Because You Are My Sister Chapter 2

chapter1

Because You Are My Sister chapter 2

Tittle : Because you are my sister

Author : @Firna297

Main Cast :

Do Kyungsoo (D.O of EXO)

Oh Ji hyun (OC)

Oh Ji eun (OC)

Kim Jong In (Kai of EXO)

and others

Length : Chapter

Genre : Romance, Family, School life

Disclaimer : cerita ini milik saya, dilarang plagiat dan copy paste. Don’t bash and comment after reading!. FF ini juga pernah di post di wp pribadi diaryworlds.wordpress.com

 

Chapter Sebelumnya:  Chapter 1

 

Jihyun telah berdiri disamping kopernya untuk menunggu jongin dan eommanya datang, karena mareka telah sepakat untuk bertemu di bandara. Hari ini jihyun berpakaian sangat santai yang membuatnya semakin segar jika dilihat. Meskipun terlihat dalam keadaan baik, tetapi itu berbanding terbalik dengan dirinya sebenarnya. Jihyun mencoba tersenyum dan menutupi semuanya karena tidak ingin merusak acara liburannya bersama jongin.

Dari arah belakang terlihat seorang namja yang mendorong trolinya dengan perasaan senang menuju kearah jihyun yang masih belum mengetahuinya, sedangkan disamping namja tersebut terdapat wanita paruh baya yang terlihat masih sangat muda.

“apa kau telah menunggu lama?”Tanya namja tersebut yang tak lain adalah jongin dan eommanya yang berada di sampingnya. Jihyun pun membalikkan badannya seketika dan wajahnya berbinar seketika melihat jongin telah datang.

“ahh annyeong haseyo … ani, aku baru saja datang”ucap jihyun sedikit kaku karena sekarang jongin bersama eommanya yang tidak pernah jihyun temui selama ini.

Eomma jongin terlihat tersenyum dan senang melihat jihyun untuk pertama kalinya.

“apa kau yang bernama jihyun? Woahh pantas saja jongin begitu mengagumimu”ungkap eomma jongin yang membuat jongin terbelalak terkejut sedangkan jihyun tidak mengerti sama sekali dengan perkataan .

“ne? apa maksud ahjumma?”

‘eomma’ gerutu jongin yang membuat eommanya berhenti bicara tentangnya.

“ahh tidak apa-apa, hanya saja kau tak pernah bermain kerumah? Ahjumma tidak pernah melihatmu”

“eomma … telah berulang kali aku mengajak jihyun kerumah, hanya saja eomma selalu sibuk dan membuat eomma tidak bertemu dengan jihyun.”jelas jongin yang membuat eommanya mengerti.

“kajja, sebentar lagi pesawatnya akan lepas landas. Ohh jihyun-ah apa kau telah meminta izin pada orang tuamu jika berlibur bersama kami?”Tanya eomma jongin.

“ne ahjumma aku telah meminta izin dan mereka mengizinkanku asalkan ini tidak merepotkan ahjumma dan jongin”

“tentu saja tidak, kami sangat senang melihatmu bisa bergabung dengan kami. Ah ne kau tak perlu memanggilku ahjumma, kau hanya perlu memanggilku eomma. Anggap saja aku eommamu, tak perlu sungkan”ucap eomma jongin yang mendapatkan anggukan dari jihyun mengerti.

“jihyun-ah sini kopermu biar aku yang bawa, kau berjalan saja duluan bersama eomma”.

Jonginpun mendorong trolinya yang berisi 3 koper yang merupakan milik eommanya, jihyun dan milik dirinya.

Terlihat sekali jika eomma jongin sangat menyukai jihyun, sedari tadi mereka mengobrol segala macam topic yang membuat jongin tidak mengerti.

‘beginikah jika para yeoja jika sedang berkumpul?’pikir jongin melihat keakraban eommanya dan jihyun.

Didalam pesawatpun eomma jongin duduk bersampingan dengan jihyun sedangkan jongin berada didepan mereka menikmati kesendiriannya.

_ _ _ _ _ _ _

“Nah kita akhirnya sampai”ucap jongin gembira.

Sedangkan jihyun menatap sebuh rumah didepannya dengan takjub. Rumah tersebut adalah milik keluarga jongin di jeju, rumah tersebut dikelilingi taman yang indah dan menghadap langsung pada pemandangan alam laut.

Kekayaan keluarga jongin memang tidak diragukan lagi, kekayaan tersebut tidak akan habis sampai beberapa turunan.

“jihyun-ah? Wae? Kau tak suka?”Tanya eomma jongin yang membuat jihyun sadar dan menggelengkan kepalanya.

“aniyo eomonim, hanya saja rumah ini sangatlah menakjubkan. Aku rasa akan betah disini meskipun berlama-lama”canda jihyun.

“kapan saja kau mau kau bisa datang kesini bersama jongin, rumah ini akan selalu terbuka untukmu”ucap eomma jongin yang mendapatkan anggukan dari jongin.

Akhirnya jongin, jihyun beserta eommanya memasuki rumah tersebut. Kini mereka berada di ruang tengah yang terdapat kaca besar yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan taman sekaligus pantai. Jihyun tak berhenti-berhentinya takjub melihat semua tersebut.

“eomma … aku mau ke kamar dulu”ucap jongin telah mulai melangkah pergi tetapi dihadang oleh eommanya.

“jongin … kau antar juga jihyun ke kamarnya, kamarnya telah siap disamping kamarmu”
Jongin pun mengangguk kan kepalanya mengerti dan menarik koper jiyun yang tadi dibawa jihyun.

“selamat beristirahat eomonim”ucap jihyun sopan.

“ne … bersenang-senanglah disini, semoga betah ne. jika perlu sesuatu bilang saja pada jongin”
Setelah kepergian jihyun dari hadapan eomma jongin, eomma jongin tersenyum. Mengisyaratkan jika ia sangat menyukai jihyun.

‘kau anak yang baik, sopan, dan cantik jihyun-ah. Semoga kau segera menyadari perasaan jongin padamu’batin eomma jongin. Tiba-tiba pandangan eomma jongin sedikit kabur dan dihidungnya mengeluarkan darah, sebelum ada yang tau eomma jongin segera menuju kamarnya untuk segera membersihkan hidungnya yang berdarah dan beristirahat.

_ _ _ _ _ _

 

Jihyun memasuki kamarnya dan memandangi sekelilingnya. Decak kagum yang sedari tadi terpaut di wajahnya masih kentara. Kamar yang ditempati jihyun sangatlah besar terdapat kasur king size, meja rias, meja + televisi, ditambah lagi terdapat balkon yang menunjukkan pemandangan yang sangat indah.

Jihyun menuju balkon dan tersenyum dengan damai seakan melupakan masalah pertunangannya. Jihyun memejamkan matanya mencoba menikmati angin yang menerpa wajahnya. Jika jihyun ditanya mungkin akan menyukai suasana seperti ini yang tenang dari pada suasana di seoul.

Tanpa jihyun ketahui sedari tadi jongin memperhatikannya dari balkon kamarnya. Jongin tanpa rasa bosan memandang wajah jihyun yang damai tersebut, seulas senyuman terukir diwajah jongin. Dengan memasukkan tangannya diantara saku celananya jongin tetap memandangi jihyun dan mengaguminya secara diam-diam.

‘yeopo’batin jongin.

 

_ _ _ _ _ _

 

Waktu makan siang pun tiba, kini jihyun beranjak dari tempatnya menuju lantai bawah untuk makan. Ketika telah berada di ruang makan tidak ada siapapun disana, jihyun pun bertanya pada salah satu pelayan disana.

“ahjumma .. kalau boleh tau jongin dan eommanya dimana?”

“nyonya Kim telah pergi tadi sekitar jam 11, sedangkan tuan jongin biasanya jam segini berada ditaman sedang duduk santai. Biar saya panggilkan dulu untuk nona”

“ahh tak perlu ahjumma, biar aku saja yang kesana untuk menjemputnya”

Terlihat punggung seorang lelaki membelakanginya dengan duduk santai menikmati pemandangan. Jihyun pun berencana untuk mengageti jongin tetapi hasilnya nihil, jongin tidak terkejut sama sekali.

“aku tau jika kau datang, aura mu begitu membuatku hafal”ucap jongin yang membuat jihyun mendengus kesal dan mengambil tempat duduk disamping jongin.

“pemandangan disini sangat indah jongin-ah, rasanya aku malas untuk kembali keseoul”

“jinjja? Kalau begitu tinggalah disini bersamaku”ucap jongin dengan candaannya seperti biasa.

“jongin-ah, kemana eomonim pergi? “
Jongin menghembuskan nafasnya pelan.”begitulah eomma, kesini bukan untuk berlibur melainkan untuk bekerja. Aku selalu ikut tetapi aku selalu berlibur sendiri, maka dari itu aku mengajakmu. Aku bosan sendiri disini, kau tau aku sangat senang ketika kau mau ikut denganku berlibur. Terkadang aku juga mengkhawatirkan kesehatan eomma, sering aku bertanya pada eomma sakit apa tapi eomma selalu bilang jika baik-baik saja”

Jihyun mendengarkan cerita jongin dengan seksama. Jihyun sangat tau jika jongin adalah namja dikelilingi harta yang sangat banyak tetapi tidak merubah keadaan jika jongin kesepian. Tidak seperti jihyun yang dikelilingi orang-orang yang sangat perhatian dengannya. Terkadang sebisa mungkin jihyun mencoba membuat jongin tidak merasa kesepian, jihyun selalu ada untuk jongin. Sayangnya satu yang tidak bisa jihyun ketahui jika selama ini jongin sagatlah mencintainya. Asal usul keluarga jonginpun jihyun telah tau, mulai dari appa jongin yang telah tiada sejak ia duduk dibangku sekolah dasar. Jongin juga memiliki saudara kandung yang kini berada di new york untuk melanjutkan kuliah dan mengurus perusahaan keluarga. Sedangkan jongin mungkin suatu hari nanti akan menyusul saudaranya tersebut.

“aku percaya jika eomonim akan baik-baik saja jongin-ah”

“ahh janganlah bersedih, bukankah kita disini untuk bersenang-senang?”Tanya jihyun dengan memegang pundak jongin, sedangkan jongin terlihat aneh ketika melihat dijari manis jihyun terdapat sebuah cincin.
Jongin pun menarik tangan jihyun dan melihatnya lebih jelas. Sedangkan jihyun pun mencoba menarik tangannya tetapi jongin memegangnya dengan erat.

“sejak kapan kau memakai cincin seperti ini?”

“oh .. ini”. jihyun mencoba berpikir sejenak.

“bukankah kita disini untuk berlibur dan senang-senang? Nanti aku berjanji padamu untuk menceritakan sesuatu”.janji jihyun karena tidak ingin merusak acara liburannya dengan mengingat masalah pertunangannya.

Jongin pun menganggukkan kepalanya mengerti. Jihyun pun berdiri dari tempatnya duduk dan mengajak jongin untuk segera menuju ruang makan untuk makan siang. Ketika jihyun berjalan terlebih dahulu didepannya jongin sedikit memikirkan sesuatu yang membuatnya berhenti.

‘apa mungkin acara keluarga yang jihyun datangi kemarin adalah acara pertunangan?’tanya nya dalam hati. Tetapi segera ia singkirkan pikiran tersebut dan segera menyusul jihyun ke dalam.

 

_ _ _ _ _ _

 

Dilain tempat tepatnya dirumah D.O terdapat sebuah pertengkaran kecil antara D.O dan eommanya. Bagi jihyun liburan musim panas kali ini sangat menyenangkan berbeda dengan D.O yang merasa jenuh karena eommanya selalu bercerita tentang jihyun.

“Kyungsoo-ah kenapa kau tak menghentikan jihyun berlibur dengan namja lain”Tanya eomma D.O sedikit kesal karena tak ada respon apapun dari D.O.

“tidak ada urusannya denganku, dia punya hak untuk berlibur”jawab D.O dengan membaca buku yang berada ditangannya.

“tidak ada urusan? Hah?? Dia tunanganmu kyungsoo!! Apa kau tak punya rasa cemburu sedikitpun?”

“ani buat apa? Itu akan membuang-buang waktuku saja”
Eomma D.O yang telah diambang batas itupun mencoba meredam rasa marahnya.

“kyungsoo-ah jihyun adalah yeoja yang baik dan cantik bagaimana kau menyia-nyiakan dia seperti itu? eomma yakin kau akan menyesal suatu hari nanti”

“tidak akan. Secantik ataupun sebaik apapun dia tetap saja tidak membuatku tertarik. Lagian ini semua eomma yang memaksaku, aku tidak ada rasa apapun padanya”

Setelah berkata seperti itu D.O melenggang pergi dari hadapan eommanya. Sang eomma yang mendengar pernyataan anaknya tersebut merasa geram terlebih lagi D.O tidak pernah memakai cincin pertunangannya.

 

_ _ _ _ _ _

 

Jeju Island

“Wahhhh”teriak jihyun senang ketika mobil yang dikendarai jongin melaju dengan cepat yang membuat wajah jihyun diterpa angin karena jendela mobil yang dibukanya tersebut, serta pemandangan alam yang disuguhkan sangatlah indah.

Ya kini mereka berjalan-jalan karena setelah makan siang jongin mengajak jihyun untuk berkeliling jeju. Sesekali jihyun memotret pemandangan yang menurutnya sangat indah tersebut, dan secara diam-diam jihyun memfoto jongin yang sedang tersenyum tetapi jihyun tertangkap basah.

“aku tau aku tampan, tapi jangan mengambil fotoku secara diam-diam. Jika kau mau aku dengan suka rela kau foto”ucap jongin percaya diri.

“aisstt jinjayo?? Kau sungguh percaya diri sekali”.

Kini mereka telah berada ditempat dimana banyak bunga yang tumbuh, hari ini tak begitu banyak wisatawan berlibur yang membuat jihyun dengan senang hati mengambil gambar yang sangat indah.

“jongin-ah tersenyumlah seperti itu, kau terlihat semakin tampan jika seperti itu dan bersiaplah aku akan memotret mu”ucap jihyun telah menyiapkan kameranya.

“mana biar aku fotokan”tawarnya dengan meminta kamera milik jihyun, dengan senang hati jihyun memberikannya dan segera berpose.

‘yeoppo’ucap jongin dalam hati, entah keberapa kali jongin mengucapkan kata ‘yeoppo’ tersebut.

Jihyun yang sibuk melihat hasil foto pun tiba-tiba mengeluarkan senyumannya karena merasa hasilnya sangatlah bagus. Jongin yang merasa tidak dihiraukan pun segera mengambil kamera jihyun, sedangkan jihyun yang tidak mengerti pun hanya mengisyaratkan ‘ada apa’.

“kajja kita berfoto bersama”ajak jongin lalu mengahampiri seorang pemuda yang sedang sendiri untuk dimintai tolong.

“annyeong … apa bisa aku minta tolong untuk mengambil gambarku dengan yeoja itu”

“nde … dengan senang hati”

Jongin pun mendekat pada jihyun, kamera pun siap dan jongin serta jihyun pun berpose dengan baik tetapi rasa canggung tiba-tiba terasa diantara mereka berdua. Sang pemuda pun merasa aneh dan menyuruh mereka untuk saling mendekat. Jongin pun akhirnya merangkul bahu jihyun, sedangkan jihyun mendekat dan meletakkan tangannya dipinggang jongin. Mereka berpose dengan baik, siapapun yang melihat pasti mengira jika mereka adalah seorang sepasang kekasih yang sedang kasmaran.

“khamsahamnida”ucap jihyun.
Pemuda tersebut mengangguk. “kalian sepertinya masih canggung, tetapi kalian pasangan kekasih yang sangat serasi”

“nde???”ucap jongin dan jihyun bersamaan karena terkejut mendengar ucapan pemuda tersebut.

“kita bukan sepasang kekasih”jelas jongin yang kini membuat pemuda tersebut terkejut secara bergantian.

“jinjjayo?? Tapi kalian sangatlah serasi. Ahh semoga kalian cepat menjadi sepasang kekasih, karena kalian sangatlah cocok”

“kalau begitu , mianhae aku harus segera pergi” sambung pemuda tersebut berlalu dari hadapan jihyun dan jongin.

Tiba-tiba suasana pun menjadi tegang dikeduanya, taka da pembicaraan. Jongin pun dengan berat hati mencoba mengajak bicara jihyun terlebih dahulu.

“jihyun-ah bagaimana kalau kita pergi kepantai sana, disana sangatlah bagus pemandangannya. Kita juga bisa bermain air nanti”ajak jongin yang membuat jihyun setuju.

“Yakk jongin-ah aku jadi basah karenamu!!”ucap jihyun sedikit memarahi jongin.

“itu tak masalah kau bawa baju gantikan tadi?”balas jongin enteng.

Dengan cekatan pun jihyun membalas perbuatan jongin dengan mencipratkan kembali air pada tubuh jongin. Kini mereka sama-sama basah, terlihat sekali wajah gembira dari keduannya. Jihyun berlari diantar pasir dan air laut untuk menghindari kejaran jongin yang mencoba menggendong dan menceburkannya. Jika dilihat moment mereka sangatlah indah mungkin tidak akan didapat jihyun jika bersama kyungsoo.

“jongin-ah aku lelah”ucap jihyun setelah berhenti dari pelariannya dan duduk diatas pasir yang sangat putih tersebut.

“mwo?? Kau lelah? Aku pikir kau tak punya rasa lelah”cibir jongin yang membuat jihyun kesal.

“hahha … baiklah kita segera istirahat. Aku sudah lapar bagaimana denganmu?”

“nado”

“aku tau tempat makan yang enak disekitar sini, kajja kita bersihkan tubuh kita dahulu”ajak jongin dengan menarik tangan jihyun. Sedangkan jihyun masih berdiri pada tempatnya yang membuat jongin mengerutkan alisnya.

“waeyo?? Ahh aku tau, kau ingin aku gendong huhh?”
Wajah jihyun sumringah seketika mendengar jongin seperti menawarkan padanya untuk digendong. Jongin pun mengerti senyuman jihyun tersebut lalu berjongkok didepan jihyun.

“apa benar tidak apa, aku berat pastinya”

“palli atau aku akan berubah pikiran”

Jihyun pun segera naik pada punggung jongin dan jonginpun memulai jalannya dengan perlahan karena jongin sendiri sangat menikmati saat-saat seperti ini bersama jihyun, dia pastikan akan selalu mengingat semua kenangan ini. Sedangkan jihyun merasa gugup seketika, karena kini tubuhnya menempel pada punggung jongin yang hangat.

‘kenapa aku seperti yeoja yang sedang berselingkuh’batin jihyun.

Jongin yang merasa risih karena sedari tadi jihyun hanya diam saja, kini mencoba menggodanya.

“ya!! Aku tau kau kurus tetapi begini ringannya kah badanmu? Apa kau tak makan dengan baik huh?”

“benarkah? aku rasa beberapa hari ini makan dengan baik tapi entahlah. Kau harus bersyukur karena tubuhku ringan, itu membuatmu tidak lelah”ucap jihyun percaya diri.

“jika kau berat mungkin dari tadi aku telah menurunkanmu”balas jongin enteng.

Mereka pun akhirnya cair dalam suasana yang sangat hangat. Mereka berjalan menuju mobil mereka diparkir untuk mengambil pakaian bersih untuk menggantinya, setelah itu menuju ke sebuah kedai terdekat untuk mengisi perut mereka yang kosong karena lelah bermain air.

_ _ _ _ _ _

 

Hari kedua liburan jongin dan jihyun tetap berlanjut kini mereka menuju kepasar tradisional, pasar modern, dan tempat oleh-oleh untuk dibawa pulang. Banyak toko yang telah dikunjungi mereka mulai dari toko jajanan ringan khas jeju sampai toko pakaian ataupun aksesoris.

Saat ini mereka telah berada disalah satu toko aksesoris di pasar modern, jihyun dan jongin sedikit berpisah untuk mencari barang yang ingin mereka beli. Jongin kini berada di stan gelang emas putih yang terlihat sangat cantik-cantik, dari banyaknya pilihan ada satu gelang yang begitu menarik perhatian jongin. Gelang tersebut jauh dari kesan mewah dan terlihat sangat sederhana tapi cantik. Jongin pun meminta sang penjaga untuk membungkusnya dengan rapi karena ia ingin membelinya.

“meskipun terlihat sederhana tetapi gelang ini sangat cantik apa lagi jika yeoja chingu tuan yang memakainya”

Jongin hanya tersenyum mengiyakan perkataan sang penjaga aksesoris tersebut. Setelah mendapatkan yang ia cari jongin segera mencari jihyun yang kini terlihat telah membawa beberapa kantong plastik yang bisa dikira adalah oleh-oleh.

“ohh jongin-ah kau habis beli apa disana?”Tanya jihyun dengan menunjuk stand gelang.

“ani .. aku hanya melihat-lihat saja. Apa yang kau beli?”Tanya jongin mencoba mengalihkan perhatian jihyun.

“ini cream titipan eonnie, karena hanya disini cream ini dijual”

Jongin menganggukkan kepalanya mengerti lalu menarik tangan jihyun untuk segera meninggalkan toko tersebut dan mencoba ke toko lainnya.

Jam tangan yang dipakai jihyun pun kini telah menunjukkan pukul 5 sore yang menandakkan matahari yang mulai terbenam. Mereka berdua pun memutuskan untuk pergi ke tempat mobil jongin diparkir.

“jongin-ah meskipun kita sering berhenti dikedai makanan tadi, kini aku sudah merasa lapar”ucap jihyun lemas bercampur lelah.

“nado, kajja ikut aku. Aku akan mengajak mu makan sambil melihat matahari terbenam”ajak jongin yang membuat jihyun yang seketika lemas menjadi semangat.

Setelah menempuh jarak sekitar 10 menit dari pasar modern ke tempat mereka makan akhirnya mereka sampai dan mereka mendapatkan tempat yang pas. Mereka menempati tempat dipinggir jendela yang menampakkan laut yang luas dan matahari seolah akan terbenam.

Setelah makanan yang mereka pesan datang yang dilakukan keduanya adalah minum minuman karena haus telah menggerogoti tenggorokan mereka. Jihyun dan jongin pun tak langsung menyentuh makanannya karena masih sibuk melihat pemandangan yang sangat indah di depannya. Terlihat wajah takjub jihyun melihat matahari terbenam tersebut seperti dibalik air sana. Jongin pun kembali memandangi jihyun dalam diam, sampai sekarang pun inilah kegiatan yang sangat ia sukai jika bersama jihyun.

“woahh ini benar-benar fantastic. Kau tak salah memilih tempat ini”ucap jihyun yang membuat jongin sadar dan segera merespon ucapan jihyun.

“apa kau senang?”

“tak usah bertanya kau pasti tau, aku saat ini sangat senang sekali. Kau pasti pernah kesini sebelumnya? Dengan siapa?”

“sendiri”

Jihyun menganggukkan kepalanya mengerti dan mulai memakan makanan yang tersaji didepannya. Dan dia baru menyadari jika didepannya banyak makanan yang menggiurkan.

“jongin-ah kau yakin dengan semua ini? Apa kau tak berlebihan?”

“ani, makanlah saja. Makanan disini sangat enak, kau tak akan menyesal jika memakannya”ucap jongin tanpa melihat jihyun karena focus pada makanan didepannya.
Jihyun melihat pemandangan didepannya dengan senyuman simpul.

“Yakk bukankah aku tadi yang merasa benar-benar lapar, tapi kenapa disini kau yang makannya semangat sekali”

“kau harus meniru caraku makan supaya tubuhmu yang kurus dan seperti tak punya gizi itu terisi, setidaknya terlihat berisi sedikit”
Jihyun yang mendengar penuturan jongin yang menurutnya seperti mencibir tersebut hanya mendengus kesal.

“makanlah … kau mungkin akan sulit kalau langsung makan di cangkangnya”ucap jongin dengan memberikan daging kepiting yang telah ia pisahkan dari cangkangnya. Jihyun pun menerima dengan senang hati.

“gomawo jongin-ah”ucap jihyun dengan tersenyum dengan manis yang membuat jantung jongin seolah berhenti berdetak.
ini merupakan liburan terindah bagi keduannya, meskipun jihyun masih belum menyadari perasaan jongin padanya.

 

_ _ _ _ _ _ _

 

Hari ini adalah hari terakhir bagi jongin dan jihyun berada di jeju, maka dari itu jongin berinisiatif mengajak jihyun ke festival ice cream karena jongin sangat tau jika jihyun sangat menyukai ice cream.

“jihyun-ah palli!!!”teriak jongin ketika dirinya telah berada di dalam mobil. Sedangkan jihyun sedikit berlari dengan pakaian santainya ditambah tas samping.

“kajja nanti kita terlambat”

Perjalanan sekitar 15 menit tersebut akhirnya telah ditempuh jongin dan jihyun. Kini mereka telah mendaftar sebagai peserta untuk perlombaan menghias ice cream. Terlihat sekali jika para peserta tersebut adalah sepasang kekasih, berbeda dengan jihyun dan jongin tetapi semua itu tidak masalah karena tanpa yang lain ketahui.

Perlombaan pun dimulai, sebanyak 10 pasang yang mengikuti terlihat jihyun dan jongin yang paling menonjol karena kekompakan mereka. Waktu tinggal 10 detik lagi, dan jihyun maupun jongin telah menyelesaikan hasil ice creamnya dengan rapi.

Penjurian akhirnya dimulai, yang dinilai saat ini adalah, kerapian, bentuk, warna, hiasan dan kekompakan. Hasil pun diumumkan sebanyak 3 pasangan akan memenangkan perlombaan tersebut.

Raut wajah jihyun terlihat sedih ketika kelompoknya tidak mendapatkan juara, jongin yang menyadari pun mencoba menghibur jihyun.

“ya!!! Jangan seperti itu. yang penting kita telah berusaha. Aku janji deh setelah ini kau bisa makan ice cream sepuasmu aku yang teraktir”ucap jongin meyakinkan.

“woahh ternyata masih ada 1 juara lagi, yaitu juara terfavorit. Juara favorit ini jatuh pada pasangan Jongin dan Jihyun. chukkae …. kalian sangatlah serasi dan hasil pengerjaan kalian paling baik diantara semuanya”

Perkataan juri barusan membuat jongin dan jihyun saling pandang tidak percaya. Seutas senyum jihyun terukir yang membuat jongin ikut tersenyum. Akhirnya mereka berdiri didepan untuk mendapatkan hadiah favorite yang salah satunya adalah kupon makan ice cream couple yang baru saja dirilis. Berarti itu artinya jihyun dan jongin adalah pasangan pertama yang menikmati ice cream couple tersebut.

Jihyun dan jongin berpose didepan hadiah mereka, salah satu dari kontestan dengan senang hati memfotokan jihyun dan jongin.

Festival ice cream pun telah selesai. Jihyun pun dengan puas bisa menikmati ice creamnya.

“jongin-ah ice cream tadi benar-benar rasanya enak. Aku tidak akan melupakan rasa tersebut.”

“benarkah? kau kan memang sangat menyukai ice cream. Tapi benar yang dikatakan para juri tadi jika kita couple yang sangat cocok”

“hahah kau apa-apaan jongin-ah, tapi aku beri banyak jempol karena kau partner ku yang sangat special hari ini”ucap jihyun dengan mengeluarkan jempolnya.

“setelah ini kau ingin kemana lagi eoh?”

“lebih baik kita pulang saja, kita sudah berkeliling jeju dari kemarin. Sudah saatnya kita istiraat dan bersiap untuk besok.”

Jongin menganggukkan kepalanya setuju. Keadaan didalam mobilpun seketika hening, tetapi jihyun memecahkan keheningan tersebut dengan berbicara.

“Jongin-ah gomawo untuk semuanya”

“ahh kau tak perlu sungkan seperti itu, tapi dengan begitu kau punya hutang banyak padaku”

“mwo??”

“sepulang dari sini kau harus sering mentraktirku dan menemaniku berjalan-jalan”

“ahh ne itu mudah, dengan senang hati aku akan melakukannya”.

 

_ _ _ _ _ _ _

 

Dimalam harinya jihyun memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri ditepi pantai, jihyun menikmati saat-saat terakhirnya di jeju. Bohong jika selama ini jihyun tidak mengingat pertunangannya dengan D.O, setiap apapun yang jihyun lakukan akan selalu teringat D.O. jihyun pun memikirkan bagaimana caranya untuk memberitahu jongin, jika ia tidak memberitahunya pasti jongin akan marah padanya.

Jihyun duduk diatas pasir dengan menikmati hembusan angin laut pada malam hari. Terdengar langkah seseorang yang sedang berlari menghampirinya, jihyun pun menolehkan wajahnya dan melihat jongin menghampirinya dengan terengah-engah.

“kenapa kau begitu terengah-engah jongin-ah?”Tanya jihyun polos sedangkan jongin geram melihat jihyun pergi tanpa pamit.

“paboya!!”

“kenapa kau pergi tanpa bilang apapun padaku!, aku mencari ke kamar dan seluruh penjuru rumah tidak menemukanmu yang membuatku frustasi seketika”

“ahh itu mianhae aku ingin berjalan-jalan saja disekitar sini, lagian ini kan dekat dengan rumah. Kau tak perlu mengkhawatirkanku sampai begitu, dan kenapa kau bisa menemukanku disini?”

“aishh!! Meskipun begitu bilang padaku kau ingin pergi jangan diam-diam arra! . tadi aku bertemu Cho ahjussi yang melihatmu berjalan kearah pantai, akhirnya aku menuju kesini”

Jongin yang melihat jihyun hanya memakai piyama tidur tipis meskipun piyama itu panjang, merasa khawatir bagaimana bisa yeoja tersebut keluar menuju pantai tanpa menggunakan jaket. Jonginpun melepas jaket tebalnya dan menyampirkan pada bahu jihyun.

“kenapa kau memberikan jaketmu padaku, kau pakai saja sendiri”

“bagaimana bisa kau disini dengan pakaian setipis ini, apa kau ingin sakit eoh? Jika tau kau pulang dengan keadaan sakit pasti eommamu melarangku pergi denganmu”ucap jongin dengan mendengus kesal.

“bagaimana kau bisa perhatian seperti itu padaku, kau seperti tunangan atau pacarku saja”jawab jihyun dengan spontan menyebutkan kata ‘tunangan’ yang membuatnya terkejut sendiri.

Terlihat sekali exspresi jongin yang berubah tersebut, raut tersebut menunjukkan kesedihan yang mendalam.

“jongin-ah, kau adalah teman satu-satunya yang aku punya, aku sangat bersyukur mempunyai teman sepertimu disampingku. Kau selalu ada untukku, selalu menghiburku saat sedih dan selalu menenangkanku jika aku sedang gelisah. Aku tidak tau bagaimana jadinya jika tidak bertemu denganmu. Aku mendapatkan cinta dari keluarga ku dan cinta darimu, itu membuatku bisa bertahan hidup sampai saat ini”

“kenapa kau tiba-tiba berbicara seperti itu eoh?”

“berat rasanya harus bercerita ini padamu, karena aku sendiri tidak tau aku harus senang ataupun sedih”
Mata jihyun mulai berkaca-kaca dan mencoba menatap wajah jongin yang mulai penasaran.

“jongin-ah kau kemarin bertanya cincin apa yang aku pakai? Ini adalah cincin pertunanganku jongin-ah. Ketika kemarin lusa aku menghadiri acara keluarga aku resmi bertunangan.”

Jongin sungguh terkejut jika dugaannya itu benar. Hatinya terasa ditusuk-tusuk dan hancur mendengar kini jihyun telah bertunangan. Mungkin tak ada lagi kesempatan untuk mendapatkan jihyun, karena kini jihyun punya milik orang lain.

“sudah aku duga. Chukkae … siapa namja yang ditunangkan denganmu?”

“dia kyungsoo. Aku tak tau bagaimana kedua orang tuaku mengenal orang tua kyungsoo dan merencanakan semua ini. Di lain sisi aku senang dilain sisi aku merasa sedih karena ini sangatlah jelas jika didalam pertunangan ini hanya satu orang saja yang mempunyai cinta. Bukankah seseorang jika bertunangan itu saling mencintai?”
Terkejut untuk kedua kalinya pasti bagi jongin ketika mendengar nama kyungsoo disebut.

“kyungsoo? Mungkin suatu hari nanti dia akan balik mencintaimu”

“solma(tidak mungkin)”

“bagaimana bisa kau berkata tidak mungkin?”

“ketika berada diluar kyungsoo pernah berkata padaku jika secuilpun dia tidak bisa menyukaiku apalagi mencintaiku. Itu hal yang sangatlah mustahil karena didalam hatinya ada seorang yeoja yang sudah bertahun-tahun dia pikirkan.”

Jongin geram seketika mendengar cerita jihyun. Jihyun pun tak dapat menahan air matanya. Jonginpun menenangkannya dan memeluknya erat.

‘kyungsoo begitukah sifatmu sebenarnya! Jika seperti itu aku memang harus segera merebut jihyun darimu. Aku harap kau tak akan menyesalinya’batin jongin dengan tetap mendekap jihyun dalam pelukannya.

“jihyun-ah sampai kapanpun aku akan selalu berada disampingmu untuk menemanimu. Kau tak perlu takut, aku akan selalu melindungimu”

Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk pulang karena hari semakin malam. Dalam perjalanan pulang sampai rumah pun tidak ada yang bicara, kedua nya saling bungkam entah apa yang mereka tengah pikirkan.

Sesaat jongin akan membuka pintu kamarnya jihyun menghentikan gerakannya, ternyata jihyun mengembalikan jaket yang dipakainya tadi.

“jongin-ah gomawo, selamat malam”ucap jihyun lali berlalu menuju kamarnya sedangkan jongin juga membalasnya tanpa bersuara.

Keesokan harinya suasana diantara keduanya masih sama. Sampai kini mereka telah berada didalam pesawat, karena eomma jongin memutuskan untuk pulang lebih awal jadi kini mereka duduk bersebelahan. Jihyun memandang kearah luar jendela entah sedang melamun kan apa sedangkan jongin memasang earphone ditelinganya dengan memejamkan mata.

Sesampainya di seoul keduanya naik mobil milik keluarga jongin karena jongin ingin mengantar jihyun terlebih dahulu. Sopir pribadi keluarga jongin memandang keduanya saling diam melalui spion yang membuatnya senyuman terukir diwajahnya.

“jongin-ah aku tidak tau lagi harus bilang apa, gomawo. Karenamu liburan panasku menjadi sangat menyenangkan. Aku tidak akan melupakannya”ucap jihyun memecahkan keheningan ketika sadar jika kini ia hampir sampai rumahnya.

“ne aku juga sangat senang bisa berlibur bersama mu”

“mulai besok kau tidak perlu menjemputku jongin-ah, kita bisa bertemu di sekolah saja”lanjut jihyun yang mendapatkan anggukan dari jongin karena mengerti jika jihyun mungkin akan berangkat bersama D.O.

Jihyun pun turun dari mobil dan melambaikan tangannya kepada mobil yang mulai berjalan meninggalkannya. Jihyun berjalan gontai menuju kamarnya, difikirannya adalah hari esok akan datang yang berarti akan bertemu dengan D.O. jihyun menghembuskan nafasnya kasar, eomma jihyun yang tau anaknya pulang pun mendekati jihyun.

“eoh kau sudah pulang, bagaimana liburanmu? Eomma sengaja tidak menghubungimu karena eomma pikir akan mengganggumu.”

“liburan musim panas yang sangat menyenangkan eomma”.

“kalau begitu pergilah beristirahat, bukankah besok kau kembali sekolah?”
Jihyun menganggukan kepalanya lalu mulai berjalan menuju kamarnya dengan lemas.

“jihyun-ah jangan lupa mulai besok kau berangkat bersama kyungsoo ne?”
Ucapan eommanya tidak begitu digubris oleh jihyun, jihyun tetap berjalan menuju kamarnya. Setelah melihat kasurnya yang begitu nyaman, jihyun segera merebahkan badannya. Ingatannya kini kembali pada momen saat dirinya bersama jongin selama ini. Perkataan eonnienya jieun sampai sekarang terngiang diingatannya.

‘apa aku sekejam itu pada jongin?’

 

 

FlashBack

 

Kini jihyun bersama jieun sedang duduk-duduk ditepi sungai han setelah mereka pergi belanja bersama. Jieun sungguh tidak tau jika dongsaengnya itu tidak peka sama sekali terhadap jongin, jieun sendiri selama ini tau gerak-gerik jongin ketika bersama jihyun. Pernah suatu ketika jieun secara langsung menemui jongin untuk bertanya, awalnya jongin mengelak tetapi tidak bisa karena jieun selalu mendesaknya. Terkadang jieun dibuat geram oleh tingkah jongin yang selalu saja tidak berani mengakui jika jongin mencintai jihyun.

“jihyun-ah apa kau tidak merasa jika ada seorang namja yang sangat tulus mencintaimu?”

“mwo? Nugu?”

“apa kau benar-benar tidak tau? Aku dan luhan sering memikirkan ini dan mengawasi gerak-gerik kalian jika sedang bersama”

“omo!!berarti selama ini kalian mengawasi ku? Apakah namja itu jongin? Karena namja yang sering bersama ku itu memang jongin”

Jieun menganggukkan kepalanya yang membuat jihyun terkejut bagaimana bis ia tidak tau semua ini, malah orang lainlah yang tau.

“bagaimana bisa ..”

“jihyun-ah eonnie yakin kau tidak akan tega menyakitinya, jika memang kau tidak bisa bersamanya cobalah untuk tidak menyakitinya”

Kata-kata itu tetap terngiang sampai sekarang di kepalanya.

 

FlashBack End

 

_ _ _ _ _ _

 

Sesampainya dirumah jongin segera merebahkan tubuhnya kekasur. Jongin menutup matanya rapat dan menaruh lengannya diatas mata untuk menutupinya, tiba-tiba turun air mata disudut-sudut matanya.

Perlu dijelaskan kembali jika seorang Jongin menangis, ini kedua kalinya ia menangis setelah beberapa tahun silam ia menangis karena sang appa meninggal. Hatinya seolah hancur seketika mengetahui kenyataan jika ia tidak dapat lagi mendapatkan jihyun. Seolah ia menyesal karena tidak pernah mengungkapkan semuanya terlebih dahulu.

 

_ _ _ _ _ _

 

Sekitar 1 tahun sudah berjalan jihyun dan kyungsoo berangkat bersama, terdapat pula pertengkaran kecil yang terjadi selama ini di dalam mobil. Kini mereka telah menginjak tingkat terakhir di Seoul Senior High School, dan entah mengapa mereka didalam kelas yang sama bersama jongin. Yang berubah hanyalah tempat duduk mereka, kini jihyun dan jongin duduk didepan kyungsoo. Selama itu pula jihyun selalu turun dari mobil kyungsoo di tepi jalan sebelum memasuki sekolah karena mereka tak ingin ada yang mengetahui hubungan mereka.

Hari ini kyungsoo sedikit heran melihat tingkah jihyun yang pendiam sejak ia menjemputnya. Dihari-hari sebelumnya jihyun selalu mengoceh yang membuat kyungsoo sebal. Sedangkan jihyun yang sedari tadi diperhatikan hanya memandang keluar jendela entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang. Jihyun terlalu malas kali ini, ia mungkin lelah dengan percecokan pagi yang selalu ia alami. Terlihat beberapa meter lagi akan sampai gerbang sekolah, seperti tidak biasanya macet terjadi kemungkinan besar hari ini banyak siswa membawa kendaraan yang membuat mobil kyungsoo harus berhenti.

Jihyun pun melepas kan saltbelt nya dan bergegas turun tanpa mengatakan sepatah katapun. Tanpa jihyun sadari kyungsoo menghembuskan nafasnya kasar, entah kenapa kyungsoo terlihat frustasi jika melihat jihyun lebih pendiam. Semua pasti bertanya apa kyungsoo telah mulai menyukai jihyun? Tapi entahlah. Sampai sekarang kyungsoo masilah sama, namja yang super cuek dan tidak pernah peduli apapun tentang jihyun.

Jihyun telah berada di dalam sekolah dengan berjalan, pikirannya kini penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya bingung. Ia merasa lelah dengan hubungannya tersebut, benar jika kyungsoo sedikitpun tertarik padanya meskipun berbagai cara ia lakukan.

Dari arah belakang terlihat jongin berlari menuju arah jihyun, jongin dengan sigapnya merangkul jihyun. Jongin mulai penasaran apa yang terjadi pada jihyun karena pada biasanya jihyun pada pagi hari akan ceria tidak seperti sekarang.

“wae??”

“aku malas kekelas, kajja kita ke taman terlebih dahulu”

Jongin menuruti permintaan jihyun dan menuju ketaman sekolah yang dekat dengan kelas mereka. Dari kejauhan kyungsoo terlihat mengepalkan tanganya melihat jongin merangkul jihyun seperti itu, hatinya merasakan panas.

Tetapi exspressi yang dikeluarkan sangat biasa dan tidak bisa ditebak, kyungsoo sangatlah egois, dia tidak pernah mengutarakan bagaimana perasaannya pada jihyun tetapi selalu memasang wajah tidak suka jika melihat jihyun bersama jongin.

Jongin dan jihyun kini duduk disalah satu bangku taman, jihyun masih diam yang membuat jongin semakin penasaran.

“jongin-ah apa kau pernah merasaan lelah ketika mencintai seseorang yang telah lama kau sukai?”
Akhirnya jihyun membuka suaranya, jongin yang mendengarnya terkejut.

“kalau aku tidak, karena aku benar-benar mencintainya setulus hatiku. Berapa lama pun aku akan menunggunya, meskipun suatu hari nanti dia bukanlah milikku. Kau pasti menganggapku egois, tetapi itu kenyataannya”. Ucap jongin yakin dengan menatap mata jihyun dalam. Sedangkan jihyun tidak percaya apa yang dikatakan jongin.

‘apa kau benar-benar masih mencintaiku?’tanya jihyun dalam hati, semakin kesini jihyun merasa bersalah karena tak menghiraukan bagaimana perasaan jongin yang sebenarnya.

“yeoja itu sungguh beruntung, kau namja yang hebat jongin-ah.”balas jihyun dengan senyumnya memuji jongin.

“tentu saja, jarang sekali ada namja seperti ku”ucap jongin dengan pedenya.

“aku tidak bisa meniru caramu jongin-ah, aku lelah dengan semuanya. Apa aku harus berhenti?”

Pertanyaan jihyun tersebut seakan membuat jongin tersenyum dalam hati, jahat memang jika jongin berharap jihyun akan berhenti mencintai kyungsoo. Jika seperti itu bukankah jongin mempunyai kesempatan yang besar untuk mendapatkan jihyun kembali?.

“kenapa? Kau hanya perlu mengikuti kata hatimu saja. Tetapi memang perasaan seseorang itu ada batasnya, semua tergantung pada dirimu. Kau harus pintar menimbang sesuatu, karena ini berkaitan dengan masa depanmu. Kau bisa memilih seseorang yang bisa membuatmu nyaman dan membuatmu selalu bahagia”

Jihyun mendengarkan benar-benar ucapan jongin. Jihyun sangatlah sadar jika selama ini orang yang membuatnya bahagia dan nyaman adalah jongin. Sedangkan bersama kyungsoo tidak ada sedikitpun kenangan yang indah yang pernah ia ingat.

‘apakah aku akan bahagia jika memang memutuskan denganmu?’ucap jihyun dalam hati dengan tetap memandang jongin dalam. Perasaan sepeti ini yang membuatnya tidak karu-karuan, jihyun merasakan hatinya seakan meledak jika memandang jongin terlalu lama.

“apa yang membuatmu berpikir untuk berhenti?”

“aku tidak bisa memaksanya untuk mencintaiku, aku ingat jika ia telah mempunyai seseorang didalam hatinya dan aku tau siapa dia yang membuatku memang harus berhenti”.

“mwo!!! Nugu ?”

Jihyun berpikir sejenak yang membuat hatinya sakit dan kembali mengingatkan masalahnya.

‘dia eonnieku sendiri jongin-ah’jerit jihyun dalam hati.

“aku masih perlu banyak bukti untuk benar-benar dia orangnya”

Bel pun tiba-tiba berbunyi yang menandakan waktu pelajaran akan dimulai, jihyun pun berdiri dari duduknya dan menarik tangan jongin untuk segera berdiri. Sedangkan jongin masih shock mendengar pernyataan jihyun tersebut.

Ketika mereka sampai kelas terlihat para murid telah duduk rapi ditempatnya masing-masing termasuk kyungsoo. Jongin tau jika sedari tadi kyungsoo memandangi jihyun dengan tatapan yang tidak dapat dijelaskan, mengingat perkataan jihyun tadi membuat tangannya mengepal.

‘aku tidak akan membiarkanmu menyakiti jihyun kembali’geram jongin lalu duduk ditempatnya yang tepat disamping jihyun.

 

FlashBack

Suatu hari jihyun sedang membersihkan kamar eonnienya karena ahjumma yang biasa membersihkan tidak masuk.

Ketika itu jieun sibuk kuliah dan tak sempat membersihkan kamarnya lalu meminta tolong pada jihyun. Jihyun pun mulai menyapu lantai dan merambah pada bawah kasur jieun yang terlihat kotor, jihyun pun sedikit membungkuk dan menemukan sebuah kotak kecil berwarna biru.

“kotak apa ini? Kenapa eonnie menaruhnya disini?”Tanya jihyun pada diri sendiri lalu membukanya.

“woahh apa ini surat cinta? Eonnie memang cantik pantas saja punya banyak penggemar. Lihat saja begitu banyaknya surat ini, tetapi kenapa tidak ada nama pengirim disurat ini? Apa pengirimnya sama?”

“eonnie mian jika aku lancang melihat semua ini”sesal jihyun tetapi tetap membukanya karena penasaran.
Jihyun membacanya satu persatu dan benar dugaannya jika pengirimnya adalah orang yang sama.

‘senang bertemu denganmu noona, aku harap kita bisa sering bertemu’
‘dimusim dingin ini entah kenapa semakin membuatku semakin ingin menjadikan noona sebagai yeoja chinguku. Sepatu ini aku berikan supaya noona nyaman berjalan diudara dingin’
‘aku rasa jepit rambut ini cocok untuk noona, noona terlihat sangat cantik’

Jihyun membaca semua surat tersebut dengan seksama dan merasa aneh ketika melihat tulisannya.

“dia memanggil noona, berarti dia lebih muda dari jieun eonnie”pikir jihyun lalu terbelalak karena mengingat sesuatu. Jihyun kembali membuka salah satu surat tersebut kembali dan mengenali tulisan siapa itu.

“disini ditulis tanggal dan tahun, berarti ini sekitar eonnie masih smp”

“bukankah ini tulisan kyungsoo?”tanyanya pada dirinya. Jihyun menggelengkan kepalanya mencoba tidak mempercayainya, ia masih penasaran lalu mengambil gambar tulisan tersebut melalui ponselnya.

Jihyun pun merapikan surat-surat itu dan mengembalikkannya supaya eonnienya tidak mencurigainya, jihyun kembali membersihkan kamar eonnienya tersebut dengan cepat.

Keesokan harinya secara diam-diam jihyun membuka buku kyungsoo dan membandingkannya, betapa terkejutnya mengetahui jika tulisan itu memang sama. Jihyun terduduk lemas, ia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Jihyun mendengar suara derap kaki mendekat ke arah kelas yang membuatnya segera merapikan buku kyungsoo dan kembali duduk pada tempatnya. Ternyata orang itu adalah kyungsoo, dia langsung menuju dimana tempatnya duduk dan melihat jihyun sendiri didalam kelas.

Jihyun berdiri untuk keluar kelas ketika kyungsoo hampir melewati mejanya tetapi langkahnya terhenti karena kyungsoo menahan bahunya dengan tangannya.

“kenapa wajahmu pucat? Kau tidak apa-apa”Tanya kyungsoo yang membuat jihyun berbalik.

“aku tidak apa-apa, ahh sejak kapan seorang kyungsoo begitu memperhatikanku?”Tanya jihyun dengan senyuman yang sedikit meremehkan. Kyungsoo tidak bisa menjawab apa-apa ketika jihyun bertanya seperti itu. jihyun tau jika tidak akan mendapatkan jawaban apapun dari kyungsoo segera melenggang pergi.

Kini jihyun berada di ruang guru, ia ingin tau lebih banyak lagi tentang hubungan kyungsoo dan eonnienya.

“oh jihyun-ah kenapa kau ada disini?”Tanya songsaenim yang mengajar di kelas jihyun.

“apa aku boleh melihat sebentar data diri siswa di kelas”Tanya jihyun yang mendapatkan anggukan dari Park Songsaenim.

“igeo …setelah itu kau bisa meletakkan di meja, karena songsaenim harus keluar ada perlu sebentar”

“ne khamsahamnida”ucap jihyun dengan membungkuk hormat.

Jihyun mecari nama kyungsoo dalam daftar tersebut dan setelah menemukannya jihyun membaca dengan teliti asal-usul kyungsoo. Matanya menangkap sesuatu yang mengejutkan, sebuah tulisan ‘Sekang Junior High School’. Tubuhnya bertambah lemas dan mencoba berpegangan pada meja didepannya.

‘bukankah itu juga sekolah eonnie? Jadi benar mereka telah saling mengenal sebelumnya, mereka berada disekolah yang sama’

Jihyun pun menutup buku tersebut dan meletakannya dimeja. Ia pun berjalan keluar ruang guru dengan memikirkan semua yang telah ia dapat.

‘kenapa harus eonnie ku sendiri kyungsoo? kenapa eonnie ku sendiri berbohong padaku dan mengaku jika tidak mengenal kyungsoo. Apa maksud semua ini?’

‘jadi yeoja yang sering kyungsoo sebut sebagai pujaan hati adalah eonnie ku sendiri?’

Pertanyaan-pertanyaan itu terus terngiang dikepala jihyun. Sampai ia tak menyadari kini ia telah memasuki kelas dengan melamun.

“ya!! Kemana saja kau? Aku mencarimu kemana-mana! Aku kira kau akan mengikuti ku ke kantin ternyata kau menghilang begitu saja”

“mian jongin-ah, aku baru saja dari toilet.”jelas jihyun berbohong tetapi jongin tidak dapat dibohongi karena dia sangat hafal sekali dengan jihyun.

“apa kau tidak apa-apa? Kenapa wajahmu pucat seperti itu? apa kau sakit”Tanya jongin mencoba mencari tau.
Jihyun menggelengkan kepalanya. “aku benar-benar tidak apa-apa jong”

 

Kyungsoo yang berada dibelakang mereka mersakan gelagat yang aneh pada jihyun. Tetapi kyungsoo mencoba menampiknya dan mencoba tidak peduli. Dia kembali kepada kegiatannya yang membaca buku, tiba-tiba tatapannya berhenti pada barisan tulisan didepannya dan memandang jihyun.

‘apa dia sudah tau semuanya?’

_ _ _ _ _ _

Sesampainya dirumah jihyun segera berlari menuju kamar eonnienya, ia langsung masuk karena tau eonnienya sedang kuliah jam ini. Jihyun mencari sesuatu untuk lebih meyakinkannya, ia membuka lemari-lemari disamping tempat tidur, meja belajar, dan rak buku tapi nihil tidak menemukan apapun.

Jihyun kembali mencari dibawah tempat tidur dan melihat sebuah kotak besar dibelakang kotak kecil yang ia lihat kemarin. Ia segera mengeluarkannya dan membukannya, didalamnya banyak sekali barang-barang seperti sepatu bando dan lain-lainnya.

‘apa ini sepatu dan jepit rambut yang dimaksud dalam surat itu? kenapa aku tidak pernah melihat eonnie memakai semua ini?’

Jihyun lalu mengambil sebuah amplop besar yang terdapat dari salah satu barang didalamnya. Ia membukanya dan menarik keluar isinya. Tangan jihyun berubah bergetar melihat isinya yang merupakan foto jieun dan kyungsoo, jihyun menutup mulutnya tidak percaya dan tergeletak duduk dilantai dengan masih memegang foto tersebut.

‘bagaimana semua ini terjadi?’

Jihyun menitikkan air matanya karena tak kuasa melihat foto tersebut. Didalam foto tersebut jieun merangkul kyungsoo dan mereka saling tersenyum lebar. Jieun membalik foto tersebut karena terdapat tulisan disana.

‘noona kau tau ini satu-satunya foto terindah yang aku punya, aku sangat bahagia ketika melihatnya. Aku tau sebentar lagi kita tidak akan bisa bertemu kembali karena kau harus melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi, tapi aku yakin suatu hari nanti aku akan bertemu dengan noona lagi. Noona pasti tau aku sangat mencintaimu lebih dari apapun, nonna adalah cinta pertamaku meskipun noona telah mempunyai luhan hyung. Sampai kapanpun aku akan hatiku hanya untuk noona, aku akan menunggu noona meskipun itu memerlukan waktu yang lama. Aku hanya ingin mengatakan ini ‘SARANGHAE JIEUN’ .’

Jihyun semakin terisak setelah membaca semuanya. Ia tak tahan semua ini, ia lalu mengembalikkan foto itu pada tempatnya dan pergi dari kamar eonnienya. Jihyun berlari menuju kamarnya sendiri, ia menutup pintunya dan merosot pada lantai.

Semakin deras tangis jihyun karena masih belum mempercayai semuanya.

‘jadi selama ini aku menjadi penghambat cinta mereka?’

‘kenapa aku begitu bodoh! Sampai kapanpun aku tidak bisa berharap pada seseorang yang jelas-jelas tidak mencintaiku sedikitpun’

‘kenapa aku begitu jahat, aku telah menghancurkan cinta pertama kyungsoo dan aku telah menyakiti perasaan jongin’

‘Dan kenapa cinta pertama kyungsoo adalah eonnie ku sendiri! Eonnie yang telah aku percaya dan yang aku sayangi’

‘aku tau sekarang perbedaan sifat kyungsoo jika bersama eonnie dan aku. Dia begitu baik dan perhatian pada eonnie, dia begitu terang-terangan mencintai eonnie, dia mau melakukan apapun untuk eonnie. Sedangkan aku? Aku bukan siapa-siapa didalam hatinya, pantas saja ia begitu membenciku’

‘apa aku harus menghentikan semua ini?’

Jihyun hanya bisa menangis dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri

 

FlashBack End

 

_ _ _ _ _ _

 

Bel pulang sekolah telah berbunyi 10 menit lalu, para murid telah berhamburan keluar kelas. Kini di dalam kelas terdapat jihyun, jongin dan kyungsoo. Jihyun mulai memutuskan untuk kali ini menghindar dari kyungsoo, karena dengan begini ia bisa menerima semuanya. Jihyun berdiri dari tempat nya duduk dan menghadap kyungsoo, sedangkan kyungsoo kini telah menatap jihyun menandakan ada apa.

“kau bisa pulang terlebih dahulu, aku ada urusan bersama jongin”ucap jihyun yang mendapatkan anggukan dari kyungsoo sedangkan jongin yang tidak mengerti apa-apa hanya menatap jihyun bertanya-tanya.

“kajja”ajak jihyun lalu menarik lengan jongin untuk mengikutinya. Jongin sungguh tidak tau apa-apa sekarang, ia hanya berjalan mengikuti jihyun.

“begitu mudahnya dia memberi ijin?”Tanya jongin pada jihyun.

“memang harus seperti apa lagi”

Jongin tidak bertanya lebih lanjut kembali pada jihyun.

“kau mau mengajakku kemana? Apa kau mengajak ku kencan eoh?”goda jongin yang mendapatkan anggukan dari jihyun.

“ne anggap saja ini kencan”

Setelah mengucapkan pernyataan tersebut jihyun jalan terlebih dahulu mendahului jongin sebelum jongin menggodanya kembali. Sedangkan jongin hanya tersenyum senang dan mengikuti jihyun lalu merangkulnya dari belakang.

Tanpa mereka sadari ada seseorang dibelakang mendengar pembicaraan mereka dengan exspressi entah itu marah atau apa.

“kencan?? Kekanak-kanakan sekali”ucap kyungsoo dengan senyuman yang meremehkan.

Setelah mengatakan hal tersebut kyungsoo seakan sadar jika selama ini ia sendiri tidak pernah pergi berdua bersama jihyun, mereka akan berdua jika berangkat dan pulang sekolah saja. Tetapi semua ditampiknya dan mencoba tidak peduli karena semua itu seperti membuang-buang waktu saja.

_ _ _ _ _ _ _

 

“JJaa kita makan”ucap jihyun setelah pesanannya datang, sedangkan jongin hanya memandanginya aneh.

“jongin apa kau tak suka?. Tenang saja untuk hari ini aku yang akan traktir”

“ani … kau tau kan ini salah satu makanan favoriku”jawab jongin lalu memakannya.

Kini mereka berada di kedai mie pedas di dekat Sungai Han. Jihyun mengajak jongin kesini karena ia ingin makan makanan yang pedas. Jihyun telah memakan mienya sedikit tetapi air mata telah turun karena merasa pedas. Jongin menyerahkan beberapa lembar tisu untuk jihyun, dia tertawa melihat jihyun yang kepedasan tetapi itu semua membuat jongin merasa ada yang aneh.

“Ya!! Jika kau memang ingin menangis, menangislah. Kau tak perlu makan-makanan yang pedas seperti ini untuk menangis. Kau tak perlu malu menangis didepanku, dengan begitu kau akan merasa lega.”ucap jongin blak-blakan karena tau jika jihyun tidaklah menyukai makanan pedas. Jongin sangat penasaran apa yang terjadi tetapi dia mencoba menahan dirinya untuk bertanya karena dia tau jika jihyun tidak ingin berbicara sekarang.

“ani … ini memang pedas. Tapi kau tak salah memberikan refrensi makanan ini, ini sangat enak”
Jihyun terus memakan mie nya dengan menundukkan kepala, air matanya telah berulang kali jatuh. Jongin sedari tadi memakan mie nya tanpa selera karena merasa khawatir, dia memperhatikan jihyun dengan seksama. Dia tau jika jihyun punya masalah yang membuatnya ingin menangis dan ingin selalu terlihat tegar didepannya. Jongin menaruh sumpitnya lalu menarik mangkok jihyun untuk menjauhkannya.

“Ya!!! Berhentilah. Lihatlah bibirmu sudah sangat merah dan kau bisa sakit perut jika terus memakannya”ucap jongin dengan memberikan air putih pada jihyun lalu menariknya keluar kedai untuk mengajaknya ke pinggir sungai han.

Sesampainya disungai han jongin melepaskan pegangannya pada tangan jihyun lalu memandani jihyun dengan seksama. Jihyun hanya menundukkan kepalanya tanpa berani menatap mata jongin.
Jongin mengusap wajah jihyun dan menangkup wajah jihyun dengan tangannya. Kini mereka saling memandang sangat lama.

“jihyun-ah apa kau lupa jika ada aku disampingmu? Kau bisa menangis sepuasmu dibahuku, bahuku akan selalu bisa menopangmu.” Ucap jongin lalu memeluk jihyun erat. Jihyun akhirnya melepaskan semua rasa yang ia pendam dengan menangis di pelukan jongin. Jongin mengelus halus kepala jihyun dengan sayang.

“jongin-ah”

“ssttt kau tak perlu bercerita jika belum ingin bercerita, aku selalu disampingmu. Kapan saja kau ingin bercerita aku bisa mendengarkanmu”

Merasa jihyun telah tenang jongin melepas pelukannya pada jihyun.

“bukankah kau tadi yang bilang jika hari ini kencan dan mentraktirku, tapi apa? Aku masih merasa lapar”

“baiklah hari ini aku akan mentraktirmu, kau bisa makan sepuasmu. Kau ingin makan apa huh??”

“aku ingin makan ayam goreng dan ice cream, bagaimana?”

Jihyun menyetujuinya dengan mengangguk. Jongin pun menarik tangan jihyun menuju mobilnya.

 

_ _ _ _ _ _

 

 

Akhir-akhir ini jihyun secara terpaksa berangkat dan pulang bersama kyungsoo karena sang eomma selalu memaksa yang membuat jihyun tidak bisa berkutik. Kini jihyun telah duduk dibangkunya, tak ada yang bisa ia lakukan selain menunggu kedatangan jongin. Jihyun melirik jam tanganya, tidak seperti biasa jongin belum datang. Ia pun mengeluarkan ponselnya dan mencari nama jongin, setelah merasa sambungannya terhubung dan terdengar jongin mengangkatnya.

“apa kau tidak pergi sekolah?”

“ani .. hari ini aku ingin menjaga eomma”
Jihyun mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“eommonim kenapa?”Tanya jihyun mulai panik.

“eomma masuk rumah sakit kemarin malam dan harus menjalani operasi”

“mwo?? Kenapa kau tidak menelponku kemarin malam”

“aku tidak sempat, aku terlalu panik kemarin. Ini aku baru saja melihat ponselku”

“geure … aku akan kesana sekarang”

“Ya!! Jangan! Kau tidak boleh membolos, kau dapat kesini sepulang sekolah”
Setelah itu jihyun menaruh ponselnya pada saku rok sekolahnya. Dari belakang kyungsoo melihat raut wajah jihyun yang berubah menjadi panik, tapi itu tetap membuat dia tidak bertanya. Kyungsoo tetap bersikap egois tanpa bertanya apapun.

Sepulang sekolah jihyun meminta kyungsoo untuk menurunkannya di rumah sakit yang memang se-arah dengan arah rumahnya.

“memang siapa yang sakit?”Tanya kyungsoo pada akhirnya.

“jongin eomma … kyungsoo kau pulanglah, gomawo”setelah mengatakan itu jihyun bergegas turun. Kyungsoo pun tidak ingin kut campur dan segera melajukan mobilnya kembali.
Jihyun berlari dimana ruangan jongin eomma berada. Setelah melihat jongin eomma yang berbaring diatas tempat tidur rumah sakit dan jongin berada disampingnya, jihyun segera masuk.

“annyeonghaseyo”sapa jihyun sopan.

“ohh … kau benar-benar datang”

“eommonim apa yang terjadi?”

“eomma baik-baik saja jihyun”

“bagaimana ini bisa dibilang baik eomma, eomma harus segera menjalani operasi ini”sela jongin sedikit kesal.

“operasi?”Tanya jihyun mencoba mencari tau.

“ne eomma selama ini mengidap kanker otak, kanker tersebut telah mulai merambah ke bagian saraf-saraf nya yang lain. Dan itu semua eomma sembunyikan dariku?”

Jihyun terkejut mendengar ucapan jongin tersebut. Bagaimana bisa orang yang baik-baik saja selama ini mengidap penyakit yang begitu parah.

“jongin-ah kau telah mendengar perkataan dokter kan, jika eomma melakukan operasi itu kemungkinan kecil untuk berhasilnya. Lebih baik eomma seperti ini saja”

“jongin-ah eomma haus, eomma ingin minum jus mangga”

“baiklah aku akan membelikannya untuk eomma, jihyun-ah kau bisa jaga eomma sebentar kan?”

Jihyun menganggukkan kepalanya setuju. Setelah kepergian jongin, jongin eomma mengisyaratkan untuk jihyun mendekat. Jihyun mendekat dan mendekap tangan jongin eomma dengan hangat.

“jihyun-ah kau yeoja yang baik, sopan dan cantik. Jongin memang tak salah telah menyukaimu”

“ne maksud eommonim?”

“pasti jongin tidak pernah berbicara ini padamu”

“jongin sangat mencintaimu jihyun-ah, karena mengenalmu jongin punya semangat hidup. Dia sering tersenyum ketika bersamamu. karena seingat eomma, jongin jarang sekali tersenyum sejak appanya pergi.”sambung jongin eomma yang membuat jihyun lebih mengerti jika memang jongin benar-benar mencintainya.

“jihyun-ah eomma sudah tidak lama lagi bisa tinggal di sini, eomma akan segera menyusul appa jongin yang sekarang berada di surga. Eomma sengaja tidak memberitahu jongin perihal penyakit ini, karena eomma yakin jongin akan sedih.”

“eommonim jangan bicara seperti itu. umur seseorang yang menentukan adalah tuhan”

“jihyun-ah eomma punya permintaan terakhir untukmu”

“eomma tidak memaksamu untuk membalas perasaan jongin, eomma yakin kau anak yang baik dan tidak akan pernah menyakiti perasaannya. Jika suatu hari nanti eomma telah pergi tolong bantu dia melewati semua ini, bantu dia supaya tetap tegar dan selalu tersenyum. Bantu dia untuk tetap menjalani hidupnya dengan baik”

Perkataan tersebut membuat jihyun menitikkan air matanya karena tak dapat menahan kuasanya. Kali ini jihyun mendapatkan amanah yang sangat besar dari seorang wanita yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri.

“aku akan melakukan yang terbaik untuk jongin. Aku janji tidak akan pernah mengecewakan eommonim”ucap jihyun dengan menghapus air disudut mata jongin eomma.

“apakah aku boleh memeluk eommonim?”Tanya jihyun yang mendapat anggukan dan segera mendekat untuk memeluknya.

“eomma … ini jus pesanan eomma”ucap jongin yang membuat jihyun segera berdiri dan menghapus air matanya.

“oh kau habis menangis?”tunjuk jongin pada mata jihyun.

“aku sedikit terharu mendengar cerita eommonim”jawab jihyun bohong.

“memangnya eomma menceritakan apa pada jihyun?”Tanya jongin penasaran.

“rahasia, itu urusan sesama wanita. Jadi kau tak perlu mengetahuinya”balas jongin eomma setelah meminum jus yang dibelikan jongin tersebut.

Jongin sedikit kesal karena eommanya bermain rahasia-rahasiaan bersama jihyun. “eomma ada tamu special untuk eomma, coba tebak siapa dia”.

“nugu? Apa itu junmyeon?”

Jongin mengisyaratkan untuk melihat kearah pintu, dan benar saja jika junmyeon kakak laki-laki jongin telah datang. Jongin eomma tersenyum seketika dan jihyun membungkuk hormat untuk pertama kalinya bertemu.

“annyeong haseyo”sapa jihyun sopan dengan tersenyum.

Junmyeon pun membalasnya dengan tersenyum. “ne annyeong”

“eomma … aku benar-benar merindukanmu, aku memang berencana untuk pulang hari ini. Tapi kenapa ketika aku pulang eomma menyambutku dengan keadaan seperti ini. Aku sudah sering bilang untuk tidak terlalu lelah”omel junmyeon dengan memeluk eommanya erat.

“benarkah? eomma tak menyangka kita bisa berkumpul sekarang”

Terlihat sekali jongin eomma bahagia melihat anak-anaknya bisa berkumpul seperti ini.

“nugu? Apa kau yeoja chingu jongin?”tunjuk junmyeon pada jihyun.

“annyeong haseyo, jihyun imnida”

“ohh kau yang bernama jihyun? Pantas saja jongin begitu tergila-gila padamu. Dia sering bercerita tentangmu padaku”ucap junmyeon blak-blakan yang membuat wajah jongin telah memerah sekarang.

“Ya!!! Hyung jangan mulai”

Ketika junmyeon dan jongin bertengkar kecil raut wajah jihyun berubah menjadi terkejut karena melihat jongin eomma mengeluarkan darah dari hidungnya.

“eommonim …”ucap jihyun yang membuat junmyeon dan jongin melihat kearah eommanya. Wajah panik keluar dari keduanya.

“eomma kenapa?”Tanya junmyeon dengan memegang tangan eommanya.

“eomma aku akan memanggilkan dokter untukmu, jadi bertahanlah”ucap jongin yang akan pergi tapi dicegat oleh jihyun.

“biar aku saja yang memanggil dokter”tawar jihyun lalu segera bergegas berlari menemui dokter.
Ketika jihyun memanggil dokter, diruangan jongin eomma terjadi kepanikan yang luar biasa.
Jongin eomma memegang tangan kedua putranya tersebut.

“eomma bertahanlah”pinta junmyeon dengan air matanya yang mulai turun.

“eomma tidak bisa, sebentar lagi eomma akan menyusul appa mu di surga”ucap jongin eomma dengan susah payah.

“eomma jangan tinggalkan aku dan hyung”. Kini jongin mulai menangis melihat keadaan eommanya.

“eomma berpesan pada kalian untuk selalu kompak , jagalah perusahaan dengan baik. Mian eomma tidak bisa melihat kalian menikah . kalian harus berjanji pada eomma untuk tidak bersedih kali ini, eomma akan tenang disana bersama appa kalian”

Kini jongin eomma memandang junmyeon dalam.

“junmyeon kau anak eomma yang bisa eomma andalkan untuk semuanya. Segeralah menikah dan jadilah anak yang kuat. Jagalah jongin, sayangi dia. Ajari dia semua yang telah kau dapat selama ini. Eomma minta maaf jika selama ini punya salah padamu dan pernah menyakiti hatimu. Junmyeon … Eomma menyayangimu dan bangga padamu”
Junmyeon semakin memegang tangan eommanya erat.

“eomma aku akan mengabulkan semuanya, aku juga menyayangi eomma lebih dari apapun. Eomma telah mendidik dan mengajari banyak hal didunia ini.”

Suara derap kaki menghampiri kamar jongin eomma, terlihat jihyun berlari bersama dokter dan suster dirumah sakit tersebut.

“eomma dokter telah datang”ucap jongin tetapi tidak dihiraukan oleh eommanya. Sang eomma menatapnya dalam dan menggenggam erat tangan jongin.

“jongin kau harus patuh pada hyungmu, kau harus menghormatinya. Bantulah hyungmu mengurus perusahaan, tetaplah menjadi jongin yang kuat dan eomma sangat suka melihatmu bisa tersenyum kembali. Berusahalah jika kau ingin mendapatkan apa yang kau inginkah, kau harus semangat menjalani semuanya meskipun tidak ada eomma. Kau harus ingat kau mempunyai hyung dan teman yang sangat menyayangimu. Mian jika eomma pernah menyakitimu tapi sungguh ini untuk kebaikanmu. Jongin … Eomma menyayangimu dan bangga padamu”
Jongin eomma menggenggam erat tangan kedua putranya dengan tersenyum.

“eomma menyayangi kalian lebih dari apapun”.

Setelah mengucapkan kata tersebut jongin eomma memandang jongin, junmyeon dan jihyun secara bergantian dan tersenyum, tetapi senyuman itu pudar seketika dan jongin eomma menutup matanya. Para dokter pun segera memeriksa keadaan jongin eomma, dari belakang jihyun terlihat menangis melihat kejadian didepannya. Sedangkan junmyeon mencoba menenangkan jongin yang mulai tidak terkendalikan.

“maaf kami telah berusaha secara maximal tetapi nyonya Kim telah berpulang. Mungkin sekarang nyonya kim telah berada di surga bersama Tuan Kim”

Jongin memeluk eommanya dengan menangis histeris, junmyeon sendiri mencoba tegar dan menenangkan jongin. Sedangkan jihyun menangis dengan mulai mendekat kearah jongin eomma.

Atas permintaan keluarga nyonya kim akan dimakamkan esok hari disamping makam sang suami tuan kim. Berita meninggalnya nyonya kim telah menyebar di seluruh penjuru Negara karena nyonya kim sendiri salah satu orang yang berpengaruh di korea selatan. Untuk menghormati eomma jongin sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar untuk berkabung.

Banyak orang yang datang di acara pemakaman mulai dari keluarga, teman jongin dan junmyeon, hingga pejabat-pejabat tinggi lainnya.

Mata junmyeon dan jongin terlihat sembab karena menangis semalaman. Dibelakang mereka terdapat jihyun bersama kedua orang tuanya. Ternyata selama ini orang tua jihyun adalah rekan kerja orang tua jongin yang telah bekerja sama bertahun-tahun tapi sayangnya para orang tua tidak mengetahui jika anak-anaknya berteman sangat baik.

“jongin-ah mianhae selama ini ahjumma dan ahjussi tidak mengetahui jika kau anak dari keluarga kim, kolega kami”ucap eomma jihyun dengan mengelus pundak jongin yang mulai menitikkan air matanya kembali.

“jongin-ah tak perlu sungkan kepada kami, selama ini kau telah ahjussi anggap sebagai anak kita juga. Jadi kau bisa memanggil kami eomma dan abeoji seperti jihyun memanggil eomma pada eommamu”sambung appa jihyun memeluk jongin mencoba menguatkannya. Jongin telah mengalami waktu sulit selama ini, setelah ditinggal sang appa kini dia tinggal eommanya.

“khamsahamnida abeoji”

Kini giliran jihyun yang memberikan penghormatan terakhir, jihyun meletakkan sebuket bunga pada makam jongin eomma. Setelah itu jihyun mendekat pada jongin untuk memberinya dukungan, jihyun memeluk jongin.

“jong, seperti apa yang kau katakan kemarin padaku kali ini aku akan mengatakan juga padamu. Kau memiliki aku disampingmu, aku bisa menjadi pundakmu kapanpun itu, aku akan selalu ada disampingmu.”

“gomawo”ucap jongin singkat dengan senyum simpulnya.
Keluarga kyungsoo juga menghadiri pemakaman ini, sedari tadi terlihat jelas jika kyungsoo sedang memperhatikan jihyun dan jongin.

Selama kurang lebih 5 jam pemakaman terlaksanakan dengan lancar, jongin maupun junmyeon mendapat banyak dukungan dari banyak orang. Kini mereka sebatang kara hidup di korea, terutama jongin karena jongin sendiri harus menyelesaikan pendidikan nya diseoul yang baru itu dapat menyusul ke new york.

 

_ _ _ _ _ _

 

 

TBC

Hwaaaa gimana chapter ini 😀 aku kira chapter ini udah panjang loh.

Untuk konflik akan benar-benar keluar di chapter berikutnya. Jadi tetep stay ya. Oh ya seharusnya ini giliran FF I THINK I LOVE YOU yang dipost tapi ada kendala jadi aku tidak bisa post cepet. Aku stuck banget di FF itu, aku berharap para readers memberikan idenya untuk chapter 14 melalui email atau twitterku. Pastinya aku akan menerimanya dengan senang hati.

Aku harap para readers untuk tetep komen ne , aku sangat sedih jika tau readers cuman baca saja ngga pakek komentar, sesungguhnya komentar kalian akan membuatku lebih semangat lagi untuk berkarya. Tentunya komentar-komentar yang membangun ne 😀

Jika banyak yang komenyar pada chapter ini aku bakal janji akan post kelanjutan FF ini secepatnya.

Bye Bye ^_^ sampai bertemu dichapter berikutnya 😀

Iklan

9 pemikiran pada “Because You Are My Sister Chapter 2

  1. ceritanya seru bangett,,, kai nya kasian banget sihh,, saar ya jong….
    kisah percintaan yang ada dalam cerita rumit banget yahhh,,,
    lanjuuuutt 🙂

    Suka

  2. Uwaaa jihyun kasi kai aja kak klk enggak kasi aku jg boleh #klkkaimau😂
    knp habis seneng2 jd sedih ginii kak nyesek😣 chap 2nya makin bagus kak suka dehh😆

    Suka

  3. Ping balik: Because You Are My Sister Chapter 3 | K-Pop Fanfiction Time

  4. Ping balik: Because You Are My Sister Chapter 3 | Gallery of EXO School

  5. Ping balik: Because You Are My Sister Chapter 3 | EXO FanFiction Indonesia

  6. Turut berkabung ya jongin:”””
    Kan kan kyungsoo sih suka gitu rasain sekarang jihyunnya mulai nyerah kyungsoonya mulai ada rada, rasain mangkanya jadi orang jangan songong:3 duh gemesh banget emang sama kyungsoo. Ditunggu next epsnya ya

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s