Because You Are My Sister Chapter 3

chapter3

Because You Are My Sister chapter 3

Tittle : Because You Are My Sister

Author : @Firna297

Main Cast :

Oh Ji hyun (OC)

Kim Jong In (Kai of EXO)

Do Kyungsoo (D.O of EXO)

Oh Ji eun (OC)

and others

Length : Chapter

Genre : Romance, Family, School life

Disclaimer : cerita ini milik saya, dilarang plagiat dan copy paste. Don’t bash and comment after reading!.

Ingat : ‘I HATE SILENT READERS’

Chapter Sebelumnya : 1 | 2

_ _ _ _ _ _

Satu minggu sudah sejak kematian eomma jongin,

dan selama itu pula jongin tidak masuk sekolah yang terkadang membuat jihyun kesepian maupun khawatir. Setiap hari pula jihyun selalu menghubungi jongin tetapi jongin selalu menon aktifkan ponselnya, tidak menyerah begitu saja jihyun sepulang sekolah selalu berkunjung kerumah jongin tetapi jongin seolah ingin menenangkan dirinya tanpa di ganggu oleh siapapun termasuk jihyun.

Jihyun merasa hidupnya tanpa jongin disampingnya terasa hampa, kosong dan seminggu ini jihyun hanya pergi ke taman setiap pagi dan jam istirahat, tidak seperti biasanya jika bersama jongin selalu pergi ke kantin.

Kyungsoo yang entah sejak kapan mulai memperhatikan jihyun tersebut merasa aneh karena semenjak kematian eomma jongin, jihyun selalu suka menyendiri dan diam.

Jihyun kini berjalan di koridor kelas dengan menatap ponselnya menunggu seseorang membalas pesannya.

‘jongin-ah … kau tau, jika tidak ada kau disampingku aku merasa tidak punya siapa-siapa lagi disampingku. Hanya kau yang selalu ada untukku, aku harap kau baik-baik saja sekarang.’batin jihyun sedih.

Apa jihyun mulai mencintai jongin? Entahlah. Karena sampai sekarang jihyun masih belum tau bagaimana perasaannya yang sebenarnya.

Dari belakang kyungsoo mengikuti jihyun tanpa siapapun ketahui karena sekolah masih sangatlah sepi.

‘apa kau menjadi seperti ini karena tidak ada jongin disampingmu? Jongin terlihat sangat berharga bagimu’batin kyungsoo.

Jihyun terlihat melangkah menuju taman sekolah yang dekat dengan kelas, sedangkan kyungsoo memasuki kelas.

Inilah kegiatan baru jihyun sebelum masuk kelas ia akan menenangkan pikirannya ditaman.

Jihyun pun mencari ponselnya dan menekan angka 1 yang langsung terhubung dengan ponsel jongin, kali ini ponsel jongin telah aktif yang membuat jihyun menyunggingkan senyumannya.

“wae … jihyun-ah”ucap seseorang dari sebrang sana tetapi suara itu membuat jihyun khawatir karena sepertinya jongin tidak baik-baik saja saat ini.

“Hya! Kim Jongin, Kau ….”

Tak ada balasan dari jongin yang membuat jihyun berdiri dari tempatnya khawatir.

“Yeoboseyo “

“jongin-ah … yeoboseyo? Hei Kim Jongin …”

“jongin-ah gwaencana?”

Tak ada sautan apapun dari jongin yang membuat jihyun segera berlari menuju rumah jongin, terlihat para siswa telah mulai memasuki sekolah sedangkan jihyun meninggalkan sekolah dengan menumpangi taxi yang telah ia stop.

Setelah sampai jihyun segera memasuki rumah jongin yang langsung disambut oleh beberapa ahjumma disana.

“annyeong nona jihyun. Apa nona ingin bertemu tuan jongin?”Tanya salah satu ahjumma yang mendapat anggukan dari jihyun.

“tuan berada dikamarnya, beberapa hari ini tuan tidak keluar kamar dan sulit sekali untuk makan. Saya harap nona bisa mengubah kebiasaan tuan segera”.

“ne ahjumma, aku akan segera kekamar jongin segera”.

Jihyun memasuki kamar jongin tanpa mengetuknya dan terlihat jika pintu tersebut tidak terkunci. Jihyun melihat kearah kasur yang ditempati jongin dengan terkejut. Jongin terlihat tidak sadar kan diri dengan keringat yang bercucuran di wajahnya, ponsel yang pasti digunakan untuk mengangkat telepon tadi kini telah tergeletak di bawah kasur.

Jihyun mengguncang-guncangkan badan jongin dengan tangan yang bergetar, lalu menempelkan tangannya pada dahi jongin yan terasa panas.

“jongin-ah bangunlah. Gwaencana?”.

Jihyun pun segera memanggil para ahjumma untuk menyiapkan kompres sedangkan jihyun menghubungi dokter kepercayaan keluarganya.

Setelah menunggu sekitar setengah jam akhirnya dokter yang memeriksa jongin pun berbicara pada jihyun tentang keadaan jongin saat ini.

“sepertinya dia mengalami depresi yang sangat berat akhir-akhir ini, asupan makanan pun jarang sekali masuk pada tubuhnya. Cobalah tenangkan dia, bujuk dia untuk mengakhiri kehidupan nya yang buruk itu.dokter yakin setelah itu jongin akan kembali sehat”

“khamsahamnida dok”ucap jihyun membungkuk hormat lalu segera kembali kekamar jongin. Jihyun mendekat dan meletakkan tangannya diatas tangan jongin, jihyun sedikit tersentak ketika jongin tiba-tiba menggenggam tanganya.

“eomma …”ucap jongin mengigau dengan suara yang sangat pelan.

Setelah beberapa menit berlalu jongin membuka matanya dan menatap jihyun yang berada didepannya tersebut.

Jihyun senang seketika melihat jongin sadar.

“jongin-ah kau sadar? Apa kau merasa lebih baik?”

“jika kau sakit, kau harus memanggil ahjumma ataupun menelpon seseorang”sambung jihyun.

Jongin menghembuskan nafasnya pelan.”kau datang meskipun aku tidak memanggilmu”

“Ya!! Aku tidak bercanda, kau bisa menjadi benar-benar sakit jika seperti ini terus”

“apa kau mengkhawatirkanku?”

“neo paboya!! Itu tentu saja. Bagaimana bisa aku tidak khawatir setelah seminggu ini aku tidak dapat menghubungimu ataupun menemui mu dan tiba-tiba ketika aku bisa menghubungimu kau dalam keadaan seperti ini”ucap jihyun kesal dengan pertanyaan jongin.

“bagaimana bisa kau melakukan ini?”

“jadi aku harus pergi sekarang?”
Jongin menggelengkan kepalanya lalu semakin menggenggam erat tangan jihyun.

“ani … tetaplah berada disampingku. Gomawo”

“istirahatlah”

Setelah jihyun mengucapkan kata itu kini jongin menutup matanya. Jihyun memandangi wajah jongin yang sedang tertidur tersebut, wajahnya begitu damai. Semakin kesini jihyun semakin bingung dengan perasaannya, dilain sisi ia juga merasakan hal yang aneh jika berdekatan dengan jongin, darahnya seakan berdesir ketika jongin menatapnya.

Setelah merasa jongin benar-benar tertidur, jihyun berdiri dari tempatnya tadi duduk untuk pulang sebentar. Sebelum beranjak jihyun menaikkan selimut jongin sampai sebatas dadanya dan mengusap halus wajah jongin.

“ahjumma … aku akan pulang sebentar, setelah itu aku akan kembali membuatkan jongin bubur.”

“ah ne … nona, bagaimana jika lebih baik ahjumma saja yang membuatkan buburnya”

“tidak perlu ahjumma, biar aku saja yang membuatnya”

“hati-hati nona”ucap ahjumma tersebut yang mendapat anggukan dari jihyun.

Jihyun pun pulang sebentar untuk meminta izin pada eommanya karena otomatis hari ini ia membolos sekolah.

Untung saja jarak rumah jihyun dan jongin dekat, jika berjalan kaki hanya ditempuh 15 menit saja.

“eoh … kau sudah pulang, apa kau sakit? Tidak biasanya pulang jam segini”Tanya eomma jihyun yang sedang menyiram beberapa bunga ketika melihat jihyun memasuki pekarangan rumahnya.

“aku tidak apa-apa eomma. Aku hari ini membolos sekolah”

“mwo?? Kenapa membolos? Bukannya tadi berangkat bersama kyungsoo? Sekarang dimana kyungsoo?”

Dengar nama kyungsoo membuat jihyun menepuk jidat nya.

“aishh aku lupa”

“aku tadi memang sudah berada disekolah, tapi ketika aku menghubungi jongin tadi perasaanku jadi tidak enak dan ternyata dia sakit eomma. Sudah satu minggu ini dia tidak masuk sekolah semenjak kematian eommanya”jelas jihyun yang membuat eommanya mengerti.

“kasian dia, dia pasti merasa depresi”

“aku tadi sempat memanggil dokter kepercayaan keluarga kita eomma, kata dokter jongin memang sedang depresi berat dan beberapa hari ini jarang sekali ada asupan makanan yang masuk. Ahjumma yang berada dirumah jongin pun juga mengaku jika jongin jarang sekali mau makan.”

“astaga!! Kenapa sampai separah itu. sebaiknya kau temani jongin disana sampai dia membaik, biar nanti eomma yang mengijinkanmu kesekolah karena hari ini tidak masuk”

Jihyun mengangguk setuju.”aku pulang untuk berganti pakaian dan meminta izin untuk menginap disana eomma, bukankah besok hari minggu. Aku janji besok siang aku akan pulang”

“baiklah … kau jaga dia baik-baik, mungkin besok eomma dan appa akan kesana menjenguk jongin”

Setelah mendapat persetujuan eommanya jihyun beranjak menuju kamarnya untuk berganti pakaian, setelah itu mengambil tas nya yang kosong dan memasukkan satu stel baju untuk dirinya besok. Setelah siap jihyun segera kembali kerumah jongin dengan diantar sopir pribadi keluarga, sebelum pergi ke rumah jongin jihyun mampir kesalah satu mini market untuk membeli bahan-bahan untuk membuat bubur.

Tak sampai setengah jam jihyun telah sampai di rumah jongin kembali dan menata bahan-bahan didapur.

“nona apa yang bisa ahjumma bantu?”

“ah tidak perlu ahjumma, ahjumma istirahat saja. Aku bisa menyelesaikan ini sendiri karena mudah, apa jongin masih tidur?”Tanya jihyun pada salah satu ahjumma disana.

“ne tuan masih tidur dikamarnya”

Jihyun pun segera menyelesaikkan masakan buburnya tersebut. Setelah dirasa pas jihyun segera menuangkan buburnya kedalam mangkok dan menaruhnya diatas nampan, kini jihyun beralih pada gelas yang akan ia isi dengan susu. Setelah semuanya siap jihyun membawanya ke dalam kamar jongin, jihyun membuka pintu jongin pelan dan mendapati jongin telah bangun dari tidurnya dengan tersenyum kearah jihyun.

“chaa … baguslah kalau kau sudah bangun, kau harus segera mengisi perutmu itu. aku akan menunggumu sampai menghabiskan buburnya, setelah itu kau minum susu.”

“kau yang membuatnya sendiri?”

“tentu saja, kau pasti akan sembuh setelah memakan bubur buatanku”ucap jihyun percaya diri yang membuat jongin sedikit tertawa tetapi sekarang betapa terpesonanya jihyun ketika melihat jongin seperti ini.
jongin pun mengisyaratkan kepada jihyun untuk menyuapinya.

“mwo?? bukankah kau bisa makan sendiri?”

“aku tau kau kesini untuk merawatku, maka dari itu kau juga harus menyuapiku”perintah jongin enteng yang membuat jihyun mendengus kesal lalu segera menyuapi jongin.

“emm … bagaimana bisa kau membuat ini? Ini rasanya enak”ucap jongin setelah memakan suapan bubur dari jihyun.

“benarkah? aku tidak yakin jika rasanya seenak buatan eomma. Jika aku sakit eomma sering membuatkan bubur ini untukku, alhasil aku akan sembuh setelahnya, semoga ini juga terjadi pada dirimu.”

“kau hari ini membolos eoh?”Tanya jongin yang membuat kegiatan jihyun menyuapi jongin terhenti.

“tentu saja pabo!!, ketika aku menelponmu aku baru saja datang disekolah. Tapi aku bersyukur bisa membolos hari ini”

“waeyo?”

“karena hari ini pelajaran lee songsaenim, aku bosan rasanya melihat angka-angka itu”

Jongin terkejut mendengar penuturan jihyun yang membuatnya tidak percaya.

“kau bosan? Bukankah kau dapat menakhlukan pelajaran itu dengan mudah, bahkan kau sisiwi kebanggan lee songsaenim.”

“aku manusia biasa jongin-ah, aku pasti akan bosan lama-kelamaan.”

Setelah melihat jongin menghabiskan bubur buatannya, jihyun menyuruh jongin untuk meminum susu buatan nya.

“minumlah”ucap jihyun dengan menyerahkan segelas susu kepada jongin yang langsung jongin terima dan meminumnya.

“karenamu aku kenyang hari ini”

“kau memang harus seperti itu, dokter tadi mengatakan jika kau harus makan dan minum susu.”

“aku akan mengembalikkan mangkok ini kedapur dan mengambilkan mu air putih untuk minum obat”sambung jihyun lalu mendapatkan anggukan dari jongin.

Ketika jihyun mengambil air putih dan ingin membawanya ke kamar jongin, tiba-tiba ponselnya berbunyi pertanda ada pesan masuk.

From : kyungsoo

Kau kemana eoh? Kenapa tidak masuk kekelas. Lee songsaenim mencarimu.

Jihyun pun lupa jika harus mengabari kyungsoo, alhasil kini ia membalas pesan tersebut sebelum ia lupa kembali.

To : Kyungsoo

Aku tiba-tiba ada urusan mendadak dan tidak bisa masuk ke kelas.
oh ya mulai hari senin kau tak perlu menjemputku, aku bisa berangkat sendiri.

Setelah mengirim pesan tersebut, jihyun meletakkan ponselnya ditas yang dibawanya tadi.

“igeo “ucap jihyun dengan memberikan air putih pada jongin. Jongin menerimanya dan segera meminum obatnya.

“apa kau telah meminta izin pada orang tuamu jika kau kesini?”

“tentu saja, untuk malam ini aku akan menginap disini.”

“mwo??”

“waeyo?? Kau tak suka aku menginap disini? Untuk sementara waktu aku harus memastikan dirimu hidup dengan baik”

“ani tentu saja aku sangat senang kau bisa tinggal disini”

_ _ _ _ _ _

Kyungsoo Pov

Beberapa hari ini entah kenapa aku merasa aneh pada jihyun, apa ini semua berhubungan dengan jongin?.

Seminggu sudah jongin tidak masuk dan itu semua berpengaruh besar pada perubahan sikap jihyun.

Entah perasaan apa ini, cemburu? Aku kira tidak karena hatiku masih belum mantab jika memutuskan bersama jihyun. Sering aku perhatikan dia sering melamun dan menyendiri, setiap pagi sebelum memasuki kelas dia selalu pergi ketaman seperti hari ini.

Akupun memutuskan untuk masuk kelas dan membaca beberapa buku yang akan aku pelajari hari ini bersama songsaenim. Sekitar setengah jam berlalu dan kini bel pun berbunyi, terlihat beberapa siswa telah berhamburan masuk dan duduk ditempat masing-masing ketika melihat lee songsaenim berjalan didepan kelas. Seketika mataku melihat sekeliling kelas dan luar mencari seseorang, tiba-tiba rasa khawatir hinggap pada diriku.

‘kemana kau? Biasanya kau akan masuk jika mendengar bel berbunyi’

Ketika lee songsaenim telah berada dimejanya dan melihat sekitar, aku tau mungkin lee songsaenim sedang mencari jihyun. Semua di kelas pasti telah tau jika jihyun adalah siswi kesayangan lee songsaenim.

“kemana jihyun hari ini?”Tanya songsaenim.

“mungkin dia menyusul kekasihnya, selama seminggu pasti dia kesepian tidak ada jongin”celetuk salah satu siswa yang entah mengapa membuatku tersulut mendengar kata ‘kekasih’. Beberapa siswa pun mulai berbisik-bisik membicarakan jihyun dan jongin.

“cukup … mari kita mulai pelajaran hari ini”ucap songsaenim menghentikan perdebatan muridnya.

Setelah pelajaran lee songsaenim memanggilku dan menyuruhku untuk datang ke ruangannya yang membuatku bertanya-tanya ada apa.

“apa songsaenim memanggilku?”tanyaku sopan yang kini berada didepan lee songsaenim.

“duduklah, ada yang ingin songsaenim tanyakan padamu”perintahnya yang membuatku duduk didepannya.

“tidak seperti biasanya jihyun bolos waktu pelajaranku, apa kau tau kemana dia?”

Aku menggelengkan kepalaku tidak tau.”kenapa songsaenim bertanya padaku? Aku tidak ada hubungannya dengan jihyun”.

“kyungsoo-ah songsaenim sudah tau semuanya, bagaimana bisa kau tidak tau dimana sekarang tunanganmu berada?”

Perkataan songsaenim tersebut membuatku terkejut seketika.

‘bagaimana bisa lee songsaenim tau semua ini? Apa jihyun yang menceritakannya? Aistt … yeoja itu’

“kenapa kau masih bersikeras tidak mengakui jika jihyun tunanganmu eoh? Jihyun yeoja yang baik dan pintar, kenapa kau sia-siakan dia seperti itu. songsaenim katakan ini supaya kau tak menyesal dikemudian hari, jika suatu hari nanti jihyun bersama jongin apa kau tak menyesal?”

Aku hanya terdiam mendengar setiap penuturan songsaenim, entah kenapa hatiku seperti teriris seketika.

“kau pasti bertanya-tanya dari mana songsaenim tau.”

“tenang saja jihyun tidak pernah bercerita padaku jika kalian telah bertunangan. Songsaenim sudah tau ini sejak lama, setiap hari kau pergi dan pulang sekolah bersama jihyun, dia selalu turun beberapa meter dari gerbang sekolah. Benar kan?”

Aku menghembuskan nafasku pelan dan masih bingung harus berkata apa sekarang. Otakku seolah buntu jika bersangkut pautan dengan nama jihyun.

“sebelum terlambat sebaiknya kau selesaikan ini semua, kau harus mengikuti kata hatimu. Jangan sampai jihyun tersakiti karena kau lebih memilih jieun”

JDERRR … bagaikan disambar petir aku mendengar nama jieun juga disebut.

‘bagaimana bisa songsaenim tau tentang jieun nuna’batinku masih belum berani menatap mata songsaenim.

“sekuat apapun jihyun menahan semuanya dia hanyalah yeoja biasa kyungsoo, dia pasti punya sisi lain yang tak bisa kau ketahui. Meskipun selama ini jihyun terlihat kuat dia sudah mulai rapuh kyungsoo, jika kau tak bisa mengambil keputusan secara cepat kau harus siap menerima semuanya”.

“ahhh sepertinya aku telah banyak bicara kali ini, songsaenim tau jika tidak punya hak sedikitpun didalam kehidupanmu, tetapi biarlah songsaenim ini berbicara sebelum terlambat”

“baiklah kau bisa kembali ke kelasmu, mian jika songsaenim mengganggu waktu luangmu”

Aku pun membungkuk hormat dan berjalan meninggalkan ruangan songsaenim dengan memikirkan semua yang telah aku dapatkan tentang jihyun.

Akupun merogoh saku celana dan mengambil ponselku.

To : Jihyun
Kau kemana eoh? Kenapa tidak masuk kekelas. Lee songsaenim mencarimu.

SEND. Akhirnya aku mengiriminya pesan untuk mengetahui dimana dia berada saat ini. Beberapa menit kemudian

aku mendapatkan balasan dari jihyun dan membacanya.

From : Jihyun
Aku tiba-tiba ada urusan mendadak dan tidak bisa masuk ke kelas.
oh ya mulai hari senin kau tak perlu menjemputku, aku bisa berangkat sendiri.

DEG … jantungku terasa sakit membacanya kali ini. Apakah ini pertanda akan berakhirnya hubungaku dengan jihyun?

Apa urusan itu tentang jongin? Apa kau sekarang membolos karena menjaga jongin?

Aku tersenyum miris membayangkan saja, apakah jihyun akan bahagia jika bersama jongin?.

Kyungsoo Pov END

_ _ _ _ _ _

Jongin Pov

Hidupku seperti tak ada artinya mengetahui jika eomma sudah pergi menyusul appa. Semua nya terasa telah berakhir, tak ada lagi harapan hidupku. Kedua orang tua yang sangat aku sayangi pada akhirnya harus meninggalkanku untuk selamanya. Sejak seminggu lalu aku masih belum mempunyai kekuatan sedikitpun untuk melakukan aktivitas. Semua kegiatan sekolah dan sesuatu yang berhubungan dunia luar seakan aku tutup tak terkecuali jihyun yang selalu mencoba menghubungiku maupun menemuiku.

Aku rasa belum sanggup untuk menjalani ini semua, aku memerlukan waktu untuk menata semuanya dari awal.

Ketika aku terbangun dari tidurku, aku melihat wajah cantik yang selama ini berada dihatiku. Raut wajah khawatir terlihat diwajahnya, terbukti dia menghujaniku banyak pertanyaan. Semua itu membuat ku sedikit senang, itu menunujukkan jika dia sangat peduli padaku entah itu sebagai teman atau yang lainnya.

Pasti yeoja ini membolos dan langsung melesat kesini, karena jam-jam segini kegiatan belajar masih berjalan. Jihyun sangat telaten saat menjagaku. Dia pantas jika menjadi istri idaman, tanpa aku ketahui jika selama ini ia sangatlah jago memasak.

Saat ini jihyun memperhatikanku layaknya dia seorang kekasihku, dia membuatkanku bubur, susu dan menyiapkan aku obat. Saat ini aku menyerah jika harus merelakannya untuk kyungsoo, sesungguhnya aku tak rela jika jihyun mencintai kyungsoo yang sifatnya seperti itu.

Aku sangat senang terlebih mengetahui jihyun akan menginap disini untuk menemaniku, rasa depresiku seakan hilang sejenak ketika melihat senyumannya. Karena seminggu sudah aku tak melihat senyuman itu, senyuman itu menjadikanku lebih kuat kembali.

Jongin Pov END

_ _ _ _ _ _

Kini waktu telah menunjukkan pukul 9 malam, terlihat jika jongin enggan tidur. Sedangkan jihyun berada disofa dekat kasur jongin dengan membaca beberapa majalah. Jihyun sedikit tidak nyaman karena sadar sedari tadi jongin hanya memandanginya, rasa gugup pun mulai melanda. Di dalam kamar berdua, tanpa ada ikatan yang pasti itulah jihyun dan jongin.

“Ya! Kim Jongin, segeralah tidur kau harus banyak istirahat”

“apa kau tidak tidur eoh?”Tanya jongin mengalihkan pembicaraan jihyun.

“aku akan tidur jika melihatmu sudah tertidur, jadi cepatlah tidur”

“kau tidur di sofa itu?”tunjuk jogin pada tempat yang sekarang ditempati jihyun, sedangkan jihyun menganggukkan kepalanya.

“kau bisa sakit jika tidur disitu, berbaringlah disampingku”

“mwo!! Disampingmu?”ucap jihyun terkejut dengan permintaan jongin.

“kau memikirkan yang aneh-aneh kan? aku tidak akan melakukan apa-apa, percayalah. Segeralah berbaring sebelum aku beranjak dari tempatku untuk membopongmu”

“shireo!!”ucap jihyun sedangkan jongin sesuai ucapannya segera berdiri dari tempatnya menghampiri jihyun. Wajah jihyun sedikit terkejut jika jongin benar akan melakukannya.

“kau mau apa?”

“kau rupannya mau aku bopong eoh?”goda jongin yang telah bersiap-siap didepan jihyun.

“Ya! Aku bisa berjalan sendiri”ucap jihyun lalu berdiri bergegas menuju kasur jongin, jongin pun tersenyum senang telah menggoda jihyun. Kini mereka berbaring, jongin tidur menyamping dengan memandangi wajah jihyun yang masih belum juga menutup matanya. Jihyun pun melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan jongin.

Jihyun dan jongin saling menatap satu sama lain, tak ada pembicaraan diantara mereka yang ada mereka berbicara pada diri mereka sendiri.

‘Tuhan …. dia begitu sempurna, bisakah dia menjadi milik ku.’batin jongin tanpa mengalihkan pandangannya pada mata jihyun.

‘Tuhan …. apa kau mengirim kan jongin untukku? Jika dia terbaik untukku, aku akan menerimanya. Jongin telah lama menderita karenaku, aku tidak bisa menyakitinya terlalu dalam. Jongin-ah aku percaya padamu’batin jihyun juga.

“jongin-ah kau masih ingat ucapan eommamu? “Tanya jihyun yang mendapat anggukan dari jongin.

“tapi kenapa hidup seperti ini, eommonim pasti akan sedih melihat keadaanmu sekarang. Jangan sakiti dirimu sendiri terlalu dalam jongin-ah”

“semuanya butuh waktu, aku tidak bisa langsung menerimanya. Aku akan melakukan semua yang di minta eomma asalkan kau tetap berada disampingku untuk menemaniku ataupun mendukungku”

“geure … aku akan selalu berada disampingmu, kau harus ingat akan ada aku disampingmu”ucap jihyun tersenyum mengiyakan dengan memeluk guling yang berada didepannya.

Jihyun menatap mata jongin dalam, ia tau jika didalam lubuk hati jongin tersirat rasa sedih yang mendalam. Maka dari itu jihyun tidak ingin menambah kesedihan itu kembali.

“kau kenapa tetap menatapku seperti itu eoh? Aku tau aku sangat tampan sehingga kau tidak dapat mengalihkan pandanganmu dariku. Aku tau kau lelah hari ini menjagaku, jadi segeralah tidur”

Jihyun menyunggingkan senyumannya ketika dengan pedenya jongin berbicara tampan untuk dirinya sendiri.

“ne kau sangat sangat tampan, puas eoh?. Biarlah seperti ini, mungkin saja wajah tampanmu itu seperti obat tidur bagiku.”ucap jihyun membuat jongin tertawa geli mendengarnya.

“jongin-ah, suatu saat nanti pasti ada seorang yeoja yang sangat beruntung mendapatkanmu. Kau tampan, baik, dan selalu perhatian”lanjut jihyun yang setelah mengucapkan kata itu terlihat telah menutup matanya seperti telah lelap karena kantuk yang ditahannya.

Jongin masih betah memandang wajah jihyun yang terlihat telah tertidur, didalam benaknya dia masih mencerna semua perkataan jihyun barusan. Wajah damai jihyun ketika tertidur membuat jantung jihyun semakin berdetak tidak karuan.

Tiba-tiba tangan jongin menyentuh rambut jihyun, menyisihkan poni yang menghalangi wajahnya dibalik telingannya.

“jihyun-ah kau tau, aku adalah namja pengecut. Namja yang tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya pada yeoja yang dicintainya. Mungkin disaat kau tertidur seperti ini aku bisa mengungkapkannya, aku menyayangi mu lebih dari sekedar teman. Aku tau ini salah karena kau kini menjadi milik kyungsoo, tetapi aku tidak bisa menghilangkan rasa ini begitu saja padamu. Apa yang harus kau lakukan eoh? Apa aku harus benar-benar melupakan perasaanku padamu. Karenamu aku bisa kembali pada jongin yang ceria, aku beruntung menemukan sosok yang begitu sempurna seperti malaikat yang lekat pada dirimu. Dapatkah aku mengisi hatimu? Dapatkah aku memilikimu sepenuhnya?”

Untuk beberapa menit tak ada perkataan yang keluar dari bibir jongin.

“Jihyun-ah SARANGHAE … JEONGMAL SARANGHAE”ucap jongin pada akhirnya meskipun jihyun tidak akan mendengarkannya.

Jongin mendekatkan wajahnya pada wajah jihyun, mengecup kening lalu turun kehidung dan pipi jihyun. Kini pandangan jongin turun pada bibir ranum milik jihyun, tanpa aba-aba jongin menempelkan bibirnya pada jihyun. Ingat hanya menempelkannya tanpa melumatnya karena takut jihyun terbangun. Untuk beberapa menit jongin masih menempelkan bibirnya pada bibir jihyun, seakan tersadar membuat jongin menjauh dan membalikkan badannya memunggungi jihyun.

Tanpa jongin ketahui jihyun sepenuhnya belum tertidur, jihyun mendengar semua perkatan jongin padanya. Dan seakan membuat jihyun terkejut seketika merasakan jongin mencium kening, hidung, pipi dan bibirnya. Detak jantung jihyun seakan berpacu dengan cepat karena ini merupakan first kiss nya, begitu pula dengan jongin.

Jihyun membuka mata dan menatap jongin yang memunggunginya. Buliran air mata yang ia tampung sejak tadi akhirnya runtuh juga.

‘jongin-ah berhenti menganggap jika dirimu pengecut, aku senang melihatmu selalu disampingku untuk melindungiku. Aku juga merasakan perasaan yang aneh jika dekat denganmu, aku merasakannya juga, merasakan menyukaimu lebih dari teman. Kau tak perlu menghilangkan perasaan itu jongin-ah sesungguhnya kau telah berada didalam hatiku, mungkin tidak sekarang aku mengungkapkan semuanya padamu tapi tunggulah aku. Aku sangat senang bisa membuatmu bahagia, membuatmu kembali menjadi jongin yang ceria. Jika suatu hari nanti aku menjadi milikmu mungkin aku yeoja yang sangat beruntung bisa mendapatkanmu. Tolong tunggulah aku jongin, mungkin diwaktu yang tepat kau bisa memilikiku sepenuhnya’ucap jihyun dalam hati dengan memandang punggung jongin. Jihyun menghapus sisa-sia air matanya yang membasahi wajahnya, tak perlu waktu lama jihyun mulai terlelap.

Dilain tempat kini kyungsoo dalam keadaan hati yang berkecamuk, hatinya masih ragu harus memilih siapa. Sesungguhnya kyungsoo merasa bersalah kepada jihyun, dia telah membohongi dan selama ini telah menyakiti jihyun.

Jujur selama ini kyungsoo merasakan hal yang aneh pada dirinya. Dia mulai merindukan hal-hal yang bersangkutan dengan jihyun meskipun itu tidaklah terlihat bahagia. Mulai dari jihyun yang selalu mengikutinya, selalu mengganggunya dan selalau merepotkannya. Tetapi sungguh hal-hal seperti itu membuat kyungsoo merasakan kehilangan sosok jihyun, sosok jihyun yang seperti itu sekarang mulai hilang.

Karena ego yang besar membuat kyungsoo tidak dapat mengatakan semuanya, inilah hidup kyungsoo seperti terjebak disebuah lingkaran yang selalu berputar entah kapan ia akan menemukan akhirnya.

_ _ _ _ _ _

Sinar matahari mulai masuk menyinari kamar milik jongin, terlihat sekali 2 sejoli yang sedang terlelap tersebut enggan untuk bangun dari tidurnya. 1 jam pun berlalu dan matahari semakin menyongsong yang membuat jihyun menggeliat dari tidurnya, matanya mulai memandangi keadaan sekitarnya dan menyadari jika ia tidak berada di kamarnya.

“sepertinya malam ini kau tidur nyenyak eoh, sampai jam segini saja kau baru bangun”ucap jongin tiba-tiba yang membuat jihyun menoleh kesumber suara.

“kau benar, aku tidur sangat nyenyak malam ini. Bagaimana denganmu?”Tanya jihyun kembali dengan memegang dahi jongin yang kemarin demam kini mulai pulih.

“benarkah? apa karena kemarin sebelum tidur kau memandangi wajah tampan ku ini kau jadi tidur dengan nyenyak?”goda jongin yang membuat jihyun mendesis sebal.

Suara ponsel jihyun yang berdering membuat pertikaian kecil antara jongin dan jihyun terhenti sejenak. Jihyun memandang layar ponselnya dan terpangpang nama eomma.

“yeoboseyo … kau sudah bangun eoh?”

“oh … baru saja, waeyo eomma?”

“eomma baru saja masak makanan yang banyak, eomma berencana membawanya kesana, kita bisa sarapan bersama”

“ide yang bagus, apa eomma kesini bersama appa?”

“ani … appamu baru saja berangkat, hari ini dia ada rapat mendadak. Jadi eomma berangkat sendiri, mungkin setengah jam lagi eomma berangkat. Kau siap-siap lah terlebih dahulu, bagaimana keadaan jongin?”

Jihyun menatap jongin sebentar yang membuat jongin mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“dia sudah lebih baik dari kemarin eomma”

“eohh geure”ucap eomma jihyun lalu menutup sambungan teleponnya.

“siapa? Eommamu?”Tanya jongin pada jihyun yang dijawabnya dengan anggukan.

“eomma akan kesini, eomma memasak banyak hari ini dan berencana sarapan bersama disini. Apa kau tidak keberatan?”

“tentu saja tidak, aku sangat senang jika kita sarapan bersama”

“geure … aku akan menyiapkan air panas, setelah itu kau bisa segera mandi”ucap jihyun lalu berdiri dari tempatnya menuju kamar mandi yang berada juga didalam kamar jongin. Selang beberapa menit jihyun telah selesai menyiapkan air panasnya dan keluar dari kamar mandi.

“air nya sudah siap, kau bisa mandi”ucap jihyun yang mendapatkan anggukan dari jongin. Jongin bergegas menuju kamar mandi. Ketika jihyun hampir memutar knop pintu untuk keluar, langkahnya terhenti karena jongin memanggilnya.

“jihyun-ah …”panggil jongin yang membuat jihyun membalikkan badannya.

“gomawo “ucap jongin dengan tersenyum menatap jihyun, sedangkan jihyun membalasnya dengan senyuman juga lalu beranjak dari kamar jongin.

Sepeninggalan jihyun dari kamarnya, jongin memegang dadanya yang bergemuruh tak menentu.
‘jihyun-ah betapa beruntungnya kyungsoo jika dia memilikimu. Kau begitu sempurna bagaikan malaikat, semoga kau mendapatkan namja yang pas untukmu’batin jongin lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

Jihyun sendiri membersihkan diri di kamar mandi yang berada dilantai bawah. Setelah membersihkan diri dan berganti pakaiannya, jihyun menuju meja makan untuk menunggu eommanya datang.

“nona sudah bangun?”

“ah ne ahjumma. Apa ahjumma tidak memasak hari ini?”

“apa nona lapar? Tadi eomma nona memberitahu saya untuk tidak masak, karena beliau akan datang kesini.”

“ani .. hanya saja jika ahjumma memasak akan sayang makanannya”

Ting Tong … bel yang berada dirumah jongin berbunyi yang membuat salah satu ahjumma disana segera menuju

pintu depan untuk membukanya.

“eoh eomma … “ucap jihyun melihat eommanya telah datang dan dibantu salah satu ahjumma disana membawa beberapa makanan.

“kau menunggu lama? Kau pasti sudah lapar. Kajja kita siapkan semuanya”ucap eomma jihyun.

“ani eomma … aku baru saja selesai”

“nyonya bisa saya bantu menyiapkannya?”Tanya ahjumma rin pada eomma jihyun.

“tentu saja, ahjumma bisa membantuku. Kita bisa makan bersama disini”balas eomma jihyun dengan ramahnya.

Sekitar 10 menit menyiapkan semuanya dimeja makan akhirnya jihyun dan eommanya selesai juga. Terdengar langkah kaki dari lantai atas, terlihat jongin telah segar dengan baju lengan panjang dipadukan dengan celana pendek selutut yang membuatnya terlihat tampan.

“annyeonghaseyo ahjumma”sapa jongin hormat pada jihyun eomma.

“aigoo lihatlah, meskipun kau sakit dan berpakaian sederhana begini saja kau terlihat sangat tampan”ucap jihyun eomma yang langsung memeluk jongin sayang. Sedangkan jihyun memandangi keduanya dengan haru, terlihat sekali jika jihyun eomma sangat menyayangi jongin.

“bagaimana kabar ahjumma?”Tanya jongin ketika jihyun eomma melepas pelukannya pada jongin.

“aishh ahjumma baik-baik saja, seharusnya ahjumma yang menanyakan kabarmu.”ucap jihyun eomma sedikit memukul bahu jongin dengan gemas.

“jangan panggil aku ahjumma, panggil saja eomma. Aku sangat senang bisa memiliki anak setampan dirimu, bolehkah eomma ini menganggapmu sebagai anak eomma”Tanya jihyun eomma yang membuat jongin dan jihyun terkejut.

Jongin memandang jihyun sebentar dan jihyun mengisyaratkan dengan mengangguk.

“Dengan senang hati eomma”ucap jongin yang membuat jihyun eomma senang tak terkira.

“ehem … rupannya aku terlupakan disini”sindir jihyun berpura-pura cemburu.

“kau cemburu pada jongin eoh? Ahh alangkah baiknya jika kau bisa menikah dengan jongin, jika begitu kau tak perlu cemburu pada jongin, karena pastinya eomma akan sama-sama memperhatikan kalian berdua”ucap jihyun eomma blak-blakan yang membuat jihyun dan jongin terkejut karena sadar sekali kemana arah pembicaraan eommanya tersebut.

“ne??”Tanya jihyun dan jongin bersamaan.

“kalian terlihat sangat serasi, jika kalian berdua berjodoh eomma sangat sangat bahagia”

“apa maksud eomma ?”Tanya jihyun mencari penjelasan pada eommanya.

“aishhh kenapa kita malah mengobrol, makanannya nanti keburu dingin. Kajja kita makan, jongin-ah kau harus makan yang banyak eoh supaya kau selalu sehat?”ucap jihyun eomma mencoba mengalihkan pembicaraan mereka dan mengambil mangkok untuk menuangkan sup untuk jongin.

“ne eomma , khamsahamnida”balas jongin dengan menerima makanan yang diambilkan oleh jihyun eomma tersebut.

Sedangkan jihyun masih larut dalam pembicaraan eommanya tadi, jihyun masih tidak habis fikir kenapa eommanya bicara seperti itu.

‘apa eomma bahagia jika aku bersama jongin?’batin jihyun dalam hati.

“jihyun-ah kau juga harus makan yang banyak, kau juga tidak boleh sakit. Lihatlah akhir-akhir ini eomma melihatmu kurusan. Benarkan jongin-ah?”

Jongin menganggukkan kepalanya setuju. Jihyun sendiri segera menerima mangkok berisikan sup yang telah dituangkan oleh eommanya.

“eomma tak usah khawatir aku akan memakan ini semua”

Kini giliran jongin yang larut dalam pikirannya, sambil memakan sup yang dibuat oleh jihyun eomma, jongin memikirkan pembicaraan jihyun eomma katakana tadi.

‘kenapa ahjumma bicara seperti itu? apa ahjumma lebih suka jika aku menjadi suami jihyun kelak? Apa mungkin ahjumma merasa kasian saja padaku?’tanyanya dalam hati, tersirat rasa bahagia dan sedih ketika memikirkan hal itu.

“jongin-ah bagaimana rasa masakan eomma?”Tanya jihyun eomma yang membuat lamunan jongin buyar seketika.

“ini sangat lezat eomma, baru pertama kali ini aku memakan sup yang begitu lezat”

Jihyun eomma merasa sangat senang mengetahui masakannya mendapat pujian.

“jinjjayo? Jongin-ah kau harus tau, jihyun juga jago masak loh? Masakannya tak kalah enak dengan masakan eomma”

“eomma … jangan berlebihan”

“tapi benar apa kata eomma, masakanmu enak. Bubur yang kemarin kau buatkan itu sangat enak, buktinya sekarang aku sehat.”

“mwo?? Bubur? Apa bubur yang biasa eomma buatkan untukmu jika kau sakit?”Tanya Jihyun eomma pada jihyun yang mendapatkan anggukan dari jihyun.

“kalian sekarang sudah berada ditingkat terakhir, kalian harus pintar-pintar jaga kesehatan, terutama pada makanan. Eomma tau pasti kalian tidak pernah sarapan dan lebih makan makanan yang berada di kantinkan?.

Mulai besok kalian harus bawa bekal, bekal buatan sendiri akan lebih menyehatkan”ucap jihyun eomma memberikan saran.

“mwo? Bekal?”Tanya jongin karena jongin sendiri tidak pernah membawa bekal sekalipun.

“apa kau mau jihyun membawakanmu? Jihyun sendiri yang akan memasak bekalnya, kau pasti suka. Bagaimana?”tawar jihyun eomma yang membuat jihyun yang mendengarnya tersedak makanan yang dimakannnya.

“aku yang memasak??”

“geure … apa kau keberatan?”Tanya jihyun eomma dengan tampang memelas yang membuat jihyun tak tega.

“ahh geure … aku akan membawa bekal untuk 2 orang mulai besok”.

_ _ _ _ _ _ _

 

Kyungsoo Home

 

Hari minggu yang cerah biasanya dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk jalan-jalan keluar rumah ataupun sekedar menghibur diri setelah sekian hari lelah melakukan aktivitas. Berbeda dengan seorang namja yang selalu bergelut di depan bukunya yaitu kyungsoo.

Tapi meskipun dirinya menhadap sebuah buku didepannya, tidak bisa dipungkiri jika pikirannya kini berada di luar sana. Ya … sejak kemarin lee songsaenim memanggilnya dan membicarakan tentang jihyun, sampai sekarang pembicaraan itu masih dipikirkannya.

Berulang kali kyungsoo melihat ponselnya, mungkin dia berharap seseorang akan menghubunginya. Tapi semua itu nihil, pikirannya semakin kacau ketika mendengar dari eommanya jika jihyun menginap di rumah jongin untuk merawatnya yang sedang sakit.

Tiba-tiba kyungsoo menjadi gusar dan membanting bukunya ke meja yang berada di depannya.

apa kemarin kau tiba-tiba membolos karena jongin, kau segera pergi ketika tau jongin sakit?. Jika itu aku, apa kau akan menghampiriku dan merawatku seperti yang kau lakukan untuk jongin?’tanyanya dengan menutup matanya merasakan sesuatu yang sakit didalam tubuhnya yaitu pada hatinya.

“kyungsoo-ah!!! Turunlah, kita sarapan bersama”teriak kyungsoo eomma dari lantai bawah.
Kyungsoo pun beranjak dari tempatnya lalu menuju meja makan dimana keluarga nya telah berkumpul.

“selamat makan”ucap kyungsoo appa kepada semuanya yang telah duduk di meja makan.

“yeobo nanti malam jadi kita kerumah keluarga oh?”Tanya kyungsoo eomma pada suaminya. Sedangkan kyungsoo menatap kedua orang tuanya bertanya ada apa.

“tentu saja, tuan Oh telah mengundang kita. Tidak sopan rasanya jika kita tidak hadir”.

“kyungsoo, nanti malam bersiap-siaplah kita akan kerumah jihyun. Mereka mengundang kita semua makan malam.”jelas eomma kyungsoo kepada kyungsoo yang mendapat anggukan langsung.

“oh ne … abeoji tidak pernah melihatmu keluar bersama jihyun, apa lagi kau tidak pernah membawanya kesini.”

“benar kata appamu, kalian itu tunangan tapi kenapa seperti orang yang tidak saling kenal saja eoh?”sambung kyungsoo eomma.

Kyungsoo menghembuskan nafasnya pelan dan menghentikan makannya.

“sekarang kita sudah berada di tingkat terakhir, mustahil kita punya waktu untuk bermain-main”.

“benarkah? kenapa eomma sering melihat jongin dan jihyun diluar, sebenarnya siapa tunangannya? Jihyun terlihat lebih dekat dengan jongin dari pada denganmu”.

“kyungsoo, sebenarnya apa yang terjadi? Kau tidak menyembunyikan apapun kan dari abeoji dan eommamu?”

“mereka kan sahabat apa salah nya keluar bersama. Aku juga tidak berniat menyembunyikan apa pun”ucap kyungsoo berbohong tetapi sepertinya sang eomma tidak percaya.

“kyungsoo jangan coba-coba kau menyakiti jihyun apalagi kau mengecewakan jihyun dan kami”.

Kyungsoo pun mengangguk dan beranjak dari tempatnya karena merasa selera makannya seakan hilang seketika.

Kyungsoo kembali ke kamarnya dan melihat kembali pesan yang dia kirim kemarin kepada jihyun.

apa jihyun akan berangkat bersama jongin? Kenapa aku merasa tidak rela, seakan jihyun akan mulai menjauhiku?

Apa suatu hari nanti aku akan menyesal?’

 

_ _ _ _ _ _

 

Kini jihyun telah berada dirumahnya, jihyun membantu eommanya memasak di dapur karena malam ini jihyun appa mengundang keluarga kyungsoo untuk makan malam. Terlihat jieun turun dari lantai atas dengan terburu-buru, ia pun menuju dapur untuk berpamitan kepada eommanya.

“eomma aku harus pergi sekarang, mian aku tak bisa ikut acara makan malam nanti”ucap jieun didepan eommanya.

“eoh, waeyo?? Kau mau pergi kemana?”

“aku pergi bersama luhan, aku janji tidak akan pulang malam”

“eonnie kencan bersama luhan?”Tanya jihyun yang membuat semburat merah muncul di wajah jieun.

“ani ….”bohong jieun tetapi eommanya dan jihyun tidak bisa dibohongi sedikit pun, karena mereka tau jika jieun sekarang mulai menjalin hubungan dengan luhan yang lebih dari sekedar teman.

“ahh … aku harus pergi sekarang, nanti tolong sampaikan permintaan maafku pada keluarga kyungsoo”.
Setelah berucap seperti itu jieun melenggang pergi keluar rumah karena luhan telah menunggunya didepan.
Sedangkan di dapur kini terjadi keheningan, jihyun membantu eommanya dalam diam. Banyak pertanyaan sedari

tadi yang ingin ia tanyakan pada eommanya.

“eomma ….”

“wae?”

“apa maksud perkataan eomma tadi sewaktu dirumah jongin? Apa eomma menyetujuiku jika bersama jongin kelak?”

“semua keputusan ada ditanganmu, ini masa depanmu. Apa kau akan bahagia karena paksaan? Eomma tidak akan memaksamu harus memilih kyungsoo, eomma tau bagaimana perasaan mu selama ini“.ucap jihyun eomma tanpa melihat jihyun karena melakukan aktivitas lainnya.

“eomma aku lelah, ini berat untukku. Apa aku boleh berhenti?”

Semula jihyun eomma yang sibuk memotong-motong daging, kegiatan nya seakan berhenti mendengar ucapan jihyun.

“eomma akan dukung semua keputusanmu, asalkan kau bahagia dengan pilihanmu.eomma akan membantu bicara pada appamu nanti, appamu pasti akan mengerti”

Jihyun membalikkan badannya menghadap eommanya, matanya mengerjab seolah bertanya apa eommanya sudah tau semuanya.

“eomma tau semua, tentang jieun dan kyungsoo. Maka dari itu eomma tidak akan memaksamu lagi kali ini, eomma tau kau akan merasa tersakiti jika terus seperti ini”

Jihyun menganggukkan kepalanya mengerti dan melanjutkan memasak masakan yang tadi dibuatnya.

_ _ _ _ _ _

 

Jieun dan Luhan kini berada ditaman kota, hari ini tidak begitu banyak pengunjung yang datang. Hari ini luhan berniat untuk mengungkapkan semua yang selama beberapa tahun ini ia pendam pada jieun.

“luhan-ah apa kau tak merasa hidup ini berlalu sangat cepat? Lihatlah kini sekarang kita, 2 tahun sudah masuk perguruan tinggi. Padahal seperti baru kemarin kita mendaftar sekolah dasar bersama”ucap jieun yang telah duduk disalah satu bangku taman.

Luhan terlihat sedang berpikir dan sesaat memandang kearah jieun yang kini juga memandangnya.

“bagiku ini berlalu sangat lambat”

“mwo?? Bagimana bisa?”

“selama itu aku tidak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaanku padamu. Aku takut jika aku menerima kenyataan pahit darimu, dan aku putuskan untuk bicara ini sekarang”

Jieun mengerjap kan matanya tidak percaya, entah bagaimana sekarang ia mengekspresikan perasannya. Yang pasti jieun merasa cintanya tidak akan bertepuk sebelah tangan kembali. Luhan berdiri dari tempatnya dan berjongkok didepan ji eun, jieun pun mengisyaratkan kepada luhan untuk kembali berdiri. Tetapi luhan tidak mengindahkannya dan malah menarik tangan jieun untuk di genggamnya.

“aku menyanyangimu, mencintaimu lebih dari sekedar teman jieun-ah. Aku begitu tersiksa jika tidak segera mengungkapkan ini padamu, aku begitu takut jika tidak bisa memilikimu. Kita telah saling kenal sejak lama, kita sudah saling mengerti satu sama lain. Bisakah aku memiliku seutuhnya?”

“luhan-ah …”

“aku tau ini terlalu cepat dan membuatmu terkejut tapi aku tak bisa menunggu lagi. Hari ini adalah hari yang begitu aku tunggu-tunggu, aku siap menerima semua kenyataan yang akan aku terima nantinya”

“Will you marry me?”ungkap luhan pada akhirnya yang membuat jieun menitikkan air matanya. Jieun benar-benar merasa yeoja paling beruntung hari ini, ia sangat bahagia dan sekaligus terharu karena perlakuan luhan saat ini.

“I Do”ucap jieun dengan tersenyum untuk luhan, luhan seakan berada dalam mimpi saat ini.
“aku benar-benar tidak bermimpi kan?”Tanya luhan memastikan.
Jieun meraih wajah luhan dan merabanya lalu menariknya untuk mendekat. Jieun menatap dalam kedua mata indah milik luhan dan turun kebibirnya. Jieun pun semakin mendekatkan wajahnya pada wajah luhan, ia menutup matanya dan menempelkan bibirnya di bibir luhan. Jieun melumatnya sebentar lalu melepaskan ciumannya dan tersenyum mengiyakan pada luhan. Luhan sennag bukan main, dia langsung berdiri dan menarik jihyun untuk berdiri lalu memeluknya erat.

Luhan mencium puncak kepala jieun dengan sayang. Dan pada akhirnya kini mereka bisa benar-benar bersama, untuk kedepannya mereka akan melakukan yang terbaik.

“gomawo …”

“hmm …”

Hari ini mereka secara resmi menjadi sepasang kekasih, jieun dan luhan pun melanjutkan kencan mereka keberbagai tempat yang indah di Seoul. Seolah tak ada hari esok, mereka menghabiskan waktu bersama dengan romantis.

_ _ _ _ _ _ _

 

 

“yeobo kenapa melamun? Apa ada masalah?”Tanya jihyun appa pada istrinya.

“ini tentang jihyun, kita tidak bisa selalu memaksanya yeobo. Kasian dia, tadi siang saja jihyun bilang padaku jika ingin berhenti, dia ingin mengakhiri semuanya dan dia lelah atas semuanya. Ini masalah masa depannya, kita harus mendukung apa yang membuatnya bahagia.”

Jihyun appa merenung seketika, memikirkan semua yang terjadi membuatnya tidak habis pikir.

“apa ini tentang kyungsoo dan jieun? Aku benar-benar tak habis pikir kenapa ini semua terjadi dan kita pun baru mengetahuinya. Aku juga berpikir seperti itu, aku tidak bisa memaksa jihyun seperti ini.”

“jadi, kau tak akan memaksa jihyun untuk melanjutkan pertunangannya?”

“ini semua kuserahkan pada jihyun, aku yakin jihyun akan bahagia dengan pilihannya. Kita tidak berhak ikut campur atas masalah mereka, kita tunggu saja sampai jieun benar-benar bicara yang sebenarnya kepada kita”.
Akhirnya jihyun eomma merasa lega karena sang suami menerima pendapatnya dengan baik. Dengan begini jihyun eomma tidak akan pernah merasa memaksa atau menyakiti hati jihyun terlalu dalam.

Tok… Tok … Tok …

Terdengar suara pintu kamar diketuk yang membuat jihyun eomma beranjak dari tempatnya duduk untuk membuka pintunya.

“eomma … seperti nya keluarga kyungsoo sudah datang. Sekarang mereka berada dibawah”ucap jihyun yang mendapatkan anggukan dari eommanya.

“mereka sudah datang?”tanya jihyun appa dari belakang jihyun eomma.

“kajja kita turun bersama”sambung jihyun appa dengan merangkul pundak anak dan istrinya.
_ _ _ _ _ _

 

“benar-benar tidak disangka ya sebentar lagi kyungsoo dan jihyun akan lulus sekolah, berarti sebentar lagi mereka akan menikah dong”ucap girang kyungsoo eomma mencairkan suasana.

“kenapa terburu-buru, kita bisa pelan-pelan saja”sambung jihyun appa yang mendapatkan anggukan dari kyungsoo appa.

“benar yeobo, lagian kan mereka setelah lulus ini harus melanjutkan keperguruan tinggi dulu”kata kyungsoo appa menyetujui ide jihyun appa.

“mereka kan bisa menikah sambil kuliah, betul kan Ahrin-ah?”Tanya kyungsoo eomma pada jihyun eomma.

“kalau aku sih terserah mereka, semua keputusan akan aku serahkan pada anak-anak. Aku akan mendukung mereka

dari belakang”balas jihyun eomma yang membuat jihyun menyunggingkan senyumnya.

“kyungsoo-ah bagaimana pendapatmu tentang pernikahan ini?”Tanya eommanya, sedangkan kyungsoo sedikit berpikir. Jihyun yang kini berada di depannya hanya menunggu jawaban dengan was-was.

“aku terserah saja, yang penting tidak menggaggu kegiatan kuliah maupun pekerjaan”
“geure … bukankah berarti itu sama saja jika kau setuju? Bagaimana dengan mu jihyun-ah?”

Kini giliran jihyun yang berpikir, ia tak ingin salah dalam mengambil tindakan karena ini menyangkut masa depannya. Sekilas ia menatap kyungsoo yang menatapnya dalam untuk menunggu jawaban darinya, keraguan pun semakin muncul, jihyun benar-benar bingung harus menjawab apa.

Tiba-tiba sang eomma menggenggam erat tangan jihyun mencoba meyakinkan, jihyun pun akhirnya memutuskan.

“sebelumnya aku benar-benar minta maaf pada ahjumma, aku tidak bisa menikah cepat-cepat. Aku ingin fokus pada kuliahku dan membantu eomma menjalankan bisnisnya. Pernikahan ini hanya satu kali saja dalam hidupku, jadi aku tidak ingin semuanya terlalu terburu-buru. Jadi sekali lagi aku benar-benar minta maaf, mungkin ini sangat mengecewakan, tetapi aku harap ahjumma bisa mengerti”

Setelah mengucapkannya jihyun merasa lega luar biasa, ia memandangi eommanya dan eommanya memberikan isyarat yang membuat jihyun yakin dengan pilihannya. Terlihat juga wajah kecewa dari kyungsoo eomma, sebenarnya jika mereka secara pintar dan jeli memandangi kyungsoo pasti akan tau jika kyungsoo sendiri terlihat sekali kecewa.

“ahh gaeure .. kita tidak akan memaksamu. Kau tak perlu meminta maaf seperti itu”balas kyungsoo eomma dengan memaksakan senyumannya.

mianhae ahjumma, aku tau ahjumma sangat kecewa. tetapi aku tak bisa memaksakan ini semua’batin jihyun dalam hati.

“kita akan menunggu sampai keduanya siap, jadi tak perlu terburu-buru”lanjut jihyun appa dengan mantab.

“kenapa sedari tadi tidak makan, bukankah kita yang mengundang makan malam yeobo? Kita malah terlarut dalam obrolan”ucap jihyun eomma mempersilahkan untuk keluarga kyungsoo menikmati hidangan yang telah disiapkan.

“woahh ahrin-ah, sampai sekarang kau memang jago memasak. Lihatlah masakanmu sungguh lezat, aku menyukai ini”
Kyungsoo eomma seperti mencairkan suasana dengan memuji masakan jihyun eomma, tetapi itu memang benar, semuanya terlihat sangat menyukainya.

“kalau yang kau makan itu bukan masakanku, tapi masakan jihyun. Dia yang memasaknya sendiri”timpal jihyun eomma yang membuat semua orang disana terkejut mendengarnya.

“benarkah? wahh buah jatuh tak jauh dari pohonnya rupannya. Kau hebat jihyun, masih muda bisa memasak seenak ini”ucap kyungsoo appa memberikan applause yang luar biasa.

“khamsahamnida … tapi tidak begitu juga karena memasak memang hal yang menyenangkan, aku merasa enjoy jika bisa membuat resep-resep baru”ucap jihyun yang merasa tersanjung karena mendapat pujian tersebut.
Sedangkan kyungsoo masih tetap memakan makanannya dalam diam, sesungguhnya dalam lubuk hatinya juga mengakui jika masakan jihyun sangatlah enak.

“ngomong-ngomong dimana jieun? Kenapa tidak ikut makan disini?”Tanya kyungsoo appa sedangkan jihyun tiba-tiba memperhatikan kyungsoo yang berhenti makan ketika appanya menyerukan nama jieun.

“jieun pergi bersama luhan tadi siang entah kemana mungkin kencan, namanya saja anak muda jaman sekarang”balas jihyun appa yang membuat raut wajah kyungsoo berubah 180 derajat.

“jinjjayo?? Wahh sepertinya sebentar lagi jieun akan melaksanakan pernikahan terlebih dahulu”ungkap kyungsoo eomma.

“sepertinya … “balas jihyun eomma dengan tertawa semakin menghangatkan suasana.

Kyungsoo hanya berdiam diri, tanpa melakukan apapun. Entah apa yang dipikirkannya saat ini, hatinya seakan tidak menerima jika mendengar jieun kencan bersama luhan.

Tiba-tiba terdengar suara ponsel berbunyi ternyata pemilik ponsel tersebut adalah jihyun.

“semuanya aku permisi ingin mengangkat telepon dahulu”ucap jihyun lalu bergegas pergi ketaman samping rumah.

Jihyun pun duduk dibangku taman rumahnya dan wajahnya seakan sumringah mengetahui seseorang tersebut menelponnya.

“jongin-ah”pekik jihyun senang karena jongin menelponnya.

“woahh kau terlihat senang sekali ketika aku menelponmu eoh? Apa kau merindukanku?”goda jongin disebrang sana dengan terkekeh.

“aku sangat berterima kasih sekali karenamu aku terbebas dari obrolan-obrolan yang membosankan didalam sana”

“kau ada acara keluarga? Kenapa masih disitu? Cepatlah kembali”pinta jongin yang membuat jihyun bertambah enggan kembali.

“ani lebih baik aku disini saja, didalam sangat membosankan. Appa mengundang keluarga kyungsoo makan malam tetapi didalam sana mereka malah mengobrol yang membuat ku mati bosan”.

Tidak terdengar apapun disebrang sana, jihyun pun melihat ponselnya yang masih terhubung itu pun sedikit bingung, kenapa kai tiba-tiba diam.

“jongin-ah kau masih berada disana?”

“eoh ne aku masih disini”

“kau tidak istirahat eoh? Ini sudah malam kau harus segera tidur supaya badan mu cepat pulih”

“aku tidak bisa tidur, maka dari itu aku menelponmu. Jihyun-ah aku besok ingin sekolah, aku bosan dirumah”ungakp jongin yang membuat jihyun mengerti.

“apa kau yakin ingin masuk? Bukankah kau masih belum pulih?”

“aku baik-baik saja, aku mungkin akan kembali sehat ketika bertemu teman-teman disekolah”

“baiklah… tapi aku akan menjemputmu, sampai aku tau kau meninggalkanku awas saja eoh?”
Terdengar jongin terkikik geli karena ancaman jihyun. Jihyun pun mengerutkan keningnya sedikit sebal.

“geure aku akan menunggumu. Jangan lupa membawakan bekal untuk ku juga”perintah jongin seenaknya.

“aku tidak akan lupa, aku akan membuatkanmu bekal yang special, tapi kau harus menghabiskannya. Arra??”
“tentu saja aku akan menghabiskannya, makanan buatanmu sangat enak”

“jongin-ah segeralah tidur”pinta jihyun dengan memohon.

“ne ne tuan putri aku akan tidur, kau juga ne? jaljjayo”

“eum .. ne Jaljjayo”ucap jihyun lalu memutuskan sambungan telponnya.

Jihyun memutuskan untuk tetap berada ditaman dan memandangi langit yang kini ditaburi oleh banyak bintang. Lamunan nya seakan buyar ketika ada seseorang datang untuk duduk disamping dirinya.

“apa yang kau lakukan disini?” Tanya jihyun kepada kyungsoo.

“kau sendiri apa yang kau lakukan disini? apa kau tidak masuk kembali?”

“aku bosan di dalam”ucap jihyun apa adanya tanpa memandang wajah kyungsoo dan lebih memilih memandangi langit.

“hmm nado …”

Cukup lama tidak ada pembicaraan diantar jihyun dan kyungsoo, jihyun tau jika saat ini kyungsoo memandangi wajahnya tetapi jihyun lebih memilih berpaling menghadap langit.

“apa eonnie mu akan segera menikah terlebih dahulu?”Tanya kyungsoo tiba-tiba yang membuat jihyun menghentikan lamunannya.

“wae? Aku pikir begitu. Akan lebih baik dia menikah lebih dulu, dengan begitu aku bisa lebih tenang jika suatu waktu akan menikah”jawab jihyun dengan mencoba menatap mata kyungsoo untuk mencari jawaban yang ia cari tapi nihil, kyungsoo begitu pintar menyembunyikannya.

Kyungsoo mengangguk mengerti dan kembali diam. Dalam keadaan seperti ini membuat jihyun tidak nyaman, ia pun akhirnya beranjak dari tempatnya untuk masuk ke dalam rumah tapi tangan nya tiba-tiba ditahan kyungsoo, alhasil membuat langkah nya terhenti dan menoleh pada kyungsoo.

Jihyun mengerutkan keningnya heran karena kyungsoo tidak mengeluarkan sepatah katapun, jihyun pun melepas pergelangan tangannya dari tangan kyungsoo .

“ahh ne… apa kemarin kau telah menerima pesanku?”

“ne aku menerimanya”

“baiklah … gomawo buat tumpangannya selama ini, mulai besok aku tidak akan merepotkamu lagi”ucap jihyun dan melangkah pergi dari depan kyungsoo, tapi baru beberapa melangkah harus terhenti kembali karena kyungsoo tiba-tiba bertanya yang membuatnya kembali menoleh kearah kyungsoo.

“apa kau akan berangkat bersama jongin?”

Jihyun berpikir sejenak. ‘apa dia mendengar percakapanku dengan jongin?’

“mungkin ..”. setelah mengatakan itu jihyun benar-benar pergi meninggalkan kyungsoo yang masih termenung dibangku taman rumahnya.

Benar memang jika kyungsoo mendengar semua percakapan jihyun dan jongin, ketika ingin mengahampiri jihyun kyungsoo secara tidak sengaja mendengar jihyun berbicara pada jongin.

‘apa kau menolak menikah denganku karena kau ingin bersama jongin? Apa kau benar-benar tidak meyukaiku lagi sekarang?’

‘apa kau akan bahagia jika bersama jongin? Sebegitu besarnya kah perhatianmu pada jongin, sampai kau rela untuk membawakannya bekal.’

Kyungsoo terus berada dalam lamunannya, hatinya semakin kacau balau. Semua ini berawal dari jieun yang mulai berkencan bersama luhan dan jihyun tunangannya sendiri lebih memilih jongin. Tapi memang benar karena kyungsoo sendiri tidak memiliki hak untuk mengantur hidup mereka karena kyungsoo sendiri masih bingung dengan plihannya sendiri.

Pada akhirnya acara makan malam pun selesai kini keluarga kyungsoo berpamitan untuk segera kembali ke rumah karena besok kyungsoo sendiri mulai sekolah .

“Sungjae … aku benar-benar terimakasih buat undanganmu kali ini, lain waktu kami ingin mengundang keluargamu untuk makan malam bersama dirumah, apa bisa?”Tanya kyungsoo appa pada jihyun appa.

“tentu saja dengan senang hati kami bisa datang”balas tuan Oh Sungjae yang merupakan appa jihyun.

“Ahrin-ah, jihyun kami kembali eoh. Sampai bertemu lain hari”pamit kyungsoo eomma.

“terimakasih atas malam ini, makanannya sungguh lezat”sambung kyungsoo dengan menatap jihyun yang mendapat anggukan dari keluarga jihyun.

_ _ _ _ _ _ _

 

Jihyun kini telah bersiap dengan pakaian seragamnya, rambutnya ia kuncir kuda dan memberinya pita. Ia pun beranjak dari kamarnya menuju dapur untuk mengambil bekal yang telah ia buat tadi.

“semuanya selamat pagi … aku berangkat dulu”ucap jihyun didepan kedua orang tuanya dan jieun yang sedang

sarapan pagi.

“kenapa kau terburu-buru sekali eoh? Sini duduklah makan bersama kami”pinta jihyun eomma.

“ani … aku telah membawa bekal”

“kau tidak berangkat bersama kyungsoo?”Tanya jihyun appa dengan menghentikan kegiatan makannya.

Jihyun menggelengkan kepalanya. “aku berangkat bersama jongin”.

“baiklah … ucapkan salam appa untuk jongin.”

“hati-hati”sambung jieun yang mendapatkan anggukan dari jihyun. Jihyun pun langsung melenggang kerumah jongin dengan diantar supir pribadi dirumahnya.

Setelah sampai jihyun langsung turun dan memasuki rumah jongin, terlihat jongin telah menunggu jihyun disamping mobil miliknya.

“kau menunggu ku lama eoh?”Tanya jihyun pada jongin.

Jongin menggelengkan kepalanya dan menatap wajah jihyun dalam, seperti ada yang berbeda dengan jihyun hari ini, entah kenapa ia terlihat cantik.

“wae??”

“kau terlihat cantik hari ini”

“jinjja? Apa kau lupa ingatan eoh? Aku memang cantik sedari dulu”ucap jihyun yang kini bergantian menyombongkan diri.

“aishh … kajja nanti kita terlambat”balas jongin mengabaikan jihyun dengan masuk kedalam mobilnya.

“kita akan naik mobil?”Tanya jihyun yang membuat jongin bingung.

“tentu saja, kau mau jalan kaki eoh?”

“kalau begitu biar aku yang membawa mobilnya, aku tidak yakin kau bisa mengendarai dengan baik”

“aku baik-baik saja, kau tak perlu khawatir jika aku akan menabrakkanmu”
Jihyun pun mengeluarkan sesuatu dari saku seragamnya dan menunjukkan nya pada jongin.

“aku telah mempunyai surat izin mengemudi yang resmi dari Negara, jadi biarlah aku yang akan mengendarai mobilnya”

Jongin pun menurut dan berpindah posisi dibangku sebelahnya, sedangkan jihyun masuk di bangku pengemudi dan bersiap memakai sabuk pengaman. Tapi tiba-tiba seperti ada yang menarik rambutnya yang membuat jihyun mengerucutkan bibirnya kesal.

“Ya!! Kim Jongin! Kenapa kau menarik kuncir rambutku, kau tau tadi itu sudah rapi. Bukankah kau sendiri yang bilang jika aku cantik jika dikuncir seperti ini”.

“kau memang cantik jika kau menguncir rambutmu, tapi aku tidak suka jika orang lain melihat lehermu seperti itu. kau hanya boleh menguncir rambutmu jika hanya aku saja yang melihatnya.”
Ucapan jongin tersebut membuat rona merah pada wajah jihyun tiba-tiba muncul.

“Ingat!! Hanya aku yang boleh melihatnya”lanjut jongin dengan seenaknya.

Sedangkan jihyun hanya mendesisis kesal mendengarnya tetapi tak bisa dipungkiri hatinya senang mendengar jongin yang mengucapkannya.

“lihatlah rambutku jadi berantakan”

Jongin pun menyisir rambut jihyun dengan jari-jari tangannya, jihyun hanya diam mendapat perlakuan seperti itu dari jongin.

“Cha … rapi, kajja kita berangkat sekarang”

Jihyun pun mulai menyalakan mesinnya dan melajukan mobil yang dikendarainya. Sesekali ia melihat pada kaca

spion didepannya, memastikan rambutnya benar-benar rapi.

_ _ _ _ _ _

 

Jihyun dan jongin pun akhirnya sampai disekolah, jihyun turun dari mobil dengan membawa tas tangan yang berisi bekalnya juga milik jongin. Jihyun pun memberikan kunci mobil tersebut kepada jongin lalu berjalan terlebih dahulu, jongin sedikit berlari kecil menyusul jihyun dan merangkulnya.

“kai … kau masuk sekolah? Bagaimana keadaanmu?”Tanya salah satu teman yang berpapasan dengan jongin maupun jihyun.

“kau bisa lihat aku baik-baik saja.”

“aku turut berduka cita ne”sahut yang lainnya yang mendapat anggukan dari jongin, jongin pun menarik tangan jihyun untuk segera mengikutinya kedalam kelas.

Tanpa mereka ketahui sedari tadi kyungsoo memandangi mereka dengan tatapan tidak suka, terlebih lagi ketika jongin menarik tangan jihyun.

‘jadi sekarang mereka berangkat bersama? Dan jihyun membawakan bekal untuk jongin?’batin kyungsoo yang sudah diambang batas kali ini. Akhirnya kyungsoo menyusul mereka kedalam kelas, ketika berada didalam kelas kyungsoo tidak dapat berkonsentrasi pada bacaannya karena 2 sejoli yang berada didepannya bergurau tanpa henti.

Berjam-jam sudah jihyun, jongin dan kyungsoo mendapatkan pelajaran yang mereka dapat dari songsaenim. Kini bunyi lonceng pertanda istirahat pun berbunyi membuat para siswa berhamburan keluar kelas untuk beristirahat. Begitu juga jihyun dan jongin yang langsung melesat pergi ke kantin dengan membawa bekal mereka.

Kyungsoo memandangi kepergian mereka dengan perasaan entah bagaimana. Tiba-tiba datanglah sehun, baekhyun dan chanyeol menghampiri kyungsoo untuk mengajaknya ke kantin, entah dorongan dari mana kyungsoo mau mengikuti ajakan mereka.

 

_ _ KANTIN _ _

 

“sepertinya isi kotak bekal ini beda”ucap jongin setelah membuka kotak bekal yang dibuatkan jihyun tersebut.

“tentu saja, bukankah kau tak suka wortel? Aku tak memberikan wortel didalamnya. Lain kali aku tak ingin memisahkan wortelnya, cukup sekali ini saja”

Senyuman tersungging diwajah jongin. “kau memang yang paling mengertiku”ucap jongin dengan sedikit mengacak kepala jihyun yang lagi-lagi membuat jihyun harus merapikan rambutnya kembali.

“makanlah, kau harus menghabiskannya setelah itu minumlah obatmu”

“ini sangat enak, bagaimana bisa kau memasak seperti ini? Kau memang istri idaman”ucap jongin dengan menyantab makanan yang dibuat oleh jihyun.

“apa kau menyukainya?”

“tentu saja, aku sangat menyukainya. Masakanmu adalah masakan terlezat yang pernah aku makan selama ini”

“kau terlalu berlebihan jongin”ucap jihyun dengan sedikit memukul lengan jongin dengan gemas.

Ditempat duduk lain, diujung kantin terlihat kyungsoo tidak nafsu memakan makanannya karena secara tidak sengaja melihat kedekatan jongin dan jihyun yang membuatnya semakin dibakar cemburu.

“kyungsoo-ah!! Yaaa sejak kapan kau mulai memperhatikan yeoja itu?”ucap baekhyun dengan menunjuk kearah jihyun berada.

“ani …”

“kau jangan berbohong kyungsoo-ah, aku tau entah sejak kapan kau sering memperhatikan yeoja itu. apa kau menyukainya? Tapi kau terlambat jika menyukainya, seperti nya yeoja itu milik jongin”sambung chanyeol yang juga ikut memperhatikan jihyun dan jongin.

“mereka terlihat serasi. Apa kau benar-benar menyukainya hyung?”
Kyungsoo menghembuskan nafasnya kasar, kyungsoo akhirnya menyerah karena teman-temannya mendesaknya.

“aku akan menceritakannya pada kalian, tapi kalian harus janji untuk tidak mengungkit-ngungkit kembali atau menyebar luaskan ini”

Sehun, chanyeol dan baekhyun yang tadi fokus pada makanan pun berhenti dan memandangi kyungsoo yang hendak menceritakan semuanya.

“sebenarnya …. yeoja itu adalah tunanganku”
Ucap kyungsoo akhirnya yang membuat teman-temannya disana terkejut bukan main, selama ini kyungsoo telah

berhasil menyembunyikan semuanya termasuk kepada teman-temannya sendiri.

“Mwo!!!kau bercanda!!”pekik chanyeol yang membuat kyungsoo menatapnya geram.

“bagaimana bisa kau menutupi ini semua dari kita eoh? Sejak kapan kau bertunangan dengannya?”sambung baekhyun.

“1 tahun yang lalu”

“Ya!! Hyung ! bagaimana bisa selama 1 tahun itu kau menyembunyikan semua ini? Apa karena kau tak menyukainya, sehingga kau menutup-nutupi semua ini?”lanjut sang maknae sehun dengan tampang marahnya, baru kali ini semua melihat sehun marah apalagi terhadap hyungnya sendiri.

“mianhae ….”

“aku benar-benar tidak tau apa lagi yang harus aku lakukan? Ini sangat sulit, tidak seperti yang kalian kira”jawab kyungsoo dengan rasa setengah frustasinya.

“sekarang jawab dengan jujur, apa kau menyukainya? Ah … ani mana mungkin kau menyukainya, jika kau menyukainya pasti kau tidak membiarkan jongin yang dekat dengan jihyun sampai seperti itu. ”Tanya chanyeol dengan tegasnya.

Kyungsoo hanya diam dan memikirkan semuanya, dia tidak tau apa yang harus dilakukan. Sedangkan yang lainnya menunggu jawaban dari kyungsoo.

“lihatlah mereka seperti pasangan kekasih saja, jihyun membawakan bekal untuk jongin. Dan aku sering melihatnya bersama apalagi tadi pagi mereka berangkat bersama. Jangan-jangan hari sabtu kemarin jihyun membolos karena untuk menemui jongin? Ya!! Apa kau akan membiarkan ini begitu saja?”ucap sehun yang mendapat anggukan dari baekhyun. Apa ini kesalahan karena menceritakan kepada teman-temannya atau entahlah yang pasti kyungsoo saat ini hanya merenungkan segalanya.

“jika kau tidak menyukainya kenapa kau tidak melepaskannya saja eoh? Kasian dia jika terus bersamamu yang tak menyukainya”lanjut baekhyun.

“ini tidak seperti yang kalian kira …”
Chanyeol pun meredakan rasa marahnya dan bertanya. “jadi kau menyukainya?”

“entahlah …”

“apa karena jieun noona kau tidak bisa mengalihkan pandanganmu pada yeoja lain?”Tanya baekhyun.
Sehun pun tiba-tiba memasang expressi yang sangat sulit ditebak, membuat baekhyun menjadi penasaran.

“tunggu dulu … jieun? Apakah Oh Jieun noona?”
Kyungsoo menganggukkan kepalanya menyetujui.

“Oh Jieun dan Oh jihyun? Astaga!!! Ya!! Hyung jangan bilang jika mereka bersaudara?”tebak sehun yang membuat chanyeol dan baekhyun terkejut karena tebakkan sehun.

“ne mereka saudara kandung, jihyun adalah adik kandung jieun noona”ucap kyungsoo pada akhirnya yang membuat teman-temannya semakin frustasi memikirkannya.

“jadi dia adik jieun noona? maka dari itu aku tidak asing jika melihat wajah yeoja itu. apa jihyun tau jika kau menyukai eonnienya?”Tanya chanyeol.

“ani … dia tidak mengetahuinya, jieun noona pernah berkata untuk menutupi semua ini. Dia tidak ingin acara pertunanganku dan jihyun batal yang membuat jihyun sedih.”

“Astaga!! Permainan macam apa ini?”Tanya baekhyun dengan memegang lehernya merasakan sakit seketika.

“apa hyung tak berpikir jika suatu hari nanti jihyun tau pasti ini akan membuatnya bertambah sedih? Menurutku lebih baik hyung memilih diantara mereka berdua, sebelum semuanya terlambat”ucap sehun dengan bijaksana.

“Mantapkan hatimu kyungsoo, sebelum kau menyesali ini nantinya. Tidak seharusnya kau menyembunyikan ini terlalu lama. Bagaimana pun kau menyembunyikannya, jihyun akan tau”sambung chanyeol yang mendapat anggukan setuju dari baekhyun dan sehun.

_ _ _ _ _ _

 

“Apa kau sudah menceritakan semuanya kepada jihyun tentang kyungsoo?”Tanya luhan pada jieun dengan mengemudikan mobilnya.

Jieun menggelengkan kepalanya.

“seharusnya kau secepatnya menceritakannya, aku takutnya jihyun akan salah paham nantinya”

“ne aku berencana mengatakan pada jihyun, aku tak ingin dia salah paham dan aku terlihat semakin menyakitinya”ucap jieun dengan sungguh-sungguh.

_ _ _ _ _ _

 

Sekitar 2 minggu sudah jihyun tak lagi pergi ataupun pulang bersama kyungsoo, selama itu pula kyungsoo memendam semuanya, terlihat sekali jika kyungsoo sudah kehilangan kesabaran karena terbakar cemburu jika melihat jihyun dan jongin bersama. Waktu menunjukkan pukul 2 siang yang merupakan jadwal pembelajaran telah usai, dikelas kini tersisakan jihyun, jongin, kyungsoo, baekhyun, sehun dan chanyeol.

Ini merupakan saat kyungsoo untuk menyelesaikan masalahnya, dia berniatan untuk mengajak jihyun berbicara. Kyungsoo pun berdiri dari tempatnya duduk dan menghampiri jihyun yang tengah bersiap-siap pulang.

“kau harus pulang bersama ku hari ini”ucap kyungsoo dengan menarik lengan jihyun, jihyun mencoba melepas pegangan kyungsoo pada tangannya tapi tidak bisa. Sedangkan jongin, sehun, baekhyun dan chanyeol masih ditempatnya menyaksikan perdebatan pasangan tersebut.

“Shireo!!! aku akan pulang bersama jongin. Kau pulanglah bersama teman-teman mu yang lainnya.”jawab jihyun dengan menarik tangannya paksa dan akhirnya lepas.
“kenapa kau jadi seperti ini eoh! Sesungguhnya siapa disini tunanganmu! Seharusnya kau pergi dan pulang bersamaku”ucap kyungsoo dengan nadanya yang mulai meninggi, sedangkan jongin mulai geram dan mencoba membawa jihyun pergi, tapi niatannya tersebut dicegah oleh chanyeol. Chanyeol mengisyaratkan pada jongin untuk diam sementara waktu supaya jihyun dan kyungsoo menyelesaikan masalahnya.

Jihyun tersenyum kecut mendengar perkataan kyungsoo tersebut. “sejak kapan kau peduli jika aku ini tunanganmu? Bukannya selama ini pertunangan ini hanya status belaka? Apa hakmu menentukan aku berhak pergi dan pulang bersama bersama siapa!”

Kyungsoo merasakan pening tiba-tiba pada kepalanya, dia menatap jihyun dalam, memandang mata jihyun yang mulai berkaca-kaca.

“jaga ucapanmu jihyun-ah! Kau tidak tau yang sebenarnya!”

“Ne!!! aku memang tidak tau semuanya! Tapi pernahkah aku melarangmu suka dengan yeoja lain? Bahkan aku tidak pernah mencampuri urusanmu, tapi sekarang apa? kau mengaturku seolah aku benar-benar milikmu!”ucap jihyun dengan meluap-luap, karena emosinya tidak terkendali. Begitu pula dengan kyungsoo kini amarahnya semakin memuncak ketika mendengar ucapan jihyun.

Plak!!

Jihyun memegangi pipi kirinya yang tiba-tiba ditampar kyungsoo, jihyun tak dapat membendung air matanya. Bukan pipinya yang merasa sakit melainkan hatinya, ia tak percaya kyungsoo menamparnya bahkan orang tuanya saja tak pernah melakukan ini padanya. Kyungsoo sejenak memandangi tangannya yang telah ia gunakan untuk menampar jihyun, sungguh ini semua diluar dugaannya. Sedangkan jongin yang melihatnya tidak terima, dia langsung mendorong tubuh kyungsoo lalu meninjunya dengan keras.

Sehun, baekhyun dan chanyeol yang masih berada disana terkejut bukan main melihat kyungsoo menampar jihyun. Jongin sendiri semakin gencar memukuli kyungsoo, kyungsoo yang sudah terlanjur tersulut emosi juga membalas tinjuan jongin dengan keras yang mengakibatkan tubuh jongin jatuh dan membuat keadaan kelas berantakan, meja dan kursi tidak berada ditempatnya semula.

BUGH … “kau kenapa menampar jihyun!!”pukul jongin sekali lagi pada wajah kyungsoo.

“ini semua karenamu, jika kau tak hadir dalam hidup jihyun dan mengganggu, aku tidak akan tersulut emosi seperti ini.”balas kyungsoo dengan wajah yang belumuran darah diwajahnya.

“kau namja pengecut!! Kau bisa menggunakan cara baik-baik tanpa menamparnya! Aku tidak akan biarkan kau menyakiti jihyun, cukup sekali saja. Setelah itu aku akan merebut jihyun darimu!!!”marah jongin dengan meluap-luap. Sedangkan jihyun yang diperbincangkan masih tidak percaya atas kejadian didepannya.

Sehun mencoba mendekat pada kyungsoo, chanyeol mendekat pada kai untuk mencoba melerai keduanya. Baekhyun sendiri mendekat ketubuh jihyun, mencoba menenangkannya.

“Ya!!! Kalian sudah sama-sama dewasa, tolong berhenti!!”bentak chanyeol tanpa dihiraukan oleh jongin maupun kyungsoo.

“hyung … berhentilah, jangan teruskan ini”ucap sehun dengan menarik tubuh kyungsoo tetapi malah membuatnya oleng dan hampir saja terjatuh.
Meskipun chanyeol dan sehun melerai, jongin maupun kyungsoo sama-sama masih dalam emosi masing-masing,

mereka yang memisahkanpun tidak kuasa. Jihyun yang melihat keduanya tak kunjung berhenti pun maju untuk melerai.

“jihyun-ssi apa yang kau lakukan. Kau bisa membahayakan dirimu jika ikut melerai mereka”ucap baekhyun pada jihyun dengan memegang tangan jihyun supaya tidak mendekat.

“ani … jika aku tidak melerai mereka, mereka tidak akan segera berhenti”

Jihyun pun mendekat kearah keduanya, ia mulai menarik tubuh kyungsoo untuk menjauh dari tubuh jongin.

Kyungsoo tetap tidak memperdulikan jihyun malah menghempaskan tangan jihyun pada bahunya yang membuat tubuh jihyun terhempas jatuh membentur meja-meja yang telah berjatuhan.

“akh!!!”pekik jihyun yang membuat jongin tersadar dan mendorong tubuh kyungsoo menjauh dari tubuhnya.
Dengan sigap baekhyun membantu jihyun untuk bangun, tanpa dibantu oleh siapapun jongin menghampiri jihyun dengan perasaan khawatir.

“jihyun-ssi gwencana?”Tanya baekhyun khawatir karena wajah jihyun menunjukkan jika dalam keadaan kesakitan.

“jihyun-ah …”ucap jongin lirih.

“berhentilah … kau semakin melukai dirimu jika terus berkelahi”ucap jihyun akhirnya dengan memandangi wajah jongin maupun kyungsoo secara bergantian.

“apa dengan cara jihyun terluka baru kalian berhenti?”Tanya sehun sinis yang membuat semuanya disana termenung.

Kyungsoo sendiri hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun. Dia merasa sangat khawatir saat ini melihat jihyun kesakitan karenanya.

“sebaiknya kalian pulang segera. Baekhyun tolong antar jihyun pulang, dan sehun antar jongin, aku sendiri akan mengantar kyungsoo. Besok setelah kalian merasa baik, kita coba berbicara baik-baik tanpa ada kekerasan seperti ini.”ucap chanyeol tegas.

“ani biarkan jihyun pulang bersama ku saja … “sela jongin dengan membantu jihyun berdiri.

“begini saja … biar aku antar jihyun dan jongin, kan kebetulan aku searah. Sedangkan chanyeol dan sehun bisa pulang bersama kyungsoo. Bagaimana?”Tawar baekhyun yang mendapat anggukan setuju.

Akhirnya jihyun, jongin dan baekhyun keluar dari kelas untuk menuju parkiran. Mereka menggunakan mobil baekhyun, sedangkan mobil jongin akan ada seseorang yang akan mengambilnya nanti.

Dilain tempat dimana terjadi perkelahian itu seakan sunyi, padahal didalamnya masih menyisakan 3 orang manusia.

“kenapa kau bisa seceroboh ini kyungsoo-ah! Kau tau karena kecerobohanmu kau menyakiti jihyun! Tak hanya menyakiti tubuhnya saja tapi hatinya juga.”ucap chanyeol menghentikan kesunyian disana.

“sekarang apa yang akan hyung lakukan? Apa hyung yakin jihyun akan melupakan kejadian ini?. Dan sekarang apa hyung akan pulang dengan keadaan seperti ini?. Apa yang akan hyung jawab kepada ahjumma maupun ahjussi”

“untuk seminggu kedepan eomma dan abeoji tidak berada dirumah, jadi aku tidak perlu beralasan saat ini”

“aku memang bodoh! Ceroboh dan Pengecut! Apa yang akan aku lakukan kedepannya, bagaimana aku berbicara pada jihyun nantinya?”sambung kyungsoo dengan menunduk sambil memandang.

“lebih baik biarkan jihyun menenangkan diri dahulu, kau juga istirahatlah. Tenangkan pikiranmu, jangan sampai kau mengulangi hal ini kembali”ucap chanyeol memberikan saran.
Kyungsoo pun berjalan dengan dibantu sehun dan chanyeol disampingnya, wajah tampannya kini tertutupi oleh

luka dan darah dibeberapa sudut.
_ _ _ _ _ _

Kini jihyun berada dirumah jongin, karena jihyun ingin mengobati luka jongin. Sejujurnya jihyun sangatlah khawatir melihat semua keadaan yang baru saja dilihatnya. Ketika baekhyun menawarkan diri untuk mengantar jihyun, jihyun menolaknya. Jihyun ingin memastikan terlebih dahulu apakah jongin baik-baik saja.

“kim jongin … gwencanayo?”Tanya jihyun dengan wajah khawatirnya.

“aku sudah berulang kali katakan ini, aku baik-baik saja. Bagaimana dengan pergelangan tanganmu?”Tanya jongin dengan memegang pergelangan tangan jihyun sebelah kanan, merasakan nyeri yang luar biasa ketika dipegang jongin, jihyun menarik pergelangan tangannya.

“ya!! Pasti ini menyakitkan! Kajja kita kedokter sekarang”ajak jongin yang mendapat penolakan dari jihyun.

“ani … besok pasti akan baik-baik saja. Mungkin hanya terkilir biasa, kau tak perlu khawatir.”

“sekarang lihatlah wajah yang biasa kau bangga-banggakan kini hilang entah kemana”lanjut jihyun dengan mulai mengompres wajah jongin.

“AUww!!”pekik jongin ketika jihyun secara tidak sengaja menyentuh luka jongin.

“kenapa kau lakukan ini eoh? Lihatlah apa yang terjadi padamu.”ucap jihyun sedih dengan menundukkan wajahnya. Jongin pun menyentuh wajah jihyun tepatnya kedaerah pipi yang tadi terkena tamparan dan mengelusnya.

“mainhae…”lanjut jihyun dengan penyesalan.

“ssttt …. kenapa kau meminta maaf? Ini bukan salahmu. Ini salahku karena dengan egoku tetap menyukaimu walaupun kau sudah bertunangan”

Jihyun terkejut karena baru kali ini jongin mengucapkan kata suka padanya secara langsung.

“apapun yang terjadi aku akan selalu melindungimu, aku tak ingin kau sakit karena ulah namja lain. Aku ingin selalu didekatmu, selalu menghampirimu dan memelukmu erat. Karena hanya kaulah salah satu orang yang aku punya dan aku sayangi didunia ini.”

“kau tak salah apa-apa jongin-ah, seharusnya aku berterima kasih padamu karenamu aku masih mempunyai seseorang yang menyukaiku secara tulus.”

“gomawo …”ucap jihyun sangat tulus dengan tersenyum kearah jongin.

 

_ _ _ _ _ _ _

 

Setelah mngobati luka-luka jongin dan memastikan jika dia baik saja, jihyun beranjak untuk segera pulang sebelum eommanya mengkhawatirkannya. Dalam perjalanan pulang jihyun hanya memegangi pergelangan tangannya yang terasa sangat sakit tersebut, ia tidak ingin orang-orang tau sakit nya tersebut. Dengan perlahan jihyun memasuki rumahnya yang terlihat sepi tersebut, dari arah berlawanan terlihat eommanya dengan membawa makan malam untuk malam ini.

“kau baru pulang eoh? Kenapa pulang telat? Apa ada tugas tambahan?”

“ne … aku baru saja mengerjakan tugas dirumah jongin”jawab jihyun bohong pada eommanya, sedangkan eommanya melihat gelagat aneh pada anaknya tersebut.

“geure … kau bisa bersihkan diri dulu, setelah itu turun untuk makan malam”

Jihyun pun segera masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Setelah merasa bersih, ia langsung menuju ke dapur untuk membantu eommanya menyiapkan makan malam.

“eomma .. apa yang bisa aku bantu”Tanya jihyun pada eommanya.

“kau bisa membawa masakan ini ke meja makan dan menatanya, biar eomma yang membersihkan dapurnya”

Jihyun pun membawa mangkuk yang berukuran sedang berisikan sup, tiba-tiba tangannya terasa mati rasa untuk membawanya dan tangannya terasa sangat nyeri yang membuat masakan yang tadi dibawanya jatuh dilantai.

Prangg!!!

Jihyun terkejut dengan memegangi pergelangan tangannya yang sakit, eommanya dengan sigap menghampiri jihyun sedangkan sang appa juga berlari menuju jihyun karena terlihat terkejut.

“jihyun-ah gwencana?”Tanya sang eomma melihat jihyun telah terduduk tersungkur dilantai dekat pecahan mangkuk yang dibawanya tadi.

“ada apa ini?”sambung appa jihyun menyusul mendekat pada tubuh jihyun dan mencoba membantu jihyun berdiri dengan meringis kesakitan.

“eomma mianhae … karenaku sup nya jadi tumpah”

“tidak masalah jihyun-ah, tapi apa tanganmu baik-baik saja? Kenapa tiba-tiba kau menjatuhkan supnya?”
Jihyun terdiam sesaat yang membuat eomma dan appanya mencium gelagat aneh pada anaknya.

“sebenarnya apa yang terjadi? Jangan mencoba sembunyikan apapun dari appa ataupun eomma”Tanya appa jihyun dengan memandangi jihyun yang hanya menundukkan kepalanya.

“aku benar-benar tidak apa-apa appa, eomma”

“appa tau kau tidak baik-baik saja saat ini, kau terlihat kesakitan pada pergelangan tanganmu sebelah kanan itu”

“besok eomma akan menjemputmu disekolah, eomma akan mengantar mu ke dokter. Untuk kali ini eomma tidak ingin ada penolakan darimu”ucap eommanya dengan tegas.

Jihyun mengangguk pasrah mendengarnya. Jihyun eomma pun akhirnya membersihkan pecahan mangkuk yang terjatuh dan membersihkan sup yang berceceran sedangkan appa jihyun mengambil obat berupa salep ? yang nantinya ditempelkan pada pergelangan jihyun.

Setelah acara makan malam selesai jihyun menuju kamarnya untuk beristirahat, ketika baru duduk di kasurnya jieun datang menghampirinya.

“jihyun-ah, aku mendengar dari eomma. Apa pergelangan tanganmu baik-baik saja?”Tanya jieun dengan menyentuh perglangan tangan jihyun pelan.

Jihyun menganggukkan kepalanya menandakan jika baik-baik saja.

“eonnie tak perlu khawatir, aku baik-baik saja”

“kenapa bisa seperti ini? Apa yang terjadi?”

“tadi sewaktu di sekolah secara tidak sengaja terjatuh dan pergelangan tanganku yang jadi tumpuan badanku, terkilir saja, besok mungkin baik-baik saja”

Jieun menganggukkan kepalanya mengerti.

“kemarin eonnie ingin cerita apa padaku? Sepertinya hati eonnie lagi senang”Tanya jihyun pada jieun yang hendak pergi.

“oh itu …”

“kau tau, kemarin lusa luhan mengajakku menikah”jawab jieun dengan girang sedangkan jihyun yang mendengarnya ikut senang tetapi terselip rasa sedih dihati jihyun.

“benarkah?? eonnie menerimanya? Akhirnya eonnie mendapatkan namja yang eonnie sukai sejak dulu. Chukkae eonnie”ucap jihyun dengan senyum khasnya.

“gomawo … semoga kau juga bisa hidup bersama namja yang kau sukai”
Jihyun mengangguk mengiyakan meskipun dalam hatinya berkata lain.

‘aku turut senang eonnie bisa bersama luhan oppa, tapi bagaimana dengan kyungsoo oppa nantinya. Sakit pastinya jika dia tahu eonnie telah menerima lamaran luhan oppa’

“geure … sekarang beristirahatlah, semoga pergelangan tanganmu cepat sembuh”ucap jieun lalu beranjak dari kamar jihyun.

Setelah sang eonnie meninggalkan kamarnya, jihyun menuju ke balkon kamarnya. Ditempat ini ia bisa memandangi hamparan langit yang luas yang ditaburi bintang, dengan seperti ini hatinya seakan tenang, semua masalah seakan sirna.

 

_ _ _ _ _ _

 

Dilain tempat kyungsoo terlihat juga sedang berdiri dibalkon kamarnya dengan keadaan wajah memar dibeberapa sudut. Wajah gelisah maupun khawatir tersirat diwajahnya, pikirannya sedari tadi melayang pada keadaan jihyun.

Kyungsoo mendengar cerita chanyeol maupun sehun tentang kejadian tadi siang disekolah yang membuatnya kepikiran.

Ingin sekali kyungsoo menghubungi jihyun tetapi egonya berkata lain yang membuatnya sedikit enggan menghubungi jihyun.

‘apa kau baik-baik saja?mianhae ….’

Kyungsoo pun mengambil ponsel dari saku celana trainingnya dan mencari nama baekhyun di ponselnya. Kyungsoo menunggu sambungannya terhubung diponsel baekhyun.

“yeoboseyo …”

“hyung … “

“ada apa kyungsoo? Ahh aku tau kau pasti ingin bertanya tentang jihyun padaku”

Tanpa menunggu jawaban kyungsoo, baekhyun seakan tau dan menceritakan semuanya kepada kyungsoo.

“tadi aku mengantar jongin terlebih dahulu tetapi jihyun ikut pulang bersama jongin, ketika aku menawarkannya untuk mengantarkan pulang dia menolak.”

“apa dia baik-baik saja?”

“aku tidak yakin, secara diam-diam aku memperhatikan dia dari spion mobil dan dia hanya diam dan memegangi pergelangan tangannya sebelah kanan. Ketika kau menanyainya, dia hanya bilang jika baik-baik saja, terlebih itu aku tidak tau lagi.”

“sepertinya aku terlalu kuat mendorongnya yang membuatnya kesakitan sampai sekarang, betapa bodohnya aku”

“jangan seperti itu, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, yang terpenting sekarang siapkan dirimu untuk segala kemungkinan kedepannya. Sebisa mungkin kau harus segera bicara yang sebenarnya pada jihyun, sebelum semuanya terlambat”

Setelah mendengar perkataan baekhyun, kyungsoo memutuskan hubungannya. Kyungsoo terlihat sangat gusar dengan menangkup wajahnya sendiri.

‘jika aku berada diposisi jongin, apa kau akan menemaniku seperti itu?’batin kyungsoo menerawang.

‘aku memang namja pengecut dan brengsek, suatu hari nanti kau pasti menyesal telah mengenalku dan begitu pula denganku pasti sangat menyesal jika harus kehilanganmu. Selama ini aku telah menutupi semuanya, apa aku bisa mendapatkan maafmu.’

‘benar kata mereka jika aku harus bertindak cepat dan berbicara ini padamu. Apa semua ini terlambat bagiku?’
Seperti itulah kegiatan malam hari kyungsoo kali ini dengan bertanya-tanya pada bintang-bintang diatas langit.
~ TBC ~

 

 

Haiiii Annyeong ^_^

Gimana-gimana buat chapter ini menurut kalian, ini aku panjangin lagi loh dari chapter sebelumnya. Aku sudah berusaha lagi semaximal mungkin, kalau feelnya kurang mian.

Menurut kalian buat chapter berikutnya gmana? Apa jihyun akan tetap bersama kyungsoo atau bersama jongin?

Hayooo kalian pilih pasangan yang mana? Hihihi

silahkan ditebak-tebak sendiri ne 😀

Mungkin untuk saat ini aku tidak memprotect ffnya tapi suatu hari nanti akan aku protect dan aku akan lebih selektif untuk memberikan passwordnya, aku tidak akan sembarangan buat kasihnya.

Sama seperti author-author lainnya yang ingin hasil karyanya dihargai, maka dimohon untuk readers terus berikan komentar/masukan yang positif untuk berkembangnya ff ini.

Rencananya ff ini tidak akan sepanjang ff I THINK I LOVE YOU, kemungkinan hanya sampai 5 chapter saja. Kalau itu ada lebihnya mungkin itu sequel nya. Aku harap para readers untuk tetap stay dan dukung hasil karya ku selalu .
Karena para readers sangatlah berharga bagiku, jika tidak ada kalian semua mungkin ff ini akan berhenti ditengah

jalan.

Oh ya buat caphter 4 kalian bisa baca di blog pribadi ku diaryworlds.wordpress.com . Karena chapter 4 nya tidak akan dipost diblog ini dan chapter 5 akan kembali di post di blog ini kembali.
Segitu saja cuap-cuap nya mungkin ini membosankan tapi semoga para readers harap makhlum.

 

“Bye … Bye … Terimakasih sampai berjumpa lain waktu”

 

Author Firna dan TianiEXO mengucapkan selamat merayakan HUT RI ke-70 MERDEKA!!!!!!!!!

Iklan

15 pemikiran pada “Because You Are My Sister Chapter 3

  1. baper ini baper banget feel nya dapet sampe jdi ngehayal klo aku yg meranin jihyun wkwk
    oh iya thor yg chapter 4 sm 5 nya d protect y? padahal ceritanya seru banget nih thor… di terbitin jadi buku aja thorrr keren kan (sumpah sampe nangis pas baca)

    Suka

  2. ceritanya makin seruu… akhirnya D.O sadar juga 😦 ,,
    pengennya siiihh jihyun sama D.O,, tapi kamjong gimana???,,,
    izin baca next chapter nya yahh 🙂

    Suka

  3. Jangan kasi kyungsoo sm jihyun>,< jihyun sm kai ajaaa, kasian jihyunnya digantung gituu mending jihyun sm yg pasti2 aja😂 chap 3 lumayan bikin emosi kak baguss aku sukaa jalan ceritanya😃

    Suka

  4. Akhirnya kyungsoo sadar gimana bodohnya dia nyia2in jihyun, aku mau jihyun bahagia kyungsoo nya juga tapi kainya gimanaa:”” huee aku tunggu nextnya yang lebih drama lagi yaa hehe

    Suka

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s