I’m Sorry For…

tumblr_np3yfbUj4F1roxgsyo1_1280

Title: I am sorry for.. Author: Anonymouspark – Lenght: Ficlet Disclaimer: I just own the story, poster also belongs to me. Already postef here   Genre Fluff, Sad (maybe), School Life – Rated: T – A/N: I hope you like it!

Cast:

Park Chanyeol and Choi Seo Hee (OC/You)

Previous story: 

Goodbye l How We Meet l The Reason

Summary:

“KENYATAAN MUNGKIN MENYAKITKAN TETAPI HANYA SEMENTARA, JUSTRU KEBOHONGAN LAH MENINGGALKAN LUKA YANG ABADI.”

Setiap harinya Chanyeol tidak lupa menjemput Seo Hee terlebih dahulu agar bisa berangkat ke sekolah bersama. Hari itu SUV Chanyeol berhenti dua blok dari rumah Seo Hee. Chanyeol memang sengaja memarkirkan mobilnya disana sesuai permintaan Seo Hee yang tidak ingin mencari beribu alasan untuk mengindari pertanyaan aneh yang akan dilontarkan oleh ayah nantinya.

Chanyeol tersenyum saat melihat Seo Hee berjalan kearahnya. Sebuah kecupan mendarat di pipi Seo Hee saat gadis tersebut duduk disebelahnya.

“Pagi, Seo Hee-ya.”

Seo tersenyum kecil sebelum kembali membalas Chanyeol.

“Pagi, Chanyeol-ah.”

Tidak tahu pasti apa yang salah dengan Seo Hee, tetapi pagi itu tatapan Seo Hee begitu dingin.

Perjalanan dari rumah Seo Hee menuju sekolah terasa begitu lama. Suasana pagi itu begitu sangat berbeda. Biasanya perjalanan mereka selalu diselingi oleh lelucon Chanyeol, biasanya mobil penuh oleh suara tawa Seo Hee setiap kali mendengar lelucon Chanyeol atau pertengkaran kecil saat membahas sekolah mereka.

Hanya satu alasan mengapa Seo Hee diam seribu bahasa pagi itu. Percakapan antara dirinya dengan ayah pada malam lalu. Bagaimana ayah memberitahunya agar tidak terlalu dekat dengan siapapun. Sudah 3 tahun lebih Seo Hee dan ayah menetap di rumah itu. 3 tahun adalah waktu yang cukup lama sehingga   tidak pernah terlintas di pikiran Seo Hee bahwa ia harus pindah lagi. Disisi lain Seo Hee memiliki Chanyeo tetapi disisi lain Seo Hee memiliki masa depan yang tentunya tidak akan lepas dari campur tangan orang tuanya. Seo Hee menghela napasnya yang berat sembari menatap kosong jendela mobil.

“Seo Hee-ya, apa kau mendengarkan ku?”

Suara berat Chanyeol berhasil menarik perhatian Seo Hee. Seo Hee memaksa sebuah senyuman. Selama Seo Hee melamun tadi Chanyeol berusaha untuk mengubah suasana yang begitu tenang. Tetapi Chanyeol tidak sadar bahwa Seo Hee tidak memperhatikannya sama sekali.

“Apa?”

“Daritadi yang kau lakukan hanya menatap kosong jendela mobil. Apa kau tidak sadar bahwa pacarmu yang sangat tampan ini berada di sebelah mu? Seharusnya kau memperhatikan ku.” Kali ini Chanyeol menggoda Seo Hee. Chanyeol sadar ada yang salah dengan Seo Hee pagi itu. Gadis itu biasanya cerewet dan selalu mencari cara untuk melawan Chanyeol. Tetapi pagi itu Seo Hee dengan canggung menjawab ucapan Chanyeol.

“Ha-hanya saja. Aku terlalu cemas dengan ujian nanti.”

Tidak lupa Seo Hee tertawa kecil agar Chanyeol tidak curiga. Setelah itu, Seo Hee kembali sibuk menatap jendela.

Seo Hee sadar satu hal. Bahwa apa yang dikatakan ayahnya adalah benar. Ia tidak bisa hidup dan tumbuh seperti yang lainnya. Dia tidak bisa terlalu dekat oleh siapapun. Semenjak hari itu Seo Hee juga sadar satu hal, bagaimana pun Seo Hee harus mulai bisa memberikan Chanyeol bahu dinginnya, ia harus terbiasa oleh itu. Hal itu mungkin adalah yang terbaik untuk saat ini.

***

Sedikit cerita tentang keluarga kecil Seo Hee yang terlihat begitu rumit. Awalnya keluarga kecil itu adalah keluarga kecil yang cukup bahagia. Namun semua itu hancur ketika ayah dan ibunya memutuskan untuk bercerai. Seo Hee ikut bersama ayah dan ibunya pergi dengan suami barunya. Bagaimana pun sebagai ibu, Seo Hee diajak untuk ikut bersamanya. Kehidupan baru bersama ayah baru yang ia tahu sangat kaya, dimana ia harus tinggal bersama dua saudara tiri lainnya dan ia harus terbang jauh ke New York dan meninggalkan Korea. Terdengar sangat menarik tetapi Seo Hee belum berniat untuk tinggal dengan keluarga barunya yang masih terasa asing. Seo Hee tidak tega harus pergi dengan segala kebahagiaan dan harus meninggalkan ayahnya yang menderita.

Seo Hee disisi lain membenci ibunya yang harus meninggalkan ayah dan pergi dengan lelaki lain yang lebih kaya dari ayahnya. Ayah Seo Hee sebelumnya tidak terlalu menggilai alkohol hingga masalah datang bertubi-tubi dan puncak masalah yaitu pada saat ibu meminta ayah untuk bercerai. Masalah yang datang menyebabkan isi rumah penuh dengan pertengkaran.

Tanpa mereka sadari, Seo Hee mengurung dirinya. Memeluk lututnya. Ketakutan. Tidak lupa, air mata menyertai perasaan sedih Seo Hee setiap malamnya.

***

Langkah Seo Hee berjalan menuju kelas. Setiap siswa di lorong menyapa Seo Hee satu persatu. Seo Hee hanya bisa memaksakan senyuman pada setiap sapaan yang datang kepadanya. Tidak ada hal benar yang bisa Seo Hee pikirkan pada saat itu.

Seo Hee berhenti tepat di depan lokernya. Kedua tangan Seo Hee sibuk memilih buku yang ada dalam daftar pelajaran pada hari itu. Tepat saat Seo Hee selesai menutup lokernya, badan Seo Hee tertahan karena seseorang memeluknya dari belakang.

Gotcha! Setelah beribu alasan karena ujian akhir kau menolak untuk bertemu dengan ku dan kini ujian telah usai dan kau memberikan ku alasan lainnya. Nona Choi Seo Hee, apa kau sengaja melupakan kekasihmu yang tampan ini?”

Bisikan Chanyeol sukses berhasil membuat Seo Hee terdiam. Sudah seminggu Seo Hee jaga jarak dari Chanyeol bahkan sengaja bersikap dingin dengan harapan Chanyeol agar lelaki itu sadar akan suatu hal. Tetapi yang ada hari itu Chanyeol masih memeluknya. Hangat. Napas Chanyeol yang menyentuh leher Seo Hee saat berbisik tadi menambah perasaan bersalah Seo Hee kepada Chanyeol.

Kedua lengan Chanyeol memutar balik badan Seo Hee. Jemari Chanyeol memijit pelan kening Seo Hee saat perempatan siku-siku terbentuk jelas di kening Seo Hee.

“Seo Hee-ya, aku—“

Chanyeol tidak melanjutkan kalimatnya saat bel masuk berbunyi.

“Iya?”

“Bukan apa-apa. Aku harap kau tidak sibuk malam ini. Jika kau sibuk, lupakan lah jadwal mu yang lain. Aku sangat rindu bermain dengan mu jadi luangkan waktu mu nanti malam untuk bermain basket. Aku tunggu di lapangan di dekat rumah mu.”

“Tapi—“

Bibir Chanyeol kembali mengecup ringan pipi Seo Hee sebelum mereka harus berpisah.

“Tidak ada tapi. Sampai berjumpa nanti malam.”

***

Tidak ada yang spesial pertemuan mereka pada malam itu. Hanya permainan ringan yang terjadi antara Chanyeol dan Seo Hee. Tentu saja sikap dingin Seo Hee mengganggu Chanyeol, tetapi Chanyeol berusaha untuk mengerti Seo Hee dan akan bertanya nantinya pada gadis itu.

Seo Hee duduk terlebih dahulu setelah merasa lelah melawan Chanyeol. Setelah bermain beberapa menit lebih lama, Chanyeol menjatuhkan dirinya disebelah Seo Hee.

“Sungguh melelahkan.” Ucap Chanyeol sembari menyandarkan kepalanya di paha Seo Hee.

Tidak banyak kata yang keluar dari mulut Seo Hee dan Chanyeol. Malam itu hanya permainan singkat dan Chanyeol yang tertidur pulas setelah saat Seo Hee menyisir jarinya di rambut Chanyeol.

‘Maafkan atas sikap dinginku belakangan ini, Chanyeol-ah. Maafkan aku.

.

.

.

Aku tulis fiksi OC x SeKaiYeol (masih teaser) tapi masih bingung untuk menentukan lokasi mereka. Yang mau baca silahkan kunjungi: 7 Days With These Idiots and let me know what is the best answer. Thx.

Hey! Aku kembali dengan kelanjutan mereka. Maafkan daku yang gak bisa jauh dari genre sad. Nanti deh aku tulis fiksi komedi kalau dapat moodnya ya. I hope you like it and don’t forget to keep RCL.

I think that is all and see you! Xoxo~~

Iklan

12 pemikiran pada “I’m Sorry For…

  1. halo kak long time no see 😀 aku baca ini sblm baca part lain, ceritanya menarik hehehe, dan aku baca a/n dibawah, kakak tulis story sekaiyeol?! favorit aku kak, segera meluncur ke blog mu kak 🙂

    Suka

  2. Entah knapa chapter ini bikin sedih kak wulan, kok aku gak relaaa seohee harus bener pergi dari chanyeol nantinya…spt biasa aku penasran sm next, se-ma-ngat kak wulan 🙂

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s