana sekarang ini, antara senang dan tidak”

“kenapa kau berbicara seperti itu?”

“aku rasa jika pertunangan ini berlanjut hanya aku seorang yang mencintai kyungsoo, sedangkan kyungsoo? Itu mustahil jika dia mencintaiku kembali.”

“jangan berpikir seperti itu, eonnie yakin jika suatu saat kyungsoo akan luluh dan membuka hatinya untukmu”.

 

_ _ _ _ _ _

 

Hari dimana jihyun dan D.O bertunangan pun tiba. Kedua keluarga sepakat untuk merayakan acara dengan kekeluargaan saja mengingat D.O dan jihyun masih bersekolah. Terlihat sekali wajah gugup jihyun, kini jihyun beserta keluarga telah berada di sebuah restaurant yang telah mereka rancang untuk acara pertunangan. Jihyun dibalut dengan gaun selutut warna putih tulang serta make up yang tidak terlalu tebal membuatnya sangat cantik.

Tak diduga ternyata keluarga D.O telah menunggu, yang membuat keluarga jihyun meminta maaf atas keterlambatan mereka.

Sekarang pun jihyun duduk berhadapan dengan D.O tanpa menatapnya, tangan jihyun terasa dingin dan hanya bisa menunduk karena sekilas D.O menatapnya tajam. Suasana sedikit cair ketika para keluarga sudah saling mengobrol, dari situlah jihyun telah mendongakkan kepalanya dan mencuri-curi pandangan pada D.O. jihyun dapat bersyukur karena sekarang D.O tidak menatapnya lagi, tetapi tatapan itu sangatlah lembut tidak seperti tatapannya pada jihyun. Jihyun pun melihat apa yang sedang ditatap D.O sehingga membuatnya berbeda.

‘kenapa expresi kyungsoo berbeda ketika menatap jieun eonnie? Apakah kyungsoo menyukainya?’batin jihyun lalu menggelengkan kepalanya tidak mungkin.

Sedangkan yang ditatap, hanya mencoba mengalihkan pandangannya dari D.O. jieun merasa risih ketika D.O metapanya begitu dalam, jieun takut semuanya tau jika D.O menyukainya.

Tanpa mereka sadari kini jihyun tengah menatap D.O dalam, sedangkan D.O masih menatap jieun. Ini adalah kesempatan besar bagi jihyun untuk menatap seorang namja yang mengagumkan untuk malam ini.

‘ku akui jika malam ini kau sangat tampan kyungsoo, tapi sayangnya kenapa kau begitu membenciku?’

“ahh … aku senang sekali melihat putra putri kita telah bertunangan, semoga mereka langgeng sampai nanti pernikahan”.ucap eomma kyungsoo dengan mata berbinar-binar.

“yeobo, jangan sampai pernikahan saja, tapi sampai mereka menjadi kakek nenek”sambung appa kyungsoo dengan senyuman bangganya.

Jihyun yang kini telah bertunangan dan bertukar cincin dengan D.O pun hanya memaksakan senyumannya. Ia tidak bisa berkutik karena kini disampingnya telah berada D.O. Ya setelah acara inti selesai para keluarga pun menyuruh D.O dan jihyun duduk bersebelahan.
“Kalian terlihat sangat serasi”ucap Jieun yang membuat jihyun dan D.O menatapnya. Pernyataan jieun pun seakan

membuat D.O tak suka. Dari tatapan D.O pun terlihat jika ia tak menyukai perkataan yang baru saja jieun ucapkan.

“kyungsoo-ah, ahjussi hanya ingin mengatakan ini. Meskipun kalian masih hanya pertunangan saja, ahjussi minta kau bisa menjaga jihyun dengan sepenuh hatimu. Apa kau bisa?”

Tanya appa jihyun yang tidak dapat respon dari D.O karena D.O masih dalam dunia lamunannya. Orang tua D.O yang menyadari jika D.O tidak konsen pun langsung menyenggol tangan D.O yang membuatnya tersadar dari dunianya.

“Ne …????”Tanya D.O sedikit tersentak.
Appa jihyun pun mengulangi perkataannnya kembali. “apa kau bisa menjaga jihyun untuk ahjussi?”

“n .. ne … saya akan mencoba sebisa saya”ucap D.O sedikit tersendat karena yakin dan tak yakin dengan ucapannya.

“ahjumma juga percaya denganmu kyungsoo”sambung eomma jihyun.

Setelah acara selesai para orangtua pun menyuruh D.O dan Jihyun untuk berjalan-jalan mengelilingi restaurant, sebelumnya jihyun menolak tapi eomma D.O memaksa mereka. Apa boleh buat kini mereka dalam keadaan saling diam tanpa ada yang berbicara.

“akhirnya kau terikat denganku dan cita-citamu terwujud, kau senang?”Tanya D.O sakartis yang membuat hati jihyun yang sebelumnya kebal dengan perkataan D.O kini rapuh sudah mendengar perkataan D.O.

“ini semua bukan kemauanku, bukan kau saja yang terkejut tapi aku juga. Eomma dan appa yang tiba-tiba menyuruhku seperti ini, aku tidak bisa menolak lagi. Jika kau tak menyukainya kenapa kau tidak menolaknya saja”balas jihyun yang tak kalah sinis.

“kau tau bagaimana eommaku, bagaimana bisa aku menolaknya.”

“aku ingatkan sekali lagi jangan pernah semakin jatuh hati padaku karena sampai kapanpun aku tak bisa menyukaimu. Jadi berhentilah dan jangan berharap apa-apa dariku.”

“ah ya satu lagi, aku tak ingin pertunangan ini menyebar luas di sekolah, aku tak ingin semuanya tau tentang aku dan kau”sambung D.O yang tadinya sempat berhenti dan kini berjalan menjauh pergi dari hadapan jihyun.

Jihyun pun hanya pasrah, sakit hatinya semakin membesar. Butiran putih yaitu air mata yang ia tahan sedari tadi tidak dapat ia pendam. Air mata pun turun begitu saja seiring sakit hati yang ia rasakan, ini lah pertama kali jihyun menangis karena seorang namja.

‘cihh kau percaya diri sekali, lihat saja nanti’geram hati jihyun.

Jihyun segera menghapus air matanya dan berjalan menuju parkiran dimana mobilnya diparkir. Dimobil hanya ada sopir pribadi appanya, jihyun pun masuk dan menunggu keluarganya keluar.

“nona kenapa disini? Apa acaranya telah selesai?”Tanya sang sopir melihat jihyun tengah sebal.

“aku bosan ahjussi, didalam sangat membosankan”

Sopir pribadi keluarga itupun mengerti apa yang dirasakan jihyun dan hanya mengangguk.

 

_ _ _ _ _ _

 

TBC

Annyeong reader and chingudeul …… 😀
kita bertemu lagi tapi tentunya di FF yang berbeda, gimana ff yang ini?
mian jika ff nya terlalu cepat atau gak dapat feel, aku akan berusaha lebih baik lagi untuk di chapter berikutnya. Tapi untuk FF ini tidak akan sebanyak seperti FF I Think I Love You yang sampai 10 chapter lebih. Kalian bisa menebak kembali bagaimana karakter D.O dan Jihyun di FF ini, apa perbedaan dari FF ini maupun FF author yang sebelumnya.

Ayooo dong jangan pada jadi siders, berikan komentar kalian. Aku sangat senang sekali kalian bisa memberikan komentar yang membangun. Karena jujur author gak suka atau merasa tidak dihargai jika melihat kalian komen seperti “Next thoor, daebak” atau “feelnya dapat lanjut dong” atau yang lainnya.

Cerewet? Ya memang author cerewet tapi author akan merasa senang, merasa dihargai dan lebih bersemangat lagi untuk melanjutkan menulis ff jika para readers bisa memberikan komentar-komentar yang membangun. Maaf jika ini semua menyinggung kalian semua tapi author hanya bisa jujur begini dari pada author pendam.

#nahloh author jadi curhat di FF baru ini.

Untuk chapter berikutnya diharap bersabar ne soalnya sekarang author memegang kendali 2 FF sekaligus Hihihi

#apasih! .

Kalian juga bisa berkunjung di wp pribadiku juga : diaryworlds.wordpress.com

Bye bye sampai bertemu di FF I Think I Love You ^_^

 

 

Author TianiEXO dan FirnaDian

Mengucapkan

 

SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA IDUL FITRI bagi para teman yang merayakannya,

 

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

 

( kue lebarannya dibagi bagi ya~ -_- #ditampar)

Iklan

7 pemikiran pada “Because You Are My Sister

  1. Ping balik: Because You Are My Sister Chapter 3 | K-Pop Fanfiction Time

  2. Ping balik: Because You Are My Sister Chapter 3 | Gallery of EXO School

  3. Ping balik: Because You Are My Sister Chapter 3 | EXO FanFiction Indonesia

  4. Suer demdan banget sama kyungsoo, elah sok ganteng banget sihh. Kak harys bikin kyungsoo bertekuk lutut sama jihyun tapi jihyun uda nyerah tentang kyugsoo yayayayaya. Ditunggu next epsnya ya

    Suka

  5. seru thor, ,penasaran kelnjutannya
    jd gemes sma kyungso,, sm0ga aja sikapnya bisa berubah sma jihyun 🙂
    lahhh.. terus gimana nasib jongin¿¿¿

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s