Mistake Chapter 9

llll

 

Title: Mistake Chapter 9

Genre: Romance,School Life,Friendship,Sad

Cast:

Byun Baekhyun aka Baekhyun EXO

Kim Jongdae aka Chen EXO

Oh Sehun aka Sehun EXO

Xi Luhan aka Luhan

Park Yousi aka Yousi (OC)

Sub. Cast:

Jung Chan Rian aka Hanri (OC)

Kim Jongin aka Kai EXO

Oh Hayoung aka Hayoung Apink

Kim Jommyeon aka Suho EXO

Zhang Yi Xing aka Lay EXO

Jin Ran Kan aka Ran (OC)

Wang Xia Ji aka Xia (OC)

Daneun dan Hara (OC)

Lee Taemin aka Taemin Shinee

Jung Soo Jung aka Krystal (FX)

Way Crayon Pop

Kwon BoA aka BoA seosangnim

Rating: Teen

Length: Chaptered

 

Disclaimer: ini ff murni hasil pemikiran saya dan ide saya yang muncul secara tiba-tiba. Jadi kalau ada kesalahan sedikit, mohon diperbaikki ya chingu ^_^

 

PERHATIAN!!!!!!! ADA PERUBAHAN MENDADAK JADI HARAP DISESUAIKAN ^_^

 

Summary: Aku telah membuat kesalahan yaitu menyukai seorang namja yang tak seharusnya aku sukai.
Bagaimana ini?

 

Author: Claralaluchaipark aka TianiEXO

 

Sebelumnya : 1 | 2| 3| 4| 5| 6| 7| 8|

 

Mistake Chapter 8

 

 

Aku mengacak rambutku sendiri

sedari tadi. Padahal seharusnya, aku tidur dari jam 10 malam tadi. Kepalaku terasa sangat gatal, bukan karena aku tidak mencuci rambut. Tapi, karena Luhan itu!

Ternyata dia adalah keponakan ajjhunma yang merupakan teman ajjhunmaku sesama dokter. Katanya, Luhan baru pindah dari Cina 5 tahun yang lalu. Namun, dia sangat lancar berbahasa Korea bahkan wajahnya hampir mirip orang Korea bukan seperti orang Cina.

Mana, tadi kata ajjhunmanya menyuruh aku dan Luhan harus berangkat ke sekolah bersama setiap hari.

Aigoo! Bisa-bisa aku makan 12 mangkuk mie ramen instan besok, kalau sampai ternyata aku berangkat sekolah dengan namja menyebalkan yang suka taruhan. Bergaya layaknya, di drama-drama.

Padahal dia sendiri tidak sadar, dia baru berusia 16 tahun ditambah baru SMA kelas X. Aku rasa anak SMA sekarang pemikirannya seperti orang dewasa.

Zaman memang sudah banyak berubah. Tapi, kalau misalnya kejadian tadi siang diketahui oleh banyak orang…. Bisa-bisa aku aku aku…. Tidak tahu mau jadi apa lagi.

Ah, eonmma…. Ottokehajwo?

Aku tidak bisa tidur malam ini. Kenapa pikiranku masih terus membayangkan tentang kejadian tadi. Dan kenapa, selalu saja jalur kehidupanku di tahun ini terus melibatkan murid namja yang popular. Setiap hari pasti akan ada kejutan dalam kehidupanku dan yang sangat tentu melibatkan murid namja yang popular.

 

“YA!”

Teriakku sembari menunjuk Luhan yang menatapku terkejut sekaligus bingung.

“Oh, kau mengenalnya Yousi?” Tanya ajjhunmaku kepadaku yang menunjuk Luhan.

“Waahhh, kalau begitu baguslah” sambung ajjhunmanya Luhan. Membuatku kaget, terus memperbaiki posisiku

yang berdiri sambil menunjuk ke arah Luhan menjadi duduk sopan.

“Karena kau sudah kenal, Luhan. Kalian harus berangkat ke sekolah bersama-sama terus” ucap ajjhunmanya Luhan

membuatku dan Luhan tentunya kaget.

“MWO?!”

“Ajjhunma kau bingung?!”

Protesku dengan Luhan secara bersama-sama

“Mereka berdua kompak ternyata”

 

 

Ahhhh! Sudah lupakan!

 

Lebih baik, aku berusaha untuk tidur. Daripada besok, aku mengantuk berat di sekolah.

 

^^^^^^^^^^^^^^

 

Aku memasukki kelas dengan keadaan takut-takut, sebab tadi di perjalanan menuju kelas. Banyak murid yeoja melihatku terus saling berbisik satu sama lain. Aku takut, bahwa aku akan menjadi topik utama gossip di sekolah ini.

Padahal aku baru pindah kemarin.

Nampak, Krystal tengah membaca buku di kursinya. Aku segera saja duduk di sebelahnya.

“Annyeong” sapaku kepada Krystal. Sesaat kemudian, Ia meletakkan bukunya lalu tersenyum kepadaku.

“annyeong” balasnya sambil melambaikan tangan kepadaku.

Aku hanya berharap bahwa Krystal tidak mengetahui kejadian kemarin. Meskipun aku tahu, pastinya Ia akan segera mengetahuinya karena seluruh murid yeoja di kelasku ini kecuali aku dan Krystal sedang heboh membicarakan gossip yang tidak jelas begini.

 

^^^^^^^^^^^^^^^

 

Author POV

 

Baekhyun menopang dagunya malas, sembari menatap bangku di sebelah Chen yang sudah kosong sejak 2 hari yang lalu. Siapa lagi, kalau bukan itu kursi milik Yousi.

Yousi pindah, namun Ia bahkan tidak tahu. Apakah Yousi pindah karena waktu itu eonmmanya mengatakan eonmma Yousi itu yeoja murahan?

“Haiisssh!” Baekhyun mengacak rambutnya frustasi. Pikirannya semakin tambah kacau. Tidak memedulikan Tae seosangnim yang sedang menjelaskan pelajaran Biologi di hadapannya. Dan Hayoung yang terus menatapnya seperti sedang dimabuk cinta dengan Sehun yang sedari tadi juga melakukan hal yang sama persis dengannya.

Menopang dagu terus mengacak rambut seperti sedang frustasi.

Chen menghentikan kegiatan mencatat penjelasan dari Tae seosangnim di depan. Iya, juga sudah 2 hari. Ia tidak melihat Yousi di sampingnya dan duduk di sebelahnya.

Ia merasa kesepian. Tidak ada lagi semangatnya untuk lebih rajin mengunjungi café bubble tea itu.

Tiba-tiba suatu ide cemerlang muncul di dalam otaknya.

 

“Bagaimana kalau aku ikut pindah ke Gwangju?”

 

^^^^^^^^^^^^^^

 

“Astaga! Chen? Kau…. Kau…Kau….. Apa Kau serius?!!!!!” ucap BoA seosangnim dengan suara melengking mencapai 4 oktaf itu di hadapan Chen yang menatapnya malas.

Guru yang berusia 26 tahun dengan gaya seperti girlband itu, menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
Chen tahu, keputusan yang Ia ambil, pasti membuat seosangnim yang menyayanginya ini merasa sangat terkejut.

“Chen! Kau adalah asset berharga sekolah ini!” BoA seosangnim kembali lagi histeris sambil mengangakan mulutnya terus memegang kepalanya yang tidak sakit atau pusing sedikit pun.

“Halmoeniku, sakit. Permintaan terakhirnya, menyuruhku pindah sekolah di Gwangju” bohong Chen. Sebenarnya, Ia bukan tipikal untuk berbohong. Tapi yasudah, hanya itu alasan yang bisa ia dapatkan dari otaknya.

Dan satu lagi, seharusnya Ia memintah surat pindahnya di wali kelasnya sendiri. Victorya seosangnim. Namun, entah kenapa Ia merasa lebih dekat dengan BoA seosangnim.

“APA? Chen? Kenapa kau tidak memberitahuku sedaritadi?” BoA seosangnim menunjukkan wajah menyesalnya yang sangat tidak cocok ketika dilihat oleh Chen.

“Yang penting sekarang, seosangnim uruskan surat pindahku. Aku pindah mulai besok” Chen berjalan keluar ruang guru milik BoA seosangnim setelah berkata datar seperti itu.

BoA seosangnim hanya menatapnya kagum sambil mengangakan mulutnya.

“Anak murid jaman sekarang, tidak tahu sopan santun. Tapi mereka sangat tampan dan cool!!!!!” teriak BoA seosangnim sambil tersenyum menatap ke langit-langit plafon ruang guru miliknya.

“Hei, BoA kau sakit?” tegur seorang yeoja seosangnim dari ruangan sebelahnya.

“Tidak apa-apa, Bom!”

 

^^^^^^^^^^^^^^^

 

Baekhyun mencoba menggoreskan pensil ke kanvas lukisan miliknya. Sekarang Ia berada di kelas pengembangan diri yaitu melukis.

Walaupun, teman-temannya mengatakan bahwa Ia lebih cocok masuk ke pengembangan diri Vocal. Tapi, Ia tidak tertarik sama sekali. Suaranya bagus, memang. Bahkan Ia sendiri sudah mengakui bahwa suaranya bagus.

Ia malas memaksa tenggorokkannya untuk menyanyikan nada-nada oktaf yang membuatnya pusing seketika.
Lebih baik, melukis. Lagipula, Ia juga suka melukis.

“HEI, katanya Chen akan pindah sekolah!” teriakan Kai segera membuat Baekhyun menatap sang empunya suara kesal.

“Memangnya masalah denganku?!” ketus Baekhyun yang merasa konsentrasinya untuk melukis di hancurkan oleh suara teriakkan Kai yang sangat cempreng itu.

“YA! Dia itu teman kita, kan?” Kai menepuk bahu Baekhyun layaknya lelaki.

“Jadi?” Baekhyun malas berbicara dengan Kai.

“Kau tidak sedih atau apalah? Dia itu besok akan pindah ke Gwangju” perkataan Kai , sukses membuat Baekhyun menjatuhkan pensil melukisnya di lantai. Baekhyun merasa tubuhnya kaku seketika.
Gwangju?

‘Bukankah , Yousi juga pindah kesana?’ batin Baekhyun.

 

Kai mengerutkan keningnya, merasa bingung dengan sikap Baekhyun yang sangat tidak tepat.

“Betulkah Kai?” Baekhyun segera bertanya lanjut kepada Kai.

“Sudah pasti, aku sudah mendengar dari BoA seosangnim saat kelas dance berakhir” jawab Kai lancar, tanpa ada secelah pun kebohongan di perkataannya.

“Kai, bagaimana kalau kita ikut pindah ke Gwangju bersama Chen?”

“Kau agak sedikit eror bagaimana pendapat orang tua kita nanti?” Kai menjawab pertanyaan Baekhyun dengan sangat lengkap

“Kalau begitu, biar aku saja pindah” ucap Baekhyun santai sambil melangkah keluar ruangan melukis

“Hei, Byun Baekhyun. Aku ikut!”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“APA? Lagi-lagi, ada yang pindah dari kelas X B?” BoA seosangnim membulatkan mulutnya sambil menaikkan salah satu alisnya ke atas.

“Ia, seosangnim. Kami berdua ingin pindah ke Gwangju” sergah Baekhyun sebelum BoA seosangnim mulai meluncurkan kata-kata yang tidak penting lagi.

“Ayolah, BoA seosangnim. Uruslah surat pindah kami” mohon Kai sambil tersenyum berusaha mengeluarkan puppy eyes miliknya yang sangat tidak cocok dengan dirinya yang berkulit coklat msekipun seringkali dianggap hitam oleh yeoja pindahan yang bernama Oh Hayoung itu.

“Hn, baiklah” desah BoA seosangnim. Ia merasa hari ini sangat-sangatlah aneh.
Sudah 3 murid namja yang termasuk popular di sekolah ini, memintanya untuk mengurus surat pindah mereka.

Pertama Chen, kedua Baekhyun dan Kai. setelah itu siapa lagi. Ia tidak tahu.

 

^^^^^^^^^^^^^

 

“Hayoung, kau tahu tidak info terbaru?” secara tiba-tiba Xia menghampiri Hayoung yang tengah memakai bedak sembari menatap focus ke kaca rias mini yang Ia bawa.

“Menyangkut Baekhyun?” Tanya Hayoung sambil menatap Xia yang sedang focus meminum Pop Ice.

“Chen,Baekhyun dan Kai pindah sekolah ke Gwangju mulai besok” ucap Xia santai.

Hayoung membulatkan matanya kaget seperti di sambar oleh petir. Ia segera berdiri dari kursinya dan berlari menuju keluar kelas.

Sehun yang Nampak tenang-tenang membaca buku Sejarah di tangannya pun ikut heran ketika tidak sengaja melihat saudara yeojanya itu berlari secepat kilat keluar dari kelas.

Dengan terburu-buru juga, Sehun mengikuti saudara yeojanya itu berlari. Ia dan Hayoung sudah cukup menghafal seluk beluk sekolah ini. Dan sekarang Ia tahu, tujuan Hayoung adalah ke ruangan Victorya seosangnim.

Dapat Sehun lihat, Hayoung tengah mengatur nafasnya yang berderu karena terlalu cepatnya berlari seperti sedang dikejar oleh anjing bulldog ataukah mengikuti lomba lari estafet.

Kemudian, Sehun berjalan mengampiri Hayoung yang masih mengatur nafasnya di depan pintu masuk ruang Victorya seosangnim.

“Hei, sebenarnya kau ada perlu apa ke sini?” Sehun menepuk pundak Hayoung.
Hayoung menatap Sehun sebentar.

“Ikutlah aku ke dalam ruangan Victorya seosangnim, setelah itu kau akan tahu penyebabnya”
Hanri yang sedaritadi ternyata mengikuti Sehun dan Hayoung hanya tersenyum misterius.

“Aku juga”

^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Yousi POV

 

TREEEENGGGG!!!!!!!!

 

Suara bel tanda jam istirahat pun akhirnya berbunyi. Membuatku segera merentangkan tanganku yang terasa pegal mencatat kosakata bahasa Cina yang dibacakan oleh seosangnim tadi tanpa henti.

Bisa tahu kan, sekarang tanganku penuh dengan coretan pena dan tampak merah yang tandanya tanganku sedang pegal. Dan memang itu benar.

“Yousi, aku mau ke kantin?” ajak Krystal kepadaku setelah Ia memasukkan buku bahasa Cina miliknya ke dalam ranselnya.

“Iya, kita jalan bersama?” tanyaku balik kepadanya. Ia mengangguk sembari tersenyum. Kami berdua pun berjalan keluar kelas menuju ke kantin.

Sepanjang koridor kelas yang menuju ke kantin. Banyak pandangan yeoja-yeoja yang menatapku kemudian saling berbisik. Dan itu membuatku sangat risih.

“Setelah dari kantin, kita nonton pertandingan basket tim sekolah kita melawan tim sekolah di sebelah” perkataan Krystal membuatku tersadar dari kerisihanku terhadap yeoja-yeoja yang seperti sedang menggossipkan aku.

“Ah, ne” jawabku lesuh. Dengan segera Krystal menarik tanganku halus menuju ke kantin.

“Lebih cepat bukankah lebih baik?” ucapnya sambil menoleh kepadaku yang mengikutinya berlari.
Aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku malas sambil memasang wajah sedatar mungkin.

^^^^^^^^^^^^

 

“Huahhh, panasnya” Krystal menutup wajahnya dari sengatan sinar matahari siang hari yang sebenarnya tidak panas namun hangat.

“Kau tidak suka panas?” tanyaku kepadanya sembari melahap roti sosis milikku.

“Aku lebih terbiasa hidup di suhu dingin seperti Suhu pada America” jawab Krystal membuatku menganggukkan kepala tanda agak mengerti. Sebab, dia berbicara dalam bahasa Inggris.

“Yousi, lihat! Itu tim lawan dari sekolah sebelah” Krystal menunjuk-nunjuk sebuah tim basket yang memasukki lapangan. Meskipun itu tim lawan, namun teriakkannya lebih membahana daripada tim sekolah sendiri yang masuk tadi.

Mataku tidak sengaja beradu pandang dengan seorang namja yang membuatku merasa aneh.

“Luhan?”

Aku segera saja mengalihkan pandanganku dari namja yang bernama Luhan itu. Ingin sekali aku segera beranjak dari bangku penonton pertandingan basket persahabatan antara sekolah kami dan sekolah namja aneh yaitu Luhan.

Kata Krystal tadi, sekolah yang berada tepat di sebelah sekolah kami itu adalah sekolah khusus untuk namja. Jadi pantas saja, banyak namja yang tampan dan popular yang ujung-ujungnya berasal dari sekolahnya Luhan aneh itu.

Aku hanya menatap hambar pertandingan basket yang sama sekali aku tak mengerti. Krystal Nampak heboh dan histeris ketika tim lawan berhasil mencetak skor, sama seperti yeoja lainnya. Bukankah, seharusnya menyemangati tim basket sekolah sendiri daripada menyemangati tim basket lawan?

Bingung sekali dengan pemikiran mereka. Menurutku namja-namja yang berasal dari sekolah sebelah itu, wajah mereka tidak terlalu tampan juga. Baekhyun tetap yang paling tertampan menurutku.

BAEKHYUN?!

Kenapa aku mengucapkan namanya di batinku?

Apakah aku merindukannya?

Ya kurasa begitu….

“Hei, bukankah dia adalah yeojachingunya Luhan oppa?” suara bisikkan beberapa yeoja yang duduk di belakangku membuatku semakin terusik dan merasa leherku sangat gatal seperti digigit oleh nyamuk hutan.

Apakah mereka bingung atau apalah yang semestinya? Sudah jelas, aku hanya dipergunakan sebagai bahan taruhan oleh Luhan untuk menadapatkan mobil dari Key sunbaenim.

Dan itu sangat membuatku merasa aneh. Mereka berlagak kayaknya seperti orang dewasa. Umurku baru 15 tahun, dan harus ikut campur dalam urusan mereka yang membosankan itu? Astaga…..

Saat Luhan itu berhasil memasukkan bola basket ke dalam ring tim basket sekolahku ini. Para yeoja di seluruh bangku penonton berteriak menggema termasuk Krystal yang sampai berdiri dan berloncat-loncat layaknya kutu rambut yang ingin pindah rumah.

Aku semakin ingin beranjak pergi dari kursi penonton ini, ketika Luhan itu menoleh kepadaku yang duduk jauh dari pandangannya sambil tersenyum menunjukkan jempolnya kepadaku.

Seketika itu para yeoja kembali berteriak seperti auman singa di film Hongkong ‘Kungfu Hustle’. Pastinya itu membuatku sekali lagi seperti merasa ingin pecah.

Hanya karena senyuman kecil itu, mereka bisa berteriak dengan tingginya. Bahkan sampai suara mereka hilang. Tidakkah itu aneh?

“Yousi, kau sakit?” pertanyaan yang dilontarkan Krystal menyadarkanku dari lamunanku.

“Nampaknya, aku tidak bisa menonton pertandingan. Kepalaku pusing” bohongku kepada Krystal.

“Yasudah, aku mengantarmu ke kelas” Krystal nampaknya ingin ikut denganku ke kelas.

“Ah, tidak apa-apa. Aku bisa sendiri” elakku dan langsung mendapat anggukan setuju dari Krystal yang menatapku khawatir.

 

^^^^^^^^^^^^^^

 

“Hei nak, kau tidak pulang?” suara seorang ajjhusi yang Nampak mirip dengan suara satpam sekolah ini menyadarkanku dari tidur siangku yang nyenyak.

Ha? Kalau begitu, aku ternyata tidur siang di kelas bukan dirumah?

Aku segera mengangkat kepalaku dan langsung menatap ajjhusi sang satpam yang menatapku heran.

“Apa aku di sekolah?” ucapku bingung.

“Kau ini, untung saja ajjhusi belum mengunci kelasmu. Sedaritadi semua murid sudah pulang, kau masih enak-enakkan tidur di sini” terang ajjhusi satpam panjang lebar.

“Pulanglah, ajjhusi mau mengunci kelas. Sudah jam 4 sore” ucap ajjhusi satpam yang membuatku menganga. Aku bisa tidur selama itu?

Lalu kenapa kalau aku tidur di kelas, Krystal tidak membangunkanku?

Aku menggelengkan kepalaku berusaha mengingat kejadian sebelumnya, kenapa aku bisa tertidur di kelas.

“Yousi! Yousi, kau tidak pulang?” Tanya Krystal sembari menggoyangkan bahuku. Membuat aku mengangkat kepalaku malas sambil menatapnya.

“Pulanglah dahulu, aku masih sangat ngantuk” ucapku kepada Krystal. Tanpa memedulikan perkataannya yang selanjutnya, segera saja aku tidur.

“HEI NAK, KAU KENAPA MELAMUN?!” teriak ajjhusi satpam tepat di wajahku. Langsung saja, aku berdiri dari kursiku lalu mengambil ranselku dan membungkuk hormat padanya. Segera saja aku berlari keluar kelas.

 

Hari ini, benar-benar aneh.

 

Tess…..tessss……tessss

 

Suara hujan mulai menyamarkan langkah kakiku yang tergesa-gesa menuju ke halte sekolah. Sial, malah hujan lagi. Kenapa harus hujan di saat aku pulang sekolah? Ah! Benar-benar!

 

Malah hujannya sangat deras lagi. Membuatku harus bertedu sebentar di halte sekolah sendiri dan tentunya sangat kesepian.

Aha! Untung aku membawa sebuah payung kecil yang selalu kusimpan di ranselku ini. Aku segera membuka payung kecil itu dan berjalan ke luar halte. Lebih baik aku jalan kaki ke rumah daripada mesti menunggu bus sendirian di halte sekolah malah hujan-hujan lagi.

 

“Hei, tunggu aku!” suara panggilan seorang namja membuatku berbalik menatap ke asal sumber suara.
Seketika juga aku merasa seperti nasibku sangat sial.

 

Luhan berlari tergesa-gesa dari halte sekolahnya menuju diriku yang tengah menatapnya malas.

 

“Pulanglah bersamaku, lagipula rumahmu dan rumahku bersebelahan” Luhan memaksa memakai payung ini bersamaku.

 

Astaga! Payung ini hanya cukup untuk seorang saja. Ingat, seorang saja!

“Payung ini hanya cukup untuk seorang saja, tidak akan muat untuk kita berdua” elakku kepada Luhan agar Ia tidak

memaksa memakai payung ini bersamaku.

 

“Sudalah, aku tidak bisa pulang nanti” paksanya.
Astaga, aku malas melawannya. Lebih baik, aku berjalan saja bersamanya menggunakan payung ini.
Tanpa aba-aba, dia memeluk bahuku dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya membantuku memegang payung.

 

Tubuhku merasa aneh dengan sentuhannya di bahuku. Kalau dilihat orang bagaimana?

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

 

Wahahhaha selesai dahhh chapter 9nya ^_^ terima kasih sudah mau membaca chingu,

 

Mohon maaf kalau ada kesalahan dalam hal penulisan yang membuat chingudeul merasa kebingungan ketika membacanya.

 

Dan ada beberapa perubahan yang tidak sama seperti chapter-chapter yang awal,

Aku ubah Yousi dll, menjadi anak SMA. Kalau anak SMP nggak cocok yaaaaa, (Setelah mendengar saran para pembaca, mereka bilang diganti saja sama anak SMA)

 

Jangan lupa tinggalkan comment ^_^

 

Terima kasih ^_^

Iklan

9 pemikiran pada “Mistake Chapter 9

  1. cepet banget siih udah tbc aja….buat chapter selanjutnya buat alurnya yang lumayan paniang ya eon.. biar enak bacanya,ga kecepetan. tapi untuk chapter ini bagus banget kok, aku suka. jangan lama lama ya eon chapter 10nya

    Disukai oleh 1 orang

Review And Chat here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s